Jungkat

MIMPI BURUK VELOZ dan XPANDER, LAWAN BARUNYA INI KETERLALUAN CANGGIHNYA! (YouTube Video)

  • 23/07/2025

[Musik] Ini adalah Hyundai Stargazer Carens versi facelift dari Hyundai Stargazer MPV Andalana Hyundai. Nah, meskipun cuma facelift tapi ubahannya di luar cukup banyak ya. Depannya berubah drastis, belakangnya berubah drastis. Bahkan kalau kalian masuk ke dalam itu ubannya juga banyak banget dibanding Stargazer yang biasa. Nah, buat detailnya smak di 10 hal dari Hyundai Stargazer Cartens [Tepuk tangan] varian dan harga. So, kayak yang kita bilang Stargazer Carens ini adalah versi facelift-nya dari Stargazer dulu. Sama kayak sepupu se platform beda merek dia ya, Kia Carens. Versi faceliftnya Ken di India dikasih nama Carence Clevis karena tetap ada varian bawahnya yang disebut Carence aja. Nah, apakah nanti tetap ada varian bawah Stargazer yang disebut Stargazer doang? Entahlah ya, Hyundai belum bilang. Kita tunggu update-nya nanti aja ya. Anyway, varian Stargazer Cartens ini ada empat. Trend, style, smart HSS, dan Prime HSS. So, di Carartens gak ada varian aktif dan esensial ya dan ketambahan varian baru ya si smart tadi. Sedangkan HSS itu singkatan dari Hyundai Smart Sense. So, Smart HSS dan Prime HSS sama-sama dapat ADASnya. Dan trend dan style ada pilihan transmisi manual atau otomatis, sedangkan Smart dan Prime hanya otomatis saja. Harganya belum diumumin pas kita naikin video ini. Kalau udah ada nanti kita update di kolom deskripsi dan komentar ya. Dua pilihan warna Stargazer Cartens ada empat pilihan warnanya. putih creamy white pearl, silver magnetic silver metalic, abu-abu titan grey metalic, dan hitam midnight black pearl. Artinya, sayangnya warna merah yang dulu udah enggak ada lagi ya. Dan khusus prime ada pilihan warna dual tone buat warna putih dan silvernya ya. Tiga eksterior ke SUV-an. So, sebenarnya desain Stargazer sebelumnya menurut kita sih kelihatan pintar ya, minimalis futuristis gitu dengan bentuk kebulat-buletannya. Tapi bentuknya itu juga yang bikin dia jadi gak lolos dari panggilan S pas modern ya sama masyarakat Indonesia. So, kali ini Hyundai ngerombak desainnya jadi jauh lebih ke kotakan, lebih terinspirasi dari SUV kalau mereka bilang. Dan harusnya bisa kelihatan sedikit DNA valis ya di sini. Ganteng, jelek ya balik lagiah desain itu selera kalian. Kita pribadi sih cukup suka ya sama desa kali ini karena lebih berani lagi ya buat kelihatan beda. Sesuatu yang dibutuhkan banget di kelas lu MPV buat enggak nyaruh di jalanan ya kan. Anyway, dimensinya panjang overallnya nambah 115 mm dan ini bikin Stargazer Carten jadi low MPV terpanjang kedua ya setelah expander baru. Tapi tetap punya lebar dan wheel base yang paling besar di kelasnya. Oke, depannya ini poin paling penting yang ngasih bentuk kekotakannya nih. Lakukan kap mesinnya berubah enggak nokik tajam lagi. Sekarang dibuat lebih tegak ya. Okelah terkesan lebih gagah nih dibanding sebelumnya. Desain lampunya juga enggak split lagi. Sekarang pakai lampu multireflektor kayak gini yang hanya ada di bagian atas aja ya. Lampu aksennya juga baru nih. Kalau di malam hari pas lagi nyala dia lebih kelihatan kayak huruf H gitu dibanding dulunya yang kelihatan kayak garis horizontal aja. Nice ya. Grillnya jadi jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Sebenarnya sih modelnya masih setema ya sama Stargazer dulu. Kalau dulu kan ada lubang-lubangnya tuh di panel hitamnya. Sekarang lubangnya jadi lebih besar dan diperkuat aksen abu-abu di sekitarnya ya. Buat yang varian smart dan prime. Tapi ini dibuat lebar banget ya. sampai ke ujung lampunya. Nah, bawahnya ada panel abu-abu yang panjang dan besar banget ya. Nyambung dari kiri ke kanan. Ini juga kelihatan kayak huruf H gitu sih ya. Sedangkan di ujung kiri kanannya ada panel hitam gini yang enggak berlubang beneran ya. Dan ini semua dikitarin sama panel hitam dove gitu yang sampai ke paling bawahnya. Detail lampu depannya jadi full LED di area-nya yang di pinggir aja. Lampu malam yang tengah ikut nyala jadi kayak huruf H. Lampu besarnya LED yang dua sisi luar. Lampu jauhnya LED yang sisi dalam. dan lampu sini jadi LED. Gantiin yang di bawah lampu besarnya itu ya. Tapi sekarang jadi enggak ada fog lamp. Sampingnya ini nih yang paling kelihatan dari bentuk one curve silet-nya Stargazer dulu. Jadi bentuk two boox siluet di Stargazer Carens ini. Pertama lihat agak aneh, tapi lama-lama juga kebiasa sih ya, kecuali belahan potongan defender belakang ini ya yang kayak out of play saja gitu. Nah, Carens juga khusus varian prime dapat real gini ya. Mirip kayak punya Star Gazer X dulu. Ini soalnya Carens X dapat roof rail yang lebih gede lagi sekarang ya. Dan velegnya baru nih cakep. Jadi 17 inci gini ya di varian Smart dan Prime dual tnya dan kelihatan tajam-tajam gitu lah. Dan ini dipakaiin ban 20550 R17 dan K Gazer update dulu di carartens ini juga tetap dapat side skirts kayak gini nih. Oh dan kalau dulu handle pintunya chrome sekarang jadi dibuat sewarna body gini ya. belakangnya sama ya, temanya jadi lebih kekotakan dan dari sudut ini sih emang kelihatan lebih gagah ya overall dan bumper belakang yang jadi lebih menonjol ini jelas jadi alasan nomor satu kenapa dimensi overall-nya dia bisa melar ya. Lampunya juga berubah jadi lebih ke kotak-kotakan dan LED-nya juga dibuat lebih tebal ya kayak di depan dan bagian vertikalnya juga enggak sepanjang dulu lagi. Dan sekarang nama Stargazer-nya dieja di tengah tanpa dimasukin ke panel khusus kayak sebelumnya ya. Sedangkan emblem cartens sendiri terpisah di bawah kiri sini dan bumper bawahnya di curens ini warna utamanya silver tapi dilingkarin panel hitam. Miriplah kayak di bumper depannya. Lampu mundurnya juga jadi di paling bawah sini. Sedangkan yang ujung kiri kanan yang ini enggak berlubang beneran ya. Tuh ada cover plastiknya. Detail lain di belakang sini. Knalpotnya ngumpet di kanan bawah dan antena CRW-nya dihitamin ya. Detail lampu belakangnya, lampu malamnya LED yang tetap kayak huruf H tapi dibuat agak terputus-putus. Sekarang lampu remnya akhirnya LED ya dengan highmon stop lamp LED. Lampu sennya halogen dan lampu mundurnya terpisah sendiri. Halogen di paling bawah ya. Empat, interior berubah banyak. Nah, bagian ini niat nih ya. Kalau sebelumnya dashboard Stargazer kayak gini, sekarang di Kartens berubah jadi kayak gini. Jauh ya berubahnya. Desain depannya ini berubah drastis ya. pakai desain horizontal baru yang Hyundai bilang terinspirasi dari furniture. Dan sekilas lihat sih desain dasbornya mirip di Santafe Fe baru gitu ya. Dan keren sih ya Stargazer bisa punya dashboard gini. Anyway bahannya tetap plastik yang paling atas dan sekarang dengan cetakan alat jahitan gitu ya. Nah yang si pad panjang ini baru dia dilapis kulit. Enggak sampai empuk sih emang tapi okelah ada jahitan benerannya. Kontrol AC dan control physical head unitnya juga sekarang jadi satu di panel besar tengah sini dan ngasih efek kelihatan lebih canggih ya. Nah, kalau di Cartens X varian style dan Prime Package itu kan konsol tengahnya ikut berubah jadi kayak gini nih. Di curance biasa enggak ya. Konsole tengahnya tetap kayak sebelumnya yang kayak gini. Tapi kalau dulunya ada ambient light biru di cup holder sekarang jadi enggak ada ya. Adanya di dashboard barunya sini dan di pintu yang kali ini buat adjust brightness-nya dari head unit ya. Oh, dan khusus varian prime kelihatan lebih minimalis ya tengahnya sini karena rem tangannya diganti electric parking brake ini kayak sebelumnya. Setirnya juga pakai bentuk sebelumnya yang for SP box gini dan khusus varian prime di lapis kulit kayak gini ya. Kayak di kereta juga instrumen cluster dan head unitnya jadi lebih lebar dan dimasukin ke dalam satu frame piano black super panjang ini. Bedanya emang di sini enggak melengkung aja bentuknya. Dan yang unik di ujung kanan sini ada kayak lubang nih. Nah, ini Hyundai bilang nantinya bisa ditempelin aksesoris resminya. Aksesorisnya apa? Kelihatan sih contohnya yang di brosur ini tuh misalnya kita bisa tempel holder HP gitu ya kan. Nah, kalau di Cartens X warna plafon dan pilarnya jadi hitam. Di Carartens biasa ini tetap abu-abu kayak sebelumnya ya. Jadi ngasih feel yang lebih terang malah overall. Joknya model sama kayak di Starg sebelumnya bedanya lebih ke bahan yang dipakai ya. Varian prime sebelumnya full kulit sintetis sekarang jadi kombinasi ya kulit sintetis hitam di pinggirnya gini dan kain di tengahnya gini. Lebih oke sih ya sebenarnya buat sirkulasi udara di punggung meski emang jelas enggak kelihatan sepremium sebelumnya. Jok tangannya pun sama, tetap ada opsi yang jokben bench seven seater atau yang lebih mahal captain seat six seater kayak gini. Kayak biasa jokbench bakal muat penumpang lebih banyak sedangkan captain seat gini bakal terlihat dan kerasa lebih mewah dan bikin bocahnya jadi bisa bolak-balik depan belakangnya. Dan ini jok baris ketiganya. Ini tetap sama sih ya di nomor setelah ini kita praktikin rasa duduknya ya. Varian prime tetap ada meja lipat ini di belakang jok penumpang depan. Nice ya. Tapi modelnya agak beda loh dari sebelumnya. Yang dulu kan ada cup holdernya, di sini enggak ada. Adanya tablet holder gini di paling depannya. Dan sekarang di kiri kanannya jadi ada cantolan kabel gini ya. Di luar itu sisanya mirip sebelumnya lah pintu depannya. Bentuknya tetap dengan yang bagian atasnya plastik dengan aksen alat jahitan dan bawahnya yang garis-garis plastik ini ya. Baru ada lapisan kulit di sandaran tangannya. Dan grill speakernya pun tetap dibuat unik kayak gini ya. Dan yang kita senang storage-nya banyak ya di pintu sini. Pintu belakangnya juga sama. Atasnya plastik dengan cetakan ala jahitan. Bawahnya garis-garis yang plastik juga. Terus ada lapis kulitnya di sana tangan dan ada cup holder di tengah-tengah ya. Bawahnya baru deh plastik semua. Detailnya di dalam sunvisernya. Yang kanan ada card holdernya. Kacanya hanya di bagian kiri aja ya. Lampu kabinnya di depan ada dua halogen gini. Dan di baris kedua ada satu lagi yang sharing sama baris ketiga ya halogen juga. Tegangan tangan plafonnya yang paling depan hanya ada di sisi penumpang depan aja yang di driver enggak ada. Sedangkan yang di baris kedua keduanya model lipat ya. Yang ada gantungan bajunya hanya di sisi kanan aja. Dan di baris ketiga gak ada pegangan tangan belonnya sama sekali. Dan spion tengahnya day manual ya. Jadi kalau silau tinggal dicetekin aja. Tapi gimana rasanya duduk di dalam? Lima. Konfigurasi jok buat masuk ke depan. Buka pintunya cukup berat ya. Not bad. Sudut bukanya lebar banget ya. Dan buat nampak ke dalamnya cukup tinggi tapi masih gampanglah kayak ke MPV gini biasanya. Oke duduk di depan. Posisi duduknya kalau kita set joknya ke paling rendah feel-nya tetap cukup tinggi tapi enggak tinggi berlebihan kayak kebanyakan LMPv lainnya gitu. Jadi masih cukup ergonomis ya buat posisi nyetir. Nah, frame head unit dan instrumen clusternya kan baru tuh lebih pendek lagi dibanding sebelumnya. Artinya visibilitas ke depan jadi lebih baik lagi ya dibanding di Stargazer yang improvement dulu. Kalau dibanding sama Starg pertama sih yang domba tinggi sih jelas improve banget. Apalagi kap mesin yang sekarang jauh lebih tinggi dan bikin lebih kelihatan lagi ya patokan ke depannya jadinya. Visibilitas ke samping sih sama aja kayak sebelumnya. Termasuk cukup oke meskipun spionnya masih di pilar A tapi kebantu sama kaca kecil tambahan ini. Nice ya. Pengaturan jok drivernya manual, slide recline, dan bisa dinaik turunin ketinggiannya kecuali yang varian trend yang ketinggiannya fix. Sedangkan yang penumpang depan slide dan recline aja. Headr-nya ini naik turunnya tinggi banget ya. Kita yang tingginya 173 cm masih bisa bersandar enak gini. Kepalanya enggak ketusuk. Dan kalau kepalanya mau sandaran sambil nyetir cukup oke nih ya. Enggak terlalu ngedangak meski emang enggak sampai maju banget. Sedangkan ruang kepalanya masih sangat-sangat lega. Tapi ya sama kayak sebelumnya, support bahu joknya masih jauh di bawah bahu kita ya. Jadinya kayak enggak ketopang full aja badan kita. Masih enak tapi kayak kurang optimal aja lah. Sandaran tangan di tengah dilapis kulitnya jadi empuk. Tetap enggak bisa digeser maju mundur ya. Dan agak sulit kalau mau sandarin tangan sambil pegang setir gini. Sandaran tangan di pintu juga dilapis kulit ya. Jadi empuk juga. Seat belt-nya posisinya fix enggak bisa diatur naik turun. Setirnya selain tilt bisa teleskopik juga dan cukup jauh ya. Nice. Dan sandaran kaki kiri driver ada gundukan gini tapi tanpa pad plastik. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya lebih berat dari yang depannya karena lebih besar dan bukaan pintunya juga termasuk lebar banget nih. Dan karena enggak ada lekukan atap aneh-aneh juga ya, jadi kepala kita enggak perlu nunduk-nunduk pas masuk. Posisi duduk di baris kedua sini lebih tinggi dibanding di depannya. Dudukan joknya cukup oke sih ya. Support pahanya menurut kita enggak sebaik expander gitu, tapi segini pun udah termasuk enak bangetlah. Sudut paha kita cuma sedikit banget naik. Kalau kalian tingginya di bawah 170 cm sih harusnya bakal sempurna ketopangnya. Ya, jok ini bisa digeser maju mundur. Ini kalau dibuat paling maju ya masih ada sisa ruang kaki ya, not bad. Nah, ini kalau kita misalnya pengen luasin baris ketiga atau kalau yang duduk di sini anak kecil pengin dekat sama orang tuanya yang duduk di depan. Dan ini kalau joknya kita bikin paling mundur termasuk luas ya. Meski emang enggak sampai seluas Avanza atau Velos baru gitu karena mereka kan pakai slider yang jauh banget emang. Tapi ya segini udah amanlah dan ruang gerak sepatunya juga sangat-sangat aman ya. Headr kedua sisi yang captain seat ini adjustable ya dan masih cukup tinggi juga. Jadi kita bisa bersandar lebih santai gini. Sudut sandaran joknya bisa dibob fleksibel. Ini kalau tegak kayak gini, ruang kepalanya masih aman banget ya. Kalau dibuat paling rebah segini enggak sampai full tiduran emang. Tapi udah termasuk rileks bangetlah ini. Dan ruang kepalanya lebih aman lagi. Nah, yang tetap satu-satunya di kelasnya adalah opsi Captain City ini ya. Jadi duduk kepisah kiri kanan gini emang ngasih F yang lebih private gitu, lebih premium. Tapi ingat ya, ini opsi. Jadi kalian bisa tetap pilih yang seven seat terbiasa buat sandaran tangan di pintu dilapis kulit jadi empuk. Dan yang captain set ini tengahnya ada arm yang bisa diturunin tapi posisinya cuma satu ya jadinya enggak fleksibel tapi empuklah ini di lapis kulit. Nah karena ini versi yang captain seat jadi kalian udah pasti enggak bisa duduk bertiga ya di baris kedua sini tapi misalnya kalian mau geser-geser ke kiri kanan gitu lantai di tengah sini termasuk rendah jadi masih gampang buat ngelangkahnya kalau mau pindah-pindah gini ya. Oke, sekarang kita ke baris ketiga. Nah, di varian yang Captain Seat ini jelas kita langsung napak dari tengah ya. Tapi ada gundukan lantainya yang agak tinggi sih di tengah sini. Meski kalau anak kecil lewat sini sama sekali enggak bakal masalah ya harusnya. Nah, kalau mau dari samping bisa lipat joknya juga ya pakai tuas ini. Sekali dicetek dia langsung mental kebuka gini alias one touch tumble. Terus kita tinggal napak ke belakang deh dan dibantuin sama pegangan kecil. Ini nih sama ya dari sisi satunya lagi juga bisa dilipat one touch tumble dan langsung ke belakang dan ada pegangannya juga. Oke, ini baris ketiganya. Kita naikin dulu ya kedua headr-nya. Posisi kita lebih tinggi lagi ya dibanding di baris kedua. Bagian bawah joknya ini bakal berubah sudutnya ya kalau reclan joknya diubah-ubah. Nah, yang keren jarak dudukan joknya sama lantai masih cukup jauh nih ya buat ukuran jok baris ketiga. Sudut baha kita masih tetap sedikit naik tapi ini naiknya sedikit banget ya buat baris ketiga. Jadi termasuk nyaman ya buat orang dewasa duduk di baris ketiga sini. Nice lah. Sudut joknya bisa direbahin ya pakai tali di atas ini dari kalau dibuat tegak kayak gini ini secara ruang kepalanya ya masih aman. Masih sisa sedikit dan ini kalau dibuat paling rebah. Termasuk sangat rileks ya buat jok baras ketiga mobil sekelas ini. Nice loh. Dan ruang kepalanya lebih sempit dibanding ditegakin tadi tapi masih aman. Okelah ruang kakinya ini kalau jok tengahnya kita geser paling maju. Sisa ruang kakinya masih sangat luas. Jelas ya. Dan yang keren ini kalau kita set paling mundur masih ada sisa ruangnya. Bahkan buat kita yang tingginya 173 cm juga. Jadi enak nih ya. Jok baris kedua bisa digeser paling mundur mentok dan di belakang masih cukup buat orang dewasa. Sisa ruang gerak sepatunya juga masih termasuk oke ya. Apalagi kalau ambilan captain seat kaki yang di tengahnya lebih lega gerak-geraknya. Nah, buat sandaran tangan ya di kiri dan kanan sama-sama ada tempat bersandar gini ya. Tapi plastik sih tentunya jadinya keras. Sedangkan jendela di paling belakang sini masih cukup besar lah ya. Kesan claustrofobiknya enggak kayak di kebanyakan jok baris ketiga gitu. Di sini enggak terlalu parah. Enam, fitur bertambah. Fiturnya Cartens biasa emang enggak ketambahan ekstrem kayak di Cartens X gitu ya, yang kayak ada jok elektrik dan pendingin jok misalnya. Tapi perlu diingat dari Starg sebelumnya juga fiturnya udah termasuk banyak ya di kelasnya dulu. Pertama, klaksonnya jadi lebih bagus nih sekarang. Nice ya, lanjut inputnya. Varian Prime HSS tetap ada wireless charger di depan sini. Tapi kalau dulu bentuk kayak gini, sekarang jadi gini nih. Lebih ditonjolin ke atas dan padnya jadi karet ya, kayak di Santafe ini. Biar HP-nya gak gampang jatuh dan katanya ada air coolingnya biar HP-nya enggak kepanasan dan buat matinya war chargernya sekarang dari head unitnya ya. Buat nge-charge di depan tetap ada powerl 12 volt 1 USB type E dan yang baru sekarang ada tambahan 1 USB type C. Ini buat yang mau nge-charge lebih cepat kecuali di varian trennya. Yang di baris kedua juga baru ya, jadi ada dua USB port type C gini kecuali yang di varian trend. Dan di baris ketiga ada power outlet lagi ya. Sekali lagi kecuali di varian trend. Lanjut instrumen clusternya full LCD TFT 10,25 inci. Ini yang bisa diganti temanya waktu kita ganti-ganti mode berkendara ya. Atau bisa juga diganti manual pilih temanya dari head unit. Dan nanti selain tiga tema tadi ada satu tema tambahan lagi yang cube ini ya. Infoya bisa diganti yang di tengah ya dari layar fitur adas atau smart sense-nya. Geser kanan ada trip meter current trip yang bakal kiset otomatis setiap habis restart mobil. Triper since review link yang bakal keet otomatis tiap habis isi bensin dan trip meter since last reset yang bisa kita reset manual dan ada speedomet digital ya. Geser kanan lagi ada kompas dan ada info navigasi yang lagi jalan dan geser kanan lagi ada TPMS. Buat setting-settingsnya pindah ke head unit semua ya. Nah, head unitnya ini keren ya. Dia dan instrumen clusternya kan sama-sama 10,25 inci. Jadi mereka berdua kayak ada animasinya dulu pas kita masuk ya. Tetap ada beberapa shortcut dan kontrol fisikal tapi pindah ke bawah. Ctrl AC ya. Tuh, selain beberapa tombol ini ada juga knock track dan volume. Nice lah ya. Nah, interface-nya mirip di kereta atau kayak di palis yang lama lah ya. Ada profil juga nih, kita bisa ganti-ganti dan tiap ganti nanti dia juga bakal ubah beberapa preferensi mobilnya ikutin profil yang kita pilih ya. Nah, menu-menunya ada kiblat yang bisa ngasih lihat kompas, titik lokasi dan arah kiblat. Dan bisa multitasking kayak gini nih ya. Tarik side bar dari kanannya buat lihat lebih dari satu aplikasi sekaligus. Lanjut. Sekarang ada navigasi bawaannya. Nah, ini terkoneksi internet. Jadi, kita bisa lihat hal-hal kayak lagi macet atau enggak dan lokasinya juga lebih update ya. Dan ini nyambung sama bluink. Okelah, ada Bluetooth teleponi. Voice buat ngerekam suara, climate buat ngatur AC langsung dari head unitnya, valet mode buat ngelimit akses kalau mobilnya dikasih ke valet. Ada quiet mode buat bikin suaranya langsung dilimit ke speaker depan doang. Terus ada radio tentunya. Medi yang bisa diputar bisa dari Bluetooth, USB, dan sekarang ada sounds of nature yang bisa simulasiin macam-macam suara kayak di suatu tempat unik gitu. Dan ada 10 simulasi suara nih ya totalnya di sini. Lanjut ada Apple CarPlay dan Android Auto. Tapi kalau sebelumnya wireless, kali ini hanya bisa pakai kabel ya sayangnya kayak di kereta baru juga tapi nanti jadi bisa pakai aplikasi kayak Apple Music, Spotify, Google Maps, Waze dan lain-lain. Nah, settings-nya banyak nih ya. Settings vehicle pertama ada driver assistance buat atur semua fitur ADAS atau Hyundai SmartSense-nya. Nah, ini safety-safety-annya kita bahas lengkap di nomor habis ini ya. Menu cluster ada buat atur instrumen cluster kayak brightness, nyalain blue light filter buat kuningin layarnya, buat ganti-ganti tema dan atur beberapa printilan instrumen cluster. Menu climate ada buat bikin sirkulasi udaranya otomatis ketutup kalau kita aktifin washer wiper dan ada buat sirkulasinya kebuka tutup otomatis juga ya. Di menu lights ada buat atur tingkat keterangan ambient lighting-nya, ada juga buat ganti-ganti kalau kita cetekin tuas lampu senya sedikit mau berkedipnya tiga kali, lima kali atau tujuh kali dan ada buat atur welcome function yang bakal kita jelasin habis ini ya. Follow me home dan hyb mesin ini buat nyalain lampu otomatis. Di menu door settings auto lock auto unlock dan remote window control buat buka tutup jendela pakai remote. Dan di menu convenience bisa aktifin rear ocup alert buat diingatin cek penumpang belakang kalau kita keluar mobil. Service interval buat atur pengingat servis. Mati nyalain wirel charger dan wiper belakang otomatis. Nah, sisa settingsnya lebih standar sih ya kayak settings menu navigasinya. Setting sounds ini buat atur segala persuaraan termasuk dynamic speed compensation yang bisa otomatis nyesuain volume tergantung kecepatan mobil sampai radio noise control yang bisa kurangin suara noise di radio mobilnya. Menu layout ini buat ubah tema dan screen saver. Display buat atur layar head unit ini. Buttons buat setut ke beberapa tombol bintang. Dan buat atur blue link nanti kita jelasin terakhir ya. Lanjut AC-nya. Ganti modelnya aja tapi khusus varian prime HS tetap pakai auto climate control. Jadi kita bisa set suhunya aja dan nanti kipasnya bakal menyesuaikan. Suhu paling dingin 16,5 derajat celcius dan paling panas 27 derajat. Ada buat arena angin ke kaki di froster kaca depan. Tapi sayangnya tetap belum ada di foger kaca belakang ya. Di varian manapun tetap ada double blower tapi modelnya emang masih yang menggunduk gini ya di plafon belum yang flush kayak di carence gitu ada empat ventilasi dan kipasnya ada tiga levelnya. Speakernya selain varian prime HSS yang ada enam sisanya ada empat aja ya. Lampunya selain varian trend, semua otomatis yang ada indikator di instrumen cluster pas kita mati nyalain. Wipernya interminton variable. Ini kuncinya ya sama ya, ada tombol lock, unlock, remote start, dan buka kunci bagasi. Selain varian trend semuanya ada passif keyless entry-nya ya. Jadi kalau mobilnya dikunci, remote-nya tinggal dikantongin aja, dekatin mobilnya dan klik tombol di handle ini dan kuncinya kebuka sekaligus spionnya juga kebuka. Ya, buat kunci lagi tinggal klik lagi dan spionnya juga bakal kelipat lagi. Buat lipat spionnya manual pakai tombol yang di sini ya. Sedangkan buat nyalain mesinnya pakai tombol start stop. Di sini ada welcome function juga. Jadi kalau kita dekatin mobilnya sambil bawa remote-nya nanti spionnya bakal kebuka buat nyambut kita. Tapi ini mobilnya masih kekunci ya. Kita tetap harus klik tombol ini buat buka kuncinya. Ada fungsi remote open window. Jadi kalau kita tahan tombol unlock di kuncinya nanti bakal bisa buka jendela drivernya dari luar. Ya, sayangnya emang hanya jendela driver aja tapi kalau kita tahan tombol locknya nanti bisa buat tutup lagi juga. Ya, varian style IVT ke atas ada remote start engine. Jadi, kita bisa nyalain mesin mobilnya dari luar ya dengan klik lock terus klik dan tahan tombol remote start-nya ini. Dan nanti mesinnya bakal nyala. Jadi kita bisa panasin mesin mobil dan dinginin kabin mobil sebelum masuk ke mobilnya. Jendelanya yang auto up down hanya yang CC driver aja ya. Dan terakhir style IVT ke atas tetap ada Blue Link ya alias fitur telematics atau connected car-nya Hyundai yang artinya kartens ini bakal selalu nyambung ke internet dan kita bisa mantau dan kontrol beberapa fungsi mobilnya langsung dari HP kita. Dua fitur yang paling populernya ada tombol SOS. Ini kalau ditekan bisa otomatis menghubungi call centernya Hyundai dan nanti bakal langsung dikirimin bantuan ke posisi kita misalnya terjadi kecelakaan gitu ya. Dan tombol yang satu lagi ini road side assistance ya yang bisa menghubungi call center kalau kita butuh kendaraan seandainya caren size kita mengalami emergency. Nah, sisa fitur bluing-nya pakai HP kita ya buat pantau mobil misalnya kita bisa lihat posisi persis mobilnya, bisa lihat status mobil kayak bensinnya, ada komponen yang bermasalah atau enggak, tekanan ban dan lain-lain yang buat kontrol misalnya kita bisa mati nyalain mobil, bisa atur suhu AC juga sebelum nyalain mobil, bisa buka atau kunci mobil atau nyalain klakson dan lampu buat cari posisi parkir. Plus dari bluing-nya juga ada fitur kayak Geo Fancing yang bisa ngasih notifikasi kalau mobilnya lewatin batas area yang sudah diset sebelumnya. Ada time fancing, speed notification, val mode, dan lain-lain. Kalian bisa cek video review lengkap StargazerX selama kita kalau pengen lihat praktik si fitur bing ini lebih lengkap lagi penjelasannya. Tujuh, safety tambah lengkap. Fitur keselamatannya Starga Gazer Cartens juga tambah lengkap nih. Enggak sebanyak cartens X sih namanya, tapi cukuplah karena dari sebelum ini aja udah termasuk banyak di kelasnya ya. Varian smart HSS dan Prime HSS ada fitur safety aktif atau ADAS-nya yang disebut Hyundai SmartS. Dan kalau sebelumnya di depan hanya memanfaatkan kamera di balik spion tengah ini aja. Sekarang ada tambahan radar di depan gini karena sekarang dapat fitur adaptive cruise control atau di Hyundai disebutnya smart cruise control. Jadi selain bisa nge-set kecepatan konstan, kita juga bisa nge-set buat jaga jarak sama mobil di depan dan nanti mobilnya bakal memelan otomatis pas depan kita memelan dan sebaliknya ya tanpa kita perlu injak pedal gas atau pedal remnya. Dan ini sampai stop and go ya, jadi bisa ikutin melemelan sampai mobil depan berhenti dan jalan lagi. Nice ya, lanjut smart sense-nya tetap ada forward collision avoidance assist atau rem otomatis ya. Jadi dia bakal mendeteksi kalau ada kemungkinan nabrak mobil depan dan kalau enggak kita gubris juga mobilnya bakal ng-rem otomatis. Yang baru di kart sekarang juga ada fungsi junction turning. Buat ngerem otomatis kalau ada objek mendekat dari kanan depannya pas kita mau belok ada lane following assist yang bakal ngejaga supaya mobil kita selalu ada di tengah-tengah lajur yang ada garisnya. Jadi kita bisa lepas setir sebentar dan mobilnya bakal tetap belok-belok jalan ikutin garisnya. Ada juga lane keepeping assist yang fungsinya buat ngasih peringatan dan koreksi setir. Kalau terdeteksi kita keluar lajur yang ada garisnya dan tanpa ngasih lampu sein. Ada highway mesis yang bisa otomatis nyalain lampu jauh ketika dibutuhin. Dan ada leading vehicle departure alert yang bakal ngasih peringatan kalau pas kita lagi berhenti, tiba-tiba mobil di depan kita jalan ya. Nah, sisanya Smart Sense yang manfaatin dua radar yang sembunyi di kiri kanan bumper belakang ya. Ada blind spot collision, avoidance assist. yang bakal nyalain indikator di spion kalau deteksi ada objek di titik buta dan kalau kita tetap nyalain lampu scin ke situ nanti bakal dikasih peringatan bunyi dan berkedip bisa diremin otomatis juga mobilnya kalau misalnya pas mau keluar parkiran paralel gitu ya dan ada objek mendekat dari sisi yang kita mau keluar itu ada safe exit warning yang bakal ngasih peringatan kalau kita mau buka pintu pas terdeteksi ada objek mendekati ada rear cross traffic collision avoidance assist yang bakal ngasih peringatan kalau kita lagi mundur dan ada objek mendekat dari belakang kiri atau belakang kanan dan bisa diremin otomatis kalau kita tetap maksa mundur. Oke, di luar adasnya yang baru lagi di kartnya. Varian style ke atas dapat sensor parkir belakang 4 titik yang terintegrasi gini. Dan khusus varian prime HS dapat sensor parkir depan juga ya dan 4 titik juga. Nice ya kayak di Carartens X ini ada tombol buat mati nyalainnya di tengah sini dan ada indikatornya di instrumen clusternya dan di head unitnya ya. Kamera mundur ini udah ada dari varian style kayak sebelumnya. Ini bisa gerak-gerak juga garisnya kalau kita belok-belokin setirnya. Angle-nya ada yang biasa gini dan ada yang top down juga ya. Airbag-nya varian trend style dan smart HSS ada empat ya. Dua airbag depan dan dua airbag samping yang ada di samping lu jok depan. Khusus frame HSS ada enam ya. Dua lagi airbag pilar yang memanjang. Lanjut remnya yang depan cakram ventilasi 15 inci dan yang belakang khusus smart HSS dan prime HSS dapat cakram 14 inci. Nice ya. Ini sama kayak di Carens X sedangkan sisanya rem belakangnya turet. Sistem rem ABS dan IBD lengkap ya. dan ada stability controlnya. Kalau kita klik tombolnya sebentar bakal masuk ke traction limited dan kalau ditahan lama bakal matiin traction control dan stability controlnya. Ada heill star assist juga yang bisa nahan remnya beberapa detik pas kita berhenti di tanjakan biar kaki kita bisa pindah dari pedal rem ke pedal gas tanpa mobil yang merosot. Varian Smart HSS dan Prime HSS tetap ada TPMS atau pengukur tekanan masing-masing ban di instrumen cluster. Ada Roon alert yang bakal dikasih tahu kalau ada penumpang yang tertinggal di belakang dan ada ISOFIX di jok baris kedua buat pakai jok bayi. Gimana buat sekelas ini sih? Lengkap banget ya. Delapan bagasi dan storage. Bagasinya Stargazer Carens ini enggak ada ubahan sih ya dari Stargazer biasa dulu. Oke, ini bisa dibuka kuncinya pakai tombol di remote sini ya. Jadi kalau mobilnya dikunci dan kita tahan tombol ini terus remot-nya kita tinggalin nanti kunci pintu bagasinya kebuka dan tanpa blow remote-nya pun bisa kita buka ya pintu bagasinya tapi semua pintu lain masih kekunci bagasinya juga nyambung sama sistem passif kills entry-nya ya. Jadi kalau mobilnya dikunci remote ini bisa kita kantongin aja dan tinggal klik satu-satunya tombol di pintu bagasi sini dan nanti pintunya kebuka tapi semua pintu lain tetap kekunci ya. Nah ini bagasinya Stargazer Cartens. Kalau semua jok lagi dipakai persis duluah ya termasuk cukup luas mengingat ruang bar ketiganya kan masih muat banget buat orang dewasa ya. Bibirnya termasuk lebar ya dan lebih melebar lagi di bagian bawahnya. Jarak bibirnya dari tanah termasuk cukup tinggi kastil MPV gini. Jadi kalau angkat barang berat pasti sedikit PR ya. Dan dari lantai bagasinya ke bibirnya rata ya. Jadi keluarin barang tinggal ditarik aja. Detailnya sebelah kanan sini ada gantungan belanjaan gini dan yang sebelah kiri sini ada gantungan belanjaan juga. Tapi kayak di Star Geizer dulu juga ggak ada lampu khusus bagasia di atas ini. Sayangnya di bawah lantainya sini ada tempat penyimpanan tambahannya yang ada tiga tempat gini termasuk tool kitnya di sini juga. Dan kalau mau turunin ban serere dari sini ya. Sedangkan ban sereapnya di bawah ya model ya space saver. Oke karena jok paling belakang sudut rubbahnya bisa diatur jadi kita bisa sesuaiin kebutuhan penumpang dan barangnya. Kalau kita bikin paling rebah gini penumpangnya duduknya lebih nyaman tapi sisa ruang bagasinya jadi jauh lebih kecil ya. Sedangkan kalau ditegakin gini ya sebaliknya lah. Lanjut. Kalau mau luasin kapasitas bagasi, jok baris ketiganya bisa dilipat pakai konfigurasi 50 banding 50. Tariknya bukan tali yang ini, tapi yang di atasnya. Nanti joknya langsung jatuh. Nah, kalau kayak gini kita bisa masukin barang lebih besar sambil tetap bisa duduk satu orang di paling belakang. Kalau yang satu lagi dilipat juga, nah bagasinya jadi jauh lebih besar gini ya. Mantap. Dan ini lantainya rata. Jadi geser barang bisa enggak usah diangkat dulu. Nah, kalau meluasin kapasitas lagi jok baris kedua yang Captain City ini juga masih bisa dilipat ya. Kalau dilipat satu yang kanan, ruangnya jadi lebih besar lagi dan tetap bisa duduk satu orang di tengah tanpa keganggu. ruangnya jadi sangat-sangat luas. Nih, lantainya juga cukup rata ya, jadi kita bisa langsung geser barang aja ke depan atau bisa masukin barang yang besar dan panjang kayak kasur gitu misalnya. Tapi tentunya hati-hati di yang Captain City ini karena tengahnya jelas bolong ya. Buat tutup bagasinya diin handle di sebelah kanan dan ini sisa storage di dalam kabin. Mesin dan transmisi. Bagian ini enggak ada ubahannya dari Stargazer sebelumnya. Stargzer Caren sudah pakai mesin Smartstam 1500 cc dengan tenaga 113 HP atau 115 PS dan torsinya 143,8 Nm. Dua-duanya paling tinggi di kelasnya ya. Transmisinya trend dan style ada pilihan manual 6 percepatan dan otomatis IVT. Sedangkan Smart dan Prime hanya IVT aja ya atau intelligent variable transmission. Dan ini tetap pakai tuas transmisi di tengah ya, enggak pakai shift by wire kayak yang di X. Nah, IVT ini pada dasarnya ini CV VT yang pakai chain belt ya, yang bisa disimulasikan manual delan percepatan kalau kita geser tuasnya ke sini dan dinaik turunin. Enggak ada battle shift kayak di Cartens X gitu ya. Di sini ada mode perkendarannya juga kayak sebelumnya yang bisa dipilih dengan tombol. Di tengah sini ada eco normal, sport dan smart. Dan kayak sebelumnya, kartens ini juga berpenggerak roda depannya. 10. Detail-detail lain kayak sebelumnya, Stargazer Kartens juga langsung dirakit lokalnya di pabrik Hyundai di Cikarang. Mantap. Bensinnya meskipun enggak ada tulisannya di balik kupnya, tapi kalau baca buku manual Stargaser sebelumnya ada keterangan bisa pakai bensin dengan oktan minimal RON 90. Ya, artinya bisa pakai sejenis pertal atau Vivo Revo 90 gitu. Garansinya 4 tahun atau 100.000 1000 km mana yang tercapai terlebih dahulu dan dapat gratis servis jasa dan spare part selama 4 tahun atau 60.000 km mana yang tercapai duluan ya? Soan soal Hyundai Starer Kartin ini silakan sampaikan komentar di bawah klik like dan jangan lupa subscribe videoya. See you next time.

Lihat di YouTube