Jungkat

LONG TEST DRIVE MITSUBISHI DESTINATOR BUAT PULANG KAMPUNG! (YouTube Video)

  • 16/09/2025

Oke, halo semuanya. Kembali lagi di Florid Aanif ya. Kali ini kita mau bawa mobil Destinator sekeluarga pulang ke Klaten. Ya, jadi soalnya adik gua lagi nikah ya kan. Wuh, kencang banget anginnya. Adik gua nikahan jadi gua sekeluarga itu ke Jakarta gitu kan. Nah, terus sambil gua di Jakarta gua minjam beberapa mobil buat gua bikin video dong biar enggak kosong ya kan. Nah, salah satunya Destinator ini. Cuman Destinator ini agak beda sama mobil yang gua pinjam lainnya. Bisa kalian lihat kaca depannya sudah pakai kaca film semua. Udah gitu kaca filmnya bagus lagi jadi adem di dalam. Terus sebelum gua bikin video itu mobil gua tes dulu. Jadi satu hari gua muter-muter gua udah ke Cibubur apa segala macam pakai ini mobil kok enak ya. P besok gua balik ke Klaten naik ini aja gitu. Gua tanya manajer gua, "Ini kita minjam sampai kapan?" Ternyata balikannya masih minggu depan. Ya udah izin ya mau bawa ke Klaten. Ya udah kita akhirnya hari ini mau pulang pakai ini sekeluarga. Dan kalau kalian lihat video sebelumnya udah hampir 1 juta views ya jadi video destator terbanyak di YouTube waktu kita bikin video ini. Ini mobil banyak yang menyamakan dengan XForce padahal sangat berbeda sekali. Serius gua udah coba parkirin jejerin emang karena dia punya muka yang sama namanya dynamic shield ya kelihatannya mirip padahal jauh berbeda dari tinggi bonetnya, lebarnya terus juga fender dan kawan-kawan tuh enggak ada yang sama sekali sampai lu lihat pilar dari kaca depannya itu beda banget. Enggak ada yang sama dari mobil ini. Cuma karena bahasa desainnya Mitsubisu seragam, kelihatannya jadi sama. Kelihatannya jadi kayak satu platform. Tapi padahal beda semua. Gua udah buktiin ee kemarin kita foto enggak tuh yang parkir sebelah-sebelahan? Ah, kita cari Google kayak gitu nih. Jadi semuanya beda sampai tulang-tulangan dalamnya buka mesin itu juga beda. Enggak ada yang sama seperti XForce. Jadi ini basisnya baru benar-benar enggak ada hubungannya. Nah, tapi bahasa desainnya itu mirip-mirip yang gua bilang lampu depannya itu desainnya dibikin mirip tapi keren. Gua suka. Terutama grillnya ini dia tuh kayak transparan masuk ke dalam gitu. Jadi ini tuh kayak ada kacanya, lekukannya itu ada di dalam dari si kayak akriliknya gitu. Terus kita lihat bagian lampu depannya. Ini dia keren. Gua suka karena dia sudah full LED projector sama dia desainnya tuh sekarang jadi desain khasnya Mitsubishi pakai T-shape design. Jadi memang nafas desainnya sama kayak XForce sama ada silver-silvernya ini ya. Ini sebenarnya plastik tapi kelihatan kayak metal ya karena brush aluminiumnya itu warnanya itu keren. Nah, ke bawah ada fog lamp. Kog lampnya juga sama dia sudah pakai projecttor LED ya. Nah, terus kalau kita lihat bagian bumper depannya sini. Ya, ini tuh warnanya menunjukkan trimnya. Untuk yang ultimate dan ultimate premium itu warnanya abu-abu seperti ini ya. Abu-abu metalic. Terus kalau yang di bawahnya exit dia warnanya sewarna body ya. Kalau misalkan di biru dia ikut biru juga di sini. Sama untuk yang GLS dia warnanya hitam bagian sininya. Nah, ada parking sensor depan 4 biji ya. Sama karena mobil ini sudah punya diamond sense ya. Jadi dia depannya tuh dikasih radar. Jadi di sini ada radar, di atasnya ada kamera. Jadi buat adasnya Mitsubishi ngomongnya diamond Sense. Terus kalau kita lihat lekukannya dia tuh berotot banget tuh lihat tuh. Wah lekukannya tuh keren lah. Gua suka desain-desai Mitsubishi yang sekarang. XForce tuh ganteng. Ini juga ganteng. Terus ke bawah veleg ya. Dia juga desainnya SUV banget ya. Jadi dia lumayan keluar offset-nya dan dia ukuran bannya itu 225 551 dari Bridgestun Turanza. Jadi emang bannya dibikin bannya comfort. Kan di situ ada macam-macam ya, ada Turanza, ada Potenza, ada lain kawan-kawan. Turanza itu versi yang buat comfortnya, jadi buat nyaman. Nah, ada overfendernya dan overfendernya juga paduadannya pas. Dalamnya juga linernya rapi, plastik semuanya ke belakang lanjut. Masih sama ya, lengkukan bodinya masih muskular sama bagian sininya lekukannya tuh dalam set gitu. Jadi desainnya niat. Dan di bagian bawahnya sini dibikin abu-abu metalik sama kayak bagian depan. Mobil ini juga punya chrome tapi sedikit aja. Dari depan tuh enggak ada chrom sama sekali. Dari samping ada chrom cuma segini aja. Bagus. Karena zaman sekarang orang-orang enggak terlalu chrom yang terlalu menyala ya. Di atasnya ada roof rail dan ini beneran bisa dipakai. Ini aluminium ya. Terus bukan pintunya kalau dibuka tuh lebar ya. Begitu pula juga dengan yang belakang. Jadi kalau kita mau akses depan belakang itu gampang. Terus kalau ke bawah lagi bisa kita lihat ya dia tuh tinggi banget. Karena Mitsubishi tuh dia gak mau bikin MPV, tapi dia bikin SUV yang selega MPV. Makanya meskipun dia SUV, biasanya kan SUV itu kalau dibikin seven seater belakangnya itu kan kayak sempit gitu ya. Ini enggak. Dia tuh punya ground clearance 244 mm. Tinggi banget udah kayak Pajero Sport dan panjangnya itu 4680 mm. Jadi hampir 4,7 m, lebarnya 1,840 m dan tingginya 1780 mm. Nah, terus kalau lihat wheel base dari depan ke belakang ya itu 2815 mm. Jadi dia hampir 3 m gede juga. Nah, makanya seperti yang gua bilang tadi, pintu tengahnya kalau dibuka tuh gede. Jadi kalau kita mau akses ke belakang gampang. Tapi kita enggak mau bahas itu dulu, ya. Kita bahas belakangnya dulu. Belakang sudah pakai rem cakram. Ban dan kawan-kawannya sama. Terus dalamnya juga ini linernya rapi ya. Kalau misalkan kalian pikir, "A ini linernya pasti plastik, enggak. Ini liner pakai karpet kayak mobil-mobil mahal." Shocknya itu tebal banget tuh segede gini. Jadi memang salah satu kunci rahasia mobil ini suspensinya nyaman ya itu dia punya e shock breaker juga tebal besar. Nah, terus ke belakang seperti ini dia desainnya. Kalau kita lihat kelengkapannya itu lengkap ya. Dia punya empat buah parking sensor. Ada mata kucing di sini. Nah, ini ada sedikit kayak tatakan buat kaki, tapi bukan. Ini cuma buat aksen aja ya. Sama ada suatu yang agak jarang. Ini tulisan destinator-nya itu warnanya tuh kayak warna abu-abu batu gitu dan tulisan ultimate-nya juga sama ya. Cuma logo Mitsubishin-nya ini masih pakai chrome biasa enggak dibikin sama kayak tulisan Destinator-nya. Nah, lampu belakangnya itu bentuknya juga nafas desain barunya Mitsubishi ya. D shape juga dia punya devoger, punya wiper belakang, high moted stop lamp, sama di atasnya ada sharin antena. Terus pintu belakangnya dia sudah punya handsfree power tail gate. Maksudnya handf adalah kalau kita di belakang megang kunci ya kan set akan kebuka. Eh, bisa loh sekali coba loh. Biasanya berapa beberapa mobil yang punya begituan dia tuh mesti berkali-kali coba baru bisa. Ini bisa. Nah, ini dia bagasinya. Dan yang seperti kalian lihat ini versi bagasi yang lagi dilipat rata lantai. Nah, kalau misalkan tengahnya kita lipat juga, dia bisa rata lantai lagi sampai ke bagian tengahnya. Nih, lihat. Nah, benar kan? Bisa rata dari belakang sampai ke bagian tengah. Dan cara ngelipatnya gampang banget. Terus kalau misalkan kita pengen ke belakang gitu ya, dia tuh udah pakai one touch tumble dan pegasnya itu gua suka dari Mitsubishi ya, kayak Xander gitu ya. Tuh. Kita enggak usah pakai tenaga, langsung bisa kelipat dengan mudah. Set mundurin lagi. Tinggal naikin ini anak kecil aja juga bisa gitu. Jadi enggak perlu orang dewasa yang wah berat banget ini. Enggak tinggal set gitu udah bisa. Dan dia juga punya sudut trick line ya. Ini yang paling belakang sama ini yang paling tegaknya. Nah, terus untuk ngebuat dia bisa jadi rata lantai kayak gini ya tentu saja dia harus diratain. Kalau enggak dia agak jeglok gitu ke bawah. Nah, sama dia dikasih tutupan sama kayak expander ya. Dan lihat dong ini gede. Ada 1 2 3. Ada tiga separasi ya. Dan sebelah kiri kanannya itu ada sela buat naruh sesuatu plus di sini ada. Nah, ini ada dongkrak, ada tool kit tapi yang bikin salk itu ini mobil emang dibikin kayaknya premium sama Mitsubishi ya. Lihat tuh dikasih peredam. Jadi biar peredaman kabinnya itu enggak cuma di depan doang sampai ke belakang. Ini busanya tebal. Busa akustik nih biasa dipakai Om Yanto buat kontes audio. Bahkan kalau kita lihat di sini juga nih bagian rodanya itu dikasih tuh peredam. Yang ini tebal loh peredamnya di sini. Jadi Mitsubishi itu kayaknya serius ngasih peredaman kabin yang bagus buat di mobil. Tutup lagi. A few moms later. Terus kalau misalkan dia punya dongkrak dan kawan-kawan berarti dia punya ban serep dong. Oh jelas punya. Di bawah sini kita bisa menemukan sebuah ban sap space saver ya. Jadi tulisannya temporary use only. Dan kalau buat ngebuka ini kita buka aja di sini ya. Nanti di bagian sini tuh ada kayak pintu kecil yang bisa kita buka. Nah baut nih. Tinggal kita putar aja nanti dia akan turun. ngeluarin si ban serapnya di bawah. Terus kalau kita tegakin bangku belakangnya, ini space bagasinya jadi terkoreksi ya. Tapi menurut gua ini kayak lebih besar sedikit dibandingkan dengan XAnder. Kayak misalkan kita buat bawa koper tuh masih bisa. Dia cukup panjang ya, tapi bagian atasnya ini dia tuh agak sedikit landai si kacanya. Jadi bisa diisinya tuh sampai sini aja enggak bisa sampai atas. Kita tup sekarang kita cek bagian inter seperti apa. Let's go. Kencang banget anginnya di luar. Astagfirullah. Ini panoramic sunroof-nya. Kita buka dulu ya biar kelihatan lebih terang di dalam kabin. Ini panoric big sunroof-nya ya gua suka ya. Enggak dikurang-kurangin biasanya ya. Kayak misalkan ininya nih ee tutupannya itu dibikin yang versi tembus atau misalkan enggak dikasih tutupan. Kalau siang tuh panas ya kan. Mobil-mobil zaman sekarang tuh aneh-aneh ya. Terus juga kaca depannya enggak bisa dibuka. Ini tuh bisa dibuka. Jadi emang Panoramic Hatruk beneran. Nah, kita duduk di belakang ya. Dapat nih ada meja di belakang. Jadi ada seatback trade table. Tapi ya yang gua suka adalah detailnya bagus. Dikasih silver-silver di sini. Di sana dikasih garis-garis sama ada kayak motifnya. Jadi kalau kita naruh barang itu ya enggak gampang geser lah di sini. sama ada nih ada cup holdernya. Jadi kalau kita mau makan sama naruh minum itu beneran bisa. Ini ada tempat handphone-nya dan kalau mau ngecas ada tempat buat ngecasnya ada USBA, USBC. Jadi bagian depan, tengah sama belakang kita dapat kabel USB semua buat ngecas. Nah, ini tutup lagi. Ini posisi gua nyetir di depan ya kan. Dan udah paling maju kita masih punya leg room yang lega, head room juga lega. Dan si meja ini juga enggak ngurangin leg room ya. Jadi, gua masih bisa dapat L room yang pas. Nah, buat AC dia pengaturannya ada di tengah dan karena dia punya panoramic sunroof, AC-nya ditaruh di pinggir kiri kanan ya. Jadi lebih mewah dibandingkan dengan ada double blower yang jenong di sini ya. Itu kan kayak kelihatan kelasnya emang LMPv ya. Tapi kalau ditaruh di kiri kanan ini baru terasa lebih mewah. Ada on off hembusannya mau seberapa kencang. Sama untuk kompartemen yang gua suka dari destinator ini dia itu banyak banget. Jadi kalau misalnya kita mau naruh barang, di sini ada seatback pocketnya, terus ada door pocket yang luas sama dia punya tempat buat naruh minuman cup holdernya itu bukan di depan, tapi ditaruh di belakangnya. Ya bagus sih kenapa? Karena kalau misalkan kita punya minuman itu ngejangkaunya itu jadi lebih dekat dari tangan dibandingkan di depan ya. Sama detail-detailnya juga bagus. Ini emang dia pakai plastik ras yang bawahnya ini empuk-empukan ada jahitan asli. Ininya dikasih hitam-hitam, dikasih black piano sama dikasih silver. Jadi aksennya tuh pas. Ini kalau kita lihat speakernya dia sudah pakai yang Yamaha coxial two way. Jadi meskipun dia cuma satu tapi sebenarnya dia itu ada speaker kecil di tengah speaker gedenya itu karena kan dia two way dan koaksial ya. Nah terus kalau misalkan kalian pengen beli yang premium kayak gini bedanya tuh ada tiga. Yang pertama yang premium itu dia punya power back door, audio premium dari Yamaha sama kursi depan drivernya itu sudah elektrik. itu kalian harus nambah R30 juta dari 465 yang ultimate jadi 495 untuk yang versi ultimate premium. Sisanya semuanya sama. Dan di panoramic sunroof-nya dapat, kursinya udah sama-sama kulit termasuk ada seatback pocketnya, head unit, diamond sense, kamera 360 dan kawan-kawan itu semuanya sama. Nah, sama duduk di belakang sini, kursinya tuh lumayan dia punya kontur. Jadi, buat duduk lama itu lumayan nyaman. Sama material jok yang digunakan itu katanya dia anti panas, ya. Jadi kalau misalkan dibandingkan dengan ee jok kulit sintetis lain, dia temperaturnya yang paling dingin. Nah, termasuk juga di tengahnya sini dia ada titik-titik lubang-lubangnya buat sirkulasi. Nah, kalau misalkan kita butuh amres tinggal dibuka sebelah kiri ya. Jadi sebelah kanannya kita bisa naruh tangan karena amr kanan itu gede ya di door trim sebelah kirinya gede dan kita bisa naruh cup holder di bagian sini. Ini enggak tahu ini cup holder banyak banget di sini ya. Ada di sebelah kanan door trim 1 2 3. Jadi kalau di tootal tuh di belakang sini ada en buah cup holder. Banyak. Betul. Sekarang kita ke belakang. Nah, gimana dengan kursi belakangnya? Oke, kita duduk belakangnya. kita tutup. Nah, seperti ini dia duduk di belakang dari destinator. Kursi belakang ya. Biasanya kan kursi belakang itu kan dibikin tipis-tipis gitu ya. Ini enggak. Ini lumayan berisi ya kalau dilihat. Buat duduk pun juga lumayan enak gitu. Jadi menurut gua yang menjadi keunggulan dari si Mitsubishi Destinator ini dia tuh SUV tapi dia punya bangku baris belakang itu yang rasanya kayak MPV gede. Dan menurut gua ini kalau misalkan kita mempeting ke sini ya tengah tuh bisa jadi bertiga loh di sini loh karena masih cukup. Nah tapi jangan. Kenapa? Karena secara safety dia didesain buat dua penumpang doang. Seat belt-nya cuma ada dua. Kalau misalkan di belakang itu buat tiga orang, maka di dari atas sini atau dari tengah sini dia ada seat belt buat orang yang ada duduk di tengah sini ya. Dan di tengah sini juga kita dapat tempat tangan itu lumayan besar ya sebelah kanan sini buat naruh handphone juga bisa ya. Cup holder juga ada lagi. Sama di atas sini juga ada tempat penyimpanan buat kita naruh handphone. Lumayan dalam nih naruhnya. Iya. Ini lumayan dalam loh naruhnya. Oke, terus yang sebelah kiri dapat colokan ada USBA sama USBC sekaligus. Jadi kita tinggal pilih. Dan kita juga dapat ini nih. Tuh buat pegangan tangan. Lampu belakang dia sudah LED juga ya. Ini juga desainnya mewah. Gua suka. Dan buat keluar gampang. Kita tinggal dari sini aja set. Nah, jadi enggak perlu kita minta tolong yang di bangku tengah tolong bukain dong. Karena kita bisa selipin tangan ke sebelah kanan sini kebuka tanpa harus pakai eort. Oke, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Dan yang seperti gua bilang ini posisi gua duduk tadi ya. Kaki gua pas, tangan gua pas. Dan di dalam sini seperti yang kalian lihat, seperti biasa mobil zaman sekarang tuh dia punya banyak common parts. Dan mobil ini dia punya common parts yang sama dengan Mitsubishi generasi terbaru, yaitu XForce. Jadi enggak usah heran kalau misalkan lihat head unitnya, speedometernya, AC ya, panel tengahnya nih beda ya, tapi tombol drive mode, start stop engine dan kawan-kawan itu mirip kayak Mitsubishi yang kita kenal. Jadi panel-panel, tombol-tombolnya itu sama dengan Mitsubishi Mitsubishi lainnya. Mungkin kalau orang lihat, wah ini XFC banget ya. Memang ada kesamaan. Tapi kalau kita lihat lagi ya, karena dia lebarnya beda, tingginya beda, ini beda banget sih ya. Seriusan? Jadi kalau kita lihat ya, ini mobil kalau kita lihat bagian atasnya ini dia masih pakai e bahan yang keras tapi di sini dia pakai empuk dan empuknya tuh enggak main-main beneran empuk bisa ditekan ke dalam bagian sini juga ya benar-benar empuk yang bisa kita sampai pegang. Nah sebelah kanan sini ini masih pakai yang keras tapi bawahnya empuk jahit-jahitannya bagus di bagian sini ya. Sama kalau misalkan malam dia punya ambiience light yang bisa diganti-ganti dan kelihatan itu padu padannya pas. sama beberapa ambiience slide gua enggak suka. Dia tuh suka ini ya mantul di kaca. Nah, kalau di destinator itu enggak kejadian. Terus dia punya kamera 360 ya around view monitor. Tombolnya di mana? Ini gua suka nih karena tombolnya ada di setir. Jika kita pencet di sini ya kan. Nah, kalau misalkan lagi berhenti kita pencet nanti dia akan berubah model belakang doang. Nah, ini sebelah kirinya doang gitu ya. Ini karena pintunya lagi kebuka aja yang sebelah kiri. Jadi kita bisa pakai nih terutama yang pas kita lagi jalan ya kan kita pencet sekali dia tuh enggak langsung 360 dia tuh langsung kebukanya yang depan sama kiri kanan. Ini berfungsi banget kalau misalkan kita lewat jalan-jalan gang sempit. Biasanya berang mobil Jepang tuh yang enggak punya kamera 360 di bawah spionnya itu ada kaca kecil yang bisa ngelihat depan sama belakang. Nah ini enggak ada karena udah ada kamera di sini. Terus kalau kita lihat spion itu ada logo segitiganya itu e salah satu diamond sense-nya buat blind spw monitoring systemnya. Terus speedometernya dia sama seperti Mitsubishi kekinian. Udah full digital display. Sebelah kanannya ada untuk bensin, sebelah kirinya temperatur ya. Terus kalau kita matiin, kita nyalain nih, lihat nih. Tuh ada ecoore ya. Terus kita pencet animasinya keren sih. Nah, seperti itu dia bentuknya ya. Si digital display-nya ini itu juga nyambung sama head unit. Jadi kalau misalkan ini kan yang buat audio display-nya itu kan 12,3 inci Android Auto. Biasanya kalau Android Auto tuh kan gak nyambung sama tengahnya ya. Di sini kita bisa lihat nih itu lagunya siapa, yang nyanyi siapa, albumnya apa, itu bisa kelihatan. Nah, ada direction tapi bukan petunjuk arah. Dia itu kompas terus sebelah kirinya driving range dan kawan-kawan nanti kita reset ya. Terus ada AYC plus wheel control. Jadi khasnya Mitsubishi ya. Mulai dari Lancer Revolution sampai sekarang itu masih dikasih. Pas kita belok gitu ya, kita sambil gas, nanti dia akan distribusi tenaga itu ke bagian ban yang paling luar pada saat kita belok lebih banyak dibandingkan dengan yang dalam. Ya, akhirnya belok bisa lebih sharp. Tapi di luar dari itu, ini mobil ee ternyata waktu kita pakai putar balik dia ternyata bagus tuh 5,4 m doang pas kita pakai putar baliknya. Ke bawah lagi ya, display type. Nah, dia ada dua nih ya. Nah, ada yang kayak gini yang minimalis sama ada yang tadi yang ada RPM-nya di atas gede. E ininya bagus ya animasinya ya. Dan di sebelah kanan karena dia sudah pakai diamond sense dia ada adaptive cruise control tapi lengifikasinya belum ada sama ada buat ini pergi ke Klaten. Klaten berjarak 6 jam 45 menit dari lokasi Anda dengan mobil dalam lalu lintas sepi. Hmm. 6 jam 58 menit ya kita start aja. Tapi sebelumnya kita panggil istri sama anak buat masuk ke dalam mobil. Eh ini sebelum kita keluar di sebelah kanan ada buat auto start stopnya dimatiin dari sini power back door sama ada buat ngatur ketinggian lampu. Nah di bawahnya lagi dia ada tempat buat laci-laci ya. Sama dia tuh punya wallpaper yang bisa diganti-ganti gitu kan. Ada yang gambar ikan lah apa segala macam. Tapi gua paling suka itu yang bentuknya background-nya kayak gini. Dia tuh paling kontras ya. Jadi enggak background tu enggak ganggu tampilan depannya. Dan dia juga sudah pakai Apple CarPlay, Android Auto, sudah wireless. Jadi tinggal kita pencet ini set. Nah, langsung berubah jadi Android Auto ya. Dan kalau kita mau setting-setting ya, gua tuh enggak pernah masalah kalau misalkan head unit itu gede layar semua. Yang penting tombol-tombolnya yang krusial itu enggak ditaruh di dalam ee layar gitu. Nah, begitu pula juga di mobil ini kayak misalkan kita buat lampu, settingannya semua lengkap di sini ada autonya sama auto high beam-nya. Terus sebelah kiri juga wipernya juga ada. Dan kalau buat gua cukup ditaruh di auto, nanti dia bisa nyapu otomatis karena dia punya rain sensor ya. Terus sebelah kanan sini dia punya Hm. Tuh, sekarang ya kita punya tombol shortcut kayak begini buat spion itu rasanya jumawa. Karena mobil-mobil zaman sekarang layarnya gede-gede tapi enggak bisa. Harus buka-buka dulu di menu ya. Ini enggak usah ambil nyetir tinggal diraba dikit. Pencet nutup ya. Terus AC pun juga tombolnya lengkap. Enggak ada yang ditutup-tutupin. Enggak ada yang perlu kita buka dari head unit. Semuanya ada di sini. Tombol AC buat dual zone. Kalau misalkan mau kita sing tinggal pencet sink set langsung sama ya. Mode buat ke kepala, kaki ya kan. Ini kecepatannya terus ini sirkulasinya dan sirkulasinya juga enggak kayak mobil-mobil modern sekarang yang tahu tiba-tiba suka ngambil dari dari luar dadakan gitu ya kan nyebelin ya. Ini udah kita pencet sekali dia akan ngambil sirkulasi dari dalam terus enggak ganti-ganti karena kalau ngambil dari luar itu pasti bau. Ada autonya. Ini agak beda nih, ada dry-nya di mana kalau pakai dry ini itu bisa bikin kabin tuh enggak jadi lembab ya. Devoger depan max cool, rear defoger sama ada memori. Jadi kalau misalkan kita setting misalkan kita pengin memori kita tuh singnya dimatiin. Yang kanan 18 18,5 yang kiri 20. Kita pencet memori yang lama nanti dia akan nge-save. Nah, udah nge-save kan dia. Nah, kalau misalkan habis dipakai sama orang berubah-berubah gitu kan jadi berapa kita misalkan pengen balikin lagi pencet aja memori langsung balik. Nah, enggak tahu ya ini berfungsi bagus cuma kenapa enggak semua mobil punya fungsi memori ginian di AC? Menurut gua memori di AC itu bakal lebih berguna dibandingkan dengan memori yang ada di kursi. Enggak tahu sih kalau menurut kalian gimana. Menurut gua sih iya sih gua lebih sering pakai memori AC ketika udah pakai XForce. Gua ada Xforce ya ada siapa yang nyetel? Gua pencet aja memori teng selesai. Nah atas dia ada kaca, ada lampu ya di sunfernya dan sunvisernya ini gede sekali sama kalau misalkan matanya di samping kita tinggal geser seperti ini ya. Jadi ini gede sunfernya. Terus di sini ada indikator buat seat belt belakang. Lampu udah LED semua ya. ada SOS-nya karena dia ada SIM card-nya jadi bisa terhubung sama my Mitsubishi Connect. Kita bisa cek mobil dari mana dan kawan-kawannya ya. Ada pengaturan buat sunroof itu dari sini. Spion sudah pakai elektrokromatik. Terus kalau untuk yang versi audio dengan Yamaha di sini ada tulisan Yamaha-nya ya. Dan untuk teman penyimpanan mobil ini melimpah. Sebelah kanan door pocketnya gede ya. Terus di sini ada laci mungkin buat naruh kartu-kartu atau semacamnya sama di sini ada tempat buat penyimpanan cup holder. Terus di sini ada glove box sama iya ada tempat penyimpanan dengan maksimum 2 kilo. Cocok nih buat naruh-naruh sepatu atau sendal dan kawan-kawannya. Di sini juga nah sudah soft opening bisa buat naruh-naruh barang termasuk ada tempat buat naruh karto di bagian sini. Nah, terus dia kan sudah pakai high console modelnya floating. Tapi ternyata dia enggak tembus. Dia cuma sebelah kiri doang sama sebelah kanan bisa naruh barang-barang kayak misalkan dompet atau semacamnya atau handphone ya. Dan untuk push startop engine buttonnya dia di bawah sini drive modenya ada lima. Ada tarmac, ada normal, wet, gravel, tarmax, sama mat. Nah, Mitsubishi itu enggak naruh sport mode. Sport modenya itu ada di Tarmak. Jadi kalau kalian pengin lebih agresif langsung masukin di Tarmak aja. Berasa sih pas kita nyetir di Tarmak itu RPM segala macamnya itu sama transmisinya dia akan lebih sigap. Nah, sekarang kita pakai di normal aja. Nah, terus di sini ada colokan USBC sama USBA di mana dia itu kalau malam nyala ya. Jadi kalau kita mau nyolok itu enggak perlu nyari-nyari susah gitu udah ada di sana. Oke, sekarang kita mau masukin barang-barang dulu. E manggil keluarga gua di atas biar kita bisa langsung jalan ke Kelatean sekarang. Nanti kita akan coba gimana rasanya kalau misalkan di tol MBZ ya. Karena di MBZ kan tahu sendiri ya gimana ya. Let's go. [Musik] Kita reset dulu ya. E average-nya udah nol drive komputer 1. Sekarang ke drive komputer 2. Ini juga kita reset dulu. Oke, yuk. Let's go. Perjalanan dari sini ke Klaten itu sekitar 500 kilo dan kita semua full. Tol. Eh, orang di sini full ya, tapi baku baris belakang kosong. Kenapa kamu nak ngumpet langsung? Nah, sekarang kita udah nyampai di tol MBZ. Ini tol yang menurut gua jadi benchmark lah. Mobil tuh nyaman apa enggak di kecepatan tinggi ya. Karena jalan di sini gubrak gubrak ya kan. Tapi untungnya ya ini mobil e seperti yang gua bilang di video sebelumnya. Wak itu kan gua sempat bikin video nyobain ini mobil, tapi jaraknya cuma segitu-segitu aja lah di proving ground yang di Mitsubishi di Senayan Park gitu kan. Nah, ketika kita pakai di luar kota seperti gini jarak jauh ini baru ketahuan mobilnya enak apa enggak. Dan memang mobilnya dia tuh comfort oriented. Jadi suspensinya itu ngayun tapi pas ayunannya. Dan ketika kita lewat sambungan gini nih. Nah, aman kan? Tuh, lihat tuh anak-anak gua semuanya di belakang tidur. Bisa-bisanya di MBZnya tidur ya. Jadi emang mobilnya tuh menurut gua suspensinya tuh dia well tune buat keluarga ya. Jadi bukan yang sporty, tapi dia ke arah comfort. Jadi ketika kita lewatin jalan bergelombang yang goyang-goyang tetap ada guncangannya tapi guncangannya guncangan yang nyaman ya. Tuh, masih bisalah kita buat keluarga tidur di belakang karena sama sekali enggak bangun loh. Padahal kan tahu sendiri nih tol kayak gimana ya. Kalau mobil enggak enak pasti gedebak gedebak gedebak gitu. Dan suara perdaman juga nih tuh masih acceptable. Nah, sama dari mobil ini yang gua rasakan ya. Dia itu punya perdaman kabin bagus. Suara mesin kedap, suara luar kedap, suara kolong juga kedap. Bagus di atas rata-rata mobil. Cuman yang berasa masuk suaranya adalah suara angin. Jadi ini kebetulan anginnya lagi kencang. Kalau kita lihat di kiri kanan tuh si siapa? Pohonnya tuh miring semua ya. Nah, suara anginnya masih kerasa cuma enggak signifikan ya. Jadi masih dalam taraf yang nyaman gitu. Masih enak adem di dalam kabin. Kalau kita udah nyetel musik gitu ya, kita udah akan lupa langsung sama suara angin-hangin yang tadi gua bilang. Nah, terus kalau dari tol gini dia punya diamond sense yang udah ada adaptive cruise controlnya. Dia punya radar, dia punya kamera ya. Cuman dia adaptive cruise control belum ada L tipping assist-nya. Jadi tetap kita harus nyetir sendiri kiri kanannya itu mesti kita atur. Tapi menurut gua ini yang benar ya. Jadi ee kalau enggak bisa dua-duanya kan suruh milih mau setir atau mau eh adaptive cruise control. Gua akan pilih adaptive control seperti ini. Kenapa? Karena kalau keeping assist walaupun kita lepas tangan gitu kan tetap kita harus megang gitu. Dan beberapa mobil juga punya driver attention warning. Kalau misalkan kita e meleng dari mobil gitu ya, ngelihat apa kiri kanan dia kan langsung ngasih warning buat kita ngelihat lurus. Nah, kalau misalkan dia enggak pakai line kpping ass pakai adaptif, kaki kita tuh bisa santai. Enggak usah nginjak rem, enggak usah nginjak pedal, tapi tangan kita masih nyetir dan kita tetap fokus sama jalan. Nah, terutama buat kalian yang bawa pakai spir gitu ya di belakang gitu duduk kita tuh tetap terasa lebih aman gitu karena si drivernya akan fokus sama jalan karena setirnya harus tetap di ee pegang ya. Tapi udah rileks banget karena kaki kita tuh enggak usah pakai mikir. Kalau depannya melambat nanti melambat. Kalau depannya tiba-tiba kosong dia akan langsung ngegas dengan sendirinya. Tapi memang lebih enak lagi kalau misalkan sudah ada landing assisnya dan ada e adaptive cruise controlnya. Terus adaptive cruise controlnya bagus apa enggak? Jawabannya bagus. Kalau dia ngerem, kalau dia ngegas itu halus, enggak bikin nguk gitu loh. Dan kalau misalkan tiba-tiba depan kita minggir gitu kan, dia kan akan ngegas. Itu gasnya juga halus ya. Enggak bikin kita tuh rasanya enggak nyaman lah. [Tepuk tangan] Tidak terasa kita sudah jalan sekitar berapa jam yang 3 seteng jam lebih dong 4 jam tadi kita berangkat sekitar jam 11.00 jam 12.00 kita mampir di rest area KM57. Habis itu kita jalan lagi. Sekarang sudah jam 5. I kan berarti udah 6 jam. 6 jam gitu. Benar dong. Jam 11.00 1245 6 jam. Hm. 6 jam ya. Begitulah kalau memang kita bareng keluarga, anak-anak ee kecepatan enggak bisa kencang ya. Gue tadi paling kencang 120 tapi rata-rata cruise control di 100 aja dan kita banyak mampir tentu saja ya. Makan, minum, ke WC dan kalau mampir itu enggak bisa cepat juga. Dan mobil ini juga beberapa kali waktu kita lagi mampir berhenti itu enggak kita matiin mesinnya karena ada anak-anak di dalam yang lagi tidur. Tuh, ada yang lagi tidur di situ ya. kita dapat eh sekarang average-nya 14,7 km/l ya. Eh which is sebelumnya itu kita dapat 15-an, tapi karena kita ada berhenti-berhenti rest area dan enggak dimatiin turun ya sekitar 0,3,2 ya. Ya, tapi kan enggak mungkin dong kalau kita jalan terus ke Klaten 7 jam jalan terus ke Kelantan sekitar 2 jam 50 menit lagi ya. Terus gimana rasanya setelah kita coba jalan panjang seperti ini? Kita komentar dari kursinya dulu. Kursinya ini dia tuh konturnya tuh berasa dan dia cukup lebar ya. Jadi beberapa kursi itu side supportnya tuh sempit bikin agak sporty. Yang ini dibikin lebar. Kayaknya emang didesain buat jarak jauh biar kita tuh bisa santai gitu di kursi ini. Dan posisi duduknya buat gua sih cocok ya. Jadi ketika dipakai jarak jauh gini buat gua kursinya pas ya. Nyaman ya enggak terlalu sporty. Tapi emang buat jarak jauh ini kayaknya emang mobil keluarga sih ya. Terus juga visibilitasnya so far so good. Pilar A-nya ini juga bagus ya, dia ditarik ke belakang. Walaupun dia tebal tapi visibilitasnya enak. Dan kalau kita lihat belakang ya, bewa mobil sekarang dibikin kayak landai-landai. Terus kalau kita lihat belakang ini pakai spion, kacanya tuh kayak sempit banget ya. Visualnya ini tuh enak gede. Depan ngelihat bagus, kanan juga bagus. Pokoknya untuk visibilitas ini mobil enggak ada komplin. Nah, kemudian mobil ini punya driving position yang menurut gua tinggi ya untuk mobil di kelasnya ya. Jadi emang SUV-nya tuh eh meskipun dia SUV yang monokok tapi enggak bisa disamain sama SUV monocok lainnya tuh yang rasanya kayak sedan-sedan yang pendek-pendek ini tinggi. Jadi pas kita duduk itu di atas ya rasanya kayak kita naik Pajero Sport dibandingkan dengan SUV yang monocok gitu ya. Memang sih waktu kita duduk gitu ya udah dikebawahin dia tetap tinggi ya posisi duduknya ya. Jadi kalau kita lihat tuh kap mesin depan tuh kelihatan semuanya, terus juga dashboard-nya rendah. Buat driving ini emang enak sih buat jarak jauh. Nah, terus gua baru sadar juga indikator buat ngunci pintu. Nah, sekarang itu benar-benar enggak ada. Jadi, indikator buat kita tahu ini pintunya ngunci apa enggak ada di atas sini ya. Jadi ada ee lampu nyala lagi ngunci. Nah, berarti itu pintunya semuanya ngunci. Kalau dibuka tinggal pencet di sini. Nah, tapi langsung otomatis ngunci karena dia sambil jalan gini. Karena emang untuk ukurusan safety Mitsubishi juga di Destinator ini enggak pelit ya. Kayak misalkan airbag-nya ada 6 gitu kan, blend spot monitoringnya juga ada, all around view monitornya juga ada. Terus juga kalau misalkan kita lagi lampu merah ya kan mobil depan kita maju nih. Nah, dia ngasih tahu juga tuh. Woi, maju woi. Ada tulisannya di speedometer. Nah, terus kalau misalkan kita mau mundur tiba-tiba ada mobil lewat dia juga ngasih tahu dia ada re cross traffic alert-nya. Dan yang gua sebutin tadi itu masuk ke diamond sense-nya si Mitsubishi ini. Nah, sekarang gimana soal mesinnya? Mesinnya so far halus, suaranya hampir enggak kedengaran ke dalam. Kecuali kalau kita gas yang agak dalam tuh wung di atas 4.000, 3.000 rpm itu baru berasa suara mesinnya masuk ke dalam. Tapi di bawah itu di mana kan dia pakai transmisi CVT. Biasanya itu dia nahan-nahan ee biar si RPM-nya itu ada di bawah terus bahkan kita jalan 100 nih ya itu RPM di bawah 2.000 makanya irit. Enaknya dari transmisi VT itu ya kalau misalkan kita buat jarak jauh kita cruising di kecepatan tetap dia tuh rasionya itu bisa benar-benar kecil sekali sehingga dia tuh bisa ngecilin si RPM-nya. Jadi dengan kecepatan 100 120 dia RPM benar-benar bisa di bawah banget. Nah, itulah yang bikin mobil ini jadi irit. Tapi untuk sebuah CVT ini, CVT-nya lumayan. Artinya ketika kita lagi santai, kita tiba-tiba eh butuh performance lebih, dia enggak ada pedal shifternya. Cuma CVT-nya menurut gua dia responsif ya, enggak kayak CVT-VT zaman dulu. Misalkan kita lagi jalan ya di kecepatan 100 terus kita mau nyusul gitu ya, kita cukup injak pedal gas aja. cepat dia respons-nya tuh udah langsung 120 aja gitu. Jadi enggak perlu pakai petel shift kita turunin gigi atau rasa teng gitu kan. Kadang-kadang kita turun gigi ini enggak dia langsung langsung cepat dan halus. Jadi emang CVT-nya udah beda kayak CVT-CVT mobil zaman dulu. Nah, terus juga remnya ini mobil remnya enak. Jadi pas kita ngerem itu dia tuh pedalnya empuk kayak ada balonnya gitu. Tapi pas kita injak lebih dalam, dia kayak perisa cek gitu loh. Dan ketika kita ngrem misalkan lagi stop and go itu gak ada rasa kayak nguk gitu. Waktu kita pakai auto hold juga kan biasanya kalau kita pakai auto hold itu pas rilis juga agak kasar ya. Nah, di mobil ini autof-nya itu pas kita rilis, pas kita injakk gas pakai eh seat belt itu udah enak gitu. Jadi rilis-nya dia halus. Nah, enaknya pakai electrol parking brake. Kalau kita udah pakai seat belt, kita masukin ke D, kita gas, udah dia langsung bisa rilis dengan mudah. Nah, untuk performance-nya sendiri eh mungkin sekitar 0 ke 100nya tuh sekitar 9 detikan karena dia mesinnya turbo ya, kencang. Ditambah lagi dia tuh punya auto start stop lumayan agresif ya. Jadi kita berhenti, kita macet, kita lampu merah dia langsung mati gitu. Jadi, ada beberapa mobil yang punya auto start stop, tapi dia tuh jarang mesinnya mati. Entah mungkin karena akinya enggak sebagus itu gitu kan atau mungkin alternatornya. Mau lihat pesawat, Nak. Alternatornya itu ngecas kakinya tuh enggak begitu cepat gitu. Nah, ini tuh seringkiali kita baru berhenti segitu aja langsung mati dan kita ketika dia nyala gitu ya, dia cepat langsung tek nyala gitu. Tapi kadang-kadang kita lagi berhenti nih masuk di D ee udah nyala sekitar 2 menit at 1 menit. Nah, waktunya dia buat nyala dong. Karena kan AC-nya dia harus nyala nih. Kalau mesinnya berhenti e apa namanya? Kompresor AC-nya mati. Nah, pas dia nyala ada kayak deng dikit gitu loh. Tapi enggak maju karena kan tetap kita incek remnya ya. Itu kadang-kadang harus suka ada deng gitu dikit aja sih. Tapi gua no complain. Jadi memang mesinnya responsif. Gua suka sama tenaganya. Memang untuk mobil seven seater dengan peleg besar dan body besar harusnya pakai mesin 1500 turbo atau hybrid yang tenaganya besar. Kalau pakai mesin 1500 cc na yah rasanya agak kurang sih. Underp pasti. Untungnya mesinnya pakai mesin ini. Ya, istirahat lagi sekarang jam 17.40 ya. Ini rest areanya ada musiknya suaranya kencang banget. Dan lihat tuh banyak burung di atas. Enggak tahu lagi ada apaan. Oke, kita buka kap mesin ya. Wih, kap mesinnya dia cukup berat ya karena besinya lumayan tebal, enggak tipis-tipis gitu dan kalau kita lihat juga rapi semuanya dicat enggak ada yang belang-belang. Terus mesinnya ini mesin yang sama seperti Eclipse Cross, tapi ini next generation-nya. Tapi yang paling kelihatan jelas dia tuh pakai water to air intercooler. Jadi intercool coolernya ada di atas, ada selangnya sendiri dan cairan coolennya beda ya. Jadi yang buat radiator di sini terus ini yang buat intercoolernya. Pakai intercooler kayak gini itu bagusnya dia enggak cuma bekerja di kecepatan tinggi aja pas lagi banyak angin, tapi waktu lagi macet-macetan dan kawan-kawannya dia tetap juga bisa ngasih udara yang dingin ke dalam intake mobil. Jadi ibaratnya pembakaran nih yang masuk udaranya panas. Nah, itu pasti jadi bikin boros karena tenaganya pasti berkurang ketika dingin jadi bagus. Dan ini sebenarnya kalau misalkan dikasih cover ini pasti jadi lebih bagus lagi. Oke, let's go. Sekarang kita tutup aja. Taruh sini. Perjalanan masih sekitar 2 jam lagi. Karena sekarang ini diarnya 379. Biasanya gua kalau ee keluar kota kebanyakan berhenti di 379 ini. Masjidnya bagus, gede, bulat. Dan gua juga pernah nginp di hotel situ tuh. Jadi waktu itu lagi sama keluarga juga ya kan. Terus karena ngantuk tengah malam, udahlah 2 jam sih nanggung. Cuma daripada beresiko ya daripada kita ngantuk kita ke hotel besok pagi langsung jalan lagi kita ke Klaten, ya. sampai dulu kita sudah nyampai. Alhamdulillah ya. Alhamdulillah turun semuanya. Oke, ini kita lihat dulu kita dapat berapa. Kalau kita 15 km/l ya. Kita foto dulu nih. Tapi aku disuruh bant besok kita lanjutin videonya. Barang-barang yang angkat bareng-bareng ya. Bakal yang berat paling ini ringan 15 km/l anjing not bad loh turun sudah sampai rumah kita sudah sampai rumah turun gimana anjing mbak nah sekarang hari berikutnya agak susah ya bikin video kalau sama keluarga karena anak-anak pasti ribut namanya juga anak-anak ya kan sekarang gua mau lanjutin yang belum gua bahas di mobil ini di hari ini ya let's go kita jalan nah sekarang kita sendirian sama Afif di belakang ya. Jadi kalau sama keluarga enggak mungkin kan kita bawanya agak bejek-bejek gas gitu kan. Ngetes remnya dan kawan-kawan harus smooth santai. Nam juga bawa keluarga gitu kan. Nah sekarang kita mau bahas soal e gimana rasa performance-nya yang lebih detail ya. Ya meskipun kita cuma berdua doang sama Afif doang ya tapi ini mesin enak. Emang mesinnya bawaannya dari Eclipse Cross. Sama persis cuma ini next generation-nya yang udah dikembangin. Akhirnya dia punya tenaga lebih besar dibanding Eclipse Cross dan juga transmisinya gua ngerasa ini transmisi CVT-nya bagus ya. Nih kita dari diam kita gas enggak perlu waktu banyak halus tuh. Dan dia tuh ada shifting-nya dikit gitu. Jadi gua pikir dia bakalan linear gitu ya kayak Mirage gitu kan. Ternyata dia pas kita gas dia ada shifting-nya deng dan shiftingnya juga berasa deng gitu. Ada e up shift-nya dia. Dia naik gigi gitu padahal CVT. Jadi tetap ada virtual gear change-nya. It's good. Gua suka ya. Dan kalau kita masukin ke B dia langsung masuk ke RPM lebih tinggi. Ini lagi jalan santai aja. 3.000 ya RPM-nya ya. Kita gas lebih enak, lebih cepat. Jadi kalau soal performance gua gak ada komplain karena dia gak cuma kencang tapi dia juga responsif. Jadi dia tuh gak cuma di atas kertas tinggi tenaganya tapi pas kita coba pun juga performance-nya memuaskan dan performa tadi itu di salurkan ke tenaga roda depannya. Nah, gas tok setirnya masih ada terasa dikit ya karena gede tenaganya tuh udah 90 aja. Enak sih. Nah, terus gimana soal konsumsi bahan bakarnya? Jadi kemarin mobil ini sebelum kita bawa ke Klaten ya itu di hari sebelumnya gua udah pakai jalan-jalan muter-muter ke Cibubur ya dan kawan-kawan kena macet ya begitulah sama koveri gitu ya. Gua dapetin 112 km/l di mana menurut gua cukup oke dan gua pikir ya dia kan bakal boros ya karena 1500 cc turbo turbonya gede gitu kan dan biasanya mesin turbo itu buat stop gua lebih boros karena udara yang masuk ke dalam intake ke dalam ruang bakar tuh lebih panas karena ada turbonya tadi. Nah, makanya si Destinator itu dia pakai water to air intercooler di mana kalau misalkan mobil bensin dikasih turbo stop and go itu pasti karena turbonya muter ya dia pasti udara yang masuk panas enggak kayak mobil biasa. Nah, tapi ketika dia pakai water two air intercooler dia kan didinginya itu bukan karena angin ya kan karena air yang berputar kayak radiator. Makanya pas kecepatan rendah pun dia sudah berfungsi. Jadi waktu kita stop and go udara yang masuk itu lewat intercooler yang lebih adem. Makanya pas kecepatan rendah itu ternyata untuk mesin turbo 1500 itu enggak boros-boros banget gitu. Ee bisa gua bilang ini iritnya kayak CRV turbo lah ya. Jadi masih acceptable banget. Even dibanding 2000 cc menurut gua ini masih lebih irit. Jadi, setelah kita coba, buat teman-teman mungkin yang pakai Expander, Expander Cross, terus upgrade ke Destinator itu konsumsi bahan bakarnya itu enggak jauh beda gitu loh. Cuman ketika kita butuh tenaga, kita butuh nyusul, kita butuh agak kencang, nah mesinnya baru terasa enak, enggak underper. Tapi ya wajar mobil seberat gini ya. Kebayang kalau misalkan dia dikasih mesin 1500 cc itu pasti lemotnya kayak apa. Eh, even dikasih mesin 2000 cc pun gua rasa juga masih lemot ya, karena ini mobil gede ya, bannya juga besar. Emang paling benar harus dikasih mesin 1500 cc turbo atau mesin NA 2500 cc. Tapi kalau dikasih mesin NA 2500 cc gua rasa akan lebih boros dibandingkan dengan mesin 1500 cc turbo. Jadi menurut gua ada good choice lah. Tinggal kalau misalkan Mitsubishi mau bikin mobilnya lebih irit ya Mitsubishi harus e offering versi hybridnya. Nah, terus gimana soal handling-nya? Seperti biasa, Mitsubishi kalau bikin mobil ya handlingnya itu salah satu yang gua suka. Kenapa? karena dia precise. Udah gitu dia pakai electric power steering, tapi dia punya ini loh bobotnya tuh pas. Pas lagi pelan dia enteng, pas lagi kencang dia bobotnya juga pas. Jadi enggak bikin kita lari-lari. Handy-nya mantaplah. Untuk body roll tetap ada ya. Kayak misalkan dia mobil tinggi, otomatis center of gravity-nya juga enggak rendah. Ya udah gitu suspensinya empuk mobilnya itu di form faktornya SUV tapi rasanya tuh kayak MPV gitu. Jadi dalamnya itu nyaman. empuk, dibawa kencang juga stabil ya kan. Pokoknya kalau kalian bawa keluarga, keluarga kalian enggak bakal komplain deh. Even e sampai duduk di bangku baris belakang itu enggak bikin mabok yang gubrak-gubrak gitu gitu loh. Jadi emang buat jarak jauh, buat kita jalan-jalan itu enak gitu buat penumpang ya, enggak cuma buat si drivernya. Kalau body roll tentu saja masih berasa lah ya. Mobil segede gini, tinggi, empuk ya kan. Tapi masih acceptable dan enggak dalam kadar yang membahayakan gitu. Kalau misalkan kita belok kecepatan tinggi gitu ya, itu masih berasa tapi enggak membahayakan. Kita tuh masih rasanya pde ketika kita nyetir di dalam. Padahal dia punya suspensi itu kalau diperhatiin ya, dia tuh travelnya panjang loh. Jadi pas goyang tuh deng itu tuh kerasa ayunannya pas gitu ya. Empuk. Mobil zaman sekarang kan rata-rata kalau kena bum dikit tuh kayak ada mikro-mikroya itu berasa banget tuh di jalan. Ded ini enggak, ini pas. Ditambah lagi kalau kita ngomongin soal kadar aman ya. Ya, dia udah dilengkapi dengan electronic stability control. Ada AC-nya juga khas Mitsubishi. Jadi pas kita belok sambil kita gas, dia itu bisa ngasih torsi itu ke ban luar. Misalkan kita belok kanan, ya. Ban luarnya kiri kan dia kasih torsinya lebih tuh distribusinya ya. Jadi lebih baguslah. Dan ngomongin soal safety, dia juga active safety-nya sama passif safety-nya tuh lumayan. Kayak misalkan nih dia airbags-nya ada 6 ya kan, ada blend spot monitoring. Terus kalau misalkan mobil depan maju, kita belum maju, dia ada eh warning-nya. Terus juga kalau misalkan depan kita mau nabrak ada forward collision warning-nya juga sampai dia bisa ngrem juga. Termasuk juga blend spot monitoring di belakang ya. Eh, RTCA, rear cross traffic alert itu juga ada. Jadi cukup lengkap lah. Tapi ya pintar Mitsubishi ya gua pikir mereka tuh akan menggunakan Destinator ini sebagai penggantinya XAnder atau ketika pertama kali keluar gua pikir wah ini pasti XForce dipanjangin nih. Ternyata pas kita coba itu jauh banget. Dan dia tuh ngisi market yang kosong gini maksudnya gini. Kalau lu punya duit di bawah R00 juta itu pilihannya banyak banget ya kan. Hampir semua brand gede itu punya ee mobil MPV 7 seater. SUV seater eh ya let's say LSUV lah itu ada semua. Tapi ketika lo punya duit di atas R00 juta, di bawah R00 juta enggak ada pilihan. Cuma ada Zenix. Nah, Mitsubishi bikin Destinator. Tapi kalau ditanya mendingan Zen apa Destinator? Gua kayaknya pilih Destinator ya. Terus juga ini tuh kayak ngasih pilihan buat orang-orang yang punya budget pengen beli XForce, HRV atau semacamnya gitu kan. Eh, Destinator tambah kursi belakang, mesinnya turbo lebih kencang, nyaman lagi. Ini tuh kayak ngebuka market baru. Oh iya, nanggung ya. Mendingan gua beli yang langsung seven seater aja. Tapi buat dipakai harian pun sendirian itu masih enak. Artinya walaupun dia spaciousness-nya itu ya, dia kan dalamnya lega ya, terus juga bagasinya lumayan lega. Nah, ketika kita gak butuh bangku belakangnya tinggal direbahin aja udah dapat SUV yang gede gitu yang proper. Gua rasa ini juga akan menghantam mobil-mobil di segmen yang gua sebutin tadi gitu. Segmen-segmen SUV atau crossover yang dia cuma dua baris karena nanggung. Mendingan nambah destinator dapat yang tiga baris kayak gini proper lagi. Jadi kurang lebih seperti itu Mitsubishi Destinator ya. Buat teman-teman yang udah beli Destinator jangan lupa untuk komen seperti apa rasanya dan gimana setelah memilikinya, merawatnya bisa langsung komen aja di bawah. Dan buat teman-teman juga yang udah beli Mitsubishi Destinator jangan lupa download aplikasi My Mitsubishi Connect ke HP kalian. Kenapa? Karena kalian bisa connectin HP kalian ke mobil kalian. Kalian bisa kontrol, bisa ngunci, buka dan kawan-kawan. termasuk kita bisa lihat informasi udah jalan ke mana aja dari HP aja enggak usah tambah alat-alat lagi. Ya, itu aja mungkin video kita kali ini. Jangan lupa untuk like dan subscribe saya. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye- bye.

Lihat di YouTube