Mendingan Z Fold8 Biasa?? Ngereview Samsung Z Fold8 Ultra Setelah 1 Bulan (YouTube Video)
[musik] Hai, apa kabar semuanya? Kembali Nutza di Project Review. Dan langsung aja ini dia Samsung Galaxy Zfold Ultra setelah pemakaian selama 1 bulan. Seperti yang sudah sempat saya bilang di akhir video review-nya Samsung Galaxy Zfold 8, ZFT 8 Ultra ini bakal ada videonya sendiri yaitu yang sekarang lagi kalian nonton. Tapi setelah saya pikir-pikir daripada ng-review ultranya sendiri aja, kayak lebih asik kalau ada sedikit pembandingan dari saudaranya sendiri yang suka diendang-mendingin sama orang supaya kita bisa lebih apa ya dapat gambaran bahwa kedua HP ini ada bedanya dan cocoknya buat siapa sebelum memutuskan untuk membeli. Soalnya ya itu balik lagi emang enggak sedikit kok orang yang justru saling mendang-mendingin padahal 2 HP ini kan serinya sama. Saya akan bahas dari segi branding, dari segi desain, dan pada akhirnya target market yang disasar Samsung sama kedua HP-nya. Pertama banget kita akan ngomongin soal nama produknya. Kenapa sekarang ada versi Fold Ultra? Nah, kalau dari komen netizen yang sempat saya baca-baca, ada yang bilang ganti nama ini tuh akal-akalannya Samsung doang buat naikin harga produk ya. Jadi kalau yang sebelum kan ZFT 7 doang, enggak ada ultra. Yang baru ada Zfold Ultra. Nah, itu akal-akalan Samsung katanya biar bisa jual lebih mahal. Kalau dibandingin sama ZF 7 pas rilis pertama tahun lalu emang ZF 8 Ultra ini ada kenaikan. Tapi sebenarnya nih ya hari gini apa sih yang enggak naik gitu? Harga HP, harga komponen, semua naik ya. dari HP kelas entry sampai HP class flagship semua juga enggak sama lagi dengan tahun lalu. Dan kalau kita berharap tahun tahun ke depan bakal bisa jadi lebih murah lagi atau ya kembali ke titik awal kayak sebelum kenaikan-kenaikan ini kemungkinannya tuh kecil banget ya. Lagian kalau kita lihat dari segi peningkatan dan dikasih Samsung di Zfold 8 Ultra ini emang ada kok dibanding yang tahun lalu. Contoh kita lihat yang gampang baterainya dia naik karena udah pakai silicon batery. Ngecasnya juga lebih cepat terus dia punya kamera ultra wide yang lebih baik dan utamanya udah setara dengan S26 Ultra. Jadi mungkin nih ya kalau menurut saya emang Samsung ngeganti nama produknya dengan nama Ultra itu supaya ada diferensiasi dengan fold bentuk baru ini ya supaya enggak bingung. Plus kelasnya disetarakan juga dengan S26 Ultra maka jadinya ZFedate Ultra. Kurang lebih kayak gitu. Nah, sekarang kita lihat dari tampilan HP-nya. Kedua HP ini udah pasti kelihatan beda lah dari desain ZF 8. Punya bentuk yang baru lebih kotak dengan siluet yang sangat unik, sangat eye catching dan pastinya beda dengan HP pasaran lainnya. Kalau kalian taruh di meja pasti kelihatan beda. Ukurannya juga ringkas bikin enak dipakai buat sehari-hari. Nyaman banget. Nah, ZF Ultra di tempat lain ini masih dengan form factor khas HP lipat Samsung yang sekarang sudah masuk ke generasi ke-8. Kalau dilihat dari auranya, dari vibe-nya, ZFol Ultra ini menurut saya masih kelihatan HP yang serius kayak kelihatan lebih matang, lebih mature. HP yang kalau dipakai kesannya tuh kelihatan bisnis, kelihatan sukses, pewaris, bukan perintis. Ya, pokoknya persis zaman waktu saya kecil lihat orang pakai Nokia Communicator kayak, "Ih, keren nih orang sukses gitu." Kalau kalian seumuran sama saya pasti tahulah rasanya ngelihat orang dulu pakai communicator tuh kayak gimana. Nah, kalau VT 8 yang ini justru sebaliknya karena dia kelihatan unik, kelihatan kompact, jadi k HP-nya tuh lebih fun, enggak serius-serius amat. Beda desain begini pada akhirnya enggak cuma beda bentuk doang, tapi bikin layarnya juga otomatis kan beda. Dan ini lebih jauh lagi menjadi penanda beda target marketnya. Kalau menurut saya setelah pakai keduanya lebih dari sebulan, ZF 8 ini kayak lebih ke HP yang menikmati konten. Kayak saya bilang di review ZF 8 ini bukan HP yang sempurna, tapi saya suka banget dan jadi daily saya juga. HP yang menjawab kebutuhan. Apalagi buat sebagian orang kayak saya yang mungkin pengin punya HP yang ukurannya kelihatan kecil tapi di saat yang sama bisa punya layar lebih besar dibandingkan HP biasa ketika dibutuhkan. Buat nonton, buat baca, main game lebih berasa natural karena layarnya yang ngelebar begini pas dibuka. Nah, kemudian kalau saya pas pindah ke Zfold 8 Ultra, layar luar okelah kita bisa lihat ya, layar luarnya emang kelihatan lebih ramping dibandingkan ZF 8 yang biasa buat aktivitas kayak apa sehari-hari kita chatting, browsing, scrolling timeline sampai nonton sekalipun tentu ini masih layar yang bagus, enak banget untuk kebanyakan orang saya yakin. Habis itu kalau kita buka layarnya jadi deh ini yang lebih kotak, lebih lega. Kalau lagi pakai ZF 8 Ultra ini, HP-nya tuh kayak ngebikin saya jadi ada rasa kayak lebih serius dan pengin lebih produktif gitu. Kayak buat cek dokumen mungkin kita multitasking, buat split screen-nya, buat cross check sambil cari referensi atau sambil nanya Gemini juga bisa. Terus oke banget juga kalau ada speed screenya tetap kelihatan gede karena lebih banyak ruang yang bisa dimaksimalkan. Jadi buat ngedit video di CapC ya, Ultra ini berasa lebih banyak ruang dibandingkan Zfold 8 yang biasa. Enggak cuma buat yang serius sebenarnya, tapi untuk yang fun sebenarnya HP-nya juga bisa kok. Misalnya kita mau apa main game sambil nonton atau scrolling ya gameennya tentu yang bisa auto play ya tapi ini bisa berguna banget di sini. Mau compare harga dari dua aplikasi sekaligus enak ya layarnya lega. Mau lihat destinasi wisata misal kita lagi nonton reels, ih bagus kita jadi pengin sambil googling atau cek lokasinya di maps. Ini juga enak karena layarnya lebih besar. Kuncinya emang di soal layar yang lebih lega. Kalau lebih ekstrem lagi, sebenarnya kedua HP ini mau yang biasa atau ultra itu bisa juga jadi workstation mini dengan bantuan keyboard dan mouse. Ini bisa banget. Nah, dalam format begini kembali ke ultra itu berasa lebih lega dari yang biasa. Selain itu, dengan layar yang lebih besar ini kan lebih banyak ruang yang bisa dipakai. Jadi ketika kita nyetel mungkin fontnya lebih gede sekalipun itu jadi enggak berasa sempit. Ini cocok buat yang mungkin matanya udah gak nyaman untuk lihat layar dengan huruf-huruf yang kecil. Jadi walaupun kita pakai font yang gede, tetap ada layar yang lebih lega. Nah, kalau kita ngomongin soal SPCs dari layar kedua HP ini, ya udahlah ya dipasangin yang bagus-bagus sama Samsung. Panel sama, resolusi sama, refresh rate-nya sama, udah sangat cukup dan saya cukup yakin ini udah jadi layar yang sangat memuaskan untuk banyak orang. Nah, terus kalau kita ngomongin soal specs lainnya ya dari segi performa mungkin gak akan ada macam-macam saya compare karena spek saya meritas sama chipset sama kencang RAM storage pun sama. Jadi mau pilih Zfold 8 atau Zfol 8 Ultra ya sama kencangnya gitu buat aktivitas. Software juga udah sama One UI 9 dengan fitur yang sama dan jaminan update yang sama panjangnya. Jadi emang sama persis. Jadi dari hardware software udah sama enggak ada perbedaan. Nah, yang lebih membedakan sebenarnya adalah dari segi baterai. Ya, tahun ini Samsung kan emang resmi menggunakan jenis silicon battery di semua produk barunya. Jadi, dua smartphone ini, jam ini, semua udah pakai silican bater untuk meningkatkan kapasitas dan ya Zfold 8 atau Ultra ini jauh mengungguli ZF 7 tahun lalu ya. masing-masing sekarang udah 4.800 sama 5.000 mAh. Kalau dari perbandingan benchmark di PC mark, peningkatannya kelihatan sekali dari waktu yang bisa tahan lebih lama dibandingkan versi tahun lalu. Ini menurut saya tetap masih baterai yang bisa diandalkan atau sehari-hari pada pemakaian yang umum dan lebih awet dibandingkan HP lipat Samsung generasi sebelumnya. Selain itu untuk urusan ngecas juga sekarang naik ya jadi 45 watt ya mungkin bukan yang paling kencang di pasaran tapi tetap ya tetap bagus kita ngelihat Samsung ada peningkatan dari sebelumnya cuman 25 jadi 45 semoga nanti jadi 60 juga kayak yang ultra cuman ya tetap ini adalah peningkatan yang bagus karena untuk bisa full charge itu cuma butuh sekitar 1 jam aja yang benar menurut saya udah oke banget nah untuk software ya itu tadi ya sama-sama New I9 fiturnya kayaknya enggak perlu panjang lebar lagi tetap dengan Galaxy AI andalan Samsung langsung mau kirim quick share langsung ke perangkat Apple juga tetap bisa ya tinggal aktifin aja di menu setting bom beres. Paling sedikit tips and trik yang ternyata masih banyak orang enggak tahu adalah untuk migrasi HP yang gampang entah dari Samsung, Android lainnya dan iOS sekalian ke HP ini itu gampang banget. Ada aplikasi bawaan Samsung yang namanya Smart Switch. Ini gampang banget. Kita tinggal scan QR code yang muncul dia langsung pindah. Ini kita bisa pakai Wii atau bisa pakai kabel juga. Dan kalau kalian pakai kabel yang cocok, ini bisa jadi lebih cepat dibandingkan pakai Wii. Yang dipindahin itu juga makin lengkap karena kita bisa copy eim, bisa copy password sampai call history semuanya bisa. Samsung juga ada yang namanya try galaxy untuk para user non Samsung yang pengin cobain One UI terbaru di HP mereka, apapun mereknya ya. Jadi buat yang pengin cobain linknya saya taruh di deskripsi. Terakhir kita coba compare dari sisi kameranya ZF 8 sama ZF 8 Ultra. Nah, ini beneran beda sih sebenarnya. Jadi, ZFT 8 ini kan kamera cuman dua ya, belum ada 200 megapel, belum ada telefoto. ZF8 Ultra udah triple kamera, ultra wide-nya sekarang upgrade dan ada telefoto. Untuk mode foto sebenarnya imbang ya. Kita bisa lihat di aplikasi kamera Samsung adil karena keduanya berbagi fitur yang sama tanpa terkecuali termasuk My fan Cam yang baru. Kedua HP ini bisa pakai semua. Hal yang sama juga berlaku untuk perekaman videonya yang merata. Kamera utama dan ultrawide bisa rekam hingga 8K 30 fps. Untuk telefoto di ultra bisa 4K 60 fps juga. Sedangkan untuk sisanya sampai kamera depan dan kamera yang di layar dalam ini udah bisa 4K 60 fps juga. Nah, sepengalaman saya dengan ZF 8 di masa testing sampai jadi HP harian sebenarnya enggak ada masalah ya tetapnya HP yang bagus aja. Tapi dengan ada ZF 8 Ultra ini memang jadi berasa experience kamera yang lebih lengkap terlebih dengan adanya lensa telefoto. Lebih fleksibel untuk nge-zoom dan bisa dapetin detail yang lebih bagus. ZF 8 emang tetap punya trik ya untuk nge-zoom yang maksimal resolusi 50 megapelnya. Tapi gimanapun ya secara hasil tidak bisa ngalahin yang natif pakai lensa telepon. Oke, yuk kita testing-testing nih untuk ngambil video pakai Zfold 8 dan juga ZFT 8 Ultra. Sama-sama resolusi 4K 30 fps. Tapi kita udah bisa lihat dari warnanya ya. Itu beda nih antara kedua HP. Padahal mereknya sama, serinya sama ya, sama-sama ZFT 8 cuman satunya yang biasa tatunya yang ultra. Nah, kita cobain buat ganti ke ultra white kali ya. Ah, ini ultra white-nya. Gimana? Udah bisa kelihatan bedanya? Nah, kita coba balik lagi ke 1X dan kita coba untuk zoom kali ya. Ini tiga optical dari yang ultra. Kita bisa empat sebenarnya pakai yang volt 8 cuman hasilnya seperti ini. Coba kita geser ke empat sama-sama. Empat. Nah, ini empat dari Ultra dan EMP dari Zfol 8. Hasilnya kayak gini. Kita balik lagi ke satu. Kita switch kamera depan. Nah, ini sekarang udah pindah kamera depan dari ZFT 8 sama Zfold 8 Ultra. Lagi-lagi perbedaannya udah kelihatan. Sini kita coba dari dynamic range dulu. Udah beda ya. Kalau pindah ke sini ya beda juga hasilnya. Oke. Nah, habis ini kita cobain kalau lihat skinone kali ya dengan kamera utama dibantu cover screen. Nah, sekarang ini adalah sampel video dari kedua HP yang tadi ya, sama-sama Zfold 8 series dengan 4 V30. Jas kamera utama dibantu cover screen. Jadi, kita bisa lihat untuk skin tone warna dynamic range-nya ke sebelah situ. Yang sebelah sana lebih rame ya. Ada shadow ya, ada highlight-nya juga, ada warna biru, ada gelapnya. Jadi kita bisa lihat mana yang bisa melakukan processing dengan lebih baik. Suka kalau buat sambil jalan hasilnya kayak gini dari kedua smartphone. Menurut kalian gimana? Oke, ultra apa yang biasa nih? Coba tulis di bawah. Jadi, langsung aja, habis ini kita masuk ke kesimpulan. Kedua HP ini cocoknya buat siapa aja. Oke, ini dia buat sample video perekaman pakai ZFT 8 series ultra sama yang biasa 4K30 outdoor malam hari ada lampu jalan di atas cukup terang tapi ya enggak terang-terang banget cukuplah untuk menggambarkan kondisi low light sekarang kita coba pindah menghilang atau melenepi dari cahaya setik sini bagiannya lebih dekat lebih lebih gelap ya langsung kita bisa lihat gimana perbedaannya mana yang lebih oke kedua HP ini dan kita coba ultrawide kali ya nah ini dia ultrawide Tidak disarankan, mendingan pakai lensa utama tetap untuk hasil yang lebih baik. Jadi kita balik aja dan sekarang kita coba pindah ke kamera depan. Nah, sekarang ini buat kamera depan di kondisi yang sama tadi outdoor malam hari. Kita bisa lihat bagaimana skin tone-nya. Ada sedikit perbedaan bagaimana pengolahan noise-nya ya dari Zolt 8 sama ZFT 8 Ultra. Ini kamera depan. Kita coba sambil jalan kita menjauh dari cahaya. Kita membelakangi cahaya di sebelah situ. Nah, itu dia terang banget. [mendengus] Kalau kita menghadap cahaya, nah warna kulitnya beda kan skinton-nya. Menurut kalian gimana? Bagusan mana antara ultra sama yang biasa dari banyak perbandingan dari yang siang sampai low light? Tulis aja di bawah. Dan habisnya kita bahas juga untuk kesimpulannya. Kedua HP ini cocoknya buat siapa aja dengan segmen seperti apa. So, jadi pertanyaan terakhirnya kedua HP lipat terbaru Samsung ini cocoknya buat siapa sih? Jadi menurut saya ini adalah 2 HP untuk target yang berbeda. Zfold 8 seperti yang saya bilang di awal dan juga di review-nya kemarin adalah HP yang sangat fun. Lebih untuk mereka ingin sesuatu baru dari sebuah HP lipat lebih prioritas ke experience baru untuk menikmati konten dengan layar yang lebar terus bisa dikecilin, dilipat. Kamera emang masih satu level di Bow Ultra tapi masih sangat cukup untuk banyak orang. Kalau mau lihat review komplit-nya udah ada linknya di deskripsi, jadi kalian bisa cek di situ. Nah, terus [mendengus] kalau untuk yang ultra aura khas HP serius ini masih ada banget HP serius buat mereka emang mengedepankan produktivitas dengan layar besar lebih lega untuk baca baik untuk artikel untuk dokumen penting enaklah kalau butuh ngedit video juga leluasa untuk edit foto dan lain-lainnya. Jadi pokoknya kalau kalian butuh layar lebih besar ya ultra ini jawabannya. Apalagi dengan tambahan baterai yang lebih besar ini bikin pemakaian lebih lama dibandingkan ZFt lalu. Ya, enggak ketinggalan juga kamera tetap powerful dan bisa menghasilkan foto yang lebih baik lagi bahkan kalau dicompare dengan ZF 7 tahun lalu. Jadi kalau misalnya kalian kepikiran untuk masih mendang-mending sesama ZFT series Samsung, ternyata dua HP ini emang menyesar kalang yang berbeda untuk pengguna yang berbeda. Jadi kalau dimenang-mendingin sebenarnya lebih balik ke preferensi masing-masing. Kalian cocoknya pakai yang mana. Kalau mau yang lebih fun ya pakai yang biasa. Kalau pengin lebih serius, lebih produktif pakai Ultra. Jadi itu dia untuk review-nya Zfold 8 Ultra sambil compare-care sedikit dengan ZF 8. Semoga ngebantu buat kalian yang mungkin masih bingung dan buat yang bingung beli linknya ada di kolom deskripsi di bawah. But saya pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.
