Mirip Zenix, Mitsubishi Destinator Layak Jadi Mobil Keluarga Idaman (YouTube Video)
Teman-teman, di antara mobil baru yang keluar di sekitaran GIAS, baik sebelum maupun pas di event-nya, ini adalah salah satu mobil yang sangat menarik. Betul. di antara banyak mobil baru misalnya apa kayak ada BYD E1 yang menggebrak gitu ya di media sosial atau ada Hatsoki yang merilis versi hybridnya dan CBU Jepang atau Hyundai Stargazer Cartons gitu misalnya yang dengan tampang barunya jadi semakin catch untuk penggemar MPV atau MPV crossover. Tapi teman-teman Mitsubishi Destinator itu memberikan value yang menurut kami itu sangat amat menarik. Pertama dia adalah SUV dengan tiga baris bangku. Secara akomodasi dia oke. Lalu dia menggunakan mesin turbo. Jadi secara performa dia sangat menjanjikan. Lalu fiturnya itu ada ADAS eh Diamond Sense gitu ya yang membuat nilai keselamatannya itu bagus. Dan yang paling penting buat kita adalah ini set harganya dibikin sekompetitif mungkin dan semua paduan itu ngebuat Destinator menurut saya ya pantas untuk dipertimbangkan. buat kebanyakan konsumen di Indonesia dengan format seperti ini. Dan sekarang kita sudah berada di taraf tes lengkap. Kita uji seberapa kencang dia, seberapa irit dia, seperti apa rasa berkendaranya, dan bagaimana dia ketika dibawa ke habitatnya yaitu jalan yang enggak selalu aspal, jalan yang lumayan jelek gitu ya. Dan ini diaasannya Bubisi Destinator [Musik] [Tepuk tangan] perlu saya infokan dulu teman-teman bahwa Destinator tampil dalam tiga varian dasar. GLS sebagai entry, lalu ada exit, lalu ada ultimate. Ultimate itu tampil dalam dua varian. Hitungannya kayak subvarian gitu ya. Ada ultimate dan ultimate premium. Ini unitnya ultimate premium itu R95 juta, Teman-teman. Enggak sampai R500 juta. Sementara GLS entry itu R85 juta. Itu harga yang sangat kompetitif. Kenapa? Karena Destinator itu berkesempatan untuk beririsan dengan banyak mobil. Misalnya ada Zenix ya, yang Gaselin bukan yang hybrid. Lalu CRV CRV turbo tapi bukan yang hybrid. Dibanding sama Zenix yang terendah yang G ini udah lebih murah harganya. Lalu kalau ee dibanding sama CRV Turbo ya ini yang paling mahal pun juga tetap lebih murah dari CRV turbo. Padahal CRV turbo pun juga bukan CRV termahal. CRV turbo itu formatnya mirip teman-teman 15 turbo, lalu kemudian tiga baris bangku. Sementara Zenix ya benar bahwa dia MPV tapi mirip juga formatnya dengan Destinator ini. Buat mereka yang memperhitungkan budget bahkan e mau beli yang GLS pun karena dia sudah punya keunggulan alaminya misalnya akomodasi dan ground clearance dan mesinnya gitu ya. Ya, ini sudah ee menjadi mobil yang perlu untuk dipertimbangkan gitu. Di luar soal harga tampilannya pun juga buat saya itu menyenangkan. Mao ini benar-benar SUV sejati, bukan crossover gitu ya. Kelihatan dari pilar e A B C-nya itu udah lebih tegas. Lalu kemudian ground clearance-nya itu tinggi. Ini ground clearance-nya, Teman-teman, eh salah satu mobil tertinggi di Indonesia. Bahkan dibanding sama Mitsub-visi Pajero Sport atau Toyota Fortuner gitu ya. ini cukup ee jenjang kakinya sehingga lebih rileks kalau lewat jalan kayak misalnya banyak batu atau polisi tidur yang tinggi atau kalau pas lagi hujan ee ketemu genangan air lalu menjadi banjir gitu ya dengan ground clearance yang tinggi lalu wedding dep-nya pun juga ee lebih aman ya lebih menenangkan gitu kalau secara tampilan di luar dari soal ee selera gitu ya e pribadi buat saya teman-teman ini adalah mobil yang enak dilihat desainnya memang Ini bahasa desain Mitsubishi saat ini. Jadi awal-awal kami melihat konsepnya gitu ya di ST kan. Wah ini kayak yang dipanjangin. Padahal enggak, Teman-teman. Ini benar-benar mobil yang sepenuhnya berbeda dari adik modelnya itu. Ini mesinnya beda 15 turbo. Xort enggak. Lalu dia seven seater dan jauh lebih tinggi juga. Jadi ya ini adalah mobil dengan e kesan yang jauh berbeda. Nah, balik lagi ke soal SUV machonya. Saya suka dengan bahasa desainnya ini, Teman-teman. Termasuk lampu-lampu yang di depan itu memberikan dia kesan futuristis. Lalu, di samping ini adalah mobil yang tinggi tapi enggak ketinggian. Jadi, masih proporsional. Dia menggunakan roda yang pas. Baik desain veleg maupun profil bannya itu pas buat dimensinya. Wah, ini adalah mobil yang entah kenapa kalau di jalan membawa MPV e lalu kemudian membawa SUV pasti feel-nya kayak lebih tenang bawa SUV. Walaupun bisa saja MPV ground clearance-nya juga cukup tinggi ya, tapi kalau udah SUV kayaknya lebih oh itu ada jalan jelek enggak apa-apa hajar-hajar aja gitu kan kayak lebih rileks gitu di pikiran gitu dari samping terus kemudian sampai ke belakang. Ini adalah tampilan yang menurut saya pas, Teman-teman. Termasuk tulisan Destinator di belakangnya, Teman-teman, ya. Itu udah menjelaskan buat mereka yang ngelihat dari frontal belakang, oh ini udah enggak mungkin ekspor nih. Meskipun mirip, tapi ini sebuah destinator Ultimate dan premiumnya enggak ada. Jadi, enggak ada tulisan premium di sini. Tapi premium bisa dideteksi dari beberapa hal. Ada jok elektris, lalu kemudian ada Yamaha sound systemnya. itu lebih oke secara kualitas suara. Termasuk juga ada handsfree powergate. Ini saya pencet aja tombolnya. Nah, ini yang membedakan ultimate premium ini dengan ultimate biasa gitu. Kita langsung membahas mengenai ee akomodasinya teman-teman. Oke, sekalian langsung ngebahas akomodasi, Teman-teman. Jadi, yang jelas ini adalah tiga baris bangkuk dan seberapa oke leg room dan headroom-nya nanti akan saya tunjukin. Tapi kalau dari belakang ketika tujuh bangkunya aktif, bagasinya lumayan. Ini backpack ya buat copper cabin size masih bisa tapi memang agak maksa karena mesti dipepetin gitu ya. E cuma yang pengin saya tunjukin adalah di luar dari ee kargo yang ada di atas lantai, yang di bawah lantai pun juga menyenangkan, Teman-teman. Tuh, lumayan ini ada barang-barang kita. Dan kalau misalnya kurang, ini bisa dilipat, lantai rata. Dan kalau masih kurang juga dua baris bangku di belakang itu bisa diratakan sehingga bisa mengakomodir barang yang lebih besar. Kayak misalnya beli lemari gitu misalnya atau ee buffet atau meja. Jadi ya secara keseluruhan akomodasinya kalau untuk barang nih untuk barang itu oke dan saya lumayan jarang ketemu bumper yang ini bisa nih buat pijakan kaki kalau pas lagi santai. Saya udah jarang menemukan ini, Teman-teman. Tuh biasanya kan kaki menggantung gitu ya, lalu kemudian kaki kotor karena kena bumper gitu kan. Kalau ini enggak, Teman-teman. ini bisa buat menyandarkan kaki. Okelah, saya mau tunjukin di dalamnya seperti apa. Kita akan lebahas lebih lanjut. Nah, ini akomodasinya, Teman-teman. Indonesia, masyarakatnya kebanyakan ketika bepergian itu sangat mungkin untuk ee bepergian secara guyub banyak penumpang gitu ya. Bahkan hatchback atau sedan pun juga bisa diisi penuh kalau misalnya di event kayak ee lebaran gitu atau liburan gitu ya. Ee jadi akomodasi yang leluasa itu penting dan ini bisa memberikan itu. Pengemudi bangkunya sudah diset untuk ketinggian saya teman-teman 168 cm. Lalu bisa kelihatan di sini lebih dari 10 jari kalau dimajuin ini 5 sampai ee 8 atau 7 jari gitu ya. Jadi ini cukup leluasa buat saya ini cukup leluasa dan karena ini ee apa namanya? busanya empuk gitu ya. Ini nyaman, Teman-teman, untuk bepergian gitu ya dalam waktu yang lama gitu. Ini nyaman gitu. Dan ini ketika paling mundur. Saya mau tunjukin untuk duduk di bangku belakang. Kalau mungkin teman-teman bawa saudara gitu ya, pas lagi mudik misalnya, kita pengin tunjukin akan seperti apa sih. Nah, buat saya yang 168 cm ketika dipaling belakangin ini mentok, Teman-teman. Tapi kalau agak dimajuin tadi kan tersisa 5 jari lebih ya. Itu mestinya masih beradab. Ini kalau dimajuin banget. Nah, di belakang itu tersisa empat jari, Teman-teman. 4 sampai 5 jari. Jadi, ini masih oke nih. Ini masih oke banget. tinggal dikompromi aja. E kalau misalnya ini di tengah-tengah pun bukan yang paling maju ya, dia masih bisa ngasih dua sampai 3 jari. Jadi masih aman nih, Teman-teman. Secara eh la room dia masih oke. Headro enggak ada masalah pun e dengan yang di baris kedua. Apalagi yang baris kedua ya, lebih jauh dia dari plafon gitu. Asyiknya adalah ini dengan reclining. Jadi bisa segini tegak atau bisa yang paling rebah ya. Serebah-rebahnya segini. memang enggak bisa berselonjor banget karena dia pun juga akan mengambil jatahnya. Cargo ini pun cukup tapi buat saya ini untuk penumpang dewasa, Teman-teman. Ini oke nih. Ada sandaran tangan termasuk ada kompartemen terbuka di sebelah kiri itu ada eh socket USB type A dan type C. Ya, kita tahulah buat nge-charge device eh HP gitu ya, itu adalah sesuatu yang wajib dan Destinator memberikannya. semuanya itu dapat headrad rest itu fitur keselamatan ya teman-teman ya bukan kenyamanan benar bahwa dia bisa memberikan kenyamanan buat naruh kepala gitu tapi e nilai utamanya adalah restrain menahan jadi ketika ada tumbukan dia bisa memberikan keselamatan yang lebih baik dan ketujuhnya itu punya headr lalu ketujuhnya itu punya seat belt tiga titik dan dia pun juga dengan perlindungan air airbag yang proper. Jadi, ya soal keselamatan ini bagus nih. Nanti kita bahas lebih lanjut ya di fitur. Tapi secara akomodasi saya bisa bilang ee ini bisa memberikan kenyamanan bahkan untuk penumpang dewasa hingga ke baris ketiga. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang e tropis gitu ya. Mataharinya ee lumayan bersemangat di sini. Dan Destinator itu e punya double blower yang ventilasinya sampai ke bagian belakang. Jadi, distribusi udara dingin bagus di sini. Dinginnya merata. Lalu soal fitur teman-teman, kelengkapan yang pasti ini adalah tertinggi dari semua Destinator Ultimate Premium dan dia lengkap banget teman-teman. Kalau tadi saya sudah sebutkan Ultimate Premium itu sudah dengan powerilate. Lalu ini joknya sudah dengan elektris ya dan audionya itu sudah dengan Yamaha. Sebenarnya yang non Yamaha pun juga bagus suaranya. Saya dengerin pun juga fine-fine aja gitu. Tapi ini teman-teman bisa percaya bahwa ini bagus banget nih buat yang peka e telinganya ee buat sound quality gitu ya. Ya, ini bisa memberikan itu gitu. Di luar dari soal itu, Teman-teman, ini saya eh lumayan apa ya, kagum dengan apa yang bisa diberikan Mitsubishi terhadap Destinator. Representasi terbaik itu ada di Ultimate Premium dan dia mendapatkan misalnya yang tadi saya sudah sebutkan e lalu ada eh sunroof panoramic. Koneksi head unitnya itu ada Apple CarPlay, Android Auto, bahkan e juga dengan wireless. Lalu masuk sudah dengan keyless, nyalain mesin dengan keyless, lalu ada drive mode. Nah, drive mode-nya ini teman-teman spesial. Dia enggak hanya normal, tapi juga ada wet, gravel, mat, dan satu lagi Termax. Termaxc di mode berkendara Mitsubishi cuma Destinator nih, gitu. Yang punya ada rem parkir elektris, ada auto hold juga. itu standar sebenarnya menurut saya itu enggak begitu pengaruh terhadap impresinya tapi ya dia ada auto lamp, ada auto wiper, terus kemudian di sini pun juga tombol-tombolnya e fisik. Jadi lebih intuitif, Teman-teman, kalau