Jungkat

MERCY G 580 EQ INI KENCANG DAN BISA MUTER SEPERTI TANK (YouTube Video)

  • 02/07/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fitra Eri. Sekarang saya berada di sebuah Mercedes-Benz G Class. Tapi kalau saya tarik suaranya seperti ini. Kencang tapi tidak ada suaranya karena ini adalah G- Class. Penggerak full elektrik. Saya akan jelaskan ke Anda detail dari mobil ini. [Musik] Tapi Anda jangan sedih dulu. Aduh, Glas. Kenapa jadi listrik? Karena ini bukan electric car biasa. Ini adalah G-Clas bukan sekedar hanya berpenggerak elektrik, tapi Mercedes menggunakan semua benefit penggerak listrik sehingga menjadikan G-клаas listrik ini menjadi sangat unik dan canggih. Nama mobil ini resminya adalah MercedesBenz G580 with EQ Technology. Jadi, tadinya saya melihat pertama kali mobil ini di sebuah pameran di luar negeri itu rencananya namanya EQG. Sama seperti MercedesBenz kan ada EQ, EQS, EQ SUV, EQA, EQB. Tapi hasilnya jadi namanya Mercedes-Benz G580 with EQ Technology. Nah, ini adalah G class yang berpenggerak listrik, bukan mobil listrik yang dibuat berbentuk Glas. Karena mobil ini masih menggunakan sasis leather frame yang itu digunakan dari eh generasi awal Glass dan mobil ini memang utamanya dibuat sebagai G- Class dulu baru penggeraknya elektrik. Nah, tapi tadi saya bilang bahwa mobil ini spesial. Nanti saya akan jelaskan lebih detail lagi karena ini adalah G-las yang paling bertenaga yang ada di pasaran. Bahkan Mercedes AMG G63 sekalipun tenaga dan torsinya kalah dengan mobil ini. Enggak ada yang bisa dilihat di cup mesinnya karena memang di sini hanya kontrol unit. Paling kita bisa lihat bawahnya. Nah, seperti ini ada ee sejumlah kontrol unit dan ada motor listrik. Istimewanya mobil ini kan all wheel drive. Biasanya mobil elektrik kalau all wheel drive itu ada dua motor. Satu motor di depan, satu motor di belakang yang akan membagi ke dua roda. Tapi tidak dengan G- Class elektrik ini. Karena dia memiliki empat buah motor yang menggerakkan roda secara individual dan masing-masing itu ee bisa berputar berlawanan arah. Kemudian efek locking diferensial itu juga mereka bisa ee buat dengan membuat kecepatan kanan dan kiri itu sama. Karena semua itu dari kontrol unitnya yang bisa secara fleksibel mengatur keluaran tenaga di masing-masing roda dan tenaganya. Total mobil ini menghasilkan tenaga 587 PS yang artinya 2 PS lebih besar dibandingkan Mercedes AMG G63 yang ee dia itu 585 PS. Serta torsinya kalau di G63 torsinya itu 850 Nm. Di mobil ini torsinya 1165 Nm. Jauh di atasnya Genom 3. Ee yang membuat mobil ini bisa berakselerasi 0 sampai 100 km/h dalam 4,7 detik. Memang akselerasinya tidak secepat G63. G63 itu 4,4 detik, sedangkan ini 4,7 detik. Tapi 4,7 detik itu masih sangat-sangat kencang. Dan kenapa dia lebih pelan? Karena dia bobotnya yang sangat berat. Bobot bersih mobil ini 3.085 kg dengan penumpang bisa lima orang penumpang artinya bisa dikisaran 3,5 ton mobil ini ee berat ya. Dan itu yang membuat akselerasinya 0,3 detik lebih lambat untuk 0 sampai 100 km/h. Tapi torsi 1165 Nm akan membuat mobil ini ah sangat eh kuat dan memiliki offroad capability yang menakjubkan. Sekarang kita ke bagian belakang. Karena ini adalah sebuah electric car. Jadi di sini ada untukah nge-charge-nya. Untuk AC-nya itu bisa 7 kW dan eh bisa juga e 11 kW. Sedangkan untuk DC-nya bisa 200 kW dan itu mengisi baterai yang sangat besar. Mungkin ini adalah ee baterai terbesar yang pernah dibuat Mercedes-Benz di e mobil passenger elektriknya. besarnya 116 kWh tapi walaupun baterainya besar karena bobot mobil yang berat sehingga range-nya enggak bisa jauh-jauh amat klaimnya dari Mercedes-Benz sendiri itu 473 km. Artinya 1 KWH hanya bisa menjalankan mobil ini 4 km. Itu pun klaimnya. Tapi kalau dilihat dari banyaknya ee jurnalis yang sudah pernah mengetes mobil ini di ee luar negeri itu range-nya itu di 400-an kecil atau bahkan ketika Anda sedikit offroad dan kaki Anda gatal untuk ngegas itu bahkan hanya di 300-an km. Tapi enggak apa-apa karena Merci G580 EQ ini memang bukan dibuat untuk perjalanan luar kota yang ee jauh. Ini mobil tadinya milik Evans Motor nih kan saya sekarang berada di Evans Motor tapi ini sudah dibeli oleh salah satu konsumennya. Dan terima kasih untuk konsumen yang tidak mau disebutkan namanya yang meminjamkan mobil ini ke saya bukan hanya untuk di-review tapi juga bisa kita geber. Jadi nanti saya akan balik lagi ke kokpit untuk merasakan bagaimana impresinya dari eh Mercedes Benz Glass bertenaga listrik ini. Tapi kalau kita lihat dari luar sepintas orang langsung tahu ini adalah G Class. Tapi sebenarnya ada sejumlah detail-detail yang menarik dari eksterior dari ee G580 ini. Grill ini sebenarnya ada pilihan kalau di luar negeri itu ada pilihan yang tertutup dan ada pilihan yang terbuka. Nah, ini ee lebih keren memang pilihan yang terbuka seperti ini grillnya. Jadi kayak mobil normal gitu ya, enggak kayak mobil ee listrik. Kemudian mobil ini sangat-sangat tidak aerodinamis. Dibuat dari eh bentuk body yang sudah bertahan sampai puluhan tahun. Namun teknisi dari Mercedes-Benz engineer-nya membuat sejumlah perubahan untuk mobil ini lebih licin membelah angin. Lihat ini di siku-siku bodinya ini ada panel hitam yang ini lebih membulat supaya bisa mengalirkan angin lebih licin. Kemudian kalau Anda bisa lihat ini kap mesinnya lebih tinggi dibandingkan yang ada di G-Clas yang bermesin bensin. Sebenarnya enggak perlu ada apa-apa. Kalau Anda lihat kan tadi cuman rata aja di bawah, enggak perlu untuk space apa-apa. Tapi kenapa dia dibuat lebih tebal? Supaya mempertipis perbedaan ketinggian dengan atap dan itu memperbaiki profil aerodinamikanya. Jadi nabraknya tuh mungkin kalau biasanya tuh di sini ini sekarang anginnya nabraknya di sini. Jadi bidang hambatannya tuh lebih kecil. Kemudian ada satu lagi ini ada lubang di sini di sparbard belakang, di overfender belakang ini juga. khusus hanya di G580 untuk memperlancar aliran udara. Kemudian di sini juga ini ada panel hitam yang dia lebih membulat. Semua itu untuk membuat mobil ini aerodinamis sehingga ya range-nya walaupun enggak jauh-jauh amat tapi minimal dimaksimalkanlah dengan bentuk body seperti ini. Baterainya ada di bawah. Wah, ini besar sekali dari depan sampai belakang. Dan ini walaupun baterainya itu terletak di bawah dan ini masih menggunakan sasis yang sama dengan yang versi bensin, namun ground clearance-nya masih tinggi 250 mm dan Anda enggak perlu khawatir mentok kalau misalnya Anda offroad pakai mobil ini. Enggak usah sayang baterai. Kenapa? Karena di bawah baterainya itu ada armor plate, ada plat pelindung. Ini kalau di sini kita juga bisa lihat nih plat pelindungnya baja dan itu bukan cuman menutupi tapi tebal sekali. Tebalnya 26 mm. 26 mm itu 2,6 cm untuk melindungi baterainya. Jadi mau mentrok gehok gehok enggak masalah enggak akan merusak baterainya sama sekali. Kemudian Anda tahu ini garis khas dari eh Glass yang menunjukkan capability-nya untuk melewati air itu bisa sampai sebatas ini filosofinya. Tapi di G580 ini ada strip birunya ya untuk eh memberi apa memberi kesan bahwa ini adalah memang mobil elektrik. Dan yang menarik kemampuan mobil ini melewati banjir, melewati genangan air atau wedding dep-nya itu lebih tinggi dibandingkan G-class bermesin bensin atau diesel. G-Cass bermesin bensin atau diesel itu hanya bisa 700 mm. Ya, enggak hanya bisa sih ya. ee itu juga tinggi sekali bisa 70 cent. Tapi untuk G580 ini bisa sampai 85 cm, 850 mm. Nah, ini anda lihat juga nih ada satu yang baru di G Class ee tapi ini bukan hanya di G580 ya, tapi di generasi terbaru ini W465 ini ee sudah ada keyless smart key. Jadi Anda tinggal kancungi kunci sebelumnya G class itu harus kita pencet tombolnya. Tapi kalau yang sekarang enggak usah kita tinggal kalau mau ngunci tinggal sentuh di sini mau buka tinggal di sini. Tapi membukanya memang bukan ditarik tapi dipencet sama seperti khasnya G Class. Dan sekarang ada tulisan G di tombol ininya nih, tombol pembuka pintunya. Dan tentunya tidak akan proper mobil ini sebagai Glass kalau suara tutup pintunya enggak seperti Glass. Sekarang kita coba Haha, khas sekali. Dan ada satu yang ee saya rasakan menutup pintunya lebih ringan. Biasanya Glas itu berat sekali harus dibanting. Nah, ini enggak perlu dibanting itu bisa. Ah, kadang-kadang emang enggak bisa tapi enggak perlu sekeras biasanya. Nah, ini R dulu tuh biasanya gini nih. Uh, harus seperti itu atau nutupnya tuh harus kencang sekali. Tapi sekarang enggak. Karena untuk di G 580 ini ada ee ruas untuk ventilasi udara untuk mengurangi tekanan udara di dalam. Jadi, tekanan udara di dalam itu karena mobil ini sangat kedap. Itu yang membuat pintu itu mendapatkan resistensi sehingga sulit untuk ditutup ketika pintu yang lain tertutup. Tapi sekarang di sini ada untuk membocorkan sedikit udara untuk mengurangi tekanan di dalam kabin, tapi bunyinya pure G- Class. Ah, kemudian ada satu yang sangat menarik lagi adalah di belakang sini kan biasanya ban serep ya. Cuman kan enggak mungkin ban serepnya kotak naik. Jadi ini adalah tempat penyimpanan di belakang ini dan ini bisa digunakan untuk portable chargernya di belakang. Atau misalnya kalau misalnya Anda mau bawa makanan yang ukurannya enggak terlalu besar, yang sangat bau menyengat gitu. Misalnya Anda doyan pete, masa sih rela Glasnya jadi bau pete. Petenya taruh sini aja aman. kabin enggak bau dan dia ketika ditutup dan mobil terkunci misalnya seperti ini kita kunci ini enggak bisa dibuka dia terkunci juga jadi dia mengikuti kunci mobilnya bagasi ya namanya Glass dia enggak besar-besar amat tapi walaupun ada baterai di bawahnya dia kapasitasnya tetap sama persis dengan G-Class yang bermesin bensin atau diesel. Jadi, ya okelah. Enggak terlalu gede tapi lumayan. Minimal samalah dengan Glass yang lainnya. Aduh, sampai tutup pintu belakangnya juga criknya tuh mahal gitu. Dan space di belakang juga enggak lega-lega amat. Lihat ini posisi berkendara saya. Saya tingginya 177 cm. enggak tersisa banyak ruang lah, tapi memadai. Dan ee hebatnya walaupun ini memiliki baterai yang cukup besar di bawah, tapi lantainya enggak menjadi tinggi sehingga paha masih tersangga dengan baik dan kita bisa duduk dengan cukup nyaman. Kalau headro enggak ada masalah karena atapnya juga tinggi, jadi headroom-nya sangat sangat memadai. Kemudian ada arm rest juga yang tingginya itu proper dan ada pengatur AC di belakang satu zone. Jadi total triple zone AC-nya serta ada dua buah USB C slot dan satu buah slot 12 volt. Kemudian di sini option yang dipilih oleh Evans Motor untuk mobil ini ada Alcantara untuk atapnya dan eh kursinya juga ini perforated dan material kulitnya sangat bagus. Material piano black-nya dan sound systemnya juga sudah yang burmeister ya. Di sini juga enggak ada pegangannya. Ah. Oh. Ya, ini interior terbaru dari Glass generasi terbaru dan sangat menyenangkan. Lihat ini tuas AC berbentuk turbinnya yang nanti ada dihiasi juga oleh eh ambiience light. Ambiience light. Nah, ini seperti ini yang berpendar sehingga menimbulkan kesan mahal gitu ya. Terus dua buah layar yang besar dan ini touch screen-nya sangat-sangat responsif. benar-benar e begitu kita klik tuh langsung dia ee enggak ada lambatnya sama sekali. Ini benar-benar sistem terbaru ini menyenangkan untuk digunakan. Tuh, cepat sekali. Dan eh yang unik dari mobil ini adalah mobil ini punya low range. Jadi low range ini sebenarnya kan mobil listrik enggak perlu low range. Tinggal pengaturan dari pengeluaran tenaga listriknya saja. Tapi dia ada eh low range karena di setiap motor itu ternyata masing-masing punya transmisi juga. Dan ketika dimasukkan ke low range, mobil ini benar-benar bisa merayap. Dan bukan hanya merayap, mobil ini juga punya semacam cruise control sambil merayap. Jadi bisa cruise control itu hanya kecepatan 5 km/h, 6 km/h, dan bisa juga adaptif. Jadi dia melihat kondisi jalan. Ketika kondisi jalannya rusak dia lebih pelan. Ketika kondisi jalannya ee mulus kemudian dia bisa jalan lebih cepat dan kecepatan itu bisa diatur lewat pedle shift ini juga. Eh, dan mobil ini saya tidak akan coba offroad karena ya ini mobil baru, mobil konsumen juga, bukan mobil tes. Tapi saya pernah melihat videonya bahwa mobil ini diklaim oleh para jurnalis yang sudah mengetes mobil ini di luar negeri memiliki kemampuan offroad yang lebih baik dibandingkan G- Class manapun. Karena ya itu individual tenaganya di masing-masing roda sehingga bisa dikontrol secara individual juga serta torsinya yang sangat besar. Serta ini dia pertama kalinya Mercedes-Benz memiliki G- Class yang bisa berputar pada porosnya. Jadi ee dengan roda kanan kiri depan belakang yang putarannya dibuat sedemikian rupa, mobil ini bisa berputar pada porosnya seperti ini. Dan itu sangat berguna misalnya kita lagi offroad, tempatnya sempit buat putar balik, kita bisa putar balik atau berubah arah saja dengan sangat mudah. Sebenarnya pemiliknya mengizinkan saya untuk mencoba di jalan atau di aspal. Tapi enggak tahu deh. Saya tuh masih enggak tega lihat bannya tuh masih baru gitu. Kecuali nanti saya nemuin permukaan yang ada agak ini ya, agak ee rata gitu ya. Enggak enggak begitu ngabisin ban. Nanti mungkin bisa saya coba tapi nanti kita lihat. Dan ee mobil ini ada suaranya. Suaranya itu namanya adalah Zeror Sound Experience. Saya enggak tahu Anda bisa dengar enggak ya. Coba saya matiin sekarang. Nyalain samar-samar terdengarnya. Jadi ada habis itu ngung kayak ada dengungan dengungan listrik. Kalau kita gas enggak dia enggak nambah apa-apa. Tapi nanti kita akan coba pada saat ee jalan. Yang lainnya seperti normalnya Mercedes-Benz G Class, setir juga udah model terbaru dengan ee dengan panel-panel sentuh di setir. Yang ini buat Anda yang sudah terbiasa sangat mudah. Buat Anda yang belum terbiasa, Anda harus membiasakan diri dengan panel-panel sentuh ini. Dan sama seperti Mercedes-Benz lainnya, instrumen juga bisa diganti sesuai dengan keinginan Anda. Yang lainnya normal. Seperti Mercedes-Benz lainnya, ada pendingin kursi, pemanas kursi, cup holder juga dengan pendingin dan pemanas. Ada laci di sebelah sini. Nah, yang benar-benar membedakan mobil ini adalah tenaga listriknya. Dan untuk itu sekarang kita langsung balik lagi ke jalan. Wah, enggak percaya rasanya saya bawa Mercedes Glass Electric. Mungkin ini tes pertama kalinya di Indonesia karena ya mobil ini masih terjual sangat sedikit. Sangat sedikit. Evans Motor aja lagi pesan lagi itu ee belum datang gitu ya. Dan ini luar biasa meminjamkan ke saya untuk bebas digeber. Tapi saya belum mau geber dulu. Saya mau ngerasain dulu. Nah, ini karena penggerak listrik dia memang sangat halus dan e tadi kan ee suara yang e Gor sistemnya itu. Jadi sistem suaranya itu kan saya aktifkan ya. Jadi ada derumannya tapi derumannya tidak pindah gigi ya. Jadi dia ee derumannya ya mengiringi kecepatan aja. Semakin cepat derumannya itu frekuensinya makin tinggi dan kalau kita masukin ke mode sport suaranya makin keras. Sekarang saya pengin dengar warna suaranya ketika saya gaspol. Satu dua t. Oh, kuat sekali tenaganya. Dan itu derumannya itu Deruman V8. Yes. Jadi keren sekali. Mercedes bukan memasukkan suara 6 silinder seperti yang ada di G500, tapi memasukkan mesin G63. Suaranya tidak sekeras G63, tapi cukup jelas dan ah ini kalau di mode sport itu derumannya tuh mirip sekali Gen3 membuat Anda tuh serasa e mengendarai G-class yang perkasa ya. Karena mobil ini memang kenyataannya perkasa. Tapi kalau misalnya kita eh matikan suaranya misalnya kita ini kita bisa pakai touchpad-nya. Kita matikan dulu suaranya. Driving. Eh, bukan vehicle driving. Nah, ini kalau kita matikan, nah dia langsung benar-benar ini apa? halus tanpa suara. Kalau kita akselerasi pun ya benar-benar tanpa suara. Ini bagaikan Glass dipakaikan mesin MYBAH. Nah, kualitas bantingannya gimana? Ini definitely lebih nyaman dibandingkan eh G63 dan masih terasa leather frame-nya tuh masih terasa gitu ya khasnya Glas tuh. Jadi kalau ada ee jalan yang gelombang kecil-kecil tuh ada getaran kecil gitu ya, itu terasa dan posisi nyetirnya juga sama seperti Glass biasa. Cuman bedanya silent, benar-benar totally silent di sini. Dan ini setiap kali belok dia pakai kinetic seat ya. Jadi kursinya itu ee penyangga badan kita itu dia bisa bergerak secara aktif. Kalau kita belok ke kiri kan badan kita terlempar ke kanan. Nah, ini penyangga yang kanan ini dia langsung ee menekan tubuh kita supaya kita enggak terlempar ke kanan. Tapi ini pengalamannya sih jiklas sekali ya. Benar-benar bukan seperti sedan, bukan seperti mobil sport, ini seperti Glas. Nah, sekarang saya pengin tahu sedikit pengendaliannya. Jadi, setirnya tidak direct ya. Jadi setirnya serasa ada jeda dari kita belok sampai mobil itu bereaksi dan ada limbung khas G Class. Tapi kalau menurut saya ini kelimbungannya sedikit lebih ringan dibandingkan Glas normal. Mungkin karena baterainya yang berat itu ada di bagian bawah. Tapi anyway ini bukan mobil untuk diajak bermanuver kencang. Kalau di G class yang 63 itu karena suspensinya lebih keras dia lebih stabil. Tapi kalau kita masukkan ke mode sport, nah dia suspensinya jadi makin keras. Tetap aja masih ada limbungnya walaupun keras ya. Berkurang dikitlah. Saya mendingan pakai yang comfort aja, suspensinya lebih empuk dan enggak usah berpikir macam-macam untuk bermanuver deh dengan mobil ini. Nah, tapi bicara soal manuver, mobil ini bisa melakukan satu manuver yang ee menakjubkan karena seperti tadi saya bilang, motornya itu memutar roda secara individual. Jadi bisa dua roda itu maju ke depan, dua roda itu mundur. Dan itu ketika dilakukan dengan tepat pengaturannya akan membuat motor mobil itu berputar pada porosnya. Seperti ini. Anda bisa lihat tuh di tanah dicoba di luar negeri. Nah, saya kan tadi udah bilang saya ini sayang sama bannya. Bannya masih baru banget. Tapi saya tadi diakinkan lagi oleh pihak Evans Motor bahwa pemilik mobil ini mengizinkan saya untuk mencoba putar itu. Nah, tapi saya enggak mau di jalan raya, terlalu berbahaya. Jadi, saya akan kembali ke parkirannya Evans Motor untuk mencoba berputar. senang banget diyakinkan boleh nyoba itu. Oke, akhirnya kita akan coba untuk pertama kalinya sebuah Glas. Kita akan berputar pada porosnya. Nah, cuman ada beberapa eh step yang harus dilakukan. Pertama, kita harus masuk ke mode rock dulu. Kita activate drive program. Kemudian kita akan masukkan ke low range. Sudah masuk low range. Kemudian kita akan masuk ke offroad cockpit-nya. Nah, supaya kelihatan seperti ini. Kemudian kita akan pencet mode berputarnya ini di sebelah kanan. Dan untuk berputar kita harus pencet pedle shift ke kanan sambil kita ngegas. Kita pencet dulu modenya. Udah. Sekarang kita masuk ke D. Kita pencet. Oke, sekarang kita berputar. [Tertawa] Uh, kencang l muternya. Oke, mantap. Kita lanjut jalan lagi. Amazing, kan? Dan saya kaget tadi kalau Anda lihat tadi di videonya saya sempat berhenti sebenar karena saya enggak enggak nyangka sekencang itu. Jadi kita ngegasnya juga harus ngegas pol, tidak bisa ngegas setengah-setengah. Itu untuk memastikan bahwa kita memang pengin mobil itu berputar dan kita juga tetap harus aware dengan keadaan ee sekitar. Walaupun dia juga bisa cancel perputaran kalau dia e melihat bahwa mobil akan e menabrak sesuatu. Tapi saya kaget gitu sekencang itu. Jadi saya angkat gas lagi. Ternyata memang sekencang itu. Karena kalau misalnya di mobil kayak BYD U8 muternya tuh pelan. Pelan sekali. Cek cek cek cek cek cek. Mungkin hampir 1 menit kali untuk 360 derajat. Ini 360 derajat mungkin cuma 2 detik atau 3 detik kali. Cepat banget muternya. dan langsung terlihat bekas-bekas parutan ban di situ. Alhamdulillah bannya masih masih tebal dan enggak ada masalah apa-apa gitu ya. Tapi saya enggak mau nyoba lagi. Udah yang penting saya udah mencoba performa berputar baliknya itu. Itu berguna di mana sih? Satu itu berguna ketika kita di tengah hutan, kita mau putar balik enggak ada space gitu ya ee yang memadai. kita bisa pakai cara itu atau yang pasti bakal sering dilakukan oleh pemiliknya ee buat e pamer ke teman karena rasanya ini satu-satunya mobil yang dijual di Indonesia yang bisa melakukan itu. Eh BYD ee ee U8 itu bisa melakukan itu, tapi satu belum dijual di Indonesia dan itu pun juga sangat pelan berputarnya. Ini sih mode ngebut banget tadi. W, langsung muter. Oke, balik lagi ke mobilnya. Ini ee ini nyaman ya untuk ee perjalanan gitu ya. Nyaman untuk ee perjalanan santai karena ini adalah Glass yang paling halus penggeraknya. Mau yang mesin V8, mau yang mesin eh 6 silinder, enggak ada yang sehalus ini. Tapi ya memang range-nya agak terbatas ya karena ya 116 kWh besar sekali tapi bobot yang dihela juga 3 ton lebih gitu ya. Jadi ini kalau kita lagi santai begini, coba kita ada ya. Ini kita sambil lihat ya, sambil kita jalan sambil kita lihat berapa average consumption-nya. Tapi ee ini sih sekitar 0,3 1 kom ya 3 sampai 4 lah. 3 sampai 4 km/ kWH. Nah, berapa lama nge-charge-nya? Kalau kita pakai 200 kW dalam 30 menit aja kita udah bisa nambah range itu sampai 160 eh sampai 170 kil. Tapi kan kita enggak mungkin nge-charge pakai 200 kW. Anggap ajaalah kita nge-charge pakai 7.000 watt. Kalau pakai 7.000 watt kita nge-charge dari nol maksudnya 116 kWh itu kita ee charge itu pasti butuhnya itu mungkin sekitar 16 17 jam. Tapi kalau misalnya kita dari 50% aja, jadi e mungkin 40 50% kita sampai rumah kita charge ya 8 jam 9 jam udah ee penuh lagi kita tinggal pada saat ee tidur. Cobi kita hitung sekarang per kilometernya ya. Anggap terborosnya lah 3 km/ KWH. 1 kWh itu anggap aja lah Rp2.000 lah sebenarnya R.800-an ya. Artinya hanya butuh kira-kira eh sebentar saya muter dulu 2.000 kil Rp2.000 untuk 3 km. Artinya 1 kmnya itu hanya Rp700. R 600 Rp670 lah per km. Bandingkan kalau misalnya Anda naik G63 yang tenaganya setara ini, bensinnya mungkin 5 km/l, 1 liternya itu Rp14.000. Artinya untuk 5 km itu 14.000 yang artinya 1 km itu bisa Rp3.000. Artinya tetap lima kali lebih hemat mobil ini. Empat kali sampai lima kali lebih hemat dibandingkan kita pakai G63 untuk ininya untuk ee menjalankannya. Dan seperti apa sih rasanya ee 1165 Nm? Ya itu dia pada saat kita narik. Nah, kita pakai suara dulu. Ah, enggak enak kalau enggak pakai suara tuh asli kurang apa ya? kurang mendapatkan experience ya, harus pakai suara. Nah, kalau kita tarik 1165 Nm. Uh, cepat sekali. Dan berapa top speed-nya? Nah, untuk top speed-nya itu bermain di kisaran 180 km/h. Di limit memang kecepatan maksimalnya. Aduh, ini enak banget pakai suara ini. Pakai suara V8 nih. Tapi memang ya itu ya enggak ada ininya, enggak ada pindah giginya gitu. Tapi minimal ada suara V8-nya lah. Nah, sekarang saya mau bandingin juga antara klaim 014,7 detik dengan aktualnya di Indonesia. Ini saya udah bawa alat tes dan saya akan ee coba langsung. Ini mumpung belum hujan nih, tapi enggak enggak apa-apa sih kalau hujan-hujan dikit kan dia all wheel drive. Startnya juga pasti bagus. Nah, sambil kita nunggu ke tempat ngetes ini mobil sudah menggunakan sistem keselamatan terkini dari MercedesBZ. Jadi bukan hanya pasif, tapi juga aktif. Dia udah ada fitur radar, dia udah ada adaptive cruise control, ada landep assis semuanya jadi sudah eh lengkap ya. Nah, ini ini mobil mungkin karena boki sekali ya. Walaupun sudah dilakukan sejumlah hal untuk me membuatnya lebih aerodinamis tapi tetap boksi dan tetap ada turbulens udara. Jadi di atas 80 km/h tuh kita masih bisa dengar suara angin yang mana kalau di mobil lain itu bisa komplain pemiliknya. Tapi ini G-Clas. Gcos memang dibuat klasik seperti ini. Bahkan eel-engsel kap mesin, engsel pintu juga masih menonjol keluar gitu. Dan mungkin salah satu efek dari ketidak aerodinamisannya adalah ada eh suara turbulensi angin. Enggak masalah. It's a G class yang kayak gitu-gitu wajar. Oke, AC akan kita matikan. Kayaknya sih stability control enggak perlu dimatikan ya. Tapi ada enggak? Enggak ada. Enggak ada pilihannya. Pilihannya harus ke layar. kita langsung masuk ke sport mode. Oke, kita masuk ke sport mode. Ya udah, itu aja. Sekarang kita akan tes. Klaimnya dari Mercedes-Benz 0 sampai 100 km/h tuntas dalam 4,7 detik. Berapakah aktualnya? Kita akan coba. Oke, AC udah mati. Walaupun sebenarnya enggak ngaruh banget ya kalau di mobil elektrik, tapi enggak apa-apa. Semua yang mau bebani kita matikan. Oke, siap. 3 2 1 Oh, ada spinnya dikit. Ah, wah kencang sekali. Dan ternyata enggak 4,7. Lihat ini hasilnya. kebaca enggak? Moga-moga kebaca ya. 4,5 yang artinya ini sebenarnya dekat dengan G 63 4,53 detik. Nah, tapi kita kalau mau lebih valid kita coba arah sebaliknya. Kita coba lagi sekali lagi enggak apa-apa supaya valid perhitungannya. Oh, tapi itu pas e mulai start itu ada ini loh, ada decitan ban loh menunjukkan betapa ininya, betapa kuatnya torsinya itu. Kita ke 01 ada 2011 m-nya juga. Kita lihat 2011 m-nya berapa. Kalau 402 m-nya kurang panjang. Oke, coba lagi. Tadi 4,53. Uh. 0 100-nya jadi 4,4 detik. 4,4 detik. 2011-nya 8,0 detik. Mobil mobil seperti ini. Wow 4,4 detik. Nah, satu yang enggak bisa saya coba di sini juga adalah offroad karena ya ini mobil orang bukan mobil tes. Tapi eh saya melihat beberapa video di luar offroad capability-nya luar biasa ya. Utamanya karena empat buah motor yang bisa ini ya bisa bekerja secara individual. Jadi benar-benar tenaga tuh bisa diberikan ke ban yang masih memiliki traksi. Serta di sini yang tidak ada adalah tombol differential lock yang biasanya ada di ee tengah sini nih kalau di eh Glass biasa. Karena memang tidak perlu diferensial lock. Tapi ya tadi seperti saya bilang, ketika dibutuhkan ban kanan dan di kiri itu bisa dipaksa oleh motornya ee melaju dengan kecepatan yang sama sehingga menimbulkan efek seperti differential lock. Ini lebih canggih dari differential lock. Ini adalah individual control on its tire. Ini bukan mobil elektrik biasa. Ini mobil legendaris yang teknologi penggerak baru, tapi dengan tidak melupakan jati dirinya sama sekali, termasuk jati diri yang positif dan yang negatif. Yang positif itu kemampuan offroad-nya, bentuknya yang keren. Yang negatifnya itu ya pengendalian seperti mobil leather frame, e kalau dibelokin agak limbung, ada getaran sedikit-sedikit, ada suara angin. Tapi ya itulah yang membuat sebuah G- Class menjadi G- Class. Kalau ini dibuat bentuknya aerodinamis, ee bentuknya makin modern, makin siga pengendaliannya, ya beli aja GLE atau GLS. Jangan Glas. Glas ya harus seperti ini. Bahkan tadinya saya sempat khawatir Glas kok dikasih penggerak listrik seperti apa ya? Apa nyawanya hilang? Tapi ternyata nyawanya Glas itu memang lebih di rasa pengendaraannya, offroad capability-nya. GClass itu enggak pernah terasosiasi dengan karakter mesinnya. Makanya mesinnya Jas itu dari mulai diesel ada e mesin bensin 6 silinder ada mesin bensin V8 ada gitu ya. Jadi ee enggak terlalu masalah ketika G- Class itu dipasangkan penggerak elektrik. Kita bisa super quiet, kita bisa super henning atau kita juga bisa munculkan suara V8 seperti ini. Tapi rasa berkendaranya karakter ketika menikung kebisingan-kebisingan kecilnya itu, ini adalah pure sebuah Glas dan tidak akan mengecewakan bagi penggemar Ciklas di harga yang mirip. itu ada juga mobil listrik yang tidak kalah sangarnya yaitu Hammer EV. Hammer EV itu juga sangar sekali. Eh harganya juga mirip-mirip dengan eh G580 ini. Tapi ya Hammer itu beda sekali bentuknya dengan Hammer yang eh original gitu. Kalau ini ya benar-benar sebuah Glass dan ada kebanggaan tersendiri ketika mengendarai sebuah Glass. It's a G. Enggak banyak kan mobil yang mempertahankan heritage-nya dari dulu sampai sekarang ya. Contohnya ada mungkin Jeep Wrangler ini, mungkin mungkin ee Jimny di eh pasar e di kelas yang lebih murah. Tapi ya yang ber yang berpenggerak listrik rasanya baru Glas. Dan bukan sekedar ditambahi penggerak listrik, tapi Mercedes melakukannya dengan cara Glas. Keren. Keren. Ah, kalau Anda offroad pakai mobil ini, hati-hati turunnya karena dia ada footstep dan footstepnya ini bisa nempel ke celana. step yang ini. Tapi overall ini mobil yang sangat unik yang enggak pernah berpikir saya mengendarai sebuah Glass dengan ya seperti ini ya. Mungkin menimbulkan perdebatan ya karena di satu sisi Glass itu adalah mobil yang collectible items. Tapi eh banyak orang juga meragukan apakah mobil listrik itu bisa menjadi collectible. items ke depannya. Tapi yang jelas penggerak listrik memang baterai itu makin lama akan mengalami degradasi. Tapi anggaplah mobil ini setelah mungkin 15 tahun harus melakukan penggantian baterai dan kemungkinan baterainya juga pasti harga sudah tereduksi dibandingkan sekarang. Tapi begitu Anda ganti baterai baru lagi, serasa baru terus mobilnya. Karena tidak ada seperti di mobil pembakaran dalam di mana piston dan ring piston itu sudah sudah mulai haus, mesin sudah mulai kasar, tenaga berkurang, turun mesin pun kadang-kadang tidak bisa mengembalikan mobil ini seperti awalnya. Tapi karena ini listrik, simpel, mestinya enggak masalah ketika Anda melakukan ee reparasi di 15, 20 atau 30 tahun berikutnya dan akan terasa seperti baru terus. Jadi, ya who knows yang ke depannya ini bisa jadi collecb eh collectible items atau tidak. Tapi yang jelas ini adalah salah satu mobil listrik yang paling menarik yang pernah saya coba. Karena teknologi baru atau kita bisa bilang teknologi yang akan dipakai di masa depan dikawinkan dengan sebuah body yang klasik dan kemampuan offroad yang lebih baik. Luar biasa. Terima kasih sekali lagi untuk Mr. X, Konsumen Misterius, pemilik mobil ini yang sudah mengizinkan saya. Terima kasih juga buat Evans Motor yang sudah memfasilitasi. Dan untuk keterangan lebih lanjut mengenai mobil ini atau bahkan mungkin Anda ingin order mobil ini, silakan hubungi langsung Evans Motor di Instagram ini. Ee untuk videonya sekian dulu. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya.

Lihat di YouTube