Mending yang INI dah, daripada yang ITU! - Review Redmi Note 13 Pro 5G (YouTube Video)
Tahun ini, Xiaomi meluncurkan banyak sekali varian dari Redmi Note 13. Mulai dari varian biasa dengan sub-varian 4G dan 5G, varian Pro dengan sub varian 4G dan 5G juga, dan terakhir yaitu varian Pro Plus. kalau dipikir-pikir, kenapa jadi mirip kayak Realme ya? Pake Pro Plus segala? Kemarin kita udah bahas soal varian biasanya. Nah, sekarang saya mau bahas yang varian Pro-nya. Cuma kebetulan, saya cuma pegang yang versi 5G-nya aja. Jadi nggak bisa ngebandingin dengan yang versi 4g-nya. Versi 5G ini pakai SoC Snapdragon 7s Gen 2, Berbeda dengan varian 4G-nya, yang ternyata menggunakan MediaTek Helio G99 Ultra. Mungkin buat yang belum tahu, G99 ultra ini adalah soc hasil modifikasi Xiaomi, yang mereka klaim meningkatkan performa image processingnya. Dan soc ini sudah digunakan oleh POCO M6 kalau ga salah. Sebenarnya, saya punya sebuah pertanyaan yang terus berputar di kepala saya, soal banyaknya varian dari Xiaomi Redmi Note 13, yang muncul di awal tahun ini. Pertanyaannya adalah, kenapa sih harus dibuat banyak sekali versi dan pilihan? Kalau toh pada akhirnya, gap harga antara varian 4G dan 5G itu cuma sedikit. Kecuali kalau memang mau dibikin banyak varian untuk mengisi celah-celah kecil di setiap segmen. Seperti yang dilakukan oleh Oppo misalnya. Mereka membuat smartphone di semua lini harga. Mulai dari 1 jutaan, 2 jutaan, 3 jutaan, 4 jutaan, dan seterusnya. Nah, ini kan enggak ya! Antar varian itu bedanya cuma 300-400rb aja. Yang mana menurut saya ya, terlalu tipis GAP-nya gitu. Memang sih, uang 400 ribu juga nggak bisa dibilang sedikit. Tapi kita kayak udah bisa nebak gitu, mana yang akan lebih dipilih sama konsumen. Apalagi hasil dari NGADU Redmi Note 13 varian 4G dan 5G kemarin, sangat terlihat jelas kalau varian yang 5G terlihat lebih baik. Walaupun saya yakin, pada akhirnya konsumen juga yang menentukan, mana yang akan mereka beli. BTW Ini sih cuma unek-unek saya aja ya, hehe. Balik lagi soal hape ini. Untuk desainnya, masih terlihat mirip-mirip dengan varian yang lain, dengan setup 3 kamera di bagian belakang, dan satu kamera di bagian depan. Jujur, Saya agak kurang sreg sebenarnya dengan desain kamera di hape ini. Tapi saya suka bagaimana finishing dan warna hape ini. Entah kenapa, walaupun frame hape ini terbuat dari plastik, Tapi waktu dipegang tuh kerasa kayak apa ya enak aja gitu enak banget mewahnya tuh berasa gitu. Terutama bagian back cover, yang punya finishing matte kayak gini. Nyaman digenggam dan nggak ramah sama sidik jari. Balik soal desain, sebenarnya sulit untuk menjadikan bagian desain ini sebagai pertimbangan utama saat mau membeli si hape. Karena sekali lagi, desainnya tidak terlalu menonjol, terlihat biasa aja. Tapi saya nggak bilang jelek ya, bahkan mungkin menurut saya bagus. Hanya saja memang biasa aja gitu. Dari semua varian, bentuknya sama banget! Bahkan nggak cuma untuk Xiaomi, desain begini itu dipakai sama realme sampai infinix bahkan! Jadi kayak desain sejuta umat gitu lho! Yang ngebedain itu cuma finishing bagian belakangnya gitu, sama beberapa perintilan-perintilan tambahan, yang mana sekali lagi, garis desainnya tetap mainstream. Yang sedikit membedakan hape ini dengan hape-hape lain berdesain mirip adalah, softcase berwarna abu-abu tua yang menurut saya justru keren, dan nggak khawatir si softcase akan menguning, untuk jangka waktu yang panjang. Lanjut ke layar, hape ini punya layar berukuran 6,67 inci dengan panel Amoled dan punya refresh rate 120hz. Spesifikasinya persis seperti 2 varian yang kita bahas sebelumnya. Cuman, kecerahan layar di hape ini lebih tinggi dengan kedalaman warna yang lebih tinggi juga, Yaitu mencapai 12 bit. Sebuah layar yang sangat colorful, yang mana jarang kita temukan hape mid range dengan warna layar sedalam ini. Punya resolusi yang lebih tinggi dibandingkan fullhd+, yang mana mereka ngeklaim kalau resolusinya adalah 1.5K, atau lebih tepatnya 2712 x 1220 pixel. Dan saya akui, layar di hape ini sangat tajam! Dari spesifikasinya pun tertulis, kalau kerapatan layarnya mencapai 446 PPI. Kacanya sendiri sudah menggunakan Corning Gorilla Glass Victus ya, yang lazimnya akan kita temukan di hape- hape flagship. Kenyataannya, di mata saya, layar hape ini memang bagus reproduksi warnanya. Secara kasat mata, mirip dengan layar flagship ya, dengan tingkat saturasi yang cukup tinggi khas panel AMOLED. Kita juga bisa nonton konten HDR di layar hape ini, karena sudah support Dolby Vision. Dan layar ini punya responsibilitas yang cukup bagus menurut saya. Saya tes main real drum, delaynya nyaris tidak terasa. Saya masih menggunakan kata “NYARIS”, karena saya merasa, responsnya masih belum se-realtime layar dari hape-hape flagship, seperti Samsung Galaxy S24 Ultra dan iPhone 13 Pro Max yang kebetulan daily driver saya. Tapi micro delaynya masih bisa saya toleransi, dan masih masuk kategori cepat. Seperti yang saya mention tadi, hape ini menggunakan Snapdragon 7S Gen 2. SoC yang sama dengan yang digunakan Poco X6. Performa hape ini menurut saya ngebut, untuk sebuah soc midrange. Hasil antutunya mencapai angka 500 ribuan, dan angka-angka yang didapatkan dari beberapa aplikasi benchmark juga menurut saya cukup memuaskan. Satu catatan penting yang mungkin kalian harus tahu adalah, Snapdragon 7S Gen 2 di hape ini mengalami throttling yang cukup lumayan, sekitar hampir 10%. Biasanya, kasus trottling disebabkan oleh kurang maksimalnya sistem pendinginan pada soc nya. Pihak Xiaomi pun tidak menjelaskan, jenis pendingin apa yang digunakan pada hape ini. Saya juga tidak menemukan informasi terkait sistem pendinginan di website mereka. Jadi solusinya, untuk mengatasi ini ya, kalian bisa menggunakan pendingin eksternal yang mana kalian bisa beli dengan harga yang terjangkau menurut saya kalian bisa beli ini di toko-toko online murah sekarang bisa dipakelah solusinya... Storage di hape ini Menggunakan UFS 2.2, yang mana bisa membaca dengan kecepatan 694 MB/s, dan mampu menulis dengan kecepatan 449 MB/s. Sensor fingerprint di hape ini terletak menyatu dengan layar. Yang unik lagi, ada sebuah fitur yang bisa membaca sidik jari kita, atau detak jantung kita, dengan memanfaatkan in-screen fingerprint ini. Jujur, saya tidak bisa menjelaskan bagaimana cara kerja pemantau detak jantung di sensor fingerprint hape ini. Saat saya coba membandingkannya dengan Smartwatch saya, hasilnya ternyata lebih rendah. Kalau saya pribadi, lebih percaya dengan hasil yang ditangkap Smartwatch ya. Karena menggunakan sensor yang notabenenya memang didesain untuk membaca detak jantung kita. Jadi saya merasa, fitur ini bukanlah fitur essential yang bisa dijual. Melainkan hanya fitur gimik belakang, yang saya juga yakin… nggak semua orang akan pakai. Masalahnya, Xiaomi nulis fitur ini di website mereka, seolah ini adalah fitur utama dan jadi salah satu key selling point atau daya tarik dari hape ini. Gimana yak? Lanjut ke fitur essential, IR Blaster, NFC multifungsi, dan Jack audio 3,5 MM masih bisa kita temukan di hape ini. hape ini juga sudah punya sertifikasi ip54, yang bikin dia tahan terhadap cipratan air dan debu. Untuk baterainya, Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G ini punya baterai sebesar 5100 mah, dengan dukungan Turbo charging 67 watt. Dalam pengujian, baterai ini bisa bertahan hingga 13 jam nonstop penggunaan. Yang mana menurut saya, itu lumayan awet. Baterai yang cukup besar di hape ini juga bisa terisi penuh dalam waktu 55 menit, menggunakan fast charger yang disertakan dalam paket penjualan. Untuk software, Xiaomi belum menggunakan versi terbaru. Dia masih menggunakan MIUI versi 14, dengan basis Android versi 13. Tapi saya yakin, tidak butuh waktu lama, sampai akhirnya hape ini akan dapat update HyperOS. Lanjut ke kamera, Xiaomi punya ukuran kamera yang sangat besar menurut saya, mencapai 200 megapixel. Saya agak bingung sebenarnya, kenapa perang megapixel ini masih terus-terusan terjadi. Karena saya yakin, kita semua tahu, bahwa kualitas foto itu tidak tergantung dari jumlah pixel yang bisa ditangkap, walaupun kita meyakini ada teori… semakin besar pixel yang bisa ditangkap dalam sebuah foto, maka semakin tajam pula foto yang akan dihasilkan dalam sekali jepret. Sebenarnya tidak berlaku untuk semua kondisi, karena ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat foto dengan resolusi yang tinggi akan terlihat lebih tajam. Saya itu punya pendapat lain soal kenapa hape ini punya kamera sampai 200 megapixel. Menurut saya, pada dasarnya orang Indonesia itu suka dengan sesuatu yang besar. Mereka suka hape dengan layar yang besar, mereka suka RAM yang besar, mereka suka baterai yang besar, dan mereka suka kamera yang besar-besarlah pokoknya. Ga usah lah ngomongin secara detail soal manfaat dari besarnya angka-angka yang ditawarkan, mereka lebih peduli bahwa produk yang akan mereka beli punya angka-angka yang sangat besar dan percaya atau engga. strategi begini selalu berhasil di Indonesia. Karena sepertinya memang, orang Indonesia itu lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Itu pendapat saya aja lho ya. Kamera 200 megapixel itu bisa menangkap foto dengan resolusi 16.384 x 12.288 pixel, dan itu adalah resolusi yang sangat besar. Keuntungan punya resolusi yang besar adalah, kita bisa dengan leluasa melakukan CROPPING terhadap foto, tanpa khawatir akan kehilangan ketajamannya. Secara default, hape ini menangkap foto dengan resolusi 12 megapixel. Untuk bisa menggunakan resolusi secara utuh, kita perlu memilihnya secara manual. Kualitas fotonya menurut saya cukup oke. Masih belum sampai flagship memang, tapi sudah sangat bisa dipamerin di media sosial. White balance-nya lumayan akurat, karena beberapa kali foto yang saya ambil warnanya tidak jauh melenceng. Untuk detailnya, kalian bisa lihat sendiri. Detailnya masih cukup baik, walau foto hanya diambil di resolusi 12mp. Overall, kualitas kamera dari hape ini cukup memuaskan. Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G ini punya ois atau optical image stabilization yang bikin foto yang ditangkap jadi lebih stabil. OIS ini kepake banget waktu kita mau ambil foto low light. Dan terbukti, foto-foto low light yang ditangkap pakai hape ini terlihat bagus dan tajam, plus minim noise. Kamera keduanya sendiri punya resolusi yang cukup timpang, di mana resolusinya hanya 8MP. Terus hasil fotonya menurut saya juga ga terlalu bagus, dan ga begitu tajam. Hal yang wajar, mengingat resolusinya hanya 8MP. Sedangkan kamera ketiga beresolusi 2MP berjenis makro. Mungkin ada dari kalian yang merasa kamera ini berguna, seperti beberapa teman-teman yang saya baca di kolom komentar waktu lalu. Tapi untuk saya pribadi, lensa ini nggak berguna dan nyaris nggak pernah kepake sama sekali gitu. Jangankan hape ini yang cuma punya 2MP, kamera makro 12 megapixel punya Iphone aja, 3 tahun pakai hape ini, saya nyaris nggak pernah pakai. Karena kalau dipikir- pikir ya, buat apa gituloh? Sedangkan kamera depannya, beresolusi 16mp dan punya kualitas yang menurut saya… lumayan oke. Terutama saat mengambil foto selfie di kondisi terang. Kameranya sendiri fix fokus ya. Saya cuma merasa, tone warna yang ditangkap dari kamera depannya terlalu flat dan cenderung pucat, kayak kurang tinggi aja gitu saturasinya. Hape ini dijual dengan harga 4 jutaan lebih sedikit, yang mana menurut saya, dengan spesifikasi yang ditawarin, ini termasuk murah ya. Pokoknya seperti Xiaomi yang sebelum-sebelumnya lah, yang tetap menawarkan sesuatu lebih dari yang kita bayarkan. Kesimpulannya, Ssaya suka sama hape ini. Desainnya cantik, layarnya bagus banget, performanya oke, buat main game-game berat juga masih terasa cukup lancar, baterainya awet, dengan kamera yang sudah lebih dari cukup. Gimmick 200mpnya sudah bisa dipastikan sangat menggoda, khususnya untuk kaum mending. Keluhan soal iklan yang muncul di sistem operasi mereka juga, bukan sebuah masalah yang akan terus dirasakan dalam jangka waktu yang panjang. Jadi bisa sedikit diabaikan untuk sekarang. Lalu apakah hape ini layak buat dibeli? menurut saya sangat layak dan silakan dibeli… kalau ada budgetnya! Yaudah segitu aja review singkat saya soal Xiaomi Note 13 Pro 5G ini klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya Irwan pamit dan ADIOS.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















