Jungkat

Mazda CX-80 e-Skyactiv PHEV (YouTube Video)

  • 16/09/2025

Sekarang mah orang sama mobil listrik udah enggak asing-asing amat lah ya. Tapi sekarang orang udah mulai familiar sama mobil plugin hybrid. Bisa dicolok listrik, bisa diisi bensin dan itu ngasih kita sweet spot atau titik terbaik dari dua dunia. Kalau misalnya pengin jalan jauh bisa isi bensin kayak biasa. Tapi biar trip dalam kota lebih enak tinggal colok listrik. Termasuk mobil ini. Ini adalah Mazda CX80 dan dia sama seperti plugin hybrid. Yang lain bisa isi listrik, bisa isi bensin. Dalam kota pakai listrik, luar kota pakai bensin. Tapi yang satu ini punya nilai plus, dia mewah. [Musik] [Tepuk tangan] Ya, ini ketiga kalinya kita cobain si Mazda CX80. Pertama, first impression, kedua nyetir ke daerah Jawa Barat, Sukabumi, Bandung gitu-gitu. Dan ketiga, akhirnya kita bisa cobain mobil ini dengan jangka waktu yang lebih panjang lagi. Kita cobain ngecas segala macam. Jadi ketahuan biaya ngecasnya berapa, terus gimana aslinya mobil ini? Pertama-tama tampilan dulu mobil ini ganteng, terlihat mewah, dan presensinya di jalanan itu benar-benar kerasa major. Enggak mungkin kita enggak ngelihat mobil ini di jalanan. Dan dia punya beberapa detail yang menarik dan kita suka. pertama adalah insignia atau lencana di grill depan bagian kiri itu keren. Kedua, mobil ini bagian sprotan wipernya itu enggak ada di kap mesin, tapi disatuin sama assembly atau batang wipernya. Lagi-lagi itu efeknya adalah satu, penggunaan air wiper jadi lebih hemat, dua ngebersihinnya juga lebih efektif. Nah, ketiga di grillnya juga ada active shutter. Jadi grillnya tuh bisa nutup kalau misalnya ya mesin masih mati gitu ya buat kebutuhan aerodinamika. Tapi dia juga bisa ngebuka grillnya kalau misalnya kita nyalain AC atau mesin 2500 cc-nya butuh pendinginan. Selebihnya dari depan ke belakang ini mobil cakep. Dan Mazda CX80 ini punya dua pilihan trim elite sama Kuro. Yang kita cobain sekarang ini yang Kuro. Kelihatan dari beberapa detailing yang dikasih warna hitam. Misalnya di grill sama di bagian peleknya dia warna hitam. Dan enggak cuma di bagian luar, bagian dalamnya juga beda. Kalau interior yang elite itu kombinasi warna putih sama hitam. Kalau misal yang kuro kayak gini kombinasi hitam sama coklat. Dan ada keunikan di masing-masing trim. Jadi kalau trim yang elite di jahitan daspurnya itu ada jahitan alat Jepang yang dikasih nama kakenui. Tapi di bagian interior kuro ini gua paling suka setirnya karena dia kombinasi dua warna hitam di bagian luar. coklat di bagian dalam. Kalau misal di merek-merek Eropa mungkin kita baru harus ke levelnya Porsche, Maserati atau Ferrari buat bisa nemuin setir yang warnanya kombinasi seperti ini. Bahkan kalau misalnya di merek Jerman kata katakanlah BMW MercedesBZ gitu kita harus mesan opsi individual baru bisa dapat warna setir kayak gini. Jadi ini sebuah sentuhan yang bagus yang gua enggak expect dari Mazda ya. Sebenarnya gua expect sih karena interior ini bahan-bahannya bagus. Kulit, beludru, soft pad ya. ada bagian plastik tapi di bawah doang. Tapi selebihnya ini adalah interior yang sangat sesuai dengan kasta dan harga mobil ini. Mewah, bagus, nyaman. Dan yang gua sangat bersyukur di mobil ini adalah mobil ini masih banyak tombol fisik. Ambil contoh buat gede kecin volume masih ada dan yang paling penting buat AC-acan pengatur temperatur itu semua masih tombol fisik. mau angetin atau mau dinginin atau mungkin mau nyalain beberapa feature kenyamanan kayak jok penghangat, jok pendingin, itu semua masih pakai tombol. Jadi mudah, praktis, dan nyaman dan aman. Tombol itu selalu lebih aman. Dan ini kedua jorok depan selain bisa didinginin sama diangetin, paling enggak buat suopir ya, dia ada penghangat setir. Kita bisa nyalain pakai tombol di sini. Cuma ada cumanya kalau misalnya di mobil lain itu penghangan setir seluruh lingkar setir diangetin. Kalau di Mazda entah kenapa kalau misalnya kita nyalain penghang setirnya yang hanget cuma di setir arah jam 09.00 sama jam .00 Ini yang gua pegang sekarang nih. Bagian atas bawah gitu-gitu enggak diangetin. Agak sedikit aneh ya. Tapi satu hal yang gua suka dari mobil ini adalah suara dari sekan enggak cuma suaranya tapi penampilannya. Dia tuh nyalanya kayak detak jantung manusia dan suara tek teknya itu bagus. Dengerin deh. Habis bahas tombol, sekarang kita bahas layar. Pertama yang kelihatan adalah head up display. yang gede, jernih, dan tajam. Selain kecepatan, dia juga bisa nampilin GPS sama sistem ADAS atau active sense-nya dari si Mazda. Adaptive cruise control, blind spot, itu semua bisa kelihatan di headup display. Kedua adalah layar MZD Connect yang ada di bagian sini. Tapi enggak tahu, kayaknya masda udah enggak manggil dia MZD Connect lagi deh. Pokoknya layar infotainment-nya dia gede dan lebar dan sejajar sama arah pandangan supir. Jadi ngelihatnya juga enak, tapi dia bukan layar sentuh. Jadi mau kita giniin, mau pas diam, mau pas jalan, ini dia bukan layar sentuh. Kita kontrolnya pakai putar-putaran yang ada di sini. Bagus, ini masih ada putter-putter. Soalnya BMW di generasi baru aja udah enggak ada putar-putteran iDrive atau BMW OS apalagi itu udah enggak ada. Dan kita juga bisa kekin Apple CarPlay dan Android Auto ke mobil ini. Tapi biarpun kita udah koneekin ke smartphone kita, mau Apple mau Android, itu tidak serta-merta mengubah si layar gede ini menjadi layar sentuh. Mungkin ada set yang tapi kita otak-atik kayaknya belum nemu deh seperti itu ya. Dan enggak cuma itu, layar yang ketiga adalah layar instrumennya. Gua suka tampilannya tajam, jernih, dan fontnya juga bagus atau type face-nya juga bagus ya. Angka-angka hurufnya gitu-gitu. Cuma sayang dia masih kurang detail. Maksud gua gini, di sebelah lingkaran sebelah kanan itu ada buat I active sense, ada buat konsumsi listrik sama bensin, sama mungkin buat temperatur e baterai sama mesinnya gitu ya. Tapi udah infonya gitu aja. Padahal gua berharap di mobil plugin hybrid seperti ini ada indikator kecil yang menunjukkan diagram kinerja e baterai, motor listik, dan mesinnya di segala kesempatan. Ya, ada sih di layar tengah sini. Tapi kalau misalnya tengah gua lagi nampilin peta gitu, gua lagi jalan kan gua misalnya pengin ngelihat, ih gimana sih sistem hybridnya kerja bisa dikasih contoh gitu loh. Gambar kecil di sini aja kan itu cukup. Dan kedua, kan mobil ini bisa ngasih tunjuk gambar mobilnya sendiri di mode I3 atau mode adas-nya gitu ya. Misalnya kita injak rem, lampu rem di mobil di layar instrumennya itu enggak ikutan nyala. Padahal di beberapa mobil sesama mobil Jepang lah misalnya kalau kita injak rem, lampu rem di mobil di layar ini dia juga nyala. Entah kenapa yang ini enggak. Kalau di BMW misalnya kita enggak usah soal lampu deh. Kita belokin setir aja gambar mobil di layarnya itu ban depannya ikutan belok. Agak sedikit sayang. Oh ya dibicara soal setir tadi kan dia punya layar gede dan dia punya kamera 360 derajat dan itu bagus. Tapi entah kenapa nih kita kasih lihat ya. Kalau misalnya masuk gigi mundur dia ada layar yang nunjukin pergerakan e garis-garis alas setir ya. Jadi kalau kita putar ke kiri dia belok, ke kanan dia belok. Tapi kalau kita ubah ke mode white angle atau sudut lebar gitu ya karena kenapa garis-garis setirnya itu hilang jadi enggak ngikutin lagi. Bahkan enggak ada lagi gitu. Agak sedikit aneh sih tapi ya begitulah. Untungnya ada beberapa hal yang kayaknya bisa menebus detail-detail kecil yang disayangkan tadi. Contoh, panoramic sunroof-nya lumayan gede. Dan karena Mazda CX80 ini didesain untuk orang yang biasanya pengin nyetir sendiri karena Mazda gitu kan, tapi kadang-kadang aduh pengen nyantai, pengen disetirin aja di jok tengah. Dia juga bisa. Kenapa? Karena di jok tengahnya, jok baris kedua itu dia didesain dengan jok individual yang bisa ngasih nuansa VIP. Terus sama kayak jok depan, jok tengah itu bisa diangetin dan diademin. Bagus kan? Terus di amres-nya itu bahan kulit enak. Terus kalau dibuka ada kantong, ada cup holder di bagian tengah bawahnya ada kantong lagi dan dia pakai sistem audio atau stereo dari bos. Jadi kalau dengerin musik itu enak. Dan mobil ini punya bangku baris ketiga. Jadi kalau kalian butuh mobil SUV tiga baris mungkin cocok. Atau mungkin kalian sempat ngelihat Mazda Cx60 terus mikir, "Aduh saya yang jok baris keduanya sempit atau aduh saya enggak ada jok baris ketiga." Nah, Mazda CX80 kayaknya cocok untuk menjawab kebutuhan kalian di situ. Dan bangku baris belakangnya itu bisa dilipat. Tapi kalau baris tengah kayaknya enggak bisa semudah itu, ya. Jadi ya cukuplah kalau buat mobil kayak begini. Sekarang kita lanjut bahas sistem power train hybrid Mazda CX80 ini. Nah, dia punya baterai kapasitasnya sekitar kurang lebih 18 kWh, tapi itu gross capacity-nya atau kapasitas kotor. Kapasitas bersihnya yang beneran kita bisa pakai mungkin sekitar 14 kWh gitu ya. Kalau kita pakai mobil ini dengan tenaga listrik aja dari baterai penuh sampai habis, dia bisa jalan kira-kira sekitar 60 km. Sebagaian gambaran, gua kemarin pakai mobil ini ngecas di SCBD itu hampir penuh sekitar 90%. Balik ke Bogor itu pakai tenaga listrik aja pure dan bisa enggak nyalain bensin sama sekali. Jadi 60 km kayaknya bisa tercapai ya dengan mudah. Tapi kalau misalnya coba deh kalian manuver di garasi kalian pakai mobil ini atau mungkin jalan-jalan motor komplek di kecepatan rendah, kadang-kadang kita bisa dengar suara dengungan motor listriknya. Suaranya tuh kayak ngungung gitu dan ada di sekitar sini. Tapi untung dia bukan suara robot berubah kayak Autobots atau Decepticon gitu yang suaranya waktu dari mobil ke robot gitu kayak kok gitu ya. Dan bicara soal suara kan mobil listrik atau mobil hybrid pas jalan pakai tenaga listrik aja biasanya punya suara artificial. Dia juga punya cuma kayaknya suaranya kurang kedengaran. Kalau misalnya kita benar-benar habisin baterainya sampai tulisannya itu nol di instrumen, sebenarnya baterainya tuh enggak habis total. Jadi masih disisain sekitar 5 atau 10% biar baterainya tetap bisa ngasih dorongan ekstra pas kita lagi butuh tarikan dari mobil ini. Jadi kan mobil ini udah gede, berat gitu ya, dikasih mesin 2.500 cc dengan teknologi plugin hybrid. Tadinya kita mikir apa kuat, apa enggak kedodoran gitu ya. Tapi jangan lupa yang namanya hybrid atau listrik itu punya tenaga dan torsi. Torsi terutama ya punya torsi instan. Jadi kalau misalnya kita butuh kick down gitu ya. Hehe. Kombinasi mesin dan motor listriknya itu masih sangat kuat buat Mazda CX80 ini. Dan kalau kita kick down itu kerasa tadi tuh pas kita tekan gas, pas kita injak gas gitu ya, yang pertama respon itu motor listriknya baru gearbox-nya down shift baru habis itu mesinnya ngasih tenaga maksimalnya itu kerasa. Jadi e motornya dulu gearbox gigi baru mesin 2500 cc-nya ikut beraksi gitu ya. Dan e lanjut lagi karena ini Mazda gimanapun juga gitu ya, dia tuh setirnya enak, dia akurat dan feedback-nya dia tuh menyesuaikan sama seberapa jauh atau besar kita muter setirnya. Jadi antara kita muter setirnya dikit sama banyak itu bobotnya beda. Bikin PD dan enak kalau dipakai di jalanan yang berkela-kelo. Tapi jangan lupa juga ini mobil kan udah gede lebar lagi ya. Terus kalau misalnya kita butuh muter balik atau manuver yang di tempat sempit, mobil gede ya mobil gede aja. Jadi radius putarnya pun biasa aja. Jadi kalau misalnya kita pengin putar balik atau mungkin parkir di tempatnya agak terbatas memang butuh effort lebih. Mobil ini kekerapan suaranya juga lumayan bagus. Dia pakai ban dengan teknologi noise reduction. Jadi suara-suara dari jalan, suara-suara ban itu enggak terlalu kedengaran di sini. Kacanya juga tebal depan samping belakang. Jadi suara-suara yang tidak diinginkan bisa tereduksi di sini. Jadinya kabinnya lebih nyaman dan lebih tenang. Tapi ada beberapa hal nih yang kayaknya Mazda tuh ngeraciknya kurang matang dan salah satunya adalah gearbox automaticnya. Dia 8 speed dan jenisnya itu dia multi clutch. Kalau kondisi lancar, jalanan kosong, kita jalan konstan, enggak ada masalah. dia ganti giginya oke, tapi pas kita jalan pelan-pelan, dia tuh kadang-kadang ganti giginya agak kasar. Dan enggak cuma itu, kemarin pas gua coba nanjak pakai mobil ini, dia tuh transisi dari tenaga listrik ke bensinnya itu masih berasa agak kasar dan kadang-kadang agak ngagetin karena enggak cuma buat ganti dari EV ke petrol gitu, karena dia harus ganti dari EV, petrol dan juga harus turun gigi dan itu masih agak kasar. Oke, appreciate buat Mazda. Mereka bikin gearbox ini in houseo ALS bik sendiri. Tapi akan lebih sempurna kalau gearbox ini bisa ganti gigi secara lebih halus, terutama di kecepatan rendah dan ditanjakan. Tapi kalau soal ADASnya, sistem IA Active Sense dari Mazda CX80 ini enggak ada masalah. Dia nambah kecepatannya halus, wating-nya juga halus. Engak enggak gitu ngagetin lah ya. Tapi balik lagi beberapa hal yang Mazda kayaknya kurang matang itu soal suspensinya. Baiklah, kalau dibanding Mazda CX60 ini suspensinya udah lebih mendingan sedikit lebih nyaman, sedikit lebih enak kalau buat bawa orang gitu ya. Tapi dibandingin sama beberapa SUV premium katakan dari merek Jerman misalnya BMW sama Mercedes, kalau mereka lewatin jalan rusak gitu ya, mereka kalau lewatin jalan rusak tuh kayak dep dep dep tenang gitu. Ini enggak segitunya. Jadi kalau kita lewatin misalnya jalan rusak atau speed bumpan kayak getaran der gitu. Lagi-lagi sama kayak gearbox-nya. Oke, tapi andaikan lebih halus lagi pasti lebih enak. Terus catatan lainnya, kalau kita bicara soal kantong, mobil ini kantongnya enggak banyak dan enggak gede-gede amat. Jadi, sedikit kurang praktis. Oke, ada cup holder, ada glove box, tapi center consol box yang di sini itu dia agak cetek. Gua ngerti karena ada baterai plugin habit di sini, tapi emang sedikit kurang praktis kalau kita suka bawa banyak barang. Dan kalau soal ngecasnya dia kan batnya sekitar 14 atau 18 kWh gitu ya. Dari kosong ke penuh dia butuh sekitar 2,5 jam dari kosong sampai penuh. Dan biaya ngecasnya itu sekitar Rp35 sampai Rp50.000 tergantung provider. Kita bisa ngecas juga ee baterainya pakai mesin bensinnya. Tinggal tekan tombolnya di sini maka mesinnya akan ikutan ngecas baterainya. Tapi karena dia cuma bisa normal charging, dia enggak bisa fast charging. Jadi kalau kita ke SPKLU ya mungkin kita enggak bisa istirahat cepat gitu ya. Jadi kalau misalnya plugin hybrid lain bisa fast charging ini enggak bisa. Jadi kalau misalnya kita pengin baterai penuh kita emang harus nunggu agak lamaan dikit. Terus di mid-nya itu yang atas konsumsi listrik, yang bawah konsumsi bensin. Konsumsi tenaga listriknya dia sekitar rata-rata 4 sampai 6 km/ kWh. Ee biasa aja sih enggak boros, tapi dibilang irit baterai juga enggak. Dan konsumsi bensin itu sangat bervariasi karena ini mobil plugin hybrid. Jadi kalau misalnya paling boros, kita pernah dapat 112 tapi paling iritnya bisa 160 tapi kalau rata-rata sekitar 120 130. Pokoknya selalu gua bilang di mobil plakit hybrid manapun. Kalau kalian pengen efisiensi maksimal dari mobil plugin hybrid kalian, jangan lupa ngecas tiap berhenti. Misal tiap parkir gitu, tiap sampai rumah dicas, tiap sampai kantor dicas, tiap sampai mall atau sekolah jangan lupa dicas biar kita bisa dapat pengiritan maksimal dari mobil ini. Selebihnya ini adalah SUV premium yang lumayan bonfit. Ya, akhirnya kita bisa menggambarkan Mazda CX80 ini secara lebih lengkap. Jadi biasanya kan selama ini kalau kita pengin sebuah SUV yang mewah paling kan mesinnya cuma mesin 3000 cc 6 silinder turbo. Enak tenaganya enak cuma mungkin kalau dipakai terus-terusan harian terutama ya bensinnya berasa. Datanglah SUV atau mobil-mobil dengan teknologi plucking hybrid yang bisa menekan ongkos operasional. Karena kalau dalam kota doang ngapain bakar bensin bisa pakai listrik. Dan kalau pengin jalan jauh sama keluarga pakai bensin tetap bisa. Tapi kan kalau pilihan plugin hybrid ada Volvo, ada Lexus dan ada mobil ini. Kalau Volvo terutama harga ini gila banget ya. Si XC90 plugin hybrid kan 2 miliar lebih ya. Lexus harga juga masih di atas ini. Ini harganya masuk akal bukan murah ya. Harganya masuk akal dan bahkan kalau kita enggak banding sama SUV premium Jepang, Eropa, Jerman, Swedia gitu ya. Bahkan ada SUV hybrid Korea yang harganya sepantaran ini tapi masih hybrid biasa. Ini kita udah berplugin hybrid. Desain cakep luar dalam dan feature-nya juga lengkap. Gak banyak gimik aneh-aneh. Tapi enggak ada produk yang sempurna. Bahkan produk ini pun andai gearbox, suspensi, sama beberapa hal lain bisa dibikin lebih halus lagi, bakal benar-benar jadi mobil mewah sih Mazda CX80 ini. Dan namanya Mazda ya, sekarang tuh mereka lagi berusaha jadi naik kelas ke level premium. langkahnya udah benar tinggal dimatangin sama disempurnain lagi. Enggak cuma buat mobil ini, termasuk juga buat Mazda-Mazda lainnya ya. Semoga berhasil Mazda dalam langkahnya menuju premium. Oke, sekian dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempolnya, komentar, dan subscribe.

Lihat di YouTube