Jungkat

Min. Intel i5 Gen 13, RAM 16GB, Layar Cakep !! Rekomendasi Laptop 7-10 Juta (YouTube Video)

  • 06/01/2026

Haiika, guys. Di sini pernah enggak sih kalian nabung berbulan-bulan dan akhirnya ngumpul uang itu sekitar 7 sampai R jutaan. Terus uang ini kalian beliin laptop tapi kalian kena genjutsunya sales yang akhirnya kalian dapat laptop di harga yang lumayan 7 sampai R jutaan. Ternyata buka 50 Tab Chrome aja udah ngos-ngosan terus keyboard-nya hanget. Enggak enak dipakai lah. Ya emang nyari laptop itu sama kayak nyari jodoh di Tinder ya. Fotonya, desainnya cakep, tapi kalau diajak kerja keras lemot. Biasanya yang cantik. Eh, sori yang can yang yang itu pokoknya lemot. Nah, di video ini saya bakalan jadi makem combalang kalian untuk milihin laptop dari harga 7 sampai R10 juta yang enggak ada jebakan Batman-nya. Karena harganya ini lumayan udah di atas UMR seluruh pulau dan seluruh kota di Indonesia. Jadi standarnya benar-benar kita ketatin. Kayak contohnya prosesornya minimal harus Intel Core FF generasi ke-13 ya, 12 udah enggak masuk. Terus kalau AMD atau Ryzen harus Ryzen 5 7000 series. Nah, kalau Snapdragon 10 juta ke atas, yang R10 juta ke bawah menurut saya belum layak untuk dijadiin rekomendasi. Jadi kita skip dulu untuk chipset selain Intel dan juga AMD. Terus untuk memori RAM-nya minimal harus 16 GB. Karena kalau udah keluar duit segini 8 GB, wah jangan dibeli sih. Terus untuk SSD jelas minimal udah enggak 256 GB lagi, tapi minimal udah 512 GB dan after sees-nya harus jelas, harus barang resmi, barang baru ya seperti biasa. Terus bakalan saya bolehin spek-spek tadi diutak-utik asalkan kita dapat yang sesuatu yang lebih oke. Kayak contohnya layarnya oled itu oke. Terus kalau baterainya super gede oke. Dan kalau laptopnya di bawah 1 kg masih oke juga kita subsidi, kita substitusi. Okelah. Jadi langsung aja ke laptop yang pertama. Ini laptop dari Transion Holding. Namanya adalah Infini XBook B14. Ini buat kalian [musik] yang budgetnya mepet banget di R7 jutaan. Karena ini harganya pas video ini kita buat ya, itu ada di Rp7.600-an. Prosesornya dia pakai Ryzen 7. Jadi udah bukan Ryzen 5 lagi ya. Ryzen 7 udah lebih dari standar kita. Ryzen 7 7735 HS. HS itu bukan kepanjangan dari hampir sedih ya, tapi kepanjangan high performance slim. Ini biasanya dipakai di laptop gaming [musik] yang tipis. RAM-nya udah 16 GB sesuai standar. SSD-nya juga 512 GB plus masih ada satu slot kosong kalau misalkan kita mau upgrade. Baterainya juga awet. Dia bisa tahan sekitar 13 jam dengan prosesor sekencang [musik] ini. Itu lumayan loh. Secara bit quality dia juga udah military standar 810H. Ibaratnya Infinix ini kayak motor matic tapi mesinnya itu kalian bor up lah. Murah tapi kalau diajak balapan enggak malu-maluin. Kekurangannya layarnya sih ya. Layarnya ini walaupun udah IPS tapi sayangnya cuma punya 45% NTS atau sekitar 60% sRGB. Jadi kalau dibuat ngedit foto [musik] jangan kaget. Kalau misalkan kalian ngedit foto mantan kalian atau pacar kalian kalau kulitnya agak pucet. [musik] Sebenarnya enggak pucet ya, dia enggak sakit. Cuman layar kalian aja color akurasinya kurang tinggi. Kekurangan lain RAM-nya ini enggak bisa di-upgrade. Tapi untungnya udah sesuai dengan standar kita lah ya. Udah 16 [musik] GB. Lanjut ke laptop selanjutnya. Sebenarnya ini laptop yang sebenarnya direkomendasi harga berapa kemarin ya? Di Rp jutaan masuk. Tapi ini kalau di R jutaan prosesornya lebih baru ya. Dia Intel Core i5 generasi ke-13 13420H. RAM-nya 16 GB dengan SSD 512 GB. [musik] Kelebihannya layarnya udah 100% sRGB, brightness-nya juga gede di 350 Nit. Cocok buat kalian yang suka ngedit foto ringan atau ngedit video tipis-tipis, ngedit di Kanva, ngedit di CapCut, masih cocoklah. Terus baterainya gede banget nih 75 wat hour. Wah, ini termasuk salah satu laptop yang harga segini yang kapasitas baterainya gede. Terus kalau kita ngomongin performa Intel Core FF Gen 13 dikombinasi sama RAM 16 Gabbit itu kalau buat multitasking udah satset aman jaya. Chargernya juga udah tipe yang type C 65 watt dengan teknologi GAN ya. Sama kayak punyanya Infinix tadi. After seals-nya juga jelas brand Techno ini sama kayak Infinix. Jadi namanya itu apa ya? Kayak service point gitu, Ce. Jadi sama kayak HP-nya, service centernya itu udah tersebar di mana-mana dan kalian bisa akses by apps juga. Kekurangannya RAM-nya sayangnya gak bisa di-upgrade. SSD-nya masih PCI Gen 3. Dan grafisnya bukan [musik] Intel Iris Xi atau Arc e GPU. Jadi dia masih Intel UXD. Laptop ketiga ini ada dari brand lokal yang sering banget collab sama Gcard 48. Apa itu? Axio. Jadi ada di seri Axio Hype 7 X8 generasi kedua. Harganya sekitar R8,5 juta ketika video ini dibuat. Kelebihannya dia pakai Ryzen 7 7735 HS juga yang keren ya. Port-portnya ini niat banget. Ada dua USBC full function jadi mau ngecas bisa, mau nyambung ke monitor bisa. Bodinya juga metal berasa premium dipegang. Baterainya lumayan gede 60 wat hour dengan chargernya itu 100 wat gede untuk ukuran laptop ya. Terus seterusnya juga udah futur proof ada dua slot M22 jadi gampang nambah SSD tanpa ngorbanin slot yang ada. Kalau untuk kekurangannya ya, RAM-nya enggak bisa di-upgrade. Akurasi warnanya juga enggak kayak si Techno tadi. Belum 100% sRGB. Terus isu penamaannya ini bikin bingung ya. Axio AMD Hype 5 X8 terlalu panjang. Mungkin ke depan AX bisa diminimalisin lagi penamaannya biar gampang diingat. Nah, di AXo ini kalau misalkan kalian butuh layar OLED sebenarnya dia ada beberapa SKU ya. Ada yang R [musik] jutaan, Intel Core i3 Axio Hype R itu pakai OLED kalau kalian butuh layar yang OLED. Cuman kalau budget kalian lebih, saran saya bisa masuk ke Axio Hype R5 yang dia pakai Intel Core F5F Gen 12 sih. Sebenarnya enggak masuk standar kita karena harus AFF Gen 13. Cuman seperti yang saya bilang tadi, kalau di subsidi kalau misalkan layarnya OLED ya okelah kita masukin. Dan ada IQ Hype R5 OLED FF Gen 12 yang RAM-nya itu 24 GB malahan ya dengan storage 512 GB. Nah, kalau kalian gak suka Intel, ada juga Axio Hype RX8 OLED yang pakai Ryzen 7. Belum sesuai standar kita kalau untuk prosesornya. Dia di 6000 series dengan 6850. Cuman sekali lagi karena dia udah OLED jadi ya okelah. Apalagi untuk harga Rp10.80-an.000 ya kalian dapat RAM yang 32 GB dengan storage 1 TB. Di kondisi RAM yang mahal, SSD mahal, ini cukup diperhitungkanlah ketika video ini dibuat ya. Kalau misalkan per tanggal 1 Januari naik ya jangan salahin saya. Nah, kalau kalian enggak cocok sama brand lokal, mungkin ada trauma tersendiri ya. Kalian bisa lirik brand dari internasional dari Taiwan. Acer Travelmade P40. Dia pakai Intel Core FF Gen 13 tapi Gen 13-nya ini ya seri U ya 1335U. [musik] RAM-nya 16 GB dengan 512 GB ya. CPU-nya bukan yang paling kencang, tapi dibilang ya amanlah ya karena Gen 13 masih sesuai standar kita walaupun seri U. Terus RAM-nya 16 GB dan masih bisa di-upgrade karena dia gak LPDDR atau enggak low power. Terus layarnya punya 16 bing 10 IPS. Dan seperti yang saya bilang di video-video saya sebelumnya, SR itu kalau bikin layar panel IPS selalu bukan IPS yang panel IPS level gitu. Masih cakep. Kalau yang IPS level itu brand sebelah lah. Saya enggak usah sebut nama. Kalian sudah tahulah ya kalau kalian sering ngikutin videonya di ID. Port-nya juga lengkap. Ada USBC full function, after seal-nya juga jelas. Tapi kekurangannya mungkin buat kalian yang critical color editing ya, sama kayak punyanya Infinix, dia belum [musik] 100% sRGB. IPS-nya sih oke, tapi layarnya belum yang seakurat warna aslinya. Terus baterainya juga biasa aja di 48 wat hour, enggak yang awet-awet banget dengan chargernya 65 [musik] watt. Nah, kalau Axio tadi ada OLED saingannya saingan head to head-nya sekarang ya, Advance. Advance itu juga ada OLED-nya di Advance WorP R. harganya di 9,2 jutaan lah ya pas video ini kita buat. Jualan utamanya jelas adalah OLED yang warnanya cakep, kontrasnya tinggi. Prosesornya juga prosesor seri Ryzen 7 HS yang udah kita singgung di beberapa laptop tadi. RAM-nya juga udah sesuai sama rekomendasi kita di 16 GB. Storage 512 GB. Cuman sayangnya memori RAM-nya ini enggak bisa di-upgrade juga tanem. Kalau untuk baterai lumayan gede di 60 wat hour. Dan untuk bobotnya saya suka sih ya walaupun dia bukan under 1 kil tapi di 1,03 kil kalau enggak salah pas kita timbang ya. Itu cukup ringan untuk sebuah laptop OLED. Tapi sebenarnya Axio juga ada ya. Axio yang i3 OLED itu under 1 kilo. Kenapa saya ingat? Karena pas launching-nya laptopnya itu dibawa sama drone gitu ya. Diangkat sama drone yang untuk merepresentasikan kalau laptopnya entch. Kekurangannya sih di webcam ya. Webcam-nya cuma 720p. Terus OLED-nya juga OLED bukan tipe yang mid, sama kayak Axio, tipenya glossy. Jadi kalau misalkan kalian pakai odoor ada pantulan yang kalau misalkan layarnya itu hitam malah kadang kalian bisa bercermin di situ. [musik] Lanjut. Ini ada dari Acer lagi namanya ada Acer Go 14. Harganya pas video ini kita buat dip,3 jutaan. Ini buat kalian yang cari prosesor Intel terbaru ya. Dia pakai intercore Ultra 5 125, RAM-nya 16 GB, storage 512 GB. Ini otaknya udah pintar sih, karena kan sekarang zamannya AI. Jadi otaknya ini ada inw-nya dengan Intel Core Ultra 5. Terus RAM-nya enggak diolder jadi bisa di-upgrade lagi. Layarnya punya 100% sRGB dengan resolusi seperti biasa Asus dia full HD plus atau WU XGA kalau bahasa teknisnya dengan golden rasio di 16 bing 10. Rekomendasi selanjutnya ada dari Tekno lagi. Tekno megabukti. Tapi ini prosesornya gila sih. Ini prosesornya Intel Core i9. Gokil gak? Dan Core i9-nya juga bukan yang lama ya. Ini Core i9 Gen 13. Ini Intel Core i9 di harga under R10 juta itu sebenarnya harganya enggak ngotak. Entah ini barangnya atau enggak, tapi wah gila untuk Intel Coron under R juta sih sebenarnya worth it banget sih. Apalagi ditemani RAM yang udah 16 GB dengan storage 512 GB. Kelebihannya ya jelas CPU-nya ini enggak ngotak untuk harganya. Layarnya udah proper lah ya dengan 100% sRGB juga. Terus baterainya juga lumayan di 70-an wat hour. Port-nya juga kepakai buat kerja. Garansinya jelas garansi techno Infinix [musik] itu 2 tahun color care untuk laptopnya. Kalau mungkin kekurangan ya, RAMnya yang 16 GB ini gak bisa di-upgrade. LPDDR4 belum LPDDR5. Terus SSD-nya cuma satu slot masih pakai PCI Gen 3. Jadi kalau kalian mau nambah SSD harus copot dan SSD-nya enggak sekencang PCI Gen 4 atau gen 5. Dari Infinix juga enggak kalah ya Infinix ternyata ada laptop OLED-nya juga. Coba nanti saya kontak Infinix ya. Kita karena kita belum sempat review barangnya. Tapi ini menarik karena di harga Rp9,6 juta ternyata dia layarnya OLED dengan Intel Core FF Gen 13 dan enggak cuma OLED aja tapi resolusinya itu 2,8K dan diklaimnya 100% di CP3 dengan 440 nitz. Gila ini kalau misalkan kalian gunain untuk editing layarnya bakalan nyaman banget sih. Terus bobotnya juga ringan di 1 kg. Audio di atas rata-rata karena dia quad speaker plus DTS. Kameranya juga udah full HD. Baterainya enggak yang gede banget sih ya di 57 watt tapi udah gun charger 65 watt. Portnya untuk ukuran laptop tipis udah USBC full function lengkap. Minusnya cuman input LAN. Nah, kekurangannya sama kayak sebelum-sebelumnya. RAM-nya 16 GB tapi enggak bisa di-upgrade. SSC-nya juga masih pakai ECSD PCI Gen 3. Dan untuk prosesornya masih pakai prosesor yang seri U walaupun udah Intel Core FF Gen 13. Rekomendasi selanjutnya ada brand lokal juga. Tapi ini brand lokal yang enggak ada limit ya. Uangnya itu kayak dia enggak bakalan bangkrut gitu. Kenapa? Karena brand ini punyanya BUMN ya, yaitu Polron Luxia Pro Ultra 5 sesuai dengan namanya. Jadi prosesornya dia pakai Intel Core Ultra 5 125, RAM-nya 16 GB, storage 512 GB, harganya Rp9.990.000. Kelebihannya jelas untuk Polron ini dia ada ADP ya atau accidental damage protection. Axio pun juga ada. Advance tahu saya belum. Jadi di antara list kita ini yang ada Acer, Asus sama si siapa ini namanya tadi? Polytron. Kalau mauin desain saya suka sih ya. Desainnya Polytron itu kayak simpel, minimalis, terus juga bobotnya enteng, ringan ya enaklah untuk dibawa ke mana-mana. Terus layarnya juga udah 100% sRGB dengan layar yang mirip Acer. FS-nya IPS murni dengan 16 bing 10. Portnya juga lengkap. performanya cukup modern lah ya karena ini 125 bukan yang seri U. Jadi dia udah punya Intel AR graphic plus ada NPU untuk Intel AI boost-nya. Keekurangannya baterainya bukan kategori yang gede di 55 watt hour aja. Terus panelnya di harga segini masih IPS bukan OLED. Kalau dibandingin sama Advance, Infinix sama Axio di harga segini udah dapat OLED. Okelah. Jadi itu adalah rekomendasi kita di harga R sampai R jutaan. Nah, kalau misalkan ada laptop yang ke-skip kalian bisa tambahin di kolom komentar lah ya. Karena mungkin standar kita terlalu gede juga. Karena ada laptop yang bagus sebenarnya tapi RAM-nya 8 GB. Nah, di kelas harga [musik] segini menurut saya RAMnya harus 16 GB. Ada yang bagus lagi tapi SSD-nya cuma 256. Ya, saran saya kalau kalian punya uang 7 sampai 10 minimal RAM itu udah harus 16 sama 51. Terus prosesor juga udah harus yang minimal ketinggalan satu generasi lah. Kalau misalkan [musik] memang kencang banget kayak si Techno Intel Core tadi ketinggalan dua generasi tapi itu Intel Core Island. Jadi kencang banget. Nah, kalau kalian bingung intinya kalau kalian orangnya ceroboh dan kalian suka laptop yang bagus secara desain, si Polytron Luxia bisa jadi rekomendasi karena dia ada ADP. Tapi kalau kalian butuh tenaga badak performance ya ambilnya Tno yang Intel Core i yang tadi itu cakep banget. Terus kalau misalkan kalian pengin layar cakep ya, ambilnya antara Infin, Inbook, Air Pro, Advance, ataupun Axio yang udah pakai layar OLED. Terus kalau kalian pilihnya yang jangka panjang dan data kalian nanti ke depan bakalan banyak, ya pilih laptop yang RAM-nya bisa diupir. Contohnya kayak Exel Expire Go tadi ya. Intinya yang saya sebutin yang RAM-nya enggak onboard lah, ya. Atau kalau kalian masih bingung, tanya aja di kolom komentar. Tapi jangan tanya pertanyaan kayak gini ya, "Bang, mending ini atau ini?" Tapi enggak ada konteksnya. Jadi kalian harus tanya, "Bang, mending ini atau ini kalau saya pakai ini?" Karena kalau kalian cuman mending ini sama ini, saya enggak ada konteksnya. Jadi karena laptop itu enggak ada yang terbaik, ya adanya yang sesuai kebutuhan. Jadi kalau tanya mending tanyanya ya gitu. Bang, antara laptop A sama laptop B mending mana ya kalau kebutuhan saya adalah ini, ini, ini. Jadi saya bisa jawabnya dengan enak ya. Sayaik abudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube