Mending Beli Sekarang! 5 Rekomendasi Laptop Kuliah Terbaik 2026 (YouTube Video)
Milh laptop kuliah itu adalah momen yang menentukan karena dia bakal menemani kita sampai 4 tahun ke depan kalau lulusnya tepat waktu. Nah, pastiin dulu laptop pilihan kalian itu udah sesuai antara budget dan kebutuhan kalian biar enggak nyesel pas belakangan. Nah, di video kali ini kita bakalan bantu kalian buat milih teman perjuangan biar nanti pas check out udah ada pandangan atau mau langsung ke toko biar enggak kena genjutsu abang-abangan. Ya udahlah ya, gak usah banyak ngelamunin masa depan. Selamat menonton yang kalau naik kereta harus milih antara gerbong belakang atau depan. Karena yang tengah buat cewek. Hai Andika, guys di sini. Di video kali ini kita akan bikin lagi video rekomendasi laptop. Cuman kali ini edisi buat kalian yang selalu kayak ngolah Excel. pokoknya buat kebutuhan office lah. Biasanya yang tugasnya kayak gini tuh fakultasnya ya sosial hukum, terus manajemen, psikologi hukum, dan lain-lain. Kebutuhan kayak gini tuh kebutuhan yang agak tricky atau agak nanggung sebenarnya ya. Kalau misalkan dikasih spek yang mentok rata kanan tapi kebutuhannya itu cuman office kayak sayang banget mubazir. Tapi kalau misalkan terlalu kentang juga bisa jadi masalah. Nah, makanya kita bikin kayak semacam standar atau kualifikasi laptop-laptop yang bakalan kita masukkan rekomendasi di video kali ini. Yang pertama, minimal dia harus Intel Core FF Gen 12 atau AMD Ryzen 5000 series ke atas. Terus RAM-nya 8 GB dan jelas harus ada opsi upgrade. Storage minimal 512 GB karena kalian bakalan pakai laptop ini sampai 4 tahun ke depan. Sturage 512 itu standar be minimum lah. Layarnya 14 inch full HD. baterai minimal tahan 5 jam lebih lah ya. Karena sebenarnya 5 jam itu ya standar minimum juga. Karena kalau misalkan masih 3 SKS contohnya kuliah itu bisa memakan waktu 6 jam. Ya masih kurang sejam tapi it's ok lah. Terus bobotnya harus under 2 kg karena kalau untuk kuliah biasanya kita kuliah di lantai 5, lantai 6 itu kan kalau misalkan liftnya lagi penuh naik tangga bawa laptop sekitar 3 kilo w capek ya. Dan harusnya dengan spek yang kayak gini udah cukup banget buat kebutuhan kuliah kalian di sosom. Jadi enggak usah lama-lama, langsung aja ke laptop yang pertama. Yang pertama ada Transion Holding, yaitu Techno Megabook K15s. Dan maaf harganya ini di R jutaan karena kita udah cari muter-muter untuk kondisi sekarang harganya under R5 juta itu susah banget. Dan kalau misalkan kalian catat ya, ini saya syuting tanggal berapa nih? Tanggal berapa? Gini, tanggal 12. Jadi kalau misalkan setelah tanggal 12 ini harganya naik lagi ya karena kabar burungnya laptop itu juga bakalan naik lagi nanti di Juni. Jadi sebenarnya intinya kalau misalkan kalian butuh laptop itu sekarang, beli di kondisi sekarang karena nanti bakalan naik lagi. Oke, sekarang balik lagi ke tekno megabook-nya. Harganya Rp jutaan di harga Rp6.900. Di harga segini sebenarnya untuk kondisi sekarang ini worth it parah karena dari segi tampilan dia itu elegan, kelihatan clean, enggak ada ornamen tambahan yang berlebihan. Karena biasanya kalau misalkan dibuat kuliah itu kan kalau terlalu berlebihan kayak dianggap norak ya. Kalian dikira mahasiswa dari kabupaten nanti. Materialnya solid pakai aluminium enggak ringkih kayak laptop lain yang pakai plastik kiloan. Walaupun materialnya aluminium tapi bobotnya ini ringan enggak sampai 2 kilo. Cuman di sekitar 1,6 kg. Jadi enggak bikin kalian cepat ngos-ngosan kalau kalian diajak WFC atau kerja kelompok di luar. Tampilan bagian dalamnya enggak kalah cakep. Dia pakai layar 15,6 inch. Untuk ukuran 15,6 inch under 2 kil itu wah enteng banget sebenarnya. Terus aspek rasionya 16 bing 9 ya standarnya industri lah ya. Panelnya pakai panel IPS resolusi full HD, bukan IPS level, bukan TN, bukan VA. Jadi oke banget di harga Rp6 juta. Terus dia juga udah bisa di-flip sampai 180°. Enggak usah ribet putar-puter laptop pas presentasi dipakai hiburan. Kayak nonton juga masih enak walaupun layarnya sayangnya belum 100% sRGB. Turun ke bagian bawah. Di keyboard ini enggak kalah nyaman dengan layout full size, ngebantu buat yang jurusannya suka ngitung-ngitung kayak manajemen, bisnis, dan lain-lain yang butuh pet buat input angka. Ada backl juga buat pas begadang malam-malam dan ada fingerprint yang nyatu sama tombol power. Dipakai pagi sampai malam enak karena baterainya awet. Kalau habis chargernya cepat. Techno clim ngecas 1 jam udah keisi 70%. Dan charging-nya ini udah pakai USB type C ya, bukan kayak input DC kayak kebanyakan laptop pada umumnya. Jadi kalian bisa gunain charging-nya ini untuk ngecas device kalian yang juga pakai type C. Jadi bawa satu cas aja beres urusan. Untuk port lain lengkap. Dia ada dua USBC, dua USB type E, audio jack, RJ45, cancing tlock juga ada tuh. Sebenarnya cancing tlock kalian enggak butuh ya. Itu butuhnya buat retail biar laptopnya itu enggak dicolong pas di display. Soal performanya dia pakai AMD Ryzen 5 7430 U 6 core 12 trad. Udah ok lah ya di 2026 ini kalau cuma dipakai produktivitas misal kayak office browsing dengan puluhan tab sampai editing ringan di capcut aman. Untuk RAMnya 8 GB DDR4 sayangnya 3200 MHz ya. Kalau misalkan mau DDR5 harganya enggak mungkin Rp juta di kondisi sekarang, apalagi kalau mau yang 16 GB. Kalau mau upgrade sih enggak masalah, masih ada satu slot RAM yang kosong dan saya saranin kalau misalkan ada RAM bekas atau kalian masih punya RAM, kalian upgrade aja. Karena kalau kalian beli RAM 8 GB satu keping sekarang, harganya masih lumayan sih. Sturage-nya juga udah gede 512 GB. Kalau dipakai untuk nyimpan file kuliah kalian selama 4 tahun ke depan dan kalian enggak ada delete apapun, harusnya sih masih aman. Kalau soal kekurangannya, GPU-nya masih integrated, jadi belum bisa kalau dipakai untuk main game berat kayak game triple A. RAM-nya juga masih di DR4, lemot ya, enggak sekencang yang di DR5 dan Wi-Fi-nya masih WiFi 5. Tapi menurut saya enggak masalah karena provider di Indonesia wifi-nya juga masih WiFi 5. Jadi wifi 6 Wi 7 itu agak mubazir sebenarnya kalau provider kita modemnya itu masih pakai Wii 5. Di rekomendasi kedua ada laptop dari brand lokal yang memang dia ODM tapi sekarang menurut saya brand lokal itu harganya yang paling masuk akal karena brand internasional harganya pada gila-gilaan. Jadi ada Axio Hype 5 AMD X6 di harga 8899. Ini sebenarnya kalau dulu itu harganya di kalau enggak salah ya seingat saya cuman 5 atau 6 jutaan tapi sekarang naik jadi Rp8 jutaan. Dan dia ada dua SKU ya, ada yang 512 GB selisih Rp600.000 lebih mahal dibandingkan yang 256 GB. Saran saya dengan selisih cuma Rp400.000 ambil aja langsung yang 512 GB karena kalian bisa cek sendiri aja SSD 256 GB di e-commerce sekarang itu jauh lebih mahal dibandingkan ini berapa cuman selisih Rp600.000 aja. Kelebihan utamanya jelas dari spesifikasinya dia pakai AMD Ryzen 5 6600H high series. Jadi ini kalau misalkan digunain untuk full loot kayak render masih aman. Dia punya 6 core 12 three. Jadi siap buat dipakai ngerjain tugas yang banyak banget yang tugasnya itu enggak selesai-selesai. Enaknya buat multitasking berat bisa buka puluhan tab di Chrome yang isinya jurnal sambil buka Word sama play podcast di YouTube tetap lancar karena RAM-nya udah dual channel 8 plus 8 16 GB lebih gede dibandingkan tadi. Kalau dipakai untuk main game-game casual ya performanya kalian bisa langsung lihat aja lah kayak gini masih aman aja dan tenang aja enggak usah takut laptopnya overheat karena fannya di sini udah dual jadi pembuangan panas dari prosesor seri H tadi high performance tadi lebih maksimal di laptop ini. Enggak cuman performanya aja, layarnya juga bikin nyaman dengan panel IPS 14 in full HD yang bisa di-flip sampai 180. Aspek rasionya golden ratio ya 16 bing 10 yang bikin area vertikalnya lebih tinggi dari laptop pada umumnya. Enak kalau digunakan untuk baca artikel atau PDF karena kita enggak harus perlu scroll-sroll karena scroll terus itu capek juga tangan. Keyboard-nya juga enak enggak bikin pegal pas buat ngetik lama feel-nya empuk, enggak ngelawan, tapi minusnya enggak ada padnya karena nyesuaiin sama size laptopnya yang 14 inch. Jadi agak perlu penyesuaian aja buat yang biasa ngetik pakai padet. 14 inch ini pengaruhnya di bobot ya. Kalau tekno Megabook tadi kan 15,6 inch. 14 inch ini dia lebih enteng bobotnya dengan 1,4 kg dan cukup tipis juga di 17,3 mm. Soal materialnya tetap solid karena dia pakai bahan aluminium yang bikin tampilannya juga kerasa dan pas dipegang itu mewah. Nah, yang menarik dari Acio ini walaupun dia pakai 6600H high performance, tapi baterainya ternyata lumayan awet untuk laptop dengan seri H. Karena pas dites di PCMA dapatnya itu 9 jam 24 menit. Jadi kalau kalian gunain untuk kuliah, kuliah itu paling mentok berapa jam sih? Harusnya masih sisa banyak. Kalau kekurangannya ada di bagian layar juga dia belum 100% SRGB dan masih 60 Hz. Dan mungkin kalian akan lihat desain-desain dejafu dari Axio kayak Advance, Zyrex, SBC bakalan punya desain yang sama. karena biasanya manufacturnya sama juga atau pabriknya sama. Cuman kalau kita ngomongin Axio, Axio itu yang saya salut. Walaupun dia ODM, tapi dia punya rakitannya sendiri di sini dan juga udah ada ADP atau garansinya itu accidental damage protection. Bahkan dari laptopnya yang harga R jutaan itu udah ada ADP. Lanjut. Yang ketiga masih brand lokal juga kita nemuin brand internasional cuman Tchno. Nanti kita lihatlah apakah ada ya. Tapi ini yang ketiga ada Advance Work AI yang harganya juga naik dibandingkan harga launchingnya. Sekarang itu harganya di Rp9.799.000 yang varian 512 GB dan pas tanggal kemarin kemarin sih pas saya lihat bisa turun di Rp9,5 juta. Lumayan lah ya. Dari nama udah kelihatan kelebihan prosesornya. EA-nya ini dia pakai Intel Ultra 5 125 jadi punya 14 core dan 18 thre dengan 34 copps yang udah bisa ngejalanin Windows Studio Effect. Walaupun ya kalau saya pribadi sih jarang pakai ya Windows Studio Effect sebenarnya. Karena ya saya pakai webcam eksternal aja. Karena sebagus-bagusnya laptop biasanya webcam-nya ya gitu-gitu aja. RAM-nya juga lancar buat multitasking berat. Udah ada 16 GB DDR5 bawaan dari pabrik. Cuman sayangnya onboard jadi enggak ada slot untuk nambah RAM. Tapi untungnya kalau mau upgrade storage masih bisa karena masih disediain satu slot kosong SSD bawaan sendiri. M22 PCI Gen 4 yang speed-nya kencang banget. Kalian bisa lihat di footage sini aja. Semua kinerja itu dibantu sama sistem pendingin yang juga udah dual fan sama kayak Aio. Jadi, suhu pas dipakai buat ngerun banyak program tetap adem dan ggak overheat. Dipakai Nugas lama juga nyaman. Keyboard-nya saya no complain. Dan udah ada copilot-nya juga. Windows Plus copilot. Buat kalian yang mungkin suka bermain dengan AI, touchpad-nya juga lumayan gede, responsif, enak pas buat scroll-scroll gantiin mouse. Bagian layar juga enggak kalah nyaman. Panelnya IPS juga, size-nya 14 inch bisa 180 di Grelay juga. Desainnya juga simpel, minimalis karena sekarang zaman 2026 itu memang apa yang minimalis itu kayak laku gitu ya. Terus materialnya solid, dia enggak kopong walaupun ini advan ya, tapi bobotnya tetap ringan di kisaran 1,3 kg. Masih enaklah buat nugas pindah-pindah CFE. Portnya juga lengkap, enggak pelit, enggak kayak MacBook yang cuman punya dua USB type C. Ini lumayan lengkap. Kalau kekurangannya ada di bagian RAM yang mentok di 16 GB, enggak bisa di-upgrade dan onb. Tapi harusnya di 16 GB. Kalau untuk kuliah jurusan itu tadi masih aman-aman aja. Nah, sekarang kita nemu nih brand internasional ada dari Acer namanya itu Acer Expire Lite 15 AL15 harganya ada di 9,7 juta. Sekarang buat yang RAM 8 GB 512 memang kalau dibandingin Advance RAM-nya selisih dua kali lipat ya. lumayan juga nambahnya. Karena beberapa waktu lalu itu pas kita bikin rekomendasi harganya tuh masih R8,7 juta sekarang 9,7. Jadi naiknya R1 juta. Jadi kita kan bikin rekomendasi lumayan banyak ya dan kita semakin bingung karena harga yang dulu makin naik, ini juga naik dan Juni nanti kabarnya bakalan naik juga. Jadi tetap pesan saya kalau misalkan memang butuh laptop, beli sekarang. Jangan ditunda-tunda. Mau laptop apapun ya terserah kalian sesuai kebutuhan kalian. Ini kita cuma ngasih rekomendasi aja. Nah, sekarang lanjut untuk SR ini. Dia prosesornya pakai AMD Ryzen 5 8640 seri HS jadi high performance. Cip HS ini bisa dibilang menarik ya karena dia di tengah-tengah antara high performance U. Nah, ini HS. Jadi dia dipakai di laptop tipis tapi masih kencang karena memang dia didesain efisien. Jadi kalau buat buka aplikasi Word, Chrome, Kanva enggak ada masalah lah. Terus enggak usah ditanya kalau performanya cuman buat nugas karena buat gaming Cyberpunk aja masih kuat ya, walaupun settingannya rata kiri. Hasilnya kira-kira kalau buat game seperti ini. Dan kalau kalian perhatiin memang dual channel-nya jauh lebih optimal ya. Ya memang semua laptop maupun prosesor itu Intel atau AMD lebih baik kalau dual channel. Kenapa? Ibaratnya dual jalan itu sama kayak jalan tol ya. Kalau misalkan jalan tolnya itu dua jalur, mobil yang melewati jalan tol tersebut bakalan lebih banyak. Sama kayak laptop kalau dual channel data yang diolah itu jadi lebih banyak karena dua jalur. Tapi ini bawaannya sayangnya single channel. Kita cobain pakai dual channel sih. Wah mantap banget. Tapi untungnya walaupun single channel dia udah pakai DDR5 dan kalau untuk datan baterainya standar enggak awet-awet banget tapi enggak boros juga di pengetesan PC Max 10 skenario modern Office dia bisa bertahan sekitar 6 jam standar lah ya dan untuk ukuran 6 jam masih lumayan untuk laptop yang ukurannya 15 inch dan ngomongin ukuran laptop 15 inch sebenarnya itu ukuran yang pas lah ya enggak kegedean, enggak kekecilan juga dia juga udah pakai panel IPS full HD cuman kalau digunain untuk color critical atau editing sayangnya dia belum 100% sRGB tapi Kan kita enggak ngomongin kuliah jurusan DKV ya, karena kalau DKV wajib hukumnya menurut saya 100% sRGB. Kalau untuk office saja karena enggak tentang editing jadi harusnya masih aman-aman aja. Soal tampilan dia ini khas banget Acerire. Di bagian belakangnya cuman ada tulisan Acer dan expire kecil di bawah. Cuman build quality-nya masih kerasa agak kurang padat di beberapa bagian karena emang ada spot yang agak kosong di dalam. Kekurangannya mungkin bobotnya ya. Di antara list kita tadi, ARS Spirelite ini walaupun ada kata light-nya karena dia 15 inch bobotnya hampir menyentuh 2 kil di 1,8 kil. Jadi agak lumayan berat kalau misalkan kalian bawa ke mana-mana belum chargernya. Lanjut ke rekomendasi kelima yang kabarnya laptop ini bakalan masuk resmi ke Indo lewat Era Jaya, yaitu MacBook New. Ini pilihan menarik ya, karena MacBook New ini bisa dibilang harga murah untuk MacBook. Tapi saran saya jangan beli sekarang karena nunggu launching resminya biasanya harganya bakal lebih murah. Harga yang kalian lihat sekarang itu biasanya harga yang udah marginnya itu terlalu banyak ya karena enggak lewat distributor resmi. Tapi kalau kalian maksa pengen beli sekarang, harganya itu ada di 11469 untuk varian storage 256 dan R jutaan untuk yang 512. agak keluar dari minimum be kita ya yang layarnya tadi harus 14 inch tapi 13 inch it's ok lah ya masih bisa dibilang laptop kalau 12 inch kan biasanya disebut dengan notebook kalau 10 inch wah bukan notebook itu jauh jatuhnya lebih ke tablet walaupun secara ukuran lebih kecil dari laptop yang sebelumnya soal resolusi dan aspek rasio new ini lebih unggul dengan panelnya liquid retina resolusinya juga 2408 * 1506 dengan rasio yang cukup unik 3 bing 2 yang bikin lebih luas secara vertikal dan lebih tajam kalau diband dibandingin sama laptop umumnya dan yang penting dia bisa dibuka dengan satu tangan. Ciri khasnya MacBook 13 inch-nya. Ini bermanfaat karena bikin bobot laptopnya itu enteng banget. Enak buat dibawa ke mana-mana. Beratnya cuman 1,2 kg. Enggak bikin encok pas dibawa keluar. Enggak ada kompromi lah kalau soal durability-nya karena ini MacBook. Jadi bodinya ini pakai full aluminium yang unib kokoh solid khasnya MacBook. Soal desain ya MacBook banget lah ya. Enggak jauh beda desain satu sama lain. Tapi di seri Neo ini menariknya di bagian warnanya. Jadi warnanya itu kayak menyasar memang market-market Jenzy atau anak muda yang warnanya itu dinamis kayak hijau stabilo, biru. Wah, warnanya itu colorful lah. Di balik warna-warna yang geny banget ini, tapi dia punya chipset yang seram sebenarnya ya untuk chipset ARM. Jadi dia pakai A18 Pro sama kayak yang dipakai di iPhone 16 Pro. Emang enggak pakai prosesor M kayak seri MacBook R atau seri Pro, tapi soal performa tetap kencang dipakai buat multitasking, Word, Chrome, Kanva sekaligus tetap lancar. Expor PPT yang banyak slide ya, cuman geli-geli doang di MacBook ini. Baterai juga bisa awet sampai 12 jam buat penggunaan yang ringan-ringan. Kalau mau keluar gak usah bawa casan juga masih aman. Enggak perlu pinjam colokan ataupun power bank. Kalau kekurangannya mungkin tetap ya MacBook itu pelit soal port. Jadi cuman ada dua port USB type C. Terus beberapa software mungkin kalau dipakai di indut itu enggak kompatibel. Mungkin software-software pemerintahan ya kayak JKN mungkin enggak support ya. kayak software-software ya pokoknya software-software pemerintahan dan software yang biasanya dibikin di Indonesia itu belum kompatibel di MacBook. Udah jadi itu aja lima rekomendasi laptop untuk office. Saat ini kita syuting tanggal 12 Mei. Harganya kalau naik ya mohon maaf ya karena bukan saya yang jualan. Link pembeliannya nanti di pojok kiri atau di bawah deskripsi ya. Intinya tinggal kalian sesuaiin aja dengan budget atau kebutuhan kalian kayak gimana. Kalau mau yang tipis ringan bisa ambil Techno. Kalau kencang tapi ringan ambil Axio. Kalau mau ambil yang AI ambilnya Advance. Tapi AI-nya itu cuman gimmik doang sih. Advance Work AI. Karena AI-nya juga sebenarnya sama aja, tapi Advan itu kencang karena dia pakai prosesor seri H dan RAM-nya 16 GB. Kalau mau yang mainstream kayak orang pada umumnya ya ambil Acer. Dan kalau mau yang compact sekaligus bisa buat gengsi mungkin bisa ambil si MacBook New. Bebaslah tergantung kalian. Kalau misalkan kalian punya pilihan lain di antara lima laptop yang kita rekomendasikan, tulis aja di kolom komentar untuk ngebantu yang lain juga yang bingung pengen beli laptop apa. Bebas. Oke, jadi mungkin cukup segitu aja. Sayaudi and see you on the next video.
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menantang batas desain konvensional. Melalui Tecno Pova Slim, industri disuguhkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...
TECNO yang selama ini dikenal agresif di pasar ponsel pintar kini mencoba mendobrak pasar tablet lewat kehadiran Megapad 11. Langkah berani ini langsung memicu rasa...

















