LEBIH MURAH DARI STYLO DAN GRAND FILANO, TEST RIDE LENGKAP WMOTO VELORA 150 | Otomotif TV (YouTube Video)
[Musik] Selamat siang teman-teman Automotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini ya. Amin. Nah, Teman-teman, kalau dari Teman-teman ada yang sedang memimpikan sebuah skutik bergaya retro modern kayak misal Lambreta atau Royal Alloy atau SOMD, tapi ya dananya belum mencukupi karena merek-merek itu harganya puluhan juta ya. Nah, saat ini ada alternatif yang menarik, cukup terjangkau yaitu Woto Velora 150. Ini motor dijual dengan harga Rp26,8 juta onro Jakarta dan harga itu juga pastinya bersinggungan juga dengan motor motor Jepang yang gaya-gayanya stylish retro juga kayak Honda Sty 160 atau Yamaha Grand Vilano. Dan ini harganya mirip segitu, tapi tampilannya dong asik ya. Retro modern asik banget. Terus kalau secara dimensi, secara tampilan sebenarnya mirip-mirip juga dengan Honda Giurno Plus di Thailand ya. Mungkin teman-teman ada juga yang ngidam Giorno, tapi enggak kesampean akhirnya karena ah punya jualan sendiri yaitu Styo. Nah, kalau ini tuh styleen-ya ala-ala kayak lambreta sebuah matic bergaya retro tapi bensinnya panjang dan kelihatan ceper. Nah, detail motor ini kayak gimana sih? Apakah dengan harga 26,8 juta tadi ee memberikan sesuatu yang memang menarik untuk di pinang? Terus gimana impresi berkendaranya, mesinnya, fitur-fiturnya? Nah, untuk lebih jelasnya tonton terus sampai akhir, jangan ke mana-mana. Oke, sebelum m bahas tentang impresi berkendara, saya mau bahas dulu tentang desainnya. Jadi, kalau dia dari samping kelihatan banget ya. Ini adalah sebuah skutik yang desainnya retro-retro gitu. Benar-benar kayak lambreta ee panjang ceper dan body belakangnya itu ee ini loh bawahnya itu rata gitu. Jadi menutupin sebagian dari ban dan pelek. Jadi kesannya kayak mewah gitu ya. Kayak ceper gitu. Lalu detail-dilnya juga unik ya kayak bagian lampunya itu kayak nonjol ke depan. Ini lambreta banget. Lalu di depan sini juga menonjol ke depan ya. Terus ada kayak grill spatbornya juga sesuai dengan bentuk body gitu ya. Desain-desainnya agak-agak melengu-melengu tapi cenderung mengotak gitu. Lalu kalau lihat bawahnya peleknya loh unik banget ya, kayak jari-jari gitu terus tengahnya kayak ngeblok itu kayak tromol. Walaupun sebenarnya ini remnya cakram tapi ini memberikan menambah kesan retronya apalagi dibalut dengan warna krem gitu ya makin retro banget. Lalu di bagian tengah sini area deck ini bagian pijakannya ada kayak karetnya jadi biar enggak licin. Terus kalau lihat detailnya bagian sini nih ada kayak grill lagi ini buat lubang udara masuk bantu dingin mesin. Kalau detail-detail kayak gini ini juga cakep loh ini ya. Ada ornamen gini, ada bolong-bolong garis gini jadi enggak polos-polos aja. Lalu bagian belakang ini kalau lihat detailnya ini juga cakep banget. E lampu remnya yang kelihatan lebar kotak. Jadi proporsional ya dengan bentuk bodinya. Tapi bagian area mesin ini kesannya justru modern ya, terutama bentuk dari bak CVT-nya. Tapi kalau lihat bagian pelek pastinya juga kesannya retro juga gitu. Asik sih kalau secar desain. Kalau menurut teman-teman gimana? Kalau saya sih suka desainnya ya. Asli ini eye catching banget. Apalagi finishingnya dengan warna-warna yang soft gini ya. Ini salah satunya ini warna hijau yang muda gitu kayak maca gitu ya kan. Asik cakep. Oke, sekarang saya mau lanjut bahas tentang fitur-fiturnya. Jadi yang pertama yang langsung kelihatan pastinya ada lampu utama yang sudah pakai LED dan di tengahnya ada garis dan tertulis brand motor ya W Moto. Dan ini sorotnya pastinya putih khas LED untuk lampu dekatnya yang bawah. Dan ini sorotnya ya lumayan terang ya, lumayan tebal gitu terus agak ngumpul dan tidak terlalu jauh. Kemudian lampu jauhnya sisi atas ini sorotnya tuh saja lebih terang ya lebih jauh juga cukup mantaplah standarnya udah oke gitu. Lalu untuk lampu se-nya di posisinya di sini di bagian kayak dada gitu dan sudah pakai LED tentu saja nih dan mikanya di kayak di smoke agak kehitaman gitu. Jadi cakep keren. Oke, sekarang kita lihat lampu belakang. Ini juga enggak kalah keren seperti tadi saya bilang waktu bahas desain nih. Bentuknya begini untuk lampu rem-nya. Keren ya. Ini emang kotak besar terus dalamnya ada kayak garis-garis gitu. Dan ketika direm dia akan menyala lebih terang. Nah, yang tengah itu keren ya. Lalu untuk lampu senya di kanan kirinya dengan desain begini nih garis tebal gitu manjang ini asli keren banget sih asli dan sorotnya tentu saja terang dan jelas ya dari pengendara di belakang. Oke, sekarang kita lihat speedometernya yang mana sudah full digital tapi masih monochrom gitu dan belum negatif display. Tapi secara info ketika sepanjang perjalanan itu jelas banget ya. Terutama kecepatannya itu okelah, gampang dilihat. Begitu juga dengan odometer dan jam. Dan info lengkapnya apa aja sih? Jadi kalau di tengah ini pasti utamanya tadi kecepatan, kemudian di atasnya jam. Lalu ada odometer yang mana kalau kita klik tombol yang kiri dia akan berubah jadi trip meter cuma dua itu. Lalu di bawah sini ada view meter dan yang kanan sini ini yang unik teman-teman. Ini meski tulisannya ada C dan H ya kayak buat ngasih tahu suhu mesin ya cool atau hot. Tapi di sini beda, Teman-teman. Ini ternyata buat ngasih tahu tegangan baterai. Makanya di situ ada lambang aki di situ ya. Jadi ini kalau lagi jalan pengisian maksimal itu dia akan full. Tapi kalau kayak gini ini lagi berhenti kontak dinyalakan artinya lampu nyala kan tegangannya turun ya. Itu turun gitu. Nih kayaknya salah cetak mungkin ya. Harusnya sih angka gitu ya angka 8 di sini 14 gitu ya. Kayak biasanya tegangan baterai kalau ini malah C dan H. Atau di motor lain jangan-jangan ini dipakai buat info suhu mesin kali ya. Lupa diganti C dan H-nya. Unik sih. Terus di sini ada takometer. Jadi kita bisa tahu waktu di jalan ini motor nyangkut di RPM berapa sih ketika digeber. Ternyata sekitar 6.000-an ribuan gitu, tuh. Lalu info lainnya pastinya ada lampu-lampu di bagian bawah sini. Ini lampu se kiri, se kanan, lampu jauhnya di bagian sini. Lalu ada cek engine di sebelah sini gitu. Dan satu lagi ada lampu fitur ISS, Teman-teman. Kalau kayak di Honda namanya ISS ya atau SS kalau di Yamaha. Ini posisinya ada di bagian bawah sini tuh lambang huruf A hijau yang ada kayak anak panahnya. Kemudian kalau kita lihat di panel saklarnya di stang kanan ini ada beberapa tombol. Ini ada buat hazard terus ini buat lampu utama. Jadi belum aho lampunya ya. Jadi mesti bisa dimatikan. Kemudian ini buat tombol yang tadi fitur kayak ISS dan ini buat tombol starter. Kemudian pindah ke stang kiri. Ini ada buat lampu jauh dekat eh se kiri, se kanan, klakson. Dan kalau lihat bentuk dari panel saklan ini mengingatkan kita pada beberapa motor lain ya. kayak Indomobil Motor Adora ini juga pakai yang persis kayak gini. Jadi mungkin ini eh panel saklar yang universal ya, dipakai oleh banyak motor, terutama yang asalnya dari Cina ya, vendornya ya. Ini juga vendor motornya ini komponennya ada juga yang dari Cina walaupun sudah dirakit di Indonesia gitu. Oke, lanjut geser ke area bawah stang. Di sini ada kunci kontak yang masih manual mekanis gitu bah dan ini enggak ada immobilizer pastinya dan juga belum ada yang buat smart key-nya. Jadi benar-benar masih mekanis ini buat kununci stang dan buka jok juga. Tinggal putar ke kiri ini bisa buka jok. Lalu di sini