Lebih Murah | Akhirnya Pilih All in One PC Buat Usaha!! Ft Msi Moden AM242TP (YouTube Video)
Layarnya bening buat kerjaan. Cukup satu kabel aja langsung bisa bikin laporan. Desain minimalis bikin nyaman. Disuruh banyak kerja juga enggak pernah ngelawan. Tampilannya rapi bikin meja makin menawan. Kenalin ini adalah all inone yang bisa kita ajak untuk cari cuan. Ya udah enggak usah ngelawan. Selamat menonton. J. Hai Andika guys di sini. Kenalin ini adalah allin-one dari MSI yang namanya lumayan panjang. MSI modern AM242. Dia ada dua varian, ada yang Core i7 dan juga Core i5. Enaknya pakai allinone, dayanya itu rendah, mentok dari adapternya itu cuma 120 watt. Kalau misalkan dipakai 8 jam sehari per 1 kWh-nya di Kota Malang itu sekitar Rp1450. Jadi, per bulan saya cuma butuh bayar sekitar Rp42.000. Itu pun kalau full load ya. Karena enggak mungkin 120 watt pick terus. Kenapa hitungan tadi saya taruh di awal? Karena all inone ini biasanya memang digunain untuk orang-orang yang suka hemat daya, yang mejanya rapi. Dan buat saya pribadi, all inone ini nanti bukan buat kerja, bukan buat buat kerja. Iya sih, bukan buat di kantor, tapi saya pakai dia bakalan untuk jadi foto box yang ada di dalam mobil. Kenapa akhirnya saya memilih all-inone dari MSI? Kenapa kok enggak mini PC aja plus monitor yang touchscreen? Nanti kita bahas. Tapi sekarang kita bahas dulu. Desain dari MSI modern ini. First impresi saya pas pertama kali ngangkat dari box ternyata dia enggak terlalu berat. Bobotnya itu sekitar 4,65 kg yang kalau mau dipindahin dari posisi di meja atau pindah ruangan enggak perlu dua orang. Bodinya ini pakai plastik tapi MSI pintar buat mainin finishingnya. Di bagian belakang ada kombinasi area yang glossy dengan area yang brush aluminium. Jadi kesan mewahnya masih dapat. Baselnya tipis di ketiga sisinya. Yang bawah aja sih agak tebal buat naruh lugu standnya. Bisa diatur kemiringannya dari tilt -4 derajat sampai 20 derajat. Cuman kalau di e-commerce atau di manapun kalian nemu serinya itu yang belakangnya ada huruf P modern AM242 TP itu standnya lebih fleksibel sih. Bisa diatur high adjustment-nya itu 0 sampai 130 mm ya. Opsinya banyaklah dari MSI. Masuk ke bagian yang bakalan kita polototin sehari-hari yaitu layar. Layarnya ini punya ukuran 24 inch dengan resolusi full HD. Panelnya IPS, warnanya tetap konsisten mesti dilihat dari samping. Soal akurasi warna, MSI enggak ada klaim 100% sRGB sebenarnya. Tapi ketika kita tes pakai device kita untuk varian yang core FF, SRGB-nya itu di 96,5%, adop RGB 83,9%, P3 82,8% dan yang Core i7 mirip-mirip juga kok errornya itu sekitar 1%, sRGB-nya juga mirip-mirip di 97,5%. Kalau buat kerja entertainment dan juga semi pro editing masih oke. Cuman kalau pekerjaan yang butuh color critical sih belum ya. Soal kesehatan mata aman juga. dia udah punya anti flicker, less blue light dan udah ada sertifikasi sama Tuvlet. Dan untuk layarnya ini touch screen ya. Kenapa saya butuh touch screen? Karena nanti kan photobok-nya itu bakalan self service. Jadi customer yang bakalan touch-stouch sendiri biar saya enggak bayar karyawan ya biar hemat karena ini kan sebenarnya start up juga UMKM. Dan selain jadi all inone yang saya suka dari MSI ini di bagian belakangnya itu ada port HDMI out dan juga HDMI in yang artinya PC all inin one ini bisa berubah jadi monitor. Jadi cukup colok kabel power AIO-nya terus tinggal sambungin laptop kantor atau PlayStation, Nintendo, bahkan TV box dan dia bakal jadi monitor biasa. MSI ngasih fitur ini dengan nama MSI Instant Display Technology. Jadi selain all-inone bisa jadi monitor juga. Saya ngebayangin kalau misalkan foto box saya udah jadi, wah kalau misalkan lagi sepi atau gak ada customer kan saya bisa PS-an dulu di situ. Ya, soal performa dia kan ada dua SKU ya. Ada yang i5 1235U dan i7 1255. Perlu diperhatikan, U-nya di sini itu penting. U-nya itu stand for ultra low power. Kan ada yang seri P performance high performance yang biasanya ada di laptop gaming. Memang dia lebih kencang tapi secara daya dia lebih boros. Kenapa saya akhirnya memilih seri U-nya tadi? Karena ya efisiensinya tadi. Pertama di foto box itu kan nanti saya pakai box kayak lemari gitu ya. Dan saya butuh manajemen ruang yang benar-benar sempit atau yang bisa ditaruh di tempat yang sempit. Karena nanti saya enggak mau banyak komponen gitu di boksnya ya. Satu kabel colok udah cukup selesai gitu karena ya space-nya bakalan kecil banget nanti di situ. Secara kabel manajemen dia juga bakalan lebih rapi, enggak jelimet, enggak susah bikinnya. Kedua, tetap karena efisiensi sih ini daya ya. Jadi kebutuhan saya nanti ketika difotobox, btw mobilnya nanti pakai VW kombi ya. Jadi software saya itu software yang web basos terkunci di full screen ya itu doang paling butuhnya cuman sekitar berapa wat ini kemarin saya coba aja si MSI ini saya putar konten 4K di YouTube dia cuma running di kisaran 20 sampai 30 watt biaya bulanannya kalau misalkan saya hitung 12 jam running terus 30 watt saya ambil 30 watt-nya itu biaya per bulannya cuman Rp14.000 R. Tapi sebenarnya bukan di situ sih keperluannya enggak di situ. Karena kan nanti mobil VW kombinya ini mobil tua yang keliling gitu ya. Nah, saya butuh power ketika dia berhenti enggak nyalain mesin. Karena kan kalau misalkan kita pakai AC harus nyalain mesin atau kalau misalkan kita mau pakai inverter ke AC itu juga harus nyalain mesin. Nah, saya enggak mau kayak gitu karena kalau nyalain mesin bensinnya boncos dan juga suaranya berisik. Saya butuh daya sehemat mungkin karena nanti saya bakalan pakai tiga aki. Jadi, satu aki itu untuk running mobilnya. dan dua aki ini untuk running photo-nya. Karena selain all-inone ini bakalan ada beberapa part lain kayak kamera itu juga ada. Terus AC portable saya juga pakai AC portable yang standing itu aja dayanya 650 watt ya. Karena AC di VW kombi mobil yang kita projject itu AC-nya mati. Belum lampu LED-nya, belum lampu hiasannya. Jadi sehemat mungkinlah saya bikin dayanya itu biar akinya itu enggak sering-sering ngecas nantinya. Kenapa kok enggak pakai mini PC plus monitor touchsreen, Bang? Saya udah timbang-timbang sih sebenarnya ya. Contohnya kalau dari MS sendiri itu ada QB 512M. Dia pakai Intel Core 7 1255U juga. Kalau yang 8512 itu harganya sekitar Rp8.299.000. Belum monitornya ya. Monitornya tuh yang touch screen sekitar 3 sampai R jutaan ya. Jatuhnya mirip-mirip aja. Jatuhnya itu sekitar R jutaan juga. Soal performa ya sebenarnya saya enggak butuh performa peroma yang kencang-kencang tapi rasanya enggak afdol kalau misalkan kita ng-review tapi enggak kita tes gimana performa mentoknya. Jadi seperti biasa kita tes juga di SBZ R15. Untuk yang core IF single core-nya itu dia dapat 162 multior-nya stabil di kisaran 700 poin. Yang core i7 mirip-miriplah tapi single core-nya lebih gede dengan 204. Tapi kalau untuk multiore-nya mirip-mirip tapi dia kadang bisa nyentuh sampai 830 poin. Kalau untuk main game yang Cora 7 saya coba untuk main di game Dota 2 dan hasilnya average FPS dia dapat di 74 dropnya bisa sampai 51 FPS. Ini settingannya di fastest ya. Kalau Gensin average FPS-nya di 52, drop-dropnya bisa sampai di 30 fps di settingan lowest. Nah, kalau yang i5 performanya ketika sinch tadi kan kayak mirip-mirip ya, tapi kalau gaming lumayan terasa perbedaannya. Kalau yang IF itu average FPS di Dota dia dapat 38, dropdopnya bisa sampai 27. Gensin Impact average-nya di 34, dropdopnya di 23. Kalau untuk Valoran yang i7 itu dapatnya di 86 fps, dropnya 72. Kalau yang IFF di 53 average, dropnya bisa sampai 42. Nah, kalau buat main game atau ketika dia full loot karena ya turbo clock-nya beda ya, i7 jelas menang. Kalau buat editing yang IF Premiere 4K export di 12 menit 56 detik. Kalau yang i7 11 menit 54 detik. Tapi kalau kita mau export full HD aja, i7 itu dapat di 7 menit, sedangkan i5 dapatnya di 8 menit. Kalau untuk rendering 3D, kalian bisa lihat untuk CPU render dan GPU rendernya antara yang Core 7 dan F5 di footage ini. Tapi itu tadi adalah tes ketika kita menggunakan RAM single channel ya. Dan sayangnya secara default out of the box dari pabrik, MSI ini RAM-nya masih single channel. Dan menurut saya mau prosesor apapun ya harusnya sih pakai dual channel biar performanya lebih terasa. Kalau kalian enggak percaya gimana performa signifikannya ketika di-upgrade? Ya, dia memang upgradable ya, tapi saynya kalau mau upgrade RAM memang agak ribet sih. Kita harus buka bagian penutup belakangnya dulu dan buka komponen dalam juga bisa, tapi kurang praktis. Kalau untuk bokar hard sih gampang dia tinggal bongkar aja disediain slot tapi kalau untuk RAM agak ekstra. Tapi perjuangan upgrade RAM dengan membongkar komponennya tadi bakalan kerasa worth it kok. Karena lihat aja nih di Adobe Premium Pro setelah dual channel 4K render 6 menit 59 detik, full HD cuman 4 menit 52 detik. Itu cuma contoh editing ya. Kalau gaming juga signifikan. Dota 2 average FPS jadi 77 dropnya di 61 fps. Gensin Impact di 54 average dropnya di 31 fps. Valoran malah tembus bisa sampai 100 fps dropdropnya di 96 fps. Jadi kalau emang ada budget akan lebih baik di upgrade RAM-nya aja. Suhu juga jadi pertimbangan kenapa saya akhirnya memilih all inone ya. Karena nanti kan space-nya bakalan kecil ya. Walaupun nanti bakalan saya bolongi itu boksnya dan saya kasih kipas paling 12 cm untuk mengeluarkan panasnya. Tapi ya namanya di dalam mobil ya pasti panas banget. Apalagi dia enggak bakalan ke bagian AC nanti. Dan MSI punya kulit yang namanya Silent Pro Cooling System. Selama kita pakai untuk main game tadi sih enggak ada suara-suara kipas yang mengganggu banget. Enggak. Dan untuk suhunya juga udah kita Fleir dan suhunya aman-aman aja sih. Di bagian depan layar itu cuma 32,6 derajat Celcius. Belakang yang lumayan ya 55,4 derajat celcius. Makanya saya butuh ngebuang panasnya tadi. Buat port MSI juga enggak pelit selain HDMI out dan juga HDMI in tadi. Masih ada port L. Ini saya butuh juga karena nanti bakalan pakai internet banget sih. Software saya itu bakalan tergantung sama internet karena dia web base dan pakai Chrome. Kalau misalkan cuman mengandalkan Wii internetnya enggak bakalan stabil. Tapi kalau untuk Wii sih dia udah pakai WiFi 6i ya. Bluetooth-nya juga udah pakai Bluetooth versi 5.3. Terus ada dua port USBC 3.2 GEN TU port USBA audio jack juga masih ada. Nanti bisa saya pasang speaker aktif kalau ada audio jack-nya. Fitur menarik lain dia ada webcam yang ada jambulnya nih. Webcam-nya ini 1080p 30 fps yang secara resolusi udah oke banget dan ditambahi lagi fitur menarik yang namanya Toby Aware. Jadi pertama ada infrared untuk login ke Windows Hilo. Terus ada picker detection dari Toby Aware-nya. Jadi kalau misalkan kita lagi ngerjain data atau ngecat gebetan terus ada yang ngintip dari belakang, bakal ada notifikasi kecil dan bisa setting untuk layarnya itu otomatis ngeblur dan yang ngintip otomatis mundur. Kedua, ada auto lock dan privacy screen. Ya, ini standar sih. Jadi kalau misalkan kita lagi di depan, dia bakalan nyala. Kalau kita pergi dia bakalan mati. Ketiga ada dim screen. Ini buat hemat energi sih. Jadi kalau misalkan kita lagi baca buku gak lihat layar atau ada telepon dan kita gak lihat layar, dia bakalan otomatis menurunkan brightness-nya sendiri. Buat harga yang core I5F SRP-nya ya yang berarti nanti di e-commerce kalian bisa lebih murah. Biasanya SRP-nya yang FF itu 1299 dan yang Core S7 itu di 1499. Dan saat video ini dibuat, ada promosi. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi. Garansinya 2 tahun. Plus kita juga dapat free mouse dan keyboard juga. Kesimpulannya apakah dia bakalan worth itoo box saya? Sebenarnya belum kepasang ya, karena mobilnya masih dirakit juga. Tapi nanti bakalan saya update gimana ceritanya kalau misalkan all in-one ini ditaruh di foto box. Tapi sebenarnya ini udah melalui proses pemikiran yang panjang dan juga lumayan lama untuk akhirnya saya memilih all inone dari MSI ini. Karena kelebihannya jelas, desainnya minimalis, hemat tempat, layarnya IPS full HD dengan color akurasi yang hampir 100 sRGB. Jadi pas customer lihat preview-nya di fotox sama diprint itu enggak terlalu beda hasilnya. Terus ada fitur ajaib dari Toby Aware dan juga MSI instant display technology. Performanya senyap, adem, hemat daya. Webcam-nya juga udah 1080p. Kekurangannya sih paling bawaan RAM-nya tadi ya. Saya jadi repot bongkar kan ya, bawaan RAM-nya itu cuman 8 GB single channel dan menurut saya wajib hukumnya untuk di-upgrade. Kualitas speakernya sih standar all inone aja. Dan gimana nanti hasilnya di VV kombi bakalan saya update terus kok. Tenang aja, saya and see you on the next video.
