Jungkat

MENCOBA CHERY V23 YANG SANGAT DINANTI (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Halo semuanya, selamat datang di channel Vitra ICAR V23. Dan di sini bahkan sudah logonya Cherry. Mobil ini sebentar lagi akan masuk ke Indonesia. Saya belum tahu under the name Cherry atau Jaeku atau bahkan Ikar. Tapi yang jelas ini mobil sudah siap untuk diluncurkan di Indonesia. Dan ini adalah perjalanan saya ke kota Wuhu di China, di mana Cherry itu lahir di sini. Dan ini adalah part du dari perjalanan saya ke sini. Partunya sudah tayang. Anda bisa tonton atau saya letakkan deskripsinya di bawah. Tapi hari ini kita akan test drive produk ICAR. Saya belum dikasih tahu yang mana, tapi kemungkinan besar yang V23 ini. Let's go. [musik] Wah, ternyata lengkap. Bukan hanya V23, ada juga ICAR Zero 3. Ini kalau di Indonesia ini namanya J6. Tapi ini J6 versi yang lebih baru, yang udah lebih lebar ininya apa? E fendernya. Kemudian ada V27 eh plugin hybrid range extended electric vehicle yang baru saja meluncur. Ini juga ada. I. Jadi kita ngetesnya juga bukan di jalanan normal, kita ngetesnya di jalanan lumpur. Karena IAR itu dia motonya born to play. Jadi mobil yang memang bukan buat e bawa kita sehari-hari, tapi juga buat bermain-main. Nah, kita akan coba satu-satu. Ini kotor banget ya. Benar-benar mobil disiksa ke lumpur. Nah, ini adalah namanya Cherry J60. Jadi, ini penyempurnaan dari J6 atau J6 Facelift, ya. Ini ada perbedaan di eh entertainment systemnya dan instrumennya lebih high rest. Terus drive mode-nya juga dikeluarin jadi pakai eh tombol fisik. Di sini kita akan coba di lumpur ekstrem. Di setirnya juga ini tombol-tombol fisiknya juga lebih mewah. Empuk. Perut jalannya enggak rata. Ground clearance-nya tinggi ya. Jadi enggak gampang mentok mobil ini. Dan dia all wheel drive. Kalau cherry menyebutnya sebagai iWD intelligent wheel drive. pernah bawa chic saya ke tempat se licin ini. Jadi ini kesempatan buat ngerasain empuk loh nih bantingannya tuh enggak enggak bikin kita terguncang di dalam. Dan dia eh ada varian juga yang REV. Jadi dia range extended electric vehicle. Jadi dia ada mesinnya buat nge-charge baterainya. Nah, ini kebetulan GoPro yang ke depan itu mati ya. Tapi buat memperlihatkan treknya saya perlihatkan dari ketika mobil saya apa ketika saya ngetes mobil yang lain tapi ya TRK-nya sama. Finish. Finish. He he. Nyaman loh. Tapi secara garis besar mobil ini nyaman buat offroad. Thank you. Oke. I can sit in the back. Ah, enggak apa-apa. Kita sekarang duduk di belakang. Nah, ini sekarang saya jadi penumpang. Dan ini nyaman. Nah, ini bagian belakangnya agak beda dikit. Udah ada USB slot du tapi sayangnya masih USB A ya. Moga-moga kalau masuk Indonesia jadi USBC. Ternyata nyaman mobil itu kalau dipakai buat offroad. Nah, sekarang kita akan coba ICAR V23 atau V27. Kita lihat mana yang duluan. Ini warnanya silver dove. Kalau keadaan bersih juga gagah nih. Apalagi keadaan kotor kayak gini Macau banget. Ini lagi isi air. Air washer, washer wiper. Wuh, lihat deh. Enggak tanggung-tanggung Cry emang kalau bikin test drive mobil enggak peduli mobilnya kotor. Karena mereka juga pakai bahan-bahan yang gampang dibersihin. Bismillahirrahmanirrahim. [tertawa] Lumpur semua ini. Pada enggak pakai enggak nutup jendela apa ya? Pas nyoba. Wih, seat belt-nya merah. Oke, oke, oke. Let's go. Ini adalah ICAR V23. Dia ada dua jenis e penggerak eh two wheel drive dan fourwheel drive. Tenaganya 184 PS. Dan dengar-dengar yang all wheel drive itu tenaganya 272 PS. Tapi kita enggak akan coba tenaganya kali ini karena ada kecepatan maksimal di trek ini 20 km/h. Gila ini leroom belakangnya nih. Asik ya. Ini lega banget sejengkal Om dengan tinggi berapa tingginya? Lupa. Tingginya 177 cm. Ini yang 174 di belakang segini cuma lebih rendah 3 cent. Wah, dia ini bisa meredam benturan dari jalannya tuh bagus banget ya ini mobil ya. Mungkin karena ground clearance-nya juga tinggi. Dan ini dibandingin J60 atau J6 yang tadi saya coba, ini tuh lebih tinggi kita duduknya. Jadi lebih confidence gitu. Dan kok kerasa gripnya lebih bagus ya dari J60 ya. J tadi tuh eh agak geser-geser. Masa sih ini enggak. What tire do you use? Road tire or off road tire? Road tire. Road. Road. Oh halus ben. Halus nih. Ah you understand English? I ya ya. Yes. English. Little little. Sorry, my English is not good. No problem. That's pretty good. Oh, wait. Eh, for safe, we we needed to keep it distance. Oke. Oke. So, we wait for them to Jadi kita jauhin dulu mobil depan, Om. Coba di layar tadi tuh waktu belok kanan itu kan agak licin. Begitu ditambah gas itu belakangnya ini loh, Om. Belakangnya lari. Belakangnya, belakangnya lari dan iya jadi enak gitu justru. Heeh. Karena kecepatannya pas kalau kekencangan under. Oke oke oke oke. Gaspol go. Noh terbang gundukan. Wah ini sih udah nyaman kan? Nyaman kan? Udah udah enggak sabar nungguin juga enak eh adventure pakai mobil ini setelah V23 saya datang sebelum Omobi datang. Enggak udah. Enggak ada. Enggak ada. Gak ada. Gak ada. Gua duluan Om. Gua ngelihat duluan daripada lu. [tertawa] Enggak, enggak, enggak, enggak. SPK di sini aja kali ya. Dapat unitnya di Cina. [tertawa] Ini benar, Om. Nanti nyobain yang J6 ya. Heh. Ini gripnya J60 ya. Ini gripnya lebih bagus loh, Om. di di jalan kayak gini? Serius beneran? Masa? Iya. Nyamannya mirip. Gua udah nyoba yang ini tadi. Nyamannya mirip sama J6 J60. Tapi ininya yang apa? Eh, grip di tikungannya ini ya. Itu enggak ada t fact vor factorynya di layar itu sayang ya. Oh, kalau di sini licinnya sama. I ban ini ban road ini. Dan ini full elektrik ya. Jadi torsinya tuh instan gitu. Enggak ada e namanya kekurangan tenaga. Ten pindah-pindah gigi dulu. Iya, Om. Posisi nyetir yang ini tuh ada teleskopik. Oke, sekarang kita akan ngomong posisi nyetirnya ya. Ternyata pertama kali kita lihat kan enggak ada teleskopiknya kan. Ternyata sekarang ada. Ternyata ada. Jadi, posisi duduknya itu ergonomis. Nih. Nih. Sebentar. Belum kelar. Ini yang S. S tuh. Ini yang S. S tuh yang paling mahal, yang paling kencang. Artinya yang 250 HP. Kalau yang yang lain tidak ada teleskopiknya. Sayang. Maksudnya teleskopiknya ada di semuanya. Dan dia ada tombol boost. Semuanya ada tombol bus ini nih. Ada tombol boost. Mana? Mana? Ini pasti buat extra power. Oh, dia ada ininya ya. Dikendaliin ininya. ESP-nya kan on. Huhu. Nah, ini bisa digas dikit. Asal jangan lupa ngerem di sana. Nyaman dong. Nyaman, nyaman, nyaman. Tapi enggak, enggak jauh lebih nyaman dari J6. Dia masih ada roughness-nya gitu ya. Jadi enggak yang terlalu lemah suspensinya. Pas lah. Ini gelombang halusnya ada ada ininya ada firm-nya. Iya, mungkin karena bannya ini ya tipis. Wow, wow, wow. Bisa enggak nih? Dapat. Dapat. Kita masuk ke tanah yang sangat gembur bisa. [tertawa] Nah, mentok enggak? Mentok enggak? Enggak. Wheel base-nya pendek. Eh, enggak pendek amat sih. Enggak ya. Ini empuk tapi bukan yang empuk-empuk banget. Similar lah apa mih sama J60 tadi. Sama J6 kayaknya mirip-mirip juga. Sama J6 juga mirip-mirip juga. Dan bagus artinya kan dia masih memperhatikan faktor kestabilan kan, tapi juga enggak sampai yang ajrut-ajrutan. Nah, oke. Jadi, langkah berikutnya tinggal memastikan ke Cherry Indonesia. Om Mobi duluan. Enggak mungkin dong. Enggak mungkin aja [tertawa] Omobi duluan. Apa sih bedanya, Om, kalau saya duluan? Ya bedah. Apa sih? Beda banget. Enggak, enggak, enggak beda. Beda, enggak, enggak, enggak ada. Ya gini gini aja. Kalau saya dapat duluan Omobi enggak beli artinya. Hah? Ya beli. Nah, udah kan sama aja beli. Enggak enggak enggak enggak enggak [tertawa] enggak enggak enggak. Wah, tapi asik nih. Ini tuh lebih playful mobilnya. Parkir kok yang itu parkir dibanding dibanding iya dibanding J6 ini itu lebih playful dan lebih tinggi, lebih apa ya? Lebih adventurous dibandingin J6. JX tuh masih ada keelegan-eleganannya. E oh nice. Dan yang satu yang saya suka adalah ini. Ini saya lihatin tombol-tombol fisiknya. Waduh enak banget. Enggak semuanya di layar. Tapi di sini ada tombol-tombol fisik. Drive mode-nya juga gede banget. Nah, nanti kita akan tes juga V23 ini di jalan raya ketika nanti sudah memungkinkan. Tapi sekarang impresi pertamanya begitu menggoda. Oh, bukan pintunya juga keren, interiornya keren, kuncinya keren. Kuncinya kotak gini, ada baut-bautnya. Jadi kayak benar-benar mobil berpetualang sekali. Enak. Enak. Eh, benar-benar memang mobil yang dibuat untuk bermain-main. Born to play. Tapi belakangnya juga masih lega tuh. Belakangnya tuh konfigurasinya bukan tiga penumpang, tapi dua penumpang. Jadi seperti dua kursi individual. Bikin mobil ini benar-benar seperti mobil hobi, bukan mobil untuk ee utilitas gitu ya. Ya, dia utilitasnya masih bagus, tapi ini jauh lebih cocok dijadikan mobil hobi dibandingkan Cherry J6. Enggak sabar lihat di jalan-jalan Jakarta sama Indonesia. Nah, sekarang V27 belum nyoba kan, Om? Belum. V27 itu nanti kalau misalnya masuk Indonesia misalnya alhamdulillah ada rezeki kita beli gitu ya, jangan diparkir sembarangan. Kenapa? Dia suka iseng aja tiba-tiba naik batu gitu kayak itu [tertawa] kita parkir di mana tuh loh kok udah naik batu gitu ya. Bandel aja gitu mobilnya. itu kalau enggak ada parkir ada alternatif ngelihat batu bisa dinaekin. Iya iya iya iya. Sebenarnya penasaran filosofi di balik V-nya dan 23 27 apa? Ee mungkin atau 23 ini panjang atau di 2023 202 ya. Mendingan kita tanya kita mau ganggu dulu ya. Sebentar dia bahasa Inggris bahasa Indonesia bagus sekali. Kenapa namanya V23 dan V27? Apa artinya 23 dan apa artinya V? Artinya V. Aduh, itu itu yang saya belum tahu juga nanti. Boleh boleh saya tanya yang I still don't know. Yeah, because this is victory before victory. I don't know that my colleague told me I haven verified. Okay. [tertawa] But it is a very very good car. Oke, thank you. So, when will it come to Indonesia? I think we are coming soon. And right now we we are preparing the network, the dealership. Yeah. Preparing the dealership. So, we hope in the first quarter 2026 we will introduce those model to Indonesia market. Is it is it under I car or under brand? It's gna be under I brand. Icar. Wah, Iar mau masuk Indonesia. Nice, nice, nice. Tapi Icar sudah ada di Indonesia kan sebelumnya. ICAR Z03 jadi Cherry