Jungkat

MAXUS G50 : MPV Plug-in Hybrid terjangkau dari SAIC (YouTube Video)

  • 30/04/2025

Setelah beberapa tahun terakhir orang-orang Indonesia itu banyak ditawarkan dengan mobil-mobil listrik yang masuk dari China, sepertinya tahun ini atau mungkin tahun depan akan jadi second wave di mana yang ditawarkan bukan cuma listrik tapi seperti mobil ini yaitu adalah PGV ataupun plugin hybrid. Dan ini adalah Maxus G50 PHV. Seperti apa mobil ini? Apa bedanya dengan Mifa yang ada di Indonesia? Kita akan bahas lebih lanjut. [Musik] Hai guys, welcome back to ATM Max dengan saya Satria Katana dan di sebelah saya ini sudah ada mobil dari Max ya. By the way kita ini lagi ada di Maxus Proofing Ground yang ada di Shanghai. Tapi kita perginya sama teman-teman MG MG Indonesia ya. Dan ini adalah sebuah MTV. Kalau kalian perhatikan wajah depannya mirip Mifa yang enggak salah karena emang masih satu saudara. Kalau MIFA itu kan ada MI 7 ini. Sebelah saya ada MIFA 9. Yang di sini adalah Max G50 PH. Jadi G50 itu pernah ditampilin juga di GIAs kalau enggak salah tahun lalu ya yang warnanya putih atau silver gua lupa. Tapi yang jelas di sini dia sudah menggunakan wajah depan baru yang lebih modern. Plus tadi ada tambahan teknologi PHV. So, enggak usah lama-lama, kita akan bahas singkat aja seperti apa mobil ini. Nah, kalau di bagian depan kalau kalian perhatikan ya, yang paling entara di sini adalah dia menggunakan ee basa desain seperti keluarga MVA ya. Di bagian atasnya ada ee LED DRL ya yang cukup panjang tapi lampu utamanya ada di bagian bawah seperti ini dan juga dia sudah projecttor. Apakah di bawah ada fog lamp? Enggak ada. Dia bikin clean aja, tapi dia ada bilah chrome ya yang memanjang bagian bawah. Tapi dia bukan One Piece ya, dia dibagi tiga, 1 2 dan 3 seperti ini. Dan di bagian bawah seperti ini dia ada ee kameranya 360 dan juga ini kotakan biasanya untuk radarnya. Grillnya ya apalagi lagi karena dia PUV mungkin enggak terlalu butuh grill yang gede-gede amat. Dia bikin agak tertutup seperti ini dengan chrome model e horizontal seperti ini. Emblem maksusnya panjang seperti ini. Dan di tengah ini biasanya kalau beberapa brand lain kasih lampu yang nyambung ya. Di sini enggak. Dia kasih warna black glossy juga sama dengan e bagian grillnya dan dikasih chrome seperti ini. Dan dengan wajah baru ini membuat G50 kalau kita bandingin sama yang lama ya ini lebih cakep. Sudah jelas. Apalagi warna hitam kayak gini kan dengan wajah seperti ini kelihatan lebih mewah gituah ya dengan kap mesin yang ada tarikan seperti ini seperti itu. Di bagian depannya kita geser ke samping yuk. Di bagian samping kalau kalian mengira mobil ini itu lebih kecil dari Mua 9 atau Mifa 7. Yes, memang benar. Tapi sebenarnya mobilnya enggak kecil. Dia ukurannya 4,8 m. Jadi termasuk gede. Event ini lebih gede dibandingkan dengan Innova Zenix ya. Dan dia menggunakan ban dari GT dengan veleg dual ton seperti ini, warna abu-abu dengan silver dengan profil 215/55 R17. Bagian sampingnya seperti ini ya. Dia enggak ada ornamen yang gimana-gimana banget. Handle pintunya juga model biasa. Spionnya juga ada kameranya dan juga ada lampu seninnya. Dan di bagian atas dia juga masih tetap kasih rufel seperti ini. Ada chrome-kroman di window bagian bawahnya. Dan yang membedakan dengan mobil kotak ini mobil kotak tapi dibedakan dengan mobil kotak yang lain dari series MIV atau mobil kotak pada umumnya adalah dia menggunakan pintu model biasa bukan power sliding door seperti itu. Plus di sebelah kiri ini dia adalah untuk port charging-nya. Sebelah kanannya untuk ee bensinnya. Nah, ini bagian belakangnya dan lampunya tuh bagian posisinya agak tinggi ya. Seperti ini. Dia sedikit di twick ya dibandingkan dengan versi yang lama. Sekarang dia modelnya kayak C gini, kayak Honda dan ditarik ke samping seperti ini ya. Ya. Oke. Di tengahnya dia ada emblem untuk maksusnya ya, bukan logo. Dia emblem aja gini. Bagian tengahnya juga dikasih glossy seperti ini. Bukan chrome-chroman tapi chrome-nya ada di bagian bawah dengan bentuk kayak huruf U yang sama seperti di bagian depannya. Di bagian belakang juga ada untuk emblem PHV-nya. Ada wiper, ada hammon stop lamp. Dan ada devoker juga. Kita coba buka ya. Dan dia otomatis sudah power tail gate ya. Dan bagasi belakangnya seperti ini ya. Dia bisa bikin ala-ala rata lantai begitu dengan cara ya ditidurin aja seperti ini. Dan klaim bagasinya dia lebih gede daripada Innova walaupun dia kebuka semua gitu ya. Oke, itu aja di bagasinya. Dia kayaknya ada tempat di sini yang kita enggak bisa buka. Ada lampu juga. Udah itu aja. Kita langsung bahas ke interiornya seperti apa. Oke, kita masuk ke interior dari mobil ini. Kita kecilin blower AC-nya, ya. Well, ini sih dejafu MIFA banget ya. Terakhir kali saya nyetir Mifa 7 di Bali. Dan di sini untuk setirnya dia ya saynya dia til doang ya belum teleskopik. Untuk transmisinya tetap di sebelah kanan sebelah kirinya dia untuk lampu dan juga wiper dia ada ee layar nyambung ya sebelah kanan dan kiri. Ini untuk panel instrum eh sori untuk sistem infotainment yang di sini panel instrumennya AC-nya sayangnya dia menggunakan model yang touch ya. Start stop engine-nya ada di sini dia ada type C, ada type Autlet ada wireless charger dua buah cup holder. Dan di bagian sini ada heated seat dan juga ventilated seat-nya. Nah, parking brick-nya di mana ya? Kita enggak menemukan tombol parking brick, tapi yang jelas di sini ada auto hold. Sepertinya dia akan ee otomatis begitu kita pencet auto hold-nya. Kuncinya seperti ini ya. Seperti ini kuncinya. Dan masih ada tempat penyimpanan seperti ini. Materialnya di sini kayu-kayuan ya. Walaupun ee enggak asli ya, tapi di sini soft touch, soft touch, soft touch, kayu-kayuan lagi. Dan posisi duduknya ini benar-benar ngingetin saya sama MA 7. Mirip-mirip banget. Di bagian atas ada panoramic sunroof-nya. Sini ada lampunya. Dan juga ee untuk buka tutup shade-nya ya. Nah, di sini juga masih ada sunvisor dengan lampu. Kursinya dia juga sudah elektrik ya, bisa naik turun, maju mundur juga recline. Ya, so far yang kelihatan mata seperti itu banyak mirip sama saudaranya memang. Kita lihat ke bagian baris keduanya apa. Baris kedua. Yes. Dia captain seat tapi pintunya biasa ngingetin kita sama saudara jauhnya yaitu adalah Wiling Cortes. Danya dia bisa maju banget nih. Maju banget masih sisa ya dengan posisi duduk saya apalagi mundur banget. Mundur banget mah sisa kakinya banyak banget. Atas juga sisa kepalanya pasti banyak banget karena balik lagi ini mobil kotak ya. Ada cup holder dua biji di depan di sini. Saya kira bisa dibuka ya ternyata enggak bisa. Di sini buat AC double blower-nya ada di bagian kanan dan kirinya ya. Ada lampu juga di sini ada eh USB type E tempat penyimpanan terbuka. Di sini juga dia kita bisa tor handphone di samping seperti ini. Tapi ya kecil ya takutnya baret malah handphone-nya. Di sini juga ada armres-nya. Duduknya lumayan proper ya. Dia tersupport dengan cukup baik ya. Kita juga kepo pengen nyobain bangku baris ketiganya gimana. Oke, ternyata akses ke bangku baris ketiganya agak susah ya. Dan ini kalau kursi paling ee mundur ya di basis keduanya paling mundur. Sebenarnya kaki masih aman sih. Nempel sih tapi masih aman. Dan di sini sudut agak naik ya. Jadi ee mungkin kurang enak kalau perjan jauh tapi untuk head restr-nya sisanya banyak banget. Balik lagi ini mobil kotak ada cup holder juga di bagian belakang dan juga untuk charger. Dan belakang ini proper untuk tiga orang karena ada tiga headr dan juga ada tiga seat belt yang proper. Tapi ada juga kalau enggak salah versi yang 8 seater. Jadi enggak pakai captain seat, pakai band seat. Jadi bisa bawa dua, T sama. [Tepuk tangan] Oke, jadi setelah kita lihat langsung mobil ini, kita sampai di kesimpulan dulu. Sebenarnya kalau kalian kepengin sebuah EV gitu ya, mobil dengan teknologi elektrifikasi tapi kepenginnya MPV. MPV itu kan biasanya dipakai buat road trip, buat perjalanan jauh. Kalau kalian pakai mobil listrik, kalian harus hitung-hitungan tuh range-nya berapa tuh. Jadi, opsi untuk menawarkan MPV dengan plugin hybrid atau PV itu adalah sebuah opsi yang menarik banget. Tapi PGV itu identik dengan harga yang enggak murah karena dia menggunakan motor juga, menggunakan mesin juga. Dan by the way, ngomong motor dan mesinnya e tenaga dan torsinya ada di bawah seperti ini ya, termasuk efisiensi bahan bakarnya. Dan biasanya dengan dua power trend itu artinya bikin mobil PHV jadi mahal. Tapi di China PHV itu laku banget ditawarkan dengan harga yang cukup ee bisa dikatakan ee enggak bisa ngomong terjangkau banget ya, tapi bisa bersainglah dengan BV. So, kalau Maxes atau mungkin MG ya, mungkin MG Indonesia bisa bawa teknologi PHV ke Indonesia dengan harga yang e terjangkau, reasonable gitu ya dan bisa berkompetisi dengan mobil-mobil eh MPV tapi yang BV plus PV tentunya dia range-nya lebih jauh ya, bisa ribuan karena dia bensin dan juga listrik. tentunya itu memberikan tawaran opsi baru bagi e calon konsumen yang di Indonesia yang butuh sebuah MPV tapi kepenginnya elektrifikasi. So, kita tunggu aja gimana kejutan dari teman-teman PIKE ya. Apakah akan membawa mobil ini mungkin jadi MG G50 PHV kita enggak tahu. Tapi emang MG pun eh si Cik-nya sendiri punya strategi untuk penjualan mobil-mobil di bawah sideik motor secara global akan menggunakan brand dari MG. bisa aja nih dirubah logonya jadi logo MG. Menarik ya kita lihat. Oke, itu aja dari kali ini. Thank you buat teman-teman yang nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share teman-teman kalian. Komen juga di bawah. Subscribe buat yang belum dan juga mampir-mampir ke Instagram, TikTok dan juga website-nya ototx. Itu aja mobilnya masih banyak kita mau bahas yang lain lagi.

Lihat di YouTube