Jungkat

MERCEDES-BENZ "MINI" W114/115 | Bos-Bos Jaman Dulu Pakai Mercy Mini (YouTube Video)

  • 12/07/2025

Mercedes-Benz W115 dan W114 hadir sebagai model yang terlihat segar di antara semua produk Mercedes-Benz di era 1960-an. Diciptakan untuk menggantikan model finale atau heckos yang terlihat mulai berumur sekaligus diposisikan di bawah model S- Clas W108 dan W10. Saat itu. Di Indonesia, Mercedes-Benz W115 dan W114 punya julukan yang spesial. yaitu Mercy Mini. Padahal nama aslinya adalah Strch Aroke 8. Heran semuanya enggak ada hubungannya. Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah segmen Motomobi Retro. Melalui segmen ini kami akan mengulas mobil-mobil keren yang pernah ngetop di masa lalu dan masih mengundang banyak perhatian di masa kini. Kalau urusan kualitas produk Mercedes-Benz tidak pernah main-main, setiap bagian kendaraan pasti dirancang sesuai fungsinya. Mercy Mini ini merupakan hasil rancangan dari Paul Brck, seorang desainer ternama asal Prancis yang dikontrak oleh Mercedes-Benz. Selama perjalanan produksi 9 tahun, Mercy Mini punya beberapa perubahan pada fisiknya. memang tidak banyak ya, kaca depan, setir, grill dan ah sudahlah review Mercedes-Benz W115 dan W114 ini dilanjutkan oleh Paman di dot. Ayo silakan paman. Selama beberapa tahun terakhir kita pengin banget ngebahas Mercy Mini yaitu Mercedes Strih A atau Stroke 8. Nama mini itu cuma di Indonesia doang, enggak ada. Di negara lain enggak ada. Judulnya Mini itu enggak ada. Jadi nama aslinya adalah Mercedes W115 atau Mercedes W114. Kalau destination aslinya adalah stroke 8. Jadi Mercedes ini ini ada dua ada dua unit 200 itu ada 280. Jadi Mercedes Mini ini itu sebenarnya salah bagian dari program new generation model dari Mercedes-Benz yang diluncurkan di tahun 1968. Kenapa del8? Kenapa stroke 8? Karena diluncurinnya tahun '8, jadi belakangnya ada delannya. Meskipun di emblemnya enggak ada itu stroke 8 itu enggak ada. Jadi langsung aja Mercedes 200, Mercedes 280 atau 250 gitu aja. Ini kenapa dinamakan julukannya mini di Indonesia? Karena di saat itu di Indonesia MercedesBenz yang ukurannya paling kecil ialah ini. Belum ada tuh A class, B class karena kecil-kecil enggak ada. Itu belum ada. Jadi itu sedannya Mercedes yang dipasarkan di Indonesia yang ukurannya paling kompact atau ringkas. Ini jadi bilangnya mini karena saat itu ada udah ada Barong, udah ada kebo, udah ada Batman tiger belum ada ya. Unsur kemewahan bukan salah satu bagian dari Mercedes trick art ini. Mercedes lebih mementingkan desain lebih fresh, user friendly, gampang dirawat, dan long lasting. Intinya itu aja. Dan kemudian beberapa aspek tersebut diteruskan di Mercedes Tiger W13. Mercedes Mini hadir dengan bermacam varian mulai dari mesin bensin dan mesin diesel. Jadi ada dua varian mesin. Yang bensin ada 200, ada 220, ada 230. 230 aja kebagi dua. Ada 234, 236. Kemudian ada 250. 250 kebagi dua lagi. Ada yang 250 mesin 2.500 dan 2.800 dan akhirnya 280 dan 280E. Kaget kan kenapa ada 280E? memang ada, tapi Indonesia enggak pernah ada. Kemudian yang diesel ada yang 200D, 220D, 240D, 240D 3.0 atau di Amerika namanya 300D. Bodinya enggak cuma empat pintu sedan aja, ada yang dua pintu coupe. Kemudian Mercedes juga nge-sup ke beberapa karoseri untuk body bukan station wagon, tapi lebih ke ambulance atau mobil jenazah. Tapi uniknya di Amerika Latin sempat ada yang versi pickup. Itu bukan buatan Jerman, tapi buatan Amerika Latin. Dalam perjalanan waktu dari tahun 68 sampai 76, Mercedes Mini mendapat penyegaran di beberapa sektor. Mulai dari eksterior, interior, sampai ada bagian dari mesin juga. Mau lihat detailnya apa aja? Oke, yuk. Dua unit yang ada di markas kita hari ini itu kebetulan yang tahun muda. Jadi untuk yang tahun awal itu tahun '8 sampai tahun 73. 