J J6 J6 I. Tapi ini akan tidak di bawah cerry ya ini? Ya, tidak dibawa kita sendiri karena dia karakteristik sudah ekar bang. Jadi kita memutuskan mahu bikin satu brand e brand kerana eh kita hari ini ada V23 nanti akan ada V25, V25 ya V25, V27. Jadi V25 between V23 and 27 the size and also the biggest one is V29 it's very complete product line up. Oh jadi kalau misalnya ke merek lain V23 itu kayak seri 3nya. V27 ini kayak seri 7nya ada seri 9nya seri 5nya ya. Jadi ada seriousnya motonya juga. Oh nice. Born to play ya. B to play. Bor to play. So, eh muking kemarin kita juga lihat V23 kita ada banyak body cas yang modification ya itu nanti kita juga lagi bel siap eh bawa ke Indonesia. Oke. Jadi kalau B to play kita mau personal personal personal I personalize. Jadi kita nanti ada aksesoriesnya juga dia mau sell seperti apa nanti kita bisa pilih. Oke. Aksesories dan ini ee merchandise-nya juga bagus-bagus sekali. Ad ada ma segala macam. Yang penting Pak saya yang pertama. Oh belum tentu pertama Pak. Saya customer cherry. Dia belum pernah punya cerry. Saya mau punya jadi kalau saya pesan V sudah pasti saya harus dapat lebih dulu dari dia karena saya loyal harusnya customer yang baru yang dapat yang lama harus nunggu belakangan nanti kemungkinan ya kemungkinan eh Q1 kota 1 tahun depan kita mulai booking jadi nanti kita lihat saya booking sekarang booking di China [tertawa] bisa di China kalau memang belum belum mulai belum mulai tidak apa-apa Pak kita ikuti prosedur selama kalau Kalau saya pesan V23 datang lebih awal daripada dia. Oh, tidak mungkin karena saya loyal customer bukan saya customer baru nanti jadinya customer baru harus diutamakan. Kita lihat aja nanti ya. Kita lihat apakah kita jadi pesan dan apakah dapat siapa yang dapat duluan. Kita lihat. Wah, sayang sekali ya. V27-nya tadi bannya sempat kelepas dari veleg. Jadi sekarang lagi ganti ban tapi kita jadi enggak sempat karena kita udah harus jalan. Tapi ini ee enggak apa-apa juga karena interiornya juga belum boleh di-share. Ternyata V27 V27 ini ee akan masuk ke Indonesia di tahun 2026. Jadi kita tunggu aja bakal menarik karena dia pakai mesin plugin hybrid sebenarnya REV ya. Jadi dia mesinnya itu range extender aja tapi bisa dige juga dan kalau pakai listrik aja dia bisa 200 km. Jadi pasti ini range-nya di atas 1000 km. bentuknya boky, ground clearance-nya tinggi, tapi itu nanti di 2026 bakal hadir. Sekarang kita lanjut ke acara berikutnya. Kalau tadi di lumpur, sekarang kita tes di aspal. JK J5 hybrid. Kalau di Indonesia kita cuman punya yang EV, di sini ada hybridnya. Kita coba akselerasi. Oke. Oke. Remnya response banget. Enggak perlu nginjak keras, nginjek sedikit langsung pakem. Gaspol, Yuhu. SUV besar tapi lincah banget. Dan ini jalanan basah. Oke, Wi. Cold. Thank you. Dibilang very good sama ininya instrukturnya. Mungkin dari tadi dia udah dapat yang ngacau-ngacau kali nyetirnya. Omoda Sev. Oke, let's go. Belum masuk Indonesia nih, Om seven. Oke. nice. Jadi di sini kami diperlihatkan tentang kedinamisannya dari Cherry dan subbrand-nya yang bermesin hybrid. Akselerasinya kencang, ngeremnya sensitif. Udah gitu belok-beloknya malah mereka pakai SUV yang paling besarnya dan lincah. Wow. Cherry sudah banyak meningkat dalam hal kedinamisan berkendara. Dan sekarang ada satu lagi yang sangat menarik. Nah, yang kita lihat di sini adalah peragaan automatic parking assist. Oke, sekarang sudah banyak mobil bisa parkir otomatis, tapi yang dilakukan Cherry ini next level. Jadi kalau misalnya parkirannya agak sempit, kita kan susah kadang-kadang keluar kita. Enakan keluar di depan seperti ini. Terus kita tinggal kendalikan mobilnya pakai remote. Tinggal kita pencet aja. dia nanti akan bisa masuk parkir sesuai tempat yang kita udah seleksi di dalam e entertainment system-nya. Lihat ini. Ini drivernya. Drivernya turun dari mobil dan dia hanya memencet remote. Itu enggak ada driver sama sekali di situ. Coba bisa lihat ke situ ada drivernya apa enggak. Enggak ada kan karena dia drivernya. Nah, tapi ada level berikutnya lagi yaitu di masa depan kalau infrastrukturnya sudah mendukung, Anda bisa turun di lobi gedung kemudian meminta mobil ceri Anda buat cari parkir sendiri ke gedung parkir dan setelah itu nanti dijemput lagi. Cuaca semakin dingin, matahari semakin gelap. Saatnya kita istirahat. Besok kita lanjutkan lagi. Hari berikutnya kami diajak ke Cherry Longan Multifunction Proofing Ground. Ini di sebelahnya tempat e crash test. Nah, kali ini kita akan coba brand baru dari Cherry Group Lepas. Mobil yang kita akan pakai adalah Lepas L8. Ini adalah versi paling tinggi yang sudah dibuat Lepas saat ini. Dia besar tapi five seater karena Lepas ini dibuat memang sebagai kelas yang lebih premium. Jadi bukan yang e pengangkut orang seven seater, tapi dengan kelincahan bagaikan leopard. Nah, disebutnya sebagai lepas. Kita biasanya menyebutnya lepas, tapi lepas itu sebenarnya penyebutan yang benar karena dia berasal dari kata leopard. Eh, kucing ini ya, kucing besar leopard dan passion lepas L. Mobil ini memiliki mesin plugin hybrid, penggerak plugin hybrid 1500 cc turbo dengan baterai yang bisa melajukan mobil ini kalau dichage penuh 100 km tanpa mesin. Nah, sekarang kita akan diminta untuk berakselerasi dengan mobil ini. Sayang, kita enggak bawa ini ya. Sayang, kita enggak bawa alat ukur akselerasi, tapi enggak apa-apa. Are we ok to go? Oke, now nah sekarang ini ini baru listriknya aja ya yang nyala ya dan itu tuh sudah mencapai ee hampir 200 HP dan dan ini bisa kalau misalnya mesinnya itu lagi nyala itu dia bisa ee 0 sampai 100 km/h dalam 8,5 detik. Nah, sekarang number three kita akan mencoba sisi kenyamanan dari napas. Nah, di sini 30 30 or 40. Nah, di sini kita akan lewat jalan berbatu. Karena Lepas ini kan mobil premium ya, jadi dia harus punya bantingan yang bagus dan ini hitungannya sangat halus untuk melewati jalan berbatu yang kasar seperti tadi. Jadi eh solid sekali sasis dari mobil Itu ngelewatin jalan yang benar-benar kasar, getarannya tuh minimal sampai ke kita. Ya, ini emang rasanya lebih lebih premium dari Cherry ini. Karena memang ditempatkan sebagai mobil premium untuk anak muda. Sekarang saya pindah ke belakang. Sebenarnya kalau di belakang ini saya pengen ngerasain ketika lewat jalan rusaknya aja. Ya, nyaman juga di belakang. Getarannya tuh minimal yang sampai ke mobil ini. Jalan kasar banget loh di bawah kita. Iar ini belakangnya juga lega banget. Kita langsung ke tes berikutnya. Nah, kalau kenyamanannya sudah bagus, yang sekarang kita akan tes di sini adalah pengendaliannya. Karena kalau memang menyebut ee dirinya sebagai mobil yang lumayan premium, salah satu syarat mobil premium itu pengendaliannya juga harus bagus. Enggak peduli bentuknya mau SUV tinggi seperti ini. Ya, pertama kita akan akselerasi dulu. Kemudian kita akan bikin angka delan yang sangat sangat ee ee ini ya sempit. Kemudian kita akan melakukan zigzag dengan kecepatan yang lumayan. sama kecepatannya kuat. Sekarang saya akan lihat pengeremannya. Oh, pengeremannya tuh kita enggak perlu terlalu ini ya, enggak perlu terlalu keras nginjak remnya. Nah, ini patah sekali ini. Uh, belok patah kayak gini juga masih nurut aja mobilnya. Nah, sekarang kita akan zigzag. Ini zigzagnya lumayan loh, Dan sempit tempat zigzagnya. Benar-benar nurut ya. Mobilnya ada limbung karena dia sebuah SUV tapi limbungnya itu minimal. Kita akan coba lagi. Ini mereka ekstrem juga sih bikin putaran balik angka delannya tuh kecil banget. Jadi ini radius putarnya juga kecil artinya. Bagus gripnya, bagus kestabilannya. Oke. Oke. Nah, Lepas L ini akan segera meluncur di Indonesia walaupun sudah pernah di e pamerkan beberapa produk Lepas di GIAS. Tapi yang pertama kali akan dijual adalah ini Lepas L8 yang paling tingginya flagship dari Lepas saat ini. Belum tahu harganya berapa nanti kita tinggal tunggu aja. Tapi yang jelas produk ini diposisikan sebagai produk yang lebih premium dari Cherry dan lebih untuk anak muda. Dan dia berpenggerak CSH plugin hybrid. Nah, sebagai brand yang ditempatkan lebih premium dari Cherry tentunya dia harus punya unique selling point. Nah, salah satunya adalah fiturnya yang lengkap. Untuk pasar Indonesia nanti, Lepas akan sudah memiliki fitur RPA, remote parking assist, di mana kita bisa turun dari mobil dan membiarkan mobilnya parkir sendiri dan diatur lewat aplikasi di handphone kita. Tadinya mau didemokan, tapi sayang unit yang ini belum dilengkapi dengan RVA, tapi yang di Indonesia sudah. Kita tunggu aja LEP akan diluncurkan kemungkinan di GJAW tahun ini. Sekarang kita ke test drive berikutnya. Jadi test drive berikutnya itu seharusnya 39 cs 39 cs di trek yang high speed. Tapi karena dari kemarin hujan treknya itu eh masih belum aman gitu untuk dipakai test drive high speed. Tapi kita sudah tahulah 39 itu ini sekali apa stabil sekali di kecepatan tinggi. Jadi karena hari ini yang mestinya test drive enggak ada, kita jalan-jalan keliling Buhu. Jadi selama jalan-jalan ini Om Mobi tuh enggak pakai topeng. Jadi tonton aja terus siapa tahu nanti ada bocornya kelihatan tampangnya Om Mobi. [tertawa] Bagus ya arsitekturnya tuh dibikin seperti Cina zaman dulu. Ada gedung-gedung aslinya yang masih dari zaman dulu dan yang baru-baru juga dibikin seperti zaman dulu. jadi malamnya kita diajak ke sini ikutan Omoda Dream Day dan ternyata di sini mereka memperkenalkan Omoda 4. Bentuknya keren banget, futuristis, tajam di depan dan di belakang. dan engineering-nya itu dilakukan oleh orang-orang Eropa bekas pabrikan-pabrikan terkenal seperti Jaguar, Land Rover. Dan ini mobil eh cukup revolusioner karena satu dia menggunakan user interface yang baru. Jadi benar-benar ee berbeda dibandingkan yang kita sering lihat sekarang di entertainment systemnya itu berbeda. Lebih user friendly katanya dan diciptakan juga buat Anda yang suka main game. Jadi bisa main game di layar. mobilnya speknya lumayan 017,9 detik, top speed 180 km/h. Dan mobil ini dibilang lebih pintar dibandingkan yang sudah mereka buat sekarang. Bahkan untuk menunjukkan inteligence-nya dan futuristisnya tadi itu juga e peluncuran mobil ini ditemani oleh Imimoga. Aimoga itu robot dari Cherry dan eh keren banget sih peluncuran mobil robotnya yang pidato tadi. Enggak sabar nunggu mobil itu masuk ke Indonesia. Tapi paling cepat mungkin 2026 baru dibuat dan enggak tahu masuk Indonesia kapan. Tapi musinya sih cepat ya karena pergerakan mobil baru tuh sangat cepat di Cina khusus ceri ada selalu produk-produk baru. Oke udah ketemu Omoda 4, udah ketemu Aimoga. Kita istirahat dulu. Lanjut besok. Nah, hari ini kita ke tempat yang spesial, Guange Proofing Ground. Ternyata di sini mereka mengetes mobil-mobilnya dan ini luas sekali. Beragam jenis jalan. Ada simulasinya di sini. Termasuk itu. Itu jembatan yang nanjaknya itu panjang. Nanti mobil itu berhenti terus habis itu jalan lagi. Tapi yang mau kita lakukan ini menarik sekali. Kita ada 3 SUV dari Cherry. Ada 38, ada 39 dan kita akan high speed test di tracknya. TRK ovalnya besar sekali mengelilingi eh fasilitas ini dan ada bankingnya. Biasanya kita sering nyoba 38, 39 itu ee di kecepatan yang normal ya. Tapi di sini kita bisa melewati kecepatan normal itu. Sekalian saya juga akan merasakan pertama kali gimana SUV SUV Cherry ini kalau di kecepatan tinggi. Tentu saja karena ini pengetesan yang high speed jadi ee kita menjadi penumpang di sini karena ya pasti resikonya juga gede. Ah kita pasang GoPro dulu. Oke kita sekarang bareng Omobi bareng Pak Yusuf dari Cherry. Kita pakai Cherry 38 CSH. E baterainya posisi 42% sekarang. I dan ee bensinnya masih banyak. E ternyata ini enggak ada 39 ya. 38 semua. 38 semua. Kita biasa kalau ngetes TIG gini enggak pernah high speed kan, Om? Kalau di Indonesia ya. Enggak pernah. Kita nyobain T 38 selalu hemat-hematan, Om. Iya. Heeh. Enggak ada ngebut-ngebutan. Kebut-kebut ya sekarang. Wah. Oke, kita langsung masuk trek lurus panjang langsung digaspol sama dia. Hari berapa, Om? 100 baru 120 130 140. Oke. Depan tuh belokan 150 pakai AC loh nih. 157 158 160. Masih stabil banget ya om ya. Masih stabil. Eh ini belokan loh. Dia enggak ngurangin kecepatan sama sekali. Dia enggak ngurangin [tertawa] kecepatan sama sekali. Oh banking. Iya kok bankingnya enggak bantu banget ya. 180 180 belok belok 181 ini pas gantian jam ini. Ini tapi kompos banget ya mobilnya 183 sekarang rata ya om ya. Iya di setir juga enggak ada getaran apa-apa. Kebisingan juga enggak terlalu ini loh, Om. Iya kebisingan ini laris gini loh. Kita masih bisa ngomong ini. 185 ya. 185 186 sambil belok sambil belok enggak ada ngangkat gas sama sekali belokan ini. Wow. Oh, jadi ini top speed-nya 186 tadi ya 18 tadi ya. Ini diangkat lagi nih kayaknya nih. Iya. 186. Eh diinjek lagi diinjek lagi diinjek lagi. Jadi ini tuh dibatasin Om karena begitu udah 180-an 185 dia powernya cuma 17%. 18. Oh, limit ya. Jadi ini sebenarnya bisa lebih kencang lagi tapi di limit di 180-an ini kayak lari 100 aja Om di sini Om. Iya biasa aja ya rasanya ya. Iya cuma ada road noise-nya aja gitu. road noise-nya juga untuk ukuran lari segini mah halus enggak? Ini road noise-nya halus ini. Ih asik banget ya. Ini jadi pengin SUV loh 38 dari tadi kita lari 180 terus. Iya. Dan pai powernya tuh di dikitnya cuman 2% 1%. Makanya powernya orang dia nginjekas cuma segitu. Iya. Waduh. Stabil ya. Stabil. Stabil sekali. Tapi jangan coba-coba 180 di Indonesia Kecuali mungkin di sirkuit atau tes TRK karena ya ilegal. Eh, di autoban enak nih, Om. Autoban enak. Enak nih diut. Tapi enggak di Autoban 180 masih kurang kencang, Om. E enggak. 180 tuh traffic biasa. Trafic biasa [tertawa] ban segitu. Jadi ada beberapa hal yang kita dapatkan di sini. Yang pertama Cerry 38 CSH itu kecepatannya dibatasi ya. Jadi dan di 185 km/h itu cuman pakai 17% power. Begitu sudah sampai ke limitnya tuh dia power-nya dikurangin ditambah dikit cuma 17%. Dan satu lagi, stabilnya luar biasa ya. Emang ini dites TRK ya. Dan tidak disarankan kalau misalnya Anda kecepatan seperti itu bermanuver gitu. Tapi benar-benar enggak ini benar-benar enggak goyang, enggak melayang. Karena kan tetap aja anginnya pasti ee gede. Kalau kita lagi lari 180-an km/h. Baru pertama kali naik Tigo 8 CSH. Kecepatan segitu. Sekarang kita gaspol. Ini mobil tenaganya 240-an HP, torsinya 215 Nm. Tapi berasanya tuh lebih kuat dari itu. Ini udah 140. Oke, kita akan lewat banking. Pertama kalinya saya nyetir lewat banking. Enak ya, karena dia miring jadi natural gitu. Setirnya juga enggak effort. Dia udah secara otomatis udah agak ee berputar ke kanan sendiri gitu. Ini mobil tenaganya di atas kertas cuma 240-an, tapi rasanya lebih dari itu karena torsinya juga mungkin gede. Dan ternyata untuk lari 185, 186 saya tuh enggak perlu gaspol. Karena pas gaspol ini kan limiter dia dikurangin tenaganya. Ini saya angkat sampai hampir 50% dia masih tetap 185. Jadi berlimpah tenaganya. Yakin deh ini bisa di atas 200 km/h kalau misalnya enggak dilimit. Huh, seru banget. Pertama kalinya nyetir di TRK oval. Biasanya kalau di track oval itu selalu disetirin. Tapi kalau di sini mereka mengizinkan kita nyetir. Dan mobilnya tuh rasanya juga masih stabil banget. Enggak ada nervousnya gitu bawa SUV sebesar ini di kecepatan setinggi itu. Oh. Oke, jadi di perjalanan ke Cina kali ini memang banyak yang didapatkan teknologi-teknologi masa depan dari Cherry. Ee mencoba langsung performa dari Cherry dan ini ke depannya luar biasa ya. Karena sementara banyak pabrikan mobil Cina itu konsentrasi ke mobil listrik, ternyata Cherry itu sangat mengembangkan mesin hybridnya, terutama plugin hybrid dengan efisiensi yang luar biasa, dengan eh thermal efisiency yang mereka klaim tertinggi di dunia. Dan itu artinya ke depannya selain mobil listrik dengan desain-desain yang menarik, Cherry juga akan tetap menyuguhkan kita dengan mesin internal combustion yang sangat hemat. tapi juga bisa menempuh jarak yang sangat jauh. Praktis hanya mengisi bensin. Jadi pilihannya nanti ada di kita sebagai konsumen mana yang kita paling suka. Dan kalau melihat perkembangannya ya ini luar biasa. Cherry J6 yang saya punya yang 6 bulan lalu itu menjadi bintang di sini. sekarang dipamerin juga enggak gitu karena mereka sudah move on ke produk baru lagi, produk baru lagi, produk baru lagi. Begitu cepat kemajuan teknologi, kemajuan desain, dan kemajuan produk baru yang ada di Cina ini. Oke, ini hari terakhir. Besok kita tinggal balik ke Jakarta. Dari mulai nyobain V23 di offroad sampai 38 di top speed di track oval. Luar biasa perjalanan kali ini. Minimal kita bisa melihat ke depannya apa saja yang menjadi teknologi dan produk cherry yang mungkin bisa kita dapatkan di tanah air. Kita tunggu saja yang mana yang merupakan favorit Anda. Komentar di bawah. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini. Komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum. Follow Instagram saya @fitra. serta follow Instagram Cherry Motor Indonesia untuk keterangan lebih lanjut mengenai Cherry. Terima kasih banyak sudah menyaksikan video ini. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube