Jungkat

LEBIH KENCANG DARI CBR250RR DAN NINJA 250? KUPAS TUNTAS YAMAHA R25 2025 | Otomotif TV (YouTube Video)

  • 10/05/2025

Selamat siang teman-teman Otomotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini. Amin. Nah, Teman-teman, siang hari ini saya bersama Yamaha R25 R25 2025. Ini merupakan R25 generasi ketiga ya, setelah yang pertama adalah tahun 2014, kemudian generasi kedua 2018 dan muncullah ini generasi ketiga dan perubahannya saya cukup senang khususnya dengan desainnya ya sekarang sama dengan R series lainnya mirip banget dengan R9 jadi enggak kayak anak tiri lah. Kalau R25 tahun sebelumnya kan yang gen 1, gen 2 itu beda banget dengan R series lainnya. Jadi kayak anak tiri. Kalau ini sekarang benar-benar jadi kayak anak kandungnya Yamaha karena desainnya mirip dengan R series lainnya. Terus ee secara fitur juga lumayan. Terus mesin ada update. Lalu harganya ini cukup surprise sih karena Yamaha berani mengeset harga lebih mahal sekitar Rp8 juta dibanding Honda CBR 250 RR yang standar. Dan hanya sedikit lebih murah ya, beda Rp3 jutaan dibanding CBR 250 RR SP yang mana tenaganya itu jauh lebih besar. Dan kalau dibandingkan kayak gimana sih kalau dibanding CBR lalu dibanding Ninja 250? Nah, untuk lebih jelasnya tonton terus sampai akhir. Jangan ke mana-mana karena saya sudah mengetesnya jadi saya sudah punya data-data ya dari data akselerasinya seberapa cepat konsumsi ba bakarnya impresi ketika dipakai nyaman atau enggak gitu. Nah, untuk jelasnya tonton terus sampai akhir jangan ke mana-mana. [Tepuk tangan] Oke, sebelum membahas tentang interesi berkendara, saya mau sedikit mengkritisi ya, ngomongin tentang desain R25 Gen 3 ini yang mana jujur ini sebenarnya keren banget di depan ya. Ada DRL2 yang tumpuk gitu, terus di tengah-tengah ada kayak RAM air duak yang mana di dalamnya ada lampu utama terus ada lubang-lubang gitu. Kesannya aerodinamis gitu ya. Cuma kalau kita lihat dari samping ya kayak R9 juga ini garis bodinya itu agak aneh karena sebelah sini nih malah datar ya terutama sini nih tuh malah datar padahal bagian body belakang kan melangkung ke atas gitu nunggunya jadi kayak enggak ketemu gitu garisnya gitu sih next-nya mungkin kalau gen 4 akan ada lagi desainnya lebih cakepin kali ya garisnya biar lebih ketemu gitu lah enggak kayak aneh gini tapi ya balik lagi tadi secara keseluruhan jadi asiklah jadi kayak anak kandung beda dengan R2 25, Gen 1, maupun Gen 2 gitu. Kalau menurut teman-teman gimana? Suka enggak dengan desain ini gitu? Tulis di kolom komentar ya. Oke, saya berikutnya mau membahas tentang mesinnya. Jadi, Yamaha R25 ini secara basic mesin sebenarnya masih seperti Gen 1 maupun gen 2 ya. Mesin 250 cc, 2 silinder garis, 2AC, 8 katup, injeksi berpening cairan dengan transmisi manual 6 percepatan. Tapi di generasi ketiga ini R25 mendapatkan mesin yang disegarkan ya. Jadi mesinnya bisa dibilang ini Gen 2 karena mengalami cukup banyak perubahan ya, yang mana tujuannya adalah biar emisi gas buangnya itu lolos Euro 5 Plus ya. Jadi sebenarnya didevelopnya awalnya buat kebutuhan di pasar luar ya, di Eropa, Jepang, Amerika dan sebagainya kan R25 maupun R3 itu dibangun ya diproduksi di Indonesia di Pulau Gadung. Makanya R25 yang buat di pasar Indonesia pun ternyata ngikut standarnya Euro 5 plus. Tinggi banget ya. Padahal di Indonesia itu sekarang baru Euro 4 ya. Ini melebihi dari standarnya. Nah, agar tadi bisa Euro 5 Plus ternyata banyak ubahan ya. Kepala silinder itu mengalami cukup banyak. E klepnya, ukurannya, batangnya gitu, camnya, desainnya, terus ruang bakarnya ya, baik piston maupun ee ruang bakarnya itu ada perubahan semuanya demi biar lolos Euro 5. Terus yang beda lagi adalah olinya, Teman-teman. Sekarang kapasitasnya jadi 2 L pas ya kalau ganti rutin. Jadi lebih banyak 0,2 L dibanding yang sebelumnya. Ini juga salah satunya buat meredam suara karena Euro 5 Plus salah satunya juga suaranya harus lebih senyap gitu. Dan gimana efeknya dengan mesin Gen 2 ini? Ternyata berbagai macam ubahan tadi selain biar lolos Euro 5 plus biar juga tenaganya tetap teman-teman. Jadi tenaganya R25 ini tetap di sekitar 35,4 horsepow tapi torsinya turun sedikit ya. Jadi hanya 22,5 Nm. turun sekitar 1 Nm dibanding Gen 2 maupun Gen 1. Dan itu tentu saja masih jauh lebih kecil dibanding Honda CBR 250R ya, baik dibanding yang standar maupun yang SP. Kalau dibanding SP itu jauh banget karena CBR 250 RRSP itu tenaga maksimalnya mencapai 41,6. Jadi bedanya sekitar 6 HP sendiri dibanding R25. Gila ya beda cobaan. Jadi kalau kita lihat secara ee garis besar ya, Yamaha ini men-develop mesin barunya itu lebih tadi buat ee emisi gas buang dan tenaganya tetap. Tapi beda dengan Honda. Honda itu men-develop mesinnya ya, meng-upgrade-nya itu benar-benar diperes biar tenaganya makin gede banget karena biar dominan di ARRC ya. AP250 kan Honda CBR2 RR itu kalau enggak dikebiri RPM-nya itu pasti gila-gilaan dominannya. Dan Yamaha karena R25 ini tadi cuma sekedar biar tenaganya tetap tapi emisi gas buangnya lolos Euro 5 Plus ya kalau diadu ketinggalan. Makanya di RRC Yamaha terpaksa menggunakan Yamaha R3 yang mana kapasitas mesinnya 321 cc. Agak gimana gitu ya sebenarnya ya. Mahal sampai harus menurunkan motor yang kapasitasnya lebih besar kayak tadi karena tenaganya emang jauh banget timpang banget. Seharusnya sih kalau yang maha-mahu mungkin ya bisa juga ini mesin dipres banget ya kayak CBR ya. ya minimal naiklah enggak segini-gini aja angkanya tapi ya entah kenapa Yamaha lebih milih biar sekedar bisa lolos Euro 5 plus mungkin ee ini ya patokan orang-orang yang menentukan kebijakannya beda ya yang satu Yamaha ini yang penting jualan R3-nya di seluruh dunia R25-nya tetap bisa laku lolos ya kalau Honda lebih mikirin gimana caranya juara di IRC karena ya CBR 250R pasarnya utamanya kan Asean ya gitu jadi juara di RRC berh harap penjualan juga moncer gitu sih. Tapi ada yang unik teman-teman, meski klaim tenaganya sama dan torsi turun sekitar 1 Nm, tapi ketika dites nih diteserasi pakai restbx hasilnya mengejutkan, Teman-teman. Karena datanya justru lebih cepat Gen 3 ini yang versi 2025. Sekarang misal 60 km/h itu bisa di bawah 3 detik sekitar 2,7 detik. Jadi lebih cepat dibanding dengan Gen 2 bahkan dibanding Ninja 250 yang mana Ninja itu e terakhir update di 2019 yang lalu ya sudah lama banget ya itu R25 baru ini juga sudah lebih cepat. Jadi lumayanlah ada peningkatan walaupun kalau dibandingin dengan CBR 250 RRS masih ketinggalan karena CBR sekitar 2,3 detik teman-teman. Dan begitu juga dengan catatan waktu lainnya ya. 0 100 km/h, 0201, 0402. Gen jauh lebih cepat dibandingkan 2. Tapi kalau dibandingkan dengan CBR 250 RRSP masih kalah kencang. Tapi balik lagi kalau dibanding Ninja lumayan udah lebih cepat gitu sih. Keren teman-teman. Jadi supresi menurut saya walaupun Euro 5 plus tenaganya tetap torsi turun tapi kok asansinya bisa lebih cepat ya? apa jangan-jangan desainnya lebih aerodinamis atau jangan-jangan update dengan adanya aksis riper clutch penyaluran tenaganya lebih maksimal ya lebih cepat. Cuma kalau dirasakan ya kalau ngomongin karakter mesin secara keseluruhan ini ya masih mirip-mirip dengan R25 Gen 1 maupun Gen 2 ya. Sebuah mesin dua silinder segaris yang karakternya sebenarnya secara g besar itu overboard ya karena memang pistonnya lebih besar dari stroke-nya yang mana ngacirnya itu kalau di atas 6000 rpm teman-teman. Jadi kalau masih di bawah 6000 rpm kayak ada belet-beletnya, Teman-teman. Walaupun tidak sebbelet Ninja 250 ya. Karena Ninja 250 stroknya lebih pendek ya, jadi bawahnya lebih lemot gitulah. Namun kalau dibanding CBR 250R RSP apalagi itu pastinya jauh lebih responsif CBR. Apalagi kalau CBR pakai riding mode yang sport plus ya, yang benar-benar agresif banget gitu ya. Kalau ini ya 6.000 ke atas sudah cukup ngacir lah, cukup satet-satset. Bahkan kalau digeber bisa sampai melengkung tinggi ya, bisa sampai red line di 14.000 rpm dan sebelum kena limiter sekitar 15.000 rpm. Itu benar-benar kalau dari 6.000 tuh enteng banget, enak banget. Makanya kalau kita pakai buat harian kayak misal mau nyalip atau misal penatset, kita harus mempertahankan di 6.000 rpm ke atas gitu biar enak. Tapi kalau di bawah itu ya emang agak ngok gitulah kalau digas gitu teman-teman. Oh ya, ada catatan tambahan teman-teman. Ini bagian body kan bolong-bolong sini ya. Ini buat nyalurin udara panas dari radiator. Nah, ini kalau lagi jalan lancar sebenarnya enggak ada masalah ya. Anginnya benar-benar kebuang gitu ya. Tapi kalau lagi macet-macetan ya ini ternyata cukup mengganggu teman-teman karena udaranya itu kebuang ke sini terus naik ke atas manasin tangan jadi enggak nyaman benar-benar kalau lagi macetan. Tapi balik lagi motor ini motor full wiring dipakainya nunduk. Cocoknya meemang jalanan lancar, ngebut-ngebut dan terutama dipakai buat di sirkuit. yang mana pastinya kalau disirkuit enggak akan tuh merasakan yang panas di tangan. Nah, lalu catatan kedua yaitu ada vibrasi teman-teman dari mesin. Tapi sedikit sih dan kerasanya di RPM tertentu ya, RPM menengah gitu sampai sebelum limiter itu kerasanya di area pijakan kaki terutama ya, agak ret. Tapi kalau jalan santai heran sih enggak akan terlalu kerasa sih. Nyaman-nyaman aja. Nah, Teman-teman, kenapa serasinya bisa lebih cepat? Nah, ini jawabannya bisa kelihatan saat dites dan. Jadi, ini barusan ngetes Danoyu di Sportc Motorsport di Rawamang Mangun. Hasilnya kelihatan banget. Kenapa akselerasi yang baru ini lebih cepat bisa dilihat adalah karena ternyata pick power-nya itu dapatnya sedikit lebih besar ya. Yang versi 2025 ini dapat 29,76 horsepow dan diraih di RPM yang lebih tinggi. Jadi kalau kita lihat grafiknya itu dari bawah itu kelihatan lebih linear ya, lebih ngacir terus secara konsisten dan ujungnya tuh picknya dapat di atas. Jadi pas digas ya, pas di tes aserasi itu atasnya benar-benar lebih nyeruntul walaupun di tengah ke bawahnya itu lebih unggul versi yang 2018 ya, yang gen 2 nih kelihatan ya. Jadi yang gen 2 itu justru di 6000 rpm sampai 11.000 itu lebih unggul ya. Cuma ujungnya nih disalib oleh yang Gen 3 di atasnya. Dan kalau kita lihat grafiknya lagi adalah ternyata yang Gen 3 ini kalah di ini teman-teman. Limiternya ternyata lebih rendah. Dia diset hanya di 13.200. RPM. Kalau yang lama justru sampai 13.400 RPM. Dan kalau ngomongin torsi ini sayang ini seperti klaimnya Yamaha ternyata benar-benar lebih rendah ternyata emang dan lebih rendahnya sekitar 1, Nm ya. Jadi yang baru ini hanya 18,94 Nm sedangkan yang 2018 itu 20,1 Nm. Dan kalau kita lihat grafiknya ini juga dari bawah itu lebih unggul yang gen 2 ya baru disalib oleh Gen 3 di sekitar 11.200 rpm ke atas gitu. Jadi dengan e mesin yang baru ini memang memberikan perbedaan karakter ya. Selain pecknya ternyata malah surprise-nya sedikit lebih besar tapi torsinya lebih rendah dan secara ee RPM maksimalnya beda juga gitu ya. Plus minus ya. Kalau yang gen 2 itu lebih unggul di tengah gitu. Kalau yang gen 3 ini lebih unggul banget di sisi atas walaupun RPM-nya lebih rendah gitu sih. Jadi lumayan ya ada benar-benar perubahan dari mesinnya. Oke, berikutnya saya mau cerita tentang posisi berkendara dan handling serta karakter suspensi. Jadi ini motor tinggi joknya sekitar 780 mm ya. Jadi enggak tinggi-tinggi amat ya. Ramahlah buat orang Asia, orang Indonesia. Saya tingginya 173 cm, bobot 65 kg. Masih napak banget, bahkan masih nekuk lututnya. Lalu kalau naik posisinya gini nih ya. Cukup resi ya walaupun bukannya nungging banget kayak R6 gitu atau R9 atau apakahi R1 yang mana kayak gini banget karena tingnya kalau moge-moge itu di atas 800 mm semua. Kalau ini masih di bawah 800 mm. Makanya walaupun resi tapi buat harian ya masih okelah. Ada pegel-pegelnya tapi tidak separah kakak-kakaknya gitu. Terus eh ini motor bobotnya 166 kg sama dengan CBR 250 RR yang standar. Terus hanya kalah ringan dari Ninja 250 yang standar. Kalau ini 166. Dan dengan bobot 166 artinya ini juga menunjang power tock ratio dengan tenaga yang lebih kecil tapi bobot sama dengan CBR 250 RR yang standar. Makanya power tuck rati-nya R25-nya ini sedikit kalah. Makanya tadi balik ke soal performa, akselerasinya kalah kencang juga ya. Wajar saja. Dan walaupun CBR 250 RR itu bobotnya lebih berat 2 kil ya, 168 tetap aja kalau dihitung-hitung power to rati-nya masih lebih gede CBR 250 RR yang SP karena tenaganya yang tadi beda sekitar 6 HP gitu. Oke, balik lagi ke sini. Sekarang gimana kalau karakter handlingnya? Jadi kalau handling ini masih mirip banget sih dengan Gen 2 maupun Gen 1. Sebuah motor sport firing yang lumayan nunduk tapi handlingnya termasuk gampang dikendalikan gitu, Teman-teman. Enggak yang susah meski kalau lama enggak bawa motor 2, seteng ya awal-awal pasti adaan adaptasi ya. Terutama adaptasi dengan bobotnya terutama kita mengerem ya karena kita harus main badan biar bisa belok-belokin terus juga menahan bobotnya. Terus yang adaptasi kedua tentu saja kalau di jalanan padat karena ini motor lumayan lebar dan wheelb-nya juga lumayan panjang pastinya tidak selincah kalau kita m bawa-bawa motor-motor kecil gitulah. Terus ee karakternya kalau secara suspensi dan rangka ini suspensinya saya bilang ini motor yang kompromi buat harian tapi juga masih kelihatan resi ya karena suspensinya masih tergolong ebook jadi masih nyaman gitu ya kelihatan ya. Jadi walaupun kita lewat jalan-jalan yang rusak-rusak gitu seperti yang banyak ditemukan di Tangerang Selatan, cabang negeri, pang pulang Ciputan sekitarnya itu banyak bolong-bolong itu masih nyaman, Teman-teman. Enak gitu. Tapi kalau kita pakai ngebut-ngebut ini juga kestabilannya masih ok lah. Masih bisa diandalkan. Walaupun kalau benar-benar dipakai buat balap ya, misal ikut Yamaha Sanderes gitu ya di Mandalika itu pastinya harus dikerasin biar lebih stif dan biasanya belakang juga diganti suspensinya dengan yang bisa setel biar lebih diam gitu. Kalau ini buat harian sih enak. Oke, terus kalau karakter sasisnya ini rangkanya ya yang mana ini pakai rangka pipa gitu tuh buular bukan delta box kayak R15. Ini karakternya agak sedikit ini, Teman-teman. Enggak kaku banget. Beda dengan CBR 250R yang kaku banget sehingga presisi banget ya. Kalau di sini masih agak ada lenturnya gitu lah. Jadi masih menunjang kenyamanan gitu, Teman-teman. Terus ya bahan bawaan ini pakainya IRC Road Winner ya. Ban yang kayaknya dipakai oleh semua 250 cc ya. Ini kalau buat harian jalanan santai gitu sih masih ok lah. Tapi kalau ketemu hujan atau ketemu garis-garis marka itu emang agak gelut gelut gitu. Harus lebih hati-hati gitu. Makanya enggak heran kalau teman-teman yang suka ngebut-ngebut, suka cornering, suka track day biasanya bannya memang diganti ya pakai yang lebih soft compound gitu. Kalau ini ban standar pastinya pabrikan mikirin ini teman-teman durability ya buat jangka panjang biar kuat 2 3 tahun gitu masih tebal gitu. Jadi harap maklum kalau kurang mantap kalau buat cornering gitu. Nah, kenyamanannya tadi juga ditunjang dengan ini, Teman-teman. Ubahan di bagian area jok ini. Body tengahnya ini lebih ramping 13 mili dan joknya lebih ramping 6 mili. Jadi pas duduk itu sepanjang jalan atau lagi berhenti turun itu sama saya enggak ada yang kerasa ganjel-ganjel. Benar-benar ya sininya enak aja gitu. Tapi bagian belakangnya tetap lebar. Jadi bagian pantatnya utama ya masih tertampung secara maksimal gitu. Oke sih, enak emang nyaman. Oke, selanjutnya saya mau bahas tentang fitur-fiturnya. Jadi di R25 Gen 3 ini banyak fitur baru ya yang menurut saya lumayan lah walaupun ada beberapa yang kayaknya untuk motor sport firing, motor nunduk kayak gini kok kayak enggak cocok gitu ya. Dan kalau keseluruhan sebenarnya kalau bisa dibilang ini tadi balik lagi Yamaha benar-benar lebih ke biar lolos standar-standar euro-yuroan di luar sana. Jadi enggak ada tuh fitur-fitur yang menggelegar kayak di matic ya. Kalau matic kan paster lokar. gede banget pasarnya. Jadi mereka developnya gila-gilaan ya. Misal di Aerox sama di NMAX ada turbo ya di YVT gitu ya. Terus ya banyak yang gila-gilaan. Kalau di sini enggak ada fitur terobosan yang gila-gilaan. Yang baru malah justru yang tadi saya bilang agak-agak kurang cocok dan motornya adalah ada power outlet teman-teman. Motor nunduk buat diirkuit gitu ya. Ngapain ada power outlet ya kan. Kapan ngecas HP-nya ya. Mungkin mereka mikirin yang buat touring kali ya. Tapi turouring park ini kan pegal ya. Kalau MT25 yang nanti akan di-review oleh Popok itu cocoklah, ada power rotlet. Kalau di sini ya kuranglah gitu. Terus kalau Min speedonya ini standarnya tampilannya udah lumayan keren sih. Sekilas bentuknya kayak miliknya R1. Terus layarnya walaupun belum TFT, belum full color tapi udah digital negatif display. Dan kalau negatif display enaknya adalah kalau kita lagi berkendara di siang hari bolong panas itu ada siner mat belakang tuh kayak menyala gitu angka-angkanya. jelas gitu. Terus kalau malam hari juga enggak terlalu bikin silau gitu ya, enak di mata gitulah. Terus info-infonya sih lumayan lengkap lah ya menurut saya udah cukupan lah ya. Kayak ada speedometernya di tengah gede banget. Lalu ada takometer pakai model bar gitu agak garis gitu angkanya ke kanan gitu. Lalu ada gear position dan ada shift light yang menyalanya kita bisa atur. Dan ini kayak waktu saya ngetes akselerasi itu membantu banget. Jadi memudahkan biar enggak perlu ngelihatin angkaometernya. Tapi kita tahu kapan harus pindah gigi. Kemudian ada info suhu mesin yang mana kalau sepanjang jalan ini stabil di tiga bar walaupun sampai kipas nyala tapi tet ada fuel meter. Lalu di bawahnya ada kayak mid. Ini infonya lumayan banyak lah ya. Kayak ada odometer, trip A, trip B, ada trip fuel, terus konsumsi bahan bakar yang real time dan yang rata-rata gitu. Terus satu lagi yang menarik adalah ada logo QS ya atau quick shifter tapi belum ada teman-teman. Jadi kalau di luar negeri Qu shifter memang jadi opsional. Kalau di Indonesia belum nih. Semoga aja sih sama Indonesia menjual ya e opsionalnya. Jadi teman-teman yang beli pengin ada quick shifatter biar mindah giginya tinggal congkel-congkel, enggak perlu ngopling-ngopling, bisa pasang gitu. Lalu fitur lainnya yang baru pastinya lampu utama yang sekarang pakai LED proyektor yang kayak MT15 ya atau R15 yang terakhir itu juga model gitu. Cuma sorotnya lampu dekatnya itu ternyata enggak terang. Teman-teman, kuranglah menurut saya karena bahkan tengah-tengahnya ada kayak tipis gitu. Jadi kalau buat jalan malam kurang mantap ya rasanya. Perlu tambah lampu gitu ya. Tapi kalau lampu jauh dinyalakan memang mengisi atasnya sorotnya lebih terang gitu ya. Saya harap sih usulan ya buat next-nya lampu dekatnya ditebelin lah biar lebih terang ya lebih jelas. Tapi dii sini kalau dilihat di depan emang di-nya tuh keren banget ya. Terus lampu senya juga udah LED dengan satu titik yang persis dengan MT25 ini cakep. Belakang juga cakep. Terus fitur lain apa ya? Hm. Sekarang standarnya hanya ada versi ABS. Jadi, remnya sudah dibekali dengan anti lock brake system sehingga ngerem jadi lebih aman. Dan pastinya remnya cakram depan belakang masih sama dengan gen 1 maupun gen 2 dengan cakram semi floating depan yang diameternya lumayan gede ya. Sering banget dipasang di X-Max gitu ya. Kalau belakang sih kecil aja dan satu piston ya. Pengeremannya menurut saya ini standar udah lumayan ok lah udah cukup ya karena apa? Sentil dikit udah ceksek. Dan ini satu keunggulan dibanding CBR 250R teman-teman. Kalau CBR itu harus narik dalam baru ngerem. Kalau ini sedikit aja bisa setah enak gitu speknya lebih mantaplah. Kalau CBR sering otomotif TVandain rem spek Supra. Kalau ini ini spek R25 ben brand karena beda masternya itu beda jadi lebih pakem gitu teman-teman. Terus fitur lain apa ya? Oh ya kalau masih ngomongin are stang ini ada yang sedikit menurut saya kurang sip sih. Motor 250 cc tapi panel-panel sakaran itu kecil-kecil banget. Sederhana banget. Tombol-tombolnya sedikit. Wah, kalau dibanding CBR apalagi dibanding CTX 25 RR ini kayak sederhana banget teman-teman. Karena di kanan ini hanya ada engine cutoff dan hazard. Terus belum throttle by wire, Teman-teman. Jadi, satu ketinggalannya R25 dibanding CBR ini masih pakai kabel gas mekanis ya. Makanya belum ada yang namanya reading mode, Teman-teman. Jadi, masih sederhana aja beda dengan CBR. Kemudian di stang kiri ini juga kecil banget. Ini mirip dengan MT15. Terus satu yang nganjel saya adalah tombol klaksonnya teman. Dia posisinya tuh ada di tengah tapi ke ujung dalam gitu. Jadi kalau pas klakson itu saya sering nyari-nyari kengin ke buung klakson tapi jempol. Ini harus nyari dulu teman-teman. Ini lebih susah dari klaksonya matic-matic Honda yang di tengah tapi dekat ya. Ini jauh gitu. Terus cuma ada buat p beam lampu jauh dekat dan saklar se di bagian bawah gitu. Fitur lain yang baru ini dibawah di belakang di balik sini nih. Ini ada lubang buat masang dudukan paners teman-teman. Mungkin Yamaha mikir pengguna R25 ada yang suka touring juga kayak pengguna MT25 atau pengguna Xmax ya. Makanya disiapin dudukan buat panels. Walaupun ini motor cocoknya sebenarnya buat di Mandalika sih buat ikut Yamaha Sanderes balapan kenceng-kencengan gitu. Suspensi upset down keren. Ini keker kayak CBR yang kalah kalau suspensi depan tuh Ninja 250 jadul banget masih teleskopik walaupun gede 41 mili ya. Kalau belakang ini suspensinya sederhana karena dia menosok tapi tidak ada linknya ya langsung gitu tapi dia dilengkapi dengan setelan prilot lumayanlah gitu. Terus lainnya lengan ayun masih besi walaupun agak-agak banana. Peleg masih menggunakan bawaan dari sejak gen 1, gen 2 jadi tak ada perubahan kayaknya. Emang nyetak peleg ya bikin peleg baru diamah itu agak-agak susah gitu ya kayak di Mio itu kan lama banget dipakai. Ini juga sama nih R25. Enggak tahu nanti akan gen berapa yang dikasih peleg baru ya, kita tunggu saja gitulah. E dari tadi ada yang lupa belum saya bahas yaitu tentang konsumsi bahan bakar rata-ratanya berapa sih? Ternyata setelah dipakai harian ya macet-macetan jalan lancar agak-agak turouring dikit bahkan dipakai buat ambil data tes ya gaspol-gaspol itu rata-ratanya dapat 24,4 km/l. Angka ya yang wajarlah sebuah motor 250 cc 2 silinder segaris segitu normal. Dan ini juga enggak beda jauh dengan Gen 1, Gen 2, maupun dengan lawannya kayak CBR gitu ya. Itu juga sekitar-sekitar angka segitulah 23 24 km/l gitu teman. Dan ini Kawas tangkinya 14 L. bahan bakarnya tentu saja sebaiknya minimal round 92 ya biar performa maksimal karena rasio kompresinya 11,6 banding 1 dan rasio itu sama dengan Gen 1, Gen 2. Yamaha tidak berani menggencet ya meningkatkan rasio kompresi lagi kayak yang dilakukan Honda di CBR 25R yang benar-benar ditinggiin ya di atas 12 banding 1 ya karena biar tenaganya lebih besar. Kalau Yamaha kayaknya mikirin pengguna R2 takutnya turouring-turing ke luar kota ya. Karena makanya disisdayin dudukan Piners ya. Takutnya di luar kota tidak bisa ketemu Pertamax dan sekelasnya gitu ya. Makanya rasio kompresinya tidak berani lebih tinggi gitu. Oh ya, Teman-teman di sini juga ada fitur Bik ya. Jadi yang di Gen 3 ini bisa terhubung dengan smartphone nih speedometernya. Jadi kalau sudah dihubungkan, diaktifkan, bisa nampilin notifikasi kalau ada telepon atau pesan masuk dan juga nampilin e baterai serta sinyalnya gitu. Lumayan ya. Nah, Teman-teman, gimana sih suara mesinnya? Tentu saja khas mesin 2 silinder dengan pairing order 180 derajat ya. Ada ngebas-ngebasnya gitu. Enaklah. Empuk ya. Tuh. [Musik] Oke, jadi itu dia teman-teman review dari Yamaha R25 Gen 3 R25 versi 2025. Jadi ini motor secara basic sebenarnya masih sama dengan Gen 1, gen 2, tapi mendapat update body yang baru lebih keren. Mesinnya Gen 2 tetap bertenaga ya. tenaganya sama walaupun torsnya turun dikit tapi balik lagi secara performa masih sedikit di bawahnya CBR 250 RR tapi sekarang sudah lebih baik dari Ninja 250 walaupun ee Yamaha mengklaim tenaga tetap tapi torsi turun gitu. Terus fitur-fitur ya, ada tambahan dikit-dikit. Harga tapi lumayan naik ya, jadi R5 juta harga yang menurut saya mah berani banget karena itu lebih mahal dari CBR 250 RN standar. Hanya sedikit lebih murah Rp3 jutaan dari CBR 250 RRP dan tapi masih lebih murah dari Ninja 250 yang ABS. Dan ini kalau R25 tentu saja sudah dapat ABS. Jadi, gimana menurut teman-teman? Menarik untuk dibeli enggak? Dan kalau menurut saya yang cocok beli yang pastinya yang ini ya pecinta Yamaha banget atau emang senang balapan ikut Yamaha Sanderes atau yang ya pengin tampil ala R9 tapi ya cuma bisa beli R25 gitu ya karena R9 ya mahal belum jualan mungkin importir umum yang masukin ya kalau penginpun gitu ya lumayan lah ya daripada enggak ada update sama sekali sih kalau bisa dibilang dibanding Kawasaki sih Ninja 250 itu sejak 2019 ya artinya sudah 6 tahun N al tuh udah enggak ada update. Jadi ketinggalan banget Kawasaki sudah asik dengan CicR-nya. Jadi yang dua silinder benar-benar dicekin. Kalau masih lumayan lah ini ng-update ngupgrade spek mesinnya biar lolos Euro 5 Plus walaupun ya kalau secara performa masih enggak segila Honda yang mengoprek mesinnya CBR 250 RR SP gitu. Oke, itu aja teman-teman video kali ini. Semoga bisa memberikan jawaban buat teman-teman yang penasaran dengan R25 Gen 3. Terima kasih buat yang sudah menonton dari awal sampai akhir. Jangan lupa like kalau suka. E, subscribe buat yang belum subscribe. Terus jangan lupa nyalakan juga tombol loncengnya biar tidak ketinggalan video-video terbaru dari Otomotif TV. Terus jangan lupa follow juga kami otomotif_TV dan IG saya aanomotif. Kalau IG yang cek apa? Cek Afriandi. Tuh nanti follow ya Popo ya. Jangan lupa IG-nya Popo juga jangan lupa follow ulang di masopo karena IG dia yang lama hilang. Oke, terima kasih sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa pakai helm kaling water.

Lihat di YouTube