MacBook Neo Citrus (2026) Unboxing Indonesia (YouTube Video)
Hai semuanya, selamat datang kembali di Live. Ya, seperti yang kalian lihat di studio kita, sekarang udah kedatangan MacBook Neo. Ini adalah varian MacBook termurah Apple yang baru aja dirilis kemarin dengan harga starting di R jutaan aja. Dan di video kali ini sesuai janji gua, gua akan ngajak kalian untuk nemenin gua ngerasain unboxing experience dari New MacBook Neo. So, ikut terus video ini. Saya Indra. Let's get started. Alright, MacBook Neo dus-nya lumayan fresh ya. Jarang-jarang gua ngelihat MacBook yang colorful kayak gini. Karena memang MacBook Neo saat pertama kali dirilis itu memang punya banyak sekali varian warna. Ada warna regulernya ya, silver. Lalu indigo, blast dan warna yang menurut gua ini paling viral nih, paling dinotice sama banyak tech reviewer di seluruh dunia, yaitu warna citrus. Jadi warnanya tuh kayak lime gitu ya, kayak lemon gitu, kuning kejau-hijauan gitu. Makanya nanti kita akan sama-sama lihat kayak apa sih aslinya warna citrus ini. Menu di packaging-nya seperti biasa ya, ada tulisan MacBook Neo, ada logo Apple, dan di bagian belakangnya ini ada keterangan 13 inch MacBook Neo, 6 core CPU, 5 core GPU diagonal 13 inch, 8 GB memory, dan 51 GB storage. Jadi varian ini yang udah lengkap dengan Touch ID di keyboard-nya ya. Karena untuk yang varian 256 itu keyboard-nya enggak dapat Touch ID. Oke, di bagian belakangnya seperti biasa ada green peel-nya di sini. Langsung aja kali kita buka, ya. Oke, bismillahirrahmanirrahim. Ah, oke. Satu lagi. Oke, kita buka. Hup. Uh, hijau banget sih ini. Wah. Wow, wow, wow, wow. Oke, kita ke sampingkan dulu dan kita cek what's in the box-nya. Oke, dalam boknya kita akan mendapatkan satu buah USB ini USBC to USBC ya, karena MacBook Neo tidak menggunakan Maxve charger magnetic seperti MacBook MacBook lainnya. Jadi chargerannya literally kayak chargeran iPhone, iPad dan yada-yada. Enggak cuma chargernannya doang, kepala chargernya alias adapternya ini juga cuma 20 watt ya. Betul. Kepala chargernya ini setara kayak kepala chargernya iPhone 20 watt. Jadi mungkin memang saking efisiennya A18 Pro di MacBook Neo ini jadinya dikasih chargeran yang wat-nya setara dengan iPhone aja udah cukup cenah gitu ya. Good things-nya buat teman-teman yang traveling bawa MacBook Neo ini cukup bawa satu chargeran aja baik iPhone ataupun MacBook itu udah bisa nge-cover semuanya. Lalu di dalam sini ada apa ya? Aku sih mengharapkan suatu hal yaitu adalah stiker ya kan yang warna-warni harusnya tapi tidak ada tidak ada stiker ya berarti memang sudah fix kalau stiker itu punah gitu ya. Di sini cuma ada keterangan quick start guide-nya tersedia berbagai macam bahasa dan lain-lainnya lah documentation paper doang di sini. Oke, sekarang kita lihat dulu untuk MacBook Neon-nya dan oh ada yang baru di sini ya, ada logo Hellonya, Sat. Di sini tuh Hello ya kan? Ini kayak kali pertama di Apple naruh logo Hello yang sewarna dengan warna sitrusnya. Sekarang kita langsung saja buka, Guys. Kita dari belakang dulu nih ya. Wah. Oke, gua gak expect bakal si hijau ini. Wah, wow. Kuning dari mananya ini hijau enggak sih? Hijau-hijau kekuningan. Hijau-hijau kekuningan. Kekuningan beli tahu kop peci. Enggak ada yang tahu ya? Ya, orang Kuningan mah pasti tahu ada tahu kop peci di sana. Tapi iya ada kuningnya. Tapi menurut gua di sini yang terlihat itu lebih dominan ke ijaunya. Hijaunya itu juga hijau-hijau. Beda kayak ijaunya iPhone 17 nih. Ini by pakai kamera iPhone 17 ya. Shoot kamera 2nya beda banget. Ini kayak lebih nyala ijaunya ya. Dan ternyata ini tuh tidak setebal yang gua kira ya. Karena di video pas launchingnya ini tuh bakal setebal MacBook MacBook Retina yang zaman-zaman pakai chip Intel. Tapi ini udah tipis sih. Mirip-mirip kayak MacBook Pro zaman sekarang nih. Dan oh ini dia nih yang Apple kemarin bilang di videonya. Mereka ngasih detail kecil di bagian rubber pad-nya di bawah sini. Jadi ini dibuat sewarna dengan bodinya. Dan untuk bobotnya ini di sekitar 1,2 kg. Dan kalau kita bandingin dengan MacBook Air lah. Eh, kok sama ya? Iya, ya. Tapi kalau bandingin tipisnya ini