Mazda CX-60 Sport : Sensasinya beda‼️ (YouTube Video)
Halo, selamat pagi dan kembali lagi di Autonet Max dengan Audi. Dan kali ini di samping gua ada Mazda CX60 Sport. Dan mobil ini biarpun kita udah bahas beberapa kali ya, gua berani bilang kali ini dia menawarkan sesuatu yang berbeda. Karena menurut gua ini adalah CX60 yang paling refine di antara semua CX60 yang pernah gua coba. Penasaran? Cek terus video [Musik] sekarang kita bahas sedikit perbedaannya dengan tipe-tipe di atasnya. Jadi CX60 di Indonesia udah ada tiga varian. CX60 yang pertama kali itu pakai mesin 3300 inline 6 penggeraknya allw wheel drive. Lalu turun lagi ada CX60 Pro itu dia menghilangkan 3.300 inline 6-nya menggantikan dengan 2.500 Sky Active G tapi penggeraknya masih tetap allw wheel drive. Nah, versi sport ini tetap mempertahankan mesin 2500 cc Sky Active G-nya. Tapi penggeraknya sekarang dia RWD atau rail wheel drive atau penggerak roda belakang. Itu juga yang membuat CX60 ini berbeda dibandingin CX5. Orang pada bilang apalagi yang ini ya yang sportnya harganya enggak beda jauh sama CX5. Beda berapa belas juta atau berapa puluh juta doang sama yang biasanya. Tapi kenapa harus pilih CX60? Simpel. Dia penggerak roda belakang. Dan karena penggerak roda belakang biarpun dia pakai mesin yang sama dengan CX5 2500 kayak Active G inline 4, dia diposisikan eh bukannya melintang, tapi dia diposisikan membujur karena dia punya gardan dari bagian depan ke bagian belakang untuk menggerakkan rodanya. Otomatis, otomatis ya, handling-nya dan feel mobilnya jadi berbeda dibandingin CX5. Di bagian eksterior tentu saja ada berapa detail-detail yang berbeda dibandingin versi Pro atau versi yang 3300-nya. Eh, dia keding-keladingan jadi hitam semua. Biarpun grillnya benar-benar masih sama ya kayak versi Kuronya. Sampingnya juga di sini kalau kalian ingat yang inline 6 e 3300 itu dia chrome ada tulisan inline 6 ini jadi hitam lebih polos. Dan ini yang bikin signifikan pelegnya dan ukuran bannya berbeda. Jadi kalau varian Pro itu kalian pakai atau kalian dapetin e peleg inci dengan ban yang agak tipis bikin dia proporsional banget, varian sport ini kalian dapetin versi tanda kutip lebih terjangkau. Alias dia pakai ban ukuran 235 60 ringnya 18 inci. 60. Yes, gua enggak salah ngomong 60. Bannya cenderung agak tebal. otomatis itu akan berpengaruh ke kenyamanan dia. Nanti kita akan coba ya di sini ya. Dan menurut gua lagi, biarpun peleknya sebenarnya keren, dia agak hitam apa kayak dilabur one ton hitem semua gitu, cuman kayak apa ya kecelongannya itu loh di sini jadi makin gede. Kalau gua ya gua akan upgrade jadi 19 inci, profilnya 55. Ukuran lebarnya mungkin hampir sama biar dia kelihatan agak lebih penuh dikit aja biar lebih pantas dilihatnya. Tapi jujur secara eksterior biarpun enggak banyak perbedaan dengan versi Pro-nya, penggunaan keding-kedingan hitam dan ban yang lebih tebal bikin dia standnya jadi lebih SUV. Kalau kalian ingat lagi ya, versi yang Pro maupun versi yang 3300 itu lebih kelihatan kayak SUV tapi pendek kayak low ride gitu loh. Ini kelihatan lebih raget, kelihatan lebih maco. Kita lihat interiornya sedikit aja sebelum kita coba driving-nya. Yuk, di bagian interior detail-detail yang benar-benar bikin si X60 ini kelihatan beda banget itu masih tetap terlihat. Jadi secara positioning, CX60 ini kan diposisioningkan di atas CX5. Jadi kayak finishing-nya, detail-detail luxury-nya itu jauh lebih kelihatan banget. Dan karena ini sudah platform 7G sepenuhnya, CX5 yang di Indonesia sekarang masih platform yang lama. Jadi benar-benar kelihatan banget aksen-aksen kayak e head unit yang enggak bisa di-touch screen kalau lagi jalan cuma bisa dikontrol dari MZD Connect-nya juga masih ada. Detail-detail apa, soft touch-nya segala macamnya juga masih ada. Bagus banget di sini. Cuman memang elemen kemewahannya enggak semewah si Pro ya. Ditambah lagi feature-feature-nya juga ada beberapa yang dikurangin dari versi Pro. Tapi menurut gua eh fature-feature kayak Active Sense-nya juga masih ada Android Auto, Apple CarPlay-nya, wireless charge-nya segala macamnya. itu lebih dari cukup untuk apa ya penggunaan sehari-hari. Oke, sekarang kita langsung bahas soal drivingnya dan kita mulai dengan mesinnya sendiri. Mesinnya dia pakai mesin yang sudah sangat familiar 2500 cc inline 4 enggak ada turbo-turboan. Sky Active G powernya sekitar 188 PS, torsinya sekitar 250 Nm. Tapi uniknya di CX60 ini dia menggunakan konfigurasi kopling ganda atau multiple wet clutch. Kalau dibandingin sama versi yang di CX5, CX5 itu masih pakai tr converter, hidraulic converter. Otomatis karena dia pakai kopling ganda, tunelnya itu dia bisa optimize. Jadi, biarpun dia penggerak roda belakang, ya, tanel belakangnya ini enggak terlalu gede. Kalau kalian lihat tuh biasanya tunelol tuh sampai ngegunung gitu loh. Karena dia butuh satu shaft yang gede banget beserta beberapa e apa namanya? Jalur-jalur ya. Ini dia bisa bikin agak low, agak pendek sehingga lebih spous di bagian belakangnya. Nah, sekarang kita lanjut soal performanya. Memang secara figure dia enggak wowwaow banget buat mobil sekarang. Apalagi kalau kita ingat e gua pernah nyobain langsung yang 3.300-nya itu sensasional jujur aja. Tapi yang 2.500 ini bawahnya cenderung gua lebih suka karena dia enggak pickup power-nya enggak terlalu tinggi. Jadi dia kayak lebih zipy gitu loh. Digas dikit langsung w gitu kan enak. Tapi sayangnya begitu masuk ke mid ke up tenaganya agak kurang. Karena mobil ini cenderung ukurannya agak gede ya, 4,7an meter hampir 4, di kisaran 4,7 4,8 m. Ee 2.500 nih dengan apa ya? Dengan bobot dengan ukuran segini nih kalau ditarik nih ya narik sih, tapi enggak sampai yang tuh ya ini sih udah 80 100 gitu kan, tapi enggak sampai gimana-gimana banget. Cenderung dia halus. Mungkin buat orang-orang yang lebih suka nyetir halus ini akan lebih cocok. Cuman buat yang pengin performa kalau menurut gua 3.300-nya tuh jauh lebih menawarkan sensasi yang berbeda sih kalau gua bilang. Nah, yang paling signifikan berbeda dan gua sempat nanya juga sama beberapa orang Mazda Eurocars. Mereka bilang ada sedikit yang berbeda dari segi tuningan suspensinya juga. Jadi, selain penggunaan peleg dan ban yang lebih kecil dengan profil ban yang lebih tebal, itu touringan suspensinya juga berbeda. Efek sampingnya adalah mobilnya jadi empuk. Serius, mobilnya jadi empuk tapi tidak menghilangkan karakteristik sebuah Mazda. Jadi, mobil ini tetap kerasa apa ya kalau gua bilang jinbaita itu kan sebenarnya kesatuan sebuah apa namanya? Mobil dengan pengemudinya. Jadi kalian rasain nih mobil kalau digeser gini dikit nih setirnya nih tuh itu kerasa ngikut banget. Terus remnya juga halus tuh mobilnya ditarik ini point and place tuh kayak enak aja gitu kayak natural kayak bagian dari badan kita. Itu yang menurut gua beberapa pabrikan-pabrikan baru nih, terutama itu bisa belajar banyak dari Mazda karena sensasi itu bikin nyetir sebuah Mazda itu kerasa sebuah Mazda gitu. Ibaratnya tuh itu yang membedakan mobil ini dengan mobil-mobil lainnya. Bukan cuman adu feature doang. Contoh lagi nih ya, kita lihat nih depan agak tikungan ini. Kita kayak ngplace mobilnya ke sini kecepatan kita tahan ya. Rem dikit deh enggak dapat. Kita masuk sambil gua gas malahan karena penggerak roda belakang. Dan belakangnya tuh halus banget. Ting gua nikung 70-an loh itu. Ini kameramen enggak kerasa goyang-goyang kan. Di belakang ada roti juga enggak mental-mental kan. Itu bedanya dan itu sensasi yang ditawarkan sama si CX60 Sport ini. Dia mencoba memadukan antara comfort, kenyamanan, refinement, tapi dengan elemen F to drive khas Jinbitya, Mas. Oh ya, tambahan lagi tentu saja nyetir yang enak itu enggak bisa lengkap tanpa posisi duduk atau posisi mengemudi yang ideal. Dan gua dengan setengah hati bilang kalau Mazda itu begitu kita nyating ya di sini joknya joknya udah memori juga. Begitu kita nyeting, kita duduk sit in. Duduknya agak memanjang ke depan, kakinya bisa agak menjol e menjorok ke depan kayak bawa-bawaah sedan itu langsung ngeplak. Gua berani bilang ngeplek artinya duduk lama enggak pegal, enggak geser-geser bokong buat ganti posisi gitu kan. Visibility bagus, pilar A kecil, setir juga enak dipegang dan mobil ngikutin apa yang kita mau dan langsung kita ngerasa jadi satu kesatuan antara kita pengemudi dengan si mesinnya. Itu kelebihannya Mazda. Satu lagi yang terakhir, tentu saja sebuah SUV premium enggak bisa lepas dari NVH-nya, noise vibration dan harsness. Dan kalau kalian ingat 3300 yang lama yang versi yang pertama itu memang cenderung agak lebih ke harsh side ya. Jadi agak cenderung lebih kasar tapi lebih sporty. Nah si sport ini lagi-lagi gua bilang karena dia cenderung lebih empuk dia justru jadi lebih refine, jauh lebih nyaman dan itu juga didukung sama kekedapan kabin yang bagus. Tapi, tapi tetap ada satu input lagi gua entah kenapa gua ngerasa kayak ada suara-suara angin sedikit dari pilar A atau kanan kirinya ya. itu kalau di kecepatan tinggi terutama di tol itu kayak ada desingan dikit. Sisanya insulasi dari suara bawah atau dari ban kolong segala macam enggak ada masalah sama sekali. Tetap sebuah standar sebuah Mazda Premium. Sampailah kita pada kesimpulan nya si Mazda CX60 Sport Driving Impression-nya. Jadi kesimpulannya mobil ini tetap menawarkan sebuah driving sensation alam Mazda. Jinba itainya masih kuat dia kerasa jadi satu kesatuan tapi sekarang dia punya refinement yang lebih bagus. Dia lebih nyaman karena penggunaan pelek lebih kecil, ban lebih tebal, tuning suspensi sedikit bikin dia lebih nyaman dan karena package sportnya ini juga bikin mobil ini jadi jauh lebih terjangkau dibandingin varian-varian lainnya. Dan lucunya lagi menurut gua, mobil ini jadi kesannya kayak lebih value for money daripada CX5. Tapi tenang aja, CX5 akan muncul generasi terbarunya di Japan mobility Show dan Autonet Max akan dapat kesempatan buat pergi ke sana untuk melihat premier debute-nya Mas Jaj. Jadi kalian pilih mana CX5 atau CX60 Sport? Tulis di komen ya. Thank you sudah nonton video kali ini. Kalau kalian suka video kali ini, like, subscribe, saran komen, dan tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Aut. Odisan thank you sudah nonton. Bye bye.
