Main ke Rumah Ustad Felix Bareng Arsiteknya! InspiArsi: Interlook (YouTube Video)
Oke, Teman-teman. Selamat datang kembali di episode inspirasi kali ini. Menarik banget karena kita lagi berkunjung ke rumahnya Ustaz Felix dan kita akan bahas bareng Ustaz dan sama arsiteknya dari Interlook yaitu Mas Wandik. Dan ini dia room. Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, Mas. Alhamdulillah. Mas Wandi, gimana kabarnya? Alhamdulillah. Baru dari atas ya tadi ya? Iya, dari atas kita banyak tanaman ya. Banyak sekali tanamannya. Oke, ini kita terima kasih banyak Ustaz Felix, Mas Wandi ee kita sudah boleh datang ke sini kita membahas rumahnya. Heh. Wah, ini menarik banget, Teman-teman. Dari luar aja udah paling menarik nih, dari tadi. Oke. Nah, ini ee sebelum ee kita membahas desain rumahnya, boleh tahu dulu enggak ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Luas tanahnya ini sekitar 1300-an. Ee luas bangunannya ini ada dua bangunan utama. Satu bangunan yang ini di ini adalah rumah sebenarnya ini kayak support daripada ee apa? Bangunan yang satunya ini sekitar 500-an meter. Ee kalau yang ini 500-an lebih. Oke. Jadi ini lebih gede karena memang aktivitas utamanya di sini. Berarti ini bangunan untuk apa? Bangunan untuk studio, untuk terus aktivitas-aktivitas dakwah kita. Lalu kemudian aktivitas ee jualan juga di sini. Tapi intinya sebenarnya ini lebih kepada kreatif sih. Jadi kita namain yuk Ngaji Studio. Wis. Masyaallah mantap sekali. Dan ini ee kulihat izin ini apa e Ustaz Mas Wandi kalau area sini ini area untuk apanya ceritanya? Ah kalau ini kalau Mas Wandi mungkin cara arsitek nanti bisa nambahin ya. Kalau aku sih ini daerah untuk ee lebih kepada ini sih ruang terbuka sebenarnya. Heeh. Karena kan kita punya tanah ini. Lalu kemudian kita juga bilang sama Mas Wandi, "Mas e coba untuk desain jangan semuanya e bangunan karena kita kan justru escape dari Jakarta ya yang semuanya bangunan. Nah, kita pengin agar ada tempat terbuka lah biar untuk bisa aktivitas-aktivitas outdoor. Yang tadinya kalau secara histori kita ini tuh peruntukannya mau dibuat konveksi ya, Ustaz ya. Jadi kalau planning awal itu kita mau buat perencanaan tiga masa bangunan. Oh, jadi ada tiga tadinya. Betul tadinya gitu kan. Tapi ternyata sering berjalannya waktu Ustaz juga ada mungkin ada konsern lain dan lain-lain sehingga akhirnya diprioritaskan dua masa bangunan rumah tinggal dan studio. He. Dan ini tempat berkebun berarti. Iya. Dan akhirnya jadi ada fasilitas untuk lapangan basket. Lapangan basket. Heeh. L kemudian ini ee sebenarnya ini ee bagiku kayak gini ee rumah tempat tinggal juga termasuk tempat kerja ini kan adalah statement ya. Jadi kita banyak simbolisme di sini. E pertama misalnya kalau kita lihat Al-Qur'an, Al-Qur'an kan ngasih beberapa tanaman ya. He. E ada anggur, ada zaitun, ada tin dan segala macam. Nah, semuanya kita coba tanam di sini. Oh, ini anggur nih. Alhamdulillah sudah barusan berbuah kemarin. Nah, ada juga buah, ada juga seeder, ada juga bidara. Jadi kebun-kebunnya yang di dalam Al-Qur'an kita coba masuk di sini. Kalau ini daerah namanya taman aromatik. Oh, gitu. Kenapa tuh, Ustaz? Karena semuanya punya wangi. Kalau ini melatih Belanda kalau nanti mau nyium. Tapi e sayangnya belum berbunga. Nah, kalau ini sini deh coba. Coba digesek gini terus dicium gini. Heeh. Terus dicium. Oh, wangi ya. Iya banget. Ini top notes-nya parfum-parfum yang ee terkenal. Hm. Oh. Heeh. Ini rosemary. Rosemy. Bisa buat bumbu masak juga, Ustaz. Ya. He. Bumbu masak. Dan secara neurosins meningkatkan frekuensi kerja otak. Oke. Dan ini berarti kalau k lihat kan memang banyak sekali nih. Beragam sekali tanamannya. Itu memang salah satu hobinya, Ustaz. Betul. Iya. Dan semuanya aromatik. Nah, contoh lagi ya. Kalau tes lagi ya. Oke. Oke. Sini nih. Ini kita harus lewat sini nih. Nih playground-nya Ustaz ya. Iya. Ini playground-nya aku. Ini apa nih? Kayu putih ya. Ee coba diperes ee plites. Pites peres atau di diremas. Heeh. Ini kayu putih. Oh. Heeh. Mau nyobain. Nyobain dimakan. Jangan. Jangan dimakan. Enggak bisa dilalap ya, Ustaz ya? Bisa. Oh, bisa kalau kalau sanggup. Iya. Ini jadi semua aromatik di sini. Kalau ini enggak sih banget. Heeh. Betul. Heeh. Dan ini yang aku pengin tanyain kan ketika Mas Wandi sebagai arsiteknya. Nah, Mas Wandi gimana mentranslasikan kebutuhannya Ustaz nih pas mendesain rumah ini? Iya. Jadi sebetulnya begitu kita ketemu briefing secara langsung, pertama kita ee pertemuan pertama dengan Ustaz itu adalah ngedesain ee ketika tanya, "Ustadz mau desain di mana?" Belum ada tempatnya. Jadi saya bertemu itu tanah yang belum ada. Jadi kita butuh waktu sekitar setahun 2019 dihubungi lagi, "Mas, tanahnya sudah ada." Dan memang rada surprise juga ya karena posisi tanahnya itu ke bawah. Betul. Jadi elevasinya lumayan tuh. Iya kan? Kalau aku lihat juga dari kita itu kan jalan benar-benar di atas kita gitu ya. Dan bahkan ini ee bangunan tiga lantai ini dia di lantai duanya ya. Terus kemudian turun sampai ke bawah sini ya. Iya betul. Kalau orang Cina bilang pandangan kaisar. Kalau di Cina itu kan kaisar kan pakai ee pakai tempatnya kan di atas bukit ya. Itu sebenarnya ditiru di Indonesia juga sih. Makanya makam ee para raja itu kan tempatnya di bukit kayak di Jogja makam raja-raja Imogiri. Soe Harto kan juga dimakamin tempatnya bukit juga Harto ya. Ya, hampir semuah raja-raja di Indonesia. Heeh. Simbolnya begitu mungkin ya. Itu ee Ustaz khatam banget kalau soal Pengsu ya. Boleh kita sambil jalan ke situ yuk. Silakan. Nah, ini berarti pintu masuk utamanya. Iya, pintu masuk utamanya di sini. Oh, oke. Nah, ini juga sama. Jadi ini extendingnya taman aromatik kita di sini. Heeh. Ini semuanya juga berbau-bau juga nih. Kecuali yang ini. Ini anggur Brazil. Ini e pohon e kayu putih. Beda ya dengan yang tadi ya, Ustaz ya. E sama. Oh, sama. Nah, yang menarik adalah sebenarnya kenapa aku tanam di sini banyak taman aromatik? Karena orang yakin setan tuh dekat yang dengan yang wangi-wangi katanya. Iya, katanya. Karena kan sedap malam dan segala macam kan orang bilang ah kamboja dan seterusnya. Ee mereka bilang banyak setannya. Tapi sebenarnya dari sudut pandang orang pertanian ya yang ee yang coba belajar tentang tanaman semua tanaman bunga itu berhbungnya ya malam. Wow. Oh, jadinya makanya aku tanam ini supaya banyak penunggunya lah. Jadi supaya wangi. Kalau boleh tahu, Ten kan berarti bangunannya tiga lantai, baik rumah maupun di studio ya. Kenapa akhirnya diputuskan untuk dibangun jadi rumah tiga lantai seperti itu. Dan temanya lebih industrial ini ya berarti industrial minimalis. Betul. Jadi kita pertama ee mencoba untuk mengakomodasi aktivitas dulu ya. Akitas kita sebenarnya sih kalau kita di Jakarta rumahnya sekitar 200an lumayan ya anakku ada empat. Nah, itu sudah mulai agak sempit banget. Nah, akhirnya kita bilang, "Ya