Jungkat

Lebar Sempit, Tapi Semua Ruang Dapat Cahaya Alami (YouTube Video)

  • 25/08/2025

Hai teman-teman, kembali lagi di Behand Breaks. Kali ini kita akan house tour di rumah tiga lantai yang dari luarnya terlihat humble dan di dalamnya memiliki banyak ruangan yang memenuhi kebutuhan penghuninya. Yuk, kita lihat. Halo, Kak Felix. Halo. Eh, terima kasih sudah mau ngundang arsitak. Nah, ini Kak Felix adalah yang mendesain KN Health. Nah, Kak Felix kita mau nanya-nanya nih mengenai rumah ini. Ee untuk luas bangunan sama luas lahannya bisa diceritain enggak, Pak? Luas lahannya tuh di 133 m². Lahannya tuh lebarnya 7, panjangnya 19. Plus bangunannya tuh di sekitar 250 m². Ee konsep rumahnya nih biasanya pasti ee yang ditegut-tegut sama teman-teman di rumah. Jadi, desainnya itu sebenarnya sederhana ya. Kita pengen e rumahnya sebenarnya brief awalnya tuh tiga lantai. Kebutuhannya banyak, tapi kita pengin request dari klien tuh bangunannya humble. Enggak pengin kelihatannya bangunannya tuh besar. Jadi dari luar tuh kelihatannya cuman dua lantai. Padahal aslinya tuh tiga lantai gitu. Dari fasatnya sendiri nih kelihatan ada dua masa yang berbeda. Kenapa sih dibikin seperti itu? He. Jadi sebenarnya kalau bisa dilihat ini kan kayak ada dua massa kotak. Yang satu lagi segitiga ya. Yang satu lagi warnanya abu, yang satu lagi berbentuk menyerupai kayu gitu ya. Nah, jadi kita bikin bahasanya dua kotak ini seperti intersect between eh antara abu-abu dengan yang kayu. Nah, yang kayu ini sendiri kita buat dari bawah ke atas jadi simless gitu, enggak kelihatan kayak tiga lantai secara gamblang. Dan ee yang kayu ini juga sedikit lebih maju dibandingkan yang abu-abu. Yang kayunya ini sebagai ee penahan matahari dari barat ya. Jadi sebelah sana tuh barat, sisi muka bangunan tuh ke selatan. I selatan jadi panas sebenarnya cukup panas sore-sore ini gitu. Jadi si kayu ini juga berfungsi sebagai ee mereduce panas dari matahari barat sehingga bangunan utamanya yang kotak warna buabu ini dengan bukaan yang besar itu bisa tetap ee adem karena ada buffernya lah. Mungkin dari segi materialnya bisa dijelasin enggak dari ee yang kelihatan di depan yang pasat itu? Iya. Jadi kalau yang berbentuk seperti kayu itu sebenarnya itu dari semen fiber wood terus dicat menggunakan teknik kayu jadi menyerupai kayu. Jadi sebenarnya itu durable buat panas hujan. It's ok gitu sih. Eh kalau yang abu-abunya lebih ke cat tekstur abu ya. Kita langsung lihat ke dalam aja yuk. Oke. Nah teman-teman kita sudah masuk ke dalam rumahnya. Kita sekarang di area garasi. Betul. Nah, dari area garasi ini kira-kira ee Kak Felix ada yang bisa diceritain enggak? Iya. Jadi, sebenarnya ini tuh area garasi gabung sama teras ya. Terasnya ini pun ee antara transisi antara garasi dengan e area dalam. Jadi, ini pintu utama sini juga ada bench ya, bench antara pemirsa antara teras dengan tamannya yang bagian depan yang pohonnya tuh bisa menjulang ke atas ya. Jadi, kanopi ini juga kita buatnya ee langsung menerus nyatu. Jadi kayak satu kotak kutub baru yang ada pohonnya kita lubangin aja sih. Jadi enggak terlalu banyak tekak-tekuk dari muka bangunan juga gitu. Jadi lebih simpel lah ya. Nanti kita lihat ya. Soalnya di sini enggak kelihatan bisa tutup nih. Nah alasannya tutup kenapa nih kelihatan memang ada di bikin masif atau ada alasan itu enggak ya. Jadi sebenarnya ini struktur buat si kanopnya ya. Kalau misalnya lihat kita lihat karena sebelah sananya tuh kanopnya floating ke arah sana. Jadi ini butuh ee kolom strukturnya lah. H dan pemisah juga antara area foyer teras tadi dengan garasi yang tadi sih. Oke, untuk fas ini ee tampilannya sengaja dibikin seperti jendela besar gitu. Ada maksudnya enggak ya? Iya. Jadi ini sebenarnya office ya jadi ee hubungannya dengan publik ya. Nanti kalau misalnya kita masuk, kita bisa langsung masuk ke office dan juga nanti dari dalam juga bisa masuk ke area office. Tapi sekarang ini lebih ke tempat ruang sabar guna gitu. Oh, ini ruang sebaguna. Nanti kita bisa lihat di dalam ya. Betul. Nanti ini bisa diopen dari kitchen bisa ke office, bisa ke sini bisa menjadi satu ruangan yang menjadi satu gitu. Nah, dari luar pun aku ngelihat ada sesuatu yang ee catching nih. Kenapa ee ada satu ruangan yang mungkin kelihatan ruangan yang berbeda kali ya? Nih. Ini kok dibikin agak agak nyamban gitu? Kenapa ya? Betul. Sebenarnya ini kan karena kebutuhan ruang ini lebih besar dan ini ada permainan level lantai. Jadi area kalau kita masuk tuh bakal ada satu step lagi lebih tinggi. Makanya ini juga ada satu step lebih tinggi kan. Dan ini jadi dibuat box kalian yang kayak kelihatannya utuh menjadi satu masa yang lebih maju ke depan. Jadi floating di bawahnya kita taburin gravel ada applies nanti oke membedakan ya kalau ada satu masa yang besar. Nah, kita langsung masuk ke ruang ini nih, ruang teras nih yang tadi disebut ya. Ini sebenarnya em konsepnya itu cuma untuk tidur-tidur atau memang ada yang mau disampaiin? Ya ini tuh sebenarnya ruang tamu ya, tapi ruang tamunya sama outdoor aja gitu, enggak perlu di-indoor. Jadi karena kebutuhan ruang tamu sekarang kayak juga udah mulai jarang. Kalau misalnya emang udah intimate juga pasti masuknya ke ruang keluarga sekalian gitu. Jadi kalau misalnya mau tamu yang kurang dekat gitu bisa duduk di sini ngobrol-ngobrol. Di sini juga ada kanopinya kan. Jadi kayak tetap ada shading lah gitu buat duduk-duduk. Masih oke. Tapi memang ini posisinya ee masuk air ya. Memang dibiarkan air masuk kalau air hujan gitu kan. Betul. Betul ya. Karena ini emang daerahnya emang semi outdoor ya. Jadi kayak emang kita persilakan untuk hujan angin, matahari masuk sih. Dan ee ini area apa nih? Ini area buat resapan ya. Jadi ada pohon ini di sini juga daerah ee ada tanahnya ada gravel. Kita tutupin buat beberapa utilitas juga. Jadi bench ini bisa meng-cover semua utilitas kayak ada pompa air gitu-gitu semua ada di belakang sih. Oke. Nah, untuk pohon yang menjulang yang berbeda sendiri tadi sempat dimention juga ada pohonnya. Kenapa nih? Kayaknya khusus di pohonnya nih. Iya. Jadi kita lihat bangunan ini kayak terlalu kering ya kalau misalnya kita enggak kasih greeny untuk bisa masuk dalam desain kita juga gitu. Jadi kita buat ee memeluk taman pohon ini jadi satu kesatuan bangunan kita juga gitu. Pohon ini namanya Brazilian Fm. Pakis Brazil. Memang intinya tujuannya untuk ada penghijauan itu tadi ya. Iya. Pohon ini tuh lebih karakternya tuh dia kurus batangnya terus atasnya tuh rindang. Jadi untuk kalau di void kayak gini enak dia bisa dapat shading tapi dia enggak berantakan di bawah gitu. Hm. Iya betul. Rapih di bawahnya kelihatannya enggak ee enggak itu tapi tetap hijau di atas ya. Nah ini kita sudah mem masuk pintu masuk. Tapi sebelum kita masuk saya melihat adanya perbedaan ee penggunaan dari material. Material ini kenapa nih bisa beda nih? Heeh. Jadi ini kan sebenarnya cat tekstur ya, sama kayak yang dinding kita yang lainnya yang buat di fas. Tapi kalau yang eh elemen kayu ini itu menerus sampai ke massa bangunan yang ee seperti segitiga tadi yang di atas ya, yang dua bangunan dua massa. Oke. Jadi menerus ke atas semua sama menggunakan bahan ini. Bahan apa ya yang ingin dipakai ya? Ini semen fiber wood. Heeh. Di cat teknik kayu itu ya. Makanya bisa terlihat seperti kayu tapi dia durable. Ini sebenarnya sebenarnya semen sih bahan dasar dari jauh sih kelihatan kayu ya. Heeh betul. Pas sudah didekatin mungkin kalau coba saya ketok nih. Iya enggak keras gitu ya. Oke. Oke. Nah kita langsung masuk ke ruangan utama nih sekarang. Nah sebelum kita masuk nih saya mau nanya mengenai pintunya. Pintunya memang sengaja dibikin sesolid ini. Terus e mungkin ada alasan enggak penggunaan warnanya kenapa? Mungkin ini karena di sini kan coklat kok tiba-tiba langsung abu-abu. Iya. Jadi kan pada umumnya kayak biasanya maunya kayu yang tekstur kayu gitu ya. Cuman karena kita ininya udah kayu ee kita coba buat pintu utama menjadi lebih berbeda sih di antara pintu yang lain karena pintu yang lain juga kayu. Anyway. Oh, jadi semua yang di atas tuh kayu. Iya. He. Nah, kalau ini kita pilih solid color jadi aja. Yang lainnya juga kayak pengen selaras dengan pintu-pintu kus juga sih. Kita langsung masuk aja yuk. Boleh. Oke. Jadi ini adalah ruangan Void tadi disebutin ya. Betul. Ini sebenarnya buat area sembahyang aja sih. Kalau ruang tamu kan tadi ada di depan nih. Jadi ini transisi bisa masuk ke office, bisa masuk ke ruang dalam gitu. Oke, ini kita langsung masuk ke ruang utama aja ya. Ee di lantai satu itu ruangannya ada apa aja ya? Nah, di lantai satu tuh ada yang fire tadi fish. Ini open plan-nya ada kitchen sama living. Dining juga di sini. Lalu di situ tuh ada kamar tidur parents ya sama ada kamar mandi dalam also laundry-nya juga ada di situ juga. Jadi cukup penuh ya. Cukup penuh. Ini kayaknya ada sesuatu yang mau diceritain enggak? Apa mungkin ada permintaan dari owner atau Iya. Jadi sebenarnya ee owner tuh pengin parents pengin bisa parents-nya sih sebenarnya yang pengin semua aktivitas itu bisa selesai di lantai satu seperti masak ee sampai cuci baju, mandi, terima tamu segala macam. Jadi semua aktivitasnya tidak ada di dalam di lantai satu. Oh, oke. Nah, kalau office ini kan biasa ee mau terima klien atau mau meeting itu bisa dari yang ruang foyer tadi itu. Jadi, enggak perlu sampai ke dalam