Lebih Kencang & Tipis, Update 6 Thn, Tahan Air IP67 | Review Samsung Galaxy A26 5G (YouTube Video)
Samsung Galaxy A2 series sekarang udah tahan air IP6, jadi kecemplung dalam air juga aman. Layar udah pakai Gorilla Glass Victus Plus, punggungnya juga pakai Viictus Plus juga. Antutunya udah Rp600.000-an bisa main game berat seperti Gensin Impact itu udah highest 60 itu udah bukan lowest 60 lagi ya. Jaminan update juga panjang sampai 6 tahun enggak ada lawannya selain dari Samsung sendiri. Bodinya juga slim di 7,7 mm. Ini adalah Samsung Galaxy A26 5G ya. Samsung Galaxy A26 5G tentunya ini adalah penerus dari Galaxy A25 5G yang udah pernah kita review tahun lalu, ya. Kalau kalian kelewat review-nya berarti kemungkinan besar belum subscribe ya. Coba udah tahu dong harus ngapain ya. Oke, peningkatan apa aja yang hadir di generasi yang baru ini? Nah, untuk menjawabnya kita langsung aja mulai review kali ini. Tapi tentunya dari isi paket penjualannya dulu ya. Tentunya dalamnya ada unit smartphone-nya, lalu ada kabel USB type C, ada sim tray ejector, dan ada paket dokumen. Seperti biasa, paket penjualnya simpel dan minimalis di sini ya. Tapi, tapi ya coba cek aja dulu kalau kalian mau beli smartphone satu ini. Mana tahu ada promo dari Samsung atau dari penjualnya yang memberikan bandling charger untuk smartphone yang satu ini atau bandling-bandling lainnya. Ya, dicek aja ya. Sering ada tuh soalnya. Oke, sekarang kita mas soal desain. Samsung sudah menggunakan desain baru nih di smartphone 1 ini ya. Mulai dari modul kameranya yang dibuat menyatu seperti Galaxy A36 dan A56 ya. Yang terlihat ini mengambil inspirasi dari Samsung Galaxy Fold ya. Kemudian back cover-nya yang sudah pakai bahan dari kaca ini buat penampilan dari smartphone ini jadi premium ya lebih premium daripada pendahulunya. Dan berdasarkan keterangan Samsung, back cover ini sudah pakai Gorilla Glass Victus Plus. Jadi selain makin keren juga lebih solid di sini. Nah, untuk frame-nya ini flat dengan desain key island di sekitar tombol serta volume up and down. Jadi, udah kekinian juga. Dan untuk materialnya kalau ini sih polikarbonat ya, tapi terasa kokoh kok di sini ya. Nah, untuk opsi warnanya ada tiga, ada black, ada peach pink, dan yang kita pegang ini ya warna mint. Menariknya akhirnya Galaxy A2 series ini dilengkapi dengan sertifikasi ketahanan debu dan air IP rating di IP6 ini tentunya udah bisa nyemplung ke dalam air ya, tapi untuk kondisi ketidaksengajaan aja ya. Bukan berarti untuk disengajakan dibawa berenang gitu. Jangan. Jangan. Tapi kalau enggak sengajakan diceburin dalam air sih aman. Keluarkan dari dalam air, keringkan, pakai lagi. Beres. Untuk dimensi tinggi 164 mm, lebar 77,5 mm, dan ketebalan di 7,7 mm dan bobotnya sekitar 200 gr. Memang ini meningkat ya bobotnya dibandingkan pendahulunya, tapi ini wajar karena dimensi smartphone-nya juga meningkat. Ini akibat layarnya yang lebih besar dibandingkan pendahulunya. Tapi yang menarik di sini adalah ini sekarang jadi lebih tipis 0,6 mm dibandingkan pendahulunya. Jadi membuat dia lebih nyaman untuk digenggam. Sekarang kita lihat sisi kanannya. Di sini ada tombol power yang merangkap sebagai fingerprint scanner. Lalu ada tombol volume up and down. Lalu di atas ini ada mikrofon. Di kiri ini ada SIM tray hybrid ya. Jadi bisa dua nano SIM atau bisa single SIM plus 1 micro SD. Untuk bagian bawahnya ini ada lubang mikrofon, ada port USBC dan ada grill speaker ya. Di sini udah enggak ada lagi port audio jack 3,5 mm ya, tapi udah mulai banyak yang seperti itu juga ya. Nah, selain itu juga ya speaker smartphone ini berubah dari pendahulunya yang pakai dua speaker ini sekarang pakai mono speaker lagi satu speaker. Nah, untuk kualitas audionya ini sebetulnya tergolong rapi ya. Bass juga masih ada dan volumenya juga udah mantap untuk kelas harganya. Nah, beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,7 inci Super AMOLED. Ini juga satu peningkatan ya dari Galaxy A25 yang dulu layarnya di 6,5 inci yang sekarang lebih besar lagi ya. sudah lebih luas, lebih legang lihatnya. Resolusinya Full HD plus atau tepatnya 2.340 * 1080 piksel. Refresh rate-nya 120 Hz. Nah, bes keterangan Samsung, layar smartphone-nya sudah dilengkapi dengan vision booster yang diklaim mampu membuat konten tetap terlihat jelas meskipun di luar ruangan sekalipun. Nanti kita tes ya. Nah, untuk brightness itu diklaim bisa mencapai 1000 nits. Nah, dari hasil pengujian kami, brightness di dalam ruangan itu ada di kisaran 358 nits. Nah, untuk simulasi outdoor itu ada di 741 nits. Sementara untuk peak brightness-nya memang ada di 1025 nits. Jadi, udah sesuai dengan klaimnya peck-nya bisa mencapai 1000an nits. Nah, untuk color gambut ini ada dua color profile di sini. Ada vivit dan natural standar Samsung di sini ya. Dari pengujian kami yang mode Vivit itu gamut covers-nya di 90,7% di CP3 dan gamut volumen-nya di 96,1% di CP3. Nah, kalau kalian merasa bahwa ini warnanya kurang gonjreng ya di sini ada slider dengan tiga level yang bisa mengatur v fitness dari layarnya. Atur ke medium untuk layar yang mendekati 100% di CP3 dan atur ke max kalau mau lebih gonjreng lagi warnanya. Ya, sementara kalau mau ngedit-ngedit foto dan video saran kami sih pakai mode natural. Di sini gamut coverage-nya ada di 99,9% sRGB dengan gambut volume di 119,9% sRGB. Oke, untuk beza layarnya sebenarnya sebenarnya ini udah lebih tipis dibandingkan pendahulunya, tapi memang terasa masih agak tebal untuk kelas harganya. Tampaknya di sini Samsung berusaha untuk mempertahankan kekokohan struktur bodinya, ya. Nah, lalu untuk di beasel atas layar ini terdapat earpiece yang ditemani oleh kamera selfie dengan model water drrop. Ini adalah kamera selfie 13 megapel bukannya f2.2 2 fixed focus. Perekaman videonya up to 1080p 30 fps. Beralih ke sisi belakang ini adalah 50 megapel main kamera. Bukanya F1.8 autofokus. Perekaman video bisa sampai 4K 30 fps dan ada pilihan juga untuk 1080p 60 fps. Kemudian untuk kamera berikutnya ada kamera ultrawide 8 megapel bukannya F2.2. Ini fix fokus juga ya. Perekaman videonya up to 1080p 30 fps. Kemudian ada kamera 2 megapel yang makro kamera dan ada LED flash. Untuk fitur-fitur kameranya ada banyak nih. Dibaca aja listnya nih ya. Lengkap lengkap. Ini kan Samsung ya. Jadi lumayan lengkap nih fitur-fitur kameranya. Oke kita masuk ke spesifikasi internalnya. SOC-nya pakai Exyos 1380. Ini adalah SOC 8 core dengan fabrikasi 5 nanm yang sebelumnya pernah digunakan di Samsung Galaxy A54 dan Galaxy M54. Ini adalah peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya tentunya ya. Nah, kalau ada yang takut bahwa ini akan kepanasan. Oh, tenang. Cooling systemnya juga ini baru nih ya, 3,7 kali lebih luas dibandingkan Galaxy A25. Ini udah bukan berapa persen, udah berapa kali lebih luas ya. Ini adalah cooling system berupa layer stack graphite ya yang luasnya adalah 2.396 mm². Jadi harusnya ini bisa meng-handle suhu dengan baik. Untuk RAM dia 8 GB LPDDR 4X. Ada fitur RAM plus di sini untuk menambahkan virtual RAM ke smartphone kita hingga 8 GB. Secara default fiturnya itu langsung aktif hingga setting RAM plus di 4 GB. Nah, untuk storage itu 256 GB UFS ya, jadi kencang tentunya. Untuk baterai 5000 mAh dengan dukungan charging hingga 25 watt. Nah, untuk sensor-sensor ini ya lengkap ya sensor-sensornya lengkap banget di sini dan gy sensornya tentunya sudah hardware juga. Untuk konektivitas sesuai dengan namanya tent support dengan 5G yaitu 2G, 3G, 4G, 5G bisa juga. Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.3. Untuk kodex Bluetooth-nya lumayan lengkap juga di sini dan kodex SSC yang khas Samsung juga ada di sini. Untuk NFC tentunya bisa. USB OTG juga di-support di sini. Untuk display out ya jangan banyak minta ya. Itu untuk smartphone kelas atas tentunya ya. Di sini juga belum ada ya. Untuk security dia ada fingerprint, ada face unlock dan ada yang penting banget sini Samsung Nox. Ini lengkap dengan fitur Nox Fult-nya juga ada. Nah, buat yang enggak tahu, Nox Fult adalah fitur yang biasa hadir di smartphone flagship mereka. Nah, akhir-akhir nih fitur yang satu ini diturunkan ke smartphone yang lebih terjangkaunya, termasuk Galaxy A26 ini. Nah, fitur ini berfungsi untuk melindungi data-data sensitif kita dari kemungkinan serangan-serangan dari internet ya yang berbahaya itu ya. Data-data di sini maksudnya seperti pin, password, pattern kunci yang ada di smartphone kita. Kemudian juga ada fitur Nox laine yang penting banget. Secure folder itu juga ada di sini. Nah, yang satu ini memungkinkan kita untuk menyembunyikan file dokumen, gambar, bahkan aplikasi yang ada di smartphone kita ke dalam folder khusus yang lebih aman. Makanya namanya secure folder. Jadi, misalnya smartphone kita amit-amit nih ya, kalau hilang gitu ya, setidaknya file-file penting kita tidak bisa diakses oleh orang lain karena diproteksi juga oleh Nox yang tadi ya. Lalu ada autocker. Yang ini bisa melindungi smartphone dari aplikasi berbahaya. Jadi aplikasi-aplikasi yang enggak dikenal gitu akan otomatis diblok oleh sistem saat akan di-instal. Misalnya nih di WA suka ada yang nge-share-nge-share tuh ya, apkapk enggak jelas itu. Nah, itu akan diblokir tuh sama dia ya. Kemudian ada juga Samsung Pass yang dapat menyimpan data akun kita agar login lebih mudah. Nah, kalau soal keamanan ini juga udah dilindungi dengan Nox Fult. Jadi ini harusnya super aman. Mantap ya. HP sekelas ini bisa dapetin security kayak flagship di sini. Ini udah oke banget sih sebetulnya. Oke, lanjut untuk OS. Dia pakai OneUI 7. Iya betul, One UI 7 langsung ya berbasis Android 15. Dan sama seperti Galaxy A56 dan A36, smartphone-nya juga punya jaminan update hingga 6 generasi Android dan 6 tahun security patch. Nah, di sini ada juga yang namanya Awesome Intelligence ya. Singkatnya ini seperti Galaxy AI tapi untuk Galaxy A series. Di sini ada object eraser untuk menghilangkan objek yang tidak diinginkan dalam sebuah foto. Nantinya bagian yang dihapus akan otomatis digenerate oleh AI. Lalu ada AI Slack. Dengan fitur ini kita bisa menggunakannya untuk mengekstrak teks lalu meng-copy-nya dan bisa juga dipakai untuk membuat gift secara instan. Kemudian circle to search ya ini fitur yang dapat membantu kita mencari apapun di internet atau apapun yang dilihat oleh si smartphone ini dengan dilingkerin aja ya. Contohnya kita mau cari lampu yang biasa muncul di belakang saya ini ya atau mau menyelesaikan persoalan matematika itu juga bisa. Selain itu, fiturnya juga bisa untuk mencari tahu musik apa yang sedang diputar di sekitar kita. Jadi dia bisa mendengarkan musik itu lalu ngasih tahu, "Nah, ini nih musik yang tadi tuh namanya ini nih judulnya nih." Lalu ada filters. Filter ini membantu kita untuk menyesuaikan kontras, saturasi dan temperatur warna dalam berbagai style. Menariknya di sini kita bisa membuat filter baru dengan cara menginputkan gambar seperti ini. Jadi kayak profiling gitu ya. Jadi dengan ini kita bisa mengambil filter menarik yang dilihat di sosial media untuk digunakan di foto kita juga. Dan kemudian AI Google Gaming ini tentunya tersedia juga di