Mic Sekecil Ini Ada Internal Storage-nya ?! DJI Mic Mini 2s (YouTube Video)
Hah. DJI Mic 2 itu baru keluar di bulan April kemarin. Sekarang bulan Juli udah keluar lagi DJI Mic mini 2S. Ini ibaratnya kayak kita beli motor, platnya belum turun, tiba-tiba dealer WhatsApp, "Pak, ini ada facelift terbaru kan?" Wah. Dan yang udah terlanjur beli DJ GI Mic 2 terus tahu mic Mini 2S ini keluar itu dia langsung kayak mandangin plafon gitu galau karena di DJI Mic Mini 2S sekarang itu udah ada internal recording-nya dan bukan cuma 24 bit tapi 32 bit float dan internal storage-nya ada di 14,5 GB dan katanya satu receiver itu bisa nyambung empat transmitter. Ada Ei noise cancellation, ada adaptive gain, dan transmitternya itu cuma 12 gr. Ya, kalau dilihat dari spesifikasinya ya, ini kayak DJI Mic 3 terus dimasukin mesin cuci terus tiba-tiba keluar jadi versi lebih kecilnya. Tapi buat kalian yang udah punya DJI MIC 3 jangan terburu-buru dijual terus ganti ini karena ya ada bedanya lah apa aja itu. Langsung aja kita coba unboxing dulu. [musik] Jadi di dalam paket pembeliannya kita dapat beberapa aksesoris. Yang pertama itu ada USBC to Lightning. Wah, ini memang masih banyak ya kreator yang pakai iPhone yang pakai Lightning ya. 15 ke bawah ya. Kalau kalian masih pakai itu di DJI Mic 2S ini kalian juga dapat dongle type C to lightning-nya. [musik] Jadi masih bisa dipakai di iPhone kalian yang jadul itu. Terus kita juga dapat adapter. Ini adapter buat apa? Ini harusnya adapter ada hotsu-nya. Nanti kita coba ya. Plus ini kita juga dapat kayak di DJI Mic 2. Mic 2 itu kan cover-nya kita dapat warna-warna ya. Tapi kalau ini kita dapat wine screen-nya yang warna-warna tuh. Jadi ada warna brown, putih, hitam, dan lain-lain lah. Tapi kalau saya lihat dari sini sih harusnya masih dapat cover screen-nya ya. Tapi coba kita lihat sekarang kita buka utamanya si produk utamanya yaitu si DJI Mic mini 2. Dan yang enak dari DJI ya unboxingnya itu enggak perlu cutter, Guys. Karena semuanya itu pakai pil. Wih, ini jadi kita dapatnya itu ada ya beberapa buku panduan dan juga stiker. Terus juga dapat tas langsung yang saya suka dari DJ itu selalu karena dia itu mikir mungkin kreatornya ya selalu vlogging on the go gitu ya. Jadi kita dapat tas dan di dalam tas ini isinya harusnya sih uh kita dapat guys. Jadi masih dapat untuk covernya dengan berbagai warna magicu hibunya tuh ini. Nah jadi ada beberapa warna mulai dari pink sampai grey ada semua plus perkabelan di itu pasti lengkap banget bahkan kadang saking banyaknya bingung saya ini mau bawa yang mana gitu ya. Nah, ini jadi ada kabel audio jack to audio jack, type C to type C. Terus plus kita juga udah dapat langsung case-nya. Jadi ada receiver dan juga transmitternya. Kita coba lihat ada apa aja nih. Ini nih. Kita juga udah dapat dongle. Wei, bentar. Dapat ininya ya. Ini buat ke HP. Jadi kalau HP kalian itu Android atau iPhone yang terbaru ya, yang udah pakai USBC bisa pakai ini. Terus udah sih enggak ada apa-apa lagi. Terus slot yang tadi harusnya yang lightning ini kita taruh mana? Sini bisa enggak? Nah, untuk yang lightning tadi sayangnya enggak ada tempatnya ya. Di sini enggak ada tuh mungkin bisa