Lighting Desain Kantor Bisa Menang Award International?! (YouTube Video)
Hai guys, balik lagi di BB Basis. Kali ini kita special episode karena kita akan ngobrol bersama salah satu lighting designer Indonesia dan kita akan membahas bagaimana pencahayaan dapat mengubah total experience dalam satu ruangan dan estetik bangunan. Bukan hanya soal terang dan gelap, tapi juga tentang rasa, suasana, dan bahkan berkeranjutan. Yuk, kita langsung ketemuin lighting desainernya. Oke, Teman-teman. Sekarang kita udah bersama Pak Feri Gunawan dari Feri Gunawan Designs. Eh, Pak Feri salah satu lighting desainer buat proyek kapal api di sini. Mungkin boleh diceritain enggak, Pak? Kalau dari segi konsep ee desain dan ee pencahayaan itu sendiri itu ee gimana sih disampaikan lewat proyek ini? Konsepnya lagi itu simpel karena gedungnya sih udah iconic ya. Gedung yang pertama itu dengan atap kayak perahu itu udah ikonik di Tanah Abang sini. He. Jadi saya membuat parameter sendiri. pertama arsiteknya juga Stark lah ya. Kita boleh bilang Stark Posmas. Eh, jadi gedungnya arconic, e arsiteknya juga bukan arsitek sembarangan. Jadi saya tentu memberikan parameter yang kuat buat saya. Artinya apa nih parameter lighting yang kuat gitu? Pertama saya lihat pasti saya mesti highlight eh architecturnya Pak Cosmas. Hm. Kedua, saya enggak mungkin memberikan lampu dari depan karena gedungnya udah jadi. Saya enggak mungkin menampalkan menambahkan lampu atau lighting di tampak gedungnya. Kan berarti kan masih ngebor atau pomembuat lubang di fasad. Iya atau menempelkan sesuatu yang baru enggak mungkin. Tapi kalau kita cuman pasang sesuatu spotlight misalnya di depan gedungnya doang mungkin bisa malah jadi sumber silo ke dalam gedung. Scop lighting saya lagi itu sih dua. Ee pertama untuk dua gedung ini adalah gedung A dan gedung B itu fasadnya aja eksterior. Terus ada lobi. Lobi kecil ini yang lobi yang kita sekarang berada ini ee atriumnya aja. Jadi special lighting-nya buat di atriumnya aja gitu. Oke. Ee untuk fasad saya malah bergerak dari interiornya. Oh oke. Jadi saya mesti paham interiornya kayak apa dulu. Heeh. Terus penambahan lighting-nya dari interior yang keluar ke fasadnya. Oh gitu menariknya gitu. Susahnya di situ jadinya. Jadi untuk architectural fasad saya berangkat dari interior design. Challenge yang ini berbeda dengan yang fasad itu. Kalau yang ini kan kalau kita lihat sekarang jadinya ini kan e basically ya dua material lah ya. Satu material utama yang kuat sirip-sirip kayu dengan rongga-rongga dan e boks-boks hitam lah ya kayak gitu. Pencarian yang saya pikirkan saat itu adalah sebenarnya simpel. Kita kan punya sirip-sirip ya. Walaupun siripnya bermodul saya maunya pasti siripnya yang terhighlight. Kalau bisa, kalau bisa lighting-nya enggak kelihatan kalau bisa. Karena challenge-nya adalah e di belakang modul ini kan ada pasti ada tulangan atau rangka buat pegang modulnya. I, tapi di lantai satu di belakang modulnya itu ada kaca untuk ruang meeting. Jadi mereka enggak bisa akses dari belakang buat maintenance. Heeh. Jadi mesti cari detail yang ee seminimalis mungkin tapi efisien. Mm dan bisa dimaintain setelah terpasang. Hm. Gitu. Itu sih pendekatannya gitu. Kalau untuk eh lighting desainnya sendiri gitu. Kalau ee biasa tuh dilibatkan di awal banget atau pas udah jalan sih kayak prosesnya pembangunan bangunan ini? Kalau selama ini yang saya alami rata-rata udah jalan dulu. Hmm. Memang juga membantu juga tapi kalau bisa belum selesai. Jadi minimal ee yang paling ideal buat lighting desainer itu udah berjalan, arsitek udah jalan, udah approval kita masuk. Heeh. Atau menjelang approval design kita masuk. Heeh. Karena bisa aja kita sedikit sedikit sekali kayak mentwick lah untuk kebutuhan lighting ada arsitektur yang kena sedikit. Biasanya perlu perlu ee kerja sama dengan dan kolaborasi dengan si arsitek juga gitu. Jadi kita tahu nih kalau misalnya udah mau approval kan berarti arsitek udah jalan dulu nih. Dia udah punya konsep yang kuat terus sudah hampir 80% ya atau 70% 80% sudah disetujui sama owner kita masuk. kita enhance lagi arsitekturnya dengan lighting itu biasanya paling ideal. Ah, oke. Iya. Tapi ada juga yang beberapa klien itu minta dari awal itu juga oke. Jadi, dinamika si arsitek kita ngikutin. He. Karena semakin kita tahu cara berpikir si arsitek, kita semakin ee mudah. Oh, lighting-nya mesti begini nih. Karena ternyata pola pikirnya si arsitek atau desainer begini arsiteknya. E, e lightinglighting-nya harusnya begini. Heeh. Kita langsung backup, kita tahu pasti gini. Oke, gitu. kira-kira habis itu kita komunikasikan desainnya ke klien sama si arsitek gitu. Itu paling enak sih untuk proyek ini. Itu ada strategi keberlanjutannya enggak kira-kira? Kalau lagi itu sih dari klien tidak ada permintaan seperti itu. He. Cuman sebagai desainer kita tentu ada agenda itu juga. Nah, strategi yang saya gunakan adalah terutama untuk gedung A ya yang lebih lebih pendek dan udah udah berdiri lebih dulu. Eh, strategi saya simpel. Ini kalau ada penambahan lighting berarti kan ada penambahan daya, ada penambahan maintenance lagi. Heeh. Dan itu saya mau coba buat seminim mungkin. H gitu. Seminim mungkin. Apapun yang minimnya pertama minim dari sisi KEX, capital expenditure pertama enggak boleh mahal. Makanya saya strategi pasangnya di interior. Karena pasang interior bisa pasang setelah jam kerja atau weekend lebih mudah ya kan? Tinggal masuk per lantai. Itu pertama ee strategi pengerjaannya dulu instalasi. Terus setelah terpasang maintenance juga pasti lebih mudah. He karena kan ya simpel masuk ke dalam kantor aja. Kalau ada yang putus, ada yang mati gampang. He. Terus e yang ketiga yang berlapis itu penggunaan daya setelah terpasang banyak enggak? Dan kalau saya enggak salah ingat, ee setelah didesain semua dan dihitung penambahan daya listrik yang diperlukan untuk lighting fasad. He. Kalau enggak salah ya nanti saya mesti cek ulang. Kalau enggak salah itu enggak mencapai 1% atau 1%. Oh, itu salah satu pendakan pendekatan keberlanjutan saya gitu. Jadi bukan berarti Iya. Iya. kita harus membuat lighting desain buat suatu gedung yang ikonic seperti gedung ini. Kita perlu mengeluarkan biaya banyak, kita perlu ee menggunakan daya yang sangat banyak juga enggak? Ini bisa gitu minim ya. Ini sangat minim. Sangat minim. Makanya setelah terjadi bisa kita prove di situ eh lighting design yang sudah dipasang mau dan sudah dipasang ke seluruh satu gedung direplikasi di gedung yang ini gedung B yang lebih tinggi gitu karena mereka sudah tahu bisa terpasang enggak terlalu mahal malah mungkin sangat minim gitu dibanding I ya ya biaya yang bisa dikeluarkan untuk hal lain lah maksud saya gitu dalam operasional gedung ya gitu itu strateginya keberlanjutannya di situ. Eh, makanya apakah eh itu salah satu alasan eh Pak Feri bisa menang eh di International Award itu ya, Pak? LIT ya. Iya. Iya. Proyek ini menang Lead Lighting Design Award tahun 2023. Di akhir 2023 memang dan kebetulan di em narasi atau pertanyaan dari panitia memang harus ada pendekatan keberlanjutannya. Ah, dan itu yang saya tulis. Jadi saya tulis kita pakai LED yang sangat rendah watt-nya, terus penambahan cuma berapa banyak gitu. Kalau enggak salah saya tulis itu. Jadi minim minim gitu. Wah, congrats ya, Pak. Thank you. Thank you. Awardsnya dari awards itu masuk dalam launching bukunya Bapak ya. Mungkin boleh dipill enggak nih kira-kira tuh dalam buku lighting design e apa sih yang ee bisa dipill gitu di dalamnya? Yang buku ini menarik banget. Eh, ini akan menjadi buku tentang lighting design dan lighting designer pertama di Indonesia. Iya. Eh, diprakarsai oleh Pak Abi Hasan dari Lumina. Nah, beliau tuh punya ide eh lighting desain ini udah saatnya nih muncul nih di Rancah Desain Indonesia lah. Terus kita sudah punya beberapa lighting designer yang pernah menang Lighting design Award secara internasional. Hm. Nah, itu deh awalnya gitu. Terus e dipilihlah oleh Pak Abdi beberapa teman termasuk saya dan proyek ini di dalam buku itu. Nah, buku itu akan membicarakan tentang perjalanan Lighting Design Indonesia dan eh toko-toko Lighting desainer yang menang award itu. Ada delapan yang terpilih gitu. Nah, isi bukunya sebenarnya itu. Buat buku itu sendiri ee ada enggak sih mungkin pesan apa yang mau disampaikan ke masyarakat Indonesia gitu misalnya? Jadi buat saya di buku itu yang saya belum kupas lebih dalam adalah ada tiga sebenarnya yang saya mau kerjakan terus-menerus kalau bisa gitu. Tiga guiding principle lah untuk Half Light ini. H kalau bisa dibilang manifesto mungkin bisa. He yang pertama itu eh oscillation and modulation of light. Kita ngomong yang pertama cahaya. Oke. Oke. Cahaya itu bisa diatur sama kita. Heeh. Yang kedua yang mungkin jarang orang perhatikan adalah shadow atau bayangan. Jadi guiding principle kedua adalah contemplation in shadows. Shadows kontemplasi di dalam bayangan area bayang-bayang. I menarik ya kalau ada rumah-rumah atau tempat-tempat tertentu yang shadow-nya memang diperhatikan bukan cahayanya. Hmm. Gitu. Kalau yang ketiga ada kita kan sudah tahu nih ada teknologi yang disebut LED dan perkembangannya cukup pesat ya. Dan dalam LED itu ada yang berwarna. Heeh. Kita bisa main dengan warna enggak sekarang? bisa enggak seperti zaman dulu. Nah, guiding principle yang ketiga adalah eh curation of lighting spectrum. Uh, oke. Jadi, kita enggak main asal spektrum warna berarti ya. Iya, spektrum warna dari cahaya. Jadi bukan berarti kita punya cahaya dan warna, kita main ya udah warnanya ini nih nih. Kita enggak juga, kita mesti kurasi warna tersebut yang menghadirkan apa sih yang the best emm desain buat ruang tersebut gitu. Enggak mungkin semua warna cocok, enggak mungkin semua skema dynamic cahaya cocok juga kayak begitu. Oh, I see. Wah, nanti itu yang mau saya SP lebih sebenarnya di sini gitu. Wah, nanti bisa lihat detailnya lagi ya langsung pas habis launching bukunya ya. Iya. Iya. I see. Kalau misalnya kayak dari proyek ini nih e dengan kayak mungkin tiga guiding principle tadi itu bisa enggak sih, Pak kita terapin di ee di perumahan gitu? Misalnya kita mau desain rumah gitu bisa banget. Justru mungkin kadang-kadang rumah itu sedikit overlook sedikit ya. Walaupun ada teman-teman arsitek yang udah udah apa ya ee perlu merasa perlu tapi kadang-kadang kita kan udah saking banyaknya yang mesti diperhatikan mungkin lighting sedikit terbengkalai mungkin mungkin ya mungkin diduakan gitulah ya. Iya atau mungkin agak bukan prioritas utama. Iya biasa kan arsitek masuknya ke material susunan ruangnya gitu kan. Betul. Heeh. tropicality-nya gitu kan. Nah, mungkin lighting eh kesekian deh gitu. Nah, tapi lighting itu punya potensi sangat besar untuk lebih mengangkat proyek tersebut lagi. Hmm. Baik dari daylight maupun artificial light. Hmm. Gitu. I itu bisa banget sebenarnya. Pak Feri, kalau misalnya di rumah itu ee bagian mana sih yang paling ee disepelein gitu loh yang mungkin dalam ee pencahayaannya gitu? Dispelein mungkin enggak, tapi mungkin perlu pendekatan holistik atau menyeluruh ya. Heeh. Karena rumah tinggal itu personal ya. Iya. Dan setiap dari kita sebagai penghuni rumah, kita punya yang namanya em ritme biologis yang namanya circadian rhythm. Hmm. Nah, itu kita mesti mampu sebagai lighting designer lah ya. Mesti mampu gimana mengakomodasikan sircadium romm itu ke dalam rumah tinggal. Jadi bisa enggak rumah tinggal itu secara desain nih dari pagi kita bangun kita perlu daylight ruangan-ruangan tertentu perlu daylight yang cukup. Heeh. Terus ee untuk aktivitas daylight cukup optimal. Iya. Itu perlu light designer sebenarnya. Light designer yang ngerti daylight. Terus setelah matahari terbenam kan pasti ada aktivitas juga. Kita enggak serta-merta begitu terbenam kita langsung tidur. Enggak juga ada perpanjangan hari. Nah, itu kan perlu artificial light. Tapi artificial light yang kayak gimana nih? Misalnya ya habis makan malam mau kerja lagi bisa juga, tapi kalau mau santai di ruang keluarga bisa. He. Atau mau melakukan hal yang lain bisa, mau masak lagi atau apa bisa juga. Itu kan perlu pendekatan khusus ya secara lighting ya. I terutama yang sangat personal juga bagi penghuni rumah tersebut gitu. Ada banyak banget kriteria-kriteria yang bisa diterapkan ke lighting design yang mungkin mungkin selama ini terlewatkan mungkin ya. mungkin gitu karena mungkin itu secondary approach itu di luar arsitekturnya. Itu sih menurut saya sih. Jadi ada ada pesan enggak mungkin buat yang ee teman-teman di sini yang nonton yang lagi mungkin pengin bangun e rumahnya, pengin desain rumahnya dan mungkin enggak ngerti gitu loh. Pengin yang bagus tapi enggak ngerti sebenarnya lighting itu salah satu aspek yang penting gitu untuk desainnya gitu. Ada enggak pesannya buat? Pesannya sih lighting designer itu sekarang sangat dibutuhkan karena lighting desain itu terkait dengan wellbeing pengguna. Heeh. Juga dengan tingkat kenyamanan pengguna. Kita juga bisa pendekatannya ke klien dari segi penghematan daya, dari segi keberlanjutan dari proyek tersebut. Heeh. Jadi lighting itu merambah ke mana-mana dari segi desain. Kita ada beberapa proyek gitu ya di luar rumah tinggal kita bisa kita harus support landscape desainer. Heeh. Kita harus support interior desainer I, kita harus support arsitektur arsitek arsiteknya. Heeh. Gitu. Itu semua perlu rating yang sangat baik. Iya. Sangat optimal dan itu perlu banget kerja sama ee dari masing-masing konsultan ini bagaimana menghadirkan karya-karya mereka baik interior, arsitek, maupun landscape dengan cara terbaik dari sisi lighting. Jadi, lighting itu enggak bisa diabaikan. Sangat penting sekali gitu. Itu sih pesan utamanya sih. Nah, nanti ee form pemesanannya kalau teman-teman tarik entar minta di sini di link ini ya gitu. Boleh. Boleh. Terus nama bukunya itu look sit lu se look sit. Lookit. Saya enggak tahu kenapa ininya gitu, tapi itu menariklah nanti. Oke. Dan buku ini akan di launching di tanggal 20 Juni 2025. Oh, bentar lagi, bentar lagi. Nah, nanti ada ee form pemesaraan. Bisa juga kalau teman-teman mau hadir ada link registrasinya. Heeh. Heeh. Akan di launching di ee di Kemang. Heeh. Di galeri dialog. Oke. Dialog e tanggal 20 Juni jam 5.00 sore. Oke. Gitu. Bagi yang tertarik buat teman-teman yang tertarik lighting desain bisa nanti registrasi dan hadir di acara tersebut. Boleh tuh, Teman-teman. Terus bisa kalau pesan bukunya nanti bukunya akan diserah terimakan di saat itu. Heeh. dan akan ada tanda tangan dari teman-teman lighting desainer yang lain. Oh, oke gitu. Bisa kenalan juga gitu sama kita-kita yang lain juga gitu. Menarik. Mau nanya-nanya lebih detail lagi soal lighting langsung ya. Iya. Kalau misalnya teman-teman pengin lihat e karyanya Bapak tuh yang yang lainnya kira-kira bisa lihat di mana nih Pak? Oh ee bisa lihat di tiga tiga area. Yang pertama website saya eh www.verigunawandesins.com langsung saja. kedua eh di IG IG tapi e mungkin snipets atau snapshot dari prek yang berjalan he atau ide tentang lighting itu di IG FI Gunawan Desains juga H atau di LinkedIn LinkedIn itu Feri Gunawan cari aja Feri Gunawan. Oke thank wah mantap banget nih. Thank you buat sharing-sharingnya, Pak. Mungkin itu aja teman-teman buat hari ini. Jangan lupa untuk komen kalau ada yang mau nanya, like dan juga subscribe. Dan see you in the next video. Bye byye. Thank you. Bye. by