udahlah yang penting tempat utamanya aktivitas dakwahnya jalan dulu e didesain dulu seperti apa, baru rumah itu untuk pendukung aja. Nah, sebenarnya sih enggak perlu sampai tiga lantai sih. Jadi, lantai ketiga tuh cuma kayak tempat servis aja. Oke, servis dan ee semacam kayak respect p orang tua. Nah, ini kan juga salah satu yang nyponsorin juga orang tua ya. Oke. E ada salah satu guruku itu ketika dia bangun satu pesantren, menariknya adalah dia bangunin satu kamar bagus banget buat gurunya. Padahal gurunya udah enggak ada. E. Nah, terus aku tanya ee kenapa terus dibangun ini untuk guru? Padahal gurunya sudah enggak ada. Dia bilang ini out of respect aja. Ya, kadang-kadang memang kita enggak bisa mengerti yang kayak gitu-gitu ya. Maksudnya rasa cinta itu kan membuat orang melakukan hal-hal yang kadang-kadang enggak masuk akal. Aku, bapakku masih ada yang pertama gitu kan ya. Yang kedua juga ee apa namanya? Bapakku juga bisa ke sini. Nah, jadi lantai 3 itu kita buatin kamar buat bapakku sebenarnya walaupun masih kosong tapi yang penting udah ada dulu ruangannya. Minimal kita sudah kasih tahu ini kamarnya papi dan mami gitu maksudnya biar e maksudnya biar mereka juga ngerti bahwasanya mereka tetap punya tempat di sini gitu. Intinya sih seperti itu sih. Jadi tiga lantai tapi aktivitasnya banyak di lantai satu dan lantai du. By the way ini adalah ee apa namanya? Ruang tamu kita. He. Jadi, ruang tamu kita juga sebenarnya jarang banget untuk dipakai di sini karena tamu-tamu kita terima di studio kebanyakan dan ee karena memang ini adalah aktivitas utamanya di sini, maka tamu-tamu yang datang juga biasanya adalah tamu-tamu yang berkaitan dengan aktivitas dakwah. Jadi, di sini semua akan lihat sih yuk kita mas kita akan ke sana. Kalau dari Mas Wadi nih, ketika menterjemahkan kebutuhan dari ustaz nih kan seperti apa tuh, Mas ceritanya? pertama adalah kalau terkait konsep ya eh Ustaz sendiri memang dari awal sudah state bahwa konsepnya pengin industrial gitu kan pengin memunculkan material-material yang jujur meskipun itu terlihatnya raw mungkin buat kita gitu kan tapi itu tertun gitu kan akhirnya ee kita coba respon itu menjadi ee rumah yang styleennya ustaz banget gitu kan. Oke, pertama adalah dari sisi fungsi, Mas. Ini adalah fungsinya ruang tamu. He. Tapi sesungguhnya kalau di balik layarnya adalah ini sebenarnya rumah ini memang rumah tinggal, tapi seolah-olah ini ada dua masa bangunan sebenarnya. Ada dua masa bangunan yang memang itu terbagi antara semi private ya gitu kan. Karena di sini ruang tamu berikut terkoneksi ke kamar tamu. Kamar tamu yang memang sometimes ini bisa discut karena kan mungkin ee karena ini fungsinya adalah rumah tinggal tetap harus menjaga privacy dari keluarganya Ustaz gitu kan. Gitu kan. K. Berarti dalam satu area ini ini rumahnya sudah terpisah nih ya. Jadi dua masa bangunan dan tetap masih ada satu bangunan lagiah ya di sana. Bahkan kalaupun misalnya aktivitas ee keluarga ustaz punya aktivitas sendiri di dalam gitu kan, itu bisa ditutup langsung aja. Tapi di sini tanpa harus membatasi area ruang tamu ini. Jadi sangat fleksibel ya. Betul. Jadi sebenarnya itu ada satu masa bangunan. Ini ada satu masa bangunan tapi ini bisa dibagi lagi jadi dua masa bangunan sebenarnya. Jadi total ada berapa dan ini kalau orang-orang pergi ke rumah mereka bilang apa? Kayak labirin Mas. Iya betul kayak labirin ya. Memang kalau dibangun agak gede lagi Infinity Castle. Iya iya iya. Boleh, boleh, boleh, boleh. Kita lanjut ke sini nih, Ustaz. Heeh. Oh, wah. Dan ini ruang makan kita nih. Ruang makan. Ah, ini salah satu yang kita juga aku paling senang di sini sih karena ee pertama ee ini benar-benar kayak terhubung dengan ee dengan luar ya. Jadi ini kayak benar. Ini dibilang di dalam enggak, dibilang di luar juga enggak sebenarnya. Jadi ini ee terhubung dengan di luar sehingga udara masuk ee bagus banget dan orang-orang yang pada ke sini semua senang karena tadi aliran udaranya bagus banget. Karena kita lihat ee kebanyakan rumah itu aku enggak tahu ya kalau kebanyakan rumah tuh menurutku ya bukan masalah dia itu kayak enggak nyaman tapi aliran udaranya enggak sirkulasinya. Betul. Sirkulasi udara sama cahayanya biasanya. Iya. Itu yang membuat rumah nyaman atau enggak nyaman sebenarnya. Kecil asal sirkulasinya bagus nyaman. Nah ini tempat yang nyaman pertama karena tadi. Yang kedua ini tempat keluargaku ngumpul. Oh iya. Jadi kalau habis subuh terus kemudian kita sarapan sebelum mereka pergi ke ee apa sekolah. Nah, kita banyak ngobrolnya di sini. Tapi memang kalau dari ee segi leo cukup unik ya, Ustaz e Mas Wandi ya. Karena ee biasanya kalau kita datang ke rumah kan jarang nih ruang tamu di sini ruang makan habis itu ruang keluarga gitu kan. Biasanya ruang makan kan lebih di dalam gitu kan. Iya. Nah, ini semua bisa disekat. Ini bisa disekat. Ini bisa disekat. Tadi kata Mas Wandi andaikan misalnya contoh di sini ada tamu, kita bisa nutup ini dan kita bisa sekat. Nah, itu jadi tempat yang berbeda sudah karena ini sudah terpisah. Nah, ini juga bisa diakses dari luar sebenarnya. Betul. Oh, gitu. Heeh. Dari samping. Dari samping bisa diakses. Makanya kayak labirin dari sini juga bisa diakses keluar lagi. Jadi, benar-benar banyak sekali aksesnya menuju ke sini. Banyak akses. Heeh. Betul. Heeh. Jadi, bisa kita apa namanya? Lebih bebas, lebih explore, bisa memilih. Dan ini area taman lagi nih ya. T ini taman belakang. Betul. Taman. Tapi ee apakah masih dengan tema aromatik lagi atau enggak? Ini ini kalau ini tema taman belakang ini adalah lebih kepada tema natural ya. Artinya kita ee ini menariknya ada tiga 1 2 3 empat empat pohon beringin. Ee empat pohon beringin di sini dan empat-empat pohon beringin ini ee kita ambil dari got. Dari got. Dari got ee jadi dari selokan kita ambil karena kan beringin itu kan enggak numbuh kalau di tempat yang bagus ya. Numbunya di tempat-tempat yang enggak bagus. Nah, ini ee sama seperti tadi aromatik ya. Ini juga sama banyak orang menyangka kayak ee beringin itu kan kayak apa ya, angker gitu kan ya, kayak banyak hantunya. Tapi menurutku sih cuma sebuah mitos yang dibuat agar orang enggak motong pohon beringin karena dia sebenarnya peneduh ya. Peneduh dan yang lebih penting adalah pompa air. Dia penjaga tanah, pompa air. Makanya kalau kita lihat di umbul ataupun ataupun kayak di mata air ya itu banyak sekali pohon beringin. Oh. Nah, kalau dipotong bayangin berapa banyak orang-orang yang terdampak gara-gara itu. Nah, kita pas kalau di kita harus dikasih mitos dulu Harus dikasih mitos. bisa ngikut ya. Mitos itu cara tercepat ketika kita mau membuat orang-orang yang ee misalnya ya kurang edukasi untuk menaati sesuatu. Heeh. Jadi jangan semuanya jangan nanti masuk neraka misalnya langsung ditakut-takutin dulu gitu. Nah, aku izin membahas desain dikit nih. Nah, ini kan