Masih Laptop TEMPUR Favorit Asus? - TUF Gaming F16 (2025) (YouTube Video)
Ketika ROG Zvirus G16 belum kesampean karena faktor dompet, harap tenang, jangan putus asa. Ada kok opsi laptop gaming Asus 16 inch yang lebih masuk akal jika Anda melirik Asus Staff F6. [Musik] Di dunia aviasi militen, F16 adalah zat tempur handal yang masih populer dan relevan setelah dinas selama lebih dari 45 tahun. Kalau dilihat dari perspektif itu, Asus Staff Series juga udah jadi salah satu laptop game paling populer di Indonesia sejak kemunculannya di tahun 2018. Nah, di saat kemunculannya TAF Gaming FX54 paling mahal harganya masih di Rp16 jutaan. Fast forward, TAF Gaming FX608 versi RTX 5060 atau 5070 ini harganya bisa mepet-mepet Rp28 juta. Skala peningkatan yang cukup mirip ketika bandingin harga F16A di awal tahun 0-an ke harga F16 Fiper blok 72 terbaru yang dengan mudah bisa tembus di atas 70 juta dolar. Masih soal militer, Asus actually bangga-banggain TF Gaming series ini bersertifikasi military grade mil STD 80H build quality kokoh dengan desain yang sekarang jadi agak mirip Legion, yaitu punggung metal polos dan angsel dias body demi memaksimalkan performa cooling dan memudahkan buka laptop pakai satu tangan. Bagi yang sebelumnya udah nonton review Asus Staff A16 kami tahun lalu, basically desainnya masih sama persis. Pooling emang bagus ya kalau seluruh bagian bokong dipakai buat heatsing dan ventilasi. Enggak ada yang keluar kiri kanan, namun konsekuensinya enggak bisa ada port di belakang buat yang OCD pengin setup rapi, enggak diganggu kabel kiri kanan. Asus Staff F16 saat ini punya dua opsi layar beel tipis yang bisa dibuka sampai tiduran. Versi RTX 5050 atau 5060 yang saat ini kami pegang sebatas dibekali panel Full HD plus 16 b 16 inch 165 Hz. Meanwhile, SKU RTX 5070 dikasih layar QHD Plus biar lebih nampol. Yang penting dua-duanya 1% sRGB dan support Gsync. Sekarang webcam udah resolusi 108p login. Lalu percolokan dimulai dari kanan ada dua USB 3.2 Gen 2 yang kencang. Lalu di sisanya ada di kiri mencakup ROG Slim Adapter, Land port HDMI 2.1 dua port USBC, satunya Thunderbolt 4, satunya lagi USBC 3.2 Gen2 support DP dan PD, satu lagi USBA 3.2 gen 2 serta combo audio jack. Cukup sederhana tapi lengkap. Baik F16 versi 5060 maupun 5070 pakai prosesor seri HX identik yang masih populer di kalangan laptop mainstream which is Core i7 14650 HX. CPU dan GPU relatif full power. Contoh ini RTX 5060 115 watt. RAM tergantung ya ada 16 gig atau 32 gig ya. Kalau ambil yang masih single channel 16 gig udah pasti wajib nambah sekeping lagi biar optimal. Adapun dua slot SSD NVM Gen 4 yang salah satunya udah keisi 1 tera. Dibandingkan Ryzen AI9 HX370 bawaan t16 tahun lalu, Core i7 seri HX yang satu ini tentu punya konsumsi daya yang agak lebih gede dan performa sedikit di bawahnya. Ya, mungkin kalau mau dibuat fair bisa pakai Intel Core Ultra 200 series. Tentu konsekuensinya bakal naik harganya lagi. Tapi untungnya ya ini udah lebih dari cukup buat ngimbangin sang GPU RTX 5050, 5060 dan 5070 untuk workload produktif maupun hiburan. Terutama kalau mau dibandingin sama beberapa tipe laptop yang masih ngandelin Intel seri H Gen 13 standar. Di antara semua RTX 5060 laptop yang kami coba ini punya skore benchmark paling oke. Bisa dibilang setara RTX 4070 full power dari segi raw performance. Tetapi sekali lagi jangan lupa keunggulan RTX 50 series ini. Di antaranya ada multi frame generation yang sangat berguna di resolusi layar key atas. di layar full HD tetapi MFG gak terlalu kepakai karena frame generation standar bahkan di LSS4 doang aja cukup buat sebagian besar skenario gaming. Tanpa frame generation pun kami bisa mainin ster blade di 140an FPS atau makeer brake rata kanan di atas 100 fps. Disayangkan saat ini RTX 5060 belum support di X12 di Mecreak. Terkait suhu enggak ada masalah ya, relatif adem ayam luar dalam. Bukti bahwa desain heatsing ekstra lebar dan dual fan ukuran besar itu efektif selama kalian bisa mentolerir bunyi kipas yang mencapai kurang lebih 48 dbel saat gaming atau full load. TF F16 punya konfigurasi keyboard full size RGB 1 zona, plus baris control volume, armory crate, dan tombol power terpisah yang sama seperti A16. Ukuran luas dan key travel nyaman. Touchpad dan kualitas speaker pun standar. Kekurangan utamanya adalah soal daya tahan baterai yang hanya kuat sekitar 5 jam playback YouTube dan browsing di mode batery saver. Namun bukan masalah serius mengingat bisa dicas via USBC ketika ninggalin adapter 280 watt bawaan di rumah. So, apakah ini agak mahal untuk ukuran Asus STF? Sebenarnya fair-fir aja mengingat laptop mainstream berisi RTX 5060 dan 5070 dari merek-merek lain punya harga yang gak jauh beda. Harganya masih bisa dimaafkan asalkan versi RTX 5060 ini dikasih layar HD. Karena rival-rivalnya seperti MSI Katana, colorful FOP15 dan Axio 775 semuanya udah ngasih layar QHD di bracket harga yang sama. Bahkan saudaranya si A16 yang pakai Ryzen 7 260 pun masih belum berlayar GHD. Jika kalian merasa laptop ini kurang punya selling point unik, kalian yang lebih demen laptop compact performa tinggi bisa juga ngelirik Asus Staff A14 yang sekarang udah ada varian RTX 5060 di harga R7 jutaan. Layar udah HD plus RAM onboard 32 gig. Well, intinya Asus ngasih banyak pilihan. Soal pilihan-pilihan tersebut worth itak, itu tugas kalian buat mendang mendingin di komentar. Please like dan share. Gue Mike. See you on the next video
