LUPAKAN Samsung A56, Mending S24 FE (YouTube Video)
Mending friendship tahun lalu atau meang terbaru Samsung ini. Gua jelas S2FS lebih menarik buat dilirik dari segala hal yang gua tes di sini. Tapi pertanyaannya, worth it enggak sih dengan selisih harga di sampai R jutaan atau tanpa sadar kan lebih cocok sama A56 dengan segala kelebihannya? Yuk, kita bahas. Oke, kita mulai dari desain di mana kalau gua lihat ini udah enggak terlalu mirip lagi. S24 FE masih pakai desain kas Samsung dengan tiga lensa yang terpisah. Sedangkan A56 bisa dibilang desain baru yang mereka sebut linear design. Yang ketiga, lensanya dimasukin dalam satu modul berbentuk lonjong. Ada yang bilang mirip Sony Xperia dan emang persis banget. Untuk finishing backnya keduanya sama-sama glossya, cuma karena kedua HP ini punya warna terang jadi lebih minim jiprakan sidik nyari. Habis itu di bagian frame S24FE lebih ke matte finish. Sedangkan A56 ada efek garis-garis tipis yang nama kerennya brush metal. Terus di bagian kanan frame juga beda ya. A56 ada nonjolnya, sedangkan S24FE flat. Untuk F genggam S24FE sedikit lebih nyaman sih, terutama di sudut frame sama layar dan backnya lebih melengkung aja dibanding A56. Dan gua tahu ini enggak bakal guna kalau kalian pakai cas, tapi percayalah sewaktu-waktu kalau kalian bosan dan lepas case-nya, informasi ini bakal berguna. Oh ya, satu lagi karena kamera modulnya tadi nyatu di A56, nyelipnya debu di sela-sela kamera modulnya lebih minim ya dibanding S24 FE yang misah gitu. Overall dari sisi desain, entah kenapa gua lebih suka di A56 ini. Bukan karena desain S24FE jelek, tapi mungkin lebih kebosan aja kali ya desainnya yang gitu-gitu terus. Sedangkan A56 ini dikasih sesuatu yang fresh dan baru. Setuju enggak? Atau ada pendapat lain? Lanjut ke bagian layar yang sama-sama punya ukuran 6,7 inch dengan basel yang mirip-mirip juga kalau dilihat. Cukup ramping di samping dan ada dagu berlebih di bagian bawah. Buat layar sama-sama AMOLED dengan resolusi full HD plus. Cuma di S24 FE udah dynamic AMOLED dua kali yang harusnya lebih baik secara teknologi dibanding Super AMOLED. Habis itu buat big brightness S24 FE juga lebih terang sampai 700 nit. Dan kalau gua tes kecerahan di indoor gini mirip-mirip aja enggak sih antara kedua HP ini? Terus buat perlindungan layar, kedua HP-nya sama-sama pakai Gorilla Glass Victus Plus di depan dan belakang. Dan terakhir buat always on display, kedua HP ini ada ya dan bisa set always juga. Paling yang bedain karena di A56 udah One UI 7 lebih banyak custom asemisasi yang bisa kita lakuin. Misalnya atur style jam, terus shortcut di bawah sini dan lain sebagainya. Yang lengkapnya kalian bisa chose nonton video gua tentang Onei di sini ya. Dan kapan S24FE ini dapat One UI 7? Katanya sih di bulan April. [Musik] Nah, lanjut kita ngomongin performance di mana kedua HP ini berchipset Exyos 1580 dengan 2400E. Sekarang pertanyaannya, seberapa jauh sih perbedaan kedua HP ini dari sisi benchmark, suhu, dan gaming? Jadi, gua udah siapin kedua HP ini dengan baterai yang sama-sama di 100%, settingan sama, refresh rate adaptif, dan update software terbaru. Langsung aja kita tes Antutu di mana S24 Effect kelar duluan dengan skor di 1,6 jutaan. Sementara A56 nyusul dengan selisih yang lumayan jauh tuh Rp730.000-an lebih rendah. Dari sisi suhu S24FE lebih tinggi sekitar 6 derajat dan buat baterai lebih makan daya 3% dibanding A56. Dan lanjut kita ke Geekbench. S24 FE tetap unggul sekitar 600-an di single core dan 2.000-an di multiore. Tapi kalau soal suhu dan baterai A56 lebih baik tuh. Habis itu 3DMX stress test lagi-lagi S24 FE punya hasil yang jauh lebih baik buat base loop. Tapi tidak dengan stabilisasinya. Cuma ini wajar ya, karena secara performance A56 enggak sebuos S24 FE dan kelar benchmark. Gua lanjut tes lain di mana download file barengan sekitar 1 giga-an dan hasilnya S24FE bisa kelar duluan. Sedangkan A56 masih ada 1/4AT. Dan biar lebih valid, gua coba tes