MG CYBERSTER | Kencang Bebas Polusi dan Low Profile (YouTube Video)
merupakan mobil sport, merupakan mobil convertibel jadi atapnya bisa dibuka tutup merupakan mobil listrik yang kencang dan jarang-jarang ada model macam ini. Padahal ini adalah merek yang populer zaman dulu. Ini adalah MG Cyberster. [Musik] Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Hah, mengenai sejarah MG. Ah, ini akan panjang karena MG sendiri sebenarnya merupakan merek lama dari Inggris. Namun di zaman modern ini mobil-mobil MG diproduksi oleh SA. Motor di China. Shanghai Automotive Industrial Corporation. Yes MG ini merek Inggris yang sudah ada sejak tahun 1924. Namun di tahun 2007, Cik Motor mengakuisisi merek MG Rover Group sehingga segala sesuatunya dilakukan di China. Sejak diakuisisi oleh SA Motors, dibuatlah beberapa mobil yang punya potensi untuk laku di China bahkan di seluruh dunia untuk mengembalikan kejayaan MG di masa lalu. Ada yang mesinnya bensin, hybrid, dan full listrik. Untungnya MG juga jago untuk membuat mobil-mobil listrik dari MG 4 EV yang kencang. By the way, itu ada full review-nya di channel Motomobi. Sampai kita jalan-jalan ke keraton pakai mobil ini. Kemudian ada MGZS yang berbentuk crossover. Kemudian ada MG Maxus 9 yang berbentuk fan dan tiba-tiba ada ini mobil sport EV. Wah, belum ada yang menjual macam ini di Indonesia. Mobil Roadster tapi full EV. Tapi apa kelebihan MG Cyberster ini? Nonton video ini sampai habis. Yah, kami sangat berterima kasih kepada MG telah masukin Cyberster ini karena lineup mobil-mobil dari China sana itu agak-agak membosankan ya sebagian besar tahu-tahu MG masukin Cyberster, seekor Roadster yang keren. Dan kami juga berterima kasih kepada MG ya walaupun MG itu adalah merek di bawah eh SA ya, Saik. Shanghai Automotive Industrial Corporation. Tapi tetap mempertahankan kebritisannya. Karena MG itu Mauris Garage lahirnya di Inggris, dia tetap mempertahankan keinggisannya. Ya, setidaknya logonya dipertahankan sih. Ya, buat apa beli mereknya kalau logonya enggak pertahankan? Tapi adalah British-britishnya dikit nanti juga ketemu. Dan ini adalah ekor rader yang sangat kencang ya. Harganya juga sebenarnya lumayan bisa dibilang mahal, bisa dibilang murah ya. R, miliaran. Rp1.700. R.880.000. Enggak tahu kenapa diset harga begitu, tapi ini kalau 1,7 miliar dapatnya segini banyak, segini komplit, convertible roadster listrik kencang itu sebenarnya harganya oke ya. Tapi nonton videonya sampai habis karena ada plus minusnya juga. Dan ini 1,7 miliar dapat baterai 77 kWh. 77 kWh itu cukup besar. Ini klaimnya range-nya bisa 503 km. Dan yang penting penampilannya ini mobil ganteng. Pertama kali waktu itu lihat di GIAs ganteng sekali. Ada warna merah, ada warna kuning. Ya untung mobil tesnya warna merah. Ini adalah hero color-nya dan penampilan memang wow. Ini suatu roadster yang sangat ganteng dari depan ganteng sekali. Lampu LED semua ini. Ee mukanya tersenyum gitu kayak tersenyum bangga. Dan apabila Anda ingin terlihat kaya, ini merupakan mobil yang sangat cocok. Apalagi ini adalah convertibel, bisa dibuka tutup. Ya, banyak kan orang-orang kayak misalnya lawyer-layer gitu ya, pengin kelihatan kaya kelihatannya benar-benar pengin kelihatan jadi atap dibuka habis pakai cincin banyak gokini jadi merupakan mobil yang cocok untuk pamer kesuksesan. Nah, bicara soal atap apakah aman atap terbuka gini tidak aman kalau ada copet gitu-gitu ya, jambret. Cuma apakah aman kalau misalnya terbalik? Karena ini adalah soft top. Mau ketutup, mau kebuka amannya sama. Karena yang melindungi adalah ini. Ini adalah jadi roll bar-nya. Kalau misalnya kebalik, kenapa-kenapa ini yang menahan kepala kita kejeduk ke lantai atau aspal. Kalau misalnya atapnya ketutup enggak ngaruh karena ini adalah atap soft top. Kita coba tutup sekarang. Ini cepat sekali buka tutupnya. Kalau ditekan lama dia buka tutup sendiri. Eh dong atap. Hah? Atapnya enggak ternyata. Ini buka buka tutup kuncinya tuh sama tombolnya. Nutup lagi nih. Ma buka kaca juga dah. Oke. Yang super spesial dari mobil ini itu adalah pintunya. Bukanya itu dipencet ini dan ini ada bendulan-bendulan kayak tombol. Tapi sebenarnya bukan tombol. Ini juga ada pembentulan bulat-bulat. Ini bukan tombol sama sekali. Dia adalah sensor. Jadi misalnya di sini ada orang, kita pencet buka. Nah, dia enggak mau buka karena ada manusia di sini. Jadi harus dari belakang begini baru dia bisa ngebuka. Kalau kita tahan lagi berhenti lagi. Tuh bunyi Dan kecepatan buka tutup atapnya tuh oke sekali. Lihatnya kita hitung pakai stopwatch. 1 2 3 masti ditahan tombolnya. Roof close 11 detik hampir 12 detik buat bukanya sama enggak ya? 1 2 3 Kalau enggak ditahan dia akan berhenti di tengah jalan. Biasanya bisa sambil jalan sebentar dah. Sama segitu juga. Jadi buka tutupnya itu cepat termasuk yang cepat ya untuk elektrik. Tadi kalau kondisi ketutup kegantengannya agak berkurang bagian belakang nih. Agak kayak ada punuk yang besar gitu loh. Kalau begini kb kebuka gini ganteng. Belakangnya ada logo MG di atas. Biasanya kan kalau logo di belakang sini di atas. Nah, Cyberster. Cyberster nama itu dipakai diambil dari nama apa ya? Hm. Pelesetannya itu Cyber Truck. Kan lampu-lampu gini kayak F1 nih. Ada semacakan-akan diffuser. Buka bagasi. Mana buka bagasinya? Nah, bagasinya tuh sebenarnya untuk ukuran roadster ini lumayan ada, lumayan lega gitu ya. Tapi kayaknya stick golf masih belum masuk atau bisa masuk melintang gini. Kalaupun bisa masuk pas-pasan stik golf yang gede tuh enggak bisa. Lumayan nih ada keranjang sini. Terus di bawahnya ada apa ya? Ban serap kah? Enggak. Tay repair kit saja dah. Enggak ada apa-apa lagi. Itu apakah bisa dibuka? Enggak bisa. Enggak bisa tembus dari sini untuk dibuka ya. Karena ada komponen atap mobilnya di situ. Enggak power tailgate ya. Sekarang kita ukur panjangnya dulu. Karena ini mobil tadinya kami pikir kecil ya, agak gede tapi ternyata enggak. Ini masih oke ukurannya. 