Jungkat

Lebih Bagus daripada A56?? Review Samsung A36 5G Indonesia (YouTube Video)

  • 05/04/2025

[Musik] Halo, apa kabar semuanya? Balik lagi di Project Review. Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir batin kepada semua penonton yang ada di sini. Buat yang masih liburan, selamat menikmati. Buat yang sudah di perjalanan balik, hati-hati di jalan. Dan buat yang udah balik kerja, tetap semangat, ya. Oke, jadi setelah sebelumnya di video terakhir sebelum lebaran waktu itu saya ngebahas tentang Samsung Galaxy A56 5G, sekarang sebagai video pertama setelah lebaran saya punya saudaranya. Ini dia Samsung Galaxy A36 5G. Saudara langsung yang secara harga dan level ada satu tingkat di bawah. Seperti yang udah sempat saya ngomongin di video first impression bahwa smartphone ini tuh punya cukup banyak peminat dan salah satu faktornya enggak lain enggak bukan soal chipset Snapdragon yang dipakai. Jadi apakah naga yang ada di smartphone ini beneran lebih bagus dari Exyos di sebelah? Sebenarnya enggak juga sih, tapi ya. By the way sebelum lanjut lebih dalam ke pembahasannya, boleh di-support video ini, boleh di kasih like, boleh di-subscribe, boleh di-share, atau mungkin diislike. Apapun itu, makasih banyak nonton video ini. Sebagai sesama seri A, Samsung dengan angka belakang yang sama, Galaxy A36 tentu punya banyak kemiripan dibandingkan Galaxy A56, tapi tetap ada beda. Namanya juga diferensiasi. Pertama dari kamera. Separasi antar lensa di Galaxy A36 mungkin tidak sejelas di Galaxy A56. Habis itu untuk material rangka atau frame smartphone-nya A36 masih dengan polikarbonat alias plastik. Sedangkan Galaxy A56 ini udah pakai aluminium. Levelnya lebih di atas, harganya lebih tinggi. Tentu harus berasa lebih premium dan kelihatan lebih bagus. Udah sih, itu doang sebenarnya bedanya dan sisanya sama-sama aja. Kemudian untuk dari segi warna juga sedikit beda ya karena Galaxy A56 itu lebih ke arah warna-warna pastel. Sedangkan Galaxy A36 ini sedikit lebih heboh ya. Jadi kalau dia kena cahaya tuh ada pantulan-pantulan warna ya. Mungkin mau mirip-mirip Galaxy Note 10 series ya. Tapi ya kalau dibandingin Note 10 ya itu Note 10 lebih heboh lah warnanya. Untuk desain secara umum sebenarnya Galaxy A36 dan Galaxy A56 ini masih mirip-mirip aja. Back cover simple dengan modul kamera yang baru kelihatan lebih fresh. Tombol sensor stik jari di layar masih sama, tempat SIM card-nya sama. Ukuran smartphone-nya juga 111. Makanya ini smartphone bisa saling tukeran casing. Ini aja casing yang saya pakai untuk Galaxy A36 adalah casing-nya Galaxy A56 dan terpasang dengan sempurna enggak ada masalah. Terus untuk IP rating tahan air dan debu juga masih sama di IP67 kehujanan kecebur bentaran sih aman. Jadi kalau dari segi tampilan, durability dan segala macam ya mirip-mirip aja dengan Galaxy A56 dan kalau secara tampilan yang paling gampang bedain ya dari segi kameranya aja. Next untuk layar di sini juga sama di Galaxy A36 dan A56 ukurannya 6,7 inci Super AMOLED Full HD plus dengan refresh rate 120 Hz. Kualitas relatif sama sebenarnya sama-sama masih layaran yang bagus untuk kelasan mid range Android dan saya yakin enggak akan ada yang komplain sebenarnya secara kualitas. Scrolling enak, baca nyaman, nonton pun sebenarnya oke. By the way, untuk streaming di aplikasi seperti Netflix, saya ngelihat Galaxy A56 sedikit lebih baik dari A36 karena dia sudah mendukung HDR dan codex HEVC untuk Intel video format high efisiency. Jadi, A36 itu belum bisa. Untuk mayoritas orang mungkin enggak akan ngeh bedanya, tapi menurut saya tetap ini satu poin pembeda yang perlu diketahui. Kemudian kita lanjut ke soal SPCs. Nah, ini nih si Snapdragon jagoan warga ya. Galaxy A36 ini menggunakan Snapdragon 6 gen3 chipset midrange yang kalau kita jajal via Antout tuh dapat angka di kisaran R00.000-an. Angka yang sama sekali enggak bisa dibilang jelek. Tapi kalau kita bandingkan dengan Exinos 1580 yang ada di Galaxy A56 tentu beda ya. Itu udah tembus Rp900.000. Untuk pemakaian umum yang standar-standar aja sebenarnya sih oke ya. Enggak ada berasa perbedaan yang signifikan untuk seorang masih smartphone yang smooth dan lancar untuk pemakaian sehari-hari. sebagai perangkat komunikasi multitasking enak juga dan smoot-soth aja enggak lupa juga karena sini udah pakai OneU 7 terbaru yang emang udah bagus dari sananya. Kalau tugasnya ditambah lebih intens baru deh berasa sedikit beda ya. Contoh pertama kalau saya pakai untuk ngonten ngedit render di CapCut ya sebenarnya masih jalan cuman untuk waktu rendernya sedikit lebih lambat lah kalau kita bandingkan dengan Galaxy A56 ya itu wajar menurut saya. Terus kalau untuk gaming setting dan kelancaran juga sedikit berbeda. Jadi saya cobain di dua game aja yaitu Mobile Legends sama Zen Zone Zero yang familiar dan emang saya atau tim mainin Mobile Legends. Karena game ini kan sebenarnya bisa dikategorikan sebagai game yang ramah specs ya. Jadi saya bisa pakai settingan yang cukup tinggi alias persis seperti Galaxy A56. Hasilnya pun cukup mirip dan bisa dapat stabil dengan average FPS yang sangat bagus. Sedangkan kalau untuk Zen Zone Zero ini settingannya emang harus saya set lebih rendah ya, rendering-nya medium. Sedangkan sisanya saya setel di low aja hasilnya ya. Oke, kita dapat ke tingkat permainan yang bisa dikatakan playable cukup mulus, cukup smooth. Meskipun dari segi tampilan grafis tentu tidak akan sebaik kalau setting grafisnya dipasang ke lebih tinggi. Ya, balik lagi game ini kan bisa dikatakan cukup demanding, cukup berat ya. Jadinya wajar kita harus pakai settingan tersebut. Maka dari itu kalau kebutuhannya buat gaming dan gameennya itu bukan yang butuh grafis tinggi macam Mobile Legends, mungkin main PUBG, main Free Fire sebenarnya oke-oke aja. Kalau untuk soal suhu secara umum saya bisa bilang Galaxy A36 ini memang lebih kalem dibandingkan Galaxy A56. Coba balik lagi di Galaxy A56 saya bilang cukup panas kan itu saat saya cobain main Zenone Zero yang lumayan lama. Nah, setting-nya pun lebih tinggi kan dibandingkan Galaxy A36. Jadi dengan Galaxy A36 pakai settingan yang lebih rendah, suhunya pun juga relatif lebih adem kalau saya bandingkan sama yang satunya lagi. Terus kalau misal ada yang nanya, "Bang, kenapa settingannya enggak disamain aja terus dites lagi?" Ya kagak bisa ya. Namanya juga game-nya kagak jalan lancar gimana mau dites gitu kan. Jadi ya begitu dengan settingan lebih rendah ya suhunya pun juga relatif lebih adem, lebih terkontrol lah ibaratnya. Next. Buat baterai. Kapasitasnya sama di 5000 mAh. Ngecasnya juga sudah meningkat menjadi 45 watt. Mantap sekali. Ini menurut saya agak reseek sih dari Samsung. Soalnya Samsung yang lebih tinggi kayak Galaxy S25 versi basic ya, bukan plus atau ultra dan juga mungkin Galaxy S24 F itu kan masih di 25 watt ya. Sedangkan ini Galaxy A36 sudah 45 wat. Secara dari tahan baterai ini enggak beda. Saya bisa bilang dengan Galaxy A56 masih baterai yang cukup kok untuk makaiin sehari-hari yang enggak habis dengan aktivitas yang non intensif. Lanjut. Sekarang kita masuk ke soal software. Ini sedikit aja okelah udah saya sebutin dia pakai OneUI 7 Android 15 pula. Mantap banget sampai video ini saya bikin. Galaxy S24 series saya tuh belum kebagian. One Y dengan G 15 itu udah kebagian di seri A. Lucu banget ya, Bang ya. Masih dengan awesome intelligence seperti Galaxy A56. Cuma bedanya di Galaxy A36 ini beberapa fitur tidak tersedia seperti best face enggak ada, auto trim juga enggak bisa dipakai. Sisanya kalau untuk kayak object eraser, filter yang dicustom, terus circle to search ya itu semua masih bisa diakses dan bisa digunakan. Satu lagi kita masuk ke bagian kamera. Kita bisa lihat setupnya sama. Tiga kamera lensa utama, ada lensa ultrawide dan lensa makro. Belum ada telefoto ya di sini. Resolusi di atas kertas mungkin kelihatan sama ya dengan Galaxy A56 tapi A36 punya sensor yang berbeda. Secara umum hasil fotonya oke kok sama sekali enggak bisa dibilang jelek. Detailnya masih bisa didapatkan dengan cukup baik. bukan yang paling tajam, mungkin bukan yang paling detail, tapi oke. Warna kontrasnya juga cukup untuk foto-foto casual dan kalau emang diperlukan bisalah kita edit dengan fitur-filter baru untuk mendapatkan warna yang lebih personal. Dynamic range saya rasa juga sudah mencukupi sekali. Di kondisi low pun Galaxy A36 ini kameranya masih perform dikatakan memuaskan. Syaratnya standar yaitu jangan terlalu gelap. Noise cukup nampak di area yang gelap. Namun kebanyakan masih dalam taraf yang oke, terkontrol lah, enggak yang lebay banget. Les ultrawide okelah, tidak spesial tapi cukup dan disarankan tidak dipakai dalam kondisi light dan saya melihat ada sedikit distorsi juga di bagian pojok-pojok fotonya. Untuk kamera depan selfie selfie menurut saya udah cukup banget dan untuk kamera depan Galaxy A36 ini juga sudah mendukung HDR pada video seperti Galaxy A50. Detailnya emang bukan yang terbaik, tapi untuk mengabaikan momen sehari-hari sebenarnya aman aja. By the way, buat yang penasaran untuk gimana sih, Bang, bedanya foto Galaxy A36 sama Galaxy A56? Langsung aja nih cek sampelnya berikut ini. Next, buat perkaman di sini resolusinya udah cakep, bisa 4K 30 FPS di kamera depan dan kamera belakang. Hasilnya gimana? Enggak bisa dibilang jelek. Lagi-lagi not bad lah ibaratnya seperti sampel berikut ini. Oke, jadi ini untuk sampel review-nya Samsung Galaxy A365G ya. smartphone yang sudah bisa merekam dengan resolusi 4K 30 fps di kamera depan dan belakang. Hasilnya seperti ini. Kita langsung bisa lihat bagaimana skin tone saya di kondisi langit yang sedang cerah-cerahnya. Ada sedikit matahari dari daun-daun, dynamic range, audio bisa didengar. Oke atau enggak menurut kalian untuk smartphone yang harganya dimulai dari R jutaan? Ya silakan ditulis aja pendapatnya dan habis ini kita cobain juga buat kamera depan. Oke, ini untuk kamera depan dari Galaxy A365G ya. Kamera depannya seperti ini untuk peran video. Ini saya di tempat yang teduh hasilnya seperti sekarang. Audio bisa didengar. Terus kalau misalnya ke tempat yang kena matahari, nah ini ada sat matahari dari sebelah sini saya seperti ini. Ini kalau saya ngadap matahari terang banget. Kalau saya backlight, nah tuh matahari di situ e backlight seperti ini kalau ditutupin mataharinya jadi seperti ini. Gimana menurut kalian? Oke atau enggak dari kameranya A36 5G buat perekaman video bisa ada solusi 4K 30 fps. Kamera depan belakang silakan komentarin aja habisnya kita pindah kamera belakang lagi dalam kondisi low light. Oke, sekarang kita cobain ini untuk kamera belakang. 4K30 kondisi low light kayak gini. Ini salah satu pojok yang lumayan jauh dari lampunya. Kita lihat ke gundam-genam dulu. Mungkin masih oke. Saya lihat ada sedikit jiter-jiter kalau di kondisi seperti sekarang bisa dilihat mungkin ya sedikit-sedikit gitu enggak banyak. Kita pindah kerak nih. Ada buku warnanya bisa dilihat. Terus ini ada satu yang warnanya cukup gonjreng ya. Bisa dilihat warnanya seperti apa. Kita lihat di buku-buku detail-detailnya warnanya segala macam biar kita pindah lagi. Nah, sekarang kalau ada orang lampunya dari sebelah sana. Lampunya warna kuning aslinya ya. Mungkin sini agak dinetralkan buat balance-nya sedikit. Kita bisa lihat hasilnya ya untuk sebuah smartphone midrange Android. Menurut kalian gimana? Okelah atau enggak? Kalau menurut saya sih ya cukup aja ya. Enggak yang gimana banget, tapi cukupi ini tambahan lain kalau mau lihat warna putih dari kotaknya A36 ya. Ini enggak putih sih karena lampunya kayak gini. Ini juga ada A56 hasil seperti ini. Oke atau enggak silakan di komentar aja menurut kalian. Dan sekarang kita pindah ke kamera depan ya. Nah, sekarang ini buat kamera depannya masih di 4K30. Tapi secara kualitas menurut saya memang ada penurunan ya. Kalau di kondisi kalau kita bandingkan sama kamera belakang tadi tentu ya beda hasilnya bagusnya pakai kamera belakang. Tapi kalau untuk mengabadikan ya momen-momen mungkin yang casual-casual aja gitu ya sebenarnya masih oke-oke aja ya. Bisa langsung lihat di tembok bagian yang lebih gelap ya ada sedikit noise-noise ya seperti yang bisa di apa ya diperkirakan ya. Ada sesuai ekspektasilah sebenarnya. Tapi untuk gimana menurut kalian oke atau enggak? Bisa aja pendapatnya di kolom komentar di bawah. Sekarang kita lanjut aja ke kesimpulan buat smartphone ini. Buat kalian yang mungkin belum terlalu update. Jadi Galaxy A365G ini kan harusnya harga jualan dimulai dari Rp5.199.000 untuk versi 8128. Cuma saat saya bikin video ini, saya cek juga di website-nya Samsung, ternyata promonya itu masih jalan di mana harga Rp5.199.000 itu untuk versi 8256. Sedangkan kalau untuk versi yang lebih tinggi yaitu RAM 12 dengan storage 256 itu beda Rp500.000 aja di Rp5.699.000. Harga yang menurut saya menarik ya sebenarnya bagi yang emang udah berminat nih untuk ganti ke A36. Terus apakah A365G ini recommended? Bisa jadi. Iya, kalau menurut saya khususnya untuk orang yang sebelumnya memang sudah menggunakan smartphone Samsung udah yang seri lama, mau beli yang ya ber dengan teknologi lebih baru, harganya dengan budget R jutaan aja dan kebutuhannya untuk pemakaiin sehari-hari non intensif ya. Jadi buat komunikasi, buat sosmat, buat nonton okelah. Baterai juga cakep ya, sudah lumayan gede, software-nya juga tetap mantap khas Samsung dengan update hingga 6 tahun alias sampai31 kayak dari masuk SD sampai lulus ya itu juga udah mantap dan tentunya masih tanpa iklan. Kurangnya menurut saya lebih ke fitur AI yang mungkin tidak selengkap di Galaxy A56, terus performa gaming yang terbatas pada game-game yang non berat aja. Dengan pertimbangan kebutuhan seperti itu, menurut saya sih Galaxy A36 bisa jadi oke bagi mereka yang memang kebutuhannya cocok seperti itu ya. Jadi bukan yang berat-berat bangetlah. Cuma kalau pertimbangannya yang dicari adalah smartphone Android yang lebih spesifik, pengin performa lebih kencang, Anutuyin lebih gede, mau gaming dengan grafis yang lebih wah atau mungkin kamera sistem lebih advance, foto yang lebih cakep, atau malah cari harga yang lebih murah. Ya, menurut saya alternatif di luar sana ya banyak yang bisa dicobain tentunya ada banget. Tinggal balik ke kebutuhan dan preferensi. Sukanya kayak gimana? Tapi kalau kalian sudah suka Samsung ya ini bisa menjadi satu smartphone baru yang bisa dipertimbangkan selain Galaxy A56 5G. Ya, kurang lebih begitu sedikit review dan opini singkat saya tentang Galaxy A365G. Makasih banyak nonton sampai habis. Semoga video ini ngebantu. Bagi kalian yang memang sedap mencari referensi, boleh di-share, boleh like, boleh dislike. Putra saya pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy A56 5G

Samsung Galaxy A56 5G merupakan smartphone kelas menengah atas yang secara resmi hadir di pasar Indonesia dengan perombakan desain, performa, layar premium, dan kemampuan kamera yang komprehensif. Ponsel ini cocok bagi pengguna yang menginginkan perangkat modern untuk kebutuhan sehari-hari, produktivitas, serta konten multimedia.Dari segi desain, Galaxy A56 5G hadir dengan...

Samsung Galaxy A36 5G

Samsung Galaxy A36 5G merupakan smartphone kelas menengah Samsung yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa efisien, kualitas layar premium, kamera stabil, ketahanan tinggi, dan konektivitas 5G bagi pengguna Indonesia. Perangkat ini diposisikan sebagai pilihan ideal bagi pengguna yang ingin naik kelas dari seri entry tanpa harus masuk ke segmen...