73 itu mulai peralihan. Hitungannya yang tahun muda adalah tahun '4 sampai tahun '76. Kalau yang tahun tua 68 sampai 73 awal-awal kalau dari depan nih kelihatannya kap mesin sama grill beda loh. Cup mesinnya yang tahun awal itu lebih tegak dan grillnya lebih tebal. Insertnya besi bukan plastik. Bumpernya juga unik. Kalau yang tahun-tahun awal karet bumpernya tuh nyambung. Plat nomornya di bawah di dagunya sini nih ya. Kalau yang tahun muda karet bumpernya terpisah. Platmer di atas dagunya udah ada lubang udara. Kalau yang tuan tua enggak ada. Selebihnya mirip-mirip. Samping. Bagian sampingnya kelihatan nih lis goloknya. Kalau yang tahun tua ini enggak ada nih goloknya. Enggak ada. Jadi ke bawah. Selesai samping sini bawah sini ada garis-garisnya kalau yang tahun tua. Kalau yang tahun muda dia flash aja rata. Kenapa sih ada lis golok? Ini gampang. Sebenarnya ini buat ngebuang air ke bawah. Ini kan wipernya model tepuk tangan gitu. Kalau lagi ngebut air segala macam, airnya ke sini kan ke bawah kalau kesapu. Nah, itu enggak langsung nyepret ke samping tapi ke bawah dan dialirin langsung bawah. Fungsional banget. Oke. Kalau yang tahun tua spionnya di body jadi kayak Mercy kebo. Jadi kayak trapesium gitu. Kalau yang udah tahun muda, spionnya di segitiga pojokan pintu. Sisanya sama. Untuk yang tahun tua, lampu belakang itu rata flat. Enggak garis-garis gini, enggak lampu sebutannya lampu belimbing, enggak lampu belimbing kayak gini. Dia ada list chrome-nya flat. Terus ada lis chrome. Kenapa sih harus ada garis-garis belimbing kayak gini nih? Ini karena di Eropa kan ada salju. Salju terus kena air. Kita lagi ngebut di tol, lumpurnya numpuk di sini kalau lagi di jalan tol atau highway. Ya, makanya Mercedes inisiatif udah bikin lampu garis-garis gini, belimbing ini supaya kotorannya enggak nempel sepenuhnya di lensa lampu belakang. Jadi orang tetap bisa ngelihat, orang pengemudi belakang tetap bisa ngelihat. Oke, beda lampu belakang. Kemudian yang tahun tua ini nih pegangan bagasi sini nih. Listnya pendek. Kalau yang tahun muda udah panjang. Fontnya juga beda. Font angka modelnya. Kalau yang tahun lama itu kurus-kurus. Ini kan lebih tegas dan agak bersudut ngotak-ngotak gitu. Ini tangki bensin, isi bensin belakang. Jadi kanan kiri panel bodinya enggak ada yang bolong. Dbolong-bolongin buat jalur bensin. Lihat bagasinya ah. Wah gede banget. Ini juga unik buat di Merc Mini karena tempat ban sererepnya berdiri. Kemudian di sini ada dongkrak, ada kunci r sebelah kanan sini setus slowong banget. Terus apa sih lantainya? di balik lantai bagasi itu tangki bensin. Wah, ini masih ada nih udah rapuh banget ini bawa di balik ini tangki bensin. Nah, ini juga menjadi kendala di Mercim ini kalau udah berusia dan juga kalau pernah kena collision dari belakang. Karena tulangnya tulang sasisnya itu cuma sampai batas sparkbard enggak sampai belakang. Beda sama Tiger. Tiger udah ke belakang. Tapi kalau mini cuma sampai spark. Jadi amit-amit kalau ada benturan dari belakang dia langsung jatuh. Niatnya bagus. Niatnya bagus supaya ee jatuh enggak langsung enggak ngerusak bagian depannya. Cuma kalau udah usia keropos ini nih di balik pilar C ini enggak ada pegangan lagi di bawahnya karena enggak ada tulang. Jadi kalau udah berusia, udah propos, ya dia lama-lama jatuh-jatuh terus sebutannya patah pinggang. Ngebenerinnya cukup menghabiskan waktu dan menghabiskan biaya. Karena untuk senter lagi kan cukup susah. Makanya ini masih oke semua karena kelihatan masih lurus lurus lurus lurus belum pernah kena tabrakan atau keropos. Salah satu dugaan saya lagi, kenapa ini mobil bisa patah pinggang selain tadi keropos atau ditabrak tangki bensin di sini ban serep kan berat semua. Padahal enggak bawa barang apalagi sering bawa barang makin cepat dia patah pinggangnya. Dah ini yang versi standar atau versi Eropa. Di Indonesia ya kayak gini nih versi seperti yang di Eropanya. Kalau yang dandanannya kayak di model Amerika kayak gini. Jadi ini basic-nya adalah Mercy Mini 280. mestinya tidak bumper Amerika, bumper standar aja yang kayak versi Eropa. Tapi karena ini udah didandanin gaya Amerika, bumpernya beda, lampunya beda, ada set marker, bumper belakang juga beda. Jadi kalau yang versi Amerika fog lamp-nya terpisah. Kalau yang versi Eropa, lampu depannya lampu se atas, lampu utama bawahnya lampu foglamp, lampu kabut. Kalau yang versi Amerika lampunya tkspos. Lampu utamanya di atas, se-nya di bawah, lampu kecilnya juga di sini. Fog lamp-nya terpisah sendiri, grill sama. Nah, bumpernya beda kalau yang versi Amerika lebih tebal, ada karet tambahannya lebih nonjol dan ada shockbreaker. Jadi memang ada impact sebutannya impact bumper. Jadi regulasi Amerika tuh 5 mil, 5 MPH itu mobil harus bisa e benturan enggak boleh ngerusak. Dan regulasi Amerika juga mengharuskan ada side marker. Jadi setiap sudut mobil itu harus ada lampunya. Yang depan warna kuning, yang belakang warna merah. Dan ini bukan sea. Kalau lampu nyala, lampu kecil nyalain dia nyala terus. Bukan seen. Ke samping sama aja kalau yang tahun muda. Nanti ada detail beberapa detail 200 sama 280 akan saya jelaskan. Kurang lebih sama lampu belakang, lampu belimbing juga tuh angkanya tebal. Kalau yang tahun muda karena ini otomatic ada emblem automatic. Nah, bumpernya juga ada shock breakernya. Bisa kelihatan dari sini ada shock breakernya. Dan ini ada tambahan fog lamp belakang. Karena memang enggak ada mobil Eropa tuh. Rata-rata fog lamp belakang itu baru mandatory ada di tahun -an akhir. E 80-an awal atau 70-an akhir. Jadi itu tambahan aja. Velegnya udah pakai option pakai wire wheels aslinya yang seperti in pakai dop. veleg option-nya yang aloy itu yang peresan jeruk itu udah mulai ada dipasarkan tahun '9 setelah setahun mobil ini launching. Tapi rata-rata baru tahun 0-an orang pada milih option itu. Kita lihat ke 200 lagi. Lihat sekarang bedanya 200 sama 280 tuh ada beda di eksterior. Pertama panggangan sate di wiper. Kalau yang 200 sewarna body 280 chrome. Pedang list kaca 200 cuma sampai segini aja. Sedangkan kalau 280 dia full, bingkainya full chrome. Sebenarnya kalau mobil ini masih pakai bumper asli full sampai spark sini K. Ini kayak bumper Amerika. Jadi karet kanan kiri ada karet kuping. Kalau yang asli 280 tuh mestinya panjang sampai sini. Wah enak banget. Wah nyaman banget. Ini salah satu aspek kenyamanan yang dihadirkan oleh Mercedes Mini. Interiornya enggak mewah. Enggak mewah menurut saya sih, cuman nyaman. Kenapa? Ini joknya ada pernya. Jadi jalan jelek kayak gimana juga. Selain mobilnya emang enak, handlingnya enak kayak kaki empuk, joknya juga empuk banget. Bukan busa ya, ini per sama sabut kelapa. Ini bahannya MBtex. Jadi Mercedes Mini itu ditawarkan oleh E ditawarkan oleh Mercedes. Ada beberapa varian bahan jok dari MBtex, Velor, kemudian ada yang setengah fabrik juga. Yang kulit juga ada, tapi langka banyakan sih yang di versi dua pintu coupe. Ini yang versi basic aja. Jadi 200 itu entry level, interiornya lebih sederhana daripada 280. Kelihatan bedanya nanti. Enggak ada headr belakang, enggak ada seat belt belakang, semuanya basic. Headr cuma di depan aja tapi tetap ada asbak di belakang. Orang zaman dulu sih tetap ngerokok dalam mobil sih ya. Lapang sekali. Amres setengah. E oke kan. Tuh headro juga lumayan. Kalau orang bule sih pasti mepet. Kalau buat orang Asia okelah, nyaman pokoknya nyaman banget. Dan interiornya banyak banget warnanya sebenarnya. Ada hitem, ivory, light brown, hijau, merah, biru, you name it. Banyak deh. Mercedes tu ngasih pilihan warna interior tuh banyak. Sama kayak kurang lebih mendekati pilihan warna eksteriornya, tapi yang paling basic adalah hitam. Yah, kita ke posisi driver. Ini yang saya suka dari dulu Mercedes Mini. Jadi kalau ditanya wish list Mercedes pertama lima besar yang pertama apa? Mercy mini udah enggak noap, enggak ada debat ya. Karena apa? Kita duduk gini, tutup pintu, lihat aja sekeliling. Semuanya kelihatan. Pojok-pojoknya semua kelihatan. Jadi visibilitasnya luar biasa. Enak banget. Pilar-pilarnya kecil-kecil semua. Lihat ke depan juga dashboardnya enggak banyak. Macam-macam instrumen panel ya. Segini aja secukupnya aja. Pedal-pedal juga well position. Setirnya juga ggak ada tilering segala macam enggak ada. Lurus gitu aja. Cuman pas memang ukuran setirnya cukup besar untuk standar sekarang. Kenapa? Ya dulu kan ada yang enggak power steering. Jadi kalau setirnya kecil repot entar muter. Ditawarkan standarnya 4 speed manual di Indonesia. Cuman ada yang automatic tapi itu hanya di 280. 200 yang dipasarkan resmi Indonesia enggak ada yang matic kecuali convert ya. Padahal di negaranya semua mesin punya option transmisi otomatik juga. Dashboard-nya simpel. E AC-nya ini putaran nyalain AC sini. Ini konsol. Ini ada ngatur freon. Ini lighter. Ini hazard. Ini asbug. Butuh arah ventilasi AC atau udara. Ini bisa kanan kiri bisa ke atasin juga. Tuh. Ini apa sih? Ini tutup speaker 280. Punya model yang beda. Dashboardnya nanti kita cek juga. Head rest depan aja. seat belt kanan kiri. Kalau yang tonton awal, seat belt-nya tidak retrack. Jadi seat belt-nya manual. Ini udah yang bisa retrack sendiri. Buka kampas ini dari sebelah kiri karena spek setir kiri. Nah, unik untuk setir kanan rem parkirnya ada di sebelah kanan. Kalau yang setir kiri rem parkirnya diinjak kayak Mercy boxer kayak Merc ya boxer ke atas lah. Rem parkirnya diinjak. Kalau yang setir kanan model tarik. Oke, karena interior udah, luar udah, kita lihat mesinnya. Karena masih spek patternnya setir kiri, bukan mesinnya di sini. Nah, unik banget kaitnya di sini kanan kiri. Nah, ini kode mobilnya W115. Tapi karena 200 unik juga tipe mesinnya juga ada 115-nya M115. Jadi bedain ya, W sama M itu beda. W itu buat E mobil passenger empat pintu. M itu pasti buat kode mesin. Oke, M115 ini sebnya mesin yang basic-nya udah lama banget sebelum mobil ini lahir. Jadi, basic mesin 4 silinder Mercedes itu dari tahun mungkin tahun 5'5 kali ya. Dari Mercy kentang tuh desainnya udah kayak gini. Tapi belum ada yang dua mesin 2000 saat itu ya, masih 180. Oke, di Indonesia uniknya mesin ini disebut mesin kuburan. Kenapa kuburan? Karena ini bentuknya kayak gundukan gitu tuh kayak kuburan jadinya. Saya sempat bilang waktu itu di video-video retro yang sebelum-sebelumnya. Mesin L series dutsun itu terinspirasi oleh mesin kuburannya M115. Ini desainnya mirip banget, cuman posisinya dibeda-bedain. Kalau yang ini mesin 115 karburator dan knalpotnya sebelah kanan dari sisi pengemudi. Kalau dutsun ada di sebelah kiri dibalik aja. Tapi secara konsep serupa banget. Camnya di atas cukup canggih saat itu karena tahun '5 ya pertama kali ya canggih karena kebanyakan mobil masih OHV atau overhead valve. Cam-nya diblok ini ada di atas. Kemudian rantai keteng jadi enggak mungkin putus kecuali enggak pernah ganti oli. Mesinnya durable banget. Ini CC-nya 1988. Horsepowernya enggak gede-gede banget. Mungkin enggak nyampai 100 tapi memang durable. Emang lebih ke durability dibanding performance. Kalau yang 4 silinder. Pengapian standar pakai masih pakai platina. Kemudian karena ini versi entry level jadi enggak ada power steeringnya. Tapi option bisa beli karburatornya unik banget Stromberg 175 CD jadi side drive gitu darahnya dari samping bukan dari atas. Nah di atas ini buat oli melumasi piston scap-nya. Jadi ada jarum buat ngatur bensin dari bawah. Jarum itu atasnya piston kayak karburator motor. Tapi supaya dia enggak baret pistonnya ya dikasih oli. Olinya bisa pakai yang viskos viskositas rendah aja bisa ATF atau SA10. bisa dipakai AC-nya. Sini AC-nya AC-nya York biasanya kalau bawaan asli. Karena itu berat banget dan mahal diperbaiki. Jadi pakai yang model Jepang aja enggak ada masalah. Oke, simpel banget sisanya ya. Itu jalur-jalur kabel atau jalur vakum ini masih ada, masih hidup nih jalur-jalur heaternya masih ada meskipun kebanyakan udah enggak berfungsi lagi. Ya, simpel banget mesinnya enggak ada masalah. Jadi M115 ini ada yang CC 2000, ada yang CC 2300 itu di 230.4. Engine Bay versi 280 dan sisanya perbedaannya di firewall. Kalau yang 28 eh 200, 230, 250 kemudian yang diesel pokoknya yang bukan 280 aja itu di firewall enggak ada tulang kanan kirinya gini. Jadi ini buat e jaga ya. Dia jaga kalau misalnya ada collision dari depan ada tabrakan dari depan. Jadi ini enggak langsung deformasi hancur ni dijaga nih. Dia ke tulang depan. Kalau yang 280 tulang itu di balik firewall tetap ada. Tadi duduk di 200 sekarang di 280. Nah, nyamannya sama tapi karena ini 280 lebih komplit, fiturnya lebih banyak tadi. Selain luarnya ada beberapa perbedaan, interiornya juga banyak. Oke, pertama duduk di belakang ada senderan kelapa eh kepala. Cuman memang belum pakai option yang seat belt belakang. Kemudian karena ini matic, option-nya lebih banyak lagi. Ini ada map pocket bisa naruh barang-barang di sini. Dan ada lampu kabin bagian belakang. Kalau yang non 280 lampu kabinnya depan aja. Jadi belakang gelap-gelapan. Kalau interiornya hitam ya makin gelap lagi. Kalau malam pindah ke depan. Pindah ke depan. Nah, makin terlihat bedanya antara 200 itu dengan 280 nih. Selain nih transmisi otomatic karena matic ada armr setengah kan gini kan enggak ngoper-ngoper kan terlihat beda banget dashboard tutup speakernya. Kalau yang 200 itu plastik, kalau yang 280 dia lebih lebar ada bahan empuk-empuknya. Bentuknya sama aja tapi aksennya beda-beda. Ini ada kayu kalau 280 lebih rameai. Ada lis chrome ini juga. tempat kuncinya nih, frame kunci starternya ada insertnya kalau 200 enggak ada. Kemudian karena 280 biasanya lebih komplit. Udah tape-nya asli bawaan. Jadi ada pengaturan speaker di sini. Nah, lagi-lagi lebih ramai chrom-chromannya. Di door pocket kanan kiri itu ada chrome-chromannya kalau 280. Dan di setir di sini nih. Nih di setiap palangnya ada list chrome-nya. Speedometernya beda. Kalau 280 ini angkanya sampai 220. Kalau 200 cuma sampai 180. Enggak terlalu optimis kayaknya bisa sampai 200 yang versi itu. Mungkin juga enggak mau enggak sampai juga 180 paling. Top se berapa sih? 160 paling. Apalagi yang diesel. Yang diesel boro-boro sampai 180 makin lambat lagi. Tapi itu enggak rusak-rusak kalau dirawat dengan baik. Jauh lebih kuat dibanding mesin bensinnya. Kalau yang diesel. Kita lihat mesin yang 280. Wah, sesek banget kok yang 280 tuh. Ruang mesinnya padat banget. Tipe mesinnya M110 DOHC. Tahun segitu dohc itu udah yes banget kayaknya ya. Tapi enggak multival. Jadi tetap satu silinder dua valve, satu masuk satu keluar. Cuman camsf-nya ada dua. Kayak mobil performance banget padahal ya mobil umum aja. Posisinya berbeda. Kalau yang 200 tadi karburatornya sebelah sana 280 sebelah sini. Tapi knalpot tetap sebelah kanan. Jadi desainnya cross flow lah. Businya di tengah. Udah kayak mobil modern banget zaman sekarang kan. Jadi hemisherical design untuk ruang bakarnya. Karburatornya Solex 4A1 jadi for barrel. Ini nyetelnya gila banget. Apalagi kalau udah error. Jadi dia punya tendensi bengkok terutama di negara yang panas ya, tropis. Apalagi kalau di negara Eropa sih enggak ada masalah karburator ini. Tapi kalau di Indonesia itu banyak banget, sering banget bengkok. Entar bengkok susah nyetelnya. Nyetel pagi, siang berubah. Malam enak, pagi enggak enak. Aduh, ribet banget. Udah pernah ngalamin saya. Jadi, wadah kenyang saya sama karburator ini. Oke, kemudian karena 280 mesinnya 6 silinder, tentu suhu mesinnya lebih panas dibanding yang 4 silinder. Kenapa? Kemudian dikasih oil cooler biar lebih dingin karena matic. Jadi, ada oil cooler juga di bawah. secara layout e ruang mesin juga beda. Kalau yang 200 akinya sebelah kiri dari sisi pengemudi dan semua tipe lain dan kalau 280 ada di sebelah kanan. Tadi saya bilang di firewall enggak ada tulangnya karena tulangnya di balik firewall kalau non 280 tulangnya kelihatan di luar. Sesek banget bisa dilihat. Jadi ganti busi 1 2 3 4 5 enggak masalah. Ganti busi nomor 6 pusing aja meet banget. Kunci businya masih pendek dan wah enggak enggak repot banget deh buka busi nomor 6. Tapi mesin ini kalau sehat wah enak banget. Jadi torsinya mantap, nafasnya enggak habis-habis. Tapi ya itu perawatannya jauh lebih kompleks dibanding yang 4 silinder atau yang diesel. Dapat setelan yang enak luar biasa. Dan mesin ini terus dipakai di banyak Mercedes lain, baik itu di SL, di Tiger, di G Clas, di Eagle, Barong juga banyak. Mesin ini banyak yang pakai M110 ini dan enggak cengengan sebenarnya kalau settingannya enak. Oke, gagasinya kurang lebih sama aja, tetap lowong. Wah, masih ada veleg option zaman dulunya. Ini veleg ini cukup favorit juga di banyak Mercedes. Veleg peresan jeruk. Bentuknya kayak peran jeruk ya. Ini option buat di banyak Mercedes, terutama di Mini. Jadi veleg option ini emm peran jeruk itu baru dipasarkan oleh Mercedes tahun '9 setahun setelah mobil ini. Kemudian ya karena bagus bahannya aluminium ya orang banyak pakai juga. Rasa berkendaranya kayak gimana? Kita cobain satu-satu. Oke sekarang kita naik Mercy mininya punya Ombob. Ombob ya. Iya Mercy 200 loh ini. Ini ini entry levelnya Mercy Mini saat itu. Tapi di Indonesia ya. Tapi kalau di luar negeri kan ada yang diesel. Ee Om Bebep udah berapa lama punya mobil ini? Baru mungkin sekitar belum lama ya. Oh belum lama. Belum lama. Belum lama tuh. Setahun? 2 tahun. Iya mungkin sekitar segitulah kurang di bawah setahun lah. Oh baru ternyata. Dan ini Mercedes pertama. Mercedes pertama langsung Mercy mini. Enggak apa-apa tapi entry level jadi 200 ya entry level kan. Jadi buat belajar masih ok lah. Sebelumnya pakai apa, Om? Sebelumnya saya pakai merek Lin. Oh, Eropa juga. Eropa juga. Eropa juga. Buatan Jerman juga. Jerman juga. Oh, ya udah, udah ketahuan kan tinggal tinggal sisa tiga tuh. BMW, VW, Opel. Opel kayaknya enggak sih. Porsinya enggak juga kayaknya. Jadi tinggal kalau enggak VW BMW udah dua itu aja tuh. Nah, terus kok kepikiran Om beli Merc Mini? Karena kemarin jujur awalnya penginnya boker awalnya karena kita kan mudanya ngelihatnya boker kanya kan terus kayaknya kok kurang ya akhirnya cobalah cari Tiger. Oke pas di Tiger kebetulan e kok ini kayak masih nanggung ya gitu kayak h bentukannya itu belum klasik gitu sama menurut saya gitu. Iya, iya. Tapi ngelihat mini tuh enggak tahu kenapa kok lucu ya. Dan ini ya dulu saya pernah memori kecil waktu dulu sih pernah naik punya Eang. Nah, itu dia berarti udah dua dua nih udah dua dua owner yang di video ini semuanya pasti terkait dengan memori. Yes. Saya juga gitu. Kalau saya punya 280 yang tadi punya Om Riri ya. itu karena saya ee SMA awal kuliah pakai mini 280. Tapi tadi Om Bo bilang memori naik mobil Eyang. Iya, saya punya 200 karena mobil Eyang saya 200. Jadi ah gua mau ah mobil kayak Eyang gua. Ya udah ternyata emang karena familiar kan familiar kemudian nostalgia akhirnya ya udahlah. He memori mesin ya. Iya karena memori mesin terus akhirnya ee beli pengin punya. Nah, itu mungkin juga di Ombob terjadi juga kan. Akhirnya, oh ya udah gua pengin beli 200 juga. Lu punya yang 200 juga 200 apa 280 sih aku agak kelupa tapi dia warnanya sama merah dan e twoon gini juga merah putih cuman dia kayaknya signal red deh kay lebih merah ini kan lebih c iya lebih coklat ada coklatnya ya. Oke. Kan baru setahunan nih Om punya kurang lebih setahunan. Nyarinya susah enggak sih Om? Auto nyari ini nyari ribet mana-mana gitu. Kalau tadi kan penginnya boxer kemudian enggak jadi tiger enggak pengin juga. Akhirnya ketemulah ini. Itu proses nyarinya lama enggak? Ini nyarinya ya kebetulan agak enggak lama dan ini ada ceritanya sih Om saya ngambil ini. Ini kebetulan yang owner sebelumnya di Kediri. Oh di Jawa Timur. Di Jawa Timur. Makannya platnya adil kan. Terus saya mau lihat bawa mobil saya nekat tuh mau bawa mobil sendiri. Mobil sendiri saya nyetir dari Jakarta. ke sana nyetir sendiri ke sana. Heeh. Dan dia pun kayaknya enggak tahu saya mau ke sana mau ngelihat gitu. Oh enggak enggak enggak janjian. Janjian saya janjiannya cuman di tengah to bilang Om saya sudah jalan. Dia juga kaget makanya Om di jalan. Ya tiba-tiba ya gitu Om di Semarang saya maok mobil saya itu maticnya jebol. Jadi Oh proses proses mau ngelihat aja udah udah ada masalah nih? Iya. Tadi saya pikir kalau berarti enggak jodoh nih, saya enggak boleh ngelihat. Enggak jodoh. Saya enggak boleh lihat mobil itu. Akhirnya pulang saya mobil saya di towing, saya pulang naik pesawat aja. Jadi enggak enggak sempat lihat mobil ini. Sempat lihat mobil ini. Ya saya beli kondisi itu aja sih. Iya. Soalnya sering enggak Om lagi jalan gitu tok Om mobilnya keren dijual enggak gitu? Pernah enggak sih Om? Lumayan. Sekarang setiap kita di jalan orang pasti ngelihatin dan pom bensin juga gitulah. Pom bensin pasti itu pasti itu pom bensin. Om tahun berapa? I dijual gitu pasti gitu-gitu kan dari beli terus Om udah ngapain aja mobil udah ada benerin apa nyempurnain apa ganti karet kaca nih Om yang kaca depan karena I waktu itu pas hujanah masuk semua Om dari bawah dari samping-samping sini gitu loh Om nah tapi ya itu PR-nya nyari baru kan susah susah banget susah dan selain bocor ya kalau karet kaca sudah enggak bagus lain bocor putih-putih om iya betul Ben sudah mulai ada nih. Sudah mulai ada karena mungkin yang dari sebelumnya ya, sebelumnya dicuekin gitu. Itu tuh PR-nya tropis kayak gitu tuh mobil kejemur gitu kan. Terus karetnya pada getas. Iya. Dan kacanya Mercedes itu kan dual glaz jadi kan kalau udah enggak rapat angin angin masuk. Rata-rata mobil Eropa sih kayak gitu ya. Gitu ya. Heeh. Cuman ini kemarin pas ganti kaca dia bilang ini kacanya masih ori karena ada ular apa i i ada ularnyaularnya. Terus rencana mau diapain lagi nih, Om? Biarin gini aja atau e entar gua mau improvement apa gitu. Ada enggak, Om? Aku sih penginnya keep S8 saja sebisa mungkin di dijaga preserve ya di preserve e kondisi aslinya aja. Kondisi aslinya aja sih. karena ya penginnya ya biasa bisa maintain dia se se sekondisi aja semaksimal mungkin dengan kondisi standar ya. Heeh. Ya. Ya. Oke, Om Bob. Thank you banget sudah minjamin. Thank you. Sama mobil buat video kita nih. Semoga bisa dirawat semaksimal mungkin biar biar awet ya. Yes. Sekarang udah sama ownernya Merini yang 280. Ada Om Riri. Pasti dong. Waktu itu kan sama Nidot yang katanya mau diliput. Iya. Dulu iya ya. Pas rally Magelang kan bilang lu pengin banget gitu. ngevideoin Mercy Mini karena saya sendiri punya memori cukup lama pakai Mercy Mini dari 200 dua kali sama 280 dan ini punya Om Riri 280 matic ya ampun top spek banget saat itu. Iya ya. Iya 280 matic lagi. Tapi sekarang yang punya Om Riri udah dibikin USDM bumpernya lampunya lebih lebih asik lagi. Om Riri ini udah pernah berapa lama pakai ini punya mobil ini? Jadi mobil ini saya dapat 2020 2021 lupa lah. Oh pas COVID ya? Pas Covidovid. Emang lagi nyari mobil ini atau lagi emang emang lagi scrolling-scrolling biasa aja atau gimana Om? Nah, jadi nih eh mobil nih punya apa ya sentimental value lah sama mini dulu dulu pertama kali punya mobil ya pakai duit sendiri beli sendiri pas sudah baru kerja itu Mercy Mini oh I ya Mersi Mini 200 ya nah pakai sambil waktu itu sama pacar yang sekarang jadi istri pas mau nikah kita butuh mau enggak mau ya enggak mau harus harus mencari yang lebih inilah. Jadi akhirnya udah kita janji nanti satu waktu kita one day beli lagi. One day beli lagi nah pas COVID itulah momentumnya kita dapat ini. Tapi memang sudah digarisin Om merelakan sesuatu dapat gantinya lebih yang tadinya 200. Iya benar benar dapatnya 280 matic pula. Aduh. Tapi sebelum ini sebenarnya dapat 200. Oh sempat 200 lagi. Sempat 200 sebenarnya dapatnya tapi karena mau restore dan mau cat ulang karena warnanya bukan putih. Oh, gitu. Jadi hitung hitung hitung hitung kayaknya enggak worth it deh. Muter-muter bengkel, muter-muter bengkel akhirnya dapat ini. Ya udah. Oh, ya udahlah ditukar aja dapat yang udah jadi ya gitu. Oke. Tapi so far enak loh nih Om semuanya operate normal AC dingin ini instrumen semua normal. Lalu pressur-nya bagus, temperatur juga bagus. Under 80. Tapi pasti secara berkala ada aja sih. Iya, ada aja. I tapi semoga minor aja minor jadi ganti-gantian aja. Emang perlu dirawat aja kalau Iya karena memang 280 kan perlu ekstra ya ininya apa namanya perhatian ekstra. Jadi ya selama selama dirawat normal dia akan long lasting lah. Tipikal Mercy Mini pada umumnya kan gitu semuanya asal dirawat normal dia akan operate normal semua juga. Pengalaman Om Riri dapetin parts paling susah buat mobil ini apa, Om? Wah apa ya? Em, jadi lucunya tuh kalau mobil ini tuh saya tuh enggak enggak ngoyo-ngoyo untuk nyari apa spare part atau apa. Kecuali kalau emang sudah kebutuhan ya kalau dia ada rusak atau apa. Jadi ya iseng aja sambil sambil jalan ngelihat-ngelihat biasanya di marketplace atau apa. Kalau cocok langsung aduh. Iya nih pas enggak nih sama konsepnya USDM gitu-gitu. Iya benar sih kalau pakai veleg warewels ini nyatu sih karena ini USDM kan. mungkin kalau masih style-style Eropa kok kurang ya gitu. mungkin mungkin pilih ee veleg lain-lain aja gitu apa milihnya yang lain aja gitu kan velegnya. Kalau yang wheels emang sih cocok buat di style USDM ini. Sip. Oke thank you banget Om R. Thank you ya udah Mido. Thank you banget udah mau nyobain. Enak nih mobil enak banget. bikin saya ingat ke tahun sebelum 98. Wah, memorable banget tahun '98 - pakai ini. Thank you banget. Semoga dirawat terus sama Om Riri. Jangan pergi ke mana-mana kecuali kalau dapat yang dua pintu, Om. Amin. Amin. Sip. Thank you banget, Om. Sama-sama. Thank you, Bang Didot Mercy Mini ini berhasil diproduksi dan terjual sebanyak lebih dari 1,9 juta unit di pasar dunia. Mayoritas unit yang terjual malah yang mesin diesel. Ya, karena banyak yang menggunakan mobil ini sebagai taksi di beberapa negara. Di Indonesia hanya Mercy Mini versi sedan yang dijual resmi. Yang model coue memang ada yang punya, tapi itu diimpor sendiri saat zaman dulu. Memang ada komponen serupa dengan yang versi sedan, terutama urusan drive train maupun mekanikal, terutama bagian fisiknya. Seperat abad lalu, harga Mercy Mini di Indonesia sempat tidak terlalu bagus. Tapi sekarang harganya telah meroket tajam dan banyak menjadi simpanan kolek semua. Ini adalah opni pribadi saya dan paman-paman itu. Kami tidak dibiar siap apapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Sayang sekali jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi Mobobi dan Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobilobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.

Lihat di YouTube