1 2 3 4 mm. Wheel base-nya sambil belok lagi. Oh, oke. 2.690 mm. Jadi gedenya juga masih tidak intimidating. Kita kami ah nyoba muter-muter jalan-jalan selama 2 hari ini. Masuk-masuk ke dalam jalan yang kecil masih oke pakai ini. Velegnya tuh kelihatan besar sekali. Tapi ini veleg 20 inch. 20 inch tuh jadi kayak biasa aja gitu gara-gara 5 aja pakai 20 inch. Nah, ban depannya ini lebarnya 245. Yang belakang lebarnya 275 ya. Jadi belang yang belakang tuh lebih lebar. Remnya rem besar sekali. Ada logo Brembonya di situ. Mana Brembonya? Enggak ada. Ah, ada ketutupan. Sekarang kita coba buka kap mesinnya ya. Kalau dilihat-lihat posisi begini kayak Corvet gitu kan. Enggak ada apa-apa ya kan ketutup semua. Dan di dalam pasti udah penuh padat deh karena ini all wheel drive dual motor depan dan belakang. Air kecrutan mana? Kan harusnya buka ini untuk air kecrutan. Oh di dalam sini dibuka dulu ininya. Ini yang spektakuler tenaganya ya. Tenaganya tuh 536 horsepow dengan torsi maksimal 775 Nm. Jadi sangat bertenaga. Klaimnya 0100 itu 3,2 detik. Nanti kita coba ya bisa seberapa cepat? Apakah bisa nyampai segitu? 3,2 detik kencang banget loh. Oke, baterai 77 kWh bisa di charging. AC charging-nya kami research itu 11 kW. DC charging-nya kami research 144 kW. Jadi ya lumayan kencang lah. Cuma kalau udah di charger 200 kW sendirian gitu ee enggak kepakai maksimal. Jadi kalau 144 nge-charge baterai 77 kWh litium ion dan ya ada V2 L-nya juga jadi bisa ee nyedot listrik dari power bank besar ini. Buka tutup pintu itu bisa dari sini. Ini ada tombol bukanya juga padahal enggak perlu tombol buka di sini. Ee atau dari sini ini tombol buka atau ada di dalam mobil juga di tengah sini. Ini ada kanan kiri buka pintu kanan dan pintu kiri. Terus kalau misalnya pintu ini ngacau enggak mau kebuka. Ada listrikan, error. Ini bisa dibuka override manual dan luarnya merah, interiornya pun juga merah. Kayak interior merah tuh sebenarnya e ada noranya gitu. Cuma karena ini adalah mobil rooster yang merah, interior merah, enak juga ngelihatnya ya. Enggak enggak terlalu sakit mata gitu loh. Dan ini semuanya lapis-lapis kulit. Walaupun ini kulit-kulit vegan katanya. Tapi kebayang sih kalau kita lagi jalan atau pebuka eh hujan. H menghuji jok su ini. Sedih pasti ya. Untung buka tutupnya cepat. Oke. Tidak seperti mobil biasa yang layarnya itu instrumen cluster dan satu layar besar di tengah. Kalau ini terbagi jadi empat layar. Ada layar dari ujung kanan instrumen cluster sebelah kiri dan ada layar tengahnya. Ini fungsinya itu berbeda-beda. Kalau yang dari kanan nih kita ya dari kanan ini ini untuk urusan kehematan. Kita bisa lihat-lihat ya. Ini untuk fit2-nya ya. Ini ada kita bisa limit ma berapa persen? 50%. Nih charging-nya, posisi baterainya ini konsumsi energinya nih. Saat ini nol karena belum jalan ya kan. Terus ini kalau tersambung ke internet dia bisa ngelihat weather forecast karena ini convertibel. Eh, pengaruh sekali ini. Ah, hujan enggak ya hari ini? Kalau hujan enggak dibuka. Kalau enggak hujan kita buka atap seharian gitu. Ada forecastnya di sini. MG ini untuk kontak ke dealer dan mesti connect ke internet juga, service juga. Terus untuk request test drive enggak tahu nih. Terus rescue call juga ada. Enggak tahu berfungsi apa enggak di negara ini ya. Terus account kita nih untuk ada login-loginnya. Oh, ya login-loginnya. User manual juga di sini. Navigation manual, owners manual, no network tetap minta internet. Nah, ini scan QR code untuk download ISART App. Ini ada beberapa setting-settingan sound setting. Ini audionya kita mau ini bisa all passenger, bisa driver only. Untuk staging-nya ini volume-volum bisa kita atur volumenya seberapa seberapa. Face-nya mau bahasa apa, Inggris, Prancis? Greeting-nya bisa. Oh, bisa random. Ini random greeting. Jadi terserah dia. Ada TPR monitor di hotspotin juga. Virus network. Bluetooth juga ada di sini, tapi sebelah kiri juga ada perasaan Bluetooth-nya. Terus ini yang umum. Nah, ini brightness satu persatu. Nah, ini juga ada shortcut dari atas ke bawah gini untuk brightness juga jadi cepat. Instrumen cluster ini tombol-tombol distirnya. Kalau yang bawah ini buat ganti-ganti halaman ini di layar kanan. Kalau jempol kiri yang di posisi yang sama juga untuk ganti menu yang di layar kiri. Nah, kalau untuk layar instrumen itu gara-gara pintunya kebuka, dia ketutup. Ini untuk ganti-ganti posisi layar yang di sini. Nah, ini ada dua tampilan model instrumen cluster. Bisa yang begini atau model begini. Kasih yang begini. Oke. Nah, sekarang sebelah kiri. Sebelah kiri ini untuk urusan audio dan navigasi. Navigasinya mesti ada activation-nya. Terus ini Bluetooth. Ada Apple CarPlay dan Android Auto. Tapi sayangnya harus kabel ya. Kabel kami suka juga, tapi kabelnya colokannya USB biasa bukan USB C. Nah, buat nelepon juga di sini urusan layar sini. Untuk layar tengah ini ada AC. AC ya, dual zone AC-nya. Terus ada pemanas jok kanan kiri dan pemanas setir yang enggak akan kepakai di Indonesia. Tapi kalau di luar negeri tempat dingin itu kepakai sekali. dan urusan kemobilan tadi settingan eh cluster. Nah, sekarang driving dia ada driving mode comfort sport custom ada launch mode-nya. Oh, dia ngajarin launch mode-nya. Set driving mode to sport or sport. Ini esport tombolnya ada socat di setir. Terus disable e ESC and auto hold function. SC-nya mesti dimatiin. Pencet rem terus pencet gas pol. Pas lepas deh remnya ya kayak biasa. Tapi mesti matiin ESC nih. Ada sini matiin ESC-nya. Jok itu bisa ngatur lumbar support dari sini. Karena di ini untuk ngatur jok enggak ada lumbar supportnya. Terus ada driver seat easy entry. Kalau masuk joknya mundur sendiri terus baru nyalain mobil baru joknya maju. Perlampuan juga bisa diatur. Ini jadi kebanyakan ngomong detail gini loh. Ambient light-nya bisa diatur warnanya juga. Ada welcome mode standar tadi yang cluster MG Pilot itu. Ah, MG Pilot itu adalah adasnya. Jadi ini ada intelligent drive dia nyebutnya. Terus macam-macam fungsi ADAS untuk safety termasuk yang kami tidak terlalu suka yaitu forward collision warning. Dia ngerem sendiri ngeri. Door lock bisa tour status. Nah, ini yang penting yang harusnya ada di semua mobil listrik dari negara manapun yaitu one pedal driving. Mobil ini bisa one pedal driving. Enak jadinya gitu loh ya. Oke, di atasnya ada tombol tombol sentuh tapi ada heptic feedback-nya. Cuma ini lucu nih ee ini AC tombolnya ada di luar begini untuk suhu sama blowernya. Cuma biasanya plus tuh kan di kanan minus di kiri. Kalau ini enggak. Plusnya di kiri, minusnya di kanan. Tuh nyalain AC. Matiin AC. Ini kamera 360 juga ada shortcut-nya. Kameranya kalau nyala itu ada di posisi layar kanan sini. Yang kameranya agak-agak biasa aja gitu loh ininya kualitasnya. Mungkin karena layarnya kecil enggak perlu kamera detail-detail kali. Terus shifter. Shifter berada di sini tengah ya. Nih, shifter lumayan makan tempat nih. Sebenarnya cuma ada empat tombol di situ. Park reverse dipencet dari atas ditarik dari gini terus netral dan D-nya ditarik. Buka tutup atap ini. Tekan buat nutup, tarik buat buka. Ini juga sama pintu. Kemudian setir. Nah, tombol tadi ini ada joystick. Joystick untuk mainin yang kanan tuh volume audio dan next previous track. Ini ada e favorite button juga bisa kita atur untuk apaan. Sebelah kiri itu untuk cruise control ini untuknya mau seberapa jauh dengan mobil depan pada saat cruise control adaptifnya itu hidup. Nah, ini ada tombol setir lagi untuk nyala matiin ADAS adaptive cruise control. Tombol super sport. Ini ada pedle shift-nya di belakang. Pedle shift-nya itu bukan untuk plus minus regenerative breaking, bukan untuk apa-apa, tapi untuk hah driving mode ya. Ngubah driving mode-nya. Enggak ada tombol fisik apa-apa kecuali pedle, shift kanan nih. Comfort, sport, custom. Comfort, sport, custom. Untuk yang di custom kita bisa ngatur kan macam-macam nih. Powernya mau apa, ininya apa, ininya apa. Ya, itulah tidak termasuk suspensi. Tapi sayangnya untuk sebelah kiri padle shift-nya itu curse. Wah, nyebutnya curse loh. Itu regen breaking-nya mau kayak gimana. Tapi karena kita udah ngidupin oneevel driving, kita matiin dulu. Nah, ini tuh ada level 1, level 2, level 3, level 4. Eh, enggak, enggak ada. Mundur lagi ke bawah satu. Terus udah 123. Itu aja. Kalau one pedal driving-nya aktif, dia akan pindah ke S. Setir ini keren, tombol-tombolnya banyak. Tombolnya fisik ditekan, digeser beneran. Cuma sayangnya begitu dipegang ya, kita itu otomatis megang kan pasti jam 09.00 dan jam 10. Jam 09.00 dan jam 3.00 ya. Cuma ini enggak bisa untuk digenggem. Jadi, jari kita tuh pasti megang ke pedle shift-nya yang akan jarang disentuh. Kecuali kalau mobil manual internal combustion nih. Aanya begini kalau mau genggem. Jadi ini enggak bisa untuk menggenggam. Jadi megangnya ya begitulah. Jadi pedle shif-nya kepegang terus kaget. Sebelah kanan untuk urusan wiper. Wipernya ada autonya. Sebelah kiri untuk urusan se dan lampu. Ini untuk lampu kecil, lampu gede, dan auto. Rem tangan jari ada di sini. Ini ada manual leveling headlight. Bagus. Terima kasih untuk tidak masukkan ini di layar. Ini buat buka kap mesin. Kisi AC. Kisi AC tuh kecil-kecil gitu loh. Tapi enggak apa-apa. AC-nya lumayan. Audionya bos. Suaranya lumayan enak. Ada delan speaker. Kemudian ini yang untuk joknya. Pengaturan jok, lock unlock, dan ada dua memory seat. Kemudian kepraktisan. Di pintu tuh ada tempat ini ada tutupnya begini karena ya obviously karena pintunya bukanya ke atas ya. Kalau kantong pintu biasa akan tumpah semuanya keluar di tengah. Nah, ini lucu nih. Ini ada dua cup holder dengan logo Mercy. Kalau kita tekan ini jadi cup holder. Kalau enggak ditekan enggak jadi cup holder. Balikinnya lagi. Mencet gini. Ngapain pakai dibalik-balikin ya? Buat apa cup holder di begini nih? Ya, anyway, di sebelah sini ada selipan untuk handphone kita. Jadi, handphone kita tidak terpapar oleh istri, enggak kelihatan gitu ya. Tapi kalau naruh gini enggak muat tuh. Kena kamera iPhone-nya ini tuh pasti kena. Nah, jadi naruhnya pasti begini yang gobrak-gobrak depan belakang gitu loh. Kan mobil ini kencang kan bisa kepencet. Coba ya. Kalau ada kaki dia nutup enggak ya? Astagfirullah. Ditutup ber ditutup. Later. Sat 2 3. Nih ceritanya bawa cewek gitu. Eh, itu kakinya tuh belum masuk. Lupa gitu kan. Nahan Pak. Sakit enggak? Enggak. Hah? later. Ketika kita parkir di tempat sempit, apakah pintunya bisa kebuka? Nah, kami tidak mau mengorbankan mobil-mobil kami yang lain dan mengorbankan mobil ini. Takut beneran nyenggol dan lecet. Jadi, ee kami pakai tembok ini ya. Kalau misalnya kita serapet ini, apakah pintunya bisa terbuka? Enggak bisa. Segini doang bukanya. Oke, sekarang munduran dikit lagi. Oke, segini ya. Ini ini kalau mobil biasa buka pintu biasa walaupun pintunya panjang begini pasti bisa. Kalau ini oh berhentinya cuma segini tapi segini udah cukup untuk keluar masuk kalau atapnya dibuka. Tapi kalau dipikir-pikir apabila atapnya terbuka, coba deketan lagi kayak tadi ya. Cara keluarnya gampang. Keluar dari atas aja begini. Kemudian kita tutup atapnya. Tapi nutup atapnya harus dari dalam. Mana ya? Konsol tengah lumayan. Ini roadster biasanya tuh kecil tempat-tempatnya. ini lumayan besar konsolnya untuk ukuran roader. Ada colokan USB biasa yang untuk Apple CarPlay Android Auto. Ada colokan USB C di sini. Oke. Nah, tempat-tempat ada lagi di belakang sini ada jaringnya juga. Terus ada ini chargeran. Hm. Lumayan nih buat naruh tas kecil ya muat di belakang sini juga. Kemudian ada ini laci seberapa gede? Lumayan gede lacinya. Nah ini ini ada fungsinya nih saya copot. Tapi ini berfungsi. Ini berfungsi untuk biar rambut tidak terangin-angin kalau misalnya atapnya dibuka. Oke, sekarang saatnya jalan. Ini enggak auto dayight ya? Masih biasa. Ininya kecil lucu kayak tutup iPad. Ini lampu pasti LED tinggal sentuh. Oke, sekarang kita coba jalan-jalan naik ini pakai helm. Kangen ya ngelihat pakai helm untuk penonton lama. Enggak enak pakai helm. Itu repot buat jalan-jalan repot apa-apa repot. Malu gitu. Kami bukan penggemar. Convertibel yang buka atap begini ya. Bukan Om Fitra yang narsis begitu mau kelihatan dari luar kami itu lebih tertutup. E somehow kalau nyetir ini ya ada rasa bangganya tentunya ee naik mobil keren ya kan. Terus semua orang itu ngasih jalan jadi kayak ah pengin lihat mobil apa? Ngasih jalan, ngasih jalan, ngasih jalan. Cuma e menurut kami ini adalah solusi yang hemat ya 1,7 miliar. Tapi orang-orang liihatnya wah apa itu Ferrari? Dan ini posisi duduk kami tidak terlalu suka ya. Ini udah diet pas setir bisa til telescopic tadi lupa dibahas ya secara manual tapi mekanikal ee pakai otot ngetur setirnya. Cuma eh karena joknya ini tinggi. Kami enggak tahu kenapa MG nyetel ini tinggi sekali ya. Mungkin karena sasisnya di bawahnya, mungkin karena ada baterai di bawahnya ya. Jadi harus joknya setinggi ini. Kami enggak suka jok setinggi ini. Harusnya roer tuh joknya rendah kayak duduk di aspal gitu loh. Tidak setinggi ini. Dan pakai convertibel yang modern gini atap dibuka enggak perlu pakai helm juga ya sebenarnya ya. Karena yang disebut di peraturan pakai mobil yang pakai rumah-rumah itu ini sudah bisa sebenarnya dibilang pakai rumah-rumah karena ini tadi kami bilang ada rollbarnya ini. Jadi tidak perlu-perlu amat pakai helm. Dan ini mobil berisik sekali. Dia lebih speed limit dikit dia bunyi. Bisiknya tangan harus begini wajib. Cuma aku tinggi banget ininya. Jadi keren kan? gaya gitu kayak pengacara sukses. Terus kalau digas itu ada suara kayak suara artificial mesinnya itu kita bisa set yang elektronik atau mesin suaranya. Dan sudah ada matahari sedikit. Untung sore-sore ya tidak disapa. Mengenai kekedapan apabila dibuka gini enggak kedap sama sekali ya karena kebuka. Kalau misalnya atapnya bersih tertutup itu memang tidak akan sekedap mobil biasa yang dengan atap normal. Ini eh merupakan mobil convertibel soft top yang paling kedap yang pernah kami naikin mungkin. Jadi cukup kedap apabila ini atap ditutup. Heran juga ya mungkin kanvasnya tebal. Nah kita begitu kita ngelihat depan kecepatan speedometer cluster ini kelihatan normal. Enak dilihat pas ngelihatnya. Tapi kalau dua layar di kanan kiri ini ketutupan setir ya kanuh. Terus suspensinya. Suspensinya itu nih kalau kecepatan gini kita lari 60 di jalan beton seperti ini itu masih enak ya. Menurut kami ini suatu roadster yang bisa dibilang masih empuk walaupun tidak bisa dibandingkan dengan mobil sedan, mobil MPV bahkan SUV. Ini mobil keras untuk ukuran mobil biasa, tapi ini empuk untuk ukuran roadster. Namun sayangnya apabila kita di kecepatan tinggi di jalan beton yang seperti ini, itu ada bermainnya suspensi belakangnya. Jadi ada ngayun-ngayunnya sedikit. Mengenai kestabilan ya kestabilannya cukup oke. Kemudian rasa remnya. Rasa rem-nya ya masih enak, masih oke. Tapi kami selalu pakai one pedal driving pada mobil ini karena kami selalu suka pakai one pedal driving pada mobil listrik. Nah, ini lihat nih ayunan tuh lihat enggak? Lihat enggak dari luar ayunannya seperti apa? Ayunan tuh agak berlebihan. Mesinya keras, kerasin aja sekalian gitu, enggak usah pakai mengayun-ngayun. Rasa setirnya juga enak. Dia tidak terlalu sporty rasa setirnya. Tapi ya itu yang sebel megangnya itu loh. Jadi mesti megang pedle shift-nya. Nah, sekarang kita di comfort mode. Kita pindah ke sport mode. Respon pedal gas tiba-tiba berubah. Terus ini kalau kita ke super sport langsung berubah jadi seperti RPM di cluster. Dan kalau kita gaspol. Nah, ini unik nih pada mobil ini ya. Kalau tiba-tiba kita gaspol enggak enggak langsung meledak. Biasanya mobil listrik itu kan langsung dus maju. Kalau ini diurut dulu tenaganya enggak dikeluarkan 100%. Diurut dulu. Nih. Mudah-mudahan kelihatan dari kamera 360 ya rpm-nya. Dicoba lagi nih. Lihat di kamera 360 gaspol. W kepala langsung kelempar ke belakang. Apalagi kalau pakai helm ya kan berat kepalanya. Nah, ini mobil ini juga memperhatikan mata kita di mana. Jadi kalau kelamaan meleng dia akan komplain, "Gimana, Om Mobi cocok enggak pakai gini?" Omom sekali kan. Ini antara punya istri banyak atau pacar banyak sih kalau pakai ginian. Enggak, enggak juga, enggak juga. Apabila jiwa ke-omannya kuat itu cocok pakai ini. Ah, coba-coba kestabilan