beda sih ya. Tapi tipisnya enggak terlalu jauh beda juga sih. Set look-nya kelihatan lebih tebal yang Neo. Tapi ternyata surprisingly MacBook Neo ini hampir setipis MacBook Air. Oke, sekarang langsung aja kita nyalain dan kita tes. Karena ini MacBook ekonomisnya Apple. MacBook paket hematnya Apple yang dijual cuma di kisaran harga R jutaan. Apakah bisa seperti abang-abangnya dibuka dengan satu jari? Ya, kita langsung tes aja. Well, hello. Oh, wow. Ya, betul sekali. Baselnya nih langsung kelihatan sih ya. Ih, lucu banget. Oh, iya. Dia keyboard-nya memang ada nuansa-nuansa ijaunya, tapi enggak begitu ya. Ini lebih ke putih keijau gitu, Teman-teman. Bisa lihat ya di sini untuk apa sebutannya? Palm rest ya, sewarna dengan bagian luarnya. Lalu untuk trackpad-nya di sini full size juga ya. Dan seperti biasa ya kalau kalian lihat wallpaper-nya MacBook Mio ini pasti ada easter egg-nya. Ini sebenarnya tuh tulisan Mac MA tuh kalau kalian lihat. Tapi ya dia biasa lah disamar-samarin kayak gitu dan warnanya disesuaiin dengan warna MacBook Neonya. Berarti kalau MacBook Neo yang warna wallpaper warna pink, indigo warna biru gitu ya. Lucu banget deh. Oke, sebelum kita aktivasi kita lihat dulu untuk sekelilingnya. Di depannya ada logo Apple seperti ini. Terus di sisi kanannya ini cuma ada speaker doang. Dia udah dual stereo speaker ya di sebelah kanan sama sebelah kiri. Uniknya speakernya ini dia posisinya agak ke depan. Biasanya speaker MacBook tuh agak ke belakang tapi ini dia agak ke depan. Nanti kita tes suaranya kayak gimana. Terus juga lanjut di sisi kirinya ini ada audio jack 3,5 mm. Lalu ada dua port USBC. sayangnya ini belum Thunderbolt yang satu bahasa Indonesia sebagai bahasa utama turn belum. Nah, lanjut lagi ya. Sayangnya USBC-nya ini belum ada yang thunderbolt. Satu USB 3, satu lagi masih USB 2 dan speed-nya of course berbeda. Dah, that's it. Enggak ada tambahan-tambahan lagi. Lalu kita bergeser ke bagian dalamnya nih. Untuk layout keyboard-nya ini kalau dari yang gua lihat ya masih sama ukurannya kayak mungkin kita bandingin dengan keyboard-nya MacBook Air yang 13 inch atau MacBook Pro. Nah, di sebelah kanan atasnya sini udah ada Touch ID-nya nih. Jadi, ini eksklusif hanya untuk di varian 512 GB. Dan di bawahnya sini ini ada touchpad-nya yang sayangnya belum force touch, tapi dia ya works like touchpad-nya MacBook gitu ya. Enggak ada yang dinerve sama sekali di sini untuk FELS-nya. Dan Bang, emang apa sih bedanya touchpad yang ada force touch sama yang enggak ada? Nah, kalau yang force touch itu ketika diklik deck-nya itu bukan per mekanik ya, tapi dariptic engine. Jadi ada heptic feedback-nya. Kalau ini pas diklik dia gerak beneran gitu. Dia ngeklik gitu secara mekanik. Kalian dengar nih. Tuh. Ya, kalau MacBook MacBook kayak MacBook Air, MacBook Pro yang emang udah force touch pas diek itu beda lah kayak enggak bergerak. Hanya aja seperti ada getaran ya, seperti kalian lagi mencet eh action button dan lain-lainnya lah. Tapi ya so far ini masih enak banget sih ya untuk gestur-gesturnya masih sama semuanya feel-nya, scroll-scroll-nya segala macam. Ini masih feels like touchpad-nya MacBook banget. Atau juga di settingan touchpad-nya kalian bisa pilih tap to click. Jadi kalian enggak harus selamanya ngeklik touchpad-nya ini. Oke, di sini gua sambil aktivasi dan ya untuk feeling keyboard-nya ini enak sih untuk di ukuran diagonal 13 inch menurut gua ini udah ideal banget ya, proporsional banget untuk ngerjain tugas, ngolah data segala macam. Enaklah. Udah gitu untuk travel key-nya juga enak banget di sini profile-nya ya. Ya, enak banget. Enak banget. Dan sekarang ini udah selesai registration-nya. Kita langsung get started aja. Look at that. MacBook yang running pakai chipset iPhone, guys. Ya, kita lihat dulu about this Mac. Iya, Apple A18 Pro. Chipsetnya nih 8 GB, ya kan. Untuk bawaannya ini udah keinstal juga macOS taho. Ah, gila sih gokil banget ya. Enggak nyangka Apple benar-benar ngelakuin ini, Guys. Ngrilis MacBook termurah. Masukin chipset yang tadinya ada di iPhone 16 Pro, sekarang ada di MacBook. Ini gokil. Oke, sekarang gua mau tes dulu audio kali, ya. Kita tes audionya dulu. Dan ini gua cuma pakai mic wireless kecil di sini ya. lumayan ngebas loh. Wow, mid-nya enak sih kayak lebar gitu. Ngaruh dianget enggak? Enakan ditaruh ya? Iya. Ngebuang ke bawah. Uh, okelah lumayan. Lumayan gua mentokin ya pecah enggak? Masih aman. Mentok ini. Oke loh. Padahal speakernya cuma dua ya di bawah sini. Memang tidak sengebas MacBook Pro. Memang MacBook Pro enggak masih belum ada lawan sih untuk speakernya. Tapi untuk sebuah MacBook R jutaan sekali lagi ini udah sangat-sangat lebih dari cukup ya. Dan sekarang untuk layarnya diagonal 13 inch. I don't know why. Di sini gua ngerasa kayak ini lebih sempit aja kalau kita bandingin dengan layarnya MacBook Air karena ya seperti yang gua bilang ya, MacBook Air ini bezelnya lebih tipis dibanding MacBook Neo tuh kalau kalian lihat terus ada notch-nya gitu. Jadi kelihatannya kayak lues aja gitu. Pal ini sama-sama 13 inch, Guys. Ya, mungkin karena MacBook Air ini enggak actually 13 inch ngepas gitu ya. Dia di 13,6 13,7 inch. Sedangkan di MacBook Neo ini di 13 inch. Tapi ya tetaplah untuk di kisaran 13 inch bedanya tuh jauh banget ya. Beberapa faktor yang mempengaruhi itu ada di ketebalan beasel sama tidak adanya notch di MacBook Neo ini. Tapi buat teman-teman yang selama ini OCD risi ngelihat notch di MacBook ya MacBook Neo ini bakal cocok banget ya karena balik ke era zaman MacBook MacBook dulu waktu belum ada notch-nya. Dan seperti yang kita bilang juga ya, dari awal MacBook Neo ini rilis, gua sih optimis banget kalau MacBook ini bisa diajak untuk edit video tipisipis lah ya kan di Adobe Premiere, CapCut. Bahkan teman kita ya, si Erwin tuh dari ST Media kemarin dia udah ngetes ngedit video 4K di MacBook Neo ini dan itu masih sanggup loh, Guys. Jadi memang pada dasarnya MacBook Neo ini diciptakan Apple mungkin buat para pelajar mau grade-nya di SMP, SMA, anak kuliahan atau pegawai kantoran yang emang lagi butuh MacBook yang enggak terlalu mahal-mahal amat buat nuntasin kerjaan tugas atau mungkin buat orang-orang yang baru pertama kali mau masuk ekosistem Apple dengan MC device-nya Apple. MacBook Neo ini bisa banget jadi gerbang utamanya karena dari segi harga ini cuma di R10 jutaan. Jadi buat Bapak Ibu ya kalau misalnya di rumahnya ada anaknya, "Papa, Papa, Mama, Mama aku mau ngerjain tugas di sekolah nih. Beliin MacBook M5 Pro M5 Max dong." Aduh, jangan langsung dibelikan Bapak Ibu ya. Kemahalan nih. Ada opsi murahnya MacBook Neo yang menurut saya nih ya buat ngerjain tugas sekolah, buat Zoom meeting, video call atau dibawa-bawa ya, buat kerja kelompok di kafe, di rumah teman, ini sih udah lebih dari cukup banget. Dan ya overall gua masih amaze banget sih ya sama color tone-nya Citrus ini. Gua benar-benar suka banget. Dia tuh benar-benar hijau yang ada metalic-metalik besinya gitu. Keren deh kalau kalian lihat langsung nih pasti ngerti apa yang gua sampein. Karena sebelumnya kita tidak pernah mendapatkan color tone seperti ini di produk Apple lainnya. Nih kalau gua giniin kan warnanya jelas nih keijuan gitu ya. Kalau gua ke atasin kayak gini dia berubah ada kuningnya tuh ada kuning-kuningnya dikit. ada bias-bias karena memang karakter warna-warnanya Apple itu dia bakal berubah mood-nya tergantung dengan kondisi lighting. Oke, jadi segitu dulu untuk video kali ini. Untuk lebih detailnya nanti kita tunggu yang versi resmi Indonesianya kali ya. Gua juga enggak sabar pengen melakukan pengetesan-pengetesan MacBook Neo ini. Dan terima kasih untuk Studio Ponsel karena kemarin gua PO MacBook Neo ini dibantu sama mereka ya. Kalian langsung cek aja lah di description box di bawah atau di YouTube shopping di bawah. Like and share this video dan silakan komentar juga di bawah gimana pendapat kalian soal MacBook Neo ini. Kira-kira apakah kalian tertarik untuk meminang MacBook termurah Apple di tahun 2026 ini? Kalau iya ceritain kira-kira apa yang bikin kalian tertarik dari MacBook Neo ini. So stay tune dan subscribe untuk video-video lain dari Live. So thank you guys for watching. Saya Indra. Until next time. Bye.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...


















