Jungkat

Mending POCO X8 Pro Max atau Pro Biasa? (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Poco X8 Pro Max ini bahaya banget. Punya chipset ngebut, baterai badak, dan layarnya yang gede. Tapi worth it enggak sih dengan harga yang dikeluarin? Atau jangan-jangan Poco X8 Pro tanpa Max aja udah cukup buat kalian dari tes dan perbandingan yang gua lakuin ini. Komplain gua apa aja? Yuk, kita bahas. Oke, buat unboxing kali ini cepat aja ya karena isinya mirip banget sama Poco X8 Pro kemarin. Bedanya ke taman embel-embel tulisan Max. Pas dibuka langsung disambut bok kuning tipis yang isinya SIM injector, kertas yang enggak ada harga dirinya, sama case hitam yang cukup lentur. Terus di bagian bawah ada HP-nya, kabel type A to type C, dan kepala charger 100 wat. Pastinya langsung disambut sama logo si kuning dan Hyper OS3 berbasis Android 16. Lanjut setup awal kayak biasa dan sempat sebel pengen ancek FF ini tapi enggak bisa sekaligus. Huh. Dan setelah kelar, gua cek storage-nya udah kemakan sekitar 36an gig dari total 512 punya gua. Impresi gua sama HP ini bukannya salvox sama desain, tapi malah warnanya dong. Ngomong-ngomong warna jeruknya ke mana ya? Jadi buat yang enggak tahu, Poco X8 Pro Max ini rebranding dari Redmi Turbo 5 Max yang punya warna orangen di Cina sana. Kenapa enggak dibawa ke global nih? Dan kalau dibandingin sama teman seperjuangan, si Poco X Pro yang udah gua review juga di video kemarin, ada beberapa perbedaan yang menarik mata. Pertama, kalau di X8 Pro gundukan frame lensanya udah terkubur. Di HP ini dibangkitin lagi ya dan jadi kayak nyatuin dua lens dibikin flat. [musik] singkatnya ya cuma perkara ada dan ketiadaan gundukan itu aja sih. Habis itu di sebelah kamera modul ada dua bulatan putih yang pas dilihat pertama kali pasti bikin mikir deh betapa ada dua fres dan ternyata fres-nya tetap cuman satu kok di bagian atas barengan sama flicker atau light sensor yang fungsinya buat bantu ngurangin efek lampu yang kadang suka kedap-kedip di video. Sementara yang bawahnya itu infrared yang mana kalau di Poco X8 Pro ada di bagian frame atas. selebihnya mirip frame masih dari metal dengan material black fiber glass yang jangan kegoocek dia bukan 100% dari kaca ya melainkan bahan campuran dari serat kaca sama resin pasti bahan ini yang biasanya bikin lebih enteng dan lebih tahan benturan dibanding beg yang murni dari kaca tuh di sebelah kanan ada volume dan power button itu kosong di atas ada speaker sama mic terus di bawah ada speaker lagi port type C mic dan dual sim slot card yang enggak bisa tambah memorin itu yang cukup berasa beda ada di ukuran varian Pro Max ada di 6,83 inch, sedangkan Pro 6,59 dengan beel yang terlihat hampir simetris. Tapi sebenarnya dagunya sedikit lebih tebal ya di 1,78 mili sedangkan sisi lainnya 1,5 mili. Buat gua pribadi si Max ini emang lumayan berasa gede pas digenggam sih, cuma nilai plusnya lebih enak dibuat nge-game ataupun nonton. Dan perbedaan terakhir, selain lebih gede, tentu Pro Max ini lebih berat juga selisih 17 gr dibanding varian Pro biasa. [musik] Oke, kita lanjut ke spesifikasi yang lengkapnya kalian bisa langsung lihat aja di layar. Bisa di-pause dulu kalau butuh menyerap informasinya lebih lama. Paling yang pengen gua ingetin lagi, apa aja perbedaan Poco yang pakai Max ini dengan yang X8 Pro tanpa Max? Pertama