Jungkat

MAKAN AYAM LEGENDARIS SUMEDANG PAKAI CHERY TIGGO CROSS CSH HYBRID (YouTube Video)

  • 23/07/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fit Rairi. Hari ini kita mau cari kuliner di Sumedang naik mobil yang spesial. Ini adalah Cherry TIG Cross HV hybrid. Jadi tampangnya sama seperti tig cross biasa, tapi menggunakan mesin hybrid. Ini pertama kalinya Cherry memiliki SUV Compact dengan mesin hybrid. kita akan rasakan dan saya akan beritahukan ke Anda apa saja yang ditawarkan oleh mobil ini dan bagaimana rasanya. Dan by the way, pada saat kami mencoba mobil ini, mobil ini belum launching, tapi pada saat Anda menonton, mobil ini sudah launching dan bisa Anda pesan. Let's go. Nanti saya akan jelaskan lagi tentang mobil ini. Menarik sekali. [Musik] Iya. Cherry mengeluarkan tiga cross varian hybrid. bukan mild hybrid tapi full hybrid system dengan baterai yang cukup besar eh di atas 1 k hour dan dengan sistem hybrid yang bisa mematikan mesin ketika listrik di baterainya itu sudah cukup. Jadi benar-benar sistem full hybrid. Kita berkendara biasa ketika kita deselerasi atau eh turun di jalan turunan, dia akan melakukan pengereman regeneratif yang mengubah energi kinetik dari gerak mobil itu menjadi listrik dan disimpan di baterai. Nanti begitu baterainya sudah memadai listriknya, dia akan mematikan mesin dan mesin itu hanya bergerak dari tenaga listrik. Ketika mesin butuh tenaga kuat, dia bisa mengeluarkan tenaga dari mesin dan dari baterainya. Dan mesin ini besar kemungkinan akan membuat Cherry mencatatkan diri sebagai penyedia mobil hybrid dengan harga terendah di Indonesia untuk sistem full hybrid ya, bukan mild hybrid. Karena apa? Karena kalau kita lihat Cherity Gocross yang biasa yang bukan hybrid itu harganya luar biasa di Rp250-an sampai Rp280-an juta. Yang mana itu adalah harga yang sangat-sangat reasonable. Apalagi rival-rivalnya sudah banyak yang di atas Rp300 juta. Nah, sedangkan Cherry juga memiliki satu produk plug in hybrid. Bukan hybrid base ya, plug in hybrid dengan format eh seven seater SUV yang besar yaitu Cherry Tigo 8 CSH yang range-nya bisa 1300 km lebih. itu pun dijual tidak sampai Rp500 juta, Mang. Kenapa kami baru bisa kira-kira? Karena pada saat kami mengetes mobil ini belum launching sama sekali. Jadi ini masih eh prototype ya. Ini masih CBU tapi nantinya akan CKD. Wow. CKD lagi akan membuat harganya akan mengejutkan. Dan kita tahu Cherry itu selalu membuat harga yang mengejutkan. Tapi anyway sekarang kita jalan ke Sumedang. Kita mau makan di satu tempat yang cukup ngetop. Jadi kalau misalnya Anda mau ke Sumedang, ini bisa dijadikan referensi kuliner Anda. Dan selama 50 km terakhir dari rumah saya, itu konsumsi bahan bakarnya 3,7 L/100 km. Mobil ini diklaim memiliki konsumsi bahan bakar itu 25,45 km/ L. Tapi ternyata 50 km terakhir itu sudah melewati kemacetan, sudah melewati jalan tol yang mana minim regeneratif, dia bisa mencatatkan 27 km/l. Kemudian ini juga terasa jadi lebih senyap dibandingkan ee tiga cross yang biasa. Apalagi pada start awal itu benar-benar minim getaran dan dari pengetesan di Cherry pada saat 60 km/h itu kebisingan mobil ini hanya 50,5 dbel. Jadi startnya silent, minimum getaran di 60 km/h juga sangat hening. Serta mobil ini menggunakan dedicated hybrid engine. Jadi mesin yang dibuat memang didedikasikan untuk hybrid dan tenaganya luar biasa. Akan saya jelaskan mesinnya pada saat saya berhenti di presa. Ha. Oke, sekarang saya akan perlihatkan ke Anda penggeraknya. Uh, lihat dong mobil di kelasnya enggak ada yang seperti ini. Udah pakai sistem pegas di kap mesinnya. Jadi ngebukanya tuh enteng sekali. Ini mesinnya adalah dedicated hybrid engine. Jadi benar-benar mesin yang dibuat untuk sistem hybridnya. 