cukup menarik karena semuanya memang dibikin materialnya raw natural sekali. He dan memang jadi menyatu juga sama keseluruhan konsep rumah ya. Termasuk ada tamannya ini ya. I boleh diceritain dikit enggak, Mas Wandi, seperti apakah pas mendesainnya ini? Oke, pertama ini ada ruang tamu di sini. Secara layout memang dibuat lebih diagonal ya daripada ee ruangan lainnya gitu kan. Karena pertama memang ngerespon dari ee kontur atau ee bentukan kavlingnya.Oke, itu yang pertama. Terus kedua adalah fungsi dari si ruang tamu sebenarnya supaya eh sori ee kamar tamu. Fungsi dari kamar tamu itu sendiri supaya tetap sebagai tamu tetap merasakan privasi juga akhirnya coba ee apa enggak terlalu sitru dengan ee ruangan ya keluarga. Iya gitu kan. Itu yang pertama. Terus kedua adalah kita memang di sini bentuknya dibikin simplify ya. Artinya eh tadi meskipun dieksplore atau dieksposnya itu adalah materialnya gitu kan. Di sini pun kita coba dari material yang ee aslinya kita coba bentuk pattern. Makanya ini jadi ornamen juga sih. Jadi ornamen daripada ee area ee tamu ini gitu kan. Baik itu ruang tamu maupun kamar tamu. Iya lucu ya. Iya. Ini jadi acarik sih. Padahal ini maksudnya secara ini enggak enggak direatmen apa-apa cuma lebih ke pemasangannya aja gitu kan. Heeh. Ada yang ee dipasang sebagaimana mestinya, ada juga yang dibalik ya. Cuma bagian depannya gitu kan yang diekspos. Iya. Itu bagian sini. Nah, kalau ke kebetulan ini ee taman ini berubah after ini terbangun ya, Ustaz ya. Karena sebelumnya kalau dari sisi planning tadinya ini swimming pool ya. Swimming pool gitu kan. Cuma akhirnya mungkin dari sisi ee kebutuhan dan lain-lain akhirnya berubah jadi landscape ya, Ustaz ya. I yang minta ee suumpul Um Wali lah istriku. Oh oke. Ternyata cuman cuman aku bilang ee nanti kalau mau berenang di luar aja lah. Oke. Di sini jadi tempat yang lain aja gitu hobinya Ustaz ya. Lebih luas lagi. Lebih luas lagi untuk berkebun ya. Iya. Yuk kita sini ya. Nah yang aku pengin tanya juga. Jadi kan ketika proses mendesain rumah ini apakah mostly dari Ustaz ngikut aja ee desainnya dari Mas Wandi dari Interluk atau seperti apa tuh? aku ngasih beberapa preferensi e karena aku bukan ahli e desain ataupun e arsitek, aku cuma ngasih beberapa gambar aja. Nah, gambar-gambar inilah yang diterjemahkan sama Mas Wandi nih. Jadi kayak begini. Artinya kalau aku ya secara secara aku ketika sudah mengalami e buat rumah dan segala macam ee kebanyakan orang mungkin mikir arsitek atau misalnya dia pakai jasa arsitek mungkin lebih mahal misalnya. Tapi sebenarnya kalau dilihat dari segi experience-nya enggak juga sih sebenarnya. Karena ee ketika kita salah untuk ee apa ya? Karena kita enggak ngerti, lantas kita berbuat salah karena kita enggak punya ilmu di situ, itu cost-nya lebih besar ujung-ujungnya karena kita harus memperbaiki, mengubah itu semua. Mungkin bukan cos duit sih, walaupun cost duit juga pastilah. Ee ee cost waktu lebih pasti lagi. Tapi yang e tenaga juga sama. Tapi yang lebih parah tahu enggak apa? Mental. Mental. Betul. Mental. Jadi contoh ya ee Mas pernah salah beli enggak sih, Mas? Pernah. Pernah. Pernah. Pernah salah beli ya. Misalnya ee kita keputusan kayak apa ya? Kayak keputusan panik gitu, Mas. Betul. ee karena kita enggak ngerti ilmunya nih, kita beli. Setelah itu kita enggak pakai barang itu. Kita kita terus kemudian merasa harusnya aku beli yang ini. Itu kan lebih daripada duit, lebih daripada waktu. Iya. Dan itu selalu mengganggu pikiran kita kan. Benar. Nah, saya save dengan semua itu dengan ketika kita ee apa ya konsultasi ataupun punya ee punya apa ee menghihat lah menghayat jasa orang-orang yang ngerti di situ. Karena ada yang ngerem ya, Ustaz. Ya, benar, ada yang ngerem. Dan karena mereka sudah buat banyak akhirnya mereka lebih tahu kan ya. Kayak kita gini aja, kita buat satu rumah misalnya, kita jadi ngerti nih e praktikalnya seperti apa. Nah, mereka yang sudah buat rumah banyak itu pasti juga lebih mengerti daripada orang-orang yang biasa, gitu. Jadi saranku sih lebih bagus untuk nge-save semua itu ya gunakan jasa orang yang sudah ahli. Heeh. Jadi dan terpilihlah beliau. Benar. Jadi kita tinggal ngasih referensi, referensi, referensi langsung dapat. Dan istriku ee ketika ngelihat desain ini itu langsung setuju. Karena dia pikir sepertia yang dia bayangin gitu maksudnya. E sehingga ya jadilah rumah ini. Alhamdulillah. Jadi sebenarnya proses desain itu enggak lebih lama daripada nyari tanahnya. I benar juga. Oh gitu. Iya. Jadi lebih iya gitu karena nyari tanahnya lebih lama ya, Ustaz ya gitu kan. Tapi begitu kita ee present desainnya gitu kan karena mungkin proses briefingnya pun udah matang gitu kan. Jadi kita tinggal coba respon dari kebutuhan sama ee kondisi tanah aja sih waktu itu. Jadi begitu kita present ya alhamdulillah gitu kan. Ee Ustaz sepakat apalagi umum gitu kan. I kayaknya umumnya sepakat-sepakat aja deh. Dia langsung senang dia yang banyak mau ustaz ya. Iya yang lebih detail langsung kayak kejujuran sebuah kejujuran disamp harus detail kan gitu ya. Heeh. Karena ee kalau aku sih ee rumah itu menurutku ya kalau aku dari awal sebenarnya kalau laki-laki dibandingkan perempuan sebenarnya lebih ee lebih santai laki-laki sih soal rumah tinggal. Yang selalu stres soal rumah tinggal itu kan perempuan ya. Iya. Tapi memang ternyata itu fitrah sih. Karena di dalam Al-Qur'an itu kalau hadiahnya laki-laki nanti di surga kan adalah dalam tanda kutip ya bayangannya yang paling tinggi bidadari. Kalau perempuan kan paling tinggi rumah. Nah, makanya sebenarnya kita yang mendetailkan supaya dia bahagia. Kira-kira begitu. Itu pembenaran. Jadi alasannya itu gitu kan. Kenapa dalil itu pembenarannya usahnya pakai dalil ya. Oke oke oke. Nah, ini kita langsung ketemu sama ruangan apa ceritanya? Iya. Nah, ini ee ini kekuasaan istriku. Nah, jadi kalau seandainya setiap kerajaan tuh punya tempat-tempat ee kekuasaan, nah ini kita enggak boleh masuk ke sini nih. E ketika di rumah lama waktu itu dapur kita ditaruh di bawah tangga. Jadi sangat kecil sekali tempat manuvernya kecil sekali ngapa-ngapain nabrak dan segala macam. Dia minta dibuatin ee apa? Dapur yang lebih luas. Nah, itu salah satu yang dibilang ke Mas Wandi juga. H. Heeh. Cuman yang aku tertarik ini karena di mana ini kan sebuah dapur terus di situ kok ada outdooringnya juga tuh. Gimana ceritanya? Oke. Jadi sih sebetulnya kalau ini tadi ee taman ini direspon setelah ini terbangun sih, Mas. Jadi awal mulanya ini sitrunya itu ke area kolam. Jadi kurang lebih kita pengin memang si dapur ini sirkulasinya bagus. Jadi selain ke taman samping disebutnya taman samping taman belakang pun airfow-nya bagus gitu kan. Itu sih sebenarnya. Terus kedua di sini ada void ya. Oh iya ternyata di sini ada voidnya ya. Lantai lantai du. Jadi ini enggak apa-apa ya t kita masuk tadi kan katanya enggak boleh orangnya lagi enggak ada sih. Jadi aman boleh. Oke. Jadi enggak dimarahin ya. Jadi enggak boleh kalau ada ya dimarahin ya. Nah ini void fungsinya untuk nambah pencahayaan dari atas sebetulnya. Terus kedua adalah untuk bisa manggil apa anak-anak itu bisa dengan suara lewat sini atau bisa dengan aroma masakan ya. Betul. Benar. Ee itu menarik karena setelah kita tinggal di sini lama Umalila bilang apa tahu enggak? Umil bilang gini, "Enaknya rumah ini adalah kita ngomong mana pun kedengaran." Kedengaran ya. Jadi enggak ada transparansi. Engak ada transparansi. Eh, semua transparan. Semua transparan. Tidak ada rahasia di sini. Tidak ada rahasia di sini. He. Dan ini juga aku lihat ada akses yang dari samping ya, dari Iya. Ini pintu intimate ini. Heeh. Karena ini kan dari dari apa? Dari carport kita langsung ke sini. Ini tadi lanjutan ee taman tadi depan tadi di belakang lu ruang laundri. Oh, berarti kalau keseharian tetap seringnya lewatnya sini. Yang sana hampir enggak dipakai kayaknya. Iya, betul. Yang di sana hampir enggak dipakai. Sebetulnya menariknya di sini karena poinnya adalah privacy ya. Karena di sini ya umum mungkin berhijab. I sementara di sana gimana caranya untuk bisa menjadi divider antara studio ke sini khususnya adalah dari sisi pandangan ya gitu kan. Makanya di sini kita coba respon ketika misalnya ada aktivitas di sini gimana caranya di sana enggak kelihatan. Pertama dari sisi ee studionya sendiri memang kita posisikan bukaan-bukaannya yang tidak terjangkau. Terus kedua adalah karpot ya. Apalagi pintunya kalau ditutup itu enggak enggak kelihatan sama sekali enggak kelihatan dari studio ya. menutup itu enggak harus selalu tertutup sebetulnya, tapi memposisikan ee bagian-bagian yang bisa menjadi hijab ee penghuni sih. Iya, itu sangat paradoks ya. Menutup tapi tidak tertutup, bersatu tapi terpisah-pisah. Lanjut, Ustaz. Oke, sekarang gantian sama aku. Kita mau bahas lantai duanya ya, Ustaz. Ya, sudah pergantian pemain. I pergantian pemain karena kita ganti-ganti aja. Oke. Nah, untuk tangganya sendiri ini ada ceritanya enggak? Ini mungkin dari ustaz dulu atau mungkin dari Mas Wandi dulu langsung nih. Kalau aku yang mengalami ya. Sebenarnya ee apa untuk di tangga ini? He ee pertama adalah gimana caranya tangga ini tetap terang juga sih, Mbak ya. Tentu karena ini lahannya cukup mendukung gitu kan, kita coba buka dari beberapa titik. Khususnya untuk di bawah ini kita coba kasih kaca di belakang tangganya. Jadi ini meskipun di sini tangga itu enggak nempel tembok. Terus kedua adalah pengaplikasian ee steppingnya. Jadi mungkin kita pengin lebih memberi ee ingin memberi variasi aja di tengah mungkin tadi udah banyak material yang raw gitu kan. Kita coba implementasikan ee material kayu solid di sini biar lebih hangat ya. Lebih hangat gitu kan supaya jadi point of interest juga gitu kan. Itu sih sebenarnya untuk historyya. Nah, lanjut mungkin menurutku tangga yang paling penting adalah ee enak diinjak dan kemudian nyaman dan enggak bahaya. Karena kan bagaimanapun juga kalau tangga-tangga balik lagi karena aku dulu di Jakarta tangga kan agak sempit ya karena pemanfaatan lahan dia enggak bisa keluar karena itu sudah punyanya tetangga benar ini tangganya dibuat ee lebih nyamanlah jadi pijakan-pijakannya lebih bagus dan yang menarik adalah ketika buat tangga ini aku bilang sama ee sama Mas Wandi, "Mas, kalau sama aku itu ada requirement lagi yaitu adalah bapakku itu sangat sangat apa ya? Sangat ee detail soalan jumlah anak tangga. Oh, I orang Cina. Jadi kalau orang Cina punya hitungan tersendiri. Nah, jadi ini sudah Chinese verified. Kalau boleh tahu emang berapa, Ustaz, jumlahnya? Iya. Kalau boleh tahu berapa, Ustaz? Orang Cina kan punya banyak filosofi, ya. Filosofi orang Cina itu tangga itu kalau dibagi lima sisa satu atau sisa dua. Ee manusia tuh lahir, gede lalu kemudian dewasa sakit mati. Nah, jangan sampai kesakit sama mati nih. Jadi e dibagi lima, sisa satu dan sisa dua. Jadi ini ilmu fengsi tambahan ya. Iya, betul. Nah, menariknya gini, ada yang bilang gini, "Ustaz, itu kan bukan Islam, itu kan syirik." Nah, jadi gini kita kita bahas dikit bolehlah supaya jadi pengetahuan juga ya. Sebenarnya tidak semua keyakinan-keyakinan orang tuh jadi syirik juga sih. Kecuali kalau berkaitan dengan misalnya akidah atau keyakinan kita ee terhadap Allah misalnya. Nah, kita percaya Allah ngasih rezeki dan segala macam. Cuman ini kan keyakinan mereka aja. Nah, selama itu adalah keyakinan mereka yang tidak berkaitan dengan kita, maka ya enggak ada masalah sih. Seperti misalnya orang Cina itu fengsui atau fungsui itu ada setiap rumah tuh dihitung cuma dua. Satu ee ranjang. Yang kedua sori kasur dapur. cuma dua aja. Karena bagi orang Chinese yang paling penting makan sama tidur. Kalau makan enak, tidur enak, produktivitas bagus kan gitu kan ya. Nah, boleh enggak kita ngitung rumah berdasarkan ee kasur sama terus kemudian dapur? Boleh-boleh aja gitu kan ya. Yang enggak boleh adalah kita meyakini kalau misalnya kalau rezekinya bagus, dapurnya harus begini. Nah, itu enggak boleh gitu kan. Oh, iya benar. Itu tergantung sudut pandang seperti rumah orang Chinese menghadap pasti ke utara dan selatan misalnya. Kenapa ya? Kalau seandainya menghadap ke barat kan BTU-nya kan bisa tinggi ya kalau untuk pasang AC. Nah, itu salah satunya. Jadi kalau itu yang diambil enggak apa-apa. Tapi kalau keyakinan-keyakinan yang berkaitan dengan akidah jangan. Itu aja sih. Jadi kalau tangga okey bagi yang membuangun tangga. Karena kalau kalau Cina e orang Chinese kan punya fengu punya fungsui kan ya. Kalau arsitek juga pasti punya. Contoh misalnya ngelangkahnya ngelangkahnya jangan sampai misalnya 40 centti misalnya. Nah kalau 40 cent kan dia begini ya. Jadi bukannya naik tangga jadinya fitness gitu. Oke boleh ke atas kita. Nah bisa jadi thumbnail. Oke. Untuk di lantai 2 ini peruntukannya untuk apa nih? Ini ruang keluarga sebenarnya. Jadi ini ruang keluarga karena ee satu yang aku bilang juga sama Mas, "Mas, aku pengin agar jangan sampai terulang kesalahan ketika di Jakarta yaitu adalah anak-anak aktivitasnya di kamar." Nah, jadi artinya mereka sudah masuk kamar enggak keluar-keluar. Nah, aku enggak pengin begitu. Artinya kamar tuh cuma tempat untuk tidur aja. Sedangkan aktivitasmu di sini biar bisa dimonitor. Mereka nonton di sini, di sini. Terus kemudian ada station untuk dipakai umum gitu kan ya, sehingga kita bisa monitor apa yang mereka ee buka, apa yang mereka lakukan, dan seterusnya. Jadi ini semacam kayak ruang keluarga. H ruang keluarga extended. Iya. Jadi untuk ruang berkumpulnya gitu ya, Mas ya. Tapi kalau aku lihat dari sini juga sampai atas pun semuanya tuh serba terbuka ya. Serba terbuka. Betul. Meskipun sebetulnya posisi bukaannya itu adalah konsen dengan fungsi awal gimana caranya ini membatasi ee pandangan khususnya mungkin seperti ini. Kita kenapa posisikan bukaan jendela di sini? Karena mungkin secara fungsi ee dapat tetap ee pencahayaannya. I begitun secara view dapat juga. Tapi dari fungsi lain yang tidak kalah penting adalah gimana caranya tetap ee selain ada bukaan ada dinding masif yaitu di yang jadi backdrop TV ini gitu kan. Itu adalah yang membatasi pandangan dari studio ya Ustaz ya. Gimana caranya cahaya tetap masuk semuanya gitu kan tapi tetap menjadi area fungsi sebagai rumah tinggal ya. Heeh. Untuk keluarga. Nah ini ruang keluarga jadinya. Heeh. Aku mau izin nambahin dikitleh. Ternyata di sini ada yang menarik, Teman-teman. Kata-kata Mas Wand ini VO-nya Ustaz Fut rakyat. Iya. Ngecek mengecek rakyat-rakyat jelata ya. Polisinya di atas ya, Ustaz ya. Iya, betul. Jadi kalau kalau andaikan kita lihat fungsi tempat tinggi itu memang di dalam Islam ada. Itulah kenapa Rasulullah ketika di gua e Hiro itu posisinya di atas. Nanti kalau ee pernah pergi ke Hiro, Mbak? Belum. Nanti. Amin ya. Mudah-mudahan ya. Nah, nanti kalau ke sana tapi tergantung sih ya, kalau ada orang bisa masuk ke guanya kan itu harus ngerangka satu orang itu ya. Sampai di tempat Rasulullah dulu ketika beliau ee bertahanus, beliau e menyendiri di situ itu dari situ itu dia bisa ngelihat Makkah. Makkah benar-benar ee apa? Bird. Ada merinding. Iya. Artinya dia bisa ngelihat oh kondisi umat nih sekarang begini gitu. Maksudnya selama 2 tahun beliau di situ untuk melihat kondisi umat sehingga bisa apply ee apa ya kayak obat yang benar gitu maksudnya. Nah, itu lebih kepada kalau aku sebagai e orang Chinese ya. Ya, ini kan pandangan luasnya kan artinya kenapa kita tuh dikatakan siratul mustaqim. Supaya ketika kita lebih ke atas, kita ngelihat yang lain tuh jadi kecil. Ee bukan untuk mengecilkan mereka tapi untuk mendekatkan pada yang lebih di atas. Maka kalau orang naik itu kan oh dunia tuh cuma kecil aja, urusan duit, urusan apa ya segala macam yang dia khawatir jadi kecil. Yang besar harusnya adalah Allah kan gitu kan ya. Nah, itu salah satunya. Tapi kalau cuma secara visual mah ya visually beautiful aja gitu kan ya. Tapi cakep juga ya meskipun jarang-jarang ya Mas kayak gini ya Mas. Iya jarang-jarang. Biasanya kan OS itu adalah view gunung gitu kan danau. Kalau ini pemukiman. Iya manusia ya. Iya manusia. Oke. Ke mana lagi nih? Lanjut ke mana lagi? Boleh kita ke sini. Nah karena aku punya dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Jadi ini ee kamar anak perempuan. Silakan. Jadi ini kamar anak perempuan, tapi anakku satu sudah kuliah, satu lagi di rumah. Jadi e ini sekarang jadi kekuasaan satu orang. Nah, ini desain kamarnya cukup menarik nih. Emang ini permintaannya Ustaz Felixka seperti ini atau dari Mas? Sebenarnya meskipun di sini Ustaz punya band punya apa ya? Punya privilege ee lahan yang lebih luas gitu kan waktu itu adalah permintaannya gimana caranya enggak terlalu banyak ruangan kamar juga gitu kan. He. Gimana fsi tetap terpenuhi tapi secara e ruang tidak banyak makan space gitu kan. Akhirnya kita optimalkan satu kamar tidur bisa dihuni dua orang gitu kan. Untungnya formasi anaknya ustaz sama gitu kan dua anak laki-laki sama dua anak perempuan. Jadi kita enggak terlalu capek mikirnya. Ya udah Ustaz gitu kan. Kita coba satu kamar untuk ee anak laki-laki, satu kamar lagi untuk anak perempuan. Betul. Khusus untuk untuk kamar anak perempuan kita coba bikin lebih tinggi gitu kan. Karena mungkin di sini seilingnya itu bisa sampai ini sekitar 4 meteran deh. Dan ini langsung keluar nih. Nah, pemandangannya pokoknya semua ruangan tuh ada jendela besarnya ya. Betul. Karena itu coba kita respon sebagai ee solusi juga sebagai desain ya gitu kan. setiap lekukan dalam setiap bagian itu tetap ada bukaan sih. Tetap ada bukaannya. Tapi emang sampai kamar-kamarnya semua expos juga ya, Mas. Maksudnya semuanya konsisten karena ee permintaan pengin ee industrial semuanya osal. Dan enaknya OS adalah kalau nanti besok-besok kita mau untuk misalnya dichat bisa tapi ternyata sampai 3 tahun kita belum pernah punya kamu ada keinan untuk Nah, mungkin di sini ada kamar mandi juga sih. Oh iya. Heeh. Di sini ada kamar mandi nih. Ini bisa dibuka nih. Iya. Kelewatan. I. Nah, kamar mandinya jadi dibuat ee dengan simpel tapi tetap bisa untuk fungsinya. Kalau warnanya sih tetap sih abu, coklat, gitu. Iya. Artone semua enggak ada yang berubah pokoknya. Jadi kita enggak khususin perempuan jadi perempuan semua karena kita pikir kayaknya udahlah biar samain aja lah semua. He. Ada yang tiba di pink gitu ya. Iya. Heeh. Ini aja nih paling ada beberapa aksesoris-aksesoris anak-anak. Nah, bedanya dengan kamar anak laki-laki ini kan kamar anak laki-laki. Kamar anak laki-laki kita bikin WC-nya di luar. Heeh. supaya kalau misalnya dia mau ke WC harus keluar dulu. Dan WC di luar ini juga fungsinya waktu itu kita pengin agar menjadi tempat servis. Kalau misalnya ada asisten yang mau bersih-bersih, dia bisa ngambil airnya di sini. Jadi enggak harus masuk kamar untuk private. Jadi maksudnya supaya ya ee kamar mandi ini jadi less private Oh, oke. Oke. Boleh lihat kamar? Boleh. Boleh. Heeh. Ini kamar anak laki-laki. Wow. Sama. Jadi karena anak laki-lakiku ada dua, satunya di pesantren, jadi praktically cuma satu yang dipakai dan enggak dikasih mezani lagi nih, Mas. Engak dikasih ee supaya lebih ini aja sih, supaya lebih beda aja. Iya. Jadi kamar anak laki-laki ini menurutku kamar yang paling adem ya. Setuju lagi. Pas masuk kayaknya dari kanan kiri. Betul. Sirkulasinya sangat bagus dan kita bisa ngelihat hampir semuanya. Jadi kalau ada tamu kita lihat sudah datang belum bisa dari sini. Oh iya benar. ini kita coba buka ee dari sisi bukaannya gitu kan. Jadi karena mungkin anak ee apa penghuninya adalah anak laki-laki gitu kan. Jadi itu enggak kita batasi sih. Heeh. Karena laki-laki kan enggak perlu berhijab ya. Jangan jangan berhijab. Jangan Ustaz. Nah, balik lagi tadi konsepnya kan ya. Konsepnya adalah semuanya bisa untuk dikontrol satu tempat. Jadi lantai satu dan lantai dua bisa dikontrol dengan suara misalnya dipanggil. Nah, aktivitas-aktivitas kalau sudah malam otomatis kan di sini semua. Nah, jadi didekatin kamar anak perempuan, kaman anak laki-laki. Ini kamarku. Monggo kalau mau masuk boleh. Nah, ini adalah kalau di dalam agama bidah. Ee sesat ini sebenarnya karena ee ketika kita desain, kita bilang sama Mas Wandi, "Mas, ini aku enggak perlu tempat kerja karena tempat kerja di luar." Tapi akhirnya ya balik lagi aku tuh orangnya agak sedikit lemah ya. Jadi, aku tuh enggak bisa kerja kalau enggak ada Umali lah. Aduh, s banget. Jadi kalau kerja misalnya Umal enggak ada nih aku kayak degdegan gitu. Enggak ada energi aja gitu. Heeh. Jadi aku akhirnya aku tetap ya udahlah, akhirnya aku nyerah. Aku bikin ee meja untuk e kerja di e di kamar. Untungnya space-nya masih cukup ya, Ustaz ya. Untung. Heeh. Jadi harusnya sih enggak ada. Ternyata di sini ada warna lain. Nah, itu karena ada perempuan. Betul. Sebenarnya itu di luar daripada di luar dari color paletnya rumah ini Tapi Ustaz kalah juga kan ya. Iya. Ee kalau soal itu kan kita balik lagi ya. Ee aturan pertama adalah kita buat rumah ini untuk ee membahagiakan ee Ummu Walila. Berarti ya kalau misalnya dia mau ya dia bisa melakukan apapun yang dia mau. Masyaallah. Ini luasannya berapa Mas Wandi? Masih ingat enggak? Ini kayaknya sempit banget ya Mas ya. Ini kalau ini enggak terlalu besar sih. Di sekitar 3 * 5 ya. 3 m * 5 karena ini kan 2 ini sisa 1 m. ya. Jadi ini memang memanjang ke area kamar mandi. Tapi emang area kasurnya untuk kasurnya ini dibuat lebih tinggi ya. ee sta ngajedain to. Betul apalagi dengan adanya ruang kerja kan jadi supaya bisa ngebedain ini area istirahat, ini area kerja. Jadi disekatnya bukan pakai dinding ya, perbedaan levelya gitu ya. Perbedaan level. Dan salah satu yang kita juga ee notice ketika kita tinggal di rumah yang lama adalah ee apa ya? Potensi kita untuk senantiasa e holding barang. He. E. Jadi kita benar-benar di sini kenapa kita buat semuanya enggak ada storage atau storage yang minimal supaya kita enggak holding. Jadi kita memang benar-benar e taruh barang yang kita perlu pakai secukupnya ya, Ustaz ya. Secukupnya. Tapi ini clean banget ya. Iya. Heeh. Ini memang enggak terlalu heavy dengan furniture gitu kan. Iya. Di sininya agak berantakan nih. E karena maklum namanya cewek banyak di sini banyak berarti. Oke. Kalau untuk kamar konsep pamermandingan sendiri gimana nih Mas Wi? Sama sih kayaknya ya. Kayak mostly sama semuanya. Jadi ee yang poin yang penting adalah gimana caranya ada area wasffle, ada closet dan juga area shower. Semuanya kita akomodir dan secara layout sih mostly sama. Yang penting tetap ada cahaya masuk juga ya, Mas ya. Betul. Meskipun ini memang ee bukaan kalaupun tetap ada bukaan itu di atas Iya. Ini dulu adaptasi ee kita tutup adaptasi karena awalnya dibuka jadi ee ada kayak boven ya di e boven dibuka. Cuman Bogor itu aduh luar biasa angin dan kita harus banyak adaptasi. Itu anginnya bisa begini nih. Anginnya begini ya. Oke. Oke. Anginnya begini. Nah, di sini anginnya parah sih. Jadi kita tutup karena begitu hujan basah semua. Heeh. Jadi kita tutup. Jadi ya udah kita cuma dapat cahaya. Akhirnya untuk sirkulasi udara kita gantiin sama ekos. Heeh. Gitu. Siap. Lanjut ke nih kita. Jadi ini tempat meja kerja nih. Pintu boleh mau dibahas. Nah, ini juga sama ini. Ini juga sesuatu yang menarik menurutku. Cuman e jadi harus diadaptasi juga ini. Dulu kalau pagi-pagi ketika aku keluar dari kamar ini benar-benar dingin banget. H dingin banget. Cuman masalahnya hujannya begini juga. Nah, jadi setiap kali hujannya parah itu bisa basah sampai di sini. Jadi di depan ditambahin ya. Iya. Second skin. Tapi sebenarnya tetap terbuka ya. Tetap aja gitu tapi tidak sedingin kemarin. Heeh. Nah, ini adalah ruangan ini. Sebelum kita lanjut, tadi Mas Wandi mau bahas sedikit pintunya ya, Mas ya. Gimana Mas Wandi untuk pintunya nih? Kayaknya aku ngelihat di sini pada ini kan sampai atas ya, ternyata ada celahnya loh, Teman-teman. Sebenarnya ini ee solusi desain yang kita buat gimana caranya kita ee apa konsepnya tetap look-nya kayu ya, Ustaz ya, gitu kan. Tapi tetap dari depan itu solid gitu kan, masif. Oke. Nah, tapi kan yang namanya pintu biasanya identik dengan adanya ventilasi juga kan. Nah, kita siasati dengan demikian. Jadi, ada gap antara ee apa ee bagian depan atau pusen depan yang kita tambahin ee ke bawah gitu kan. Jadi lebih tebal terus ee posisi pintunya agak belakang sehingga kan ada celah tuh. Nah, celah antara kusen dan pintu itu kita fungsikan sebagai ee ventilasi gitu kan. Jadi secara look desain tetap achieve, secara fungsi pun tetap achieve. Benar banget. Ada lagi selain ventilasi. Oh, ada lagi ternyata. Oh, suara masuk. Suara masuk. Kedua, ada yang ketiga nih. Yang ketiga nih. Jadi, dia punya cahaya. Jadi, kita tahu anak kita masih ee masih ee masih bangun atau sudah tidur. Nah, jadi artinya ini menjadi aksen juga sih kalau malam-malam. Oh, ini ketika dibuka lampunya lantas kelihatan tuh itu semua rumah tib poov dari penghuni. Jadi ternyata banyak ya po-nya ya dari Mas Wani, dari Ustaz ada lagi. Oke, kita lanjut ke mana lagi nih, Ustaz? Mas Wandi, boleh yang tersisa cuma lantai tiga nih. Ini memang kita pasangin ini awalnya enggak ada nih didesain didesain. Cuman aku tuh salah satu apa ya namanya? Homofilik ya atau apa? Homofilik itu atau apa ya nama konsepnya aku lupa. Pokoknya dia penyuka tanaman-tanaman di dalam rumah. Dan tantangannya itu mencari tanaman apa yang bisa ditanam di dalam rumah. Indoor ya? Tanaman indor iya. Yang benar-benar enggak usah enggak usah diangkat keluar dan segala macam. Akhirnya beberapa solusinya kalau mau lihat di sini nih. Nah, ini beberapa solusinya ini kayak gini-gini. Ini beberapa tanaman-tanaman yang survive untuk ee untuk di dalam ruangan dan benar-benar enggak perlu perawatan. Ini disiramnya paling seminggu sekali. Nah, ini juga sama nih produsen oksigen semua dan ini nyerap e segala macam yang e zat-zat berbahaya. I ee jadi semua semua asap ya akhirnya keluar dengan cara yang bagus gitu maksudnya. Alami ya, Ustaz ya. Kita sebelum naik mungkin mau nanya ini jumlah anak tangganya berapa? Nah, ini sama ini ini verifi sudah Chinese verified. Heeh. Sama. Teman-teman hitung sendiri ya jumlahnya berapa. Entar jangan-jangan ada yang ngitung benar kalian hitung. Coba tulis di komen ada berapa jumlah tangganya. Kita bikin PR buat mereka. Kalau ketemu Ustaz Adi Hidayah dihitung tuh. Oke, boleh. Mungkin next-nya kita ke rumah Ustaz Adi Hidayat melalui Felix Ustaz Adi Hidayat ee tangga Masjidil Haram aja dihitung dia. Oh, gitu. Oh, ini salah satu daerah favoritku. Aku senang yang terang sebenarnya. Aku sangat terang karena itu bagus buat tanaman-tanamanku. Tanaman kirain apa gitu. Kita introduksir tanaman lagi di sini. Ah, ini apa? Karena konsep jannah itu kan kebun ya. Nah, jadi kita perbanyak kebun di rumah. Jadi artinya masa dipanggil Jannah. Iya. Oh, namanya Jannah. Miftahul Jannah. Oh, berarti Miftahul Kebun. Dari sini ini anggur karena di surga juga ada banyak anggur. Nah, ini tanaman yang ngerambat ke bawah tadi. Iya. Ini anggurnya ditanam ya, Ustaz? Sir, I betul. Ini juga pohon surga. Tin ya. Ee ini namanya delima. Oh, Delima. Bukan tin, Mas Wandi. Mas Wandi apalnya cuma buatin doang. buatin aja soalnya yang ada di Quran kan buatin salah satunya iniu dis ini buah apa namanya buah delima kalau di dalam ee ee surat Ar-Rahman rumman namanya rumman tuh buah delima tapi belum berbuah ini anggur juga sama zaitun sama tin enggak ada, Ustaz? Zaitun di depan. Oh ada, Ustaz. Jadi kalau tadi di dapur area kekosan istri kalau ini area kosan Ustaz Banyak ya daerah kekuasaannya Ustaz selain dia aku banyak daerah kekuasaannya. Apalagi di sini bisa emang benar-benar menyapa rakyat. Iya, betul. Ee nanti kalau misalnya berkampanye bisa dari sini. Oke. Kita dukung ini juga sama nih dari selokan. Ini namanya ee beringin body namanya. Oh, beda lagi ya. Itu di situ juga sama beringin body tuh kalau mau lihat tuh. Tapi baru kupangkas tuh yang daunnya gede bentuknya love. Hati-hati ee apa tajam itu. Beringin love. Yang ini daunnya love kan nih. Oh. Oh iya. Tahu enggak kenapa namanya body? Karena katanya Buddha itu dapat pencerahan di bawah pohon ini. Sampai sana ya? Enggak. Iya. Jadi orang pas ke sini bingung ini. E ternyata kan mereka bilang aku radikal. Ternyata aku sangat toleran. Aku nanam pohon vikus religiosa di sini beringin bodi. Vikus religiosa. Nama nama latihnya Vikus religiosa. Sangat religius ya. Sangat religius. Ini salah satu pohon yang beragama. Oke. Nah, kali pohon aja beragama. Masa kamu enggak Mas Wandi. Sekarang aku mau nanya dulu, Mas. Kalau konsep desain awalnya di atas ini emang seperti ini kah? Seperti ini ee mungkin tadinya adalah untuk dedikasi Bapak ya. Ee cuma karena sekarang masih kosong dan mungkin enggak stay juga ee Bapak Ustaz Felix masih bolak-balik juga. Jadi di sini difungsikan sebagai areanya Ustaz gitu kan. Makanya di sini bercakap sebenarnya fungsinya adalah untuk roof top ya. He. Untuk rooftop yang mungkin bisa dinikmatinya sore atau malam hari. Kurang lebih itu sih secara fungsi memang untuk rooftop dan kamar tidur orang tua ya. Ah, sini nih kamar tidur orang tua ini ee daerah sebenarnya nantinya untuk perpustakaan. Kita lagi setting ini daerah untuk perpustakaan, sekarang untuk tempat main. Jadi mereka kalau main berantakannya di sini semua ketika masih lengkap empat-empatnya. Karena aku percaya setiap rumah harus ada perpustakaan Jadi saat ini difungsikan ee sebagai perpustakaan ya, Ustaz ya? Perpustakaan. Kalau sekarang masih tempat main. Nah, lagi mau didesain untuk perpustakaan mau ditamin rak-rak buku sama meja eh sori ee apa kursi baca. Jadi dulu secara desain memang ini kamar tidur orang tua, tapi ternyata sesuai dengan Oh, kalau kamar tidur orang tua di sini. Oke. Sori cut ya. Nah, ini baru. Oh, ini yang benar-benar masih kosong ya. nah ini lebih adam ya. Benar. Tapi akhirnya tidak difungsikan sebagai kamar ya. Iya. Ini lagi ku tanamin tanaman supaya nyerap semua. Tanaman lagi ya, Ustaz ya. Betul. Heeh. Ini sama desainnya ee layout-nya sama. Jadi kalau kamarku ya seperti ini. Ee apa namanya? Luasnya persis. Oh, sama ya? posisinya. Oh, iya sama. Karena satu bangunan ini semuanya kamar kan dari lantai satu sampai lantai 3. Terus habis ini ada apa lagi, Ustaz? Ini sebenarnya kita lagi mau buat ee roof garden. Cuman balik lagi karena masih terlalu sibuk ya udah akhirnya kita tanam beberapa semua beringin-beringin yang diambil dari selokan balik lagi. Oke. Nah, ini kalau dari sisi tangganya. Nah, ini aku baru mau nanya juga tangga Kita ee fungsinya memang sebagai tangga tapi dibuat semi kayak antiater mungkin ya gitu kan. Jadi ekspektasinya adalah nanti ketika ini diaktivasi sebagai rooftop area duduk-duduk tuh bisa di tangga juga. Benar. Makanya betul secara ininya secara stappingnya lebih lebar ya. Eh levelnya juga enak ya kalau kita duduk di sini gitu ya, Mas ya. I. Oke. Oke. Kita habis ini ke mana lagi berarti? Ke studio sedikit boleh. Heeh. Iya. Karena sebenarnya kalau kalau aku secara pribadi memandang bahwa ee studio itu itu lebih luas, itu sebagai satu pernyataan bahwasanya rumah tidak boleh lebih nyaman daripada tempat kerja atau tempat ibadah. Artinya ee kalau kita menganggap dakwah adalah ibadah, di situ adalah tempat ibadah kita. Jadi lebih luas, lebih mewah, lebih bagus. Jadi gearku kalau misalnya gearku pribadi nih, itu tier kalau enggak tier 3, tier 4. Tapi kalau gearku didakwah itu tier sat itu. Jadi kalau misalnya kamera untuk dakwah itu tier sat. Iya. E apa earphone didakwah ti kalau earbudsku ti tetap yang prioritas adalah untuk dakwah. Jangan sampai lebih mahal. Oke. Tadi kan rumahnya udah ya. Sekarang kita ke sini mandi juga ya. Nah, ini yang utamanya. Yuk kita ee masuk yuk. Ini ruangan persiapan. Ee iya ini ruang persiapan karena Bogor sering hujan. Jadi pas mereka di sini mereka bisa lepas sendal di sini bisa apa? lepas payung dan segala macam. Kalau di Jepang namanya apa? Genkan ya? Genkan. Iya. Ini part ini namanya studio hijab Alila. Dan di studio ini, ini studio yang lebih besar. Jadi dia kayak ee ini ada tempat makan sederhana, tempat dapur sederhana karena cewek-cewek. Nah, ini studio utamanya di sini nih. Nah, jadi memang dibuat cuma railing-railing aja. Lalu kemudian di sini kita kosongin sehingga fleksibel untuk apapun juga. Nah, di atas cewek-cewek. Nanti kita ke atas kalau mau. Ini hijab pemisah antara laki-laki dan Laki-laki dengan taman ya. He betul. Hijabnya ada ini ada tanaman. Ini juga salah satu ruangan favoritku ya karena Nah, itu kalau mau bagus itu pv ke atas tuh bagus. Iya bagus. Ke He divoid langsung ke atas. Favoritnya Ustaz Felix dan Tanaman. Nah, ini tempat legendaris ini yang cukup familiar ya, Ustaz ya. Iya. Heeh. Ini tempat seluruh escape di sini, INTV di sini semuanya. Kalau untuk main yuk semuanya di sini ini ee apa namanya? Ruang tamuku untuk pribadi. Makanya ini semua buku-bukuku ditaruh di sini semua. Jadi buku-buku ee perpusahan pribadiku. Di sini ada gudang, di sini ada WC, di atas ada tempat editing. Nanti kita bisa ke atas untuk ngelihat-lihat. Nah, di luar langsung ke lapan basket. Ini bisa akses bisa dari mana aja desain. Tapi ini kalau ini konsepnya ini ya, Mas ya. Kayak apa? Kayak village ya, rumah desa ya. Betul. Apa bentuknya? dari mulai atapnya meskipun ini adalah studio kreatif ya yang di mana secara zonasinya di lantai satu itu adalah studio ya, Ustaz ya. Lantai dua itu area kerja eh atau mes ya, Ustaz ya? Lantai lantai dua itu masih tempat editing area kerja. Ee lantai 3 baru terus kemudian dipakai area kerja lagi searang masih ada, Ustaz? Masih ada tapi dipakai area kerja nantinya mau dibuat ee rencana awalnya adalah mes. Hm. Dan ini menariknya mungkin tadi udah disampaiin juga bahwa di sini satu gedung tapi ada dua user. Dua user itu satu untuk hijab alila yang mostly itu perempuan ya Ustaz ya. Perempuan semuanya perempuan. Sementara yung ngaji itu semuanya laki-laki semuanya laki-laki. Nah, otomatis ada hijabnya kita pikir kita pikirin banget sih secara flow-nya gitu kan. Di mananya satu atap tapi tetap terhijab. Betul. He. Satu atap tapi tetap aktivitasnya terpisah. Iya. Betul. Tapi kalau untuk konsep keseluruhannya itu berarti agak berbeda ya Mas Wandi sama rumahnya ya, rumah dan studio gitu. Kalau benang merahnya semuanya sama ya, maksudnya konsepnya masih industrial gitu kan, cuma lebih ke fungsi bangunannya aja sih. Kalau di sana apa udah dipastikan adalah untuk rumah tinggal gitu kan, otomatis privacy itu udah di udah harus diutamakan. Sementara di sini adalah area produktif ya. Area produktif yang di mana ada dua fungsi juga. satu untuk ee studio atau area kerja ee fashion ya. Fashion hijab Alila. Satu lagi untuk studio Yung Haji yang secara aktivitas pun ee berbeda. Yuk, kalau mau lihat lagi ke atas. Oke. Ini kita ke mana, Ustaz? Ini ee salah satu yang ee menjadi apa ya elemen vokal daripada desain ini. Betul. Di bagian fasad studio itu yang bedanya adalah aksesnya. Yang biasanya tangga itu tetap ada steppingnya. Ini kita bentuknya rem. Rem. Nah, jadi ini bisa untuk memfasilitasi orang-orang yang mungkin kalau naik tangga mungkin agak bermasalah. Nah, kita fasilitasin rem. Heeh. Yuk, kita naik ke atas juga bisa. Bisa bisa untuk diabel. Iya. Ini daerah ini kita pakai untuk daerah e open outdoor. Jadi kita tanamin pohon sederhana. Ini tapi buya. Nah, Mas Wani mungkin aku tanya sedikit nih. Kita kan ada di sisi depan sekarang dan cukup menarik ini. Tadi kan belum kelihatan. Ini seperti apa nih, Mas? Nah, ini sebenarnya area teras yang di mana kan di sini area publik ya, ada untuk area tunggu dan segala macam. Berarti ini pintu masuk utamanya ya. Ini pintu masuk utama tadi ya gate utamanya ini. Iya, gate utamanya. Ini kayak apa ya, Mas ya? Kayak ruang terbuka ya. Ruang terbuka. Sebenarnya ini akses khusus untuk ee apa? Timnya gitu kan supaya enggak harus akses dari pintu utama ini. Jadi ee mereka punya pintu sendiri untuk parkir ya. Nah, kita ke sini yuk. Coba. Ini ruangannya tadi. Yuk, ngaji. Dari segi bangunan sudah kelihatan ya, mana yang lebih gede ya? E artinya dunia ini memang dikuasai Perempuan lebih lebar ya. Iya, betul. Nah, ini tadi yang di bawah yang di kalau dari atas. Wah, cakep banget. Heeh. Ini tanaman-tanaman yang di atas kita tanam semua untuk dibiarin tergarai ke bawah. Heeh. Termasuk ini apa akar-akarnya. He. Heeh. Nanti kita tira, Ustaz. Iya. Nanti jadi tirai. Yuk, mau lihat sini. Asalamualaikum. Waalaikumsalam, Guys. Entar ada yang mau ngeliput, Guys. Nah, ini ruangan e laki-laki jadi berantakan nih. Jadi mereka di sini disuruh kerja kerjanya gambar. Disuruh kerja malah gambar. Oh, ya. Gambar apa itu, Mas? Ini ilustrasi ee komik. Wih, cover untuk komik. Jadi di sini e kebanyakan ngerjain komik. Ini dua ngerjain komik. Yang dua ini, ini editor dan asisten pribadiku. Dua ini. Nah, ini. Oh, ini ada ke boleh kalau mau ke atas dulu. Boleh yuk. Enggak. Di atas tuh apa, Ustaz? Eh, di atas ini mes, tapi sekarang jadi tempat kerja. Ini semua kamar-kamarnya tapi ada banyak cewek-cewek kayaknya lagi kerja. Jadi banyak lagi masih berantakan banget. Kalau lagi ee pagi-pagi nongkrongku di tanamannya Ustaz juga. Iya. Tanaman-tanamanku nih saya ke atas. Jadi ini awalnya cuma disetengahin sama Mas Wandi. Iya. Ini tadinya terbuka sih. Iya sengat terbuka sengah tertutup cuman balik lagi Bogor. Waduh akhirnya kita tutup. Ditutup dilanjutin akhirnya. Iya. Heeh. Tapi tetap terang ya. Dapat cahayanya juga. Nah ini ruangannya ibu-ibu. Asalamualaikum. Nah ini ruangan editor. Ini ruangan kamen mereka untuk kerja. Oh kayaknya ini ruangan yang satu-satunya yang sesuai dengan ee apa namanya? Desain ya. Desain. Iya. Fungsinya ya. fungsinya 100% sesuai desain. Kalau di bawah kan fleksibel ya. Nah, kalau ini tempat ee ibu-ibu kerja di sini ada ee apa namanya? Macam-macam lah. Kalau di situ editing, ruangan editing. Jadi meskipun konsep nyarau atau industrial tetap ada bentukan rounded-nya untuk ngespon fungsi atau user si ruangan ini. Kalau laki-laki enggak ada enggak ada rounded-rounded. Nah, kalau laki-laki semua kotak-kotak. Kita udah explore semuanya kayaknya ya. Kerenkeren. Lumayan ya. Tadinya mau ada konveksi juga tapi enggak jadi ya Ustaz ya. jadinya lapangan basket. Oke teman-teman kita udah explore semuanya nih. Ustaz Felix, Mas Wandi, rumahnya, studionya semuanya cerita seru banget dan mungkin ini panjang banget ya salah satu episode terpanjang kita. Terpanjang dan rasa kajian ya. Rasa kajian kayaknya sayang kalau kajiannya dipotong ya tadi. Oke. Biasanya kalau udah kayak gini di closing ini kita mau nanyain soal budgetnya nih Ustaz Mas ini yang bikin deg-degan. Iya. Teman-teman pengin tahu biasanya penasaran kalau ada yang mau bangun kayak gini juga gitu kisaran berapa sih mereka harus nabung gitu kan. Untuk project Ustaz ini sih kurang lebih di 6,5an ya Ustaz ya. 6,5 juta per meter. Per meter ya. Per meter. Jadi tinggal dikalkulasi aja mereka send. tadi kan sudah dikasih tahu kisi-kisi luasan bangunan dan lain-lainnya ya. Berarti tinggal dihitung sendiri aja. Tinggal dihitung sendiri ya. Dan yang jelas sebenarnya kalau aku secara pribadi ketika kita sudah punya rumah ini ya lalu kemudian kita melakukan aktivitas di sini salah satu yang aku kasih tahu buat Mas Wandi adalah aku pengin sampai e di sini untuk ee sampai akhir. Jadi benar-benar beraktivitas sampai akhir. Nah, jadi yang paling penting itu adalah rumah tuh jangan sampai jadi alasan kita untuk justru melupakan aktivitas kita yang sebenarnya. He. Karena di Jakarta dulu kebanyakan rumah-rumah yang aku lihat desainnya adalah sampai rumah malas mau keluar lagi. Heeh. Nah, jadi akhirnya kalau aku bayangin ya, kalau aku misalnya tinggal di rumah-rumah yang mungkin kayak gitu ya, aku kayaknya enggak keluar lagi setelah sampai rumah. Jadi ada banyak kebaikan-kebaikan yang mungkin akan terhalang dari aku. Jadi, caliran rumah yang benar-benar bisa untuk men-support. Seperti Rasulullah, rumahnya kan di samping masjid karena aktivitas beliau di masjid. Karena aktivitasku syuting gitu kan, nyiapin materi dan segala macam, maka aku cari rumah atau membuat rumah yang bisa mendukung aktivitas. Jangan sampai rumah itu jadi fitnah. Sepakat itu benar-benar bisa jadi inspirasi sih mungkin buat teman-teman yang lagi nonton, yang lagi mau bangun rumah juga atau mau nyari rumah ya kan. Terima kasih banyak sekali lagi Mas Wandi. Makasih. Thank you juga buat Interluk yang juga sudah buat e bantu kita rumah impian kita. Gimana Ustaz? Puas 100%. Oh, semua orang ke sini itu pasti nanya nanyanya begini nih. Ini siapa yang desain? Oh, wow. Serius? Ini bukan karena ada orangnya I ini karena muji aja. Serius orangor orang-orang pada datang sini nanya ini desainnya siapa yang desain? Aku s bilang ini desainnya interl dari Bandung. Ee gitu. Alhamdulillah. Oke. Thank you, Ustaz Atta kesempatannya. Kerenih banyak Mbak Mbak Mifta dan Mas Wicak. Iya. Terima kasih juga teman-teman. Makasih juga sudah nonton semuanya sampai akhir ya. Ya udah kita habis ini ke rumah siapa lagi ya? Coba tulis di komen aja. Dadah. Asalamualaikum. Digantikan dengan dua yang lain kalau itu karena Allah. Contoh ya dari bayi aja kita diambil tari pus. Tari pusar semuanya dari situ tuh. Tapi ketika [Musik]
