Mazda CX-60 Sport : Tipe terjangkau (YouTube Video)
[Musik] Buat kalian yang kepengin beli Mazda C60 tapi kemarin tuh ya terkendala dengan budget karena harganya 1 M lebih, ini mobil yang mungkin kalian tunggu-tunggu. Ini adalah Mazda CX60 tipe sport, tipe paling terjangkau yang bisa kalian beli di Indonesia. Apa aja bedanya? Yuk, kita bahas. Halo, Guys. Welcome back to Autonet Max dengan saya Satrekana dan kita lagi ada di GeIA Surabaya 2025 dan di sebelah saya ada mobil yang sebenarnya launching kemarin waktu di GIAS Jakarta, tapi kita enggak sempat bikin videonya di Ice Bas. Jadi kita bikin di sini aja. Nah, ini adalah tipe paling basic ya, tipe paling terjangkau dari keluarga Mazda CX60 yang dijual di Indonesia saat ini. Jadi, kalau kalian ingat ya, 2 tahun lalu kalau enggak salah 2 tahun atau hampir 3 tahun yang lalu Mazda itu memperkenalkan Mazda CX60 yang mesinnya 3.300 cc ada tipe Kuro dan juga elite. Tahun lalu mereka menambah satu opsi lagi. Masih sama-sama AWD tapi mesinnya diperkecil jadi 2,5 dengan tipe Pro. Nah, kali ini masih menggunakan mesin yang sama, tapi dia sudah tidak menggunakan AWD. Dia hadir dengan format RWD. Ya, sekalian pecinta RWD ini mobil yang kalian tunggu-tunggu mungkin ya. Nah, kita akan bahas ya apa aja bedanya dibandingkan dengan tipe Pro, dibandingkan dengan tipe Kuro, dan juga Elite yang mesinnya lebih gede secara eksterior, interior, dan juga nanti fiturnya apa aja. Kita mulai dari eksteriornya dulu. Kalau secara eksterior sebenarnya kalau kalian lihat sekilas saja sih enggak terlalu beda-beda banget ya. Wajah depannya masih mirip banget. Dia masih menggunakan grill yang sama dengan yang tipe di atasnya pro dengan bahasa desain kodonya khas banget. Lampunya juga masih sama di sini masih ada sensor untuk cornering sensornya juga. Bumpernya juga sama aja masih ada lubang di sini yang benar-benar lubang ya. Tapi kalau kita geser ke bagian sampingnya kalian akan lihat nih. Pertama dia menggunakan veleg yang dia lebih kecil ukurannya. Kalau tipe Pro, tipe Kuro, dan juga Elite dia menggunakan veleg ukurannya 20 inci. Yang di sini turun dikit. 18 inci. Tapi karena balik lagi mobilnya gede dan kemarin pakai 20 itu kelihatan cakep banget ya. Di sini memang kesannya seperti lebih kecil. Tapi balik penggunaan veleg yang lebih kecil ini bisa love and hate gitu ya. Dia ukurannya 235/60R18. Jadi sebenarnya untuk e lebarnya sama tapi dia lebih tebal dengan velk yang lebih kecil. Warna velegnya pun gun metal ya. Buat kalian yang udah bosan mungkin warna hitam atau mungkin warna-warna dual tone, ini malah jadi opsi yang menarik dengan ban Yokohama juga. Nah, jujur aja ya, berapa kali saya ke Jepang justru yang tipe-tipe kayak gini yang basic-basic kayak gini ini malah kesannya Jepang banget. Selain itu dia juga menggunakan spion ya. Spionnya dia udah enggak auto diming dan warnanya jadi sewarna body. Dan ngomong-ngomong warna, warna sircon se ini cuma ada di tipe sport aja. Tipe pro enggak ada. Kuro dan el-nya juga enggak ada. Jadi kalau kalian suka warna-warna PNS gini ya kalian beli yang tipe ini. Di bagian belakang ini dia masih menggunakan desain yang sama persis ya dengan tipe-tipe di atasnya. Masih ada power lift git juga tentunya karena dia enggak ada perubahan dimensi jadi bagasinya juga sama aja ya. Dia masih dikasih separator kayak gini ya. Tunel cover lah ya. kita bisa tutup seperti ini. Dan yang sebenarnya beda dibandingkan dengan tipe-tipe lain yang ada di atasnya itu ada di ground clearance-nya. Jadi emang secara angka kalau kalian iseng kalian bisa download brosernurnya mobil ini tuh angka ground clearance-nya agak beda-beda ya. Ada yang 178, ada yang 177 dan dia yang paling rendah sekitar 173 kalau enggak salah 172 atau 173 entar kita cantumin aja di bawah. Dan walaupun dia menggunakan e untuk rem cakram depan dan belakang, untuk rem cakram bagian depan itu ukurannya atau diameternya sama persis dengan yang bagian belakang. Jadi depan belakang sama. Tapi kalau yang versi 3.300 depan sama belakang beda. Yang depan dia lebih gede. Itu aja di eksteriornya. Kita masuk ke dalam. Kita mau lihat apa aja bedanya. Oke, kita masuk ke interiornya dari si CX60 tipe sport ini. Dan kalau kalian udah masuk duduk gini ya, kalian yang kentara banget langsung kelihatan itu adalah perpaduan warna interiornya atau kabinnya ya. Kalau kalian yang tipe-tipe e atas kalau ingat ya mesin 3.300 yang kuro interiornya warna coklat gitu ya. Sedangkan untuk yang elite itu interiornya warna agak putih gitu ya, beach-bach putih gitu. Sedangkan yang pro itu lebih ke arah gelap juga. Tapi kalau di sini benar-benar semua full hitem ya. Kalau kalian perhatiin ya, dashboard-nya hitam dan ini materialnya khas Mazda banget, soft touch kayak begini ya. Dan di bagian tengahnya ada silver-silver dengan corak seperti ini. Kursinya dia leather juga dengan cahit-jahitan warna kuning kayak gini. Kuning kecoklatan lah kalau kita perhatiin ya. Jadi software untuk masalah interior, bahan dan sebagainya, build quality dan sebagainya tetap Mazda walaupun memang harganya selisih cukup banyak ya. Selain itu kursi nih. Kursi masih bagus karena dia juga masih dikasih mekanisme untuk eh elektrik ya bisa naik turun, maju mundur, recline juga, lumber support juga ada, memory seat juga ada. Tapi khusus untuk penumpang depan dia yang dari 10 way atau 10 arah jadi cuma sixway atau dia cuma maju mundur naik turun, dan juga rebah aja. Itu aja. Dan ventilated-nya juga dihapus. Jadi di sini tombolnya kosong ya, AC-nya masih sama, panel instrumenya juga masih sama, setir juga masih sama dengan pedle shift pula. Tapi memang dia untuk tilt dan teleskopiknya jadi manual ya. Karena dia jadi manual juga membuat si driver personalization-nya ini jadi enggak ada kameranya hilang nih yang di bagian sini nih. Jadi kalau kalian yang ingat ya waktu itu Masda 66 kalian tinggal masukin tinggi badan aja setir dan kursi langsung adjust sendiri. Nah, tapi balik lagi itu fitur yang mungkin enggak semua orang bakal nikmatin. Jadi kalau memang merasa enggak butuh ya makanya di diadain kayak gini. Nah, MD connect-nya juga sama, audionya juga masih boost. Tapi di sini ada fitur navigasi. Kalau kalian pencet enggak bisa, harus diaktifin ke dealer atau nambahlah dalam tanda kutip, ya. Ya, balik lagi mungkin sekarang sudah pakai Android Auto atau Apple CarPlay, pakai Google gitu ya. Jadi mungkin yang bagian navigasinya tidak semua orang butuh mungkin seperti itu ya. So far sih untuk semua kebutuhan kalian yang umum-um ya masih ada masih oke. Dia juga ada Mi Drive-nya di sini. Touas personelling-nya juga masih sama tapi dia gak ada heal desain controlnya. Ya, mungkin buat kalian yang emang butuhbutuh butuh mobil ini memang butuh untuk jinba itainnya ya. Jadi, fitur-fitur yang lain yang dianggap mungkin mewah tadi yang enggak diperlukan enggak usah dikasih. Daripada dikasih jadiin lebih mahal, mending ya udah apa adanya seperti ini. Tapi untuk kebutuhan umum kalian ini sudah ke-cover semuanya. Dan di atapnya juga masih dia menggunakan atap kaca panoramic sunroof. Di sini juga masih ada indikator untuk seat belt-nya. Masih dapat kaca tengah ini yang sudah auto diming juga. Dan kalau kita buka juga masih ada kaca dengan lampu putihnya seperti ini. So far so good sih sebenarnya. Buat kalian yang takut gadgetnya habis juga di sini masih dapat wireless charger juga. Ada indikatornya pula masih ada power outlet di sini dan type C-nya ada dua biji di bagian dalam dari konsol box-nya seperti ini. Dan kita mau lihat juga bangku baris keduanya. As always, Mazda itu memang belakangnya enggak terlalu lega ya, tapi bagusnya dia pintunya bukanya hampir 90 derajat ya. Dan di sini tetap ada amres dengan dua cup holder dan duduk juga masih cukup enak ya. Kita juga coba bisa adjust. Ternyata itu udah satu tingkat aja segitu. Masih ada kisi belakang. Di sini juga ada dua type C tapi di sini kosong. Kalau enggak salah waktu itu yang di sini yang colokan yang buat kayak colokan rumah gitu ya. Ya, itu aja di bagian belakangnya. Nah, salah satu pembeda utama juga ada di bawah kap mesinnya ya. Karena dibandingkan dengan tipe yang kuro dan elite, dia menggunakan mesin yang lebih kecil. Dia mesinnya 2500 cc Sky Active G dengan tenaga 188 PS di 6000 rpm dan torsinya 250 Nm di 3000 rpm. Termasuk rendah ya untuk puncak torsinya dan transmisinya 8 speed tanpa torque converter. Jujur aja kita penasaran banget pengen nyobain rasanya mesin 2,5 bensinnya si Mazda tapi dengan transmisi 8 speed plus RWD. Kalian harus ingat ini RWD ya karena basicnya Mazda yang CX2 digit baru itu sebenarnya RWD tapi dijadiin AWD. Nah, karena dia pakai mesin lebih kecil entar kameramen bisa nunjukin ya di bagian depannya ini jadi agak kopong. Makanya covernya sampai depan nutupin kayak gini ya. Karena bagian bawahnya ini agak kopong karena sebelumnya mesinnya lebih gede. Ada motor listriknya juga untuk ngebantu ya karena dia ada teknologi si mild hybrid-nya ya di versi yang 3.300. Tapi sebenarnya untuk kebutuhan body size seukuran mobil ini 2,5 harusnya masih cukup oke. Ada yang pernah nyoba komen aja di bawah. Dan ngomong-ngomong mesin sebenarnya kalau kalian ngintip ke dalam grillnya dia aktif grillnya juga masih ada enggak disunat. Jadi dia bisa buka tutup sesuai dengan kebutuhan. Nah, eksterior, interior, mesin juga udah. Fiturnya gimana? Fitur safety terutama mobil ini masih dilengkapi dengan teknologi safety khas Mazda ya, I Active Sense. Tapi memang ada dua fitur yang enggak ada. Selama driver monitoring systemnya enggak ada, sama front cross traffic alert-nya juga enggak ada. Tapi sisanya semuanya ada. Nah, harganya nih berapa? Kalau di Jakarta kan 699. Benar-benar harga psikologis di bawah R00 jutaan ya. di Surabaya emang naik dikit lah ya karena perbedaan pajak dan sebagainya biaya untuk kirim juga dia jadi R14 jutaan khusus untuk GIA Surabaya ini aja. Sekarang kesimpulan, buat siapa mobil ini? Yang jelas Mazda benar-benar jadi BMW Jepang banget ya. Karena kalau dulu mungkin secara quality, secara interior, secara mungkin agility untuk ee nyetirnya, handling dan sebagainya. Tapi sekarang ada RWD-nya. Benar-benar rasa beamer banget ya. Rasa BMW banget. Tapi dengan kita kan ngomong ya durability khas mobil Jepang lah. Nah, kalau kalian emang butuh sebuah SUV yang kepengin punyanya RWD tapi enggak kepengin leather frame ya dengan harga yang masih masuk akal juga silakan coba. Silakan test drive, silakan lihat langsung mobilnya. Kalau cocok silakan dibeli. Oke, kayaknya itu aja dari kali ini. Thank you buat teman-teman yang nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share teman-teman kalian juga komen juga di bawah. Subscribe bu yang belum dan juga mampir-mampirkan Instagram, TikTok dan juga website-nya Autonomx. Itu aja sampai ketemu di video selanjutnya. Bye.