1500 cc 4 silinder yang menggerakkan dua roda depan tapi masih dibantu lagi oleh motor listrik yang juga menggerakkan roda depan yang sumber listriknya itu didapat dari baterai yang mendapatkan listriknya dari proses regenerative breaking totalnya sistem ini luar biasa tenaganya terbesar di kelasnya 204 HP alias 150 kW torsinya nya 310 Nm 0 100 dalam 9,4 detik klaimnya. Tapi kami belum ee coba langsung. Tapi kalau kalau melihat angkanya ya sampai di atas 200 HP, maka ada kemungkinan malah mungkin ini bisa di bawah 9 detik. Tapi itu nanti pada saat saya melakukan pengetesan jangka panjang. Karena ini sekarang pengetesannya enggak terlalu ee panjang waktunya. Jadi ini mesin yang sangat bertenaga dan juga sangat hemat 27 km/l sepanjang perjalanan kami melewati macet dan melewati tol yang sebenarnya itu kurang menguntungkan untuk ee sistem hybrid. Sistem hybrid itu akan lebih ee efektif ketika di rute kombinasi 32 km/h ada ada sedikit high speed-nya tapi banyak ngeremnya juga. Tapi ini mobil masih bisa 27 km/ liter. Wow. Nah, sekarang kita lihat dimensinya. Kalau dari ee bentuknya dulu ya, bentuknya ini enggak jauh sama tig cross biasa. Tigo itu diambil dari kata tiger dan go gitu. Jadi kita bisa melihat aura-aura harimau di sini. Di sini seolah-olah taringnya. Di sini ada ee cakarnya di sini. Dan ini ee grillnya juga khas Cherry. Kemudian mobil ini besar, panjangnya lebih dari 4,3 m, lebarnya lebih dari 1,8 m, dan tingginya lebih dari 1,6 m membuat mobil ini juga salah satu yang paling lega dan paling besar di kelasnya. Bagian belakang kita lihat belum ada emblem hybrid sama sekali karena ini masih disembunyikan identitasnya. Jadi orang kalau di jalan melihat ini akan seperti cerity go cross biasa, tapi nanti setelah launching akan ada emblem hybrid di belakang. Velegnya juga besar 17 inci dengan ban 21560R17. Nah, ini kuncinya sama seperti ceri-ceri lainnya yang ee lebih mahal. Ee kuncinya juga berat. Enggak terasa seperti kunci mobil R00 jutaan. Ini mewah kuncinya. Dan tinggal dikantongin dia sudah bisa keyless smart key. Jadi kalau mau ngunci tinggal sentuh bagian kotak ini. Kalau mau ngebuka juga tinggal masukkan tangan. Dan yang akan membuat Anda terkejut adalah fitur-fitur yang dimiliki. Lihat ini kabinnya. Kabinnya benar-benar seperti mobil mewah. Ini panel AC-nya kita hidupkan aja ya. AC-nya dual zone dengan display yang sangat clear dan ini piano black. Jadi kesannya itu mewah. Kemudian di sini material-material empuk sampai ke dashboard. Di pintu juga material-material empuk. Serta anda harus lihat ini sistem adasnya lengkap termasuk adaptive cruise control, land keep assist, rear cross traffic alert, terus ada blind spot monitoring, drive away alert, kemudian eh sistem pengereman otomatis ketika kita mau menabrak mobil di depan. Jadi ini lengkap sekali adasnya. di kelasnya tidak ada lagi yang selengkap ini. Kemudian saya tadi bilang bahwa ini adalah yang masih CBU. Jadi speknya belum full Indonesia. Tapi nanti untuk spek Indonesia dia akan ada sunroof. Jadi ini belum pakai sunroof. Tapi untuk yang spek Indonesia yang dijual nanti akan pakai sunroof. Dan di sini ee pengontrolnya lampunya sudah LED. Lihat. Nah, kemudian AC-nya ini juga sampai ke belakang. Jadi di belakang itu ada rear ventilation. Kemudian untuk e USB charging-nya ini ada USB C, ada USB A, dan ada eh charger 12 volt serta ada wireless charger juga. Kemudian di sini ada eh buat menyimpan e kacamata hitam, sunglaces holder. Kemudian AC-nya ini juga memiliki filter CN95. Jadi dia secara otomatis memfilter partikel-partikel polutan yang ada di dalam kabin supaya kita bernapas dengan udara yang lebih bersih. Kemudian kursinya ini sudah elektrik yang di depan kanan dan kiri. yang kiri fourway jadi bisa maju mundur dan eh reclining. Yang di kanan ini bisa naik turun, ini bisa maju mundur, kemudian bisa reclining, dan dia bisa lumbar supportnya diatur. Jadi ada lumbar supportnya bisa diatur. Ini benar-benar lengkap sekali. Eh layar ee monitornya juga ada dua layar seperti ini, layar entertainment dan layar instrumen. Bahkan instrumennya bisa diubah dengan tiga tema yang kita bisa atur di layarnya. Dan ini sudah terintegrasi. Jadi penyetelan mobil juga bisa dengan ee sentuhan di layar. Dia juga sudah dilengkapi dengan driver monitoring system. Setirnya leather dengan flat bottom. Kemudian kursinya ini juga leather. dengan tujuh buah airbag total di mobil ini. Kalau benar mobil ini 300-an, ini value for money-nya luar biasa. Dan kami yakin sekali bahwa mobil ini pasti akan dijual di Rp300-an juta. Tinggal Rp300 juta berapanya. Nanti kalau misalnya sudah launching mobilnya, saya akan taruh di bawah ininya keterangan harganya. Mode berkendara ada dua, ada ch dan dan ada konfirmasi suara gitu ya. Dan ngomong-ngomong suara memang mobil ini juga sudah dilengkapi dengan perintah suara. Jadi di sini nih seperti AI, di sini seperti robot. Iya. Nah, ini kita bisa langsung ee memerintahkan mobil untuk melakukan banyak hal. Eh, bisa juga dengan tombol yang ada di setir. Nah, kemudian eh entertainment system ini juga sudah menggunakan wireless Apple CarPlay dan Android Auto. Sudah menggunakan teknologi internet of vehicle. Jadi ada ada fitur carling-nya juga untuk menghubungkan mobil dengan gadget Anda. Intelligent voice command, electronic parking brake dengan fitur auto hold. Dan mobil ini juga dilengkapi dengan walway lock. Jadi kalau misalnya kita bawa kuncinya, kita jalan, dia akan mengunci sendiri. Anda enggak perlu khawatir, enggak perlu eh udah dikunci belum ya? Karena udah pasti kekunci. Lampu dan wiper juga sudah auto. Kemudian lihat ini pengaturan duduknya sudah tilt dan teleskopik. Semua yang ada di mobil-mobil kelas atas itu ada di mobil ini. Makanya posisi duduknya juga ergonomis. Oke, sekarang saya udah lapar. Kita akan langsung ke Sumedang untuk menikmati satu kuliner yang cukup ngetop di kota itu. Sekalian saya juga akan merasakan mobil ini. Nanti di akhir video saya akan sampaikan bagaimana impresi saya, rasa berkendaranya, kemudian juga apa saja yang saya suka dan kurang suka dari mobil ini. Jadi stay tune sampai habis. Tapi sekarang kita makan dulu. Oke, sekarang kita mau masuki tol Cisumdawu. Ini salah satu tol favorit saya. Pemandangannya bagus. Ini tol menghubungkan ee tol Cipali, Sumedang, Bandung dan relatif sepi. Kita bayar tol dulu. Tuh lihat saking sepinya tuh dari banyak pintu tol cuman tiga gerbang yang dibuka. Mungkin ini ramainya kalau lagi liburan ya, long weekend atau lebaran. Startnya asik banget pakai listrik. Oh, ada bukit di depan keren gitu tolnya. Nah, tapi tadi saya tuh di jalan tuh sempat mikir kita bisa mencapai 27 km/l tadi di perjalanan dari Jakarta ke rest area. Oke, anggap ini deh kehematannya ngikutin klaimnya dari Cherry deh 25,4 km/l. Yang mana itu angka yang normal ya untuk sebuah mobil enggak terlalu gede dan sistemnya full hybrid. 25,4 km/l itu akan menghasilkan range yang luar biasa mengingat tangki bensin mobil ini untuk ukuran SUV compact itu besar 51 L. 51 L. Artinya dengan konsumsi bahan bakar di atas 25 km/l, dia bisa menempuh jarak di atas 1000 km sekali charge. Mobil apalagi yang seukuran ini yang bisa sampai 1000 km. Jadi secara teoritis Anda bisa dari Jakarta sampai ke Bali. Minimal nyebrang Bali. Enggak perlu isi bensin sama sekali. Ini aja tadi jalan dari Jakarta itu bensinnya enggak full amat ya. Eh, masih di F tapi udah kepakai berapa puluh kilo itu range-nya aja masih 920 km. Dan itu pun kalau melihat cara nyetir sebelumnya yang mungkin enggak terlalu ekonomis. Tapi kalau cara menyetirnya normal bisa di atas 1000 km/l. Bahkan sekarang aja ini masih udah mau sampai Sumedang aja masih 3/4 lebih bensinnya baru turun sedikit dari F. Jadi ini cocok buat perjalanan jauh. Bantingannya eh saya enggak bisa bilang bantingannya membuah yang empuk ya. Tapi saya juga enggak bisa bilang bantingannya itu yang keras sekali. Dia di tengah-tengah. Jadi dia memang harus ada kerasnya karena ini adalah sebuah SUV dan hasilnya adalah pengendaliannya cukup cukup presisi. Tetap ada limbung tapi maksudnya untuk SUV ini pengendalian yang cukup baik. Kalau di e tumpangi lebih dari dua orang atau tiga orang atau empat orang, dia suspensinya jadi lumayan nyaman. Jadi ini suspensinya seperti kompromi yang lumayan pas antara handling dan kenyamanan. Dan SUV memang harus kokoh suspensinya. SUV tidak boleh lemah karena dia ground clearance-nya tinggi. Ini jalannya tuh nanjak ya menuju exit tol kita tuh nanjak menuju ke arah Sumedang. Tapi ini enggak kerasa kekurangan power sama sekali ya. Torsinya gede 310 Nm dan tenaganya juga lebih dari 200 HP. Jadi kalau misalnya kita pakai mode Echo Oo aja ya, kita gas tuh langsung positif tarikannya. Kalau kita mau kalau kita pakai sport mode uh langsung tenaganya kuat dan raungan mesinnya juga e kuat sampai power-nya itu sampai 100%. ya pasti pemakaian bahan bakar lebih boros kalau misalnya nanjak seperti itu. Tapi nanti kan kita pulangnya turun lagi dan pas ngumpulin listrik enggak terbuang sia-sia jadi ee panas aja gitu. Seperti terjadi kalau di mobil yang bukan hybrid kalau kita turun ngrem cuma jadi panas energinya. Tapi kalau di mobil hybrid dia jadi listrik buat memperpanjang jarak tempuh kita dan menurunkan konsumsi BBM. Enggak effortless banget nanjak pakai ini. Nanti saya akan sampaikan lagi review-review lainnya. Tapi sekarang kita udah mulai mendekati eh Sumedang dan kita akan makan di sebuah restoran yang ini saya tahunya juga dari TikTok. Ngelihat di TikTok tuh sampai ngiler gitu. Katanya ini terkenal tersohor di Sumedang karena bakakak ayamnya. Jadi ayam bakakak yang kita enggak bisa beli perpotong. kita harus pesan satu ekor. Tapi ini ayam kampung jadi enggak terlalu gede. Dan ayam kampung ini ee katanya rasanya enak, sambalnya juga enak, serta lauk-lauk lainnya, sayur-sayurnya juga enak. Dengar-dengar sih enggak begitu jauh dari pintu tol. Nama restorannya Warung Pengkolan Jati. Pengkolan tuh kalau enggak salah tikungan ya. Hah, udah lapar. Sekarang kita lihat kelezatan ayam yang terkenal di Sumedang ini. Wah, seru ya jalannya. Ini sebenarnya cuman 10 menit dari exit tol, tapi jalannya tuh lewat jalan pedesaan. Bahkan parkirannya juga huh di samping sawah dengan bukit di belakangnya bikin makin lapar kalau kayak gini nih. Oke, let's go. Jadi kita parkir di sana tuh agak jauh karena parkiran normalnya udah penuh ini. Padahal hari biasa dan belum jam makan siang. Oh, artinya mestinya enak nih kalau yang ngantri segini banyak. Pakak ayam, nila, cobek, tumis kangkung, sama tiga macam sambal sama lalapan. Oke, saya makan dulu. Nanti saya akan sampaikan bagaimana review makanannya. Yang harus kita coba ayamnya dulu. Ambil satu potong. Paha atas tanpa sambal dulu harus dicoba. Wah ini rempah-rempahnya yang bikin gurih. Gurih banget. Ayamnya tergolong lumayan empuk untuk ayam kampung. Tapi ya tetap lihat karena ini ayam kampung ya. Sekarang kita coba sambal yang cocok. Ini sambal terasi. Ini sambal apa? Surewang. Apa su? Sambal apa tuh namanya tadi? Sama sambal tomat. H sambal terasinya pedas. Dan terasinya kuat, rasanya strong terasinya. Sekarang kalau kita coba yang sambal apa namanya? Surawung. Surawung pakai daun kemangi. Pakai Oh, sambal kemangi ya. Harum kemangi dan dia agak manis sambalnya. Terakhir sambal tomat. Hmm. Dia agak manis juga sambal tomatnya. Kalau buat saya tiga-tiganya enak. Sambal terasi dan sambal kemanginya enak. Oke, kita udah habis makanannya dan ayam bakak ini sebenarnya di desain untuk tiga sampai empat orang, tapi yang ada kita malah nambah satu lagi. Jadi, dua ekor ayam dan ini habis bis. E, saya curiga ya. Saya curiga ini ayamnya bukan cuman dibakar, tapi juga digoreng juga mungkin sebelum dibakar. Jadi dapat crispy dan gurih kulitnya, tapi juga dapat aroma bakarannya. Itu unik sekali rasanya. Ee sambalnya pedas, enak. Tapi untuk ukuran Sunda menurut saya ini sambalnya manis. Untuk ukuran Sunda ee biasanya sambal Sunda tuh lebih lebih asin, lebih enggak manis dari ini. Tapi enak. Tiga-tiganya sambalnya kita coba enak semua dan bikin nagih. Tapi kalau Anda enggak kuat pedas, hati-hati sambalnya pedas banget. Oke, ini recommended. Kalau Anda ke Sumedang mampir ke sini tapi saran saya jangan weekend dan jangan jam makan. Kalau bisa sebelum jam makan dan bukan weekend. Oke, sekarang kita langsung balik lagi ke Jakarta sambil saya akan sampaikan eh review lanjutan mengenai TIG Cross Hybrid. HV dan juga hal yang saya suka dan saya kurang suka dari Belum sah ke Sumedang kalau enggak bawa tahu Sumedang yang legendaris. Nih satu-satu nih buat tim, buat Revi, buat Om Bowo, buat Faiz, sama buat saya. Let's go. Bagasinya juga lega nih. Kalau misalnya kurang masih bisa dilipat 7030 ee bangku belakangnya. Sama di bawah sini nih masih ada di bawahnya lagi nih masih ada ban ser walaupun temporary tapi berguna. Kalau misalnya kita ban itu sobek atau apa enggak bisa ditumel. Kita enggak bakal terdampar karena masih ada ban sereapnya. Alhamdulillah perut kenyang. oleh-oleh sudah dibeli. Ee saya sendiri pernah loh waktu itu ke Sumedang cuman buat beli tahu Sumedang sekaligus saya ceritakan ininya ya apa sejarahnya dari tahu Sumedang itu. Itu ada di video tahun lalu ya kalau enggak salah. Tapi yang jelas ke Sumedang ini dari Jakarta gampang banget sejak ada tol Cisum Dawu ini. Apalagi kalau misalnya kita pakai mobil yang memang cocok gitu buat keluar kota. Ini SUV compact tapi rasanya tuh kayak kelas di atasnya apalagi buat keluar kota karena satu dia ee mantap. Memang bantingan suspensi bukan yang empuk, bukan yang paling empuk, tapi dia eh stabil mobilnya. Kemudian sudah dilengkapi fitur ADAS lengkap. Jadi dari tadi tuh pakai adaptive cruise control, land keepeping assist itu udah udah enak banget. Kita tinggal pencet seperti ini, kita bisa lepas setirnya dan hanya beberapa ee belas detik sekali kita perlu goyangin setirnya dikit. Kemudian safety-nya juga bertambah karena ASEAN N CAP-nya mobil ini meraih lima bintang. Airbag-nya ada tujuh, fiturnya lengkap. Nah, oke. Tapi seperti janji saya tadi, saya juga akan sampaikan beberapa hal yang mungkin masih bisa di-improve dari mobil ini yang ee masih kurang srek di saya. Yang pertama itu mid-nya. Pengukuran konsumsi bahan bakarnya itu dia modelnya tuh recent 50 km. Jadi dia mengukur 50 km terakhir, tapi kita enggak bisa mer-reset untuk yang jangka jauh gitu ya. Jadi kalau misalnya untuk yang jarak jauh kita ee riset penggunaan bahan bakar nanti ketahuan jaraknya berapa, bahan bakarnya pakai berapa liter. Jadi kita harus ngitung pakai kalkulator lagi gitu. Tapi ee ya hal kecil sih, cuman biasanya tuh kalau kita mau perjalanan, kita bisa riset dan sepanjang perjalanan tuh diukur terus konsumsi bahan bakarnya. Tapi ini tidak teriset setiap 50 km terakhir aja. Kemudian yang kedua, mobil ini tuh build quality-nya bagus ya dan kursinya tuh juga besar untuk ukuran SUV compact. Tapi kursi ini menyentuh armr dan kalau kita gerakkan jadi berbunyi seperti ini. Enggak tahu kedengaran apa enggak ya. Coba. Nah, kayak gitu. Jadi ada bunyi kriet kriet kriet gitu ya. karena kursinya menempel dengan arm rest dan kursi dan arm rest-nya sama-sama kulit lagi bahannya jadi menimbulkan bunyi. Kemudian hal berikutnya yang mungkin bisa diimprove dari mobil ini adalah klaksonnya. Okelah, ini memang bukan mobil mahal, tapi klaksonnya tetep tet sangat-sangat kurang berwibawa. Kemudian satu lagi eh mobil ini tenaganya kuat ya, tenaganya besar. 204 HP, torsi 310 Nm. Ada sport mode-nya. Tapi pasti bakal lebih asik lagi kalau misalnya ada mode manualnya. Entah pakai pedle shift atau pakai tuas transmisi, enggak masalah. Tapi di mobil ini belum ada. Nah, tapi di lain sisi, mobil ini juga punya sejumlah hal yang menyenangkan. Yang pertama, AC-nya itu bukan hanya keren untuk dilihat tampilannya dual zone, tapi juga dioperasikannya sangat mudah. Jadi, charity tig cross ini tidak memasukkan semua ke layar, tapi masih ada tombol-tombol fisik untuk kita mengatur eh suhu AC dan hembusan AC. Bahkan kanan dan kiri. Nah, ini benar-benar sangat memudahkan kita ketika kita mau mengganti level hembusan atau mengubah temperatur AC. Kemudian hal berikutnya yang menyenangkan adalah mobil ini power window-nya auto down dan auto up. Bukan hanya untuk driver, tapi bahkan untuk semua jendela sampai yang belakang sekalipun. Jadi sangat e mudah dan dia juga sudah dilengkapi dengan sensor jepit. Jadi enggak usah khawatir kalau kejepit dia akan turun sendiri. Kemudian yang seperti saya bilang tadi, mobil ini sistem ADAS-nya lengkap dan ada satu yang sangat berguna untuk lalu lintas di Indonesia itu adalah door open warning. Jadi dia bisa memberi peringatan baik kita membuka di pintu depan maupun belakang kalau kita membuka pintu dan ada kendaraan di blind spot yang berpotensi menabrak pintu kita. Jadi ada peringatannya. itu sering kejadian kan kadang-kadang. Nah, dan satu lagi mobil ini di konsol tengahnya ada tempat untuk HP. Jadi gampang sekali meletakkan HP kita di sini. Tinggal taruh sini. HP-nya enggak bakal kelempar ke mana-mana. Save dan dalam genggaman. Oh ya, dan satu lagi kalau malam mobil ini juga punya interior ambiience light. Padahal itu bukan standar di kelasnya, tapi mobil ini ada ambience light-nya. Satu yang saya rasakan ketika memakai mobil ini adalah tenaganya tuh halus ya, karena dia menggunakan transmisi CVT, tapi akselerasinya tuh kuat gitu dan lumayan effortless mobil ini. Makanya sempat saya lakukan tes akselerasi sebelum saya take video ini. ni dan hasilnya itu diklaim oleh Cherry mobil ini 01 dalam 9,4 detik yang mana itu sudah sangat cepat untuk ukuran SUV Compact. Ternyata hasilnya berbeda. Yang saya dapatkan adalah 0 sampai 100 km/h itu dalam 7,9 detik. Tidak sampai 8 detik. Ini jelas yang terkencang di kelasnya. Bahkan pada saat start itu ada spin. Ini mobil hybrid yang untuk konsumsi bahan bakar irit gitu, tapi dia bisa spin. Dan begitu eh RPM-nya itu sampai maksimal, dia ditahan terus di maksimal dan listrik juga dipakai untuk membantu tenaga. Hasilnya 7,9 sampai dua kali saya coba. Hasilnya sama. Luar biasa. Jadi ini mobil untuk hemat bahan bakar tapi performanya kencang. Tapi buat Anda yang true petrol head dan mungkin enggak enggak pengin pakai mobil hybrid. Kemudian ee kalau yang tiga cross biasa yang mesin NA mungkin kurang. Tenang saya juga dapat bocoran sebentar lagi Cherry Tigo keluar versi turbonya. Jadi lengkap sekali ada mesin bensin, ada mesin turbo, ada mesin hybrid. Tapi buat saya sih hybrid ini mungkin sangat menarik ya karena kencang dan sangat hemat. Wah, impresif nih mobil. Tadi saya juga sempat baca literatur tentang mobil ini, ternyata ini bodinya memang udah high rigidity body, makanya dia bisa dapat bintang lima di tes tabrak. Bahkan front collision beam-nya itu juga dari aluminium spesial yang bikin benturan itu bisa teredam dengan baik, tapi meminimalkan resiko untuk penumpang di dalam. Ini sih dia akan jadi small SUV yang paling lega, paling irit, satu-satunya hybrid, paling bertenaga pula akselerasinya paling cepat serta fiturnya paling lengkap. Good job Cherry. Enggak heran di Australia Tigo Cross Hybrid ini memenangkan penghargaan best affordable SUV dan best small SUV. Kita tunggu aja harganya di GIAs 2025. Lawan-lawannya, rival-rivalnya harus membuat inovasi baru atau harus berani membanting harga? Karena yang ini harganya renyah, tapi inner beauty-nya mewah. Jadi jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitrai jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Bagi Anda yang ingin keterangan lebih lanjut mengenai Cherry, silakan follow Instagram Cherry di sini dan website mereka juga. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube