Makin Value Deal! Review Samsung Galaxy Tab S10 FE+ Indonesia (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Balik lagi Put langsung aja hari ini kita akan ngebahas satu tablet terbarunya Samsung. Ini dia Galaxy Tab S10 FI Plus ya. Jadi sebagai ser FI ini adalah tablet yang bisa dibilang punya fitur cukup lengkap tapi dengan harga yang lebih terjangkau kalau dibandingkan sama yang flagship benerannya. Sederhananya Samsung mau mencoba ngasih value yang lebih oke. Jarak rilisnya kalau kita lihat sama versi sebelumnya udah lumayan yaitu sekitar 1 seteng tahun ya dari si tab S9 FI Plus yang udah sempat saya review juga. Jadi apa aja yang baru dari tablet yang satu ini? Fiturnya gimana dan cocoknya buat siapa? bakal saya bahas di video kali ini. Tapi sebelum itu, boleh banget ya support video ini. Boleh di-like, boleh di-islike, boleh di-share atau di-subscribe sekalian. Apapun itu, makasih banyak. Oke, jadi untuk poin pertama yang perlu diinfoin ini udah pasti adalah harga sama versi-versi dari C Tab S10 FI series. Penting banget karena ada detail-detail yang berubah. Udah sempat saya omongin di video handsome, tapi saya yakin masih banyak yang belum nonton. Jadi di Galaxy Tab S10 Fi Plus ini dia terdapat dua seri, yaitu yang 5G sama yang Wii dengan harga yang berbeda. 5G pasti punya harga yang lebih tinggi dari Wii dan untuk yang saya pakai di sekarang ini adalah yang versi Wii. Kalau dibandingin sama Tab S9 FI Plus sebelumnya, harga dari semua lini Tab S10 FI Plus ini tuh naik ya, kelihatan naik. Yang Wii dulu kan itu di angka R jutaan, sekarang itu di 1099. Sedangkan yang 5G dulunya 109, sekarang di 11 tri9. Yang Wii itu kelihatan lumayan banget naiknya. Sedangkan yang 5G itu kelihatannya cuma naik R1 juta doang. Ternyata alasannya tuh oke banget ya, karena yang Wii itu sekarang konfigurasi storage sama RAM-nya berubah ya. Sekarang naik ya disamain di 12 256 gig seperti yang versi 5G. Kalau kita throwback ke tahun lalu atau sebelumnya itu yang WiFi hanya di 8128 aja. Selain itu sekarang semua seri tab S10 FI enggak yang plus doang tapi yang standar itu udah dapat keyboard udah include enggak perlu beli terpisah lagi. Jadi sekalipun dari segi angka harga produknya kelihatan naik tapi value-ya lebih mantap. Apalagi yang 5G itu harganya beda sejuta tapi udah dapat keyboard plus ya Sen ya pasti ya udah include di dalam kotaknya. Keyboard-nya kayak gini nih. Dia keyboard baru yang spesifik untuk si Galaxy Tab S10 Fi Plus. Layout-nya cukup familiar tapi yang di sini tuh ada tombol AI. Mirip kayak tombol coilot di keyboard laptop Windows zaman sekarang. Kalau dipencet dia bakal langsung ngebuka bukan Galaxy AI tapi Gem Mini. Ya bisa juga sih kita program untuk ngebuka Bixby, tapi siapa juga yang pakai Bixby gitu kan. keyboardnya entuk dipakai, nyaman untuk ngetik juga dan enggak bikin berat tablet-nya. Paling catatan sedikit dari keyboard-nya ini adalah dia belum ada trackpad-nya, terus belum ada backlight, dan derajat kemiringan layarnya tuh fix di satu sudut aja. Bisa jadi penting, bisa jadi enggak ya bagi sebagian orang. Tapi kalau hal-hal tersebut bisa dicover sama Samsung ya bakal lebih keren lagi ya. Jadi cukup untuk aksesorisnya si keyboard tadi. Sekarang kita langsung ke tabletnya. Desain secara umum kelihatannya mirip-mirip sama versi sebelumnya, tapi dengan beberapa perubahan. Perubahan yang pertama dan langsung saya notice itu adalah kamera. Dulu di belakang tuh ada dua, sekarang jadi single kamera aja. Mungkin Samsung sadar ya kalau pasang dua kamera apalagi di belakang buat sebuah tablet tuh kayak enggak penting-penting banget karena toh jarang kepakai. Untuk kamera depan ini masih satu posisinya senter di tengah dan ini udah ultra wide lebar banget kualitas juga udah oke. Jadi menurut saya cocok banget untuk meeting online atau video call. Oh ya jadi ini dia untuk sampel kamera menggunakan yang webcamnya si Galaxy Tab S10 FI Plus ya. Kalau misalnya digunakan untuk video call meeting online ini saya pakai di aplikasi Zoom ngerekamnya hasilnya seperti ini langsung bisa dilihat oke atau enggak. Ini ini pakai HD video audio bisa langsung didengar. ya silakan dikomenterin aja. Tapi untuk highlight utamanya memang adalah white angle. Ini luas banget bisa langsung lihat jendela sebelah sana kelihatan rak-raknya juga kelihatan ya masuk semua. Jadi kalau emang butuh angle yang lebih lebar ya ini cocok banget menurut K gimana? Oke atau enggak silakan komen aja di bawah. Habis itu kita lanjut ke segi perangkatnya. Ukurannya si Galaxy Tab S10 FV Plus ini sekarang menjadi sedikit lebih besar dan sedikit lebih berat sekitar 40 gr dibandingkan versi sebelumnya. Tapi dia juga lebih tipis menjadi 6 mm aja dari yang sebelumnya, 6, 15 mm. Ini udah beda dikit doang ya kalau kita bandingin sama Galaxy S25H. Build quality-nya masih solid banget dengan material full aluminium dan juga udah ada IP rating IP68 untuk tahan air dan debu. Ukuran layarnya di sini juga menjadi lebih besar dari seri sebelumnya ya. Sebelumnya itu 12,4 inch, sekarang jadi 13,1 inci. Yang menarik kalau saya cek di website-nya Samsung, beasel yang versi plus ini dibuat lebih tipis kalau dibandingkan sama tab S10 FI ya, 8,1 mm dibandingkan 8,5 mm. 0,4 mm itu lumayan banget lah untuk beel ini tuh bikin tablet besar ini jadi punya layar yang kelihatan lebih luas. Terus untuk spek layarnya juga sebenarnya enggak berubah kalau kita lihat di versi sebelumnya. Masih dengan panel LCD 90 Hz. Kalau dibandingin sama AMOLED tentu skala kontras sama saturasin tuh beda. Tapi kalau emang ngerasa butuh warna yang lebih vivfit, lebih pop keluar gitu, tinggal geser aja slider v fitness yang ada di bagian setting kayak gini. Secara umum layar ini udah sangat mencukupi banget ya buat nonton enak. Browsing, multitasking ya ini udah cukup luas. Baca pun menurut saya udah nyaman. 90 Hz-nya juga enggak masalah sama sekali karena toh tetap berasa lebih smooth dibandingkan layar 60 Hz. Dengan layar yang lebih besar juga, seperti biasa tablet ini menjadi sangat ideal untuk penggunaan stylus seperti S Pen ya. Buat nyatet di Samsung Notes kita pakai Good Notnes atau buat gambar di Pix Art. Wah, ini udah enak banget. Habis itu untuk fungsi Samsung Notes juga ditambah nih di tablet ini karena sekarang dia udah bisa menyelesaikan soal matematika. Bagus sih ya dan bisa bekerja dengan cukup baik. Tapi saya enggak 100% mendukung atau ya suka sama fitur ini. Kalau buat para praktisi, buat mereka yang pakai kerja supaya lebih praktis okelah menurut saya. Tapi kalau buat anak sekolah yang masih dalam proses belajar, it's a new ya. Enggak oke menurut saya karena dia secara instan akan munculin jawaban tanpa ada caranya. Kita coret-coret langsung muncul kayak kurang oke buat mereka yang masih belajar. Solusi matematika kalau menurut saya masih lebih oke kalau kita pakai di circle to search aja dari Google. Karena di sini fungsinya tuh gak cuma langsung ngasih jawaban tapi tetap ada langkah-langkahnya. Kalau menurut kalian gimana nih dengan fitur kayak gini? Oke atau enggak? Coba tulis pendapat kalian di bawah. Lanjut lagi. Sekarang kita ngebahas soal specs dari performanya si tablet chipset. Dia pakai Exyos 1580. Ini sama seperti yang dipakai di Samsung Galaxy A56. benchmark angkaanut-nya okelah dia dapat angka segini udah cukup banget. Untuk Galaxy Tab S10 Fe Plus menurut saya ini sudah bisa menjadi tablet yang diandalkan pada pemakaian sehari-hari. Maksimalnya sih untuk pemakaian yang semi intensif aja. Mirip-mirip kayak Galaxy A56 kemarin. Multitasking udah cukup banget buat split screen, buka beberapa aplikasi sekaligus ini masih bisa berjalan dengan relatif cukup lancar. Maksimalin One UI lah karena ini animasi sama transisinya udah bagus banget. Belum lagi ya, seperti biasa Samsung di tabletnya ada mode desktop khas mereka yaitu Samsung Dex yang sangat nyaman untuk ngasih experience ala desktop. Untuk yang pengin pakai lebih intens buat bikin konten contohnya ngedit video gitu ya tetap bisa banget ya dengan layar yang lebih lega. Enak ya. Kalau dari Samsung mereka merekomendasikan pakai aplikasi Luma Fusion merupakan salah satu aplikasi highlight dan ada promo spesialnya juga. Cuma saya tahu banyakan orang akan lebih pilih pakai aplikasi yang lebih populer seperti CapCut misalnya. Saya pun juga gitu. Untuk resolusi 1080 atau 4K di sini bisa di-handle dengan cukup baik tanpa kendala berarti. Scrubbing ditambah efek teks masih oke, tapi menurut saya jangan kebanyakan. Balik lagi ini bukan tablet flagship ya, super power. Jadi okenya emang untuk editing yang basic-basic aja. Kecepatan rendernya juga udah cukup baik ya. cukup oke untuk kelas tablet seperti ini. Terus kalau ditanya soal gaming, menurut saya juga bisa-bisa aja, tapi dengan settingan yang dikondisikan. Sama kayak K56 kemarin, chipsetnya juga sama gitu kan. Medium low adalah settingan yang ideal untuk game-game dengan grafis yang cukup tinggi. Seperti misalnya kalau mau main Genin, mau main Hongkai Star rail ya itu bisa. Kalau mau main Zone Zero, main watering waves menurut saya sih kurang rekomen ya. Terus dengan ukuran layar yang lebih gede gini, sebenarnya juga enak menurut saya untuk main game-game yang mungkin tidak membutuhkan kecepatan yang segala macam yang dimanding banget. Kayak contoh main Pokem ya, Pokem TCG Pocket atau main SD Gundam. Nah, ini masih oke banget. Terus untuk di bagian baterai kapasitasnya dia tidak berubah dibandingkan Tab S9 FI Plus. Dia masih di 10.090 mAh. Data tahan pemakaian menurut saya udah cukup banget. Mayoritas sehari sih mestinya enggak habis ya. kecuali tabletnya benar-benar digeber, dipakai terus-terusan. Sedikit simulasi. Saya coba di sini untuk nonton film di Netflix dengan brightness tertinggi dimentokin. 1 jam itu butuh sekitar 14 sampai 15%. Jadi kalau dihitung kasar, kita bisa pakai nonton itu sekitar 6 sampai 7 jam nonstop. Itu dengan kondisi brightness yang paling tinggi dan koneksi Wii tentu saja karena ini adalah yang versi Wi-Fi. Kalau kita pakai dengan bratas yang lebih rendah harusnya sih bisa dapat waktu yang lebih lama. Habis itu simulasi lain juga yang sering orang minta untuk sebuah tablet yaitu buat video call. Ya, saya cobain di Zoom selama 1 jam ini sambil ngetik bikin notes ya, buka browser juga. Dan ternyata membutuhkan baterai itu sekitar 13 sampai 15% dengan brightness layar di 70%. Overallan baterainya menurut saya udah cukup solid. Tapi yang lebih penting menurut saya yang lebih menarik juga dari tablet ini adalah meningkatnya kecepatan charger yang sudah mendukung 45 wat. Cakep banget nih karena midrange-nya Samsung di 2025 ini udah mulai rata dari smartphone sama tabletnya pelan-pelan udah mulai pakai 45 watt semua. Tinggal flagship-nya aja nih. Nanti dibikin lebih cepat lagi semoga ya. Dan ngomongin soal Samsung, satu bagian yang gak bisa diskip, enggak bisa dilupain. Udah pasti kita bahas tentang software. Dukungan update panjang udah dapat sampai 6 tahun. Tercover sampai 2032. Wow, lama sekali. Android udah versi 15. Phone UI-nya juga udah One UI 7 terbaru. Tampilan lebih fresh, ada nowbar juga yang bisa diakses via lock screen. Fitur AI, intelligent features juga sudah ada kayak di Galaxy A56. Object eraser. Oke, ada auto trim, ada custom filter siap dipakai. Best face juga ada sih di sini, cuma kayak menurut saya kurang praktikal ya untuk sebuah tablet. Kecuali emang kita bakal sering foto-foto gitu pakai kamera tablet dibandingkan kamera handphone. Daripada base face, menurut saya fitur yang lebih cocok untuk maksimal di tablet ini adalah untuk transkript audio. Ya, bukan enggak bisa, tapi untuk sekarang saya cobain belum support bahasa Indonesia. Semoga cepat di-upgrade supaya bisa dipakai. Overall kalau ngelihat dari berbagai macam aspek yang dikasih sama Samsung di Galaxy Tab S10 FI Plus ini menurut saya meemang bisa menjadi satu tablet yang melengkapi ekosistem produk Samsung yang sudah kalian miliki. Layar besar udah dapat stylus dari sononya, dapat keyboard performa cukup dan baterai dengan charging yang lebih cepat. Ini adalah beberapa poin plus yang menurut saya menarik sekali. Tapi kalau kita bicara Samsung tetap nilai plus utama mereka adalah di bagian software ini matang, bikin nyaman, dan masih sangat sulit disaingi sama yang lain. Multitasking smooth, ada mode desktop dengan Samsung Dex-nya. Dan kalau kita pakai smartphone Samsung tentu koneksinya sangat-sangat enak sekali, seamless banget. Terus kalau ada yang tanya misalnya, "Bang, mendingan beli tablet flagship Samsung lain aja enggak sih?" gitu kayak yang lebih lama kayak tab S9 atau Tab S9 Plus. atau harganya mungkin enggak beda jauh, tapi kita dapat yang flagship. Ya, kalau saya cek emang kurang lebih seperti itu, tapi perlu diingat tablet tersebut belum dapat keyboard dan keyboard untuk tablet flagshipnya Samsung itu enggak murah. Jadi, ya kalau yang dicari adalah tablet Samsung baru layarnya besar, bonus keyboard menurut saya sih pilihan paling value deal saat ini ya ini Galaxy Tab S10 FI Plus. Kalau pengin layar yang lebih kecil ya ada tab S10 Fi. Tinggal balik lagi ke preferensi dan kebutuhan penginnya seperti apa. Tapi ini tablet yang menarik kalau emang kalian mencari tablet Samsung yang baru. Itu dia untuk review kali ini kayaknya udah cukup ya. Semoga bisa menjadi referensi bagi yang membutuhkan. Kalau menurut kalian sendiri gimana tablet mod Samsung ini? Menarik atau enggak? Tulis aja pendapatnya pada kolom komentar yang ada di bawah. pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...


















