Jungkat

MERUSAK PASARAN: CHERY TIGGO 9 CSH PHEV INI KENCANG SEKALI! (YouTube Video)

  • 25/07/2025

Cherry akhirnya ngeluarin bos terakhirnya. Wih, raja terakhir 39 series TIG yang paling besar dan tentunya akan menjadi yang paling mahal serta menjadi cherry yang paling bertenaga dijual di Indonesia. Serius kalau kalian sudah terkagum-kagum dan kaget, termasuk gua juga pas nyobain Cherry 38 CS1 kayak wow amazing. >> Oh my God. Pas keluar harganya duar gila 499 mobil kayak gitu. Gua kayak enggak habis pikir itu untungnya dari mana, Cherry? Ya. Nah, yang ini gua enggak tahu harganya berapa cuma ini speknya imbak banget dan kemarin gua pakai sekeluarga dari Jakarta ke Klaten karena kemarin gua habis liburan ke Jakarta. Sebenarnya enggak liburan juga sih karena ee orang tua gua masuk rumah sakit kemarin kan. Terus pulangnya pinjam ini gitu loh. Ah, seru deh. Pokoknya nanti terusin aja videonya karena seru banget nih. Kita akan bahas tentang mobil ini ya. Karena ini mobil gila loh. Gua enggak tahu ya ini speknya tuh yang di launching itu benar-benar e full spek-nya dan sekarang ini tanggal 13 Juli ya. Jadi mobil ini tuh kita pinjam, kita coba, kita tes, kita bikin videonya. Gua belum tahu harganya berapa. Cuma ngelihat dari Tigo 8 CSA kemarin gitu ya, gua tuh mikirnya nih ini mobil nih kalau bukan Cherry gitu ya, ini kelasnya tuh di 1 miliaran lebih ya. Even kalian tahu BMW X5 yang X40 M Sport harganya R2.5 juta. Figur akselerasinya sama 0 ke 100-nya 5,4 detik di mobil yang segede gini. Dan gua pakai emang kencang banget. Dia punya empat mesin basically ya, beneran empat mesin. Mesin bensinnya satu, mesin listriknya tiga. Tenaganya gede-gede semua. Mesin bensinnya 1500 cc turbo nih. Bentar gua gak hafal karena banyak banget gitu ya ngfalin sus. >> A few m later. >> Nah, ini dia nih. Jadi dia punya mesin bensin yang bisa bergerak hybrid paralel dan tenaganya mesin bensinnya itu 156 PS torsinya 220 Nm. Terus dia ada satu mesin listrik yang nempel sama mesin bensinnya buat jadi generator itu 102 PS dan torsinya 170 Nm. Terus dia ada mesin listrik di bagian depan yang enggak berhubungan sama mesin bensinnya. Jadi enggak cuma jadi enggak jadi generator, cuma gerakin doang. 122 PS 220 Nm. Dan terakhir karena dia all wheel drive, dia punya penggerak di bagian belakang itu 238 PS dan 310 Nm. Jadi kalau di tootal ya di tootal itu 618 PS 920 Nm. Tapi cara menggabungkan tenaga mesin listrik dan mesin bensin itu enggak kayak gitu. Enggak ditambahin, tinggal tambah aja gitu enggak. Tapi dia harus masuk ke tempat dno terus digerakin. Akhirnya keluarnya tenaga maksimalnya berapa? Tenaga maksimalnya di 395 PS dan torsinya 650 Nm. Jadi yang tadi gua bilangin BMW X5 tadi yang X40 M Sport AWD itu tenaganya kalah besar. Dia kan enggak nyampai 400 ya. ee 300 berapa gitu lupa. Ini hampir 400 benar-benar 390 5. Gila gede banget tenaganya dan Cherry lagi. Gua tuh senyum-senyum karena wah ini enggak mungkin dijual sama Cherry harga 1 M gitu. Dan dia dimensinya itu kelasnya itu kayak Palisate atau mungkin Mazda CX80 karena dia panjangnya 4,810, lebarnya 1,92 mm gede tingginya 1,7 sekian dan kalau difoto di video itu enggak kelihatan gede. Kenapa? Karena dia pelegnya besar dia peleknya 20 inci pakai ban Kumho Xta ya. Desainnya bagus, tapi ini harusnya enggak perlu nih. Ada tulisan luxury technology di sini harusnya enggak perlu ya. Biarin polos aja gitu. Kayaknya lebih bagus dibandingkan begini. Terus dalamnya juga rapi. Kita lihat ininya ya. Hah. Mesinnya nih 1500 cc turbo. Seperti apa tuh? Tapi dia enggak di-cover ya. Tetap kebuka gini aja. Kanan kirudah pakai hidrolik rapi. Ada peredamnya di bagian atas. Dan mesin ini halus sekali, enggak kelihatan kapan nyala, kapan berhenti ya. Karena sama seperti Cherry 38 CSH. Yang udah beli 38 CSH coba komen di bawah coba komentar. Mesinnya halus kan? Enggak kerasa kapan nyala kapan mati. Dia sama kayak mesin 38 CSH dia pakai dual mass flywhel ya sama di sebelah kiri kanannya itu engine mounting-nya dia pakai hydraulik. Udah gitu dia tuh waktu gua bawa di tol kedap sekali ini mobil karena bukan cuma bodinya tebal, kaca double glass dan perdamannya bagus kas mobil-mobil cherry, dia juga pakai noise cancelling. Jadi si speakernya itu dia ngambil mikrofon dari luar terus dari speaker dalam itu dia ngeluarin antitesisnya lah. Jadi gelombangnya itu ditabrakin biar suara luar enggak terlalu masuk. Jadi ini lebih kedap lagi even kita bawa 120 140. kedap. Dan yang bikin menyenangkan adalah dia itu mobil plugin hybrid. Jadi, gua dulu pernah punya mobil plugin hybrid yang kalau misalkan penuh itu bisa jalan 38 kilo tanpa isi bensin. Dan itu hampir gua enggak pernah isi bensin. Ke mana-mana colok colok colok. Karena sehari itu kita jalan paling berapa sih? 50 kilo aja enggak nyampai. Kalau kita di Jakarta bolak-balik kantor paling berapa sih? Ya kan? Tapi ini terlalu imba. Jadi dia ada colokan CCS2 sudah fast charging juga. Kalian tahu kalau Cherity 38 CSH itu sekali ngecas ya itu bisa jalan 90 km tanpa pakai bensin. Tapi masuknya ke EV plus mode dulu karena kalau mode yang biasa dia 25% mesinnya langsung nyala EV modenya langsung mati. Dia punya baterai tuh 18 kWh ya sekitar