ada gantungan barang yang bisa dilipat rapi. Dan kalau kita lihat detail-detailnya, kerennya dari motor ini salah satunya adalah baut-bautnya, Teman-teman. Dia pakai baut bintang, ya. Semuanya di body-bodinya nih kayak motor-motor BMB nih. Termasuk di sini, sini semuanya gitu. Lalu di bawah sini ada kayak konsol gitu, cepi sempit aja. Jadi ini kayak buat naruh HP kalau lagi berhenti bisa atau botol minum yang kecil ya. Ini bisa. Dan di dalamnya ada port USB di sini. Ini model type A dan type C. Jadi dua biji tuh. Lumayan ya bisa buat ngecas smartphone. Kemudian ee di bawah sini ada deck yang cukup lebar tapi di sini ada sedikit gundukan ya kayak lambreta gitu. Kemudian kita lihat fitur lainnya masih berhubungan dengan akomodasi ini di bawah joknya ada bagasi yang lumayan lega ya. Tapi emang ada jendolanya gini ya. Jadi di baliknya tuh ada throttle body gitu bagian mesin. Jadi makanya agak naik. Lalu di sini ada bagian lebih dalamnya gitu. Ini kapasitasnya sih lumayan lah buat naruh e jas hujan dan keperluan kalau buat trading ini cukup banget di sini. Kemudian di belakangnya ada tutup tangki bensin yang mana yang menarik adalah ternyata kapasitasnya tuh gede banget teman-teman. 11 lit. Mantap banget ya. Jauh lebih gede dibanding misal Honda PCX yang hanya 8,1 L. Gila, ini 11,5 L kayak motor sport. Dan ini tutupnya unik ya. ada talinya. Jadi kalau pas lagi nyopot enggak khawatir terjatuh gitu, aman. Dan di belakangnya ada behel yang cukup besar dan panjang dan kelihatan juga solid. Ini bisa buat masang dudukan top box gitu sekalian ya di sini. Dan kalau tadi ngomongin soal solid ini plastik-plastiknya termasuk yang tebal kuat teman-teman. Jadi solid ya body-bodinya itu mantap. Meski vendornya dari Cina, tapi ini kualitasnya yang lumayan mantap gitu lah. Kalau diketok-ketok bodinya benar-benar solid banget. Enggak ada itu yang geter-geter. Jadi aman oke gitu. Bahkan termasuk yang logam-logam ya kalau kita lihat di bawah ini kayak ee pelek-peleknya, mesin-mesinnya ee bahkan standar samping, standar tengah itu build quality-nya termasuk yang oke sih. Salut lah, baguslah untuk Woto Velora 150 ini. Nah, fitur andalan berikutnya adalah rem, Teman-teman. Jadi rem di kedua roda di Velora 150 ini sudah andalkan tipe cakram dan menariknya rem cakram belakangnya juga pakai kaliper dua piston teman-teman tuh dan piringannya itu mirip banget dengan milik Honda. Bahkan sampai kalipernya itu mirip banget sampai selang-sangnya tuh identik bangetlah. Demikian juga yang depan ini bisa kita lihat ini piringannya tuh juga mirip banget matic-matic Honda ya kan bahkan sampai yang buat speed sensornya. Terus tuh kalipernya dua piston juga gitu. Dan di sini ada speed sensor buat bacaan speedometer gitu. Dan kalau ngomongin performanya ini rem-nya tuh pakem, oke, empuk. Jadi enggak ada keluhan lah kalau soal remnya. Oke sih, bisa diandalkan banget. Oke, selanjutnya saya maembahas tentang posisi berkendara dan karakter handling serta suspensinya. Tapi sebelum itu saya mau ngomongin tentang joknya dulu nih. Ini joknya tuh dilapis dengan kulit yang keren loh, Teman-teman. Cakep. Jadi, ada dua jenis kulit ya. Di bagian tengah ini ada yang keset gitu dan ada garis-garisnya. Jadi ketika diduduki tidak licin lalu pinggirnya sampai belakang yang modelnya lembut gitu. Jadi kesannya tuh mewah gitu. Dan saat diduduki ini nyaman banget, Teman- empuk. Karena dimensinya juga lebar dan busanya meski tidak terlalu tebal ya, tapi didudukin tuh nyaman. Dan ini tinggi joknya hanya sekitar 750 mm. Jadi buat saya yang tinggya 173 cm bobot 65 kg ternyata masih napak banget ya karena kaki masih nekuk dan karena desain bagian sininya tirus jadi kaki masih nyaman gitu pas