pas lagi nyetir gitu mencet tombol fisik buat saya itu lebih nyaman dan lebih aman. Karena kalau terpusat kayak misalnya kebanyakan mobil Cina sekarang misalnya kayak BYD atau Gili gitu ya kayak terpusat di head unit dan itu pun touch screen gitu ya kayak mesti fokus dulu gitu padahal lagi nyetir nih. Eh ya itu mungkin faktor kebiasaan kalau saya lebih ser dengan seperti ini gitu. Dan eh di luar dari soal ini, Teman-teman, Mitsubishi memberikan diamond sense. Jadi setelah exporce e destinator adalah model berikutnya yang mendapatkan diamond sense. Dia bisa ngegas dan ngerem sendiri. Ada adaptive cruise control, ada recross traffic alert. Jadi kalau ada mobil motor e yang melintas ketika kita lagi mundur, dia akan bisa bertindak secara aktif. Tapi memang ini enggak ada land keepeping assist nih kayak di Toyota Safety Sense atau eh Hyundai Smart Sense gitu ya. Jadi setir ini enggak mampu untuk bergerak otomatis mengembalikan mobil ke lajur yang benar. Cuma pertanyaannya perlu apa enggak? Karena ada juga orang yang malah enggak nyaman dengan ee gerak setir semi otonom itu. Jadi kalaupun ada gitu misalnya ya bukan enggak mungkin fitur seperti itu malah dimatiin. Karena kan ya pas lagi nyetir mau pindah lajur tanpa nyalain se gitu misalnya lalu kemudian setir kayak ada torsi kecil untuk menahan gitu ya itu malah enggak nyaman bagi sebagian orang dan itu termasuk saya. Jadi ya kalau adaptif cruise control itu kepakai banget buat perjalanan jarak jauh. Tapi kalau untuk yang setir gerak sendiri e tergantung dari penggunanya dan mungkin tim riset Mitsubishi memutuskan bahwa hal seperti itu enggak perlu. Jadi ya seperti ini adanya diamond sense-nya dan Destinator punya Mitsubishi Connect. Dia bisa mengontrol mobil lewat aplikasi dan itu oke teman-teman. Dia ada stolen vehicle tracking, ada parental control, kemudian dia bisa remote climate control, terus kemudian ada e carfinder gitu ya, horn ya. Jadi kalau pas lagi repot nyari mobil di parkiran, lupa parkir di mana, dia bisa e mengaktifkan itu ee via HP. Jadi, ya memang mudah. Dan termasuk ada ini, Teman-teman, SOS ini ee tombol SOS-nya itu cerdas buat saya. Jadi, yang kita pikir ini adalah tombol ternyata dipencet baru tombol sebenarnya ada di balik ini. Dan itu baguslah ee supaya anak-anak yang biasanya utak-atik pencet-pencet gitu lebih enggak mudah untuk ee kepencet tanpa intensi. gitu. AC digital double blower ya pas lah isofix juga. Jadi untuk e mobil keluarga mestinya pas dengan tagline-nya Mitsubishi ya, premium family SUV buat keluarga gitu. Powergate ada auto start stop untuk menghemat BBM. Secara fitur ini oke teman-teman. Kepraktisannya pun juga buat saya itu bagus. Bisi-bisi khas nih emang nih ada tempat penyimpanan rahasia di bawah e jok penumpang depan. Lalu kemudian kompartemen terbuka di sini, cup holder di sini di door trim. Termasuk ada meja lipat di bangku baris kedua. Itu penting tuh buat naruh barang-barang kecil gitu misalnya ya. nya. Jadi ee kelengkapannya oke, lalu kemudian ee kepraktisannya pun oke. Lalu ee perlu saya sampaikan juga teman-teman, fitur-fitur yang terkait dengan rasa berkendara atau keselamatan berkendara itu ya e mestinya sih udah bagus banget ya sesuai dengan tuntutan mobil zaman sekarang. E traction control, stability control. Nah, e tambahannya adalah Destinator juga dilengkapi dengan active control. Ini fitur khasnya Mitsubishi ya, asalnya dari e evolution lancer. Lalu kemudian diterapkan juga di sini. E jadi ini bisa memberikan keselamatan ekstra ketika dia bermanuver dan itu bagus banget gitu. Fitur mantap. Kemudian soal rasa berkendaranya, Teman-teman. Dan itu mesti dimulai dari mesin. Ini menggunakan 15 turbo ya, 4B40. Ee kapasitasnya ya 1,5 L aja. Mungkin teman-teman bisa skeptis, tapi jangan remehkan tenaga dan torsinya karena gede 160-an PS dengan torsi 250 Nm dibanding sama 2000 ccna-nya Zenix yang gaselin ya ini torsinya lebih bagus gitu ya. Nah, ee masalahnya adalah ini turbo kan. Jadi mungkin teman-teman tahu istilah turbole dan itu ada eh rasa berjeda sebelum turbo itu mengeluarkan performa terbaiknya. Makanya enggak heran kalau pick torsinya itu di 2500 RPM. Jadi lumayan tinggi tuh. Dan itu ngebuat dia berdampak sama ketika di kecepatan ee rendah di start awal gitu ya, di kemacetan gitu misalnya ya. dia terasa enggak lebih cekatan dibanding Xander yang sama-sama 1500 cc ee tapi non turbo gitu ya. Saya ngerasa expander tu tuh kayak lebih cekatan untuk berakselerasi di kecepatan awal di merayap di stop and go gitu. Kalau ini masih ada gejala turbole. Cuma itu memang ee baru bisa dideteksi buat mereka yang peka kali ya, yang sensitif sama e masalah ini. Kalau buat pengemudi awam gitu ya, perbedaan grafik tenaga torsi di putaran sangat rendah ee dengan di putaran menengah atau bahkan tinggi mestinya sih enggak terlalu ee terasa ya. Cuma ya tetap kalau dibanding sama yang N turbo-nya di Destinator ini masih ada. Tapi teman-teman balik lagi nih kalau untuk kecepatan menengah atau bahkan e tinggi baik kecepatan maupun putaran gitu ya. Ini mobil enak banget nih. Tenaga dan torsinya enggak bohong. Buat menghala tujuh penumpang ee asumsi saya sih ini sama sekali enggak e masalah. Dia benar-benar seenak itu. Torsinya, tenaganya itu enak. Kita udah tes, Teman-teman, akselerasi 0 sampai 100 tuntas dalam 8,8 detik. Coba kencang banget. Jadi, ya ee memang Destinator dengan kombinasi mesin seperti ini dia oke. Tinggal pertanyaan berikutnya dengan tenaga torsi yang besar, akselerasi full throttle yang e kencang gitu ya. Efisiensinya gimana sih? Karena eh sebelumnya Mitsubishi sudah pernah mengatakan bahwa nih 15 dengan turbo itu bisa ngedapetin output yang besar tapi dengan efisiensi seperti mobil 15. Oke. Ketika kita bandingin sama Xpander dan Expander Cross ya dia enggak lebih irit sih. Ini dapat 13,9 km/l di rute dalam kota. Expander itu di 14,7 seingat saya ya. Jadi ya enggak seirit expander. Tapi yang menarik adalah kalau saya bandingin datanya dengan Stargazer yang sebelum cartons ya. Cartons kita belum coba gitu. Stargazer itu 15 juga kan NAD tapi dia dapat di sekitar 13,8 apa 13,7 gitu. Jadi ya setara dengan Destinator ini. Padahal Destinator tenaga dan torsinya lebih besar. Jadi premisnya Mitsu pun juga enggak sepenuhnya salah. Kalau dibanding sama expander tetap lebih R expander. Tapi kalau dibanding sama Stargazer ini bisa setara dan itu berarti bagus kan. Itu bagus berarti. Lalu kemudian teman-teman di rute tol dia dapat 15,1 km/l ya cukupan lah. Bukan yang paling irit banget untuk mobil sekarang. E enggak nyampai yang 18 19 gitu ya. Tapi sudah bisa kita terima. Yang oke adalah ketika dia jalan di rute kombinasi di 50 km/h ya fres speed-nya ya dia dapat 19,2 itu e rute kombinasi sangat realistis kalau misalnya kayak road trip gitu ya, jalan tol yang lancar lalu kemudian bisa santai atau bahkan masuk ke jalan arteri gitu misalnya ya. Eh, dan di titik itu Destinator memberikan efisiensi terbaiknya dan malah pas di kombinasi eh iritnya sangat mumpuni. Jadi saya bisa bilang bahwa e kalau secara performa dia terbukti kencang, kemudian dia terbukti irit dan catatannya adalah gejala turbolek yang masih terasa buat mereka yang sensitif ya gitu. Kemudian kalau soal di jalan dia menurut saya teman-teman ini set suspensinya depan itu terasa lebih keras dibanding belakang. Entah kenapa saya merasakan begitu ya, tapi