segituan. Jadi kurang lebih sama kayak Wooling RV Lite ini baterainya 35 kWh jadi hampir dua kali lipat dari 38 csala ibaratnya woling tuh kayak woling binggo. Kalau di woling binggo baterai 35 itu bisa jalan sekitar 333 kilo. Di sini bisa jalan 180 km sampai 200 km tergantung pakai metodenya C LTC atau apa. Jadi sangat panjang sekali dan semalam gua ngecas tuh rasanya happy. He gua bisa jalan ratusan kilo nih pakai EV-nya doang. Enggak perlu mesin-bisin ini nyala. Ya kebayang orang ah pakai mobil ini kalau dia setahun enggak keluar kota pakai mobil ini ya tiap malam dia ngecas itu mesin bensin nganggur tahu enggak? Dan untuk range sudah sepanjang itu lebih dari 100 kilo sebenarnya ini mobil udah masuknya bukan plugin hybrid menurut gua. masuknya ke range extender EV karena mobil EV aja ada yang 200 kilo, ada yang 150 kil. Kita beli dari baru tuh yang kecil-kecil gitu kan. Nah, ini tuh kayak dikasih mesin tambahan buat nambahin range-nya. Itu yang terjadi di mobil ini gitu. Jadi menarik kan? Dan Cherry lagi gua enggak tahu ya dia bakal ngasih kejutan di harga berapa ini. Oke, kita lihat belakangnya. Bentuknya seperti ini ya. Tu set pagin hybridnya gede di bagian situ 39 ya. Oke, bisa dilihatlah. Dan dia punya animasi ya. Kalau malam tuh gambarnya bagus. Lampu merah-merah ikut nyala. Nah, ada animasi kayak gitu. Kamera 360-nya ada, wiper dan kawan-kawannya juga ada. Oke, sekarang kita buka bagasinya, ya. Dan tentu saja mobil dengan harga segini pasti sudah pakai elektrik power back door ya. Bagasinya itu besarnya segini dan dia seven seater. Kalau misalkan ditegakkan ya, wah depannya masih ditarik dulu nih. Terlalu mepet ternyata saudara. >> A few minutes later. >> Nah, itu sekalian aja deh kita bikin rata lantai kayak gitu besar. Tapi kalau misalkan kita naikin ke atas set, nah dia tuh enggak lega-lega amat bagasi belakangnya karena dia bentuk belakangnya tuh kayak kupe dibikin agak landai gitu ya. Terus kalau misalkan kalian terasa terlalu tegak, bisa dimundurin lagi set. Dimundurin lagi seperti ini ya. Seandainya ada tombol buat ngelipat kursi tengah itu pasti akan jadi lebih baik. Terus kita udah ya ditutup aja kurang lebih seperti itu bagasinya. Nah, kita lihat lagi masuk ke dalam. Nah, sekarang kita masuk ke tengahnya. Ini versi yang tadi ketutup nih. Sekarang kita buka. Nah, ini bangku baris keduanya. Dan ini adalah posisi di mana tadi dilipat ya. Kita naikin lagi ke atas. Oh, masti diarik tuasnya. Nah, baru bisa dinaikin ke atas. Nah, ini dia bangku belakangnya. Oke, kita tutup ya sebelah kiri. Uh, lega banget nih. Ini menurut gua kursinya tuh tengahnya lega banget ya. Jadi kalau kita isi bertiga itu pun masih lega sekali ya karena emang lebar mobilnya. Kita buka amres-nya. Amresnya tuh cukup tinggi sebelah kanan. Yang sebelah kiri itu lebih rendah. Dan di bagian sini tuh dikasih black piano. Bagus. Kita pencet nanti keluar cup holdernya. Sama di sini bisa jadi tempat naruh barang dan uh blue-nya bagus ya. AC itu enggak cuma dari sini tapi dari pilar juga ada. Nah, inilah yang membedakan dengan cer. 39 ini lebih gede, lebih mewah. Buat bangku belakang itu lebih dimanjakan. Apalagi dia punya pendingin buat jok sama ada pemanas buat jok sebelah kiri ataupun di sebelah kanan ya. Dan untuk di bagian belakang kita bisa atur seberapa kencang semburan AC-nya tapi enggak bisa ngatur suhu dari si AC belakangnya. Di sini ada USB yang A sama tipe C dan kita bisa atur kursi depan yang sebelah kiri berapa maju dan seberapa recline ya. Interior semuanya warna hitam ya. Tapi bagus, gua suka sama seperti biasa cherry build quality dan fit and finish-nya bagus ya. Enggak goyang-goyang, enggak ada retel ya. Ini jarang nih biasanya kalau ada sunset-nya ya di sini tuh dibikin keras tapi sama ceri enggak. Di sini dibikin empuk. Nah, ada plastiknya lagi buat naruh si sunset-nya. Ada speaker di bagian sini ya, metal. Dan di sini ada kayak lampu. Kalau misalkan kita buka ada motor lewat nanti dia nyala warna merah. Buat ngasih tahu jangan buka dulu gitu ya. Ngasih warning dia. Dan ada ambiance light di bagian bawah sini. Speaker dari Sony dan dia punya 14 buah speaker lampu di atas sini. Ininya warna hitam ya jadi enggak gampang kotor. Terus gimana dengan belakangnya? Nah, ini seperti kaset cerry ya. Dia kan aslinya tuh setir kiri. Nah, untuk masuk pasar Indonesia dibikin setir kanan. Nah, cuman setir kanannya ini tuh enggak dipindah. Jadi, untuk akses ke bangku belakang dengan cepat itu masih ada di sebelah kanan belum dipindah ke sebelah kiri. Jadi kalau kita mau ke belakang bisa lewat kanan sini dan kita bisa atur kursi maju. Oh, maju banget ya. Semaju ini. Terus juga kita bisa atur rebahnya. Ini dia paling rebah sih. Oke, paling rebahnya enak sih ya. Headro juga lega. Sekarang kita ke belakang yuk. Jadi kalau kita mau ke belakang, nah kita tarik di bagian sini. Dia maju ke atas ya. Nah, jadi lebih gampang sih. Tapi ini cuma ada di sebelah kanan doang. Yang sebelah kiri enggak ada. Ini adalah versi yang kita paling mundur. Dan kalau di mundurnya sampai mentok itu sama sekali kita gak dapat leg room untuk gue yang tingginya 170 cm. Tapi kalau misalkan kita berkeadilan gitu ya, nah segini ini kita dapat ruang kaki yang sangat lega. Bisa kali dimundurin dikit kali ya biar lebih enak. Cuman yah seperti itulah. Ini mobil ya tobianes. Untuk mobil dengan level segini harusnya Cherry udah masukin versi yang captain seat. Jadi, kursi kanan kirinya itu individual, enggak ada tengahnya seperti ini atau kalian bisa modifikasi lah. Karena untuk level suspensinya, level kegedapan kabin dan kawan-kawannya udah cocok untuk jadi captain seat itu sih. Sekarang kita ke depan yuk. Hah. Sekarang kita udah masuk ke dalam interiornya dan ini mobil seperti yang gua bilang, kedapnya itu luar biasa ya. Jadi ini mobil tuh kayak 38 cesa tapi dikasih noise canceling dan dalamnya karena dia lebih lebar juga ini tuh lega sekali ya. Kanan kirinya tuh jauh kursinya juga terasa besar ya. Tengahnya juga terasa besar layarnya gede di tengah speedometernya juga gede. Ada heup display-nya komplit lah. Tapi di luar dari yang bagus-bagus ya gua agak menyayangkan. Ada beberapa yang gua enggak suka dari mobilnya. Kayak misalkan tombol buat ngelipat spion sama ngatur spion itu pindah ke layar digital. Di sini kita rear mirror adjustment. Nah, baru kita bisa atur. Ini yang buat sebelah kanan, ini buat yang sebelah kiri ya. Terus kalau mau ngelipat spion ya ya mesti pencet di sini agak sedikit merepotkan. Terus juga buat AC-nya itu semuanya ada di touch screen sini ya. Ada di sini tombol auto sama AC. Devoger depan belakang EV sama HV mode sama ada buat ngubah-ubah moto ada putaran di sini. Transmisinya, switch lever-nya itu ada di sini ya PRND-nya. Untungnya untuk lampu dia dikasih di sini ya ada auto sama foglampnya bisa nyalain dari sini. Dia tetap dikasih tombol sama untuk power back door. Untuk fuel door itu masih dikasih tombol tapi electronic parking brake-nya itu enggak ada ya. meskipun untuk beberapa orang ya kayak gua misalkan tombol EPB itu hampir sama sekali enggak kepakai karena kalau kita udah masukin e seat belt kita masukin ke D maju ya udah enggak perlu lagi gitu loh. Tapi nice to have kalau ada tombolnya. Terus setirnya kurang lebih sama seperti ceri yang kita kenal ya. Adasnya katanya dia beda sih dibandingkan dengan yang 38 ke bawah karena dia adasnya itu pakai Bosch punya. Tapi pas gua coba ya sebenarnya gua gak ngerasa ada perbedaan signifikan ya karena gua udah cukup puas dengan ADAS yang ada di 38 CSH. Sebelah kanan tombolnya juga masih sama. Speedometernya itu juga masih sama bentuknya sama C 38 tapi bagian tengahnya ya itu beda gambar 39. Terus yang gua suka adalah nih adjustmentnya sudah otomatis ya. Tilt and telescopicnya. Ini ciri khas mobil mewah nih. Ini otomatis. Jadi enggak cuma fitur-fitur segala macam, ini juga ditambahin nih. Biasa kan cuma nambahin fitur-fitur di head unit segala macam. Ini jarang yang ditambahin. Jadi enaknya kalau tilt dan teleskopiknya itu udah elektrik gini, kalau kita buka jendela eh buka jendela buka pintu ya dia langsung bersiap buat kita keluar lebih gampang. Nah, pintunya juga ditutup. Satisfying banget ya. Tapi ada hal yang gua suka di sini terkait dengan tombol, yaitu tombol buat ngatur ini nih. Kursinya diaturnya tombolnya di sebelah kanan sini ya. Pintu kayak Mercedes Benz dan ada tombol buat buka sama ngunci di bagian sini. Dan seperti halnya Cherry pada umumnya, build quality-nya, pemilihan materialnya itu bagus-bagus ya, enggak goyang-goyang semua. Solid. Ini juga tuh kuat gitu loh, enggak kreate-kreate atau semacamnya. Even TIG 8 yang kita pakai buat ke luar negeri 1 million Journey itu sampai sekarang pun juga interiornya masih bagus ya. Enggak ada yang aneh-aneh gitu. Retel-retel gitu enggak ada. Good job sih kalau buat perintilan-perintilan interiornya tuh cherry tuh selalu bagus ya. Terus juga kaca-kacanya dia sudah pakai all auto. Yang depan sudah pakai double glazing ya. Di atas sini nih kacanya lebar sekali. Ada lampunya warna putih di bagian sini dan tempat buat naruh kartu di bagian sini. Atasnya ini sama seperti Cherry TIG8 CSH. Ada lampunya di sini ya. Disentuh aja dia nyala dan LED kristal gitu. Kalau matiin pencet tapi dia matinya agak lama gitu. Ngerupnya tuh kayak ngedimnya tuh set gitu. Nah ini buat buka sunroof-nya dan gede banget panoramic sunroof-nya. Cuma itu bukan hal yang luar biasa kalau di Cherry karena Cherry 38 harganya 398 sudah dapat panoramic sunroof seperti ini ya. Kaca spion sudah pakai elektor kromatik. Hadasnya juga dia punya sensor di sini lengkap sensornya. Dan dia ada kayak tempat buat naruh descam tapi enggak ada descam-nya sih. Nah, seandainya kalau ditaruh di descam maka mobil ini bisa dipastikan bisa membuat toko aksesoris enggak laku. Apa yang mau dimodif? kaca film paling lampu udah bagus, audio udah bagus, perdaman udah bagus ya kan, perintilan interior juga udah bagus, masa dikulitin lagi. Kulitnya juga mirip-mirip kayak napa leather gitu. Bagus ya, desainnya bagus cuman dibandingkan dengan eh Cherry 38 yang premium ya, ini loh. Jadi headr eh Cherry Tigo yang pakai speaker di bagian sini itu tuh kelemahannya dia jadi enggak bisa dimajuin dan kaku gitu. Jadi kalau mau nyender gitu kepala kita kurang maju lah. Mending mending dikasih ee apa? Bantal leher gitu loh biar kita nyendernya tuh lebih enak. Udah sih itu aja. Ambiience lightnya juga bagus. Panel-panel kayunya ini juga dipegang tuh panel kayunya tuh kayak kayu beneran gitu ya. Y baguslah. Terasa sih mewahnya sih ya. Dan di sini juga ada e 50 watt wireless charging. Sama kalau misalkan kita taruh HP kita di situ ada kipas ya. Jadi enggak bikin HP kita panas. Kalau terasa kurang dingin gitu misalkan tetap masih panas HP-nya karena di 50 watt kan. Nah, tinggal dikbawain AC-nya HP-nya jadi lebih adem lagi ya. Kurang lebih seperti itulah. Di bawahnya ada tempat penyimpanan, ada karet-karetnya. Di sini juga tuh bukanya halus ya kan. Terus di sini ada tempat penyimpanan juga ada buat kulkasnya juga lagi kan. Jadi benar-benar full features yang dikasih sama Cherry. Dan gak cuma itu, kalian pasti ngerasa dong, aduh, ini mobil gede banget ya. Susah pasti parkirnya. Betul. Tapi untungnya kita dikasih auto park di sini kita pencet ya. Nanti dia akan searching parking space. Nanti kita coba ya. Bukan di sini ya. Dan dia enggak cuma bisa buat masuk, tapi bisa juga buat keluar. Dan lucunya ya, di sini ada customized parking. Jadi kalau misalkan kita mau parkir ternyata ee dia enggak ngedeteksi ada parkiran. Nah, ini bisa di Nah, bisa diatur nih. Dan enggak cuma buat parkir ya, dia ada track reversing-nya. Jadi tadi kan kita maju terus tiba-tiba depan kita mentok nih. Kita mau mundur. Susah dong lihat kiri kanan kan. Nah, kita start reversing aja. Dia akan ngikutin jalur kita tadi. Tuh, ini jalur kita tadi nih. Mundur dia dan smooth ya. Ee ada mobil lain yang punya fitur kayak gini cuma agak susah suka enggak nge-detect. Nah, ini kita sekali coba langsung bisa. Dah, sampai sini aja. Hop. Oke, selesai. Confirm. Nah, sekarang kita auto park. Gua pengen coba masukin mobil ini ke rumah. Oh, enggak dia ngerem dong. Oh, nice. Ayo, let's go. Lihat dia lagi mikir. Gua tahu kenapa nih enggak bisa. Ada pohon mat. Itu kalau kita lihat di apa namanya? di spion dahannya itu turun sampai kena ke arah ini. Artinya dia tahu dia enggak cuma ngelihat bagian bawah bodinya doang, dia bisa ngelihat sampai ke bagian atas ni ya. Kita kita cancel kita P nih. Ini kan pendek ya. Jadi emang kalau masukin mobil ini agak nabrak sedikit. Dia bisa ngelihatin bagian atasnya juga ternyata bagus. Dah berhasil ya parkirnya ya. Jadi dia itu enggak cuma ngedeteksi ee apa namanya yang ada di bawah doang, tapi di atas juga dia ngedeteksi sampai jadi berhenti gitu aman berarti ya. Sebenarnya sih enggak apa-apa kalau pohon ditabrak ya kan emang dia pasti begitu Matoa tadi pohonnya by the way. Oke asik sih. Gua pikir cuma parking doang tapi ada e automatic reversing dan dia bisa parkir secara kita pilih manual gitu loh. Dan kemarin lu coba ya udah duluan ya. Iya, katanya nyarere. Oh, parkirnya waktu itu agak mepet dia. Tadi pas kita coba juga agak mepet. Tapi aman sih, enggak nabrak. Tadi gua udah siap-siap mau ngrem aja. Ternyata emang dia itu udah perhitungannya okelah. Nah, di sini ada navigasi, audio, telepon, settings, galery, autopark. Nah, kita buka settings-nya dulu. Nah, ada quick control di sini ya. Bisa kita lihat central locking, tailgate. Central locking buat apa ya? Di sini kan udah ada tombol tailgate, rear viw, mirror folding. Ini penting nih. Nah, vehicle lock, sunroof. Near to unlock, far to lock. Ah, ini matiin aja deh. Repot kita kalau mendekat mobil nanti dia otomatis ngebuka. Automatic folding of exterior mirrors. Nanti kalau dikunci dia nutup sendiri ya. Rear mirror adjustment automatic adjustment of rear view mirror when reversing. Ini bisa kita atur nih. Pas masuk ke R nanti kacanya ke bawah both sides left only atau right only ya. Steering wheel button customization ini yang bintang ya. Bisa ganti settings. Head rester AVM. HUD, steering wheel heating ya, light. Nah, ini lampu buat interior ya, custom link driving modes, musical rhythm, brightness-nya, headlight delay ini kayak ini ya. Eh, follow me home intelligent high beam assist. Dan untuk ngatur ketinggiannya bisa di sini. Oke, New, ini motor listrik, ini motor listrik lagi ya. Jadi ada motor listrik yang jadi generator di sini, di sini, sama di sini ada tiga discharge management. Nah, ini nih V2L-nya itu gila banget karena fit2L-nya itu bisa sampai 6.600 watt. Itu lebih gede dari rumah gua gitu loh. Rumah gua cuma 5.500 watt-nya. Ini 6.600 loh ya. Jadi kalau 6.600 berarti dikit lagi bisa 7.700 kan buat ngecas mobil ya. Power saving mode tidak perlu. Pure electric mileage display. Nah, ini bisa diganti nih. Baterai level ya, standar mile ya. Ini sekarang 150 km dynamic mile agage. Kalau dynamic ini sesuai dengan cara berkendara kita. Semakin kencang semakin boros ya. Kita pakai yang baterai level aja. Oke, e modenya ada di sini ya. Eh, reduce power consumption by adjusting display brightness dan enggak perlu ya. Oke, terus ada drive ya. Eco normal sports no s off road ya. Bisa diatur dari sini juga. Drive mode memori juga bisa ada HV, EV sama EV plus. Gua paling suka EV plus. Kenapa? Karena kalau EV plus itu benar-benar baterainya bisa dihabisin banget. Kalau kita pakai EV biasa 25% mesin depan sudah nyala. Driver monitoring system alarm ini kita matikan saja karena di sini tuh ada ini nih driver monitoring system di sini. Dia infrared. Sebenarnya ini bagus sekali ya. E gak semobil punya ini cuma buat kita agak kurang lah ya. Ini salah satu syarat kalau kita mau dapetin safety rating yang tinggi gitu. Integrated cruise assist warning. Eh, intelligent evidence system, automatic emergency breaking kita matiin aja. Oke, forward collision warning system juga kita matiin. Tapi forward collision warning systemnya pas kita mepet mau nabrak gitu dia tuh speedometernya langsung merah gitu loh. Keren loh. Rear collision warning matikan saja. Emergency land keeping assist juga matikan saja. Land departure of assist juga kita eh close saja ya. blend spot detection door opening warning. Departure warning. Okelah. HUD head up display-nya dia tuh tampilannya ada banyak. Jadi kalau kita pakai navigasi ada arahnya sama berapa meter jaraknya sama di atas ada augmented reality-nya. Terus ya dia juga ada speed limit berdasarkan dari peta di ee jalanan. Sebenarnya kalau di Indonesia enggak terlalu kepakai. Kalau kita lagi di Malaysia gitu ya, itu kepakai banget biar enggak kena tilang. E steering wheel adjustment HUD, snow mode dan kawan-kawannya. Vehicle settings ini juga penting sekali ya. Tailgate-nya bisa diatur seberapa tinggi. Wiper sensitivity-nya low, normal, high maximum. Tapi ini cuma sensitivity-nya aja ya. Tetap kalau misalkan kita mau atur low sama high atau auto itu di sini ada tetap nih putarannya termasuk juga wiper belakang. Ini nih gua demen nih. Jadi meskipun semuanya ada di touch screen tetap di sini tuh dikasih gitu termasuk lampunya juga ada. Nah, aiming reminder automatic lock, main driver unlock alone. Kalau dipencet ini nanti kita e buka kunci yang kebuka cuma sebelah kanan doang, enggak semuanya. Oke, maintenance tips enggak perlu, brake pitch control juga enggak perlu. Steering force mode masukin yang sport ya. Brake sensation mode kita masuk yang comfort. Inc child detection display. Nah, temanya bisa diganti di sini. Mau streamline atau classic, kita pakai klasik aja ya. lebih keren gitu, bulat ya kan. Rollpaper juga bisa diganti-ganti ya, statik kayak gini atau mau diganti gambar sendiri masukin USB bisa tuh ya. Ee gua enggak tahu di aplikasinya kan dia juga udah ada namanya Carling O. Jadi dia bisa ee koneekin mobil ini sama HP kita mau nyalain biar dingin dan kawan-kawannya ya bisa enggak ya kita masukin wallpaper ke situ? Terus juga ada screen protection. Kalau misalkan kalian gak pengin ke distrack, mau diganti kayak gini bisa juga. Beratas modenya auto central control screen instrumen cluster screen cleaning reset connect. Nah, ini buat HP kita wiring bisa dinyalain dari sini. Sound ya advance EQ-nya gua sukanya yang live surrounding sound. Suara audionya bagus karena dia speakernya 14 ya. Sebenarnya 12 karena 14-nya tuh duanya tuh di sini gitu. Ini enggak dianggap lah ya. Terus media phone sama ini nih expand more. Jadi waktu gua pertama kali pakai mobil ini tek suara lampu sennya itu berisik banget. Nah suara lampu sennya itu bisa diatur di alarm di sini tuh. Ini tuh berisik banget ya. Jadi dikecilin dan ini kalau kita pakai lampu se bisa keluar dari sini nih gambarnya ya. Eh ada track reversingnya juga di sini sama parkingnya. Oke. Oke, lanjut lagi yang tadi. Oke, 3D. Oh, rear wheel. Ini ini penting banget nih kepakai nih. Kalau kita belok di sebelah kiri kanannya tuh ada kayak gundukan gitu ya. Kan suka ngebaretin peleg ya. Nah, itu bisa tuh jadi solusi. Oke, voice. Nah, jadi dia punya voice comand juga dan bisa bahasa Indonesia system dan kawan-kawannya. Oke, kurang lebih seperti itu. Apple CarPlay, Android Auto, semua ada wireless. AVM tuh yang tadi ya, yang Kamera 360. Oke, terus untuk AC ada di sini termasuk sini ada kursi karena kursinya pemanas dan pendinginnya itu bisa di depan sama belakang dan semuanya bisa diatur dari layar. Plus kalau misalkan 38 CSH dia punya kursi pijet itu cuma di satu sisi aja satu kursi doang ini bisa kiri dan kanan bisa mendapatkan pijatan yang sama. Tapi kalau misalkan kita pengen gampang gitu mencetnya di sebelah kanan sini ada buat ngatur lambar ya bagian sininya nih sama kalau kita pencet bagian tengahnya itu nyalain kursi pijetnya. Aduh kiri kanan ada. Dan untuk yang sebelah kiri dia ada rileks mode. Jadi bisa kayak tiduran yang di sebelah kirinya gitu. Jadi meskipun belakang ada captain seat kalau kalian pengen tiduran bisa di kursi yang sebelah kiri udah enak. Terus AC-nya kita pencet di sini. Nah. Ini juga settingannya ada banyak, tapi yang kepakai menurut gua kita tuh bisa ngatur kursi belakang. Pencet di sini. Nah, kecepatannya bisa diatur di sini ya. Nah, pindah lagi ke depan. Pencet lagi. Jadi, seperti biasa cerry selalu ada filter buat di kabinnya yang lebih bagus dibandingkan dengan mobil biasa dan ada ionnya juga di sini. Jadi, buat kebersihan interior. Nah, di sini ada setting juga ya. Automatic defogging, automatic cabin ventilation. kita matikan saja karena e tiba-tiba dia suka ngambil dar luar jadi bau gitu ya. Automatic air purification, operation, automatic cabin cleaning, custom air conditioner, ada echo, mid atau strong. Sama dia juga punya nepap mode. Jadi kalau misalkan kita pengen di mobil aja enggak pengen jalan-jalan bisa dinyalain. Ya udah sekarang kita jalan aja. Asik. [Musik] Jari 39 CSH. Oh iya, eh reminder juga teman-teman gua kemarin tuh eh waktu Beijing Auto Show diundang sama Cherry ke China sama Vitra Mobi juga kita ngelihat mobil Cherry 39 itu ditabrakin adu banteng separuh der mobilnya aman bagus bahkan gua pikir sampai situ doang ternyata mereka mendemokan mobil ini ditebalikin digulingin gubrak luar biasa loh Cherry loh itu kalau misalkan fail kan malu banget ya. Jadi dia punya suspensi itu rasanya tuh mirip-mirip kayak Hyundai palis set gitu ya. Jadi dia masih empuk tapi masih stabil dan kalau kita lewat jalan bergoyang begini yang yang kiri kanan enggak rata dia bodinya masih goyang-goyang gitu ya khas mobil-mobil zaman sekarang bodinya rigid jadi bodinya tuh enggak flexing gitu enggak goyang-goyang. Tapi harusnya ini bisa lebih empuk lagi karena lihat dong ini tekanan bannya 46 sama 45 psi. Harusnya mobil seberat ini mungkin enggak gua gua senangnya 33 biasanya cuma mobil kalau gede berat kita bikin di 36 kali ya nanti kita turunin e tekanan bannya kita rasain gimana suspensinya setelah ini. Karena tekanan ban itu berpengaruh terhadap bagaimana mobil itu ee meredam guncangan ya. Huh. Begitulah mobil ini seperti yang sudah kalian tebak ya. 38 CSH aja udah enak banget. 39 CSH lebih enak lagi. Serius handling-nya memang lebih enak 38 CSH ya. E namanya mobil gede gitu ya, suspensinya empuk ya tentu saja handlingnya enggak akan sebagus yang lebih kecil. Tapi dia tuh punya body roll menurut gua bagus ya, dia masih terjaga loh. Jadi pas kita belok e habis exit tol atau habis masuk tol gitu ya dari pintu gerbang kan biasanya masuk terdukit dulu gitu ya. Itu tuh kita bawa set gitu bodinya tuh masih anteng, bagus, nyaman. Dan ketika kita ngrem gitu ya, kita gas itu bodinya tuh enggak terlalu parah diving-nya. Terasa diving-nya kas mobil gede gitu depannya tuh nunduk pas di akselerasi ke belakang gitu. Tapi untuk mobil dengan suspensi seempuk ini dan ya itu sih emang remnya masih agak terlalu sensitif buat gua ya. Jadi drivernya harus kenalan dulu sama mobilnya. Kalau biasa pakai mobil biasa gitu ya yang remnya agak dalam. Jadi kita ngremnya dikit aja dia udah respon. Jadi harus terlatih gitu drivernya. Tapi yang paling gila itu pedal gasnya. Pedal gasnya tuh bisa diajak santai gitu ya. Kita gas dikit gitu ya. nyantai gitu. Tapi jangan coba-coba naik mobil ini langsung difloorkan langsung ditekan rata lantai. Gila, larinya kencang banget ini mobil. Dan karena di AWD ya, ketika kita akselerasi itu enggak pakai spin-spin dulu gitu. Fif siap-siap kita di Eco nih. Kita gas. Gila tuh langsung 70 ya. Kalau Eco tuh masih di dikit gak masitahan dikit gitu ya. Dan ini kita EV kitav deh ya biar mesinnya nyala. Cuma mesinnya nyala juga gua enggak ngerti enggak kerasa mesinnya nyala. Jadi kita harus lihat di sini ya. Kita masuk ke setting kita masuk ke New Energy baru kelihatan nih mesin nyala apa enggak. Nih ya depan kita depan ngerem. Kas dikit. Baru nyala tuh dia tuh. Kita bisa tahu dia nyala apa enggak dari mesinnya warna merah apa enggak tuh. Tuh nyala ya. Ada suara kecil sekali ya. Ini tandanya dia lagi nyala. Dia lagi ngisi nih ke baterai. EV mati ya. Udah kita mati nih ininya kursi pijetnya. Iya. Jadi kita tahunya itu mesinnya nyala tuh dari sini aja gitu karena suaranya kedap sekali. Sehalus itu mesinnya. Kita masuk sport deh sekarang ya. Normal mode. >> Kalau kita masuk sport >> AV lagi ya biar terasa larinya. Siap-siap Fif. Ini ugal-ugalan banget ini mesinnya tuh. Ini ya. Kita susul dulu nih. Sekarang kita jalan di 60. Kita injak gas di body sport AGV. Gas. Uh, gila 100 sudah. Edan pol. Kencangnya pol. Iya. Jadi ini mobil kencang banget. Dan kencangnya tuh enggak cuma di bawah 100 km/h. Beberapa mobil bensin atau hybrid ya itu biasanya kencangnya tuh di bawah doang. 100 ke 100 kencang. Di atas 100 loyo. Ini tuh di ba di atas 100 masih ngisi edan. 650 Nm 395 horsepower. Emang enggak bohong tenaganya ya. Sekarang tekanan bannya udah kita ubah ke 36 ya. Walaupun pembacaan di sini 37 ya. Tuh lihat tuh kita belok bodinya tuh enggak miring gitu ya padahal kecepatannya enggak terlalu rendah juga gitu. Nih kita gas nih mode EV nih. Cus. Hii. Dan naen naiknya mobil AWD ya. Mobil bertenaga besar. Kalau FWD itu pasti setirnya ke mana-mana. Itu namanya tor setir. Jadi semakin kencang mobil itu pasti semakin berasa tor setirnya. Kalau kalian pakai mobil 1500 ccna ya enggak terasa itu tor setir pas cobain mobil tenaganya gede FWD gitu ya. Wah nih kok setir lari-lari pas ngebut AWD enggak ada belakangnya juga ikut muter set tuh. Kita tutup atasnya deh ya. Ini tuh kedengaran suaranya bukan dari kolong, bukan dari samping, tapi suara angin dari sunroof ya. Kalau ditutup hilang langsung suaranya kedap. kita masuk HIV, masuk sport nih, ya. >> Sport mode. >> Aduh, ada bau orang bakar bakar sawah. 1 2 3. Wah, ada spin dikit tapi enggak berasa suaranya ya. Cepek langsung gila langsung 100 loh. Uh tuh hampir 140 tadi ya. Dan dia seperti yang gua bilang, dia tuh bisa ngebaca kecepatan maksimal di jalan dari navigasi 120 tadi kita ngelewatin dan kalau udah ngelewatnya nanti warnanya merah. Nah, ini yang gua bilang. Gua berak mobil kalau di tol EV atau HV di atas 100 udah mulai turun tuh performanya. Ini mobil enggak loh. Dia udah 100, 120, 140 digas masih ngisi. Masih masih jengat. Agak-agak edan nih mobil. Ini tolnya sekarang udah sampai Jogja. Perambanan sih tepatnya sip Jogja tuh kita belok begini 66 barang kita masih santai gak gak ikut miring gitu ya. Kita gas nih ini 80 90. Wuh udah hampir 120. Gila kencang banget nih mobil. Cuma dia itu kencang masih stabil tapi stabilnya stabil yang empuk ya. Jadi bukan yang keras. Artinya buat gua mobil dengan level performance seperti ini ya itu harusnya dia pakai sport suspension bukan suspensi yang ala-ala palis kayak gini ya. Ini di tol enak banget loh suspensinya loh. Lewat gal deng deng gitu. Nih sambungan jembatan nih. Tuh gitu doang. Lompat lagi tuh gitu doang. Jadi anggap aja kalian beli palis set gitu ya AWD tapi mesinnya lebih kencang. Serius. Ini kayaknya untuk mobil di bawah R miliar non EV ya. HV e hybrid electric vehicle. Ini kayaknya paling kencang deh. Larinya sih agak sadis dan adasnya seperti yang gua bilang, adasnya sih bagus ya. Gua enggak ngerasa ada yang aneh-aneh tuh. Cruise controlnya bagus. Kita tambahin pun juga dia ee nambahnya tuh gradual gitu. Enggak bikin kaget nih kaki gua. Gua angkat sedikit. Dan kalau misalkan ya kita 140 nih depan kita kita dekatin. Nah, terus tiba-tiba ada yang masuk ngerem. Ngeremnya pun juga halus gitu. Jadi bisa dipercaya nih mobil gitu. Cuma tetap dia harus dipegang ya. Karena dia pasti minta dipegang terus. Tuh depan kita lari 111 gitu ya. SV sport mendekat-mendekat. Mendekatnya tuh halus banget. Tapi 38Snya pun juga sama menurut gua ya, juga udah bagus gitu. Bisa gua pakai dari Klaten ke Jakarta, dan Jakarta Klaten gitu. Nih tuh dia naik tuh kecepatannya tuh dalamnya tuh kayak enggak ada apa-apa dan kedap banget gitu. Gua kemarin tuh enggak sadar bawa ni mobil bawa keluarga. Gua bawa keluarga tuh enggak pernah kencang ya. Bisa bawa 140 tuh kayak kencang banget kalau bawa keluarga. dia tuh enggak sadar gitu saking kedapnya kabin, suara-suaranya tuh enggak berisik, terus juga pedal gasnya effortless. Jadi kita nambah kecepatan tuh ya kita susul dikit nih. Kita nambah kecepatan itu benar-benar enggak berasa gitu loh. Ini sport echo itu lebih enak lagi, lebih halus. Ini tuh kita gas dikit tuh. Oh, 120 140 enggak dalam hitungan detik gitu. Jadi ini kayaknya diganti gitu bukan ngetes 0 ke 100 tapi dalam 10 detik dari nol ke berapa kita dapat dalam waktu 10 detik. Nih contoh lagi nih. Suara mesinnya agak kerasa tuh. Kayaknya mesinnya mulai kerja ya. Jadi gas tuh 140 60. Oh gila loh ini mobil loh kencang banget loh. Maksudnya untuk level harga segini ya di bawah 1 M performance-nya sih sadis loh. Fortuner Pajero Sport kalau ketemu mobil ini jangan ini ya. Jangan petatang-petenteng ya. Malu euy. Cak gila mobil. Gua enggak ngerti de apa yang ada di pikiran engineer Cherry. Kita bikin mobil kencang yuk di sebuah SUV gede. Kebayang kalau ini mobil dikasih desain yang lebih kecil lagi power trade sama itu pasti lebih kencang lagi tuh. Karena ini bodinya gede pasti berat ya. Gila loh ini kencang banget loh ni di tol. Tapi yang gua harapkan ya dari orang-orang yang beli mobil ini, gua tahu ini mobil kencang gitu ya, terutama buat yang sebelum-sebelumnya naik mobil diesel, modifan gitu kan ya. Tetap sensasinya beda. Ini lebih kencang tapi sensasinya enggak kayak kayak mobil diesel gitu. Terkadang kita enggak sadar kalau ini mobil bawa kencang, tapi mobil masih stabil, masih nyaman gitu ya. Dan kita enggak pasti lihat eh 130 gitu kan. Jadi tetap harus sering-sering lihat speedometer, lihat head up display. kita tuh lari berapa sih? Karena ini mobil kencang enggak berasa ya. Even gua bawa keluarga gua sempat kaget istri gua juga santai lagi. Enggak enggak enggak protes. Biasanya kalau kencang protes 120 aja suka protes gitu kan. Enggak berasa 130 nih. Rasanya gini doang gitu loh. Katanya kalau bawa 100 kayak bawa 60 ya. Kayak karena emang mobilnya beda level sih. Emang sih kayak bawa Volvo XC90 ya. Over nanti juga sama lu bawa kencang itu enggak enggak berasa kencang gitu. Yang PV juga lagi sama. Sekarang kita pindahin ke EV ya biar kita enggak usah isi bensin. >> E mode >> masuk eco mode. Kita masuk ke EV. Kita lihat mesinnya. Kalau di kecepatan 120 tuh masih mati loh. Kita tambahin lagi kecepatannya. Dia masih mati mesinnya. Jadi kencangnya itu dari motor listrik ya. Nah, tapi ketika kita butuh tenaga tambahan dari kan motor listrik tuh seperti halnya mobil EV kan ya. Semakin kencang kan semakin enggak berasa tuh. Jadi 0-nya kencang tapi habis itu kecepatannya turunnya lumayan drastis kan. Nah, di situlah saatnya mesin bensin 1500 cc turbonya bekerja dan dia pakai transmisi dht-nya beda sama punyanya si eh 38 yang cuma satu percepatan. Yang ini dia pakai tiga percepatan. Jadi dia bisa ganti gigi walaupun cuma tiga gigi doang. Karena buat apa pakai gigi rendah toh udah ada mesin bensinnya dan mesin bensin torsinya besar otomatis nanjak-nanjak pasti gampang gitu. Udah nih kita bawa 124 123 full EV mode. Aduh asik sekali ya. Jadi gua nih ya kalau pakai ni mobil di Klaten, gua ke Semarang, gua ke Jogja, gua ke Solo, itu enggak perlu pakai bensin. Udah colok aja full. Dari tadi kita geber-geber masih 64%. Gede baterainya gede banget. Ya, makanya ini sebenarnya harusnya jadinya range extender EV bukan hybrid electric vehicle. Siapa tahu kalau jadi R extender bisa jadi warna biru platnya. Enggak boleh ya, jangan ya. Oke, sekarang kita sudah keluar dari tol Jogja yang Perambanan. Sekarang kita ngomongin gimana soal konsumsi bahan bakarnya. Ya, karena kita pakai EV mode terus-menerus ya, ya otomatis kita cek sini dapat sekitar 50 km last. 50 km dapat 50 km/l. Tapi ini enggak bisa jadi patokan. Kenapa? Karena agak sulit kita ngomongin konsumsi banak Pia GV. Karena kalau kita isi baterai secara full ya bisa dibilang kita enggak akan pakai sama sekali untuk 50 km pertama. Jadi semuanya udah pakai EV aja gitu, pakai baterai. Bahkan dengan klaim 180 sampai 200 ya. Benaran kita dapat 180 gitu. Wah, 180 km gua bolak-balik Jogja even lebih sama sekali enggak usah pakai bensin. Gua pakai bensin itu pas gua pakai ke Surabaya misalkan. Oke Google, berapa jarak Klaten Surabaya? >> Jarak ke Surabaya dari Klaten 296 km. >> 296 km artinya let say gua dapat 180 km. full EV gua pakai mode EV plus. Habis itu dia menggunakan bensin. Artinya kita pakai itu cuma 96 plus 20 cuma kita pakai 116 km aja. Itu yang benar-benar pakai bensin dan itu pun bensinnya masih pakai mode EV-nya eh mode hybrid-nya ya. Jadi enggak full bensin juga gitu. Masih ada penggerak listriknya. Dan dari yang udah-udah ketika gua habisin kemarin pas gua bawa dari Jakarta ke Klaten, ketika gua pakai kan habisnya tadi tinggal tinggal 16% atau berapa karena gua pakainya EV plus kan. Itu pas dibawa jalan dia naik jadi 25% baterainya. Jadi dia ketika kita bawa jalan dia langsung otomatis ngecas sendiri ketika IV plus-nya udah mati gitu. Dan claimnya Cherry sendiri kalau misalkan ini semua mati ya, e maksudnya si baterainya habis, benar-benar habis, terus kita jalan pakai mode hybridnya itu dapat sekitar 19 km/l. Tapi gua kurang yakin karena waktu gua pakai agak lumayan kencang, gua bilang gua kemarin baw 140 gitu ya. Enggak berasa gitu 140 di mobil ini. Itu gua dapat sekitar 1 banding 13,6 ya. Artinya untuk kecepatan tinggi itu cukup irit dan kemarin gua barang gua full, orang juga full itu cukup irit. Artinya kalau gua bawa sendirian kayak sekarang itu mungkin bisa dapat 115 kurang lebih sama kayak 38 CSH ya. Jadi ya itulah enaknya mobil PGV. That's why gua kemarin eh punya mobil PGV di rumah itu e sekali ya. Bukan di rumah, di kantor gitu ya. karena hampir sama sekali enggak pernah isi bensin. Semuanya sudah pakai ini aja gitu loh. Nah, masa depan itu menurut gua Pia CV sih. Apanya kalau Pia CV dapat plat biru-biru yang di bawah itu aduh bebas ganjil genapia CV luar biasa. Jari 39 CSA ini kayak tick all the boxes ya. Artinya semuanya yang kita inginkan dalam sebuah mobil tuh ada semua gitu loh. Minus-minusnya kayak tombol gitu-gitu. Jadi ya udahlah ya enggak terlalu dipikirin. Apalagi kalau nanti Cherry ternyata ngeluarin harganya agak gila gitu. Buat gua ini harga cocoknya kalau yang AWD mungkin Rp00 juta. Kalau yang FWD Rp800 juta lah rasionalnya. Karena kemarin gua juga nyobain 38 CSH. Gua rasa itu mobil cocoknya harga Rp800 jutaan. 700 pun masih oke. Rp800 juta dihajar sama Honda CRV gua masih lebih pilih 38 CSH. Tapi mobil ini kira-kira berapa harganya? kita tunggu saja nanti. Gua senang ngopi di sini karena dekat masjid ya. Cuma masalahnya enggak ada parkirannya. Coba kita parkir depan ya. Sekalian mau nyobain parkir yang custom yang benerannya. Katanya Afif yang nyoba ee lebih dulu gitu ya. Ini dia parkirnya itu bisa ee ngadapnya dipilih mau depan atau belakang. Dan Android Autonya ini masukan buat Jerry ya. Kalau bisa dia tetap ininya kelihatan. Jadi jangan dibikin full gitu, tetap ada e controller AC-nya gitu. Karena dia enggak ada controller di sininya. Nah, kita coba masukin. Oke, start parking. parking itu benaran enggak pakai dia tuh bukan cuma gimik. Wih, ada auto parkingnya. Pas dicoba gagal mulu. Udah komplit. Oke, komplit. Lurus sih, cuma kita tadi itunya yang salah berarti apa namanya? Kita ngaturin yang salah ya. Karena menurut gua satu hal nih ya, dia agak kurang lebar sih. Nih ketika kita masukin customize parking-nya seandainya dia bisa dibikin lebih lebar lagi ya. Lebih ke sana. Ini merah nih. Udah pasti dia bagus. Udah itu doang sih. Tapi ini auto parkingnya beneran kepakai sih. Gila gua happy banget sama ini mobil ya. Karena ya itu take all the boxes nyaman dan ketika dibawa itu rasanya mobil kelasnya R miliar ke atas gitu. Performance-nya even kayak mobil harganya 2 miliar 0 cai 5,4/ detik. Sebuah SUV besar seperti ini kedap, nyaman, audio bagus, fitur banyak. Yah, seperti itulah. Semoga harganya beneran mengejutkan. Kalau misalkan tiba-tiba keluar R,5 miliar sih 1,4 miliar gua kayak ya okelah cocoklah di harga segitu cuma enggak seprice enggak wow ya tapi Cherry tahu sendiri kan seperti apa biasanya. Serif sampai jumpa di vlog berikutnya. Buat teman-teman yang udah beli tig atau tigs coba dikomen seperti apa rasanya di bawah danif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube