LEBIH ENAK DARI BeAT..?!?! FAZZIO BERBODI GEAR SUDAH DIRILIS, YAMAHA GEAR ULTIMA 125 l Otomotif TV (YouTube Video)
[Musik] Selamat siang teman-teman Otomotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini ya. Amin. Nah, Teman-teman, siang hari ini saya sedang berada di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah dalam rangka menghadiri undangan dari Yamaha untuk mengikuti acara test ride dari Yamaha Gear Ultima. Jadi, setelah sekitar sebulan yang lalu mereka meluncurkan motor ini di Bandung dan waktu itu Popo ya yang bikin video first impression-nya. Kali ini saya yang mencoba untuk pertama kalinya. Jadi memang ternyata Gear Ultima ini baru diproduksi massal di bulan April ini, makanya mereka langsung bikin acaranya kali ini. Dan sekalian juga eh Yamaha melakukan relunching dari Yamaha Flagship Stop Semarang yang mana baru saja direnovasi. Jadi setelah Flexip Stop Jakarta, Bandung, kali ini Semarang mendapat gantian. Dan nyobain gear Ultima ini juga lumayan rutenya. Jadi dari Yamaha Flexip Shop Semarang sampai ke Ungaran ini jaraknya sekitar 39 kiloan. Jadi udah lumayanlah cukup bisa merasakan impresi dari motor yang platformnya ternyata sekarang menggunakan basis plek-plekan dari Yamaha Fasio. Jadi beda dengan gear 125 itu basicnya kan dari Mio M3 ya. Kalau ini dari Vasio. Nah, kayak gimana sih impresinya baik dari handlingnya, mesinnya, terus fitur-fiturnya? Nah, untuk lebih jelasnya tonton terus sampai akir. Jangan ke mana-mana. Oke, yang pertama saya mau cerita tentang posisi berkendara dan karakter handling serta suspensinya. Jadi, bisa dibilang Gear Ultima ini motor yang ramah ya buat mayoritas orang Indonesia, buat cewek, buat e cowok ini dijamin aman karena motornya memang tergorong ramping kecil ya. Jadi bisa dibilang adalah sebuah yang menggunakan body gear ya. Jadi karakternya Fazio sebenarnya, tapi dikasih body yang lebih cowok ya, lebih keker, lebih ala-ala SUV gitu. Kesannya tuh gagah gitu. Nah, karena ini basic-nya dari Fasio, makanya kalau diduduki, kalau dirasa-rasakan healingnya ini mirip banget dengan Vasio. Yang pertama adalah dia punya tinggi jok yang sama persis dengan ge 125 yang lama 75 mm. Jadi ramah ya buat teman-teman yang tingginya 165 cm pun dijamin akan gampang ee menapakkan kedua kaki ketika berhenti. Nih saya yang tinya 173 cm bobot 65 kg ya. Kakinya sampai agak nekuk ya karena ini memang ceper. Jadi dijamin amahlah maklum matic kecil. Terus kalau ngomongin joknya ini saya senang banget karena apa? Dia tuh punya permukaan yang lebar dan busanya empuk khas banget matic-matic Yamaha. Jadi nyaman banget diduduki serta dia punya kulit yang keset. Jadi kalau duduk itu kayak lengket gitu. Jadi kalau lagi ngerem atau di turunan dijamin enggak akan merosot gitu. Aman enak-enak aja. Terus kalau posisi duduknya ini khas matic kecil ya dan khasnya Yamaha juga jarak antara deck dan jok itu tidak terlalu dekat. Sehingga buat yang agak-agak jangkung ya di atas 170 cm kayak saya, kakinya itu tidak terlalu nangkring. Jadi ini buat berkendara lama ini dijamin enggak gampang kerasa pegal ya. Jadi dari Semarang sampai sini tuh aman-aman aja, nyaman gitu, enggak terlalu nangkring. Kalau nangkring gini aduh lama-lama akan cot pegal sininya. Dan keunggulan lain dari platform Fasio ini memberikan ruang deck yang lebih lega ya dibanding gear yang lama. Ini membuat kaki saya yang pakai sepatu ukuran 44-4 itu kerasa lebih lega ya, nyaman gitu. Terus kalau setangnya ketika diraih ini memang cukup rendah, enggak terlalu lebar ya dirasainnya, digenggem itu posisi duduknya motor harian ya, matic kecil yang emang kesannya itu lincah ramping gitu ya. Dan kalau ngomongin lincah ini emang lincah, Teman-teman. Karena motornya bobotnya hanya 95 kg, enggak berat-berat amat. Terus wheel base juga enggak terlalu panjang. Meski ini lebih panjang 20 mm dibanding Gear 125, namun Yamaha sudah merancang RK-nya lebih rapat dibanding yang Gear 125 sehingga karakter motornya tetaplah lincah walaupun wheelbase-nya lebih panjang. Terus gimana dengan karakter suspensi? Oke, kelihatan ya ketika diayun aja empuknya jelas ya. Jadi suspensi depan ini jarak mainnya sama dengan gear 125. Bedanya adalah dikasih spring red yang lebih empuk teman-teman. Jadi impresinya emang lebih empuk rasa empuk gitu, Teman-teman. Terus kalau yang belakang ini juga kelihatan empuk jadi enggak ada keluaran. Jadi jalan dari Semarang ke sini tetap nyam-nyaman aja. Apalagi jalan yang dilalui tadi relatif memang hampir semua itu mulus ya. Ada lubang-lubang dikit. Sengaja saya hajar untuk ngerasain apakah sakit pinggangnya atau enggak. Ternyata enggak nyaman-nyaman aja enak. Jadi kalau secara karter suspensi redaman menurut saya ini udah oke. Yang penting catatannya adalah untuk tekanan ban ya sama dengan kayak Vasio. Untuk yang depan ini standarnya itu hanya 22 PSI. Jadi jangan diisi lebih dari itu. Kalau kekerasan dijamin akan jedak-jedak akan kurang nyaman. Kalau ini sih enak-enak aja nyaman gitu. Kemudian ee yang saya suka juga adalah joknya ini panjang. Jadi kalau boncengan pun tetap nyaman, baik yang depan maupun penumpangnya. Dan buat info aja ternyata joknya ini busanya karakternya untuk depan dan belakang itu beda. Jadi yang depan sedikit lebih keras walaupun diasasin tu empuk. Yang belakang yang buat penumpang ini justru lebih empuk. Jadi penumpangnya akan tetap nyaman gitu teman-teman. Oke, berikutnya saya mau cerita tentang mesin. Jadi, karena basicnya baik rangka maupun mesin dari Yamaha Fasio, makanya karakter mesinnya ini juga persis banget dengan Yamaha Faasio. Jadi, ini generasi mesin 125 cc blue core-nya Yamaha yang karakternya cenderung lebih kalem. Tapi di balik itu punya keunggulan jauh lebih hemat bahan bakar, Teman-teman, kayak di Fasio maupun di Grand Vilano. Kenapa bisa begitu? Karena memang Yamaha mengeset ya mesinnya itu beda karakter yang basicnya Vasio ini beda dengan karakter mesinnya kayak Mio M3 atau gear 125 yang lama. Beda utamanya adalah di bagian throttle body sampai bagian internal mesin ya. Jadi walaupun sama-sama 125 cc tapi memang keluaran tenaga dan torsinya kedua motor itu atau kedua mesin itu bisa beda ya. Jadi kalau yang basicnya Vazio kayak yang dipakai Gear Ultima ini memang tenaganya turun ya. Jadi hanya 8,3 horsepow tapi torsinya lebih besar 10,6 Nm. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di Vasio atau gear Ultima itu menggunakan throttle body yang lebih kecil, hanya 22 mm. Kalau gear 125 itu 24 mm. Makanya dengan throttle body lebih kecil, udara yang masuk ke ruang bakar lebih sedikit. Dan karena udara sedikit, maka sprotan bahan bakarnya juga disedikitin juga. Makanya efeknya adalah tenaganya sedikit turun tapi jauh lebih hemat bahan bakar. Tapi kenapa torsinya bisa lebih besar? Nah, ini yang unik. Ternyata biar torsinya lebih besar, e rasio kompresinya ditinggikan ya 11 B 1. Kalau yang gear 125 lama kan hanya 9 banding 1. Makanya meski tenaganya sedikit turun tapi torsinya justru lebih besar. Dan selain itu tentu saja di mesin ini ada teknologi hybrid ya. Walaupun hybridnya itu mile ya, hybrid yang ringan aja yang sederhana yaitu memberikan asis dorong asis di tarikan awal banget selama 3 detik. Tapi ketika aktif memang lumayan kerasa sih. Ada dorongan yang tiba-tiba zir kayak ada nosnya. Tapi benar-benar ditarikan awal pas mulai jalan aja gitu. Nah, karakternya kalau secara garis besar tadi seperti saya bilang di awal ini cenderung kalem, Teman-teman. Kalemnya dalam artian sebenarnya ngisi ada gitu di gas selalu responsif, tapi naiknya putaran mesin, keluar tenaga itu smooth, kalem, bukan yang langsung ngacir banget ya. Kalem aja gitulah. Jadi kalau buat nyalip-nyalip itu rasanya apa ya? Kalem pelan aja bukan langsung wus gitu. Beda dengan karakternya Maximexi Yamaha yang langsung ngacir ya. Kalau di Gear Ultima ini kayak di Cllashy itu kalem ya sesuai dengan motornya lah ya. Bukan motor yang buat balapan ya. Keluarga ini lebih buat fungsional harian. Yang penting ee nyalip masih dapat, ketemu tanjakan juga masih oke. Jadi tadi ee rutenya yang disajikan memang cukup lumayan beragam ya. Ada jalan perkotaan yang padat dan ketemu juga dengan tanjakan-tanjakan yang lumayan curam itu ternyata melibasnya cukup enteng-enteng aja. Jadi enggak perlu khawatir kurang tenaganya lah. Masih okelah, aman. Walaupun tadi tenaganya sedikit turun tapi karena torsinya makin besar maka ketemu tanjakan tidak ada keluhanlah aman gitu enak. Terus kelebihan lain mesin adalah ternyata ketika jalan itu halus banget, benar-benar enggak ada getaran tapi ketika stasioner itu malah kerasa ya. Deg degdeg. Kalau dianalisa salah satunya adalah ternyata stasionernya untuk mesin ini nih yang mana di throttle bodinya sensornya itu lebih banyak ya. Beda dengan gear 125 atau Mio M3 yang cuma ada e TPS. Kalau di sini ada sensor ini yang buat baca tekanan udara. Jadi sensornya lebih lengkap kayak di Maxi Yamaha sehingga Yamaha berani menurunkan stasioner. Ya, stasionernya kalau di Vasio maupun di Gear Ultima ini hanya 1300 RPM teman-teman. Cukup rendah ya. Makanya karena mungkin kayak terlalu rendah jadi agak ded gitu. Tapi kalau udah digas lancar-lancar aja. Halus banget benar-benar. Bahkan di bagian CVT juga enggak sama sekali ada kerasa geredek. Jadi kalau saya cari kesimpulan ini mesinnya cukupan banget lah ya kalau buat harian. Menurut saya buat penggunaan harian sesuai dengan konsep motornya. Memang motor matic yang tamanya keker tapi sekarang diset jauh lebih hemat bahan bakar. Tenaganya dengan ya sedikit lebih turun tapi tors lebih besar buat harian nih masih cukup bangetlah. Aman aja gituah. Jadi salah satu kemajuan ya dari gear ini. Jadi walaupun tenaganya lebih kecil tapi torsnya lebih besar kondisi bahan bakarnya juga dijamin sih jauh lebih irit. Walaupun ini saya belum ngetes nih dapat berapa, tapi nanti next kalau udah ada unitesnya kita tes lebih lengkap dites ulang dapat berapa. Kalau berkaca dari Vasio itu rata-rata minimal dapat 51 km/l. Yakin ini sih kurang lebih akan segitu. Oke, berikutnya saya mau cerita tentang fitur-fiturnya, Teman-teman. Jadi yang paling diunggulkan dari Gear Ultima ini tentu saja dari sisi akomodasi ya. Makanya pada acara test kali ini Yamaha sampai mengajak media yang hadir untuk lomba belanja. Jadi tadi diajak ke pasar Peterongan untuk belanja. Jadi dikasih sangu ya uang Rp15.000 untuk belanja banyak-banyakan item yang bisa dibeli. Jadi ee media yang hadir termasuk TV bisa merasakan kemampuan ini nih. Ee gantungan barang yang ada dua biji ya, yaitu ada di depan dan ada di belakang. Jadi bisa buat gantungin ini tas belanjaan gini nih ya. Goodbipag ini bisa digantungin dengan aman karena modelnya ada penguncinya gini. Jadi lhuh ya. itu aman banget. Dan ini tadi karena ini motor basicnya platformnya dari Fazio, dia punya deck yang lebih luas juga. Jadi ini buat naruh galon air minum juga dijamin muat ya, enak lega. Dan enggak hanya ini, di bagian bawah stang juga ada konsol tempat air minum. Ini lega banget. Di sini botol minum gampang masuk. 600 mili juga gampang masuk. Di sebelah kanan cuma sayangnya kecil ini. Ini mungkin buat naruh koin gitu ya. Terus di sini juga ada fitur power rotate. Ini bisa buat ngecas smartphone selama perjalanan. Speknya 12 volt 1 amp atau 12 watt saja. Kemudian e masih berhubungan dengan akomodasi. Di bawah jok ini juga ada bagasi yang kapasitasnya lumayan besar ya 18,6 L. Ini jauh lebih besar dari gear yang lama tuh lega banget. Kalau gear lama kan di sini ada aki, ada nonjol gitu ya. Kayak ini tuh lega dan bahkan ada kayak ruang tambahan nih coakan di dalam sini. Nah, ini yang memberikan salah satu kelegaan juga di Gear Ultima. Jadi bawa barang-barangnya bisa lebih banyak dan juga di gear Ultimate juga dikasih kapes tangki bensin yang lebih besar ya 5,1 L. Jadi kalau misal benar kayak Vasio 51 km/L 5 berarti lebih dari 250 km ya sekali isi. Jadi akan jarang-jarang mampir ke SPBU gitu. Terus di belakangnya juga ada fitur andalan girul timah yaitu ini nih behel ya yang multifungsi karena di ujungnya ini ada kayak bisa buat dudukan top box gitu jadi ini dijamin fungsional banget dan ini bahannya logam jadi dijamin kuat dan ini bahkan dikasih opsi tambahan tas kecil selama test red ini bisa buat naruh tadi jas hujan sarung tangan masuk ke sini gitu teman-teman dan fitur lainnya seperti matic-matic kecil yang lainnya salah satunya adalah handle stangnya ada smart lock system di sini sini. Jadi ini memudahkan banget. Kayak tadi pas berhenti-berhenti di lampu merah posisinya agak nanjak atau turunan, tinggal diaktifin dengan satu tangan ini enggak muat karena sesuai namanya smart lock system. Kemudian turun ke bawahnya ada lampu utama yang mana kalau desainnya secara sekilas ya ini mirip dengan ge lama tapi sebenarnya bagian reflektornya ini ternyata berbeda teman-teman jadi kayak terpisah gitu dan ada lampu jauhnya di bagian bawah sini. Untuk sorotnya pastinya putih tapi karena ini test trennya full siang, jadi belum ketahuan seberapa tebal, seberapa terang. L di bawahnya ada lampu sein yang nonjol gini. Ini gede banget, tapi ini masih pakai bohlam ya. Demikian juga dengan lampu belakangnya. Ini yang desainnya saya jadi suka nih. Beda dengan gear yang lama yang malah kayak lampu kebalik. Kalau ini udah kayak lampu normal umumnya. Ini desainnya lebih cakep dan tapi masih pakai bohlam gitu. Terus fitur lainnya eh untuk di gear ultima standar ini, ini masih pakai sibometer analog, Teman-teman. Jadi info yang sayaikan basic aja, hanya kecepatan odometer, fuel meter, ee kemudian ada info lampu sein ini kan masing-masing terpisah. Kemudian ada cek engine sebelah sini. Lalu ada eco indikator di sini. Jadi bisa membantu memberikan info ketika kita berkendara hemat bahan bakar ya. Kalau pengin hemat eko indikatornya selalu nyala. Lalu ada indikator lampu jauh di sini. Kemudian di sini ada info asis teman-teman. Jadi karena mesin ini eh ada teknologi hybrid ya kayak diio, makanya ada info asis. Jadi ini akan menyala ketika asisnya bekerja ya di tarikan awal selama 3 detik. Dan kalau pas nyala seperti tadi saya bilang waktu ngomongin performa ini kerasa banget ada kayak dorongan tambahan gitu kayak ada NOS gitu. Dan karena yang standar makanya speedometernya tidak bisa terkoneksi dengan smartphone ya. Tidak ada fitur W connect ya. Demikian juga di setang kanan sini ini tidak ada fitur stop and start system tidak ada juga Hzard teman-teman. Selain itu karena ini standar kalau kita lihat detail lainnya adalah ee emblemnya pakai stiker lalu, joknya warnanya hitam. Beda dengan yang versi S seperti yang Popo review first impression itu yang S. Jadi ada fitur-fitur yang tadi di yang versi standar ini enggak ada gitu. Oh ya tadi kalau ngomongin rem impresi remnya ini khasnya matic-maticnya Yamaha ya yang kecil ya skutiknya ya. Dia tuh empuk rasa pakem cukupan lah walaupun diameter piringannya kecil gini tapi enak ya responsif gitu aja. Dan demikian juga rem belakang ya. Ini juga walaupun masih tromol tapi impresinya ketika direm gitu enak empuk rasa pakem responsif. Ada satu lagi teman-teman fitur yang saya suka yaitu standar tengahnya. Dia punya tuas pungukitnya itu yang panjang. Jadi buat nyet dari tengahnya itu gampang banget, enteng banget. Nih, duh. Dijamin buat ibu-ibu juga tidak akan kesulitan sih saking gampangnya. Dan jangan lupa Gear Ultima ini seperti gear 125 sih maksudnya dia juga punya pijakan yang buat anak ya di sini ya. Jadi kalau lagi ada anak di tengah, kakinya bisa di sini. Untuk yang dibonceng di sini pastinya gitu. Dan posisinya masih cukup nyaman ya karena cukup rendah. Jadi buat yang dibonceng dewasa kakinya dijamin tidak kena angkrimat. Jadi oke nyaman-naman aja gitu. Jadi gitu ya teman-teman video kali ini first ride dari Yamaha Gear Ultima. Jadi bisa ditarik kesimpulan secara garis besar ini adalah Yamaha Vazo yang dikasih body gear. Jadiio tapi dengan body yang lebih keker, lebih laki-laki, lebih maco. Jadi kalau teman-teman cari matic kecil yang tampangnya cukup oke, lebih cuma kelihatan cowok gitu ya, hemat bahan bakar, fitur fungsionalnya oke, banyak, tenaganya juga cukupan karena 125 cc ya ini salah satu pilihan menarik di kelasnya dan harganya juga masih oke ya. Untuk yang standar ini Rp19,99 juta onroad Jakarta. Kalau yang S itu beda sekitar R,5 juta ya Rp21,5 juta. Ondro Jakarta harga ya yang bersaing lah nambahin dikit lah ya dari Honda Beat gitu ya. Tapi tadi fitur-fitur fungsional dan satu la suka adalah mesinnya halus, torsinya gede dan enggak ada rasa-rasa yang ngeden-ngeden gitu ya. Kayak di mesin-mesin bat generasi Genio ya yang mana sekitar 40 50 km/h itu kan kayak ada nyangkut dulu kayak ketahan. Kalau di Gear Ultima ini enggak ada, halus aja gitu. Ya udah, gitu aja teman-teman video kali ini. Akhirnya nyobain juga Gear Ultima. Semoga next bisa segera ngetes, bisa mengeksplorasi lebih maksimal. Karena penasaran juga nih kondisi bahan bakar sebenarnya dapat berapa, lalu akselerasinya seberapa cepat, apakah dibanding gear yang lama ee beda jauh, terus topnya bisa berapa. Lalu juga pastinya nanti akan ngetes ulang lagi e terutama merasain karakter suspensi kalau dipakai di jalan yang lebih lebih berantakan gitu ya itu nyaman enggak sih? Jangan-jangan jeduk-jeduk sakit pinggangnya gitu. Oke, itu aja teman-teman video kali ini. Terima kasih buat yang sudah menonton dari awal sampai akhir. Jangan lupa like kalau suka. E buat teman-teman yang belum subscribe dan jangan lupa juga nyalakan tombol loncengnya biar kalau ada video-video terbaru dari Otomotif TV, teman-teman langsung dapat notifikasi. Terus jangan lupa follow juga IG kami utomotif_TV kalau IG saya an_ti. Oke, terima kasih. Sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa pakai helm K motor. Salam dari Ungaran Semarang. ya
