Macbook Air Versi Murah !! Tecno MegaBook T14 Air (YouTube Video)
Buat kalian yang dompetnya lagi kurus tapi nafsu belananya lagi rakus, mending lihat laptop yang satu ini karena dia bisa bikin kerjaan kita lebih fokus. Harusnya kompetitor ya ketar-ketir ya lihat pergerakan mereka yang makin fokus. Ya udah enggak usah gedaus. Selamat menonton. Pecinta es gabus. [musik] Hai Andika, guys. Di sini. Hah, jujur saya agak kecewa sih ya sama Tikno ya. Bukan kecewa karena performa atau desainnya, tapi lihat aja nih stikernya gede banget. Lebih gede daripada anggaran MBG. Hidup Jokowi. [berteriak] Saking gedenya stiker ini ya, dia bisa dibuat sebagai ya tatakan gelas, terus kertas buat nulis surat wasiat. Dan kertas pengumuman talek gede banget. Padahal kemarin saya udah komplain ya ketik Om Megabook S14 untuk stikernya [musik] ini kecil aja lah. Ini lebih kecil sih memang, tapi tetap demblok atau tetap nutupin area pojok kanannya. Saya tuh malah kasihan sama engineernya Tekno ya. Mereka udah bikin desain yang bagus, laptopnya ringan. Tapi tiba-tiba anak Gen Hiimagang ngasih tempelan stiker yang segede gabar. Emangnya apa sih yang mau ditonjolkan sama Tekno [musik] sampai mereka bikin stiker segede gaban ini? Yuk, kita bahas lewat brosurnya. Tekno ini kayak mau bilang ya ke kita kalau bobotnya itu cuma 999 gr. Walaupun sebenarnya pas kita timbang mereka itu kayak merendah ya karena lebih ringan sama kayak di S14 kemarin. Bobotnya itu cuma di 976 gr. Nah, ini feeling saya sih stikernya sendiri ini kalau misal kita lepas stikernya itu 500 gr. Jadi, laptopnya harusnya sih sekitar 400 gr aja keberatan di stiker. Terus kalau soal bahan material, Tikno masih pakai bahan yang namanya magnesium alloy. Sama kayak di Tikno Megabook S14 kemarin yang memang dia terkenal solid tapi ringan. Nah, cuman T14 ini adalah jawaban buat kalian yang mungkin sebenarnya enggak suka seri T14 kemarin karena portnya irit banget. Cuma tiga buah type C kemarin. Jadi mau colok flash disk atau mous, bah itu harus ribetlah cari converter. Ibaratnya kalau misalkan pakai dongle itu yang enggak saya suka ya, saya jadi keingat infus di rumah sakit gitu. Jadi ada yang gandol terus ruwet lah kabelnya. Karena di seri ini udah lumayan lengkap lah untuk portnya. Di sisi kiri ada dua [musik] USB type C yang full function, terus ada HDMI. Di sebelah kanan masih ada USB type A juga. Hebatnya lagi walaupun dia ringan tapi gak ada yang disunat ya, enggak ringkih. Contohnya kayak engelnya. Exelnya itu masih bisa dibuka dengan satu tangan walaupun enggak bisa sampai 180 deg buat fitur presentasi. Jadi yang saya salur dari tekno sih walaupun belatunya solid enggak ada yang disunat kayak anggaran. Ah, enggak usah dibahas lah. What? What the? Tapi biasanya kalau bodinya udah hampir sempurna, ada part lain yang harusnya dikompromi. Karena ini kan TIK no ya. Apa itu? Coba kita lihat spesifikasinya dulu deh. Jadi, spesifikasi laptop ini dia pakai prosesor AMD Ryzen 5 7535HS SKUHS yang berarti laptop ini enggak pakai prosesor yang loop power alias high performance. slim yang memang biasanya prosesor ini dipakai di laptop kencang tapi tipis. Jadi kalau secara kasta ya prosesor AMD itu ada HX, H, HS terus U. Jadi HS ini kencang tapi mengedepankan efisiensi juga. Dan langsung aja kita buktiin gimana efisien prosesor ini di laptop setipis stik nu ini. Dan hasilnya pas kita tes di multicore, kondisi baterai only itu di 8.000-an ribuan poin. Nah, yang menarik pas pakai mode adapter atau dicas sama mirip-mirip sekitar 8.000 poin. Jadi, tidak ada penurunan performa. Bahkan di single core-nya juga sama dapatnya di 1400 poin, baik dicas ataupun enggak dicas. Dan kalau kita lihat suhu temperaturnya itu di 90 derajat Celcius pas dicas. Dan [musik] untuk TDP-nya itu ada di kisaran 40 watt spike spek-nya. Dan kalau enggak dicas, TDP-nya itu turun sekitar 5 watt ya, dengan spike speknya di 35 watt. Tapi untuk suhu temperatur ikutan turun juga. Jadi 90 derajat celcius terus [musik] dijaga di kisaran 85an derajat celcius. Sayangnya ketika dia saya ajak lari maraton di time spice stress test berarti kita ajak maraton 20 lab. Dia enggak lolos sih ya dengan skornya 84,9%. Kalau untuk skor lain di Firestrike dan solar B kalian bisa lihat di sini aja. Sebenarnya kalau kita ngomongin seri T14R ini ada dua varian ya. Makanya di stikernya itu ada T14R AMD pojok kecil atasnya karena ada yang varian Intel juga dengan Intel Core FF 134. Harusnya sih kalau yang versi U [musik] itu secara stabilitas sih lebih oke. Tapi kalau kita ngin kencang, kencengan mana? Ya, kencengan seri HS ini. Kayak contohnya pas kita coba pakai main game nih di Dota dengan resolusi full HD, grafiknya fastest. Dia dapat average di 83, dropdopnya cuma 66 fps. Valoran average di 162, dropdrop-nya 132. Wering wave masih playable, tapi kadang memang g ada drop FPS ya, dengan average-nya di 32, kadang drop bisa sampai di 14 FPS. Sebenarnya ini bukan laptop gaming, tapi saya penasaran kalau misalkan kita pakai dia untuk main game Cyberpunk dan [musik] realitanya kalau main game Cyberpunk dia average FPS cuma dapat 16, dropnya itu sampai di 12 FPS. Intinya enggak playable lah. Cuman ada satu hal yang menurut saya menarik. Jadi kalau misalkan kita aktifkan resolution scaling on-nya Cyberpunk walaupun masih belum playable tapi dia FPS-nya bisa naik dua kali lipat kalau fitur tadi kita nyalakan. Dia dapat average FPS di 29 dan dropdopnya di 24 fps. Ya sebenarnya ini memang bukan laptop gaming sih, tapi saya masih kayak mind blowing aja ya untuk laptop yang tipis Cyberpunk hampir dapat 30 FPS. Dan pas main Cyberpunk kita cek SU permukaannya ya okelah ya dengan SU tertingginya di 44,7 derajat Celcius. WAS di ada tombol yang bakalan sering kita pakai itu angat-angat kukuah di 40,2 derajat [musik] Celcius. Untuk konfigurasi RAM-nya dia pakai RAM LP DDR5. RAM-nya itu kapasitas 16 GB. Karena LP berarti dia udah menikah dengan motherboard-nya. Jadi kalau misalkan kalian pengin upgrade ya harus [musik] upgrade sama laptop-laptopnya juga karena enggak bisa. Kalau untuk SSD-nya dia cuman ada satu slot aja dengan kapasitas bawaannya [musik] itu 512 GB yang pas kita tes kecepatannya sih cukup oke ya dengan R-nya itu hampir [musik] 5500 Mbps w-nya hampir 3000 Mbps. Di bagian layar si Megabukti 14R ini pakai panel IPS 14 inch dengan rasio untuk productivity 16 b. Kalau untuk color akurasinya di bawah layar TNO klaim 100% sRGB. Tapi kenyataannya pas kita tes pakai Kalman dia cuma dapat 91% sRGB dengan NTC-nya 74%. BL tipikalnya 325 Nit ya. Meleset dikit lah ya. Ibaratnya kalau misalkan kita lagi main Tinder ya kurang natural lah. Keego goocek filter tapi dikit. Buat content creator sih sebenarnya 91% sRGB itu masih oke. Nah, ngomongin content creator kalau misalkan kalian gunakan laptop ini untuk rendering di Adobe Prem Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai export 4K. Dia selesai dalam waktu 5 menit 22 detik. Kalau mau lebih cepat full HD aja dengan 3 menit 35 detik. Nah, kalau mau belanja rendering 3D ya sebenarnya ini bukan laptop untuk rendering 3D, tapi kalau mau belajar aja bisa dengan Blender template BMW. CPU rendernya dia selesai dalam waktu 5 menit 9 detik. GPU rendernya 7 menit 58 detik. Nah, kalau untuk TDP-nya pas Export Premiere Pro 4K tadi sama kayak Sensbch. Jadi, kayaknya memang dia dilimit di kisaran 35 watt ya. Nih kalian bisa lihat walaupun di CPU render, di blender juga dijaga di kisaran 35 watt dengan CBU temperatur yang paling tinggi itu ada di blender ya, bisa sampai 95 derajat celcius. Kalau untuk kameranya ya standar kamera laptop aja. Dia punya resolusi 1080p 30 fps yang kira-kira seperti ini. Jadi ya ada detailnya itu berkurang kayak over expose di sini. ini terus warnanya ya kayak puyeh ya itulah ya bahasa Indonesianya puyeh itulah intinya ya. Terus kalau noise sih agak agak enggak ada ya kalau digunakan untuk meeting online aja cukup tapi kalau misalkan kalian buka kelas pakai webcam ini kelas kalian mungkin kejualnya enggak bisa yang Rp1 juta sampai Rp50 juta ya paling ya kelasnya dibuka dengan harga Rp100.000 okelah kalau kualitas webcam-nya kayak gini. Lanjut kita bahas soal nafas dari laptop ini. Si Megabukti 14L ini sebenarnya secara kapasitas bikin saya skeptis ya, karena kapasitasnya cuman 55 wat hour. Tapi ternyata pas kita tes di PC Max dia dapat itu 9 jam 35 menit. 1 jam lebih lama dibandingkan Techno Mega yang S14 kita review kemarin. Lumayan loh ya 1 jam itu bisa nonton Dror satu episode. Dan kalau baterainya habis, tenang aja, dia punya P3K yang cakep yaitu gun charger dengan 65 watt yang karena ini pakai teknologi gun, jadi chargernya itu kayak charger HP kecil, kompact, jadi enak dibawa ke mana-mana. Kalau kalian pakai HP transing kayak HP Techno seri Phantom, Camon, Pova atau Spark atau bahkan HP Infinix seri Note Zero dan juga GT Itel sorry ya, Itel enggak ada di list ini, kalian bisa hubungan langsung sama laptop ini. Jadi kalian bisa screen mirroring pakai search keyboard, bisa sampai kirim file kencang bisa tembus 80 MB/ Ini sih lumayan kerasa ya. Kayak ibaratnya kita punya ekosistemnya Apple tapi di harga yang lumayan affordable. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Techno Megabook T14R atau T14R yang kesimpulannya apakah dia ini angin menyegarkan atau cuman angin lalu. Jujur ini laptop sangat spesifik buat orang yang mereka itu tahu mereka penginnya apa ya bukan untuk semua orang laptop ini yang mereka tahu kalau misalkan mereka butuh mobility karena dia juara di portabilitas bobotnya itu di bawah [musik] 1 kilo. Terus build quality-nya mewah bahannya magnesium alloy. Enggak kerasa mewah solid dan elegan. Terus layarnya dengan rasio 16 bing 10 91% sRGB. Walaupun enggak sesuai klaimnya tapi masih okelah di harga segini. Ekosistem wlip-nya buat user HP Techno atau Infinix. Fitur integrasinya sangat seless dan lumayan kencang. Cuman kenapa saya bilang dia bukan untuk semua orang? Pertama ya buat presentasi dia enggak bisa ya. Enggak bisa 180 di grele. Terus ya RAM-nya itu enggak bisa di-upgrade. Tapi 16 GB harusnya udah cukup. Dan satu lagi stiker. Jadi tolonglah kasihan engineern-nya ya. Tolong marketingnya tekno stikernya tipis aja. Kasihan engineernya. Udah bikin bagus-bagus tapi stikernya kayak gini. Dan TDO ini harganya pas video ini dibuat yaitu di Rp9 jutaan. Dan kalau kita ngomongin harga Rp9 jutaan, sebenarnya Acio R8 OLED dulu itu harganya seingat saya Rp9 jutaan ya. Tapi pas video ini dibuat terus saya cek lagi harganya itu naik jadi Rp1.300. [musik] Jadi udah enggak apple to Apple ya. Nah, yang mungkin mirip-mirip lebih dekat dengan tekno ini ada Advance Worplus R. Sampai-sampai pakai MD Ryzen 5 7535 HS. Tapi untuk Advance layarnya itu pakai OLED. Tapi kalau Advance sayangnya dia gak punya ekosistem dan Advance itu barangnya ya mirip-mirip sama brand ODM lain. Bukan ODM di Indonesia aja ya kayak ICO, SPC, tapi di Singapura itu ya mereka karena mereka itu kolaborasi atau bayar Clivo dan juga satu lagi saya lupa namanya. Nah, makanya banyak di negara lain kayak Singapura, Malaysia juga banyak laptop yang mirip kayak mereka. Jadi, ya enggak bisa bikin ekosistem kayak si tekno ini. Nah, pilannya kalian mau yang mana? Itu sih tergantung kalian ya. Saya and see you on the next video.
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menantang batas desain konvensional. Melalui Tecno Pova Slim, industri disuguhkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...

















