Meresahkan! Hape ini terlalu imut untuk di-skip.. (YouTube Video)
Menurut gua bakal banyak orang yang pakai handphone ini bukan karena perlu tapi karena kepengen. Bismillah alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi dan Fix Galaxy Z Fold 8 dari Samsung ini bakal jadi salah satu handphone yang paling membahayakan. Kenapa? Karena yang gua perhatiin trennya di medsos ya, orang pengen handphone ini pengen punya bukan karena mereka butuh tapi karena mereka pengen karena memang segemes itu ya. Gua sendiri ini sudah coba pakai handphone-nya, impresi gua tetap sama ya. Ini adalah sebuah handphone yang memang menggemaskan, sangat-sangat cute bikin orang tuh kayak aduh jadi impulsif ya. Ketika orang kepengen, punya duit, akhirnya dibela-belain beli. Nah, ini yang jadi berbahaya. Kalau teman-teman pre-order kayaknya baru bisa pick up awal bulan Agustus nanti ya. Nah, teman-teman nanti bakal dapat dia cuma ada kabel kayak begini, C to C, terus ada quick guide tuh ya. Sudah simpel sih. Nah, untuk aksesoris yang wajib teman-teman beli contohnya kayak gini ya. Ini silikon magnet case di mana di dalam casing-nya ini kita juga akan dapat alat untuk masang anti goresnya karena selain case ada anti goresnya bentuknya seperti ini. Ini anti gores buat yang di layar depan ya karena belum terpasang. Nah, ini dapat dua gua sudah pasang satu pasangnya enggak susah ya. Nah, untuk casing-nya penampakannya seperti ini ya magnet dan ketika casing-nya dipasang jadinya seperti ini. Ketika kita pegang ini mau cowok ataupun cewek bakal ngerasa wah ini definisi yang benar-benar compact the real HP compact sesungguhnya karena biasanya kita disajikan dengan handphone lipat yang memang enggak gede-gede banget ya cuma ketika kita bentangin layarnya itu akan menjadi sebuah device yang gede banget. Nah, kalau ini masih termasuk oke. Ya, tentunya premium dia punya rating IP 48, tebalnya 4,5 mili ya di kondisi terbuka seperti ini. Terus untuk bobotnya ini jadi yang paling ringan di 201 gram aja, bahkan dia lebih ringan 5 gram lebih ringan daripada iPhone 17 Pro yang biasa ya, bukan yang Pro Max. Gue juga suka banget ya ketika melakukan proses unfolding seperti ini yang membuka, itu benar-benar terasa jauh lebih ringan dibanding seri-seri sebelumnya. Ini adalah hal sepele yang tapi ternyata sangat menyenangkan ya, bukanya tuh set gitu, segampang itu. Engselnya kekuatannya ini gimana? Nah, kalau untuk Samsung sendiri, ya gue sih tidak meragukan ya, secara udah banyak banget pengalaman mereka kan ya bikin HP lipat dan mereka pioner juga. Sejauh ini gue pakai nyaman, tampil beda dan aman. Jadi, engselnya enak, enggak ada masalah. Nah, crease-nya sekarang makin minim lagi ya. Kalau teman-teman lihat di sini, memang semakin susah untuk bisa melihat crease-nya. Harus banget dilihat dipantulin ke cahaya. Nah, kayak gini ya. Kalau kita pegang berasa atau enggak? Nih, kalau kayak gini ada berasa, masih ada berasa gitu ya. Tapi tipis, semakin smooth jauh dibanding yang versi sebelum-sebelumnya. Dan kalau dilihat pun, ya kalau kita lagi pakai seperti ini, ini enggak kerasa sih sebenarnya. Makanya kalau mau ngelihat harus di kondisi layarnya yang warna hitam atau menampilkan gelap dan harus kena sinar. Jadi, dia terlihat pantulannya seperti ini tuh, tuh ya. Nah, satu hal juga yang paling bikin penasaran adalah gimana kalau handphone ini dengan rasio layarnya yang luarnya ini kan 16 banding 10. Kalau kita pakai untuk buka aplikasi atau bermacam-macam kegiatan ya. Misalkan nih kita buka Instagram, nah tampilannya seperti ini ya, dia by default sudah full screen dan konten bisa terlihat eh cukup enak sih ya, lega nih satu layar segini. Nah, ini TikTok tampilannya seperti ini. Aman juga ya, jadi satu konten eh tampil di satu layar full, kita scroll lagi. Benar-benar enak, nyaman dan kalau misalkan kita mau pakai untuk ngetik nih berasa lega banget. Kita kalau mau pegang dengan satu tangan ngetik kalau tangan gua ya, ini sebenarnya masih bisa cuman memang ya tetap ya karena terbiasa dengan dua eh tangan kiri kanan dan kanan akan jauh lebih enak, tapi kalaupun kepaksa mau satu tangan pun ya, ini masih sebenarnya masih bisa lah gitu ya walaupun agak-agak sedikit maksa. Nah, ini tampilan YouTube ya, standar di YouTube itu biasanya suka masih banyak yang 16:9 itu tampilannya cukup full seperti ini. Tapi kalau rasionya 21:9 itu akan lebih kecil lagi, lebih banyak black bar-nya. Dan ini kalau kita coba untuk nonton Netflix ya, ini film dengan rasio ini kayaknya 21:9 ya, makanya black bar-nya cukup eh banyak. Ini karena film box office. Sekarang giliran kita coba menjalankan aplikasi-aplikasi tadi di layar yang dalamnya. Kalau tadi buka apps di cover screen-nya itu berasa lega ya, apalagi di layar utamanya ini ya, benar-benar berasa makin lega lagi. Kita buka medsos yang ini kan ideal buat orientasi