dikit. Setirnya kurang, setirnya kurang tajam dan masih ada body roll-nya dikit sih dia. Tidak. Eh, ada body roll-nya. Lucu setirnya. Andai lebih tajam lagi sih. Asik. Launch controlnya udah kita hidupin. Ah, enggak hidup tuh. L. Eh, gila kencang banget. Ah, 100 3,73 detik. Mungkin karena ATPnya kebuka L ya. Kena angin kali ya. Harusnya 3,2 3,73. Itu gara-gara powernya bukanya diurut kali ya. Pelan-pelan. Iya, mungkin gara-gara pelan-pelan jadi enggak enggak terlalu enggak ngejedar gitu. Cuma begitu [Tertawa] kenceng kayak begitu nih. Kita gaspol ya. Gaspol 1 2 t gaspol. Enak juga ya buka atap sebenarnya kalau enggak ada matahari direct sunlight. Nah, kalau sore-sore gitu golden hour oke sekali. Kita coba adaptif cruise controlnya. Change drive mode. Oh, drive mode-nya kita standarin dulu. ESC-nya kita kembali hidupkan. Kita adaptif cruise control. Nah, gini. Ini unik nih. Adaptif cruise controlnya. Dia bisa cukup lama enggak minta pegang setir ya. Nah, ini dari tadi nih enggak minta pegang setir nih. Tuh, lama loh. Enggak megang. Enggak minta pegangnya. Coba pindah lajur dia. Pindah lajur enggak? Enggak. Ngelepas tirnya aja. Oke, kita coba lagi. Ini kita pegang setir. Setir dari biru. Kemudian kita lepas setir. Patannya di 80 megang setirnya. Udah cukup lama ini enggak megang setir. Hebat loh dia. Ngeremnya juga lumayan halus. Oh, ini pris hold steering wheel. Mobil listrik kencang. Apakah hemat listriknya? Ya, menurut klaimnya kan 6,5 km/ KWH tuh ee aktualnya tuh kurang lebih enam lah, lima li gede atau en kecil lah. Masih fair ngasih range NSC 503 km. Nah, ini jeblukan yang ada mainnya buntutnya. Ini sih overall menurut kami rasa nyetirnya ya asal joknya bisa lebih rendah dan suspensinya itu belakangnya shoknya dikerasin lagi dikit biar dampingnya sekali aja, ngayunnya sekali aja itu pasti enak pasti jauh lebih enak. Tapi kalau sekarang sih ya udah normal aja 1,7 M dapat mobil ganteng begini. Jadi yang kita beli lebih ke kegantengannya dan tenaganya yang lucu. Begitu injek gas telat dulu terus bayar tahu-tahu kencang. Enak loh atap kebuka dengan tanpa matahari begini enak sekali. Overall mengenai MG Cyberster merupakan Roadster yang tidak ada lawan karena ini adalah full EV. Hanya MG Cyberster saja yang berani dijual resmi di Indonesia. Tapi apakah layak untuk dibeli? Apakah worth it? Harganya Rp1.704.880.000 on the road Jakarta. Namun dengan harga segitu Anda masih bisa bangga karena bisa nongkrong bareng mobil-mobil sport lainnya. Anda yang paling tidak bersuara, paling low profile, paling tidak berpolusi, namun punya performa yang tidak bisa diremehkan. Modelnya juga cukup ikonik dengan atap terbuka dan pintu gunting membuat orang-orang pada melirik Anda apabila Anda turun dari mobil ini. Kemudian fiturnya juga lengkap alam mobil masa depan dari luar dan dalam. Jadi dengan harga segitu, apakah worth it? Hah? Siapa yang cocok untuk beli mobil ini? Biasanya orang-orang gabut yang kebanyakan duit dan bosan untuk mobil sport yang itu-itu saja. H. Semua ini adalah op pribadi saya. Kami timobi tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobiomobi dan Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.