sini. Nah, untuk fitur lain khas One UI itu juga lengkap ya, seperti edge panel, separate app sound, pause, USB, power delivery, charging. Iya, bisa dong. Yang di tempat lain tuh disebut sebagai bypass charging. Itu loh yang buat main game sambil nge-charge tanpa bikin HP-nya jadi panas. Nah, ada di sini ya. Lalu modes and routines itu juga ada di sini. Bahkan fitur nowbar yang sebelumnya diperkenalkan di Samsung Galaxy S25 series itu juga ada di sini. Oke, kita lanjut ke pengujian performanya. Kita mulai dari benchmark dulu ya. Untuk Antutu 10 ini tentunya kita pakai yang 3D Lite ya. Kalau sekarang udah ada perubahan di AnTutu 10. Jadi untuk SOC versi-versi mid endakan terpaksa kita harus pakai 3D light. Kita dapat skor di sini di 608.000-an ya cukup tinggi memang ya. Lalu untuk Geig Bch 6 core di 1016 ini lagi-lagi tinggi dengan multioree di 2.912. Kemudian untuk 3Dmax sling shot open gitu grafiknya di 4.962. Nah, sekarang untuk stability-nya kita lihat di Trmark Wildlife stress test tanpa kipas. Best scor-nya ada di 2935 dengan lowest score di 2741. Jadi, stability-nya ada di 93,4%. Sudah cukup baik tanpa kipas ya ini ya. Nah, kemudian untuk JFX Bench 1080p car offsreen ada di 30 fps. Sementara 1080p manhattan 3.1 offsreen ada di 52 fps. Oke, sekarang kita bicara soal gaming. Saat pertama kali kita mainin game di smartphone ini, kita akan menemukan opsi game optimization seperti ini. Nah, kali ini saran kami adalah gunakan di mode balance aja. Pengujian kita akan menggunakan mode ini semuanya ya. Kita mulai dari subway server. Game ini bisan di 120 fps dengan lancar di sini ya. Jadi kita bisa menikmati layar 120 Hz di game yang satu nih. Tapi catatannya pastikan saja setting layarnya ada di 120 Hz ya. Oke, lanjut untuk Mobile Legends, ya. Setting grafisnya terbuka di sini sampai ultra 90 fps. Ini udah mantap ya, udah lumayan lah. Dan saat dimainkan game ini bisa jalan lancar di 90 fps. Nah, untuk game ini kalau dimainkan tiga match berturut-turut di dalam ruangan beracar 25 derajat celcius, suhu permukaan itu depan belakang ada di kisaran 41 derajat Celcius. Masih cukup aman ya. Ternyata memang kulit sistemnya berguna di sini ya. Sementara kalau kita mainkan di luar ya dengan suhu kisaran 28 sampai 29 derajat celcius agak-agak keringatan-keringatan dikit deh ya situ ya. Performa itu tetap stabil selama 4 match. Nah untuk suhu permukaannya sampai match ketiga itu sudah nyampai di 45 derajat celcius. Tapi lucunya saat kita menjalankan match keempat dan kita ukur suhunya turun ke 42 derajat Celcius. Lanjut untuk PUBG Mobile. Di sini setting grafis yang terbuka itu hingga smooth extreme alias 60 fps. Kalau dimainin ya keentengan lah 60 fps. Lancar aja terus 60 fps di sini. Nah, di sini kita ngetes untuk gyro hardware seperti apa. Aman presisinya mantap di sini. Jadi enggak ada masalah dengan gyonnya. Lanjut untuk Free Fire. Nah, karena Galaxy A26 5G ini merupakan official partner Free Fire dalam ajang Free Fire Nusantara series 2025. Jadi sekarang aja kita tes gaming di smartphone yang satu ini. Setting grafisnya di ultra dan e untuk opsi high FPS kita atur di high. Nah, kita bisa menjalankan frame rate 60 fps dengan lancar di game yang satu ini. Ini sih sebetulnya keentengan ya. Seandainya bisa jalan 120 FPS harusnya lebih asik lagi sih harusnya. Nah, terkait yang satu ini Samsung itu akan memberikan bonus eksklusif hingga Rp310.000 R000 in game untuk setiap pembelian smartphone yang satu ini ya. Promo ini berlaku selama persediaan masih ada. Oke, kita lanjut untuk watering waves. Di sini kami uji dengan setting grafis performance 60 fps dan dimainkan selama 30 menit. Hasilnya di menit awal itu frame rate yang ada itu didapatkan sekitar 