sekali lagi. Tapi kali ini A56 download duluan dan setelah 2 3 detik baru S24FE jalan. Dan ternyata S24FE masih bisa mejer loh. Dan lagi-lagi kelar duluan tuh. Next. Dari file tadi gua lakuin rendering pakai KinMaster yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus export dalam 4K30 dengan bitrate yang gua mentokin dengan output file hampir di 2 gig. Hasilnya S24 FE ini bisa kelar duluan ya dan disusul 43 detik kemudian. Terus ada satu lagi tes gua yang bakal ngaruh di penggunaan sehari-hari, yaitu jenis storage yang digunain. Untuk S24F ini dia udah pakai UFS 4.0, sedangkan A56 pakai UFS 3.1 dan bedanya di mana? Saat gua lakuin storage speed test, hasilnya cukup jauh nih, selisih Rp96.000 dengan kecepatan tulis dan baca dua kali lebih tinggi dari AD56. Sedikit banyak angka ini berpengaruh ya saat kita buka atau loading suatu app. Dan akhirnya untuk posisi baterai saat ini A56 masih strong di 87% sedangkan S24 FS selisih 8% lebih rendah di 79. Cuma ingat kalau Galaxy S24 FE g2 ini bukan unit baru ya. Jadi mungkin ada penurunan walaupun menurut gua enggak bakal beda jauh juga. Terakhir buat gaming dari tes yang gua lakuin sebelumnya untuk Gin Impact HS60 S24 FE itu dapat FPS yang lebih baik di 51,8 sedangkan A56 di 45,2. Sedangkan suhu kedua HP ini sama-sama panas di 44an derajat dengan konsumsi daya selama 20 menitan, berkurang 14% di S24 FE dan 9% di A56. Oke, lanjut. Kalau kita ngomongin kamera, ada satu hal yang bikin S24F punya nilai plus dibanding A56, yaitu lensa telefoto yang bisa bikin foto atau video zoom kita lebih jelas. Untuk foto dia bisa zoom mentok sampai 30 kali, sedangkan videonya 12 kali. yang hasilnya kalian bisa lihat di sini. Kalau S24 FEM masih bersih gambarnya ya, tulisannya pun masih cukup jelas terbaca. Di foto sesama 10 kali ini pun pohon dan gedung di belakang masih berbentuk. Terus buat kualitas gua bikin singkat aja nih. Untuk overall foto yang gua lihat di S24F ini bisa hasilin gambar yang lebih cerah mau di ultrawo. Yang bikin area gelap atau shadow-nya lebih keangkat dan jelas di S24FE. Kalau buat selfie mirip, paling saturasi di S24FE sedikit lebih tinggi ya kalau dilihat rumput yang lebih hijau di belakang tuh. Habis itu kalau ngomongin resolusi video selfie, S24 Fe bisa mentok sampai 4K60. Sedangkan A56 cuman bisa 4K30. dan 1080p 30. Enggak ada pilihan 1080p60 ya. Sedangkan kamera belakang S24 FM mentok di 4K60 dan 8K30. Kalau A56 di 4K30 aja. Untuk kualitas video mirip kayak foto, lebih gelap gitu di A56 dibanding S24 FE. Mau ultra wide ataupun white. Paling satu lagi nilai plus di S24 FE kalau transisi pinda lensa ultra white-nya ada sedikit efek zoom out gitu. Jadi lebih natural aja dibanding A56 yang kayak kepotong. Terus kalau buat selfie paling beda di skin tone aja sih. Yang kayaknya warna akuratnya ada di tengah-tengah kedua HP ini sih. A56 lebih ke war agak condong ke kuning. Sedangkan S24 mungkin ini yang lebih mendekati natural. Cuman secara dynamic rray sama-sama baik. Terus kalau buat mode kamera keduanya mirip-mirip. Paling di A56 dia ada fan mode dan S24FE ada portrait video. Untuk dual R keduanya sama-sama ada. Dan terakhir yang bikin gua senang adalah fitur kas yang ada di kedua HP ini ya, yang memungkinkan kita buat pindah lensa depan belakang dan sebaliknya pas ngerekam. Kalau kita ngomongin AI tentu ada perbedaan di mana S24 FE dapat Galaxy AI. Sedangkan A56 Samsung kasih nama intelligence yang tentu enggak selengkap di S24FE nih. Beberapa di antaranya S24FE itu ada call assis buat translate telepon kita. Romeo Seen Chufan. Aku tidak punya waktu untuk memasak. Terus ada writing assist buat improve penulisan beserta translate pesannya. Habis itu ada interpreter dan lainnya. Sedangkan A56 dia ada auto trim base face AIC read a lot di browser dan circle untuk to search. Sebenarnya hampir semua fitur di A56 ada di S24 FE ya tapi ada beberapa juga yang enggak ada. Salah satunya best face yang menurut gua karena di S24 FE belum kedapatan OneUI 7 aja kali. Oh ya, satu lagi objek erasernya juga beda dari segi fitur dan cara pemrosesan. A56 itu dia lebih ke simple objek yang dihapus. Sedangkan S24FE selain bisa hapus, kita juga bisa pindahin atau gede kecilin objeknya. Jadi fotonya benar-benar digenerate sama si AI. Terus kalau diperhatiin S24 FE juga ada fitur sketch to image yang bisa generate gambar dari coret-coretan kita dan lain sebagainya. lengkap deh. Oke, untuk spek lainnya yang belum sempat dibahas sebelumnya, ada tiga hal yang bikin S24 FE ini lebih bersinar dibanding A56. Pertama, support wireless charging yang enggak perlu ribet buat colok kabel buat ngecas. Plus support reverse wireless charging yang cukup berguna buat ngecas TWS atau gadget lain saat kondisi darurat. Terus yang kedua, USBC-nya di S24F itu jauh lebih cepat, udah support 3.2 gen 1, sedangkan A56 masih 2.0. yang mana saat gua transfer file sekitar 1 gig A56 butuh waktu sekitar semenitan ya. Sedangkan S24FE kalian bisa lihat sendiri tuh ngacirnya enggak sampai 10 detik kali. Dan terakhir kehadiran Samsung Dex di S24 FE yang bakal berguna buat kalian benar-benar produktif kerja tanpa perlu bawa laptop. Tinggal colok HP ke monitor. Tapi enggak melulus spek S24 FE ini selalu tinggi ya. Secara charging A56 bisa kasih lebih cepat di 45 watt berbanding 25 di S24 FE. Ya walaupun 45 watt juga berasa lambat sih, tapi paling enggak lebih cepetan dikit. Kalau buat vibration gua berasa mirip-mirip aja atau mungkin S24F-nya sedikit lebih baik. Cuma ya bedanya enggak terlalu jauh buat kedua HP ini, sedangkan buat speaker. Mirip-mirip udah 5G, support e SIM, NFC, fingerprint dalam layar, terus IP rating beda tipis aja IP 67 sama 68 dan software update yang lebih lama setahun di S24 FE. Tapi perlu diingat S24 FM masih di Android 14 ya yang bakal kepakai setahun ke Android 15. Jadi untuk software support bakal sama sih sama A56. Hah, akhirnya sampai juga di topik terakhir. Oke, jadi S24 FE ini cuman punya ada satu varian ya kalau gua cek di website resminya yaitu 8+ 256 seharga Rp10 juta. Sedangkan A56 untuk varian yang sama ada di 6,7 juta atau kalian bisa dapat dengan harga 6,2 kalau ikutan promo upgrade storage. Tapi kalau gua perhatiin di marketplace, S24 F ini udah turun harga sampai di sekitar R7 juta gede atau Rp8 juta ya, artinya selisih hampir R juta dengan asumsi kalian dapat A56-nya di harga promo. Sebenarnya selisih R jutaan tadi cukup worthed sih buat kalian ambil S24 FE dibanding A56. Punya layar dengan teknologi lebih baik, performance lebih kencang, support wireless charging, kedapatan lensa tele, AI lebih lengkap, support dex, USBC yang lebih ngebold. Tapi pertanyaannya apakah semua kelebihan tadi kalian pasti pakai? Enggak semua orang punya wireless charger sama kayak Samsung Dex enggak semua pakai. Fitur EA juga mungkin sesekali doang digunain. Apalagi enggak semua orang content creator yang butuh transfer file cepat dengan USB 3.2 Gen 1-nya sampai mudah dulu. Jadi jawabannya balik lagi ke kalian ya. Selisih 1 sampai R juta tadi lumayan banget loh buat sebagian teman-teman. Intinya kalau selisih harga tadi enggak terlalu ngaruh buat dompet kalian bisa pertimbangin langsung ke S24 FE. Walaupun mungkin beberapa fitur tadi enggak kepakai sekarang, tapi saat dibutuhin udah siap. Cuma kalau buat kalian selisih R juta tadi cukup ganggu kondisi keuangan, A56 ini juga bukan pilihan yang salah. Punya fitur yang udah termaksud lengkap buat pembunan sehari-hari. Terutama kalau buat sosial media, foto-foto casual, browsing, nge-game santai, dan lain sebagainya. atau buat dijadiin HP kedua bakal cocok dengan daya tahan baterai yang harusnya bakal awet sih buat video seari bersamanya sabar ya pasin teman-teman subscribe dulu buat yang belum oke gimana setuju enggak atau kalian ada pendapat lain boleh share di komen siapa tahu bisa ngebantu teman-teman lain yang masih galau thank Yeah.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















