LEPAS L8 2025: Nyetir di China dari Shanghai ke Wuhu! (YouTube Video)
Saat ini kami berada di Shanghai, China dan kami akan segera melakukan perjalanan lepas global journey of elegant driving. Jadi, ini merupakan media test drive pertama secara global dan kami salah satu media yang bakalan test drive lepas L CSH. Jadi, seperti apa kesuruhannya? Let's go kita berangkat. Oke, jadi sekarang sudah masuk ke dalam mobil lepas L CSH. Dan ini setir kiri. Kami akan berkendara di negara Cina dan kami akan menuju ke Suchau dulu. Dari Shanghai menuju Suchau. Nanti kami akan terus ganti-gantian menyetir nanti ya kita lihat seperti apa impresinya ee menyetir Lepas L8 ini. Oke, jadi tadi kami mulai perjalanan dengan baterai itu 71% dan range-nya sekitar 70 km. Jadi, mobil ini memiliki baterai capacity atau kapasitas baterainya itu 18 kWh yang bisa menjalankan mobil ini kurang lebih 100 km dengan mode elektriknya. Tapi kami kali ini perjalanan sudah diet ee modenya adalah hybrid. Jadi, model dia akan menyesuaikan nanti kalau seperti ini kami menggunakan mode elektriknya nanti begitu elektriknya habis akan langsung otomatis pindah ke mode hybridnya. Nah, itu suara-suara maps bahasa China yang saya tidak mengerti ya. Dan impresi pertama, begitu menyetir tadi posisi duduk lumayan ergonomis dengan pengaturan jok elektrik dan setir yang bisa tilt dan teleskopik. Meskipun pengaturan tilt dan teleskopiknya tidak terlalu fleksibel ya, masih agak sedikit kurang tapi okelah, cukup okelah. Dan ini posisi setir dengan badan ini agak geser ya. Jadi enggak benar-benar di tengah dia. Posisi setirnya ini agak ke kanan karena kami setir kiri nih sekarang. Jadi dia agak ke kanan sedikit. I sedikit banget. Sedikit banget. Posisi joknya nyaman, empuk joknya, bahan kulit. Dan ya itu aja yang baru bisa saya sampaikan. Sambil berjalan nanti kami akan menyampaikan eh hal-hal yang lainnya terkait Lepas L8 CSH ini. Oke, jadi saya sudah menyetir kurang lebih ee 50 kilo ya, di atas 50 kilo, 80 k mencoba adaptif cruise control-nya. Lalu bandingan suspensinya ya karena baru di jalanan tol ya. nih highway ee so far bandingan suspensinya lembut tapi ya dengan kondisi jalanan di jalan tol seperti ini belum ketemu jalanan rusak. Nah, tapi kurang lebih secara spesifikasi harusnya ini mirip dengan Jeg SHS. Jadi memang ya secara tenaga mesin mirip-mirip, secara kapasitas baterai juga sama kurang lebih 18 kW hour. Mesinnya juga 1500 cc turbo. Front wheel dengan single motor di depan. Untuk jarak tempuhnya dengan kombinasi mesin bensin dan listriknya kalau di Charge full juga 1300 km klaimnya. Jack juga sekitar segituan. Jadi saya rasa mungkin ini platformnya mirip-mirip ya dari instrumen clusternya, dari sistem multimedianya. Ini juga bentuknya mirip sama Ja C7 ya. Layout-nya sama si Peris Cherry Group. Oke, layout-nya sama. Ininya juga sama nih Joo J7 yang model vertikal seperti itu. Tapi kalau di jalan tol seperti ini saya ngerasanya bahwa ini bantingannya lebih empuk dibandingkan Ja7. Ya, so far sih seperti ini yang saya rasakan. Lanjut lagi nyetir. Nanti kami akan gantian juga dengan media lainnya. Sementara kami melanjutkan perjalanan dan saya bergantian menyetir dengan media lainnya. Lalu saya mendapatkan jatah menyetir lagi ketika malam hari. Oke, akhirnya nyetir malam juga di negara Cina ini. Dan tadi kami udah berkendara dari Shanghai menuju Shuzo. Itu eh perjalanan ya kita melewati sedikit berkelok-kelok pinggir danau dan sekarang kami menuju ke Mogansah untuk akan bermalam di sana. Selanjutnya esok hari akan dilanjutkan perjalanan ke Wuhu. Dan kami sekarang sudah menempuh jarak kurang lebih 300-an km dari hotel di Shanghai. Dan untuk konsumsi energinya itu untuk last 50 km itu 19,6 km/l. Jadi kalau di mobil ini tidak ada average consumption secara keseluruhan setelah kita riset ya. Jadi, average consumption-nya itu konsumsi rata-ratanya itu di 50 km terakhir. Nah, datanya adalah 19,6 km/l. Kami berjalan ya di bawah speed limit sedikit. Nah, ini kena speed limit 120 km/h ya. Kami jalan kurang lebih 110, 115 sampai 120 km/h. Oke, so far berkendara dengan Lepas L8 PHV ini cukup mudah juga untuk dikendarai. ee bantingan suspensinya. Seperti yang saya bilang di awal tadi, setelah saya juga nyoba jadi penumpang di depan dan sekarang kembali menyetir lagi. Bandingan suspensinya termasuk terbilang empuk ya dibandingkan kalau misalkan dengan Jego J7 memang beda karakternya. Kalau Jago J7 lebih ke mobil offroad yang lebih ke adventure. Kalau ini memang lebih ke arah premium. Jadi setup suspensinya empuk dan nyaman untuk digunakan. Joknya juga empuk ini. Ini enak banget joknya. Lalu untuk lampu depannya sudah LED. Dan ini penerangannya juga ee lumayan terang ya, cukup terang ee meskipun jalanan di Cina ini highway-nya juga jarang-jarang lampunya. Ini baru beberapa ada lampu, tapi ee di luar persimpangan dia enggak ada lampu. Jadi cukup baik untuk menerangi jalanan di tol Cina ini. Oke, kalau begitu saya lanjut nyetir sampai ke hotel dulu untuk bermalam. Selamat pagi. Jadi, kami semalam nginap di Mogansya Mountain dan pas datang udah keburu hujan jadi enggak bikin konten e pas begitu nyampai di lokasi penginapan ini ya kira-kira kami semalam nyampai di jam malam lalu langsung istirahat. Nah, sekarang pagi ini kami sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan lagi menuju Wuhu. Tapi kami akan berhenti dulu di Suanceng. Pokoknya jalanan e pegunungan. Jadi kami hari ini ee rutenya adalah jalan tol, highway, freeway, dan ee berkelok-kelok di perbukitan atau pegunungan. Ya, kami akan terus berganti-gantian dengan tim media lainnya karena kami ee satu mobil ya. Jadi di hari pertama aja kami pisah mobil dengan ee media dua media lainnya. Tapi di hari ee di siangnya dan sampai hari ini kami satu mobil untuk media Indonesia. Oke. Nah, ini mobilnya di belakang dan di sini ya ada charging station tuh di parkiran tuh ada 1 2 3 dan ada empat. Jadi bisa sambil nge-charge ketika lagi parkir. Dan ini colokannya adalah AC. Jadi bisa sambil nge-charge. Nah, di sini juga lepas R8 ini karena sebenarnya ini hitungannya masih test car ya yang memang kita salah satu media pertama secara global untuk e media test drive. Jadi ini bukan mobil yang akan di-deliver ke customer karena mobilnya masih sambil dievelop. Kami juga dimintain untuk kasih input, kasih masukan apa yang perlu di-improve, apa aja kekurangannya. nya. Jadi untuk masukan dari tim Lepas juga mungkin nantinya bisa di ee improve atau bisa diperbaiki kalau bagian-bagian yang minornya. Nah, seperti penamaan kalau di China ini dia masih pakai CSH ya. CSH itu sebenarnya Cherry super hybrid yang merupakan adalah sistem yang merupakan sistem plugin hybridnya Cherry ya. Ini karena Cherry Group jadi masih pakai penamaan CSH. Tapi katanya untuk masuk Indonesia nanti akan menggunakan nama lain. Jadi bukan pakai nama CSH ya. Seperti kayak JKU juga sebenarnya sistemnya kan sama kayak Cherry Super Hybrid tapi mereka punya penamaan eh SHS super hybrid system. Tapi kalau diilepas R8 yang mobil kami tes kali ini adalah CSH. Jadi nanti akan menggunakan nama baru. Oke lanjut perjalanan akan ganti-gantian terus sama media. Oke, jadi ini sekarang kami melalui jalur pegunungan dan saya di kanan tapi enggak nyetir karena ada Mas Idris yang nyetir. Nah, ini kami lagi menggunakan mode full elektrik ya. Jadi kalau di Lepas L8 ini modenya adalah EV dan ada ceklistnya lagi untuk extreme pure elektrik untuk bisa memaksimalkan eh tenaga listriknya atau motor listrik ya. Jadi bukan seperti mode yang ada di JQU yang EV plus namanya. Jadi ini namanya EV. Terus kita mesti ceklis lagi extreme pure electric. Nah, tadi nanjak-nanjak juga effortless banget ee motor listriknya ya. Karena tenaganya juga besar meskipun kami belum mendapatkan secara resmi tenaga motor listriknya dan max power-nya berapa. Cuman nanjak-nanjak sih dari tadi kami pakai tenaga listrik itu Fortress banget. Nah, ini sekarang lagi turunan. Saya sudah set ke generative braking-nya yang high supaya mendapatkan e regenerative break yang tinggi juga untuk nge-charge baterainya lagi ketika turunan. Oke, pemandangannya bagus. Ini banyak bambu-bambu. Oh, ini negeri negeri panda ya. Banyak bambu makannya daerah Cina. Lanjut perjalanan lagi. Nah, ini lagi berhenti di rest area. Eh, saya akan gantian nyetir lagi dari tadi di kursi penumpang depan. Sekarang dari rest area ini menuju ke Wuhu untuk menyelesaikan perjalanan kita kali ini. Langsung aja kita nyetir. Oke, melanjutkan perjalanan. Saya sudah bergantian tadi nyetir dengan media lainnya dan saya akan menyampaikan beberapa kekurangan yang saya temui selama berkendara menggunakan Lepas L8 Plugin hybrid electric vehicle. Ini yang pertama saya noti bahwa eh pedal remnya ini sensitivitasnya agak kurang enak ya untuk digunakan. Jadi kalau kita injak remnya sedikit dia mobilnya kayak agak kurang berhenti. Tapi kalau kita injak agak dalam mobilnya agak terlalu ngerem gitu. Jadi ee itu yang agak kurang di bagian ee pengeremannya. Lalu untuk fitur ADAS-nya, adaptive cruise control ini meskipun saya sudah set di jarak yang paling dekat, tapi dia masih terlalu jauh menurut saya. Jaraknya tuh bisa 5 sampai 6 mobil ya. ee jarak antara mobil depan dengan mobil kami. Jadi kayaknya kalau masuk ke Indonesia itu akan sering dipotong sama mobil-mobil atau truk atau bus gitu ya kalau dipakai di tol dalam kota atau tol Indonesia karena jaraknya itu terlalu jauh. Andai bisa lebih dekat seperti mungkin jarak dua atau tiga mobil. Saya rasa itu lebih aman dan lebih oke. Oke, coba kita lihat handlingnya. Coba kita tekuk. Wah. Oh, oke. Penumpang di belakang ada terak-terak. Seru banget. Seru banget. Oke. Jadi meskipun bandingan suspensi mobil ini terbilang empuk, tapi handlingnya cukup presisi. Ya, meskipun tadi tidak terlalu high speed juga, cuman diajak belok seperti itu ada wheel squel sedikit tapi masih bisa menikung mobilnya. Dan body roll-nya ada. Body roll ada karena bandingan suspensinya empuk. Cuman dia masih enak untuk diajak belok seperti ini tuh. nurut aja gitu kalau dibelok kiri lagi tuh. Sejauh ini handling-nya juga cukup mantap nih mobil. Dan untuk kekedapan kabin ya kemarin saya mention bahwa kekedapan kabinnya baik, ternyata dia memang menggunakan kaca double glass di bagian depannya. Oke, jadi ini kami akan melewati sungai. Airnya enggak terlalu tinggi sih, tapi kita pelan-pelan aja di sini. Uh, keren. Wei, ya ini cuman ya kurang lebih setengah ban aja sih. Airnya enggak terlalu tinggi. Mantap. Keren. Harusnya sih mereka dapat fotonya nih. Oke, jadi saat ini saya sedang berada di bangku baris keduanya dan saya duduk di tengah. Nah, bagaimana kelegaan ruang di baris keduanya? Ini lega banget sih. Tuh, Anda bisa lihat ini jarak leo-nya segini. Jauh sekali. Dan saya bisa hampir selonjoran nih kakinya ya. Tapi memang ketika kami duduk seperti ini, nah ini tidak tertopang dengan baik di bagian bawahnya. Tapi kalau untuk leg room-nya sih ini juara ini. Meskipun ya ini agak maju untuk jok depannya, tapi kalau joknya let's say jok depannya kita mundurin kurang lebih segini. Ini juga masih jauh banget ya. L ch room-nya lega banget nih. Ini mobil ini panjangnya 4.688 mm. Jadi membuat leg room-nya juga lega. Untuk wheel base-nya dia 2.800 mm. Wow. Ini untuk headroom-nya juga ini sangat lega dengan tinggi saya 165 cm. Dan di sini ada panoramic sunroof. Ya, meskipun udah ada panoramic sunroof, tapi masih lega banget. Mantap. Oke, akhirnya sampai juga di Wuhu. Ini kita udah kumpul di semua di sini. So far mobilnya ya bantingan suspensinya empuk dan kelegaan di baris keduanya juga luar biasa. Kira-kira kapan ya mobil ini masuk ke Indonesia dan harganya berapa? Kita tunggu aja. Jadi Lepas L8 ini sudah punya fitur automatic parking assist. Jadi ini mau didemonstrasiin tuh tanpa driver. Ini setir kiri ya. Itu drivernya tadi barusan keluar dikontrol pakai remote-nya atau kuncinya. Dan ini bakalan parkir secara otomatis tanpa driver sama sekali. Kita lihat apakah parkirnya lurus. Nah, ini masih di tengah-tengah nih. Harusnya dia benerin lagi nih. Nah, dia maju. Dia akan beresin parkirnya sesuai garis. Wah, majunya jauh juga tuh. Belok kanan.
