Macbook Neo: Laptop Berchipset iPhone? (YouTube Video)
Apple akhirnya bikin MacBook murah, tapi begitu gua cobain kok gak berasa kayak laptop murahan ya? Bisa juga, Guys. Kira-kira apa aja sih yang dikorbanin dari MacBook R jutaan ini? Dan kalau dibandingin sama MacBook Air dan Pro-nya sejauh apa? Yuk, kita bahas. Dan ini dia boxnya yang tampilin sisi atas MacBook dengan logo Apple di tengah. Terus ada tulisan MacBook Neo di sisi atas dan bawah. Gua beli yang memorinya 512 gig ya, warna sitrus. Pas diboka langsung ada laptopnya yang lagi nyantai beserta tarikan kertas yang ada tulisan hellonya loh. Ini sesuatu yang baru sih dari MacBook. Terus ada box lagi tipis yang isinya kertas-kertas yang sering ditelantarkan dan pas gua ubek-ubek sayangnya enggak ketemu [tertawa] stiker Apple deh. Sedih. Lanjut kabel type C to type Type C yang harusnya sekitar 1,5 m panjangnya dan kepala charger 20 wat. Impresi awal gua pas pegang ini, wah enggak kerasa murahan ya. Materialnya dari aluminium mirip kayak MacBook Air ataupun MacBook Pro. Cuman dia bahannya yang udah daur ulang gitu. Di sebelah kiri ada dua port yang di ujung ada USB 3 yang bisa buat nge-charge display out dan transfer data lebih cepat di 10 GBS. 10 GBS. 10 GB per second. Sedangkan sebelahnya USB 2 yang bisa buat ngecas juga tapi gak bisa display out ya. Transformnya juga lebih lambat di 480 MbS. Terus ada lubang 3,5 m jack dan garis ini adalah speaker. Sementara di sebelah kanan cukup sepi nih, cuman ada speakernya tadi lagi. Dan sama kayak kebanyakan MacBook lainnya, saat kita buka dia langsung nyala sendiri dan disambut sama logo Apple. Dan harusnya ada suara. Eh, gua baru nge kalau bulatan kaki-kakinya ini matching sama warna MacBook-nya ya. Dan keyboard-nya juga sama nih. Dan kalau gua perhatiin warnanya enggak terlalu kuning atau hijau mencolok gitu lebih ke pudar. MacBook ini juga punya tiga warna lain. Ada silver blush yang lebih ke pink gitu, Crus ini, dan terakhir indigo biru gelap. Pas di Apple Store tadi gua sempat videoin dan warnanya menarik-menarik dan matching juga dengan warna keyboardnya tuh. Oh ya, sebelum setup-setup pasti banyak yang kepo kalau dibandingin sama MacBook Air dan MacBook Pro. Apa aja bedanya, Bang? Jadi di sini ada MacBook R2-nya siya dan ini MacBook Pro M4 Max-nya gua. Dan kalau kita tumpuk MacBook Air terlihat masih lebih tipis ya. Habis itu MacBook Neo dan paling tebal MacBook Pro. Beda tebal si Neo sama Air-nya sebenarnya enggak terlalu jauh. Selisih 0,14 cent aja yang angkanya kalian bisa lihat di sini. Sedangkan buat berat Neo sama R hampir sama. air sedikit lebih berat 10 gr aja. Terus katanya salah satu yang ngebedain antara laptop murah dan mahal itu adalah saat kita buka gini dia bisa keangkat ya di R bisa barusan dan sekarang di Pro. Gimana dengan Neo? Bisa juga guys. Jadi secara build quality dan strukturnya juga enggak murahan dia. Mantap. Dan kalau dari sisi port, kalian bisa lihat di sebelah kiri sini, MacBook Air sama Pro-nya ada Max Saave yang bikin charging kita lebih aman sih. Jadi kalau ketarik bisa lepas sendiri karena magnetik. Beda sama MacBook Neo yang colok USB gitu. Jadi kalau ketarik ya saya byeby sama laptopnya. Buat portnya tentu beda ya. Nah, kalau MacBook New USB 3 dan USB 2 di Air itu Thunderbolt, sedangkan MacBook Pro Thunderbolt 5. Perbedaannya gua sempat tanya Gemini, dari sisi transfer data bisa sampai dua kali lipat gitu dari USB 3 ke Thunderbolt 4 dan keelima juga. Habis itu display out-nya juga punya resolusi yang lebih tinggi sama charging juga ngaruh. Lanjut kita ke sebelah kanan di mana MacBook Pro banyak banget lubangnya. Ada HDMI, Ford lagi dan lubang taruh SD card. Jadi lengkap banget. Sedangkan MacBook Air headphone jack aja. Terus yang ngebedain lagi kalau ngomongin speaker NEO ini kan ada di kanan sama kiri garisnya tuh. Sedangkan MacBook Pro ada di sebelah keyboard yang titik-titik gitu. Ityaanya sedih deh, Guys. Gua pernah enggak sengaja jatuhin HP ini langsung bopak begitu. Sedangkan MacBook Air ini cukup unik. Kalau speakernya itu dia taruh di celah Excel ini. Jadi nanti speakernya itu bakal ngarah ke layar dan pantulin ke kita. Dan kalau ngomongin layar kelihatannya bezelnya cukup tebal di Nakchnosan notch nosanch notan kayaknya di Pro dan Air-nya. Kalau untuk keyboard pengalaman ngetiknya sih cukup mirip ya kayak MacBook Pro ataupun MacBook Air. Cuman gua berasa agak kurang clicky aja pas dipencet gitu. Paling yang benar-benar ngebedain adalah di MacBook Neo ini dia enggak punya backlight. Jadi kalau gelap mungkin kalian mesti ngeraba-raba atau bisa kebantu dikit dari pantulan cahaya layarnya. Terakhir dan ini juga yang ngebedain yaitu trackpad. Jadi si trackpad Neo ini beneran tomul yang kalau kita tekan melesek ke dalam ya. Jadi benar-benar bisa diklik. Beda sama di Air atau Pro yang mana sensasi clicky-nya itu dapat dari heptic feedback di trackpad-nya. Buat gua yang udah sering cobain trackpad-nya MacBook Pro, pas cobain trackpad di Neo ini berasa agak aneh aja sih. Mungkin lebih ke masih kurang dibiasain aja. Jadi bisa dibilang ini salah satu yang dipangkas juga di Neo. Cuma untuk gesture trackpad-nya sama aja ya. Kita bisa swipe pakai beberapa jari. Ini nilai plus banget trackpad-nya MacBook. By the way, Guys, kalau kalian suka gua bahas-bahas barang seputar Apple, apalagi yang murah kayak gini, boleh kasih tahu gua dengan like video ini, ya. Kalau rame bakal gua seringin. Thank you. Oke, lanjut kita ke spesifikasi. Yang penting-penting langsung gua tampilin di layar nih. Paling yang pengen gua highlight kalau dibandingin sama MacBook Air terbaru M5 dan MacBook Pro terbaru M5 Max. Apa aja? Pertama dari layar. Walaupun MacBook Air itu 13 inch juga, tapi ternyata dia 13,6 inch. Sama-sama liquid retina, tapi untuk pro-nya udah pakai liquid retina XDR display. buat nonton masih cukup enak ya, gak jauh kayak model atasnya. Dan sekalian gua bandingin speakernya sama MacBook Air dan MacBook Pro. [musik] Kalau dari chipset, MacBook Neo ini pakai chipset HP A18 Pro chip yang mana chipset ini sama dipakai di iPhone 16 Pro dan tentu kalau dibandingin sama M5 ataupun M5 Max cukup jauh perbedaannya. Dari sisi core CPU aja, A18 Pro itu punya 6 core. M5 ada 10 core dan M5 Max 18 core. Terus untuk GPU kalian bisa lihat sendiri dan buat RAM-nya mungkin ini salah satu yang dipangkas juga yaitu 8 gig doang. Mungkin kalau buat sekarang ya masih oke lah ya. Cuman kalau dipikir buat 4 sampai 5 tahun ke depan takutnya udah mulai ketinggalan untuk pemakaian jangka panjang. Dan mari kita jalanin benchmark buat ketiga MacBook ini, Guys. MacBook Pro, Neo, sama Air. Dan buat hasilnya ada satu hal yang cukup menarik, yaitu single core MacBook Neo dengan A18 Pro-nya ternyata kencang