Mending MANA ?! Perang 3 Hape Midrange yang Pualing Banyak di REQUEST !! (YouTube Video)
Di video review Motorola 860 Fusion kemarin, banyak banget yang minta dia untuk dibandingin sama Samsung Galaxy A56 dan juga Techno Cemon 40. Tapi sebenarnya kalau sama Techno Camon 4 ini bukan kelasnya lah ya, karena beda harga. Tapi karena banyak yang komen, ya udahlah kita bandingin. Tapi ngomongin pasar midrange ini emang gila ya. Kayaknya tiap minggu, tiap bulan ada aja gebrakannya. Semuanya itu klaim paling ngebut, paling kencang, kameranya paling bagus, semuanya paling-paling lah. Ibarat Tinder pilihan ceweknya itu banyak banget. Tapi bedanya kalau Tinder kan tinggal swap-swap aja ya. Nah, ini kalau dibeli semua ya boncos. Makanya kita harus pintar-pintar milih HP biar enggak nyesel. Nah, di sini udah ada 3 HP requestan kalian untuk di-compare. Jadi, kita akan bagi menjadi beberapa ronde. Ronde pertama, langsung aja ronde desain. Si Motorola 860 Fusion ini HP yang dipegang pertama kali sih. Wih, feel-nya itu udah beda. Langsung kerasa auranya. Layarnya itu melengkung di keempat sisinya. Mereka sih sebutnya quat curve piolet ya yang secara tampilan jadi terlihat lebih mewah, futuristik dan megangnya pun jadi kerasa lebih ergonomis. Bagian belakangnya punya finishing material kulit vagan combo curve sama vegan leader-nya ini kalau kita pakai tanpa casing dipegang dengan satu tangan itu feel-nya enak banget. Dia juga udah punya sertifikasi AP rating class flagship AP68 dan 69 dan di depannya pakai Gorning Gorilla Glass 7i. Penandang kedua si Samsung Galaxy A56. Samsung seri A ini ibarat anak baik-baik di kelas lah ya. Desainnya itu familiar, gak neko-neko tapi tetap enak dilihat dan elegan. DNA desain Samsung-nya kentel banget. Beberapa netizen bilang, "Ah, desainnya gitu-gitu aja bosan." Tapi jangan salah ya, desain yang konsisten ini juga bisa menjadi branding. Walaupun memang entah kenapa Seri A sama seri S-nya kayak mirip-mirip juga. Tapi kayaknya Samsung milih jalur aman di desain ini dengan nambahin bingkai kamera yang beda dengan generasi sebelumnya si A55. Soal IP rating, Samsung kalah sama Motorola. karena masih pakai IP67. Tapi soal proteksi kaca, Samsung lebih unggul dengan pakai Corning Gorilla Glass Victus Plus. Lanjut. Penantang ketiga ada Techno Cemon 40. Teekno Camon ini cukup unik pendekatannya. Secara desain dia terinspirasi dari kamera-kamera jadul dulu, tapi tetap ada unsur modernnya. Jadi dia terinspirasi dari Range Finder Classic. Ada aksen-aksen elemen desain, kamera jadul yang ikconic gitu. Terus untuk bel quality-nya sih memang dia pakai plastik karena ya sebenarnya bukan kelasnya ya. Ini masa R jutaan dibandingin sama R jutaan. Memang netizen tuh kalau request kadang suka aneh-aneh. IP rating dia di IP66 dan proteksinya pakai Panda Gl. Kalau harga enggak jadi kendala di antara ketiganya, desain dan F genggamnya sih saya suka Motorola ya. Vegan leadernya itu nyaman, curve-nya juga enggak gampang touch. IP rating-nya juga udah sekelas flagship. Jadi di ronde ini karena Samsung juga desainnya mungkin kurang fresh buat saya, jadi saya kasih poin ke Motorola. Rode kedua layar. Untuk speknya kalian bisa lihat di sini. Jadi Samsung dan Motorola itu sama-sama OLED 120 Hz, XDR10 Plus ada Techno. Sekali lagi mohon maaf, tapi sebenarnya bukan kelasnya. Ini cuman permintaan netizen aja. Dia udah OLED tapi belum support HDR. Brightness Motorola yang paling terang. resolusi juga Motorola yang paling gede. Dan pas kita tes untuk color akurasinya, kalian coba lihat aja ya tes kita di sini. Motorola lebih punya banyak mode dan ketiga modenya Motorola juga color akurasinya yang paling banyak. Atau ibaratnya gini deh gampangnya kalau misalkan 100% SRGB dengan 120% SRGB gitu ya. 100% SRGB itu anggap aja dia 24 kotak pensil warna. Tapi kalau 120 sekian SRGB berarti dia 28 kotak warna. Warnanya lebih banyak. Kalau warnanya lebih banyak, jadi warna yang ditampilkan itu bisa lebih akurat. Di ronde kedua untuk layar juga pemenangnya masih Motorola. Wah 20. Rode ketiga kita masuk ke performa. Tapi sekali lagi, Camon ini sebenarnya bukan kelasnya, Guys. Karena chipsetnya aja masih chipset entry level yang pas kita tes AnTutu yang bisa keinstal itu AnTutu yang 3D light ya, bukan yang 3D standar. Yaitu AnTuTu yang untuk class entry sih. Skornya itu R00.000-an. Samsung pakai chipset dia sendiri, Exyos 1580 yang skornya di Rp900.000-an. Motorola pakai chipset midrange MediaTek dengan diamond City 9.400, skornya 600.000-an. Lihat aja nih hasil tes kita di beberapa game, baik Motorola, Samsung, ataupun Techno Cemon 4. Jadi di segmen performa ini Samsung 1210. [Musik] Ronde keempat, software. Software-nya Motorola ini juga enggak bisa dipandang sebelah mata ya. Walaupun dia stok Android, tapi dia enggak ada bloodware jadinya enteng dan lebih satset. Dan selain stok Android, dia juga punya AI sendiri, punya gesternya sendiri. Contohnya ada fitur moto action gester set tuh. Ini bisa sulap jadinya. Soalnya itu kalau buat buka kamera tinggal kita twist-twist seperti ini aja, banyak loh gesternya yang bisa kita pelajari di mutu action-nya. Terus ada AI fature juga buatan mutu sendiri. Ada catch me Up buat summarize semua notif, image, dan playlist audio. Dan ada PE Tensi juga buat transkript meeting. Kalau EA yang sama Google sih jelas ada juga kayak object Era, Circle to Search ada. Terus Smart Connect ini ekosistem andalannya Motorola juga ada, tapi lebih lengkap dibandingkan dengan Motorola G45 5G. Sekarang bisa connect ke PC, ke tablet, ke smart TV, ke Watch dan banyak lagi. Dan ekosistemnya benar-benar mantap. Transfer file dengan mudah, tinggal drag and trop aja jadi emulator bisa jadi webcam bisa, jadi desktop experience kayak Samsung juga bisa. Lengkaplah. Tapi soal software update, sayangnya kalah sama Samsung ya. Dia software update-nya 3 tahun, untuk security update-nya 4 tahun. Samsung 6 tahun dengan security update-nya 6 kalau enggak 7 tahun. Dan Samsung jelas dengan OneUI 7-nya yang juga terkenal banget dengan fiturnya. Bisa dibilang buat custom UI, OneUI 7 ini yang paling nyaman dipakai. AI-nya juga punya sendiri selain punya Google. Jadi ada best face buat cari best expression dari gambar. Ada AI select yang bisa bikin gift dari video dan gambar. Ada AI translation juga. Custom filter kayak di S series pun juga ada. Walaupun beberapa fitur Galaxy AI di S series ada yang enggak turun ke sini tapi udah cukup lengkap lah. Contohnya yang enggak turun itu ada audio Eraser, ada drawing assist dan lain-lain. Tapi basic need AI-nya masih ada. Sayangnya kalau dibandingkan dengan Motorola H60 Fusion di Samsung A56 ini gak bisa smart connect, gak bisa Samsung Dex. Jadi Samsung Dex-nya cuma tersedia di seri S atau seri flagship-nya. Kalau Tol dia pakai iOS yang menarik juga loh. Walaupun bukan stok Android tapi minim banget bloodware-nya. Walaupun ya jadinya enggak sesimpel Motorola ya, tapi fitur-fiturnya lumayan. Nih, lihat aja AI-nya di bagian setting lumayan banyak buat kelas harga segini. Software update-nya 3 tahun sama kayak Motorola. Ronde ini jujur menurut saya agak sulit ya kalau tekno sekali lagi mohon maaf tekno sebenarnya bukan kelasnya sulitnya itu di Motorola dan juga Samsung. Karena buat kelengkapan ekosistem dengan smart connect ada Motorola. Nah Samsung A56 AI-nya ada, OneUI7-nya bagus tapi Samsung Dex-nya enggak ada. Tapi software update-nya lebih panjang sampai 6 tahun. Tapi versi DKID saya pilih Motorola sih untuk software-nya ya. terutama untuk smart connect-nya karena benar-benar seless banget dan ketika kita nge-review saya kasih saran kalau misalkan smart connect-nya itu bisa ke tablet dan dia langsung ngeluarin moto60 Fusion bisa dikoneksikan ke tablet. Jadi dengerin feedback juga. Jadi poinnya saya kasih ke Motorola lah. Kalau kalian kira-kira untuk software pilih mana deh? Pilih software-nya Motorola yang stok Android simpel aja kayak Google Pixel atau OneUI 7 di Samsung. Coba tulis di kolom komentar ya. Tapi di seri ini aja ya, bukan di seri S atau seri flagship-nya. Ronde kelima. Wah, ini ronde yang paling menegangkan sih kamera karena Techno Cemon 40 ini kameranya itu juga dibanding-bandingin sama Samsung dan juga Motorol. Padahal harganya R2 jutaan. Untuk spesifikasi kamera ketiganya kalian bisa lihat di sini aja. Jadi, main kameranya itu sama-sama punya 50 megapel OI. Sisa konfigurasinya sama, enggak ada tele, adanya ultrawide. dan selfie kamera, mutu dan tikno sama-sama 32 megapel, sedangkan si Samsung cuma 12 megapel. Tapi resolusi itu bukan satu-satunya faktor foto biar lebih tajam. Oke, sekarang kita cobain kameranya ya. Ini ketiganya saya coba kamera depannya. Untuk tekno dia bisa 2K 30 FPS, sementara Samsung Motorola bisa 4K 30 fps. Nah, sekarang kita coba untuk jalan sedikit aja. Nah, kayak gini kualitasnya dan dynamic range coba ya ke bawah, Tom. Nah, untuk dynamic range kira-kira seperti ini. Hmm, kalau di layarnya ini sama-sama dynamic-nya kurang ya. Jadi, layar dan juga eh sori langit dan juga temboknya kayak kurang terlihat gimana gitu. Oke, sekarang kalau misalkan kita gunain untuk jalan mundur. Nah, kayak gini coba. Kalau POV-nya sih luas di take no camon ya. Nookon POV-nya lebih lebar. Luwih gak tuh? Lebih lebar. Terus kalau Samsung yang POV-nya paling pendek ya. Sementara Motorola juga POV-nya juga lebih lebar. Kamera belakangnya si Techno Camon 4 dia bisanya 2K 30 fps sama kayak kamera depannya tadi. Sementara Samsung dan juga Motorola belum bisa 4K 60 fps, 4K 30 fps juga cuman mereka ah bisa pindah. Jadi dari ultrawide ke main-nya bisa pindah tapi patah ya. Jadi enggak ada animasi kayak zoom in buat pindah antara ultrawide dan min kamera. Nah, untuk hasilnya kira-kira seperti ini. Kita coba kalau misalkan untuk dynamic range coba turun, Guys. Nah, dan kita coba lihat belakang aman-aman aja. Nah, sekarang kita cobain untuk kestabilannya. Dan untuk kestabilannya kira-kira seperti ini. Ini saya jalan mundur dan sekarang anak-anak jalan mundur. Nah, gantian. Kira-kira seperti ini nih. Terus kalau misalkan untuk penning, coba pning ini kita enggak pakai pakai health manusia dua tangan. Jadi kira-kira seperti ini kalau misalkan digunakan untuk orbit dan untuk detail. Coba ya. Ini dimarahin ibu saya pasti. Aduh enggak apa-ap lah ya. Ah ini coba fokus ke saya ganti enggak fokusnya. Satu loh anakku. 1 2 3 Coba B C Samsung lagi 1 2 T buat hasil selfie-nya mirip-mirip sih ya skin t-nya juga mirip-mirip CON surprisingly di kelas harganya juga masih cakep loh. Skin t-nya juga mirip-mirip dan kalau di zoom ketiganya detail jerawat dan keringat saya juga sama-sama masih tajam. Buat warna ketiganya natural daun enggak berubah warnanya. Samsung lebih vivit, Motorola lebih bagus di dynamic range dan lebih tajam. Tapi tun warna Samsung kalau mau ready to upload cakep, vivit gitu warnanya. Tekno juga enggak kalah bagus dengan harga yang benar-benar terjangkau. Tapi ya ada beberapa detail yang hilang. Background juga kadang masih over expos. Kalau dari ultrawide saya sih suka moto ya. Tchno wajahnya terlihat sedikit blown out, enggak ada tekstur detailnya. Dynamic risang-nya masih cukup walaupun paling flat di antara yang lain. Moto itu white balance-nya natural dan tun kulitnya realistis. Detail wajah juga tajam. Sementara Samsung tun-nya warm, kontrasnya lumayan tinggi. Kalau dizoom sama-sama pixelated, tapi si Moto lebih bisa nangkap cahaya dan lebih acceptable lah dari sisi detail dan ketajamannya juga lebih better. Buat main kamera, Tikno cenderung netral warnanya. Rumput terlihat agak kusam. Detail lumayan tajam di subjek, tapi ada sedikit noise di area bayangan. Skin tone agak cold dikit, kurang hidup. Motorola sih warnanya yang paling akurat, seimbang. Hijau rumputnya natural, warna kulit juga realistis. Dynamic range di langit juga tetap muncul. Bayangannya tetap detail, kesannya lebih profesional Motorola karena warnanya pas dan kontrasnya seimbang. Samsung sekali lagi ciri khasnya Samsung Vivit paling panci terus rumput jadi terlihat lebih hijau. Detail cukup bagus tapi agak sedikit oversarpented, sedikit crispy lah istilah kerennya. Dynamic rin juga cakep tapi bayangan cenderung agak gelap. Kalau pakai put rate kemon udah berubah warna ya, tinggal moto dan Samsung yang paling cakep. Muto lebih dramatis kalau Samsung tetap dengan ciri khasnya yang panci tapi bokehnya tetap bagus. Buat fitur lain dari sisi kamera yang saya salut sih tekno ya di harga segitu dia udah punya namanya flash snap atau kita bisa gunain untuk foto objek yang bergerak. Walaupun kalau misalkan Samsung dan juga Motorola itu dia enggak punya tapi kalau misalkan saya compareek dibanding Samsung Techno Camon 4 bisa dapat fokus yang lebih baik. Tapi kalau sama Motorolla Motorola fokusnya lebih cakep sih ketimbang cam ya dan rumputnya juga natural. Tapi kalau sukanya warna yang profesional artinya itu warnanya natural ya. Enggak meleset dari warna aslinya. Motorola Techno di kelas harganya juga surprisingly good. Jadi dari ronde kamera ini sebenarnya susah ya. Nah, ronde kamera ini karena juga subjektif juga saya lempar ke kalian aja kira-kira dari ketiganya bagus yang mana. Rode keenam, baterai. untuk baterai Techno Canon 40 dan juga si Motorola punya kapasitas baterai yang lebih gede dibanding Samsung 5.200 mAz. Cuman kalau untuk daya tahan baterainya mirip-mirip sih. Kalian bisa lihat datanya di sini karena ya ketiganya ini udah kita tes di tahan baterainya mirip-mirip. Tapi kalau kita ngomongin fast charging, motor lebih unggul karena yang paling gede dengan 68 watt. Tapi saya masih salut sama Samsung sih karena dia udah keluar dari zona nyaman 20 watt-nya udah 45 watt. Jadi saya kasih apresiasi jugal lah. Tapi di ronde baterai ya pemenangnya mutu. Ronde ketujuh ini ronde ya bonus aja lah ya. ronde fitur lain. Kalau buat sensor-sensor semuanya sama-sama oke, lengkap. Hardware Jaro ada, tapi Samsung proximity-nya visual ya, bukan hardware. Paling yang perlu saya highlight itu kecepatan fingerprint-nya. Ketiganya udah punya under display fingerprint yang paling cepat itu ada di Motorola kayak pakai ultrasonic gitu. Sementara Samsung dan Techno Camon masih pakai optical. Jadi harus dipencet agak lama untuk ngebuka. Kalau up feedback cemon paling geter-geter geli. Moto masih oke tapi lebih oke Samsung. untuk F ttta dan getarnya Samsung itu kayak kerasa lebih mahal aja. Di ronde ini saya juga jujur bingung ya karena Samsung hardic feedback-nya enak tapi fingerprint-nya kurang cepat ya. Saya kasih Samsung aja lah karena saya lebih sering pakai heptic feedback ketimbang pakai fingerprint. Ronde terakhir harga. Ah, nah kalau untuk harga jelas si Techno Cemon 40 sih pemenangnya karena harganya dia cuma di 2,8 juta aja. Samsung A56 sekarang harganya di R5,6 juta. Sementara Motorola ada di 5,5 juta. Wah, akhirnya ya CEN ada yang menang juga yaitu dari sisi harga 2,8 juta ya hampir dua kali lipat. Saya kadang juga bingung kenapa netizen request-nya itu HP R jutaan dicomparein sama R jutaan. Kan enggak make sense. Kesimpulannya dari total poin yang diraih pemenangnya versi DKID dari 3 HP requestan kalian ini adalah Motorola ya dengan total skornya dapatnya segini. Tapi ya tiap orang itu biasanya beda preferensi ya. Kalau misalkan kalian enggak sependapat dengan kita bebas enggak ada masalah. Coba kalian tulis di kolom komentar dari ketiga HP ini, mana yang menjadi jagoan kalian. Karena mungkin ada yang pilih Samsung karena emang udah kecanduan sama One UI-nya. Ada yang pilih Techno karena jelas harganya. Ada yang pilih Motorola karena desain dan smart connect-nya yang emang terlalu OP buat di kelasnya. Apapun pilihannya ya terserah kalian lah ya. Link pemelinnya udah saya taruh di kolom deskripsi. Kalau misalkan kalian pengin compare HP lain dan kalian suka dengan konsep video kali ini, tulis aja di kolom komentar. Pasti saya kasih lagi video kayak gini. Dan jangan lupa like dan juga subscribe juga ya biar saya juga lebih semangat.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















