Jungkat

Masih Inget Laptop ASUS yang Kita Siksa ? Gini Kondisinya Sekarang !! (YouTube Video)

  • 27/12/2025

Guys, kenalin ini adalah Koriko dan ini adalah korban kerasanya Koriko selama 100 hari ini. Si Asus Expertbook P3 atau P3. Kalian masih ingat kan aksi gila-gilaan kita ngetes Asus Expert Book yang kita banting, terus kita kasih tumpahan air, terus pulpen ditaruh di tengah-tengah, terus kita tutup dan kita siram pakai air kran. Jujur Kurik sih udah takut duluan ya pas kita pinjamin untuk dicoba selama 100 hari. Takut rusak karena emang bekas kita siksa habis-habisan. Tapi ternyata laptop yang satu ini anomali 100 hari dipakai sama Kuriko. Saya cuma kasih satu brief pakai aja laptopnya geradakan yang sekasar mungkin. Karena emang kita mau buktiin klaim ASUS yang katanya dia tahan banting dengan standar militernya. Dan ya hasilnya selain tes itu laptop ini udah jatuh berkali-kali. kesenggol yang kesenggol kabel charge-nya terus laptopnya jatuh lah, kedudukan lah, w banyaklah hasilnya. Laptop ini juga masih aman sampai sekarang. Kayaknya yang rusak duluan itu malah mentalnya Korico ya, karena harus siksa laptop enggak berdosa. Ini kalau dilihat di kamera susah sih untuk lihat bekasnya, tapi kalau dilihat langsung tuh sebenarnya ada baret-baret yang lumayan karena secara body material dia pakai aluminium yang gampang banget. Ada den dan bekas pemakaiannya. Tapi karena materialnya aluminium ya kalau dipegang ya rasanya kayak pegang plat besi ototnya. tulang kawat. Beh, malah jadi iklan Gatot Kaca ya. Tapi efek dari material kuat ini laptopnya jadi enggak terlalu ringan dengan bobotnya 1,4 kg. Dan karena dia laptop yang pakai prosesor seri H, jadi chargernya gede untuk ngangkat power dari prosesornya. Masukan buat Asus mungkin ke depan bisa bikin gun charger ya. Karena sekarang kan HPHP tuh 120 watt aja bisa kok kecil gitu. Harusnya laptop kalau pakai teknologi Gun bisa juga. Yang gokil kemarin tuh ketumpahan teh manis karena lengket sama kurico malah dicuci pakai sabun sampai berbusa terus disiram air. Gila emang ya lumayan ekstrem sih ini. Tapi hebatnya keyboard-nya masih bisa dipakai masih nyala backl-nya emang beneran water resistant tapi jangan dicoba di rumah dengan sengaja ya. Biar kita aja yang tes biar kita aja yang rugi. Sekarang laptop ini jadi asistennya Kuriku buat rekap jualan. Enak katanya karena layarnya itu punya rasio 16 bing 10. Jadi baris ael-nya kelihatan lebih lebar, enggak perlu capek-capek scroll sampai jari keriting. Panel juga udah IPS adem di mata. Enggak TN yang bikin mata itu cepat silinder kalau TN ya. Apalagi umur-umur kayak saya udah kepala 30 kayak gini cepat banget lelah matanya. Tapi ini laptop emang buat kerjaan kantoran office ya. Kalau kalian itu seorang editor yang butuh warna bukan laptop ini. Mungkin kalian bisa pilih Asus Pro Art. Karena untuk laptop ini pas kita tes layarnya sRGB-nya itu cuma di 50%. Brightness sih masih aman ya dapatnya di 331 nit penggunaan odor jadi enggak masalah. Turun ke bawah lihat deh touchpad-nya gede banget. Segede harapan rakyat ke negara tapi ya sudahlah. Bedanya kalau touchpad Asus ini enak dipakai, responsif, licin, smooth. Baterainya itu pas kita enggak bawa mous pakai touchpad nyaman. Dia udah support pump rejection juga. Ada gestrur-jistrus menarik kayak di slide ke dalam bakalan ada shortcut screen expert yang bisa atur volume, brightness, dan juga tombol media. Portnya lengkap untuk ukuran laptop bisnis. Laptop bisnis itu biasanya port yang paling dibutuhin adalah port LAN karena internetnya biar stabil dan dia ada RJ45-nya. Komprominya paling ya karena dia pakai prosesor seri H. Baterainya sebenarnya gede secara kapasitas cuman karena kencang jadi ya setengah harian lah laptop ini kuatnya. Kalau sehari ya ngecasnya dua kali. Tapi untungnya chargernya kencang 30 menit dicolok udah keisi 50%. Cuma ya itu tadi chargernya masih lumayan gede. Di balik tampang seriusnya laptop ini otaknya itu pakai Intel Core i7 seri H generasi 13 ya dengan 13620H berarti 10 core 16 trade. Clock-nya di 2,4 GHz yang bisa dibost sampai 4,9 GHz. RAM bawahnya 16 GB tapi enggak ada yang diolder. Jadi kalau kalian mau upgrade bebas [musik] aman. Dan yang gak kalah gokil, storage-nya ini 1 TB in this economy. Di mana RAM dan SSD harganya lagi gila-gilaan, dia malah ngasih 1 TB dengan speed-nya 7.000 Mbps. Dan kalau 1 TB menurut kalian masih kurang, Asus masih ngasih satu slot lagi M22 [musik] SSD 2230. Dan dengan kombinasi dapur pacu ini, sayang banget layarnya tadi enggak 100% sRGB ya. Karena kalau misalkan kita gunain untuk rendering di Adobe Premi Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai itu 4K cuma selesai dalam waktu 3 menit 49 detik, [musik] full HD 3 menit 1 detik. Nah, kalau kita mau rendering 3D tipis-tipis, mungkin kalian pengen belajar 3D BMW di Blender, CPU rendernya itu selesai dalam waktu 3 menit 44 detik dan GPU rendernya 3 menit 40 [musik] detik. kencang loh ini untuk performa CPU-nya pas kita tes di benchm syintis sinen bench juga aman-aman aja dengan multicore kita loop sebanyak 10 kali itu average-nya di 10.200 12 poin. Dan kalau mode baterai only juga enggak banyak perubahan. Karena biasanya ya kalau prosesor seri H di tuningnya di laptop gaming, pas adapternya kita cabut, wah performanya bakal nurun signifikan. Ini enggak ada turun sama sekali. Kalau kita lihat power-nya dia bisa spek-spek di 60 watt ketika full load dan suhu temperaturnya di 95 derajat celcius. Itu pun kalau SBZ aja ya. Kalau untuk Adobe BM Pro tadi gak sepanas itu dan powernya juga gak butuh sebanyak itu. Dan yang saya salut walaupun dia gak dilimit performanya ketika baterai only itu enggak turun, pas kita tes pakai Time Spice test, dia juga lolos loh ya dengan 98,9% [musik] stability-nya. Nah, kalau di sela-sela waktu kerja, Kurik juga biasanya main game. Nah, game-nya itu ya game-game yang biasanya kita mainin ya, kayak game Dota 2 itu resolusi full HD. Dia dapat average FPS di 108 aman-aman aja. Valora di 173 FPS average-nya dropnya cuma di 143 FPS. Nah, kalau main game yang agak berat contohnya kayak WA average FPS-nya sih masih dapat di 34 tapi kadang drop di 16 FPS. Cyberpunk average FPS dia dapat di 28. Jadi ya kalau buat main game Cyberbank mending belinya Asus Ruji aja lah ya. Nah, kalau buat meeting kira-kira kayak gini ya kualitasnya ya. Menurut saya standar banget di 720p sayangnya ya. Karena ini laptop bisnis harusnya bisa di 1080 p 30 fps. Karena orang bisnis itu biasanya malas ribet, malas bawa webcam. Nah, saran saya kalau kualitasnya kayak gini ya mau enggak mau kalau kalian jadi pembicara di sebuah meeting atau seminar online ya harus pakai webcam eksternal. Selain itu, Asus juga ngasih satu fitur untuk meeting, yaitu [musik] Asus AI Expert Meet yang di dalamnya kita bisa nampilin bisnis card kita sewaktu-waktu buka webcam atau watermark pas kita lagi share screen. Dan beda kayak Expertbook yang saya pakai, seri yang saya pakai itu seri P3 dan kalau kalian belum nonton review-nya, kalian bisa tonton di sini ya. Si Expertbook yang ini dia enggak termasuk dalam keluarga copilot plus PC. Jadi, fitur-fitur kayak AI recall, Cocreator, dan