kayak yang gua sempat bahas sebelumnya ada di layar, tapi buat refresh rate, pick brightness sampai ke PWM diming-nya sama ya. Habis itu bagian yang paling ngebedain adalah chipsetnya. X8 Pro Max ini pakai Mediatek Diamond City 9500S yang bisa dibilang versi lebih jinak dari seri flagship-nya Diamond City 9.500. Dimensity 9500S ini bisa dibilang penantang Snapdragon 8 gen 5 yang sama-sama berfabrikasi 3 nm. Ya, salah satu HP yang pakai chipset ini ada IQ 15r. BTnya like video ini kalau butuh gua duelin kedua HP ini. Oke, bakal seru kayaknya. buat benchmark dari hasil tes gua, skor anutunya dapat di 2,9 juta sekitar 41% lebih tinggi dibanding X8 Pro yang punya skor 2,09 juta. Plus buat yang kepo, sekarang gua cantumin Anutu dari Poco F7 yang ada di 2,31 juta. Dan di sini kelihatan ya kalau secara kelas Poco F7 masih di bawah X8 Pro Max. Terus buat yang tanya, "Bang, Poco F8 regulernya ke mana?" Hah? Buat yang enggak tahu dari berita yang gua dapat emang Poco enggak bakal keluarin versi regulernya. Jadi cuman ada F8 Pro dan F8 Ultra. Terus buat Geekbench juga sama X8 Pro Max jauh lebih tinggi dibanding X8 Pro dan Poco F7 mau single core ataupun multicore. Dan biar lebih afdol, kita tes juga 3D Max rest yang punya baseook 46% lebih tinggi dibanding varian Pro tanpa Max dengan stabilisasi lebih rendah 11%. Kalau dari angka-angka benchmark barusan sih perbedaannya lumayan berasa ya. Jadi bukan upgrade tipis-tipis, tapi gimana kalau pas nge-game? Apakah suhunya bisa lebih adem karena cooling systemnya lebih luas 500 mm²? Nanti kita tes di bagian gaming. Lanjut ke kapasitas baterai yang lumayan lompat jauh ke 8.500 mAh. Beda 2000 mAh sendiri tuh sama varian Pro tanpa Max. Kalau buat charging-nya sama-sama di 100 watt dan support 27 watt wiet reverse charging. 27 watt ini lumayan gede ya. Jadi ini HP udah kayak powerbank berjalan juga. Kalau buat kamera hampir mirip. Keduanya di 50 megap white, 8 megapel ultra wide, dan 20 megap selfie. Tapi ada bedanya di sensor kamera utama. Varian Pro Max pakai Lite Fusion 600, sementara varian Pro pakai Sony AMX 882. Buat spek lainnya yang ngebedain lagi di versi Max udah support e SIIM sedangkan Pro belum. Dan dari sisi fingerprint Max-nya udah 3D ultrasonic. Jadi lebih cepat dan enggak ada sinar-sinar kehidupan pas kita sentuh layarnya. Terus buat perlindungannya gua mau koreksi dikit dari video sebelumnya yang gua bilang X8 Pro ini sampai IPK. Tapi sebenarnya yang IPK itu versi Pro Max-nya. Di X8 Pro ini baru IP68 aja. Jadi mohon maaf. Gimana dengan Hetic feedback? Sama kayak versi pro biasa. Eh, pro biasa, pro tapi biasa. Aneh banget dah. Intinya sama-sama solid, getarannya enggak yang lemah gitu. Untuk OS update cukup lama. Kedua HP ini dapat 4 kali Android dan 6 tahun security [musik] patch. Dan terakhir buat speaker di X8 Pro Max ini bisa sampai 400% dan emang berasa lebih kencang sih dibanding X8 Pro biasa. Oke, salah satu hal yang bikin gua penasaran sama HP ini. Apakah kamera belakangnya masih endut-endutan? Yes, masih ada kedutan tipis saat di bawah jalan gini, Guys. Cuman positifnya secara gambar dan boke udah termakuk baik. Tapi gimana kalau kita bandingin sama Poco X8 Pro biasa? Yuk kita tes. Eh, tapi sebelumnya kalau kalian suka sama video ini, boleh bantuin gua buat like video ini ya. Thank you. Pertama buat selfie bisa gua bilang mirip cuman di beberapa foto di versi Pro Max muka gua lebih dicerahin gitu ya. Dan ini tergantung selera aja lebih suka yang mana. Untuk kamera belakang punya gambar yang overall mirip. Paling kalau dilihat lebih detail di beberapa foto secara warna ada sedikit perbedaan. Selebihnya mirip aja kalau dilihat pakai mata jelata gua. Kalau buat resolusi videonya sama 1080p 60 selfie dan 4K60 kamera belakang. Sedangkan ultrawide-nya di 1080p30 aja. Dengan kualitas yang mirip juga udah termakud oke. Kecuali gua ada ketemu dua hal menarik di sini. Pertama, saat kita zoom jauh, entah kenapa gambar di X8 Pro Max terlalu tajam. Kontrasnya ketinggian. Jadi gambarnya enggak senatural X8 Pro biasa. Cuma di sisi lain dan yang kedua nih buat selfie justru gua lebih suka hasil dari Pro Max karena muka gua terlihat lebih natural. Sedangkan di X8 Pro enggak secerah Max-nya dan kadang bisa agak kemerahan dibanding Pro Max dengan dynamic range yang bisa dibilang mirip. Oke, selain kita bisa tahu performa dan suhu saat gaming di HP ini, gua juga penasaran seberapa efisiensi konsumsi dayanya. Apalagi kalau dibandingin sama Poco X8 Pro biasa. Dan kita mulai dari Genin settingan highest 60 fps yang hasilnya mantap. Bisa dapat FPS rata-rata sempurna di 60,1. Suhunya juga masih tergolong aman di sekitar 44,5 derajat. Jadi belum yang dibikin was-was. Buat konsumsi dayanya sendiri selama 30 menitan main baterai berkurang 8%. Nah, kalau dibandingin sama tes gua sebelumnya di Poco X8 Pro, baru berasa perbedaannya yang max enggak. FPS itu lebih tinggi, suhu juga lebih adem 1 derajat, dan yang paling berasa itu konsumsi baterainya yang lebih hemat sampai 4% untuk durasi dan settingan yang sama. Jadi baterai 8 mAh ini bukan pajangan doang. Terus gimana kalau dites game yang lebih berat kayak wooding website dengan mentok rata kanan? Kalau di X8 Pro kemarin itu sempat turun ke 46,9 FPS. Pro Max-nya ini jauh lebih baik di 56,4. cuman konsekuensinya suhu ikut naik jadi sekitar 45,8 derajat. Tapi menurut gua ini masih di kategori wajar ya buat game seberat ini. Sedangkan Poco X8 Ultra itu karena mungkin FPS-nya enggak terlalu dipush, suhunya lebih adem di 43,5. Dan yang menarik walaupun performanya lebih tinggi, konsumsi baterainya tetap lebih hemat 3% dibanding Poco X8 Pro. Intinya buat game yang relatif lebih ringan kayak Genin, si Max ini bisa kasih performa yang mentok sambil tetap [musik] adem dan irit baterai. Sedangkan di game yang lebih berat kayak Wa, HP ini tunjukin performa yang signifikan dibanding versi pro biasa. Oh ya, sedikit aja kalau ngomongin iklan ada sedikit perbedaannya. Entah kenapa list yang ada di app bawaan Mi Video enggak muncul loh. Beda sama X8 Pro yang diselipin tiap beberapa video sekali. selebihnya kalau gua coba cleaner, security scan, dan lain-lain enggak keluar iklan sih. Kalau buat Hyper OS3-nya cek video ini buat detailnya. Oke, [musik] HP ini punya tiga warna, ada hitem, putih, sama biru yang gua pakai ini. Terus buat varian dan harganya gua ambil dari Poco Singaporea ya, yang mana lagi ada diskon [musik] tuh, yaitu 12+ 256 gig di harga Rp7 juta dan 12+ 512 sekitar R,5 juta. Gua rasa kalau masuk Indonesia nanti harganya enggak bakal jauh dari ini sih atau malah bisa lebih murah karena keseringan harga resmi di Indonesia lebih bersahabat. [musik] Cuman yang pasti bakal dibawa R,5 jutaan sih. Karena itu udah masuk areanya harga Poco F8 Pro. Kalau boleh tebak ya mungkin di kisaran 6 sampai R jutaan. Kita tunggu aja ya kejutan dari Poco Indonesia nanti. Oke, jadi kalau bisa gua rangkumin, perbedaan antara Poco X8 Pro dan versi Max-nya sebenarnya cuma beberapa poin aja, tapi efeknya punya pengaruh yang lumayan berasa. Yang paling utama ada di chipset. Versi Max-nya. ini pakai diamond City 9500S yang levelnya udah bukan upgrade tipis, tapi udah naik kelas dibanding 8.500 Ultra. Habis itu baterainya enggak ngotak, selisih 2000 mAh atau lebih besar 30%. [musik] Selebihnya di Max ini udah support eim dan 3D ultrasonic fingerprint. Paling yang jadi kompromi yang ukurannya yang gede sih dan lebih berat juga. Belum tentu cocok buat semua orang walaupun di sisi lain layar gede itu kasih pengalaman nonton dan nge-game yang lebih nyaman. Sama perlu diingat, penyebaran area panasnya juga lebih luas. Jadi kalau emang kalian tipe yang barbar, pakai hampir 24 jam nonstop, terus kerja bagai kuda dari HP, nge-game tiap waktu sampai udah kayak mau ikut turnamen dunia, [tertawa] maaf terlalu lebay kalau itu. Intinya butuh HP yang ngebut dan badak. X8 Pro Max ini lebih cocok sih, tapi kalau kebutuhan kalian gak seganas itu dan pengen HP yang tetap kencang, baterai masih awet di pakai seharian tapi dengan harga yang lebih terjangkau, Poco X Pro udah cukup banget kok. Tapi kalau dari Poco X7 Pro mending upgrade ke X8 Pro atau Pro Max-nya, Bang? Nah, ini pertanyaan menarik. Jadi kalau kalian ngerasa performa dan baterai Poco X7 Pro sekarang masih kurang memuaskan, Poco X8 Pro Max ini bisa kasih lompatan yang besar ya. Cuma ya itu konsekuensinya budget yang harus disiapin juga karena pasti lebih besar. Tapi kalau kalian ngerasa performa dan baterai X7 Pro sebenarnya udah cukup dan lebih pengen ngerasain HP yang feel-nya lebih premium, Poco X8 Pro biasa menurut gua lebih pas. Apalagi sekarang frame-nya udah metal dan pecinta lampu joget-joget bakal senang nih. Chipset sama baterai sebenarnya ada upgrade tapi buat gua enggak signifikan. Cuman kalau ternyata Poco X7 Pro yang kalian pakai sekarang masih aman-aman aja, performance masih cukup, baterai masih oke, dan secara pemakaian juga enggak ada masalah, ya enggak usah permata juga sih, simpan aja dulu duitnya buat hal-hal yang lebih penting. Apalagi gua juga sempat bikin video Poco X Pro setelah setahun dan sejauh ini HP itu masih bagus banget buat dipakai bahkan di 2026. Jadi kalau belum nonton bisa cus cek video ini ya. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Poco X8 Pro

POCO X8 Pro hadir sebagai smartphone dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, dan sistem kamera yang lengkap dalam satu perangkat. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang aktif dalam berbagai aktivitas digital. Konsep "Kualitas Flagship dengan nuansa premium" tercermin dari kombinasi spesifikasi yang digunakan. Setiap komponen dirancang untuk...

Poco X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max hadir sebagai smartphone kelas tinggi yang mengusung fokus utama pada performa dan pengalaman penggunaan premium. Perangkat ini membawa chipset MediaTek Dimensity 9500s dengan proses fabrikasi 3 nm. Konfigurasi CPU terdiri dari satu inti Cortex-X925 hingga 3,73 GHz, tiga inti Cortex-X4 hingga 3,3 GHz, dan empat inti...