Menyesal Pindah ke HUAWEI Watch GT 7 Pro…? (YouTube Video)
Beda dari jam smartwatch lainnya ya. Selama gua pakai itu udah kepentok berkali-kali. E ini sebelumnya K Maafin udah bikin video pindah jam tangan dari smartwatch ke jam konvensional yang dibantu sama tracker band. Gua sebaliknya dari user jam tangan konvensional sekarang beralih ke smartwatch dan yang gua pakai ini Huawei Watch GT7 [musik] Pro. Nah, alasannya sebenarnya simpel ya. Gua mau monitoring lagi, tracking lagi kesehatan gua dan di jam ini itu lumayan bikin gua menyesal ternyata ya. Karena selama ini gua baru tahu gua ngelakuin kebiasaan yang buruk dan impact ke badan gua. Nah, so far gua udah seminggu kurang lebih [musik] pakai jamnya. Sempat bahas tipis juga Watch GT7 Pro di Instagram Basindotch. Dan di video ini kita akan explore lebih dalam soal experience [musik] pakainya, hasil data kesehatannya, dan olahraganya yang diracking semuanya lewat Watch GT7 Series, [musik] terutama yang seri Pro-nya. Jadi kita langsung masuk aja ke video. Let's go. Nah, sebagai kontekst Huawei Watch GT7 series yang resmi di Indonesia itu ada dua opsi varian, yaitu Watch GT7 dan GT7 Pro. Khusus buat yang GT7 dibagi lagi jadi dua ukuran, 46 mm dan 41 mm. Tiap ukurannya pun itu dikasih warna dan strap yang berbeda-beda. Oke, biar jelas kita experience unboxing-nya dulu, yuk. Oke, ini adalah warna biru dan warna putih. Speknya seperti ini. Sama-sama pakai steel stainless case. Dan dia punya strap itu yang satu pakai easy cross dan satu lagi itu pakai leather strap. Oke, atas langsung watch-nya. Dan ini dia bentukannya. Dia bukan yang manis tapi lebih ke sporty-sorty ciwi-ciwi gitu ya. Strapnya kecil, mungil gitu. Menyesuaikan sama ukuran bodinya ya. dan yang warna putihnya dia beda corak ya. Kalau yang warna putih tuh ada penunjuk menitnya di bagian ujung-ujung frame-nya itu beda sama yang warna biru. Kalau warna biru tuh enggak ada. Dia polosan gitu ya. Dan di sini ada shade-shade warna hijaunya sampai ke strap di bagian bawah. Kalau di atas kan enggak terlalu dominan tuh, cuma di bagian knitnya [musik] doang. Di bagian bawahnya nih warnanya hijau semua. Dan strap ini juga bisa dicopot pasang tentunya. Ini bisa dipindah-pindahin gitu ya asal sama-sama ukuran 41 mm. Mix and match-nya lumayan asik sih. Ini dia punya mekanismenya lumayan unik di sini. Kalau sebelumnya kan watch-watch lain dia nempel ya di bagian sininya, di bagian frame-nya. Kalau ini dia ada mekanismenya lagi yang bikin dia bisa naik turun naik turun. Ini kita nyalain dulu aja keduanya ya. H ini dia kalau misalkan udah masuk ke bagian dalam si Huawei Watch GT7 yang 41 mm. Lucu sih bulat kayak gini kecil ya. Wuh fluid-nya mantap, Pak. Ini juga bisa diputar ya si crown-nya ini. Jadi kalau misalkan kita ke menu ini turunnya tuh. Oke, lanjut kita ke yang GT7 ukuran 46 mm yang warnanya biru dan ini sama pakai easy cross. Dan dia beda sama yang 41 mm frame-nya. Itu bentuknya kalau yang 41 mm kan dia full bullet gini ya. Nah, kalau yang 46 itu dia ada semacam heksagonalnya di bagian samping. Jadi agak menonjol di bagian ujung-ujungnya. Nah, dia strapnya ini agak beda karena dia campuran di bagian sini tuh kayak semacam bahan gitu ya. Kalau di bagian luarnya ini kan karet spesial ya. Di bagian tengahnya ini ada campuran-campurannya gitu. Tapi di bagian belakang bagian dalamnya ini dia full karet sama ini juga dia quick release ya. Ini sporty banget cuy. Keren ini. Dan terakhir yang GT7 Pro dan ini cuma ada satu ukuran 46 mm. yang kita unboxing ini warna yellow yang warna kuning dan sama dia pakai strap yang easy cross juga. Dan yang GT7 Pro warna kuning ini kontrasnya dapat banget. Jadi warna-warna yang ngejrank kayak gini sebenarnya ngebantu banget