turun tuh enggak ngeganj aja enak gitu meski bagian body sini ini sebenarnya mentok di kaki ya tapi enggak ganggu gitu enak-enak aja aman gitu lalu kalau posisi bergeran ke darah kayak gini jadi impresinya stangnya tuh kerasa tinggi Karena orangnya tuh kayak berasa masuk ke dalam motor ya karena joknya memang ceper. Stangnya tinggi kelihatan batoknya besar, speedometernya kelihatan dekat dengan pengendara. Nih posisinya gini. Jadi ini posisi duk yang saya rasa masih santai dan nyaman. Tapi memang jarak jok dan deck jadi kelihatan lumayan dekat ya. Makanya kaki ini paha jadi rata banget gini. Walaupun belum sampai yang kayak jongkok sih, tapi ini emang udah cukup lumayan bikin kalau berkendara di atas 1 jam mulai ada rasa agak pegal-pegal gitu, Teman-teman. Tapi untuk decknya ini mantap sih. Dia dimensinya panjang ya dan juga lebar. Jadi buat sepatu ukuran 44 tuh aman banget. Enak, nyaman. Gini posisi duduknya. Terus karakter handlingnya ini motor ternyata lumayan butuh adaptasi teman-teman waktu pakai. Jadi bobotnya sayangnya di data spek tidak dicantumkan. Tapi kayaknya ini lumayan berat ya. Mungkin sekitar 125 atau 130-an kg gitu. Jadi ee buat handlingnya tuh kalau lagi awal-awal makai tuh kerasa beratnya itu kerasa. Tapi setelah makai di atas 50 km udah adaptasi mulai hafal dengan karakternya itu udah oke-oke aja. Tapi ee karena dimensinya cukup panjang ya, wheelbase-nya juga lumayan. Ini handicap-nya adalah ketika slap-slip di kemacetan ya. Ini tidak bisa selincah matic-matic kecil ya. Kalau kayak dibanding bat gitu ya pasti akan kalah lincah. Tapi tetap aja namanya skutik yah enggak terlalu repot sih. Apalagi sudut belok stangnya juga lumayan besar ya. Jadi cukup membantu menambah kelincan gitu. Terus kalau untuk karakter suspensi ini lumayan surprise teman-teman. Jadi karakternya tuh tergolong empuk, tapi empuk yang bikin stabil ya dalam artian karena karakternya kalau digenjot tuh compression dan rebonya tuh cukup lambat ya, cukup pelan gitu. Jadi memberikan kestabilan meski kalau ketika ketemu jalan yang enggak bampi atau lubang-lubang rasanya kayak beg gitu. Jadi kayak redamannya agak lambat gitu. Jadi impresinya gitu. Tapi overall sih menurut saya ini udah pasti nyaman. Apalagi kalau buat touring luar kota ngebut-ngebut ini rasanya motor jadi stabil banget gitu, angles nyaman. Apalagi tadi joknya juga empuk. Jadi kalau buat jalan-jalan luar kota itu ini pas banget, Teman-teman. Jadi rasanya itu motor stabil, empuk, kalau bahasa jawanya angles gitu. Nyaman gitu. Bles bles bles. Tapi bukan yang ngayun-ngayun berlebihan gitu. Okelah, enak banget. Oh ya, di lain itu ada sisi negatifnya dari motor ini, yaitu ground clearance yang tergolong rendah. Jadi kalau ada gundukan tinggi kayak polisi tidur yang jendol banget itu bisa gasruk. Terus satu lagi posisi standar tengahnya itu rendah juga. Jadi kalau lagi nikung ke kiri lumayan rebah itu stream banget sok jug sampai kaget. Dan standar tengahnya pastinya jadinya baret-baret gitu. Terus oh ya tadi saya belum ceritaan tentang ban. Jadi ini bannya depan belakang sama-sama pakai ring 12 inci dan ukurannya sama 120/70 ring 12. Ini kalau bannya sih enggak ada keluan lah, enggak ada masalah ya. Gripnya bagus, buat diajak belok-belok juga kerasanya bukan yang lawan gitu ya. Jadi oke, enggak ada masalah gitulah. Walaupun ini ban pakai vendor dari Cina ya, mereknya dari CST atau Chengsin Tire. Oke, berikutnya saya mau membahas tentang mesin yang mana kalau diperhatikan dari desainnya ya sampai bentuk knalpot ini kayaknya identik banget dengan mesinnya Vario 150 teman-teman. Jadi mesin empat langkah 1 silinder SOHC du katup injeksi berpedingin cairan itu pakai radiator dengan transmisi CVT pastinya dan kapasitas mesinnya 149, sekian. Tenaga maksimalnya 14 HP dengan torsi 14 Nm. Bedanya adalah kalau dibanding Vario ini sama-sama sih ada lengan kanannya tapi ada dudukan suspensinya. Jadi suspensi belakangnya itu model ganda, Teman-teman. Gitu. Terus impresinya ketika dipakai ternyata enak, Teman-teman. Asik, responsif. Mau dari tarikan awal, tengah, atas itu mesinnya tuh ee ngikutin terus seperti yang dimau oleh pengendara lah. Enggak ada ngoknya, enggak ada kosongnya, ketemu tanjakan. Oke, nyalip juga oke. Rasanya tuh kayak motor yang pakai roller ringan gitu lah. Pokoknya ngerung terus digas tuh langsung wus wus gitu. Enggak ada jeda yang berat gitu. Oke sih enak. Jadi impresinya tuh menyenangkan dipakainya gitu ya. Enak gitu. Terus vibrasinya juga minim, suaranya juga halus. Akselerasinya kalau dites juga lumayan cepat ya. 0 sampai 100 km/h-nya sekitar 20-an detik. Ini teman-teman bisa lihat data-nya di sini. Stop speed-nya lumayan juga 111 km/h untuk motor dengan tampilan retro gini yang cocok buat nongkrong laris segituah cukuplah ya. Apalagi buat tadi nyalip-nyalip gitu enteng aja. Terus kons bahan bakarnya gimana? Nah, ini sih efek dari ngerung terus. Jadi wajar kalau bensinnya enggak bisa seirit yang motor-motor yang pakai lor berat ya biasanya. Jadi ini setelah saya tes dengan metode full to full itu ternyata dapat 1 liternya itu hanya sekitar 35 km teman-teman ya. Cukup rakus ya. Bahkan sedikit di bawahnya Yamaha NMAX yang mana biasanya NMAX juga udah terborgorong rakus. Jadi enggak bisa seirit kayak Stylo atau Vario 160 ya kan. ini hanya dapat segitu tapi kapasit tangkinya 11,5 L. Jadi sekali isi bisa jalan lebih dari 350 kil. Jadi akan jarang banget mampir ke SBU mantap ya gitu, Teman-teman. Jadi kalau mesin oke sih menurut saya enak sih responsif walaupun harus dibayar dengan kondisi bahan bakar yang lumayan boros gitu. Oke, itu dia teman-teman video kali ini membahas tentang Woto Velora 150. Motor yang berkali-kali ditanyakan oleh teman-teman ya di kolom komentar YouTube Otomis TV itu banyak banget yang nanyain kapan dites kapan dites Velora 150. Jadi akhirnya itu tesnya kali ini saya sudah menjabarkan kelebihan dan kurangnya dan saya nambahin satu lagi teman-teman. Jadi kalau secara dimensi ini jauh lebih panjang dan lebih besar dibanding Honda Styler 160 maupun Yamaha Grand Vilano. Ini lebih bongsor banget teman-teman. gitu. Dan tadi saya sudah nyebutkan beberapa kelebihannya ya, terutama dengan harga Rp26,8 juta dapat matic yang desainnya menurut saya oke, menarik terus fitur-fiturnya juga cukup banyak terus mesinnya juga responsif enak meski e ada beberapa ukuran ya. Contohnya kons bahan bakar enggak bisa dibilang irit. Terus kalau dari sisi fitur ya, satu yang minus adalah belum ada sisi safety kayak smart key ya. Ini masih kunci mekanis. Jadi kalau parkirpkir tinggal-tinggal sebaiknya ditambah kunci gembok gitu ya, gembok cakram atau kunci tambahan atau GP striker gitu biar lebih aman. Jadi ya menurut saya sih secara overall ini motor layak sih untuk di pinang. Buat teman-teman yang pengin tampil beda atau tadi pengin punya kayak Royal Alo etos komadi tapi darahnya belum nyampai atau pengin kayak al-ala Vespa Lambretreta ini juga cocok atau buat yang ngidam Honda Georno Plus dari Thailand yang tidak juga masuk ke sini ini bisa jadi alternatif menarik gitu. Oke, itu aja teman-teman video kali ini. Terima kasih buat yang sudah menonton dari awir. Jangan lupa like, subscribe, comment, share. Nyalakan juga tombol loncengnya dan jangan lupa follow juga IG kami utomotif_TV. Kalau IG saya_omotif. Terima kasih. Sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa pakai helm kalau motor.