sih tetap tapi kayak enggak ada organ-nya gitu. Coba misal kita taruh ini di sini yah enggak bisa, Guys. Oh, bisa kita tutup. W masih bisa ternyata ya. Jadi biar enggak hilang ditaruh di sini aja sama kabel-kabelnya. Oke, jadi dapatnya itu dan langsung aja kita coba bahas beberapa fiturnya. Nah, ini kira-kira kayak gini ya. Dan yang saya suka dari DJI itu semuanya serba magnetik. Jadi kita bisa lepas ini tuh pakai magnet aja. Kalau di DJI Mic Mini 2 itu kayak dapat magnet yang bulat. Tapi kalau di mic Mini 2S ini enggak ya. Tapi gantinya kita dapat wine reducer kayak gini. Warnanya tuh kayak gini. Jadi kalau misalkan mau dipakai harus pakai ininya ya, harus pakai kotak-kotaknya yang ada di sini. Ini kita ambil dulu baru dipasang yang ini. Tapi kira-kira kalau dipasang ya sesuaiin aja dengan bajunya sih. Kalau misalkan bajunya warna pink gini bisa pakai pink dan kita bisa pakai warna kombinasi misalkan mau magenta. Nah, seperti ini tuh. Wih, DJI-nya jadi tetap kelihatan keren sih. Entar kalau misalkan warna lain coba kita pakai. Karena baju saya hijau, kita pakai warna hijau. Oke, seperti ini. Nah, nih. Coba lihat. Kalau misalkan saya taruh di sini. Oh, ijaunya tapi beda ya. Ini hijau Madura namanya ya. Hijau. [musik] Hijjau gonjreng. Nah, untuk transmiternya ini kan sekitar 12 gr. Tapi kalau misalkan kita pakai magnet itu sekitar 15 gr. Kalau di Mic Mini 2 dulu itu 11 gr. Dan kalau kita ngomongin soal warna-warna ini sebenarnya bukan cuma untuk fashion ya. buat fashion bisa, tapi kalau diproduksi biasanya dipakai untuk tagging. Jadi, talen satu hijau, talent dunya merah gitu. Jadi, biar enggak ketukar-tukar untuk script dan juga produksinya. Nah, ini kira-kira kalau misalkan dipasang di kamera ya pakai adapter. Jadi enggak perlu pakai kabel lagi dengan adapternya ini jadinya lebih enteng dan lebih terlihat seless tuh tanpa kabel. Nah, kalau kalian lihat di sini kan ada empat ya, empat indikator. Eh, bentar fokusnya. Nah, pokoknya di sini ada empat indikator. Jadi, kita bisa langsung pakai empat transmitter sekaligus. Nah, untuk tombol-tombolnya kalau transmitter ini, nah, ini buat jaga-jaga kalian harus pencet yang ini sih. Jadi, dia ada internal storage-nya 14 GB tadi dan 14 gig kalau untuk suara itu gede banget sih. Kalian mau podcast beberapa jam masih gas aja. Nah, kalau mau record tinggal ditekan yang ini. Terus ada indikator warna merah ini. Jadi, dia ng-record secara internal juga. Ini buat backup ya. Karena kalau misalkan contoh saya di Comutex itu banyak banget interference Bluetooth-nya di mana-mana. Nah, kalau enggak pakai internal storage, enggak ada backup, wah itu kan kejadian yang enggak bisa diulang ya di komputers. Kalau misalkan syuting di studio sih saya misalkan ada error dan sering ya itu biasanya memorinya korup terus jarang lupa mencet. Itu sering banget. Cuman kalau suara ketika kita liputan, wah itu bisa jadi hal yang sangat-sangat mengganggu karena ya enggak bisa diulang kejadiannya. Masa saya suruh Taiwan untuk bikin komutek lagi kan enggak mungkin. Oke, jadi sekarang langsung aja kita coba set up. Mungkin di HP aja ya atau di sini ya. Di apa di HP ya, Enak ya? Kita coba langsung set up-nya di kamera sambil di luar aja sambil kita coba jarak range-nya dan kita bandingkan juga dengan DJI 3 yang saya pakai ini. Nah, ini sekarang saya udah di luar dan kita coba di rumah saya itu sekarang lagi ada renovasi [musik] ya. Dan kalau kalian dengar entah kalian dengar atau enggak, tapi saya dengar sih. Jadi suaranya tuh nah ini ada suara dangdutan kayak gini kira-kira suaranya apakah dia bisa meredu dengan baik? Ini saya enggak pakai enggak pakai wine-nya ya, enggak pakai untuk anti anginnya. Kira-kira seperti ini. Terus kita coba tes jaraknya. Nah, coba saya ke sana atau di luar? Ayo, Tem. A. Nah, sekarang kita ud ada di luar. Tapi sebelum saya coba jarak rinch-nya, tapi kalau jarak rin enggak ada enggak ada tembok-tembok segini sih biasanya aman ya. Nanti kita coba yang di tembok-tembok lah. Tapi sekarang saya mau coba dulu. Kalau misalkan saya teriak, "I volume berapa, Tom? Yang di situ nol konfir minus apa nol?" Karena beda ya ini settingannya ya, kita pastikan dulu settingannya sama. Jadi editor nanti DJI Mic Mini 3 sama ada mic min 2S eh sori mic 3 ya bukan mic mini 3. Nah, sekarang saya coba cek dulu biasanya mic-mic yang murah itu kan kalau misalkan saya teriak suaranya itu kayak pecah ya. Nah, sekarang saya mau coba teriak dulu Kon aman Tom kupingmu? Wah wah. Nah ini kita coba. Kalau misalkan suara saya kencang banget dengan ya desibel tinggi, apakah suaranya itu bisa tetap stabil atau pecah? Nah, sekarang mungkin ya jarak sih kalau misalkan enggak ada tembok sih enggak seru, Guys. Coba ya kok dikinerek, ya. Saya mau masuk ini dengan beberapa blokade tembok, pagar, besi, beton. Kira-kira apakah dia bisa? Kadang kadang mic yang murah aja ya. Misalkan kita balik gini aja, balik badan membelakangi kamera gitu biasanya suaranya sudah putus-putus. Tapi ini kita coba lihat kalau misalkan saya jalan dengan posisi seperti ini ata. Nah, ini ada suara orang gerenda-gerenda juga. Seperti ini kira-kira kualitas suaranya. Ini udah ketutup. Saya enggak, Tom. Suaraku kerungu enggak, Tom? Krungu. Oke. Jadi, ini ada suara orang gerenda juga. Okelah ya kalau misalkan jarak segini. Oke. Dengan 1 2 3 4 pagar besi dan beton masih aman aja. Jadi mungkin itu aja. Oh, sama satu lagi. Ternyata tadi saya baca guideline-nya atau saya baca buku panduannya untuk adapter tadi. Untuk saat ini itu masih supportnya sama kamera Sony aja ya, belum kamera yang lain. Jadi kalau kalian enggak pakai kamera Sony dan kalian beli adapternya jangan karena mubasir aja. Nah, kalau pakai kamera lain ya pakai kabelnya itu tadi. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja unboxing dan juga hands ons dari DJ Miri 2S. Nanti kalau misalnya itu ada pakai liputan dengan banyak interference, kita update videonya di Instagram aja L ya. Saya kest eh btw ngomongin harganya jujur pas video ini dibuat saya belum tahu berapa harganya tapi harusnya sih mirip-mirip sama DJI Mic mini 2 lah ya. Lebih mahal dikit mungkin atau lebih murah. Entah es-nya ini bakalan jadi masuk super ekonomis atau super. Karena kan kalau di HP S-nya itu kan biasanya versi lebih terjangkaunya ya. Apakah ini versi S ini versi terjangkaunya untuk DJI? Kita lihat nanti aja pas lon.