Studio effect-nya enggak ada. Tapi Asus ngasih bantuan lewat software MA Asus. Walau laptop ini gak ada NPU untuk image processing-nya, tapi di software MA Asus ada pengaturan AI Sense kamera mirip seperti Windows Studio Effect-nya di Microsoft. Dan karena laptop ini laptop bisnis, jelas keamanannya juga jempolan ya. Ada fingerprint dengan sertifikasi video 2. Jadi keamanannya udah kelas enterprise. Di belakang layar keamanan ini juga dijaga sama Asus [musik] Expert Guardian yang udah kita jelasin sebelumnya sebenarnya. Tapi buat yang mungkin belum nonton. Jadi, Asus Expert Guardian ini adalah semacam satpam digital yang standar internasional lah. Jadi, standar keamanan yang biasanya dipakai di level perusahaan besar. Terus masih ditambah lagi ada chip TPM 2.0 terpisah buat encikpsi data. Jadi kalau misalkan laptopnya hilang atau dicuri [musik] ngopi datanya enggak bakalan semudah kayak ngopi pakai flash disk karena datanya dienkripsi. Jadi walau ini bukan seri bisnis tertinggi Asus tapi TAline trusted by Expert Buit free busnis itu masih berlaku juga di laptop ini. Oke, jadi itu adalah kesimpulan pemakaian laptop ini selama 100 hari dan setelah saya diskusi sama Kurico dari sisi ketahanan ini udah enggak perlu diperdapatkan lagiah ya. Habis disiram, dijepit pulpen di bagian layarnya dan dijatuhin ke keramik ya, bukan ke rumput. Bodinya masih utuh, angselnya juga enggak oblak. Semua port juga masih sehat. Performanya juga konsisten. Mau pakai casan, mau mode baterai only aman aja gak ada penurunan performa apalagi spesifikasinya i7 H series, RAM 16 gig SSD 1 TB. Jadi mau buka multitasking banyak tab aman. Tapi tentu ada kompromisnya ya dengan prosesor sekencang ini. Sayangnya Asus ngasih baterai yang cuma 50 wat hour yang kalau kita tes di PC modern Office itu cuman bertahan sekitar 8 jam aja ya. 8 jam orang kerja cukup sih, tapi kayak nge-pres banget gitu. Terus kameranya kalau kualitas low light masih lumayan banyak noise. Tapi kalau ditanya setelah dipakai 100 hari laptop ini worth it atau enggak, jawabannya worth it. Kalau buat kalian yang kerja kantoran, pemilik UMKM, sales atau anak operasional yang kerjanya banyak meeting dan mobile, si Expertbook P3 ini kuat, kencang, dan aman. Apalagi harganya untuk label Asus yang [musik] expert ya. Ini jelas di atasnya Vivobook. Walaupun ini expertbook itu masuk ke seri komersial sebenarnya, tapi harganya enggak terlalu mahal. Biasanya kalau kita ngomongin komersial harganya itu bisa Rp15 juta ke atas. ini di R jutaan. Rp1 juta ini bukan pembelian konsumtif sih ya. Karena ini pembelian produktif buat kalian kerja investasi jangka panjang. Jadi harusnya sih aman-aman aja R juta. Tapi kalau per bulan omsetnya Rp100 juta atau R200 juta harusnya aman. Dan jatuh-jatuh terus juga kita tes yang ekstrem tadi jangan dilakuin di rumah karena ini kayak semacam ya klaimnya Asus kita buktiin. Udah sesimpel itu aja. Kalian enggak usah ikut-ikutan jatuh-jatuhin karena sayang ya laptopnya. Walaupun laptop Asus ini sebenarnya punya premium warranty ya. Jadi, Asus kasih garansi 3 tahun termasuk full baterai itu gak semua brand punya. Dan untuk 1 tahun pertama itu dicover sama ADP. Apalagi dia udah include antivirus MAV Premium selama 1 tahun yang artinya kalau saya banting-bantingin tetap di-cover sama Asus untuk tahun pertama. Tapi namanya ditaruh di service center, laptop kalian harus ditaruh sana, kalian enggak bisa kerja kan ribet juga ya. Jadi mending main yang aman-aman aja enggak usah dibanting-banting kayak kita. Sayaikudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube