LITE yang ini... BEDA! - vivo V60 Lite (YouTube Video)
Kata light selalu identik dengan sesuatu yang lebih rendah daripada versi regulernya. Jangankan buat orang lain, saya pun akan menganggap versi light itu bukan buat saya. Karena di mata saya versi light itu ya pasti kurang. Intinya sih stigmanya udah kebentuk kayak gitu ya. Tapi HP yang satu ini agak lain. Saya bilang agak lain karena memang penuh dengan kontradiksi. Katanya light tapi ternyata bingunglah saya tuh. Misalnya baterai, HP ini punya baterai dengan ukuran yang gede banget, 6.500 mAh. Ini di mana lightnya coba? Saya coba pakai HP ini sekitar 1 minggu ya. Dan sumpah baterainya itu awet banget. Bahkan saya coba tes pakai aplikasi benchmark, HP ini bisa bertahan sampai 21 jam lebih. Sesuatu yang sangat bertolak belakang dengan kata light. Dia juga bisa dicharge dengan sangat cepat. Dalam pet penjualan ada kepala charger berukuran 90 watt flash charge yang bisa ngisi baterai dari 5 sampai 100% dalam waktu 35 menit dan terisi penuh dalam waktu 1 jam 6 menit aja. Bisa bayangin enggak betapa cepatnya ngisi baterai berukuran 6.500 mAh yang penuh dalam waktu 1 jam. Ini epik sih. Bahkan HP ini punya baspass charging loh kalauk-kalau kalian mau pakai HP ini sambil main game. Jadi daya charger akan dipakai langsung tanpa harus masuk ke baterainya dulu. Biar apa? Iya betul. Biar umur si baterai jadi lebih lama. Dan kayaknya ini pertama kalinya saya merasa nyaman dengan HP berembel-embel light. By the way yang bikin nyaman itu enggak cuma soal baterainya ya. Karena banyak banget hal yang bikin saya bisa pakai HP ini tanpa keluhan. Contoh lain adalah performanya. HP ini pakai SOC baru yaitu Dimensity 7360 Turbo. Kata di belakang seri SOC biasanya adalah penanda bahwa SOC tersebut dapat sentuhan customisasi dari brand. For your information atau FYI, seri 7000 dari Demon City ini adalah seri SOC hemat daya ya, tapi punya performa yang ngebut termasuk SOC ini. Selama pakai HP ini, saya sama sekali enggak nemu masalah yang bisa dikeluhkan. Sejauh ini performanya smooth, ngebut, lancar. Entah itu dipakai buat main media sosial atau bahkan buat main game. Secara angka SOC ini ngebut untuk Kantutu dia dapat skor R890.000-an. Untuk Geekbench performa single core-nya ada di 1032 dan performa multiore-nya ada di 2.964. Sistem pendinginan di HP ini juga menurut saya bekerja dengan cukup optimal dalam penggunaan intensif. Enggak berasa ada panas yang ganggu. Bahkan performanya enggak menunjukkan gejala throtling. Ya, terbukti dari aplikasi 3D bench stability-nya perkasa di 99,5%. Anjay, Perkasa. Kenapa gua pakai di situ ya? Buat main game juga lancar-lancar aja. Saya coba main Delta Force di sini ya. Enggak nemu ada kendala apapun. FPS bisa kita set ke ultimate tapi grafis turun ke smooth. Kita bisa aja paksa grafis ke settingan HD tapi FPS-nya turun ke low. Kalau saya pribadi prefer FPS tinggi ya dan grafis biasa aja gitu karena kerasa nyaman waktu dipakai buat push rank. Selanjutnya saya akan coba main Free Fire. Game tetembakan sejuta umat ini juga jelas sangat lancar dimainkan di HP ini ya. Grafisnya bisa saya mentokin rata kanan dan gameennya jalan sangat lancar tanpa ada kendala. Pokoknya saya t-tiba jago lah kalau main game ini. Main Mobile Legends di HP ini juga lancar settingan grafisnya. Bahkan bisa kita set mentok rata kanan. Pas main juga kerasa smooth. Kagak kerasa gejala frame drop walaupun sedikit aja gitu. Enggak ada gitu. Bahkan di map yang lagi bahkan di map yang lagi crowded pas lagi gebuk-gebukan gitu. Terus untuk main game laknat 36 GB juga. Terus untuk main game lakn 36 GB apakah lancar juga? Sebenarnya lancar sih. Saya coba setingan ke highest masih jalan smooth. Motion blur-nya juga kerasa banget. Masalahnya ini game emang berat banget. Buset udah gede banget. Berat banget lagi movementnya itu jadi berasa kayak delay gitu kayak enggak real time gitu. Alhasil enggak nyaman waktu kita mainin. Nah buat nyaman mau enggak mau saya harus set ke settingan lowest biar game berat ini bisa berjalan dengan lancar. RAM di HP ini berukuran 8 GB dan bisa dixtend sampai 16 GB pakai virtual RAM. Ukuran segini udah gede banget menurut saya. Saya coba buka tiga game sekaligus. Saya coba pindah-pindah. Enggak ada satuun game yang ke-close. Artinya RAM-nya udah cukup lega buat multitasking. Walaupun aplikasi yang dijalanin itu berat-berat banget dan boros RAM banget. Storage di HP ini berukuran 256 GB berjenis UFS 3.1. Kecepatan bacanya ada di 840 MB/ dan kecepatan tulisnya ada di 530 MB/s. Kenapa kecepatan baca tulis pada smartphone itu penting? Karena ini berpengaruh terhadap seberapa cepat sistem berjalan. Entah itu waktu yang dibutuhkan buat booting, waktu yang dibutuhkan buat ngambil foto, sampai waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi di awal. Semakin cepat kecepatan baca tulisnya, semakin cepat juga semua proses yang saya bilang tadi. Saya hampir lupa bahas soal desain, ya. Desain di HP ini jadi salah satu bagian yang paling menarik menurut saya karena terlihat lebih cantik dan minimalis dibandingkan seri-seri light sebelumnya. Mulai dari garis desainnya, pemilihan warnanya yang terlihat manis, lucu deh sampai modul kameranya yang sangat low profile dengan hanya dua buah modul SAT Du tuh sangat-sangat low profile sekali. Saya suka karena menurut saya membuat HP cantik itu enggak melalu harus nambahin berbagai macam ornamen yang berlebihan yang malah bikin HP terlihat kelihatan lebih norak gitu. Justru desain minimalis seperti ini bikin HP ini terasa lebih mewah dan lebih PD buat dipamerin ke orang lain. Tapi pamer itu dosa ya, Guys. Jadi janganlah. Astagfirullah. Untuk warna ada tiga pilihan warna yaitu vibing blue, vibing pink, dan vibing black. Yang ini saya punya itu warna fibing blue. By the way, HP ini tebalnya cuma 7,59 mm. Sebuah angka yang sedikit enggak masuk akal mengingat ukuran baterainya ini gede banget, yaitu 6.500 1500 mAh. Hal ini sangat memungkinkan terjadi karena Vivo pakai teknologi blue milik mereka yang memungkinkan si baterai mempunyai kapasitas yang besar dengan ukuran baterai secara fisik lebih kecil atau lebih tipis. Saya tuh agak bingung sebenarnya soal baterai di HP ini ya, karena dari satu sumber dikatakan bahwa baterai ini masih menggunakan baterai berjenis lithium ion. Sementara di sumber lain menyebutkan bahwa baterai di HP ini sudah menggunakan silikon karbon. Yang mana saya pribadi lebih percaya kalau baterai ini menggunakan silikon karbon. Karena jika menggunakan lithium ion, harusnya ukuran 6500 mAh bikin HP ini kerasa lebih berat dan lebih tebal. Sementara HP ini enggak kayak gitu. Untuk layar dia berukuran 6,7 inch beresolusi 108. Layarnya sendiri berjenis AMOLED dengan refresh rz. Saya secara kasat mata menurut saya layarnya oke, cukup terang dalam kondisi trik sekalipun. Responsivitasnya juga bagus tidak terasa adanya delay atau latensi mengganggu. Hanya saja saya tidak menemukan jenis kaca apa yang digunakan di layar HP ini. Untuk durability, ternyata HP ini juga enggak cukup pas untuk disebut light ya, karena dia punya sertifikasi IP65 tahan rada percikan air dan debu. dan mil std 810H atau military grade di mana untuk dapat sertifikasi ini, HP ini harus lulus uji durability mulai dari dibanting, ditaruh di suhu ekstrem, dan lain-lain. Terakhir kita bahas soal kamera ya. Saya suka sama HP ini karena punya setup kamera yang minimalis. Kalau kalian lihat di bagian belakangnya terlihat cuman ada dua kamera, yaitu kamera utama beresolusi 50 megapel dan kamera ultrawide beresolusi 8 megap. Saya merasa dua kamera ini sudah sangat fungsional. Tidak perlu lagi tambahan kamera-kamera tambahan kayak kamera dep, kamera makro, kamera black and white atau apapun itulah. Kamera depannya sendiri juga udah gede banget yaitu 32 megapel. Untuk kamera utamanya surprisingly saya suka karena ternyata kamera utama di HP ini punya kemampuan menangkap foto yang bagus. Saya lihat beberapa foto yang saya ambil dalam kondisi terang cukup vibran ya, terutama beberapa warna seperti warna hijau, merah, dan kuning. Warnanya terlihat cukup hidup dengan detail yang menurut saya cukup kaya ya. Saya ngerasa processing pada foto ini juga tidak berlebihan, terasa pas dan tidak terlalu over processing ya, tidak terlalu over sharpening juga. Untuk dynamic race-nya sejauh ini menurut saya lumayan oke. Beberapa foto yang saya tangkap terlihat bisa meng-highlight bagian-bagian yang gelap dengan cukup baik walaupun menurut saya agak sedikit kurang maksimal terutama untuk beberapa bagian-bagian yang kecil atau sempit gitu. Contohnya foto di terowongan LRT ini di mana dia tidak bisa meng-highlight bagian luar yang cahayanya banyak. Tapi ini tidak cukup mengganggu. Dan menurut saya secara overall ini masih terlihat oke. Untuk foto ultrawide-nya sendiri saya enggak bisa berkomentar banyak mengingat memang resolusinya hanya 8 megapel tapi menurut saya foto ultrawide-nya udah cukup oke loh. Setidaknya untuk ton warnanya tidak terlihat jauh berbeda dibandingkan kamera utamanya. Seperti yang kalian lihat sekarang, biru langitnya tidak bergeser terlalu jauh. Yang jadi koncern atau masalah utama dari lens ultrawide-nya adalah detailnya. di mana kalau saya lihat detailnya terasa agak kurang ya, terutama saat kita zoom si foto akan terlihat sekali bahwa detailnya sangat kurang dan sebatas 8 megapel aja gitu. Dan ini saya gak bisa komplain sih. Foto-foto loletnya juga menurut saya lumayan oke sekali lagi hanya ada di level oke aja ya, tidak terlalu bagus dan saya enggak bisa mengkategorikannya sebagai foto yang buruk karena prosessingnya cukup berhasil menghilangkan noise-noise yang mengganggu. Tapi justru ada beberapa fitur yang dapat perhatian lebih dari saya. Salah satunya adalah fitur food modood atau mode makanan. Jadi mode ini tuh bisa kita pakai buat ngambil foto makanan. di mana mode ini normalnya hanya ada di HP-HP flexip-nya Vivo. Dan mengambil foto makanan menggunakan mode ini memang terlihat menyenangkan karena makanan terlihat lebih warm, lebih menggiurkan lah. Pokoknya foto makanan itu jadi kayak lebih enak dilihat lah. Enggak cuma fitur dari food mode aja, ada beberapa fitur yang melibatkan AI juga ternyata sangat nyaman digunakan di HP ini. Mulai dari AI Eraser 3.0 yang tentunya sesuai namanya bisa bantu kita buat ngilangin beberapa objek yang enggak kita inginkan dalam foto. Terus ada juga fitur yang awalnya muncul di flagship yaitu AI for season portrait. Di mana dengan fitur ini kita bisa mengubah sebuah foto menjadi foto pemandangan empat musim. Mulai dari musim semi, musim gugur, musim salju sampai musim panas. Pokoknya bisa bikin foto kalian terlihat lagi kayak ada di luar negeri lah gitu. Contohnya foto Kubah masjid ini. Dan terakhir fitur dari kameranya yang sangat saya highlight adalah fitur film camera mode. Di mana dengan fitur ini kita tuh bisa ngambil foto-foto bergaya retro tahun 2000-an gitu. Dan cara aktifinya itu gampang. Di tampilan utama kamera, kita tinggal swipe ke atas aja sampai nanti muncul tampilan UI dari kameranya yang bergaya retro. Di mode ini ada beberapa pilihan seperti pilihan filter, pilihan frame sampai pilihan warna. Dan hasil foto-fotonya sangat lucu menurut saya. Sangat instagramable sekali lah kalau kalian pengin pamerin ke media sosial. Nah, terakhir untuk kualitas kamera depannya sebenarnya enggak banyak yang bisa saya ceritakan soal kamera depan di AP ini ya. Mengingat soal foto selfie, jam terbang Vivo ini udah sangat tinggi ya. Resolusi 32 megapel di kamera ini juga bisa nangkap detail yang sangat bagus menurut saya. Di sini kelihatan banget detail dari muka saya, pari-pori kulit saya, sampai rambut saya pun terlihat begitu detail ditangkap ya. Sedangkan untuk mode portraetnya saya merasa udah cukup oke. Intinya untuk urusan selfie saya selalu kasih 2 jempol buat Vivo. Enggak pernah salah mereka. Ya, kesimpulannya, intinya HP ini benar-benar bikin kaget menurut saya. Kirain light tuh gitu-gitu aja, performa pas-pasan. Eh, ternyata saya salah. Bayangin baterainya 6500 mAh. Yang awetnya kebangetan. Ngcasnya cuma bentar udah penuh karena ada 90 wat flash charge. Main game atau multitasking juga dia lancar karena pakai dimensity 7360 turbo yang ngebut. Desainnya cakep, minimalis tapi berkelas. Udah gitu HP ini tahan banting juga. Ada sertifikasi IP65 buatan tahan air dan debu plus standar militer mil SD810H buat tahan banting. Kameranya juga oke banget, tasilan jernih apalagi dibantu sama fitur-fitur AI yang menurut saya cukup menarik. singkat cerita, anjay singkat cerita. Intinya Vivo V60 Lite ini kayak agak lain gitu loh, tapi in a positive way. Dia berhasil ngasih experience yang biasanya cuma ada di HP-HP dengan harga yang lebih mahal. Jadi buat kalian yang nyari HP light tapi bisa ngasih sensasi pakai flagship, anjay sensasi. Saya dengan mudah bisa merekomendasikan HP ini untuk kalian beli. Link pembeliannya ada di kolom deskripsi di bawah. Silakan dibeli kalau ada uangnya. Muka saya bersihan ya. Habis dari kemarin dikatan kill mulu. Sekarang saya pakai bedak. Udah gitu bedak bayi lagi biar muka saya mulus kayak pantat bayi gitu. Gimana atau sama aja? Yeah.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