40 sampai 55 fps. Uh, udah mantap nih ya. Kemudian setelah 10 menit, frame rate mengalami penurutan di kisaran 30 sampai 45 fps. Sementara saat battle eh frame rate itu ada di kisaran 25 sampai 35 fps. Nah, hasil ini bertahan hingga penghujan selesai. Lalu untuk su permukaan di bagian back cover su terlihat mencapai 45 derajat celcius di dekat area modul kamera. Sementara untuk area layar itu suhu juga ada titik yang mencapai 45 derajat celcius. Ya memang tinggi tapi ini konsisten mirip dengan smartphone lain yang punya SOC kencang. Rata-rata emang suhunya jadi tinggi kalau pakai game yang satu ini ya. Nah, kalau kita pakai kipas ternyata performanya bisa lebih stabil dan lebih nyaman untuk dimainkan. Jadi saran kami sih kalau memain game berat yang satu ini sebaiknya pakai pendinginan ekstra. Lanjut untuk Gensin Impact. Nah, untuk game ini kita mengujinya dengan setting grafis highest 60 fps dengan skenario biasanya ya selama setengah jam. Nah, saat traveling tanpa kipas, kita mendapatkan frame rate kisaran 30 sampai 40 fps. Ingat, ini highest 60 fps. Bahkan sesekali frame rate itu bisa mencapai di atas 45 fps. Sementara kalau ada battle ya otomatis dia akan naik turun ya. Frame rate-nya di kisaran 28 sampai 35 fps. Hasil seperti ini konsisten selama pengujian setengah jam. Nah, sekarang mari kita coba cek suhu permukaannya. Di bagian belakang suhu mencapai 43 derajat Celcius di area dekat modul kamera. Ini wajar sih ya. Sementara suhu tertinggi di area layar itu ada titik yang mencapai 43 derajat celcius juga. Nah, pertanyaannya kalau main gameennya sambil dikipasin bagaimana? Nah, hasilnya frame rate yang didapatkan itu kurang lebih mirip ya saat kita coba ukur di 10 menit terakhir frame rate-nya itu ada kisaran 30 sampai 40 fps. Jadi untuk ranking bagi kami ini B dengan kipas maupun tanpa kipas. Nah, berdasarkan pengujian kami ini hasil udah tergolong oke ya, bahkan tanpa performance mode untuk gaming berat pun ya menurut kami sebaiknya performance mode ini enggak perlu diaktifkan saat main game berat karena ini akan meningkatkan suhu permukaan tanpa peningkatan performa yang signifikan. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kamera. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Samsung Galaxy A265G. Mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Tapi seperti biasa sebelum kita mulai pengujian kameranya kita cek kemampuan mikrofonnya terlebih dahulu ya. Di sini Samsung sudah mengandalkan dual mikrofon ya untuk di smartphone ini. Jadi kalau misalnya salah satu micnya ketutupan seperti ini, masih ada backup dari mikrofon yang satunya. Lalu untuk kualitasnya sendiri ini sudah ke Samsung ya, suaranya jeni dan vokalnya juga jelas. Oke, tanpa panjang lebar langsung saja kita mulai pembahasan kameranya. Let's go. Untuk VO kali ini saya langsung menggunakan mikrofon smartphone-nya aja. Oke, langsung saja kita bahas kamera selfie-nya. Di sini video yang dihasilkan sudah tergolong oke dengan detail dan ketajaman yang pas. Menariknya, smartphone ini memiliki kemampuan dnamic range yang juga tergolong oke. Bahkan di kondisi pencahan yang ekstrem, smartphone ini mampu menyeimbangkan pencahaan sekitar sehingga videonya jadi tidak terlalu overpose dan area wajah juga tidak menjadi gelap. Good job Samsung. Lalu untuk stabilizer ini juga sudah aman. Sekarang kita lanjut ke kamera utamanya. Untuk kualitas hasil perekamannya sendiri, ini sudah memadai untuk kelas harganya. Dan yang kami suka adalah kemampuan dnamic range-nya yang tergolong oke, bahkan di kondisi pencayaan yang ekstrem sekalipun. Lalu kita coba cek stabilizernya ya. Di 1080p 30 fps, video yang dihasilkan sudah stabil. Namun kalau kita naikkan resolusinya ke 1080p 60 fps, videonya mulai terasa agak goyang. Setidaknya ini bukan yang sampai gempa juga. Sementara di 4K 30 FPS hasilnya juga kurang lebih mirip seperti di FHD60 tadi. Saat kami cek ternyata fitur ACE untuk resolusi di atas 1080p 30 FPS belum bisa aktif di sini. Sekarang kita lanjut ke kamera ultrawide-nya. Dari sisi detail memang tidak bisa dibandingkan dengan kamera utamanya, tapi ketajamannya masih terjaga di sini. Hal yang menarik adalah kemampuan dinamic range video yang tetap konsisten di sini. Jadi bukan hanya di kamera utama dan selfie-nya aja, tapi di kamera ultrawide-nya juga. Jarang-jarang bisa kita temui di kelas harganya ini. Nice. Kemudian poin plus lainnya yaitu warna dari kamera utama dan ultrawide-nya yang tergolong konsisten alias tidak terlalu beda jauh. Kemudian dari segi stabilizer juga sudah stabil di sini jadi enggak ada masalah. Oh ya, di smartphone ini kita juga bisa pindah-pindah kamera loh saat merekam. Bukan cuma kamera utama ke ultrawide-nya aja tapi di sini juga bisa ke kamera selfie. Ini juga hal yang masih jarang untuk kita jumpai di smartphone kelas harga segini. Nah, meskipun bisa pindah kamera langsung seperti ini, tapi yang jadi keluhan pengguna biasanya yaitu videonya yang kepotong saat pindah-pindah kamera, terutama suaranya. Jadi, bagaimana kalau di sini? 1 2 3 4 5 6 7 11 12 16 17. Sekarang kita beralih ke malam hari. Di sini kualitas video dari kamera selfie-nya sudah mulai menurun, detail berkurang, dan noise di video juga sudah mulai muncul. Jadi kalau mau hasil video yang lebih baik harus cari sumber cahaya yang mencukupi. Lanjut ke kamera utama. Di sini hasil videonya terlihat lebih minim noise dan detailnya tetap terjaga dengan baik. Bahkan di 4K 30 fps videonya masih terlihat stabil dan minimer. Nice. Namun di 1080 p 60 fps detailnya terlihat mulai menurun. Noise meningkat dan pencahayaan di video tampak lebih gelap dibandingkan 30 fps. Tapi ini wajar karena shutter speed-nya lebih tinggi membuat cahaya masuk ke sensor juga lebih sedikit. Sementara kalau untuk ultrawide hasilnya kurang lebih seperti ini ya. Sepertinya ini lebih pas kalau dipakai di kondisi siang aja. Oke, sekarang kita bahas hasil foto-fotonya. Di kondisi pencahaan yang cukup, hasil foto dari kamera selfie, utama, dan ultrawide-nya sudah sangat memadai untuk mengabadikan momen sehari-hari. Sementara kalau di kondisi lowle, kualitasnya memang sudah mulai berkurang ya, terutama di kamera selfie dan juga ultrawide-nya. Jadi, kami sarankan kalau mau foto-foto di malam hari pakai kamera utamanya aja. Selain fotonya lebih terang, noise-nya juga lebih minim di sini dan detailnya juga masih dapat dipertahankan. Oke, sekarang kita masuk ke pembahasan selanjutnya yaitu fitur-fitur ekstra. Di sini ada mode pro untuk foto dan juga untuk video yang memungkinkan kita untuk mengatur ISO dan starter speed secara manual. Untuk detail starter speed dan ISO-nya dapat kalian cek di tabel berikut ya. Dan untuk Pro bisa sampai 1/30 detik untuk video 30 fps dan bisa sampai 1/60 detik untuk video 60 fps. Namun sedikit catatan untuk mode Pro ini baru bisa digunakan untuk kamera utamanya aja ya. Kemudian ada fitur slow motion di 720p 240 fps dan ada juga fitur super slow-mo yang hasil interpolasi. Lalu di sini juga ada fitur steady untuk video yang lebih stabil dengan catatan fitur ini hanya bisa merekam di 1080p 30 fps dan merupakan hasil cropping dari kamera ultrawide-nya. Kemudian di sini juga ada fitur single tag yang bisa memberikan kita berbagai hasil foto dan video hanya dengan sekali tagun di kamera utama serta selfie-nya juga. Oke, kira-kira seperti itu pembahasan dari kamera Galaxy A26 5G. Kalau ditanya apa yang kurang bagi kami, yang pertama yaitu tidak ada opsi perekaman 60 fps di kamera selfie-nya. Kemudian kamera selfie dan ultrawide yang perlu peningkatan terutama di kondisi low light. Lalu fitur pro foto dan video yang hanya berlaku di kamera utamanya saja. Kemudian hasil perekaman kamera ultrawide yang diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi. Sementara dari sisi kelebihannya yang pertama yaitu dynamic range-nya yang tergolong baik untuk semua kameranya. Kemudian perekaman videonya yang juga stabil di seluruh kamera. Lalu dia bisa pindah-pindah kamera bahkan ke kamera selfie sekalipun di 1080p 30 fps. Lalu hasil foto-foto yang cukup baik, kualitas mikrofonnya yang sangat baik, dan juga software kamera yang cukup matang serta mudah digunakan. Terutama sekarang di OneU A7 yang mudah mengakses fitur-fitur kameranya dengan satu tangan. Oke, terlepas dari kekurangan yang kami sebutkan tadi, kamera smartphone ini bisa kami katakan sudah sangat mumpuni dan bisa diandalkan untuk digunakan sehari-hari. Oke, itu dia tadi pembahasan dari Samsung Galaxy A26 5G. Sekarang mari kita lanjut ke pembahasan selanjutnya. Oke, lanjut lagi. Sekarang kita pengujian daya tahan baterainya ya untuk lokal YouTube e video playback 1080p. Jadi kita download dulu video terus kita putar secara e offline ya. Kita dapat baterainya habis setelah 17 jam 42 menit. Ini kayaknya kurang gitu asik untuk baterai 5.000. Tapi ingat dia kan ngunci di mode 120 Hz ya. Itu mode default-nya. Nah, bagaimana kalau kita turunkan ke 60 Hz? Nah, ternyata kalau kita pakai 60 Hz smartphone-nya itu baru habis baterai setelah 25 jam lebih 2 menit. Ini baru mantap. Baterai 5.000 tahannya bisa sampai 25 jam. Sebetulnya harapan kami 20 jam udah bagus sih ya. Jadi kalau mau baterainya awet parah ya turunin aja refresh rate-nya ke 60 Hz ya. Untuk penggunaan sehari-hari juga udah mantap sih 60 Hz ya kalau emang butuh baterainya awet banget. Lalu kemudian untuk streaming YouTube 1080p 30 FPS non HDR selama setengah jam, baterai akan berkurang 4% baik di mode 120 Hz maupun 60 Hz. Nah, untuk TikTok selama setengah jam ini agak beda ya. Di mode 120 Hz baterai berkurang 5% selama setengah jam. Sementara di mode 60 Hz baterainya akan berkurang 4% selama setengah jam. Jadi buat yang tiktokan mau tahan lama taruh di 60 Hz. Sementara untuk Gensin Impact high 60 fps selama setengah jam baterai berkurang sekitar 13%. Oke, untuk charging kita pakai charger aslinya Samsung yang 25 watt ya. Kita dapatkan untuk dari 0 sampai 50% itu butuh waktu 33 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 28 menit. Ini adalah hasil yang wajar untuk smartphone Samsung dengan baterai 5000 mAh dipadukan dengan charger 25 watt-nya. Walaupun demikian, sebetulnya kami berharap hasilnya bisa sedikit lebih cepat lagi lah ya. Dekat-dekat 1 jam lebih asik kayaknya. Lanjut lagi untuk Netflix tentunya udah support white fan L1 tapi ini sini tanpa dukungan HDR udah wajar sih buat harga segini. Lalu untuk YouTube kita bisa muter video resolusi 1440p 60 fps HDR dengan lancar. Di sini memang ada opsi 4K 60 fps HDR di sini tapi rolusi ini belum bisa berjalan dengan lancar ya untuk HP yang satu ini. Dan wajar sih enggak ada masalah juga. Layarnya juga enggak 4K kan sebetulnya. Lanjut untuk heptic feedback. Secara default htic feedback dari keyboardnya itu dimatikan. Jadi, kita perlu menyalakan secara manual di menu setting. Kalau setelah dinyalakan, Ftic feedback-nya ternyata cukup presisi dan empuk. Tapi memang ini masih agak panjang, ya. Lalu untuk Wii sharing ini bisa. Untuk menggunakannya kita harus mengaktifkan opsi WiFi sharing di menu pengaturan hotspot terlebih dahulu. Setelah itu tinggal nyalakan mobile