potret kayak Instagram, TikTok, Telegram, WhatsApp, Facebook, Threads. Ini semua aman kalau kita buka layarnya secara eh horizontal ya, dan di sini kita juga bisa ubah layout atau rasio tampilannya. Caranya itu kayak mau buka recent apps, terus nanti di masing-masing aplikasinya itu di kanan bawah tuh ada icon yang bisa kita pencet. Pilih aja mau rasionya nanti full screen atau 16:9. Kalau kita pilih yang 16:9, nanti jadinya bakal tampil kayak gini dan bisa diatur juga posisinya nih, mau di tengah, kanan, atau di kiri. Atau kalau scrolling-scrolling-nya mau lebih asyik lagi, kita tinggal putar posisi layarnya jadi orientasinya potret. Nah, dengan begini, ini jadi makin nikmat lagi, berasa lebih luas rasanya. Dan juga kita wajib nih cobain buat multitasking secara ya, udah dikasih layar utama yang segede ini kan, kita bisa buka dua apps barengan kiri kanan, ini asli enak banget, proper banget. Kalau misalnya kurang, kita bisa tambah buka satu aplikasi lagi jadi berjejer tiga kayak gini. Atau kalau misalnya masih kurang juga nih, bisa ditambah lagi tapi secara pop up. Nah, ini bisa digeser-geser window-nya dan diubah juga ukurannya. Asli ini benar-benar definisi HP super compact tapi rasa pakainya tuh lega banget. Nah, kalau kita pakai untuk main game, ya ini yang gua coba adalah game Clash Royale di sini. Ini game yang secara natifnya dia berjalan di eh potret ya. Otomatis tuh, dia langsung potret. Padahal ini posisinya gua lagi pakai landscape tapi dia memaksa aplikasinya untuk berjalan potret. Jadi memang sudah diset sedemikian rupa. Jadi kalau kita main game ini atau game-game lain yang memang basic-nya potret rasionya, nah, kita bisa langsung putar si layar handphone ini dalam kondisi eh layar terbuka. Jadi pakainya posisi potret eh seperti ini ya. Kita bisa mendapatkan tampilan yang sangat-sangat lega. Gitu. Walaupun ya auto rotated-nya auto rotate-nya udah kita nyalain, dia kalau kita putar seperti ini enggak akan berubah. Gitu ya. Jadi memang sudah di-force dari sananya, dipaksa untuk jalan seperti ini. Nah, untuk spesifikasi sendiri, dia tidak dibedain dengan versi yang ultra-nya. Jadi udah pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Untuk kapasitasnya pilihannya 12 256, 12 512, dan yang paling tinggi 16 1 tera. Finally, tahun ini pakai silikon baterai dari yang sebelumnya Z Fold 7 yang size-nya lebih gede cuma 4.400, sekarang dia bisa 4.800 mAh. Ngecasnya juga lebih cepat dari Fold 7 ya. Wireless charging juga. Oke, sekarang kita ada di luar karena pengen ngomongin kamera sekaligus kita mau cobain langsung ya. Jadi, Z Fold 8 ini karena memang dibedain dengan seri yang ultra, makanya kameranya cuma ada dua. Tapi, ini enggak bikin kameranya jadi berasa biasa aja enggak ya karena dia sudah punya dua 50 megapixel yang satu wide yang satu ultra wide yang gua pakai ini ultra wide-nya. Pokoknya semuanya termasuk kamera depannya yang cuma 10 megapixel aja dia bisa ngerekam sampai dengan 4K 60. Kamera belakangnya bahkan bisa sampai 8K di 30 fps. Banyak juga fitur lain kayak lock, mode pro, expert raw, dan AI editornya yang baru nih kayak My Fan Cam di mana kita bisa auto zoom dan tracking subject di video ya. Kayak lagi rekam konser ataupun ngerekam anak-anaknya suka lari-larian ini works like magic ya, ajaib. Oke, jadi intinya untuk Galaxy Z Fold 8 ini adalah handphone yang menggoda banget. Pastinya gemes banget, bikin orang aduh pada kepengen dah. Kalau sudah ngebet dan juga ada dananya, menurut gua mending buruan gas aja dah mumpung masih ada stoknya. Soalnya ini kan kondisinya chipset dan RAM lagi langka ya, jadi daripada nyesal ditunda-tunda enggak dapat stoknya, mesti nunggu lama lagi. Karena ini menawarkan experience yang beda, jadi ketika pakai handphone ini kita enggak lagi ngomongin speknya kayak gimana, ini sudah spek tertinggi, skor antutunya berapa, aduh enggak mungkin dah. Terus juga kita mikirin kayak, ah kameranya gimana? Ya, kameranya sudah cukup oke lah buat ngonten, tapi yang jelas yang bakal pakai handphone ini adalah orang-orang yang memang ingin merasakan sensasi baru setelah bertahun-tahun mereka pakai handphone yang harganya mahal, tapi begitu-gitu saja dan menurut gua ini adalah salah satu game changer, memang bukan yang pertama, tapi sekali lagi menurut gua butuh brand segede Samsung untuk bisa membawa tren ini menjadi lebih hype dan lebih banyak di terima secara masif ya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia juga. Satu lagi nih ya, gua dapat banyak banget input dari teman-teman ya, user langsung mereka yang mungkin belum suka pakai handphone fold ataupun memang menurut mereka harganya terlalu mahal ya, mereka pengen nih, pengen ya buat Samsung bisa didengerin pengen handphone biasa bukan handphone lipat, tapi form factornya bisa seperti ini. Secompact ini, kira-kira bisa enggak tuh? [musik]