untuk kalian yang extreme sport kayak misalkan maraton, traileran. Ini buat gua sendiri sebenarnya agak ngejreng ya. Nah, dia dari segi ukuran dan dari segi desain itu mirip-mirip sebenarnya kayak yang GT7 reguler yang ukuran 46 mm. Tapi memang shade-nya dia yang agak berbeda, terutama di bagian bawah dan atas buat heksagonalnya itu langsung ada di case-nya nih. Jadi enggak enggak terpisah dan warnanya juga dia beda tergantung dengan warna si jamnya juga karena ini kompleks banget ya variannya tuh terlalu banyak menurut gua. Nah, gua akan pakai yang GT7 Pro ini dan gua akan share ke kalian experience penggunaan si jamnya. Kita langsung jump aja ke pembahasannya. Let's go. Nah, pas pertama kali pakai Watch GT7 Pro ini minta disambungin memang langsung ke aplikasi Huawei Health dan yang gua connectin itu ke iPhone 16 Pro di iOS ini namanya adalah Huawei Health Global. Kalau kalian pakai device Huawei lainnya atau HP Android lainnya itu bisa install Huawei Health via App Gallery. So far gua pakai di iOS itu semua fitur Watch GT7 Pro aktif dari physical readiness, diabetes rest, coronary heart disease, arterial stiffness sampai tracking olahraga lain yang gua akan bahas satu-satu di video ini. Dan semua datanya itu juga terkoneksi atau bisa kita connectin ya ke Apple Health. Nah, pertama kita bahas dulu dari looks atau design Watch GT7 Pro yang mana ini ngebawa siluet dari Watch GT6 Pro. Gua suka, ganteng dan durable banget, Pak. Ini bodinya ya. Selama gua pakai itu udah kepentok berkali-kali gitu. Di kamarlah, di meja yang gua kerja itu sempat mentok. Josepin sempat lihat terus dia kayak, "Eh, ini enggak apa-apa kok jamnya." Tapi dia enggak apa-apa, tidak tergores sama sekali. Pas gua cekin bagian frame paling luarnya ini dia ceramik. sisinya itu titanium alloy dan kacanya safire glass. Jadi enggak khawatir ya, terutama buat gua yang gerasak-gerusuk gitu. Nah, ngomongin soal layarnya gua pakai indoor sama outdoor. Layar itu cerah ya, bisa nembus sampai 3.000 nits. Dan yang berbeda dari design GT7 itu sebenarnya ada di opsi warnanya lebih ngejreng sekarang ya. Ada warna kuning yang gua pakai dan hijau. Atau kalau kalian mau warna yang monoton itu tetap ada warna hitamnya yang menjadi [musik] personal favorite gua karena dia ada list warna merahnya gitu. Keren banget. Nah, strapnya ini sekarang dibikin jenis snug atau Huawei sebutnya itu easy cross strap. Pakainya simpel, fitnya pas di tangan gua ya. Sama yang penting itu gak bikin merah atau gatal gitu ya setelah gua pakai lama. Karena memang gua agak cerewet soal e strap-strap karet karena gampang iritasi gitu. Kayak kalau pakai sejam itu udah mulai kayak aduh pendepas aja. Tapi yang di sini aman. Nah, tadi di awal gua ada mention smartwatch ini bikin gua nyesel ya soal kebiasaan buruk kesehatan gua ya. Gimana enggak, pas gua ngecek physical readiness, fitur baru yang ada di Huawei Watch GT7 atau kesiapan badan kita ya terhadap aktivitas fisik harian, ternyata dapat warna orange ke merah atau artinya skornya rendah selama beberapa hari ini. Ada di kisaran 60-an. Artinya badan gua ada di level yang sedikit kecapekan dan butuh istirahat. Pantesan gua berasa lemas kalau misalkan udah mulai kerja, kalau sudah mulai olahraga. Maksudnya readiness ini ambil data monitoring kualitas tidur, HRV atau heart rate variability, hard rate saat tidur, stress level, sampai penggunaan kalori. Dan dari situ kita juga bisa ambil analisanya yang dibuat sama AI Huawei gitu. Dan ada tips-tips juga yang bisa kita lakuin buat ngejaga si readiness atau kesiapan tubuh kita saat menjalani hari gitu. Analisa ini memang dibuat sama AI dan menurut gua cukup ngebantu buat nahan diri supaya enggak ngelakuin aktivitas fisik yang terlalu berat atau untuk memulai hidup sehat gitu. tidur lebih lebih jamnya lebih benar gitu ya dan lain-lain. Fitur ini butuh data 3 hari pemakaian jamnya selama pagi dan pas tidur. Nah, tapi yang menarik di sini ada coronary heart disease study dan diabetes risk study juga sebagai penilaian tingkat resiko ya penyakit sebelum lanjut ke tenaga medis, ke klinik ataupun ke rumah sakit gitu. Fitur diabetes series sebelumnya udah pernah kita bahas di video Huawei Watch Fit 5 Series. Kalian bisa cek videonya di sebelah sini. Dan saat gua cek badan gua sendiri, ternyata dapat hasilnya juga medium risk. What happened to my body? Di mana gua lanjut jadinya ya ngecek lebih lengkap ke klinik untuk gula darah dan hasilnya seperti ini. Oke, gua udah ngecekin gula darah kemarin dan ini hasilnya udah keluar dan puji Tuhan dapatnya itu di 91 mg/ dl ya. Which means sebenarnya gula darahnya oke. Dan di sini di jam itu ada tulisan medium risk. Itu karena ada konsumsi di saat gua ngecekin yang tinggi gula gitu. Dan memang waktu itu gua gulanya makan kue-kuean itu lumayan banyak. Dan di sini sebenarnya kalau misalkan kalian mau lebih jelas itu start new cycle sampai berkali-kali dan kalian bisa dapetin average-nya. Jadi sebenarnya aman ya kalau misalkan kalian dapat medium racek menurut gua kalian cekin lagi aja atau kalian bisa langsung ke klinik kayak gua cekin tubuh kalian tuh seperti apa dan ya jangan lupa untuk medical checkup lah sekalian gitu jadinya. Nah, coronary heart disease study atau CHD kita sebutnya ya. Ini bikin gua agak deg-degser kedua kalinya soal kesehatan karena sebelumnya gua udah dapat medium ris diabetes terus ada apa eusnya juga jelek gitu ya. Dan for contex CHD di Indonesia itu masuk dalam tiga penyakit paling mematikan dan terjadinya itu enggak jauh-jauh soal kolesterol tinggi, obes, rokok, mana gua suka makan berlemak juga dan jarang olahraga gitu ya. Tapi setelah gua cek, thanks God gua dapat level resiko yang rendah gitu ya. harus cepat-cepat perbaikin kebiasaan kalau misalkan kayak udah kayak gini jadi dapat skor yang bagus gua maintain gitu ya. Sistem deteksinya itu semua ngebaca dari ritme jantung kita selama kita pakai si jamnya termasuk arterial stiffness assessment dan HRV-nya juga. Huawei ini juga ngeklaim kalau proses studi ini itu semuanya tervalidasi oleh riset klinis yang kolaborasinya [musik] itu sama institusi lokal di Malaysia dan Thailand. Risetnya itu bareng sama rumah sakit di China juga. Jadi bisa dibilang ini udah melalui proses yang panjang gitu ya. Walau gitu tetap karena hasilnya itu analisa resiko. Jadi harus cek kesehatan lebih detail ke klinik atau ke rumah sakit. Jangan plek ketiplek percaya eh gua diabetes langsung. Jangan kayak gitu. Nah buat ngetesin fitur ini kita harus mulai dari menu Huawei research. Dan sama kayak readiness, jamnya harus dipakai selama 3 hari entah itu pagi dan malam hari. Plus kita harus ngecek ECG juga seenggaknya satu kali. Nah, buat memperbaiki kebiasaan buruk gua tadi soal kesehatan, belakangan gua join beberapa olahraga dan salah satunya adalah bat sport. Terakhir gua main padel bareng sama anak-anak dan diracking juga olahraganya gitu ya. Misalkan gua ngecek heart rate-nya ke lori dan di sini gua pakai paddle point juga sebagai tracker skor. Kalau kalian main tenis, pickle ball atau badminton itu bisa track movement lebih lengkap. Tinggal sambungin aja ke aplikasi yang namanya X. Pickle X, good shot itu [tertawa] namanya. Olahraga yang lebih berat kayak trailer runan, skiing, sampai cycling itu malah dapat tracking yang lebih komplit gitu ya. Jamnya ini bisa deteksi belokan tajam. Ge Force itu juga bisa kebaca. Gradient, elevation, itu semuanya ada. Trail run di kawasan yang rimbun atau banyak pohon gitu ya. Atau misalkan kalian lagi suka city run biasanya 5 km sampai 10 km lagi ngetren banget di Jakarta. Itu deteksi lokasinya lebih akurat di sini. Huawei sebutnya AI XDR positioning. Jadi posisi sulit yang misalkan gak kedeteksi GPS kayak terowongan atau gedung-gedung itu bisa tetap ketracking dengan e bagus gitu lewat si jamnya. Nah, selama seminggu ini gua baru ngecas jamnya itu satu kali dan ini juga masih ada sisa kita cek ya real time 25% dan ini semua sudah termasuk monitoring kesehatan yang gua sebutin tadi sebelumnya dan AOD juga. Jadi bisa dibilang ini bikin experience-nya itu beda dari jam smartwatch lainnya ya. Dia nyaman dan gak perlu sering-sering ngecas. Huawei sendiri klaim kalau ketahanan baterainya ini bisa sampai 21 hari atau kalau kalian pakai extreme sports kayak trail run itu bisa sampai 51 jam. Last but not least adalah payment. Pakai link aja yang sudah bisa dilakukan di Watch GT7 series. Kita tinggal kekin aja dari aplikasi link aja dan payment-nya itu via scan. Kayak misalkan kita ke Indomaret atau Alpamart itu kan suka minta nge-scan ya kalau misalkan kita mau payment. Nah, itu bisa di sini sekarang. Oke, Huawei Watch GT7 kasih gua patokan ya, kapan gua harus istirahat [musik] dan kapan gua harus ngegas buat olahraga full semuanya lewat fitur barunya physical readiness, kesehatan itu juga di tracking lengkap ya, terutama soal jantung. Ada pengetesan resiko jantung koroner juga dan resiko diabetes sebelum nanti kita mungkin ke klinik ke rumah sakit untuk pengecekan lebih lengkap. Olahraga semuanya juga diracking dengan lengkap. Gua main padel ada extreme sport semuanya trail run skiing semuanya lengkap. Dan bukan cuma heart rate dan kalori aja tapi hal mendetail [musik] kayak movement bahkan geforce gitu-gitu itu semuanya ada gitu ya. Baterai ini juga super awet. Seminggu bahkan seminggu lebih hampir 2 minggu ya. Ini gua cuma ngecas sekali aja. Dan semua ringkasannya yang didapat dari jamnya itu bisa kita cek semuanya lewat aplikasi Huawei Health di device apapun entah itu iOS ataupun Android. Watch GT7 ini jadi penyempurnaan dari GT6 [musik] series yang udah bagus dari sananya ya. Tinggal sekarang adalah harganya saja. Nah menurut gua buat dapetin experience full dari Huawei worth buat upgrade ke Watch GT7 series. Tapi kalau kalian dapat harga yang bagus di Watch GT6 [musik] atau sebelumnya udah pakai Watch GT6 itu menurut gua GT6 masih relevan ya dengan monitoring kesehatannya yang sudah bagus dari core-nya. Tapi gimana menurut kalian soal Huawei Watch GT7 Series? Tulisin pendapat kalian di kolom komentar dan kita berkabar di sana. Kita saling berpendapat, kita saling berbagi informasi. [musik] Kalau misalkan ada yang salah-salah boleh kalian tulisin aja, revisi aja di kolom komentar. Dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Thank you guys. C menyesal menyesal.
Video Lainnya
Huawei Watch GT 7 Series membawa terobosan besar lewat sensor kesehatan berstandar medis yang sanggup memantau risiko diabetes hingga jantung koroner. Fitur canggih...
[SMARTWATCH YANG SUDAH MEDICAL GRADE!? - Huawei Watch GT 7 Pro](https://www.youtube.com/watch?v=8atO_7U8ARQ) menawarkan lompatan sensor kesehatan berstandar medis...
Huawei Watch GT 7 Pro hadir membawa standar pemantauan kesehatan medis yang makin presisi bagi pengguna harian. Daya tahan baterai 21 hari serta pelacakan olahraga...
Deretan sensor canggih berstandar medis kini hadir di jam tangan pintar. Mulai dari pemantauan risiko diabetes hingga kesehatan jantung, fitur ini siap merevolusi...
Maraknya peluncuran HP baru nyatanya tak selalu berbanding lurus dengan antusiasme pasar. Podcast ini mengupas tuntas dinamika persaingan seri terbaru Vivo dan...