hotspot saat kita terhubung ke jaringan Wii. Oke, untuk harganya di sini cuma ada satu varian ya untuk Samsung Galaxy A26 5G itu yang RAM-nya 8 gig dengan storage 256 gig dan ini dijual di harga kisaran Rp3.999.000. Oke, kita langsung masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama-tama desain layarnya emang terasa kurang modern ya karena masih menggunakan model notch untuk kamera selfie-nya. Padahal smartphone lain di kelas harganya udah pakai punch hold ya. Lalu untuk paket penjualannya ini tergolong minim, tapi ini udah standar lah kalau buat di Samsung ya. Kemudian entah kenapa di A26 nih Samsung kembali mengandalkan single speaker padahal di A25 kemarin sudah pakai stereo speaker. Meskipun demikian, untungnya kualitas suaranya tergolong oke untuk kelas harganya. Lalu kemudian kita sedikit berharap jika Samsung bisa menghadirkan sensor in display fingerprint di smartphone yang satu ini. Dan lalu untuk refresh layar ini juga belum adaptif ya. Jadi kita masih harus pilih 120 atau 60 gitu ya. Kemudian untuk gaming sebaiknya gunakan moda balance aja. Ini udah cukup kencang dan suhu permukaan pun terjaga relatif aman. Dari segi kelebihannya ada jaminan update yang panjang di sini. En generasi Android dan 6 tahun security patch. Lalu performanya juga meningkat jauh dibandingkan pendahulunya. Bahkan game berat pun sudah mulai banyak yang bisa dimainkan. Desainnya juga fresh, mirip A36 dan A56 yang baru. Bodinya ini tergorong tipis ya sebetulnya. Lalu daya tahan baterainya juga tergorong oke apalagi di mode 60 Hz. OneUI-nya ini juga beragam fitur-fiturnya. Nox juga ada di sini. Lalu kontes kameranya ini terbilang oke di satu ini ya. Layarnya Super AMOLED 120 Hz khas Samsung. Mantap benar ini. Konektivitasnya udah 5G, udah punya dual mikrofon yang mantap di sini. Dan langsung dapat OneUI 7 lengkap dengan fitur awesome intelligence dalamnya. NFC tentunya ada dan ini penting nih, dia punya IP rating di IP 67 jadi udah tahan air ya. Ya, terlihat ya di sini Samsung kembali mengupgrade kemampuan dari Samsung Galaxy A2 series-nya. Nah, lantas pertanyaannya smartphone ini cocoknya buat siapa? Ya, ini akan cocok buat kalian yang saat ini sedang mencari smartphone untuk penggunaan jangka panjang. Apalagi mengingat jaminan update-nya yang panjang ya. Jadi, dukungan aplikasinya juga masih cukup panjang. Bahkan setelah pakai 2 tahun kalau dijualkan pun masih bisa bilang gini nih, "Hei, ini kamu mau beli pasti dapat update lagi 4 tahun lagi loh. Mantap kan?" Nah, kemudian dia juga cocok untuk smartphone kedua ya. A2nya men cocok karena punya fitur keamanan ekstra dan smartphone ini juga punya daya tahan baterai yang oke kalau kita pakai di mode 60 Hz. Jadi untuk HP kedua ya enggak usah terlalu dipikirin tuh baterainya jadinya ya. Kemudian untuk mereka yang usaha lanjut ya menu dan fitur keamanannya pun ini akan membuatnya sangat cocok. UI-nya pun terkenal bersahabat dan mudah digunakan. Lalu untuk pada driver online ya smartphone juga cocok buat kalian nih. Daya tahan baterai juga terbilang oke ya tadi di model 60 Hz ya. Layarnya juga terang banget. Sementara gyero hardware-nya tentunya akan membantu dalam navigasi. untuk baca peta ya. Kemudian untuk yang gemar berpetualang di luar ruangan tentunya ya, di sini tersedia daya tahan debu dan air di IP67 ini membuatnya tangguh untuk segala cuaca. Lalu karena fitur-fitur kamaran seperti Samsung Kok, Samsung Pass dan Auto blocker membuat smartphone ini juga bisa jadi salah satu opsi menarik buat siapapun yang membutuhkan smartphone dengan fitur kamaran ekstra di harga yang cukup terjangkau. Saya D Irfan Jaga TB TV. [Musik]
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