gitu. Nah, tadi yang aku sempat bahas juga eh area dining ini bisa connect sampai ke multifunction room sampai ke area carport tadi. Jadi, kalau misalnya bagus ya, kalau misalnya kita buka semua tuh bisa dapat satu connection ruang yang dari ujung sampai ujung gitu sih. H. udara pun masuk dan jadi kayak sebuah lorong besar ya untuk keluar ya. Oke. Nah, ini kita ee mau bahas sedikit mengenai material nih, Kak. He. Jadi kalau aku lihat pada saat aku masuk, nah aku tertarik dengan ini nih. Ini sebenarnya ee semacam kayak kabinet atau apa nih memang atau bagian dari desain nih? Iya. Sebenarnya ini rak sepatu sih. Oh, ini rak sepatu. Iya. Tapi kita pengin Iya. Bahasanya agak floating ya. Jadi ini sebenarnya pengin dibuat jadi meja TV ini TV-nya. Terus di ini kabinet-kabinet ya itu sebagai part of satu kesatuan desain sih. Cuman ya itu sebenarnya buat lemari sepatu. Oh lemari sepatu ya. Ini bahannya dari mana ya? Ini multiplek lapis HPL sih. Oh oke. HPL ini juga sama. Kalau di bawah sih udah jelas kelihatan sih kalau itu semacam kayak rak pengisi barang. Cuman kalau ini aku tadi agak penasaran ini tadi apa ya? Oh, ternyata isinya ee sepatu-sepatu ya. Biar rapi. Oke. Oke. Kalau untuk ee dari kita langsung ke area kitchen-nya ya. Area kitchen-nya sendiri ini aku lihat warnanya sama nih. Jadi menggunakan bahan yang sama juga, HPL yang sama juga. Sampai ke siling juga sebenarnya kita pakai HPL yang Oh iya, seilingnya juga sama ya. Iya. Ada yang mau di ee ini enggak sih diangkat dari penggunaan siling? Bahkan siling pun menggunakan HPL tu ada enggak? Kenapa? Jadi eh instead of kita up ceiling dengan gibsom yang sama, kita coba kasih satu kesatuan material yang sama sih. Jadi satu ruangan ini kita punya tone warna yang sama yaitu kayu yang ini ya. Dan ee jadi ada stone, ada wood sama ada solid color. Jadi, ya udah kita main tiga elemen ini yang diulang-ulang aja di setiap material sih. Oke. Oke. Jadi, enggak terlalu banyak material-material baru gitu. Kita langsung lanjut ke area lain yuk. Boleh ke Nah, kalau ini kenapa nih tiba-tiba ada kayak semacam ruang kaca? Ini sebenarnya ini ya apa ee void menerus sampai ke lantai 3 dan ke atas untuk punya airflow dari jendela yang tadi. Jadi kalau kita buka jendela tadi sama buka yang ini kan kita dapat crossing ventilation ya. Heeh. Heeh. Jadi ruangan ini pun juga rasanya walaupun tight tapi tetap bisa dapat airflow yang baik gitu. Oke. Jadi memang tujuannya untuk sirkulasi sama cahaya ini ya. Dan ini ee memang apa namanya? Air kan enggak bisa masuk kan di sini kan. Betul. Karena ada skylap di atasnya ditutup ya. Oke. Jadi cuma sebatas kayak apa ya? Pajangan gitu ee biar ada Iya. Sebenarnya kalau misalnya udara kita juga buka gap sedikit ya antara ee skylight dengan bidang dindingnya. Jadi tetap udara sebenarnya bisa lewat tapi hujan kita usahakan dia enggak tampias masuk ke dalam. Masuk ke dalam ya. Oke. Oke. Nah, kita langsung lanjut ke ruangan lain, Kak. Ee ini ada ruangan apa lagi, Kak? Kalau di sini nanti ada powder ya buat kalau tamu-tamu. Heeh. Kalau yang area ini untuk parents bathroom sebenarnya ngelihat dari perpaduan warnanya sudah sama nih. Tapi memang sengaja kayak dibikin bit klasik ya. Heeh. Memang ada request khusus atau memang kan kita kalau misalnya desain di awal pasti kita coba kasih design reference buat pilih-pilih nih dia sukanya yang mana, ke arah mana. Ternyata ee turn out ya hasilnya dia lebih suka ke area yang temanya klasik gitu. Makanya ada profil-profilan yang kayak gini ya. Oke. Oke. Terus ini ada ruangan apa lagi? Ee nah di sini ee tembus ke mana nih? Ini sebenarnya tembus buat ke void sampai ke atas juga. Jadi semua kamar ini menerus sampai ke atas pun juga semuanya dapat sirkulasi udara cahaya dari sebelah void yang sedikit kecil ini pun ya. Tapi berguna gitu. Ini juga ada laundry, ada mesin cuci di sini karena ya ibunya pengin semuanya aktivitas tadi ya mau selesai di lantai satu. Nah, ini juga ada. Oh, ternyata bukan lemari, ternyata ruangan ya. Iya. Ini ada kamar mandi. Jadi memang ee parents-nya itu bisa melakukan aktivitas di dalam ruangan ini dengan ee sehari-harinya gitu. Oke, sudah sesuai dengan keinginan nih kalau gitu nih. Aku enggak nyangka sih kalau ini ternyata ada loh. Aku pikir tadi benar-benar lemari. Nah, oke kita langsung lanjut ke atas. Oke, Kak. Ini sebenarnya konsep dari eh tangganya atau materialnya apa ya? Ya, ini kita sebenarnya pakai ee keramik motif kayu juga ya. Sama yang kita pakai di teras juga sebenarnya. Oh, sama dengan yang di teras ya. Heeh. Nah, ini ada bukaan ya sama yang kayak tadi tempat laundry void tadi. Jadi kita coba kasih bukaan juga di sini sih biar tangganya enggak terlalu gelap. Jadi memang banyak bermain dengan void-void yang menurus ke atas ya. Heeh. Karena kan tanahnya enggak begitu besar tapi programnya banyak. Jadi kita sobek beberapa void sih untuk biar tiap ruangan tuh bisa dapat sirkulasi sama cahaya ya. Oh iya. Perbedaannya dengan void yang menerus ya. Ini kita sudah lantai sampai di lantai dua. Nah ini ada ruangan apa nih? He. Ini ada kamar anak ya. Heeh. Oke. Oh iya. Warnanya juga perpaduannya masih sama dengan yang di bawah ya. Heeh. Nah, ini ada void yang tadi ya, yang tadi menurut yang laundry area. Nah, kamar ini juga dapat bukaan ke arah void belakang juga Hmm. Oke. Dan sengaja memang tampilan yang dimunculkan tuh cuman ee tembok yang di pattern ya. pattern seperti itu. Jadi sebenarnya cuman ditekstur sama dikasih pattern sih biar pengerjaannya lebih rapi. Kita langsung lanjut ke Oh iya ini void yang tadi di mention di bawah kan ya yang terus ke atas itu sudah kelihatan tuh ee mataharinya sudah muncul ya muncul. Jadi sekatnya kan banyak ketika ruangan itu tersekat jadi enggak dapat void yang sana kan. Makanya kita harus punya dua void untuk nyiptain ee sirkulasi antara kamar mandi sama kamar tidur. Jadi kamar tidur sama kamar mandi dua-duanya tetap punya bukaan. Tadi kan sempat ee dibilang PR ya. Nah, ini boleh enggak dijelasin ee jumlah kamar mungkin ruangan-ruangannya apa aja sih yang dibikin sampai dibilang banyak PR itu. Iya. Jadi rumah ini tuh lumayan tight sih secara programnya. Heeh. Heeh. Tadi ada office di bawah satu. Terus di kamar bawah juga ada kamar parent satu. Terus di atas, di lantai du ini ada dua kamar. Kamar master sama kamar anak. J kita ke lantai ada dua kamar lagi. Yang satu bisa buat jadi studio. Yang satu lagi juga feature kamar anak juga. Terus ada kamar pembantu, kamar mandi pembantu. Jadi total-total lumayan banyak. Tujuh atau delapan tadi ya? Sekitar sekitar enam ruangan tambah satu kamar tidur pembantu ya. Oke, nanti kita akan bakal lihat ke atas koki. Jadi sekarang kita mau ke mana nih? Boleh ke sini? Oke. Ini ee cukup menarik nih ya. Jadi ini sebenarnya apa nih ee fungsinya jelas sih rak buku ya, tapi mungkin bisa dijelaskan mungkin konsepnya dengan ruangan ini seperti apa. Iya. Jadi kalau kita tadi naik ke atas dari lantai dua terus nanti ke lantai 3 ini kita ada bolong-bolong ya sebenarnya. Jadi ee fungsi dari kabinet ini untuk ee sebagai pembatas antara tangga dengan ruangan ini ya. Jadi enggak pakai reling tapi jadi pakai divider dari kabinet. Nah, bolongan-bolongan ini pun juga jadi fungsinya ee kabinet ini bukan hanya dinikmati dari sisi sini, tapi bisa dinikmatin dari sisi kita perjalanan naik lantai dua, lantai 3 atau lantai 3 ke lantai bawahnya gitu. Oke. Jadi memang ee ini bagian dari desain biar pada saat ee pengalaman naik tangga ada ini tampilan dari rak buku ya gitu kan. Nah, dari sini pun juga seperti itu ya. Ini bahannya menggunakan apa? Yang ini ee yang solidnya tetap pakai HPL juga. Yang tekstur kayunya juga kita pakai HPL Oh, pakai HPL juga ya. Oke. Oke. Sepertinya memang udah banyak orang yang menggunakan HPL ya untuk desain ya karena keunggulan-keunggulannya milik ya. Oke, nih habis ini kita akan ke ruangan apa nih, Kak? Ini master bathroom nih. Nah, ini pintunya bahannya dari apa nih, Kak? Ini pintunya kita pakai kayu solid yang kusetnya tapi yang ininya pakai rangka multiplexis HPL sih. Oh. Oh, ya. Ini jadi master bedroom-nya. Secara komposisi warnanya sih udah sama ya. Ee cuman aku penasaran dengan ee adanya warna hijau nih. Apa nih aksen atau mungkin permintaan dari owner dari brief pas kita lagi bahas-bahas moobard. Heeh. Ternyata dia pengin coba masukin elemen warna hijau di dalam kamar tidur dia. Heeh. Itu salah satu hal yang cukup unik sih menurut aku sebagai ee tantangan desain ya. Kita coba combine sama kayu. Kayunya juga beda sama yang di bawah. Oh iya. Nih kayunya e bahannya apa nih, Ini HPL juga, cuman kita pilih warnanya yang lebih gelap ya, biar bisa nyeimbangin sama warna hijaunya yang juga gelap gitu. Hm. Jadi warna hijau ini ee ownernya milih khusus maunya warna ini. Heeh. Oke. Nah, kita juga padu padankan dengan plafon ya. Jadi kita plafon juga kita coba pakai motif kayu yang sama. Cuman kita bikin seperti wajik. Ada semacam motif ya. Iya. Pattern-nya kita buat arahnya 45 derajat. Oh iya. Kelihatan tuh bentuknya kayak belah ketupat. Belah ketupat gitu ya. Oke. Terus yang di sebelah sini artinya yang ke arah mana nih? Ini jendela ke fasad utama ya. Oh iya ini yang Oh iya. Oke. Jadi bisa ngelihat ke arah depannya selatan. Jadi ini ya? Iya. Ini ngadap selatan. Mm. Dan ini dibikinnya sekacanya sebesar sebesar ruangan tempat tidurnya. Oke, kita langsung masuk ke area yang selanjutnya nih kayak yang di dalam. Ada area apa aja nih? I. Jadi ini sekarang kita sudah masuk ke walking closetnya. Oh, ini lemari-lemari. Oh, iya. Nah, kalau misalnya kita tadi yang dari depan kalau bangunan yang masa yang kayunya itu. Nah, segitiganya tuh ada yang di sini. Jadi kabinet ini bisa lebih deeper ya, lebih dalam secara dena kan juga segitiga dia. Tapi enggak kelihatan ya ternyata ya ee segitiganya itu di bagian sini seperti ruangan kotak biasa sih. Betul betul. Oke. Oke. Ini kenapa banyak kabinet ya? Mungkin ada hubungan dengan permintaan dari owner atau memang biar bisa naruh banyak barang aja? Heeh. Kebetulan emang request-nya kabinetnya cukup banyak ya, karena emang mungkin kebutuhan ee baju-bajunya juga banyak. Hmm. Baju-bajunya ini juga diperpadukan sama warna hijau yang tadi diminta ya. Heeh. Ini kita coba tambahin motif ya. Ini juga HPL anyway. Oh ini HPL juga ya dengan e aksen kayunya tetap kita bawa. Kalau aku lihat sih memang perpaduannya udah cukup oke antara hijau dan maksudnya ruangan ini dengan ruangan yang tadi di tempat tidur itu udah sama sih udah sil. Oke, ini kita langsung masuk ke Oh, ini kamar mandi nih. Oke. Nah, di kamar mandi ini ee kalau aku lihat menggunakan warna-warna yang lebih gelap. Gelap. Betul. Ada ada kayu sih uncur kayu tapi ada menggunakan warna gelap. Kan kalau kamar mandi ya memang ya beda-beda dari karakter orangnya. Ini ada permintaan khusus enggak dari mungkin si ee ownernya mungkin Kak ya. Sebenarnya di kamar mandi-kamar mandi yang lain tuh warna-warnanya cukup terang. Tapi di master bathroom ee khususnya bathroom-nya ini mereka emang tone-nya penginnya semuanya lebih gelap sih. Dari master bathroomnya juga penginnya lebih tone down. Semuanya pengin lebih ada maskulinnya gitu. He. Oke, sekarang kita sudah ada di lantai tiga. Ee, Kak, boleh ceritain enggak, Kak, di sini ada ruangan apa aja? Iya, kita bagi ya. Dari tangga ini ke kanan itu ada area servis. Jadi, area-area ART. Ada kamar tidurnya, ada kamar mandinya, sama ada area laundry. Nah, area laundry ini juga yang menerus dari void dari bawah sampai ke atas ya. Ini maksudnya kamar mandinya kamar mandi apa nih? Kamar mandi ART khusus. Oh, jadi khusus buat ART doang ya? Betul. untuk area yang jemur pasti ketemu dengan matahari. Betul. Terus void yang tadi ya dari bawah sampai ke atas. Oh. Jadi sebenarnya ini void ini dedicated untuk semua kamar mandi ya. Ini kamar mandi sini ada kamar mandi pembantu. Ada kamar mandi master, kamar mandi anak, kamar mandi parents. Jadi sudah dibikin se apa namanya? Menerus ke atas sama dengan koid itu ya. Terus kita ada ruangan sini ada kamar tidur. Heeh. Kamar mandi. Sini ada studio kamar juga sih sebenarnya. Oh, kamar juga. Oke. Tadi kan sebutnya kamarnya memang banyak ya kayaknya. Oke. Terus ini kita mau ke mana nih? Ini ada balkon nih. Balkon. Oh. Y ini ruangan apa? Outdoor ya? Betul. Jadi ini yang tadi kita lihat dari depan kelihatan kayak dua lantai karena lantai tiganya itu kita mundur banget ke belakang. Hm. Karena kita mundur ke belakang, jadi hasilnya di sini tercipta rooftop deck Iya. I jadi dari luar tuh memang kelihatannya cuma cuman dua ya, Kak. Ternyata ada tiga lantai. Iya. Sebenarnya klien emang pengin brief di awal tuh pengin rumahnya lebih humble ya. Kayak enggak pengin kelihatan mencolok. Bangunannya besar sekali tiga lantai gitu. Jadi kita ngundurin ke belakang biar terlihat seperti dua lantai tapi kita tambahin aksen yang bok kayu ini intersect terhadap abu-abu ini ya. Jadi, kayu ini tetap muncul di lantai 3. Terus ini nanti ini baru jadi ee ruang function tambahannya bisa jadi ya mereka mau barbcue atau kayak malam-malam nongkrong di sini ramai-ramai. Kalau siang-siang sih enggak sih kayaknya. Kalau di sana itu ruangan juga seperti ini atau ada sesuatu? Oh, sama. Jadi memang seluas itu aja ya. Tapi memang outdoor terbuka untuk dipakai ee semacam tempat. Kalau yang di kotak ini tadi ruangan apa ya? Ini studio. Oh, yang tadi studio tadi. Betul. Nah, ini kamar tidur yang ini. Dia punya akses khusus ke balkon ini ya. Jadi bisa hubungannya indoor, outdoor langsung. Jadi, ini ruangan apa tadi? Kamar tidur. Kamar tidur. Tapi bisa masuk ke dalam, bisa tembus. Kayaknya kita sudah bahas semua bagian rumah nih, Kak. Kalau gitu kita langsung bahas durasi dan teknisnya di bawah aja ya, Kak. Oke, boleh. dua lagi. Nah, Kak Felix ee kali ini kita mau nanya-nanya nih, Kak, tentang ee durasi pengerjaan secara desain sama konstruksinya. Bisa di-share enggak, Iya. Jadi, proyek ini kita desain sekitar 3 bulanan ya. Oh, 3 bulan ya. 3 bulan. Durasi bangunnya tuh around 2 tahun lah. Hm. 2 tahun termasuk interior sampai klien sudah bisa siap tinggal gitu. Oke. Itu selesainya bisa di kasih tahu enggak selesai kira-kira kapan? Selesainya di akhir 2024 ya. Oh, selesai di 2024 ya. Untuk pembangunannya sendiri itu ada tantangannya enggak, Kak, yang bisa mungkin dihadapi ke kita, Kak? Challenge-nya lebih ke desain ya. Rooms requirementnya lumayan banyak programnya, tapi site-nya a bit tight ya, 7* 19. Jadi kayak padahal di awal brief juga awalnya mintanya cuma dua lantai. Terus tiba-tiba minta banyak beberapa program-program yang baru. Akhirnya kita buat tiga lantai gitu sih. Tapi kita coba buat dari luar tetap terlihat dua lantai karena permintaan dari klien yang tadi sih mintanya lebih humble enggak pengin kelihatan rumahnya besar dari muka bangunan gitu. Kalau untuk ee masalah budget nih, Kak itu Kakak bisa share ke teman-teman enggak? Ke kita. Biasanya sih di around 10 sampai 12 juta per me pers itu termasuk interiornya. Jadi bangunan hitam, finishing, bangunan putih, sama interior round segitu sih per met persin. Untuk teman-teman yang di rumah yang ingin tahu dan tertarik nih dengan desain Kak Felix nih, bisa di-share enggak, Kak, eh sosial medianya apa? Paling bisa lihat di Instagram di Felixalim_. Oke, don't worry. ada ditulis juga nanti di bawah tinggal dilihat. Nah, teman-teman yang di rumah ee terima kasih banyak udah lihat rumah ini dan bisa kenga. Bagi teman-teman yang mau meninggalkan komentar langsung aja diop di bawah ini dan jangan lupa untuk like, share, dan subscribe ya. Terima kasih, Kak [Musik]

Lihat di YouTube