Jungkat

Legion Go S RESMI! Handheld Gaming 8 Jutaan, Ryzen Z2 Pertama di Indonesia! (YouTube Video)

  • 18/04/2025

ini Lenovo Legend Go S yang satu ini adalah sebuah Handheld gaming PC terbaru dari Lenovo prosesornya baru pakai AMD ryzen Z2 Go yang didesain khusus untuk perangkat yang satu ini ram-nya 16 GB lpddr 5x 6400 SSD 512 GB dan sudah mendukung SSD ukuran 2280 yang ukuran panjang bisa ya layarnya IPS 8 inci dan punya resolusi full HD plus baterainya juga gede sekarang di 55 w dan harganya ada di Rp8 jutaan saja ya buat kalian yang sudah nonton video liputan ces dari kami yang di awal tahun 2025 pasti udah enggak asing dengan benda yang satu ini ya sebuah Handheld gaming PC dari Lenovo dengan pendekatan yang berbeda dari Legend Go generasi pertama kalau Legend Go dulu kan controllernya bisa dilepas tuh kalau yang ini enggak bisa meski demikian Lenovo tetap menghadirkan banyak hal yang menarik dan baru di Legend Go s t pelan-pelan kita akan bahas semuanya mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu untuk prosesornya dia pakai AMD ryzen Z2 go atau Z2 go ya code name-nya rem brand R arsitekturnya adalah Zen 3 plus fabrikasinya tsmc 6 nanm finfet total cor-nya ada 4 core dan dia punya 8 thread jumlah core-nya lebih sedikit dibandingkan dengan Z1 yang polos ya yang punya 6 Core 12 TR tapi wajar mingat yang satu ini harganya masih lebih terjangkau base clock di 3 GHz dengan maksimum membbost clock up to 4,3 GHz configurable tdp-nya di 15 sampai 30 watt L3 cash memory-nya ada di 8 MB integrated graphics-nya pakai AMD radon graphics dan menggunakan arsitektur rdna2 punya 12 compute unit dengan total 768 shaders sudah mendukung akselerasi av1 decode juga ya ram-nya 16 GB lpdd 5x 6400 dual channel onboard ya tentunya karena onboard jadi enggak bisa di-upgrade ssd-nya 512 gig nvmi pcie Gen 4 dia menggunakan SSD m.2 ukuran 2242 menariknya Legend Go S ini masih bisa menggunakan SSD m.2 yang ukuran 2280 atau yang panjang yang standar menarik nih ya Nah untuk konektivitas wirnya S menggunakan modem rz616 dari AMD ini udah support Wii 6e dan bluetooth versi 5.2 untuk kapasitas baterainya ada di 55 Wat hour ini sedikit lebih besar dibandingkan dengan Legend Go generasi sebelumnya untuk os-nya dia pakai Windows 11 home ya ya jadi yang kita refikal ini memang yang varian Windows 11 Nah untuk body form factornya adalah Handheld PC nah menurut bahasa resminya ini adalah Handheld conso PC atau konsol genggam PC ya materialnya polikarbonat untuk warna ini warnanya putih atau oleh Lenovo disebut sebagai glacier white jadi berbeda jika dibandingkan dengan Legend Go genasi pertama warna putih memang membuatnya terlihat lebih bersih dan elegan akan tapi warna seperti ini akan lebih mudah kelihatan kotor kalau ada noda atau kotoran yang nempel di perangkat ini Tentunya Nah untuk desain Legend gos ini memiliki desain yang simpel seperti perangkat handhal PC lainnya yang membuat beda adalah sudut-sudutnya dari body Legend Go S ini yang cenderung membulat ya terdapat semacam tekstur di area pegangan handhal-nya sehingga membantu meningkatkan grip saat digunakan di bagian belakang terdapat area intake udara dengan desain lubang honeycom yang melebar terlihat Tex Lenovo dan legend di bagian belakang perangkat untuk dimensinya panjang 29,8 cm lebar 12,7 cm dan ketebalannya 2,26 cm di area tertipis dan 4,34 cm di area paling tebalnya untuk untuk bobotnya perangkatnya aja di 735 GR chargernya 185 GR Jadi totalnya adalah 920 GR Nah untuk layarnya ini menggunakan panel IPS ukuran 8 inci jadi memang layarnya ini sedikit lebih besar dibandingkan beberapa Handheld PC lain yang biasanya ada di 7 inci resolusinya full HD plus atau 1920 * 122 pikel aspek rasionya juga udah kekinian di 16 Bing 10 refresh rate-nya up to 120 hz tapi memang belum mendukung fitur variabel refresh rate menurut Lenovo peak brightness-nya ada di Li Har Nit dengan Kar gamut di 100% srgb Nah kalau dari pengujian kami peak brightness ada di 492 nits Ya udah mendekati lah ya Lalu gamut coverage- ada di 99,6% srgb dan gamut volume di 105,8% srgb tentunya layar ini punya kemampuan touch screen yang mendukung multitouch hingga 10 titik nah Legend gos ini dilengkapi dengan dua buah mikrofon yang terletak di bawah area layar Mikrofon ini dilengkapi dengan teknologi noise cancelling untuk kemampuan mikrofon dan noise cancelling-nya kurang lebih seperti ini ya saat ini Saya lagi ada di pinggir jalan yang bisa dilihat ya ramai banget kendaraan di belakang saya ini di sini saya mau menguji kemampuan mikrofon dari Legion gos dan kalau didengar ini sayangnya suara kendaraan di sekitar masih masuk nih untungnya suara saya masih bisa terdengar dengan jelas nah untuk audio Legend Go S dilengkapi dengan dua buah speaker yang terletak di sisi bawah kanan kiri layar dan menghadap ke arah pengguna untuk kualitas suaranya terasa standar ya enggak ada yang spesial di sini mirip seperti leg go generasi pertama di sini juga tidak terdapat software untuk mengubah profil audio atau equalizer jadi agak terasa kurang aja untuk telinga kami meski demikian tingkat kelantangannya sudah tergolong cukup untuk sebuah Handheld gaming PC ya kalau mau mantap sih ya pasang headphone ya Nah untuk konektor dan tombol sama seperti Handheld PC yang lain yang baru keluar ya Legend Go s itu juga sudah dilengkapi dengan dua buah konektor USB 4 type C ya Nah ini menarik ya jadi kita bisa pasang aksesoris atau monitor tambahan sambil dicharge tanpa perlu adapter-adapter tambahan lagi nah di sebelahnya ada lubang audio Jack combo 3,5 mm Lalu ada tombol volume up and volume down kemudian ada tombol power di sini Nah untuk slot micro sd card kita bisa temukan di bagian bawah perangkat ya sekarang kita beralih ke tombol controller dan joystick-nya nah buat yang tadi belum perhatian ya dengan teliti Legend Go S ini controllernya tidak bisa dilepas ya bukan seperti Legend Go generasi sebelumnya jadi ini lebih mirip seperti Handheld PC pada umumnya untuk layout dari controllernya ini seperti biasa menggunakan layout controller Xbox mirip seperti handl PC lainnya tombol-tombolnya ini terasa sangat Solid enggak geser-geser atau enggak goyang-goyang gitu kalau kita sentuh yang sedikit membedakan dibandingkan dengan beberapa Handheld PC lainnya adalah letak Tombol menu dan view-nya ini berada di bawah tombol Legend jadi kebalikan dari handhal yang lain ya buat yang sudah terbiasa menggunakan handlet lain mungkin akan butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dengan layout tombol seperti ini nah di bagian belakang juga kita bisa menemukan tombol makro y1 dan Y2 yang fungsinya bisa kita atur melalui software Legion Space untuk joysti t sudah menggunakan hal effect joystick jadi harusnya lebih awet dibandingkan dengan analog joystick biasa satu hal yang kami suka dari Legend Go S ini adalah tombol Trigger kanan dan kiri yang bisa disesuaikan dengan keinginan kita kita bisa temukan semacam switch kecil di bagian belakang perangkat dekat tombol Trigger yang bisa digunakan untuk mengubah mode tombol Trigger antara short press atau jadi long press misalnya kita lagi main game racing game balapan yang kadang kalau menekan tombol gas atau rem itu butuh 50% aja Nah itu cocok pakai long press supaya kita bisa ses suaikan dengan gas dan remnya saat lagi balapan kalau mau dipakai buat main game shooter atau game action yang butuh respons cepat kita bisa ubah ke mode short press jadi Jari enggak Mudah capek saat kita bermain game ini keren banget sih karena jarang ada Handheld PC yang mode tombol triggernya bisa diubah seperti ini selain tombol controller dan joystick Kita juga bisa temukan semacam touchpad di sini ini mirip seperti Legend goe yang dulu meski ukurannya lebih kecil ada touchpad itu masih jauh lebih baik daripada tidak ada touchpad sama sekali mengingat pengoperasian Windows 11 menggunakan controller itu tergolong agak susah Nah kita bisa Lukan klik kiri di touchpad ini dan touchpad-nya sudah dilengkapi dengan haptic feedback meskipun Getaran terasa hanya sekedar ada aja L di sini ya beralih ke sistem pendingin Legion go s itu menggunakan sistem pendingin aktif dengan Legion called front Tech ya sistem pendingin ini terdiri dari satu kipas dua heat pipe yang terletak di bawah kipas dan heatsink dengan ukuran yang cukup besar intakenya dari belakang dan pembuangan udaranya ke arah atas perangkat oke Sekarang mari kita bahas software pendukung dari Legend Go S yang disebut sebagai Legend Space Sof 1 ini dapat langsung dipanggil menggunakan tombol Legend l untuk fiturnya secara suran masih mirip seperti Legend Space yang ada di Legend Go pertama ada game store yang terhubung dengan games planet kemudian ada menu library yang dapat digunakan untuk mengakses cepat game atau Launcher yang sudah diinstal jika game yang ingin dimainkan sudah terinstal tapi masih enggak ada dalam daftar ini kita bisa menambahkannya secara manual jadi tenang aja enggak perlu khawatir ya kemudian terdapat menu settings yang bisa kita gunakan untuk melakukan pengaturan performa display audio Lihat kapasitas storage mengecek driver update dan pengaturan umum lainnya Menu berikutnya adalah controller Di mana kita bisa melakukan pengaturan tombol controller mengatur Dead Zone joystick mengatur Trigger travel melakukan kalibrasi joystick dan Trigger hingga mengubah backlit RGB pada base joystick-nya Oh ya Legend gos ini juga sudah dilengkapi dengan sensor gyro ya pengaturan fungsi gyro juga bisa kita temukan di software Legend Space lalu untuk user interface-nya Kami merasa software ini sudah sangat matang dan hampir keseluruhan menu serta opsinya bisa dinavigasi dengan lancar menggunakan controller Sekarang mari kita bahas quick settings dari Legend Space yang dapat diakses dengan tombol Legend a ya di sini kita dapat mengakses beberapa pengaturan penting seperti mode performa menampilkan frame rate monitor mengubah resolusi dan refresate layar pengaturan preset controller shortcut system dan menu help atau bantuan navigasi menu-menu di quick settings ini juga terasa nyaman udah siap pakai lah nih software-nya sekarang kita bicara soal aspek performanya untuk pengaturan performa secara garis besar terdapat empat preset performance power saving custom 1 dan custom 2 selain menggunakan preset tersebut kita bisa atur sendiri thermal mode kecepatan kipas dan OS power mode-nya saat thermal mode diubah warna lampu pada tombol power juga akan ikut berubah untuk opsinya ada empat di sini ya yaitu quiet lampu akan menyala warna biru lalu Balance lampu akan menyala warna putih ya lalu performance lampu akan menyala warna merah dan custom di mana lampu akan menyala warna ungu di menu custom kita bisa mengatur spell atau sustain power limit hingga 40 watt SPPT atau slow package power tracking limitnya itu sampai 43 Wat atau fppt atau fast package power tracking limit hingga 53 Wat berikutnya Kita juga bisa mengubah opsi kecepatan kipas dengan dua opsi Smart dan Full Speed selain itu kita juga bisa mengubah opsi OS power atau power mode yang ada di settings pada window dengan tiga opsi performance Balance efficiiency Sekarang mari kita lihat konsistensi performanya pakai sband r23 stabilitas selama 30 menit untuk pengujian kali ini kita akan menggunakan preset performance preset power saving dan preset custom 1 yang kita atur thermal mode dan OS power mode di Balance pertama-tama kita tes saat terhubung ke charger dulu ya Nah untuk skor maksimal di mode performance ada di 6.078 poin di mode Balance ada di 4.797 poin sementara di mode power saving ada di 3.699 poin uniknya skor tertinggi di tiga mode tadi itu bukan ada di Run pertama skor Run pertamanya cenderung lebih rendah dibandingkan skor-skor Run berikutnya Sedangkan untuk skor yang bisa dipertahankan di mode perf ada di 6.000-an poin di mode Balance di 4.700-an poin di mode power saving ada di 3.600-an poin Nah sekarang kita cek kalau kita tidak nyolok ke listrik ya alias pakai mode baterai aja untuk mode performance skornya itu ada kisaran 5.800 sampai 5.900-an poin di mode Balance skornya di Kisaran 4.600 sampai 4.700-an poin dan di mode power saaving ada di Kisaran 3.600-an poin nah skor di mode baterai ini terlihat sangat mirip ya jika dibandingkan dengan skor saat terhubung ke charger secara keseluruhan skornya memang terlihat lebih rendah dibandingkan dengan Legend Go yang menggunakan prosesor ryzen Z1 Extreme tapi ini wajar mengingat prosesor Z2 go ini hanya memiliki 4at core dan 8 threed Lagian harga Legend Go S ini jauh di bawah Legend Go jadi ya bisa dimaklumi lah ya dan sebetulnya untuk sebuah hand health gaming PC yang paling penting itu bukan score benchmark cinebandch tapi performa gaming-nya kan berikutnya kita Cek suhu kerjanya saat menjalankan cineband r23 stability test selama 30 menit di mode performance su CPU itu sempat naik ke 85 Der celus di di awal pengujian tapi kemudian sedikit turun dan bertahan di Kisaran 77 sampai 82 derajat Celcius ini masih suhu yang tergolong sangat aman ya masuk keemjian berikutnya karena ini adalah Handheld gaming PC kita akan mulai dari gaming dan 3dmark terlebih dahulu untuk 3dmark time Spy graphic score pertama-tama kita tes dengan kondisi terhubung ke charger di mode performance ada di 2041 poin di mode Balance di 1715 poin di mode power saving ada di 1371 poin Nah sekarang kalau di mode baterai di mode performance itu ada di 2024 Po di mode Balance di 1593 poin dan di mode power saving ada di 890 poin Nah setelah menggunakan trading Mark time Spy kita juga bandingkan performanya dengan benchmark internal dari cyberpunk 20077 skenario benchmark internal ini berbeda dengan skenario yang bisa kita gunakan untuk nguji laptop ya kita menggunakan setting 1080p low dengan AMD fsr 2.1 di performance hasilnya saat robung ke charger di mode performance rata-rata frame rate ada di 39 FPS di mode Balance rata-rata di 30 FPS sementara di mode power saving rata-rata di 25 FPS lalu kalau kita pakai mode baterai ya di mode performance rata-rata frame rate di 38 FPS di mode Balance rata-rata di 30 FPS sementara di mode power saving rata-rata di 14 frame pers jadi kelihatan ya walaupun di 3mark time Spy tadi score mode Balance terlihat berbeda antara terhubung charger dan tanpa charger di cyberpk ini rata-rata frame rate-nya terlihat sama persis perbedaan yang terlihat sangat mencolok ada di mode power saving di mana saat kita lepas dari charger rata-rata frame rate-nya Itu turun hingga 44%. nah selain menggunakan benchmark internal kita juga tes e game dengan game yang lain seperti biasanya dan untuk pengujian kali ini kita akan tes di dua skenario skenario pertama di mode performance dengan kondisi tercolok ke charger Nah untuk skenario ini kita mainkan game-nya di resolusi full HD ya lalu skenario kedua kita pakai mode power saving di kondisi tanpa charger Nah di sini kita mainkan game-nya di resolusi 800p scanner kedua ini digunakan untuk menggambarkan saat kita sedang ada di luar dan pengin main game PC tapi tetap ingin hemat baterai dan hasilnya kurang lebih seperti ini [Musik] Oke di game terakhir su kerja Assassin's Creed Mirage 30 menit di mode performance su terlihat ada di Kisaran 61 sampai 64 derat Celcius ini sangat aman untuk suhu permukaan di bagian depan area tombol controller di sisi kiri dan kanan suhunya di bawah 31 derajat Celcius untuk area layar di 35 sampai 40 derajat Celcius dengan titik terpanas di area bawah Tengah mencapai 43 derajat Celcius lalu kita Cek suhu permukaan bagian belakangnya untuk area grip suhu tergolong rendah di bawah 30 derajat Celcius area tengahnya juga suhunya di bawah 35 derajat Celcius terlihat suhu 45 derajat Celcius di area Tengah tapi bukan back cover-nya ya ini adalah heat pipe dalam yang terlihat melalui lubang udara Oke sekarang kita lanjut ke Mungkin kalian butuh di sini ya kita Cobain pakai software produktivitas kita coba Adobe premere prosisi iya ya ini software buat ngedit video kalau kita ngedit video 4k60 ya yang durasinya 2 menit 7 detik seperti biasa kalau kita ngetes laptop dengan software Oni selesai dalam waktu 16 menit 31 detik dengan open se sesai dalam waktu 7 menit 6 detik kalau 1080p 60 FPS durasinya sama software on sesai dalam waktu 3 menit 33 detik sementara kalau pakai Open Seal sesai dalam waktu 1 menit 56 Detik Nah untuk suurnya pada saat menjalankan 4K 60 video export dengan open CL suu CPU terlihat ada di Kisaran 62 sampai 66 derajat Celcius Nah kalau kita pakai dinci resolve software video editing class profesional tapi versi gratisnya nih ya masih pakai video yang sama dengan durasi yang sama ya 4K 60 video exportnya itu di 12 menit 56 detik sementara untuk 1080p 60 FPS itu exporting di 3 menit 9 detik sementara su kerjanya kalau kita lakukan 4K 60 video Export itu CPU terlihat ada di Kisaran 63 sampai 67 derajat Celcius Jadi kalau untuk ngedit video sebetulnya 1080p 60 FPS masih cukup oke kok ini ya entah kenapa kalian mau ngedit video pakai ini tapi kalau mau masih bisa ya lanjut untuk storage test ya untuk kecepatan bacanya itu ada di 6.040 MB perss dan tulisnya di 5.271 mb/ ini kecepatan yang tergolong sangat kencang untuk sebuah SSD pcie Gen 4 yang ukurannya 2242 kalau untuk 2280 ini standar-standar aja kalau untuk 2242 ini kencang banget Oke kita lanjut ke pengujian daya tahan baterainya Nah kita set di brightness 150 nits volume 25% dan Refresh rate-nya tetap di default-nya ya 120 hz dan untuk mode performanya kita taruh di Balance ya hasil ya saat digunakan untuk lcal video playbex 1080p Legend gos dapat bertahan hampir 11 jam atau lebih tepatnya 10 jam 55 menit itu cukup lama loh sebetulnya ya terutama untuk baterainya yang enggak gede-gede amat ya ya kalau dibandingkan dengan laptop-laptop yang lain ya Nah setelain untuk video playback kita juga tes saat digunakan untuk bermain game di mana brightness volume dan refresh-nya tetap sama tapi mode performa kita rubah ke performance di sini sekarang kita mainkan Saber Punk dengan setting 1080p low dengan fsr 2.1 di performance selama 30 menit hasilnya baterai berkurang 25% jadi masih ada sisa sekitar 75% ini artinya kita bisa main game ini selama kurang lebih mungkin hampir 2 jam saat menggunakan settingan yang seperti ini udah lumayan Oke nih tapi kalau misalnya mau lebih hemat lagi Bagaimana bisa juga kita mainkan game cyberpk tapi sekarang resolusi kita turunkan ke 800p mode performa dari Legend Space juga kita ubah ke power saving dan kita ubah refreshate layarnya ke 60 Hz ya hasilnya selama 30 menit pertama bermain game baterai hanya berkurang 14% jadi masih nyisa 86%. menarik banget nih ya dengan konfigurasi seperti ini kita bisa main game hingga sekitar 3,5 jam tapi memang kalau di mode power saving ini terasa agak kurang cocok ya digunakan untuk mainin game triple a sebetulnya meski demikian kalau misalnya digunakan untuk bermain game-game indie yang ringan ini oke banget sih Dan mungkin hasilnya bahkan lebih lama lagi Oke sekarang kita tes dia untuk chargingnya Seperti apa 30 menit pertama baterai terisi 45% sementara untuk e dari kosong sampai penuh Butuh waktu 1 jam 32 menit ini adalah hasil yang bagus untuk sebuah handhal PC Nah untuk harganya saat video ini dibuat kalau dicek di official store harganya ada di Kisaran rp8.999.000 dan ini sudah termasuk langganan Xbox game pass selama 3 bulan lalu ada garansi 3 tahun resmi Lenovo Indonesia Oke sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan pertama ram-nya hanya 16 GB onboard jadi ini enggak bisa di-upgrade ya meski demikian mengingat harganya cukup terjangkau kita enggak banyak protes sih Lalu perangkat ini mungkin terasa agak kurang cocok kalau kalian mencari Handheld PC yang bisa menjalankan game triple a terbaru dengan sangat lancar atau mendekati 60 FPS di resolusi full HD ya balik lagi mengingat harganya yang cukup terjang jangkau kita enggak protes di sini ya Nah meski demikian kalau resolusi layar diturunkan ke 1280 * 800 game-game tersebut masih tergolong playable sebetulnya dan kalau mayoritas game yang kalian mainkan adalah e game indie atau casual yang cukup ringan seperti heis balatro atau stardw Valley misalnya ya handhal yang satu ini udah cocok banget tapi kalau memang yang dicari adalah performa Mungkin kalian bisa melirik Legend Go yang generasi pertama atau bahkan mau nunggu yang generasi kedua kemudian yang satu ini belum diengapi dengan sistem keamanan biometrik lalu masih belum tersedia travel case dalam paket penjualannya ini agak disayangkan ya padahal Legend Go itu yang pertama Ya itu menyediakan travel case dalam paket penjualannya ya Kemudian untuk speakernya masih terasa agak kurang aja bagi kami ya untuk sebuah handhal PC tapi ya solusinya ya pakai headphone aja beres kan Nah dari SII menariknya meskipun ryzen Z2 go ini menggunakan arsitektur Zen 3 plus dengan jumlah core dan trade yang lebih rendah dibandingkan ryzen Z1 ya performanya masih tergolong Oke untuk kelas harganya lalu integrated graphics rdna 2 diz go Ini juga masih nyaman digunakan untuk memainkan berbagai game untuk perangkat yang satu ini lalu ssd-nya ini fleksibel bisa pakai yang 2242 dan kalau mau di-upgrade bisa pakai 2280 yang panjang jadi gampang nyari SSD upgrade-nya lalu layarnya IPS ukuran 8 inci resolusi full HD 120 hz 100% srgb dan mendukung touch screen ya ini layar yang ya lebih besar daripada umumnya ya lalu performa baterainya juga cukup bagus untuk sebuah handhal di kelas harganya dan kemudian joystick dan tombol controllernya terasa sangat Solid nyaman banget dipakainya kemudian adanya switch untuk mengubah mode tombol Trigger ini unik banget yang satu ini jadi bisa diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita Lalu ada touchpad-nya yang satu ini penting juga karena navigasi Windows jadi jauh lebih mudah lalu dia punya dua konektor USB type C yang USB 4 tadi ya jadi bisa langsung dipasang ke monitor atau SS tambahan sambil ngecharge tanpa perlu adapter tambahan lagi dan dia bisa digunakan juga layaknya sebuah PC desktop biasa cukup pasang monitor keyboard dan Mouse udah bisa kerja tuh ya mau ngetik mau ngedit foto bahkan ngedit video itu juga masih bisa di sini kemudian bisa instal game PC Dari mana pun ya tidak harus pilih game store yang mana gitu enggak enggak enggak terbatas sama sekali di sini kan dia pakai Windows ya di sini kemudian sudah support Wii 6e dan bluetooth versi 5.2 dan yang paling penting yang saat ini sudah ada garansi resmi dari Lenovo Indonesia selama 3 tahun nah kesimpulannya sekarang Lenovo Legend Go S ini cocoknya untuk siapa pertama jelas untuk Gamer yang pengin bisa main game PC kapanp dan di mana pun ini layak jadi pilihan lalu misalnya Kalian sering traveling naik bus naik kereta atau naik pesawat tapi tetap E mau main game PC cocok banget yang satu ini atau mungkin sering nongkrong atau ngopi di luar dan suka Bosan pengin main game di luar aja itu yang cocok banget atau mungkin kalian pengin main game PC sambil rebahan ya bukan sambil duduk gitu S sambil rebahan yang ini bisa banget juga ya atau kalau misalnya butuhnya PC dastop gimana Nah ya yang satu ini bisa disulap jadi PC desktop juga sih sebetulnya ya enggak nah pada akhirnya Legend Go S ini hadir bukan sebagai penerus dari Legend Go generasi pertama melainkan sebagai alternatif atau pelengkap jawaban dari Lenovo untuk memenuhi permintaan pasar akan handhal gaming PC dengan harga yang lebih terjangkau Jadi jika memang Handheld gaming PC keluaran baru dengan performa yang cukup kencang baterai awet dan harga yang masih cukup terjangkau adalah yang kalian cari rasanya Legend gos ini layak sekali untuk dipertimbang saya Iran jakatipu TV

Lihat di YouTube