secara keseluruhan masih lumayan empuk untuk ngelewatin lubang untuk ngelewatin posisi tidur. Dia masih empuk padahal tinggi. Kebanyakan brand itu ng-set mobil-mobil yang ground clearance tinggi atau yang bodinya tinggi itu kan dikerasin kan. Ternyata ini masih lumayan empuk set suspensinya. buat zigzag gitu misalnya buat bermanuver pindah lajur secara cepat gitu. Ini masih proper untuk menahan gerak mobil gitu. Jadi ya dia enaklah untuk dipakai daily lalu karena ini adalah SUV dan potensial banget untuk dibawa camping gitu misalnya ngelewatin jalan jelek apalagi ada mode berkendara yang proper untuk jalan jelek gitu ya. Ternyata oke, Teman-teman. Ini bannya bukan yang ban kembang kasar kan, tapi ketika kita ngelewatin jalan tanah-tanah yang ada lumayan gembur lalu kemudian potensi licin banget gitu masih bisa ditangani dengan baik. Saya tinggal pilih masuk ke mode mat gitu ya yang ee diset ee traksinya untuk jalan licin seperti itu ya. Udah bisa menangani dengan baik. benar bahwa ada spin-spin, tapi itu pun juga bisa di tangani oleh komputer agar spinnya enggak berlebih sehingga traksi tetap terjaga. Jadi, buat teman-teman yang doyan outing ee menuju ke camping ground yang jalannya lumayan licin gitu misalnya, e tanah-tanah habis hujan gitu mestinya bagus ini masih aman. Kalau ngelewatin jalan yang banyak kerikil, licinnya karena kerikil atau pasir gitu ya pun juga ada gravel gitu. Jadi, oke. Dan kalau teman-teman pengin memacu mobil ini dengan penuh ambisi di jalan beraspal gitu masuk ke mode Termax gitu ya, dia memberikan akselerasi terbaiknya di situ. Jadi, kalau soal rasa berkendara ee karena performanya itu oke dan efisiensinya itu menyenangkan, enak buat road trip ya. Eh, jadi rasa berkendaranya buat saya itu positif. Termasuk ketika kita bawa ke medan yang lebih beragam, enggak hanya aspal gitu, dia menenangkan. Yes, Teman-teman, kita bisa sampai pada akhir ulasannya. N jadi beberapa hal yang menarik yang membuat Destinator value-nya tinggi adalah pertama set harga. Tadi saya sudah paparkan kalau dibanding sama beberapa mobil yang bisa menjadi rival-nya ini lebih kompetitif. Lalu desainnya itu memang personal ya. Cuma bagi sebagian orang kalau sudah suka eh desainnya itu bisa menjadi penentu apakah dia membeli atau tidak mobil itu. Kalau saya suka dengan tampilannya Destinator. Dan kenyataannya teman-teman ee bagi sebagian orang meskipun mobil itu ada kekurangan yang dia enggak suka, kalau tampilannya itu dia udah pas bisa aja diterima tuh. Iya. Enggak mungkin termasuk teman-teman mungkin. Lalu fitur dia fine, lalu rasa berkendara dia juga oke. Cuma catatannya adalah ini mobil kencang sebenarnya ya. Tapi mesin turbonya itu masih ada lag di kecepatan rendah atau di putaran rendah. Kalau buat start awal, merayap di kemacetan, rasanya kayak e masih agak ngambang atau enggak setanda kutip ya, enggak segalak expander gitu ya misalnya. Tapi bukan berarti dia under power, cuma kurang gesit aja pas lagi start awal dan kalau udah di menengah atau bahkan tinggi gitu ya, ini enak banget nih tenaga dan torsi itu enggak bohong gitu. Lalu ya buat saya ee ini adalah mobil yang pas untuk mereka yang sedang mencari SUV tiga baris bangku. Representatif juga secara gengsi pun juga oke. Dan ya mungkin teman-teman yang sedang mencari mobil e tiga baris bangku mau upgrade misalnya dari kelasnya Expander, dari kelasnya Velos, dari kelasnya Xenia Avanza gitu ya. Lalu mau mobil yang lebih besar, yang lebih lengkap gitu ya. Ini salah satu pilihannya buat saya gitu. Gimana menurut teman-teman Mitsubishi Destinator? Terima kasih teman-teman sudah menonton dan sampai ketemu di video Grid Auto berikutnya. Terima kasih. e he