juga. dapat skor 3.500-an poin yang gak terlalu jauh sama M4 Max MB gua yang dapat di 3.925 poin. Bahkan yang bikin surprise, single core MBA M2-nya malah di bawah MacBook Neo 2.569 poin. Artinya buat tugas ringan kayak buka tutup app, browsing, edit ringan, atau kerjaan harian gitu, MacBook Neo tetap terasa gesit dan responsif. Tapi begitu masuk ke beban yang lebih tinggi kayak multitasking berat, rendering video, atau kerjaan yang CPU-nya disiksa terus-terusan, MacBook Neo bakal kurang cocok. Beda dengan MacBook Pro yang punya multiore du sampai tiga kali lipat dari Neo tuh. Dan tambahan lagi buat display MacBook Neo sama Air ini masih 60 Hz. Sedangkan Pro version-nya udah promotion promotion promotion atau refresh rate up to 120 Hz. Terakhir dari sisi kipas sama kayak MacBook Air, MacBook Neo ini enggak ada fan internal. Jadi cuma ada di MacBook Pro aja yang emang dikhususkan buat tugas-tugas berat. Oke, guys. Dan ini hasil perekaman dari webcam-nya MacBook Neo. Terus ada MacBook Pro juga dan MacBook Air. Sekali kalian bisa dengar gimana kualitas dari mic-nya yang nanti gua bakal switch. Misalnya ini MacBook Neo di tengah gua, terus ada MacBook Pro dan ini untuk MacBook Air. Kalau dilihat sini sekilas sih mirip-mirip aja ya. Dan oh enggak deh, gua berasa kayaknya di MacBook Pro itu jarak panjangnya lebih luas. Sedangkan si MacBook Neo itu agak sempit field of view-nya. Dan secara tekstur muka kayaknya masih lebih terlihat realistis di MacBook Pro ya. Iya, MacBook ya udahlah ya yang paling mahal. Neo udah cukup lah menurut gua kalau buat eh video call terus buat conference meeting kayak gitu-gitu. Kayak yang gua bilang sebelumnya, MBN ini MacBook Neo punya empat warna ya, ada silver, blast, CR, sama indigo. Dengan konfigurasi storage ada dua, ada yang 256 sama 512. Sama gua lupa kasih tahu kalau Touch ID-nya cuman ada di varian 512 gig. Untuk harganya sendiri mulai dari 849 Singapura Doar atau kalau dirupia Rp,2 juta. Dan menariknya harga MacBook Neo ini lebih murah dari HP murahnya Apple. iPhone 17 di 949 Singaporea dolar atau sekitar 12,5 juta. Overall, MacBook Neo ini menarik banget sih. Di saat brand-brand lain naikin harga produknya, Apple justru bertaruh dengan keluarin MacBook versi murah. Gua juga gak tahu ya dengan adanya produk ini bakal turunin image brand-nya Apple atau enggak karena ngejual produk murah. Dan ini bukan pertama kali ya. Sebelumnya Apple pernah bereksperimen dengan keluarin iPhone murahnya bukan yang E tapi yang lebih murah lagi di seri C. Dulu sempat ada di iPhone 5C. Terus buat kalian punya dana terbatas dan pengen incer MacBook Nio ini tapi secara spek masih kurang greget. Sebenarnya masih ada opsi lain buat sikat MacBook Air atau Pro keluaran lama yang udah turun harga. Misalnya kalau gua cek di top ada MacBook Air M2 di harga R jutaan. Enggak tahu sih itu barang baru atau enggak. Kalau enggak ya mesti dicek benar-benar waktu transaksinya. Terakhir, kalau kalian mau jadi yang pertama buat punya MacBook Neo ini dan enggak tahu gimana cara belinya bisa toel jasip rekomendasi gua SG.shop. Dijamin aman. Ya udah guys, segitu dulu videonya dan kalian kasih tahu ya haruskah gua bikin video lanjutan ke MacBook Neon-nya ini karena masih banyak banget yang bisa dites. Coba kasih tahu di komen ya. Thank you.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...


















