Jungkat

Mazda CX-3 Pro AutoExe 2025 (YouTube Video)

  • 27/09/2025

Bingung ya. Ini mobil harganya seteng m lebih, umurnya hampir satu dekade dan mobilnya gak gede. Mobilnya sempit. Tapi ternyata ini mobil laris. Makanya kita penasaran, kita cobain langsung Mazda CX3 Pro with Auto Ex. [Musik] Halo, Guys. Selamat datang kembali di Autonet Max dan saya Satria Katana. Dan di sebelah saya sudah ada sebuah Mazda C3 Pro Auto XC. Ya, kalau kita ingat-ingat lagi ya, Mazda C3 ini umurnya ya udah tua kita. Enggak usah ngomong berumur lagi. Udah tua. Ini mobil ini mobil pertama kali muncul 2014 belum langsung dijual. Dijualnya di tahun 2015 akhir untuk model year 2016. Jadi bisa dikatakan mobil ini tuh ya satu dekade lah ya 10 tahun di akhir tahun ini dan belum dapat pengganti sama sekali. Modelnya begini-begini aja sejak pertama kali dijual Indonesia sampai yang sekarang ya seperti ini enggak berubah. Tapi ada satu fakta menarik selain Mazda CX5 CX3 itu adalah model kedua yangis. Jadi C5 nomor satu nomor duanya CX X3. Mungkin ganti-gantian sama Mazda 3 ya lah ya. Eh, Mas Datri emang jualannya gak segede mobil ini, enggak sebanyak mobil ini. Bahkan kalau kalian ingat waktu zaman-zaman habis COVID, mobil ini tuh langka orang yang inden sampai setahun. Bayangin orang kepengen beli mobil subap kompact tapi harus nunggu 1 tahun dan mereka mau mereka masih pada nunggu. Jadi kita penasaran sih kenapa kok mobil ini itu bisa masih dicintai dengan usianya yang sudah satu dekade. Dan ngomong-ngomong mobil ini, ini adalah tipe tertinggi dari Mazda CX3 yang dijual di Indonesia saat ini. Menggunakan basis mesin 2000 dari tipe Pro yang sebelumnya, tapi sekarang dengan embel-embel auto XC. Apa aja berbedanya dengan tipe Pro? Apa aja elemen auto X yang ditambahin? Kita akan kupas di video ini. Pertama kita bahas secara look atau tampilan sendiri atau desainnya ya. Kalau kalian perhatikan, dia menggunakan warna aero metalic ya dengan sekarang sebenarnya bukan yang di tipe ini, yang sebelum-selumnya juga dia udah pakai sekujur warna-warna glossy ya di grillnya, di bagian depannya, di cliding-nya. Tapi, tapi yang versi Pro Auto XC ini makin spesial. Karena kalau kalian iseng, kalian bisa cek ke website-nya Mazda Jepang itu ada satu tipe spesial namanya Vivit Monochrome atau Vivit monoton kalau enggak salah. Nah, tipe Vivit monoton ini diadopsi ke Pro Auto XC ini. Jadi kalau kalian lihat eksteriornya, interiornya, permainan warnanya ini plek ketiplek dengan tipe vivit monoton yang ada di Jepang atau kalau di Thailand tipenya setara dengan tipe 2000 signature. Dan kalian harus ingat sekarang mobil ini sudah tidak rakitan Jepang. Jadi sejak 1 du tahun yang lalu, Mazda itu memutuskan untuk merakit mobil ini full di Thailand dan juga Mexico. Kita kedapatan yang versi Thailandnya. Nah, seperti yang saya singgung, saya mau bahas perbedaannya. Yang pertama nih, ada merah-merah di grillnya. Ini kayak apa ya? Kayak pin gitu ya. Kalau kalian lihat anggota pejabat kita DPR gitu pakai pin atau mungkin ada orang-orang yang kerja di satu brand, dia pakai PIN. Ini kayak sebuah pin gitu. Kalau di tipe CH80 tuh ngomongnya insignia gitu ya. Nah, bagian depan sebenarnya enggak ada perbedaan gimana-gimana banget kecuali di bagian ini dan ini juga plek ketiplek dengan yang versi Kuro. Akan sedikit berbeda kalau kita lihat ke bagian sampingnya. Di bagian samping yang kentara kalau kita ngomong tipe-tipe auto XC tentunya dia dapat wheelnut atau eh dia bautnya ini diganti yang warna merah seperti ini. Velegnya dia sama seperti yang vivit monoton yang ada di Jepang sana ya. dengan ukuran 215/50R18. Ringnya gede, bannya tipis, dan dia pakai ban dari Toyo. Pantes mahal sih ya. Kita lihat ke bagian belakangnya. Nah, di bagian belakang ini perubahannya lebih banyak. Pertama dia dapat rear spoiler di bagian atas seperti ini yang bentuknya itu kayak split gitu ya. Cakep sih di sini dan warnanya hitam setara dengan ee warna shak fin antenanya warna hitam juga dan juga atapnya juga sama-sama warna hitam. Plus di sini di bagian bawah dia kasih ornamen warna merah seperti ini yang menurut saya sih mending hitam glow sekalian ya karena mungkin enggak semua orang suka warna merah seperti ini. Bakal love and hit gitu lah ya. Dan biar mempertegas tipe khusus dia ada emblem auto X di bagian belakangnya seperti ini. Kamera mundur juga ada, sensornya belakang juga ada dan di bagian bawah dia juga menggunakan muffler dari Auto XC. Premiier muffler lah kalau bahasanya mereka. Nanti kita akan e detailin lah masing-masing ini kira-kira harganya berapa ya. Dan tipe ini juga punya power tailgate dan kita udah simulasiin ya buat bawa barang seperti ini. Ini koper yang ukurannya gede 28 masuk ditambah dengan backpack seperti ini. Dan satu lagi yang menarik kalau kalian buka cover di bagian bawahnya tuh kalian kelihatan ada warna merah-merah di bagian bawah itu adalah floor cross barnya. satu dari tiga bar yang ditambahkan di mobil ini. Selain floor cross bar, depan juga ada yang tower bar dan juga lower bar-nya juga. Nah, sebelum kita masuk ke interior, saya juga mau nunjukin ada beberapa item di sini yang juga diganti sama tim Auto XC. Pertama di bagian atas tentunya dia ada strat tower bar ya, warna merah seperti ini. Tentunya ini berfungsi juga untuk menambah rigidity dari mobilnya. Dan di bagian bawah juga ada lower armbar-nya. Jadi bagian atas dikunci, bagian bawah dikunci, bagian belakangnya juga dikunci. Rasanya gimana? Entar kita cobain waktu driving-nya. Dan di sini sayangnya dia enggak dikasih cover ya. Tapi ini kap mesinnya sih berat banget dan pengecetannya juga bagus ya as always lah. Mazda. Dan lihat mesinnya padat banget. 2000 cc ini. Oke, jadi kita akan driving naik si CX3 Auto X ini. Dan saya mau tunjukin kuncinya seperti ini. Nah, kuncinya ini juga spesial karena si keyfop-nya ini atau keyver-nya ini dibikin sewarna body. Jadi kalau kalian yang beli aerogre metalic ini juga dikasih warna aero greay metalic seperti ini. Cakep ya. Dan ini emang udah ada sih di tipe-tipe yang lainnya tapi kalian kudu nambah. nambahnya tuh sekitar saya lupa satu atau satu atau 2 jutaan deh. Lumayan sih emang ya. Oke, kita mulai driving naik si CX X3 Auto X ini. Dan eh sebelum kita mulai ini lebih menarik karena dia pakai eh shift knob-nya dari Auto XC ini dia berubah biasanya kalau kita mau ganti gigi itu kan ada tombolnya tuh di sini enggak ada dia model yang bola seperti ini. Dan kita kalau ganti dari P ke R itu ditekan ke bawah. Ya, seperti ini. Jadi dia perpindahannya seperti ini. Oke, kita mulai jalan ya. Eh, hal yang umum dulu ya, kita sebelum lebih jauh ngerasain bedanya dengan yang C X3 ee Pro 2000 yang biasa. Pertama kalau seperti biasa visibility ini bagus, lihat ke depan bagus, ke belakang juga bagus, dia ada headup display juga. Posisi duduknya juga kalian bisa atur sedemikian rupa karena dia ee jok elektrik juga ya naik turun, maju mundur dan sebagainya juga dia sudah ada memorinya. Plus setirnya juga tilt and telescopic. Jadi kalau ngomong masalah visibility dan posisi duduk atau ergonomi Mazda mah ya Mazda gitu ya. ergonominya mah selalu bagus dan selalu dibikin driver oriented. Mesin juga sama kalau kalian udah pernah pakai yang mesin Skytif G 2000 cc juga ya sama aja mesinnya dia. Mesinnya tenaganya 149 PS di 6000-an rpm, torsinya 195 Nm di 2800 rpm. Jadi emang ee torsi puncaknya tuh agak di putarannya enggak terlalu tinggi ya. Jadi kalau kalian yang suka seruntulan, nah ini mobilnya. Plus dia mobilnya juga menggunakan transmisi 6 speed. Jadi emang kalau dipakai seruntulan juga mendukung. Ada pedle shift-nya juga. Plus jangan lupa ini mobilnya compact 4,2 m aja. Dengan mesin 2000 cc ya jelas ini pasti torsinya enak buat selap-selip ya. Nah, berikutnya kita bahas yang paling penting handling. Kenapa? Karena kalian tentu tahu ya tadi item-item yang sudah kita tunjukin ya yang diganti di mobil ini mulai ada tower bar-nya, ada arm barnya, ada cross barnya di bagian belakang juga itu diberikan untuk memberikan handling yang lebih shar, lebih tajam, lebih fun lah. Padahal Mazda itu udah terkenal e salah satu mobil yang fun apalagi C X3 gitu ya. Biasanya kalau cari Mazda yang enggak terlalu keras-keras banget ya enggak akan pilih C X3. karena si XT sudah terkenal kaku, keras, handling-nya juga e tajam. Nah, ini dipertajam lagi dengan komponen dari Auto X. Nah, sebelum lebih jauh kita jelasin ee rasanya gimana, kita mau remind dikit tentang Auto X. Dan kebetulan ee saya yang pergi ke Jepang di awal tahun ini waktu Tokyo Auto Salon bersama dengan ee teman-teman dari Auto XCe. Jadi, kita main ke markasnya mereka. Oh, suaranya ya biasanya Masda tuh suaranya enggak masuk. Tapi karena ini knalpotnya udah diganti suaranya jadi agak masuk. Dan buat orang yang suka eh performance seperti itu, suara masuk gini enggak ganggu malah bagus gitu ya. Balik ke ATXC. Ato XC itu adalah sebenarnya kalau kita ngomong OIM enggak juga. Mereka enggak ada di bawah Mazda. Mereka bukan under Mazda Mortar Corporation. Tapi kebetulan orang-orang yang berada di belakang Auto Xe atau mulai dari pendirinya deh itu merupakan orang-orang yang ee punya hubungan yang dekat banget dengan Mazda. Mulai dari engineer, pembalap, bahkan krupit itu ee rata-rata ee masuk ke auto X ini dan mereka mengembangkan satu brand yang khusus hanya menjual parts untuk Mazda. Jadi mungkin ada beberapa brand yang after market gitu kan fokusnya menjual barang untuk beberapa eh brand yang lain ya. Tapi kalau Octo XC khusus untuk Mazda. Dan mereka punya satu filosofi yang menarik banget. Mereka tidak mengikutin eh apa ya arus dari beberapa brand after market yang kalau ngasih sebuah parts itu kepenginnya menambah performance sampai mentok rata kanan gitu ya. nambah berapa HP, nambah berapa Newton meter. Enggak, enggak. Mereka tidak fokus pada itu. Jadi, e waktu kita ngobrol di Jepang dengan teman-teman Auto Xray, mereka itu fokusnya itu memberikan eh can tuning. Jadi kalau filosofi mereka itu ngomongnya can tuning atau sensitive tuning. Jadi tuning yang mereka lakukan itu harus eh cukup sensitif, harus bisa dirasakan, harus bisa dinikmati sama pengguna mobilnya. Dan rata-rata orang-orang yang mau modif mobil dengan aftermket seperti ini kan mobilnya mobil harian, mobil yang dipakai setiap harinya. Dan kalau kalian melakukan tuning pada mobil harian kalian, tentunya kalian enggak mau mobil itu mungkin menyiksa karena mobil kalian pakai harian. Makanya mereka fokusnya mempertajam, membuat ee lebih fun, membuat lebih agile untuk mobil-mel tanpa harus membuat kalian itu jadi tersiksa setiap hari. seperti itu. Nah, kita juga pengen dengar ya suara knalpotnya gimana karena kan udah diganti nih. Kita coba masukin sport dan kita tarik aja. Uh, ini sih suaranya lebih masuk ya dibandingkan sama biasa. Dan performance-nya wuh [Tertawa] mobil kecil dikasih mesin 2.000 ya. Asik. Dan balik lagi transmisinya dia masih TC 6 speed ya. Jadi asik buat begini-begini. Kalau kalian butuh juga kalian punya paket adle shift-nya. Nah, kalian bisa mainin di sini dan ini fun. Asik banget. Atau kalian bisa mainin aja pakai seperti ini ya, pakai tuas transmisinya. Dan kalian harus ingat Mazda ini TOS transmisinya beda dengan tos transmisi yang lain. Biasanya kalau plus itu ke atas, di sini plus ke depan ya. Karena kita kan biasanya kalau mau nambah tuh narik ke belakang ini ya. Dia yang narik kayak gini. Kalau mau turunin ke depan gini dan fine ini mobil asik banget. Dan berikutnya kita coba belok seperti ini ya. Dan mobilnya nurut banget. Ini Pal mobil FBD ya. mobil dan bukan eh mobil yang performance-nya gimana-gimana banget. Cuma ditambah part-part seperti itu, tapi rasanya jadi mobil ini nurut banget. Dan tadi kita ngelewatin jembatan kayak begitu ya, enggak sampai bikin kita yang enggak nyaman banget gitu loh. Masih enak gitu, masih acceptable banget, bukan yang keras banget, tapi begitu kita pakai buat belok-belok dia nurut. Ini ini poin yang memang dimaksudkan sama teman-teman Auto XC. Dan kalau kalian ya iseng gitu ya, kalian main aja ke website-nya Mazda Indonesia atau website-nya Auto XD gitu ya, kalian coba deh hitung deh masing-masing ee si part-part ini kalau kalian beli terpisah berapa. Kita kalau enggak salah udah ngitung ya. Nanti kita akan coba cantumin. Kalau kita beli ketengan ya satu-satu itu Rp juta udah pasti lebih. Dan kalau kita ingat harga terakhir Mazda CX3 Pro aja yang tanpa Auto XC itu kan sekitar R9 jutaan itu di awal tahun ini ya sekitar bulan 4 bulan 5. Jadi kalau kalian tambah part yang sama ya kalian bayarnya pasti lebih mahal. Jadi kalau kalian beli ketengan ya lebih mahal. Kalian kepengin dapat semuanya ya silakan beli yang satu paket ini aja sekalian gitu ya. Uh, ini asik banget ya. Kalau kalian suka nyetir sih setirnya juga ini dia sudah berlapis napal leader. Ini setir dari Auto XC juga dan dia punya feedback yang bagus. Dia ada bobotnya ya, setirnya dipegangnya enak. Dia ada bobotnya. Kalau buat belok-belok itu dia agak ngelawan-ngelawan dikit gitu ya. Jadi enggak yang enggak ada feel-nya sama sekali. Komunikasi sama jalan juga bagus. kita bisa ngerasain kontur jalannya melalui getaran dari setirnya dan dia juga cukup presisi ya. Kita mau balokin dikit yang belok. Belokin dikit lagi dia langsung belok. Oh asik banget nih dan nurut gitu loh. Predictable. Ini mobil CX3 jadi kayak gini loh. Cuma karena poin-poin seperti itu tadi yang diubah tadi. Balik lagi kita juga bahas driving-nya. Kegedepan kabinnya gimana. Seperti Mazda pada umumnya. keedepan kabinnya lumayan ee bagus juga. Tapi memang kalau dibanding sama yang kakak-kakaknya di atas, Mazda 3, CX5, C60 ya ini kerasa kayak versi lebih budget gitu ya. Masih kedat tapi suara samping, suara kolong ada sayup-sayupnya masuk. Dan kita ngomong audio jujur aja ya dia kan udah diganti jadi audionya JBL. Nih JBL biasanya lebih cenderung buat teman-teman yang bust head yang suka eh karakternya ngebus gitu ya. Tapi waktu kita pakai di mobil ini ya biasa aja sih. B aja enggak kayak gimana-gimana banget. E saya lebih condong langsung aja naikin ke yang bush kayak punyanya CX5 atau Mazda 3. Karena yang di Thailand CX3-nya juga dapatnya audionya Bos. Kenapa kita dapat JBL? Ya mungkin karena harga juga sepertinya ya. Nah, pedal-pedalnya juga ee pedal remnya dia bisa diukur, bisa dirasa-rasain. Kalau dikit dia akan rem dikit, agak dalam dia akan rem di dalam. Pedal gasnya juga e cukup enak dipakainya, enggak lompat. Dan dia juga untuk fitur standar sama aja seperti fitur-fitur yang ditawarkan di CX3 sebelumnya. MRCC yang ada di dalam paket I active Sense itu juga ada landing portur ada eh sistem cerdas berhenti sendiri ya SCBS itu juga masih ada dan eh dia ada headup display juga untuk infotainment-nya juga dia sudah model yang pop up seperti ini dan dia udah yang model refreshementnya yang kotak ya bukan yang agak melengkung kayak yang versinya Mazdau yang lama dan dia juga ada Android Auto dan juga Apple CarPlay cuma yang wireless cuma Apple CarPlay-nya doang wireless charger juga dia Masih ada electronic parking brak juga ada ABS, EBD,BA, heal start semuanya juga ada. Jadi untuk fitur-fitur standar semuanya sudah tersedia. Sunroof juga dia udah ada. Tapi sayingnya lampunya masih kuning ya lampu atasnya. Dan sunfisernya dia juga enggak ada lampunya begitu ya. Balik lagi mobilnya sudah 10 tahun kita enggak bisa ekspektasi gimana-meda banget untuk fiturnya. Kamera mundur aja masih yang kamera mundur biasa, bukan kamera 360. Dan garisnya pun masih lurus, dia belum belok-belok. Oke, jadi kita udah nyobain langsung mobil ini. C3 paling mahal ya yang ada di Indonesia saat ini. Kenapa saya bilang paling mahal? Karena sekarang harganya Rp565 jutaan on road Jakarta waktu kita bikin video ini di akhir bulan September 2025. Perbandingannya kalau kalian mau beli CX3 yang lain, tipe yang lain cuma yang ada itu tipe Kuro. 1500 cc beda engine, harganya bedanya R00 juta lebih R17 jutaan. Jadi selisihnya ya sekitar Rp10 jutaan. Terus dengan R10 jutaan lebih mahal kalian dapat apa aja? Ya, tadi kalian dapat beberapa tambahan part auto XC mulai dari strat tower bar, lalu di bagian bawah ada lower arm bar, di belakang ada floor cross bar, terus ada wheel nuts-nya, ada di bagian dalam ada setir dari napal leadernya, ada shift knob-nya yang buatnya bullet itu yang ditekan ke bawah dan berbagai perintilan yang lainnya. Nah, dengan perubahan-perubahan itu buat siapakah mobil ini? pertama jelas 12eng M lebih buat dapat CX3 tentunya buat pecinta Mazda. Orang yang mungkin bukan pertama kali beli Mazda. Orang yang tentunya udah pernah punya Mazda, mungkin sebelumnya punya Mazda 2, Mazda 3 or CX3 yang lama kepengin upgrade, kepengin mobil yang dapat beberapa sentuhan tapi OIM dan mungkin mungkin ya unitnya enggak banyak jadi collectible item dan kalian enggak pakai mobil ini untuk bagian baris keduanya karena kalian tahu mobil ini baris keduanya sempit. Jadi, benar-benar kalau kalian sering nyetir sendiri atau berdua dengan pasangan atau gimana dan mungkin enggak bawa anak atau anaknya juga masih kecil atau jadi mobil kedua, ketiga kalian, ya opsi yang masuk akal. Plus kalian juga suka nyetir. Harus banget suka nyetir karena ubahan di mobil ini full semuanya buat driving-nya biar driving-nya makin tajam, makin fun. Dan lagi-lagi ya kita lihat bahwa mobil-mobil Jepang sekarang semakin memperlihatkan bahwa mereka masingmasing brand itu punya karakter. Mazda dengan jinbinya ditambah dengan cansei tuning dari si Auto X-nya ini memberikan sense untuk handling yang fun to drive itu lebih kuat lagi. Jadi kalau semakin ke sini terlihat semakin Nis ya mungkin karena persaingan dengan beberapa brand-brand yang lain terutama dari brand Cina juga. Bahkan kalau kita ngomong subcompact SUV atau crossover yang setara mobil ini harganya mirip-mirip itu udah enggak ada. Rata-rata di bawah Rp500 juta. Kalau di atas Rp500 juta rata-rata udah segmennya lebih gede atau mungkin cuma tinggal satu kereta turbo aja. Itu aja. Oke, kayaknya itu aja dari Auton kali ini. Thank you buat teman-teman yang nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share ke teman-teman kalian. Komen juga di bawah tentang mobil ini atau yang pernah punya atau masih pakai CX3. Dan juga jangan lupa mampir-mampir ke Instagram, TikTok Jjoko, website-nya Autonfix. Sampai ketemu di video-video selanjutnya. Bye.

Lihat di YouTube