Jungkat

Mending RX 9070 XT Ketimbang RTX 5070 Ti?? ft. Radeon RX 9070 XT TUF Gaming (YouTube Video)

  • 09/06/2025

Kemarin kita udah banyak nih nge-review GPU dari Nvidia yang terbaru kayak RTX 5080 Astral atau RTX 5070 Ti TF Gaming. Tapi tahun ini kita belum nyentuh GPU AMD sama sekali nih. Dan kalau kemarin itu digembar-gemborin bahwa Radeon RX970 XT itu adalah price killernya si RTX 570 Ti, pas kita lihat harga Indonesianya 13 sampai R7 jutaan ya apa iya itu bakal tetap menjadi price killernya RTX 5070 T. [Musik] Sama seperti kotak GPU AMD pada umumnya, kotak dari GPU ini didominasi sama warna hitam dan merah. Dan isinya juga enggak terlalu berbeda sama RTX 5070 Ti TF yang kita review kemarin. Ada GPU-nya itu sendiri, beberapa kitab garansi, thank you card, stiker-stiker tough gaming, dan ada GPU stand yang bisa jadi screwdriver juga. Desain dari GPU-nya juga sama sekali enggak berbeda dari RTX 5070 Ti TF. Jadi masih memakai body yang sama, back plate-nya pun desainnya sama dan punya panjang yang bisa sampai 33 cm dan tebal sekitar 6 cm lebih. Enggak lupa GPU ini juga dilengkapi tiga fans super rapat buat pendinginannya. Yang menjadi pembeda hanyalah untuk yang 9070 XT ini ketimbang memakai 12 VHPWR, dia memakai 3 * 8 Power PIN yang berarti TDP-nya sudah di atas 300 wat lebih. Konektivitas di bagian bokongnya ada tiga display port 2.1A dan 1 HDMI 2.1B yang berarti GPU ini udah bisa 8K10 Hz atau 4K 240 Hz tanpa dikompres di S. Lalu buat spesifikasi GPU ini mempunyai VR RAM sampai 16 gig GDDR6 dengan 4096 stream prosesor, memori speed 20 GB/interface PCI Gen 5 dan berdasarkan arsitektur RDNA4. Base clock-nya kurang lebih sama dengan GPU AMD sebelumnya di 1600-an MHz. Namun boost clock-nya sekarang mencapai 3.000an MHz ketimbang di 7.800 XT hanya 2.500-an dan itu menjelaskan mengapa TDP-nya bisa mencapai 304 wat. Kalau dibandingkan sama 5070 Tiff kemarin, VRAM-nya ini sama sama-sama 16 gig. Hanya aja kalau yang 5070 udah pakai GDDR7, yang ini masih GDDR6 dan GPU ini juga menggunakan stream processor untuk AI workload ataupun FSR-nya. Jadi tidak ada ray racing ataupun tensor core tersendiri. Enggak terasa eksklusif lah ini GPU. Karena kita akan membandingkan ini dengan 5070 Ti TF kemarin, kita akan pakai testbed yang persis sama. CPU-nya memakai core i5 13600K di dalam motherboard Z890 mortar. Power supply-nya kita memakai Montech Titan 1000 watt dan di dalam casing Corser IQ 7000X. Di benchmark sintetis, perbedaan skor antara RTX 5070 Ti dan RX 970 XT itu sedikit banget. Begitupun dengan performa Racing-nya juga kita lihat perbedaannya lumayan tipis. Seharusnya nih kalau berdasarkan data ini performa dari RX 9070 XT di game itu gak akan kelihatan terlalu jauh dibanding RTX 5070 Ti. Tapi ternyata hasil benchmark beberapa game ini cukup mengejutkan. Contoh di Black Mith Wukong di saat Racing on entah kenapa RX 9070 XT ini cuma dapat 48 FPS aja. Itu pun FSR dan frame generation-nya udah dinyalain. Tapi semuanya itu malah berbalik di saat retracingnya dimatikan. ini kemungkinan RTX lebih tinggi itu karena punya articore yang terpisah dari core utama. Sementara kalau AMD itu semuanya tergabung di stream prosesor. Hackwards Legacy juga cukup sama di mana kalau retracing-nya dinyalakan RX 9070 XT ini malah tergolong under perform dibanding RTX 5070 Ti. Tapi itu semua berbalik saat retracingnya dimatikan. Nah, di Monster Hunter WS malah terjadi sebaliknya. Kalau biasanya RTX 5070 Ti lebih tinggi frame rate-nya, di sini malah lebih tinggi RX 9070 XT dan dengan gap yang lumayan jauh pula. Begituun di Cyberpunk 2077 yang biasanya jadi andalannya Nvidia, di sini RX 9070 XT malah bisa mainin settingan rata kanan tanpa price tracing di 177 FPS. Sementara RTX 5070 Ti hanya 155 FPS. Ini membuktikan bahwa optimization tiap game itu berpengaruh besar terhadap hasil benchmark. Apalagi di zaman sekarang GPU itu lebih menjual fitur ketimbang raw performance hardware-nya. Enggak lupa ini ada tambahan Delta Force buat yang suka main game kompetitif secara native resolution dan Horizon Zero Down buat yang suka dengan triple A jadul. Tapi kita enggak bisa tutup mata juga kalau RTX 5070 Ti bisa mendapatkan frame rate yang lebih besar lagi kalau multifame generation-nya dinyalakan. Di sini kita hanya menyalakan frame generation yang biasa agar lebih adil komparasinya. Ngomong-ngomong soal fitur, kita akan masuk ke fitur utama dari RX 9000 series ini. Jadi, FSR 4 yang terbaru ini hanya bisa diaktifkan di RX9000 series. Secara fundamental, FSR 4 ini lumayan berbeda dengan FSR 3.1 sebelumnya. Di mana background dan pedestrian terlihat lebih jernih dan enggak terlalu blur ketimbang FSR yang sebelumnya. Terutama kalau kita melihat poligon-poligon yang kecil. Secara visual mereka punya perbedaan yang cukup jauh dan kalau di Monster Hunter Wilds itu juga bisa malah sekaligus menambah performanya. Dan ini berarti masa depan FSR seharusnya lebih cerah karena bisa memberikan clarity dan kestabilan gambar yang lebih baik dan juga performa yang lebih tinggi. Tinggal kita tunggu aja apakah FSR4 ini bakal di-unlock ke GPU AMD sebelum-sebelumnya atau enggak. Dan yang keren dari seri TAF gaming ini adalah suhunya yang saat dipakai gaming berat ternyata hanya mentok di 56 derajat aja menggambarkan seberapa ademnya GPU AMD kalau di-handle sama Asus. Jadi dari performa tadi kita udah lihat ya kalau ternyata Radeon RX 9070 XT itu udah hampir menyamai performanya RTX 5070 Ti dengan angka yang cukup tipis dan tergantung sama game-nya kadang-kadang malah FPS-nya itu bisa lebih tinggi. Tapi ya balik lagi kalau misalnya kita ngomong game-game yang kita tes aja itu banyak yang lebih kompatibel ke Nvidia daripada ke AMD. Jadi ya kalau misalnya kita lihat secara teknologi di LSS ataupun frame generation yang running di Nvidia itu terkadang lebih kompatibel dan menghasilkan frame rate yang lebih tinggi daripada di RX9070 XT. Tapi balik lagi teknologi FSR 4 yang di mana sekarang hanya berjalan di Radeon RX 9000 series itu teknologinya kemungkinan akan lebih terkenal dan lebih banyak dipakai daripada di LSS yang terbaru. Karena apa? Karena FSR itu masih open source dan nantinya kemungkinan akan kompatibel dengan lebih banyak devices daripada ama di LSS. Di LSS kan biasa ya dia ngunci fiturnya tersebut. Apalagi sekarang yang multiframe generation-nya itu juga masih dikunci untuk RTX 50 series doang. Nanti kalau ternyata AMD bisa membuat teknologi multiframe generation, ada kemungkinan kalau dia akan open ke device-device lain, terutama ke Radeon yang ada di IGP yang biasanya kita temukan di laptop tipis. Dan itu yang gua suka dari AMD sebenarnya. FSR-nya itu diopen ke semua sampai ke RTX pun bisa dapat kebagian gitu. RTX jadul. Nah, tinggal balik lagi. Kalau misalnya konsumen secara data itu masih suka lebih favor ke Nvidia daripada ke AMD kalau misalnya mereka harus membeli GPU di harga yang kurang lebih sama. Seperti di sini, Radeon RX 9070 ting berbeda sekitar Rp3 juta daripada yang RTX 5070 TiF-nya dia. Ya, kalaupun kalian bilang Rp3 juta itu perbedaannya lumayan. Kalau kita udah ngomongin yang satu itu Rp17 juta dan satu lagi Rp20 juta, itu kelihatannya tipis loh, enggak terlalu banyak. Apalagi orang-orang yang biasanya udah beli VGA di harga Rp20 juta, Rp3 juta buat mereka lumayan cincai lah. Tapi kalau gua sendiri misalnya dikasih duit Rp20 juta untuk beli VGA ya gua akan pilih RTX 5070 Ti. Karena kenyamanan makainya itu beda lah untuk dari segi driver sampai ke problem-problem yang suka muncul di AMD biasanya tidak muncul di Nvidia gitu. Dan ya biasanya AMD Bug Report Tool itu udah jadi pengalaman yang cukup pahit sih menurut gua. Walaupun ya saat proses me-review ini di RX 9070 XT itu hampir tidak ada trouble sama sekali. Tapi gimana nih kalau buat kalian? Kalau misalnya kalian mau beli VGA dengan budget Rp20 juta, mendingan ambil AMD dengan kembalian Rp3 juta atau mending Nvidia sekalian?

Lihat di YouTube