Mana yg Lebih Kencang? Dual Channel 12 GB atau 16 GB feat. ASUS Vivobook 14 A1404 (YouTube Video)
Ya, kami tahu akhir 2025 harga RAM lagi naik, tapi gimana dong laptop butuh upgrade? Enaknya upgrade berapa giga, ya? Nah, tenang kita kasih jawabannya dalam video ini. Di sini kita akan melihat apa sih efeknya dari upgrade RAM laptop? Apakah performanya jauh lebih kencang? Apakah peningkatan performanya sangat signifikan? Dan apakah kenaikan performanya sepadan dengan uang yang kita keluarkan? [musik] Oke, laptop terjangkau. Saat ini umumnya dijual dengan RAM DDR4 8 GB single channel. Sebenarnya ini sih enggak terlalu jadi masalah ya selama bisa di-upgrade sebetulnya ya. Nah, RAM 8 GB juga sebetulnya udah lumayan mencukupi untuk aktivitas yang enggak terlalu berat seperti mau browsing internet, nonton ya, buka beberapa tab di browser, buat dokumen, presentasi, ya itu masih amanlah sebetulnya ya. Tapi seiring waktu, RAM 8 GB ini akan terasa kurang saat aktivitas kita mulai berat seperti editing video, main game, atau menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Apalagi Windows 11 ini bisa memakan kapasitas RAM sekitar 4 gig atau bahkan lebih saat enggak menjalankan aplikasi apapun. Jadi, tersisanya paling-paling maksimum 4 gig aja untuk jalan aplikasi yang lainnya. Nah, kalau udah gini sih enaknya langsung aja kita upgrade RAM laptop yang kita miliki. Nah, efek pertama yang kita rasakan saat upgrade RAM tentunya kapasitasnya bertambah. Ini buat laptop jadi enggak kehabisan memori saat menjalankan aplikasi berat atau saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Tapi selain kapasitasnya bertambah, upgrade RAM itu juga sebenarnya ya membuat laptop kita aktif dual channel memorinya ya. Nah, dual channel ini akan membuat performa keseluran laptop kita jadi lebih kencang karena bandwid memorinya jadi besar ya. Biasanya sih dual channel ini akan meningkatkan performa dari integrated graphic prosesor ya. Meskipun terkadang performa core juga ikut kebantu nih di sini ya. Tapi tentunya dual channel ini baru aktif kalau prosesor dari si laptopnya emang dukung fitur dual channel dan di board laptopnya sendiri jalur-jalurnya itu emang udah support untuk dual channel. Oke untuk pengujian kali ini kita akan menggunakan laptop Asus Vivobook A1404 ya. Tentunya ini udah support ya penggunaan dual channel. Untuk spesifikasinya ini prosesornya pakai Intel Core 5 120. Fabrikasinya Intel 7. Base power 15 watt. Dia punya 10 core 12 thread. Sudah lumayan ya. Ini terdiri dari du performance core dan 8 efficient core. Intel smart cas-nya ada di 12 MB. Nah, buat yang belum tahu Intel tuh sekarang punya skema baru untuk penamaan prosesor mereka. Prosesor terbaru mereka kini sekarang menggunakan nama Intel Core Ultra dan Intel Core saja. Jadi, Intel udah enggak pakai penamaan Core i sekian ya untuk prosesor terbaru mereka. Salah satu perbedaannya adalah Intel Core Ultra itu adalah prosesor yang punya NPU atau neural processing unit yang untuk AI itu. Sementara kalau yang Intel Core saja itu tidak punya NPU. Sementara untuk membedakan tingkatan performa antar prosesor Intel tetap menggunakan angka seperti 3, 5, 7, dan 9 seperti waktu di Intel Core i sebelumnya ya. Nah, untuk integrate graphicsnya yang satu ini menggunakan Intel Graphics dengan 80 execution unit. Memori atau RAM terpasangnya adalah 8 GB DDR4 3200 MHz single channel. Ini RAM onboard alias diolder ke motherboard-nya. Tapi tenang, laptop ini punya satu slot SODIM kosong. Ini untuk masang memori ya di sini ya. Masang memori tambahan. Jadi kita bisa meng-upgrade-nya dengan mudah. Nah, lanjut untuk storage dia pakai 512 GB SSD M.2 NVM PCI Gen 4x4. Untuk layarnya dipakai 14 inci 920* 1080 piksel IPS 45% TSC. Untuk wir connectivity dia pakai modul Intel yang sudah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Sementara kapasitas baterainya ada di 42 wat hour dan OS-nya pakai Windows 11 24H2. Oke, langsung aja kita lihat performanya bagaimana kalau kita upgrade. Nah, di sini kita akan menguji dalam tiga kondisi. Kondisi pertama adalah kita pakai RAM bawaannya aja 8 GB single channel. Nah, untuk kondisi kedua kita nambahin RAM DDR4 4 GB ya. Cuma 4 GB aja 3200 MHz. Jadi kapasitas totalnya menjadi 12 GB. Sementara untuk kondisi ketiga kita nambahin RAM DDR 4 8 GB 3200 MHz. Jadi kapasitas totalnya berubah jadi 16 GB. Di sini kita pakai RAM SODIM 4 gig dan 8 gig karena harganya ya enggak terlalu tinggi ya. Ya kita enggak ngetes yang 16 gig ya. Kita pakai sampai 8 gig aja. Mesalkan 4 tahun terakhir saat video ini dibuat harga RAM DDR 4 GB 32 MHz. Yang paling murah itu ada di kisaran Rp300.000-an ya. Nah sementara untuk yang 8 GB itu harganya sekitar Rp500.000-an. Nah, semua pengujian ini kita lakukan di mode performa tertinggi dari laptop ini. Tapi perlu diperhatikan juga persentase peningkatan performa mungkin bisa berbeda kalau tipe dan spek laptopnya berbeda. Tapi seenggaknya pengujian kali ini akan memberikan gambaran untuk kalian secara umum seperti apa hasilnya. Oke, kita mulai dari AIDA 64 untuk memori ya. Pertama-tama kita cek dulu bandwid memori antara single channel dan dual channel dengan menggunakan aplikasi Aida 64 ini. Untuk memori read-nya atau membacanya single channel 8 gig itu di 22.745 745 MB/s. Sementara kalau dual channel 16 GB jadi 42.146 MB/s. Jadi kenaikannya itu 85% antara single channel ke dual channel. Wah, ini jauh ya. Tapi itu hanya di bandwid memory aja. Sekarang kita lihat untuk memori R-nya atau tulisnya. Single channel 8 Gig itu di 21.512 MB/s. Dual channel 16 GB itu di 43.641 MB/s. Kenaikannya enggak main-main di sini ya. Bisa 2,02 kali lipat. Tinggi banget naiknya ya. Lalu untuk memori copy-nya single channel 8 GB itu di 21.405 MB/s. Sementara dual channel 16 GB itu 38.46 MB/s. Di sini kenaikannya sekitar 79% antara single channel versus dual channel. Oke, itu skor teoritis hanya mengukur dari sistem memorinya aja. Sekarang kita lihat kalau kita pakai CBZ R23. Ini pengujian yang sebetulnya pengujian ee lebih ke arah core prosesor ya. Tapi kita lihat efeknya seperti apa. Di pengujian ini. Skor tertinggi yang kita dapatkan adalah untuk single channel 8 gig itu 7.978 poin. Sebenarnya kalau kita tambah RAM 4 gig skornya jadi 8.784 poin atau naik sekitar 10,1%. Sementara kalau kita nambah di 8 GB skornya naik ke 8.848 poin atau beda sekitar 10,9% dibandingkan single channel. Ini kenaikan yang cukup signifikan ya dari si performance core prosesor doang udah kebantu tuh. Oke, kita langsung masuk dalam e aplikasi beneran aja ya. Adobe Premiier Pro 2025. Video yang kita pakai adalah full HD 60 fps 2 menit 7 detik seperti yang biasa kita gunakan kalau kita pakai Open CL. Di sini single channel itu selesai dalam waktu 7 menit 43 detik ya. Ini 8 gig single channel ya. Kalau kita naikin 4 gig jadi 12 gig. Nah waktu eksportnya jadi 4 menit 35 detik sekitar 40% lebih cepat. Sementara kalau kita nambah dari 8 ke 16 ya waktu eksportnya jadi 3 menit 40 detik. ini sekitar 52% lebih cepat dibandingkan kalau kita pakai single channel saja. 52% itu peningkatan yang jauh loh. Antar generasi prosesor aja itu naiknya tuh jarang nyampai 30%. Ini cuman ganti memori aja atau cuma nambah memori aja bisa naik 52%. Lalu kita coba lagi di Daveinsi Resource 19.1. Biasa ya ini software video editing kelas profesional versi gratis ini ya. Videonya sama Full HD 60 fps 2 menit 7 detik dengan single channel selesai dalam waktu 13 menit 4 detik. 8 gig ya kalau kita nambahin 4 gig jadi 12 gig waktu esportnya jadi 7 menit 39 detik sekitar 41% lebih cepat sementara kalau kita nambah jadi 16 gig alias kita tambahin 8 GB ekstra waktu eksportnya jadi 6 menit 20 detik sekitar 51% lebih cepat dibandingkan kalau kita pakai single channel berasa kan ya 51% lalu untuk capcut videonya masih sama lagi ya full HD 60 fps 2 menit 7 detik single channel itu saya dalam waktu 4 menit 37 detik nah kalau kita main 4 gig exportnya nya jadi 2 menit 54 detik sekitar 37% lebih cepat. Sementara kalau kita tambah dari 8 ke 16 GB waktu eksportnya berubah jadi 2 menit 6 detik. Wah, ini sih kencang ya. Dan 54% lebih cepat dibandingkan kalau pakai single channel dan bahkan waktu exporting time-nya itu sudah lebih cepat daripada durasi videonya sendiri. Ini artinya kencang. Oke, sekarang mari kita lihat efeknya ke sistem grafis ya. Kita pakai 3mx spy graphic score. Untuk single channel kita dapat 811 poin. Kalau kita tambahin RAM 4 GB skornya jadi 1086 poin. Naik sekitar 33%. Kalau kita tambahin 8 gig jadi 16 GB skornya jadi 1133 poin atau naik sekitar 39% dibandingkan single channel. Oke, sekarang kita lihat kalau gaming hasilnya seperti apa. Kita akan lihat perbedaan antara single channel dan dual channel kalau dipakai buat main game. He. [musik] Bagaimana? Lumayan ya peningkatannya ya. Oh ya, laptop yang satu ini menurut Asus Indonesia harganya ada di Rp8.699.000. Bonus pilihannya dia dapat Microsoft Office Home 2024. I dia dapat Office ya. Lalu ada langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun juga. Untuk garansi dia dapat 2 tahun international warranty dengan 1 tahun Asus Perfect Warranty. Dengan Asus Perfect Warranty ini, Asus Indonesia akan menanggung 80% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian penggunanya. Nah, Asus Perfect Warranty ini dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian ya. Oke, jadi pertanyaannya, jadi enaknya kita upgrade dual channel itu ke 12 GB atau ke 16 GB? Secara keseluruhan upgrade RAM tuh enggak cuma sekedar nambah kapasitas ya, tapi ternyata bikin performa laptop jadi lebih kencang saat dual channel-nya jadi aktif. Oh, enggak. Kita enggak perlu nyeting apa-apa. Selama ditambahin aja dia langsung aktif kalau memang laptopnya dan prosesornya mendukung ya. Nah, kenaikan paling signifikan itu kami temukan di aplikasi yang cenderung memanfaatkan kemampuan prosesor dan IGP secara bersamaan. Seperti aplikasi untuk editing video atau untuk gaming tadi ya, kerasa banget ya. Bahkan kenaikannya enggak main-main. Selalu di atas 30%. Menariknya aplikasi yang cenderung cuma memanfaatkan core prosesor aja ternyata juga ada kenaikannya ya. Walaupun memang enggak terlalu signifikan, tapi aplikasi Kit mulai jarang akhir-akhir nih ya. Nah, buat yang butuh solusi hemat biaya, upgrade RAM dari 8 gig ke 12 gig sebenarnya bisa jadi pilihan yang menarik ya. Di pengerujan kami ini kenaikan performanya tergolong signifikan cukup dengan mengeluarkan dana sekitar Rp300.000-an untuk beli RAM yang 4 gig aja. Tapi tentunya selain lihat faktor performa, kita juga harus mempertimbangkan apakah RAM 12 GB itu sudah mencukupi untuk menjalani aplikasi yang biasa dipakai sehari-hari. Karena kan biasanya kita mau multitasking juga. Sementara pengujian kami kan kecenderungannya satu aplikasi satu aplikasi ya. Jadi untuk jangka panjangnya sih rasanya upgrade RAM-nya itu sebaiknya ke 16 GB. Di sini kita dapat kapasitas yang lebih besar, kenaikan performa yang lebih tinggi, bahkan kita bisa menemukan kenaikan performa sampai 50%. Jadi rasanya untuk laptop yang Rp8 juta nambah Rp500.000-an dapat performa ekstra 50% cukup worthed lah ya. Ya, pada akhirnya kami berharap memang harga RAM bisa segera normal lagi atau turun lagi ya. dengan kita jadi enggak perlu ngeluarin biaya terlalu besar untuk membuat performa laptop kita jadi lebih kencang. Tapi untuk saat ini kelihatannya peningkatan performa akibat dari upgrade RAM kelihatan signifikan sekali bahkan dengan harga sekarang sekalipun. Jadi saran kami sih memang kalau laptopnya masih 8 GB upgrade aja langsung ya. Saya D Irfan Jaka DV TV.
