Jungkat

Mitsubishi Destinator 2025 : Benarkah Terbaik di Harganya? (YouTube Video)

  • 26/08/2025

Penumpang udah masuk semua. Tapi saya malah penasaran ngelihat suspensinya turunnya seberapa ya. Apakah mobilnya jadi berat di belakang seperti ini? 8,2 detik. Wow, kencang sekali untuk ukuran SUV seven seater dengan mesin hanya 1500 cc turbo. Mobil ini memang memberikan performa dan ketangguhan yang kuat di segala medan. Enakkah mobil ini ketika dibawa tes di dunia nyata? Ini adalah Mitsubishi Destinator. Kami sudah pernah melakukan first impression dan first drive dari mobil ini. Tapi sekarang setelah Gees kami sudah mendapatkan unitnya untuk kami tes dalam jarak yang jauh. Dan mobil ini sudah beberapa hari di tangan kami sudah mendapatkan sejumlah hasil tesnya. Tapi kali ini sambil saya mengungkapkan ke Anda bagaimana impresinya, bagaimana rasanya, apa saja kelebihannya, apa saja kelemahannya, bagaimana performanya, bagaimana konsumsi bahan bakar dari mobil yang disebut oleh Mitsubishi sebagai Premium Family SUV ini. Sekarang kita akan lakukan tesnya dengan cara yang agak berbeda. Jadi anak-anak Auto Driver sudah bekerja dengan luar biasa pada saat GIAS. Sekarang saatnya refreshing bersama mereka sekaligus mencoba bagaimana kalau mobil ini dimasukkan tujuh penumpang dan kita bawa melewati tanjakan karena kita akan bawa F trip anak-anak driver ke Taman Safari di Puncak. Let's go. Silakan. Masukkan bareng-bareng. Kalau ada yang nanya kenapa crew auto driver banyakan ceweknya? Karena yang cowoknya ada di balik kamera semua. Kita tinggikan dulu headr-nya biar orang dewasa bisa duduk proper di belakang. Yuk masuk. [Tepuk tangan] Penumpang sudah masuk semua. Tapi saya jadi e berat di belakang seperti ini? Eh, ternyata enggak. Ini lumayan rata loh depan dan depan dan belakang. Enggak kelihatan kayak mobil ke keberatan beban dan ground clearance-nya juga masih tinggi. Karena memang ground clearance mobil ini kan tinggi sekali mencapai 244 mm kalau enggak menghitung apa e guard-nya yang di depan. Kalaupun menghitung underguard-nya di depan masih di atas 200 mm. Jadi emang proper SUV yang tinggi. Sekarang mumpung udah di luar, kita lihat dulu bentuk depannya. Sekedar reminding ini bentuk depannya pakai desain new dynamic shield. Jadi tetap dynamic shield Anda bisa lihat tapi dengan gaya yang baru. Nah, ini ada grillnya yang transparan dengan motif heksagonal. Kemudian DRL-nya ini Tsap ya, bentuk seperti T. Cuman ini keren. Yang di atas ini padat lampunya, yang di sini garis-garis. Kemudian headlamp-nya sudah LED. Begitu juga dengan fog lamp-nya. Secara keseluruhan mobil ini punya bentuk yang menarik. Dan kalau ada yang bilang ini mobil bukannya XFce yang dipanjangin dan ditinggiin ya. Enggak. Karena mobil ini benar-benar total berbeda dengan Mitsubishi Xports. Bahkan mesin yang diusungnya juga berbeda, platformnya juga berbeda. Tapi itu nanti akan saya jelaskan sambil jalan karena anak-anak udah enggak sabar. Kita mau ke Taman Safari. Let's go. Biasanya menuju Taman Safari itu melewati tol Jagorawi dari Jakarta. Tapi Aziz punya ide yang berbeda. Kita jalan menuju Taman Safari. Masitra nyetir. Tapi gue yang nentuin jalan. Oke. Iya, boleh. Jadi kita udah jelas, udah jelas jalannya? Iya, lewat tol. Biasanya kan lewat Jagorawi. Nah, ini kita lewat tol juga, tapi ke arah BSD. Oke, habis itu nanti kita keluar tol di Pamulang. Kita lewat Gaple, habis itu lewat Pasar Parung. Pertanyaannya kenapa? Ya enggak apa-apa kan namanya juga jalan-jalan kan kita penumpang. Kalau ada kalau ada yang susah kenapa mesti yang mudah gitu? Betul. Terlalu mudahlah lewat Jagorawi tol kita mau simulasi macet siapa tahu ada jalanan sempit. Saya rasa banyak dari Anda kalau mau ke Taman Safari enggak lewat Jalan Parung lagi. Kecuali memang yang rumahnya dekat Jalanan Parung ya. Iya. Tapi enggak apa-apa. Kita akan kita akan lewat sana. Saya juga terakhir kapan ke arah Bogor itu lewat Parung? Udah lama banget itu. Soalnya dari saya lahir aja tuh kayaknya Jagorawi udah ada deh. Kelihatan umurnya kan? Enggak. Dari lahir udah ada lu. Pas lahir juga udah ada kan? Iya. Iya sih. [Musik] Total jumlah berat badan kami di mobil adalah sekitar 450 kg. Tentunya hal ini akan mempengaruhi bantingan dan handling. Tapi surprisingly pengendaliannya itu masih terprediksi. Iya memang ada limbung. Tapi kelimbungannya itu enggak terlalu parah dan masih ee dalam taraf wajar. Pada ketawa semuanya. Wajar, wajar nih. Wajar. Bonte yang senyumnya paling lebar diapit dua wanita dia. Oke, balik lagi ke hal yang serius ya. Jadi ee tentu saja tidak disarankan untuk Anda melakukan manuver yang ee mendadak ketika membawa muatan penuh seperti ini. Tapi ya minimal ini mobil masih terprediksi. Kemudian bantingannya pada saat sendiri pada saat sendiri saja tidak ada beban, kami sudah merasakan bahwa mobil ini bantingannya itu halus. dia cenderung ke arah empuk. Nah, setelah ditumpangi tujuh penumpang pastinya dia lebih empuk lagi. Tapi dari tadi kita melewati jalan yang ee naik turun kadang-kadang ada bum itu tidak sampai menyentuh ke stoppernya. Jadi suspensi ini lembut tapi masih cukup kokoh untuk mengangkut beban yang hampir setengah ton ini. Nah, ini ada tikungan di depan. 80 di tikungan ini dengan bagus penumpang masih oke walaupun ada senyum di belakang ya karena ada GeForce yang terasa oleh mereka dan kalau Anda bisa lihat bahwa kami membawa tujuh penumpang kira-kira bobot yang kami bawa itu adalah 450 kg. Nah, kalau kita hitung secara matematika ya, kami bobot totalnya itu sekitar 450 kg 7 orang. Artinya rata-rata per orang itu beratnya 64,3 kg. Artinya yang kami bawa ini bukan kru yang mungil-mungil gitu ya. Tapi jadi ee ini adalah bobot e rata-rata lah kira-kira orang Indonesia dan bahkan ada salah satu kru kami juga yang cukup tinggi. Sekarang kita lihat space di belakang. Kalau space di depan kami sudah atur yang sesuai yang paling nyamannya kami. Kalau di belakang di baris kedua gimana? Agata nih yang tingginya berapa, Gat? E 176 cm. Ih sombong. Sombong. Beda 1 cm. Sombong. Kalau kalau dia tadi jawabnya 176 cm itu normal. Agata tinggalnya berapa? 176 cm. Itu sombong. Jadi, Audri tingginya berapa? Audri ee 170. Itu itu tinggi tapi enggak sombong gitu. Iya. Ianya beda, enggak terlalu ditekankan ya, Bon. Tingginya teh saya 170 juga kayak Audri itu enggak mau kalah 169 sebenarnya. Tapi di KTP 170. KTP enggak ada tinggi badan. SIM SIM. Oke, paling belakang ada Imelda dan Keiko. Ee tinggi Imelda tingginya berapa? 159. 159. Eeko 155. 155. Di belakang gimana? Headro sama room-nya masih mentok apa enggak kakinya? Masih lega sih. He terus kayak enggak berasa duduk di baris ketiga. Kenapa enggak berasa kayak duduk di baris ketiga? Karena masih beras. Oh, oke oke oke. Nyaman. Nah, dan tiap bangku ini juga ada USB slot serta cup holders. Jadi kalau mau nge-charge itu enggak perlu berantem sama sebelahnya karena lengkap semuanya sampai bangku tiga. Karena kami biasa ke luar kota menggunakan jalan tol. Ketika menggunakan jalan lama seperti jalan raya Parung ini terasa lebih menantang. Ya, karena banyak kejadian tidak terduga di sini. Motor bisa tiba-tiba keluar dari gang, tiba-tiba muar balik dan ee mobil angkot berhenti. Kita lagi ngikutin mobil, tiba-tiba dia berhenti untuk belok kanan gitu ya. itu keseruannya melewati jalan yang bukan tol seperti ini. Ini zaman ee dulu sebelum Jagorawi itu ada ini jalan dipakai untuk ke Bogor termasuk juga jalanan yang ee jalan raya Bogor yang dari Pasar Rebo ketika tol itu belum ada. Nah, mobil ini itu dilengkapi dengan sistem diamond sense yang cukup lengkap dan dia berulang kali memperingatkan jika mobil di depan itu udah terlalu dekat, kita ada potensi untuk menabrak, dia memberikan peringatan. Begitu juga ketika ada bahaya dari ee samping kanan atau kiri. Tapi memang kelihatannya sistem Diamond Sense ini sudah disesuaikan dengan Indonesia. Jadi tidak ada yang ee sampai mobil itu mengerem mendadak yang tidak perlu. Itu kan kadang-kadang masalah yang terjadi di sistem radar mobil-mobil modern. ee mereka dirancang di luar negeri dengan konsep lalu lintas di luar negeri dan ketika di Indonesia di mana banyak yang ee ee tidak terduga itu mereka bereaksi terlalu ee sigap sampai mobil itu kadang-kadang suka mengerem mendadak yang sebenarnya tidak perlu dan malah berbahaya karena kita bisa ditabrak dari belakang. Tapi ini enggak dari tadi kita melewati jalanan Parung itu sistemnya bekerja normal memberikan peringatan tanpa over reactif. Kemudian ini jalannya juga bergelombang, banyak jalan yang bolong-bolong juga ya. Untungnya ini SUV dengan ground clearance yang tinggi dan suspensi yang dewasa karakternya. Jadi enggak ada masalah peredaman dari suspensinya. Dan tadi kami sebelum berangkat dari kantor kami sempat riset untuk mid-nya. Jadi kita akan coba mid-nya ini nanti sampai sebelum menanjak. Karena kalau udah nanjak ke puncak kan itu akan sudah berbeda. Tapi ini kita sebelum menanjak ke Puncak kira-kira sampai di daerah Sentul, Bukit Sentul, saya akan sampaikan ke Anda bagaimana hasil konsumsi bahan bakarnya. Termasuk juga hasil konsumsi bahan bakar yang sudah kami tes sebelumnya dengan standar Auto driver di dalam kota dan di jalan tol. Akhirnya kami selesai mengarungi jalanan Parung dan kemudian masuk ke tol Bogor. Nah, di jalan tol ini saya bisa memanfaatkan fitur lainnya dari Diamond Sense yaitu adaptive cruise control. Jadi, dia bisa menjaga kecepatan kita. Tapi ketika ada mobil di depan itu lebih pelan daripada kecepatan yang kita set, dia akan menjaga jarak secara otomatis. Dan menjaga jaraknya dari hasil pengetesan kami itu cukup halus. Tapi memang sedikit disayangkan eh Diamond Sense ini yang di Destinator tidak hadir juga dengan land keepeping assist. Jadi kita masih tetap harus nyetir sendiri. Tapi minimal ini sudah akan sangat membantu ketika kita mau berjalan jauh ke luar kota. Kita tinggal nyetir mobilnya aja, enggak usah repot dengan gas dan rem. Semuanya diatur oleh komputer. Memasuki daerah Bukit Sentul, sekarang rute kami mulai menanjak. Dan bagaimana performa mesinnya menghadapi tanjakan dengan penumpang penuh? Seperti kita tahu, Destinator itu menggunakan mesin yang bertenaga. tidak menggunakan mesin hybrid seperti tren sekarang, tapi mereka justru menggunakan mesin 1500 cc turbo hasil pengembangan dari Mitsubishi Eclipse Cross. Kode mesinnya 4B40, kapasitasnya 1500 cc, turbo dengan tenaga 163 PS dan torsi 250 Nm. Menurut Mitsubishi ini adalah mesin yang efisien dan powerful. seperti yang ada di Expander. Well, sejujurnya dibandingkan Expander ini jauh lebih berperform. Kita mulai dari akselerasinya dulu. 0 sampai 100 km/h Expander mencatatkan waktu sekitar 12 detikan. Mobil ini tidak ada klaimnya 0100-nya berapa. Jadi kami tes sendiri menggunakan alat tes kami berbis GPS. Anda bisa lihat ini gambarnya 8,2 detik. Wow, kencang sekali untuk ukuran SUV seven seater dengan mesin hanya 1500 cc turbo 8,2 detik. Dan bagaimana dengan konsumsi bahan bakarnya? Nah, ini yang unik. Jadi, mobil ini menggunakan transmisi CVT. ketika berada di stop and go, mobil ini sebenarnya enggak bisa dibilang boros, tapi juga enggak bisa dibilang terlalu hemat. Di kemacetan dengan kecepatan rata-rata 22 km/h, artinya normal di Jakarta gitu ya atau di kota-kota besar. Mobil ini mencatat konsumsi bahan bakar 10,5 km/l. It's ok. Mengingat mobil ini cukup besar dan tenaganya juga besar. Nah, tapi ketika dibawa konsisten di jalan tol konstan 90 km/h rata-ratanya itu konsumsinya bisa di atas 17 km/l. Kami mencatat 17,7 km/ l. Jauh selisihnya antara kondisi stop and go dan kondisi di jalan tol itu. Karena transmisi CVT-nya bisa menjaga putaran mesin itu sangat rendah ketika kita berjalan. Di 100 km/h putaran mobil ini tidak sampai 2000 rpm. Putaran mesinnya hanya sekitar 1800 sampai 1900 rpm. Itu yang membuat konsumsi bahan bakar di jalan tolnya hemat sekali. Nah, tadi kami juga lewat jalan tol dengan kondisi tujuh orang penumpang. itu masih bisa mendapatkan ee angka dekat 15 km/l dengan 7uh orang penumpang. Tapi bagaimana dengan konsumsi bahan bakar sejak kami berangkat dari kantor tadi? Kira-kira kecepatan rata-rata itu hanya 40-an km/h, 46 km/h. Dan itu kami mencatatkan konsumsi bahan bakar 14,0 km/l. Jadi, yes, mobil ini ketika dibawa konsisten itu hemat sekali. Tapi ketika mau diajak agresif, mau diajak berakselerasi, mobil ini juga hitungannya kencang sekali untuk kelasnya. Dan klaim dari Mitsubishi juga untuk emisi CO2-nya, Destinator ini memiliki kadar CO2 yang rendah dan salah satu yang terbaik di kelasnya. Walaupun untuk CO2 kami tidak mengetesnya secara langsung. Nah, bagaimana dengan performa menanjaknya dengan transmisi CVT ini? Well, ini transmisi CVT-nya itu bukan transmisi CVT yang lemot ya. Dia cukup responsif. Apalagi Anda kalau mau lebih responsif, Anda bisa masukkan ke posisi L low. Ini langsung RPM-nya tuh naik secara drastis. Itu misalnya kita lewat tanjakan-tanjakan yang terjal tadi kami itu bisa sampai di atas 10 derajat tanjakannya. Dan rasanya tuh masih tetap effortless. Padahal kami tidak pakai mode L. Nah, selain mode L, kita juga bisa pakai mode Sport. Ini dia tidak membuat RPM itu langsung tinggi. Tapi ketika kita injak gas, dia lebih responsif untuk menaikkan RPM. Sehingga dalam hal menanjak, kita tujuh orang menanjak, enggak ada kepayahannya sama sekali. ini tetap terasa sangat powerful di tanjakan susul enak aja gitu effortless nanjaknya tuh tapi memang kalau di jalanan yang konsisten menanja kadang terjal kadang landai sebenarnya akan lebih asik lagi kalau misalnya ada pedle shift atau ada mode manual di mobil ini. Tapi enggak ada. Jadi ini kami ke Taman Safari ini benar-benar enggak lewat jalur normal, enggak lewat tol Jagorawi, enggak lewat Ciawi, enggak lewat jalan puncak dari bawah. Jadi kita lewat dari Bukit Sentul kemudian lewat Desa Pelangi. Lebih lama tapi ini lebih asik jalannya. Ini pertama kali saya lewat jalan ini. Jalannya tuh berliku-liku, nanjak, turun. Pas banget dengan karakter mobil ini. Dan ini kadang-kadang ada jalan yang licin nih seperti sekarang. Tingkungannya tajam-tajam. Ee ya untungnya Destinator ini sudah pakai teknologi active yow control ya. Jadi kalau misalnya kita ee belok dan kekencengan gitu ya, dia secara aktif tuh mengatur ee penyaluran tenaga dan mengatur kecepatan roda supaya mobil itu bisa selalu presisi manuvernya. itu teknologi dari Mitsubishi Lancer Evolution yang diturunkan sebelumnya diturunkan ke Xpander, kemudian ke X Force, kemudian ke Destinator. Kemudian mobil ini juga radio puternya itu kecil, dia hanya 5,4 m radius putternya. Jadi buat manuver juga gampang baik di dalam kota maupun di jalan yang berliku-liku seperti ini. Wah, ini sih asik banget ini. Kalau Anda suka nyetir sekali-kali coba deh ke Puncak lewat Bukit Sentul, lewat Desa Pelangi. Lebih lama tapi jalannya lebih sepi, lebih enggak stres. Anda bisa menikmati pemandangan alam, tapi pastikan bawa mobil yang memang asik untuk di setir yang fun to drive. Akhirnya udah sampai ke jalan raya Puncak lagi. Jadi kita tinggal jalur normal aja sampai ke Taman Safari. Nah, biasanya kalau di video review auto driver satu orang aja kan di dalam mobil. Makanya mungkin Anda kenal saya Aziz atau Bonte. Nah, tapi karena sekarang pengetesannya bertujuh jadi ada muka-muka yang mungkin Anda belum kenal. Saatnya kita memperkenalkan diri masing-masing. Mulai dari paling belakang dulu. Halo. Perkenalkan nama e saya Imelda. biasa dipanggil email ee aku di bagian team marketing dan job itu melayani klien-klien untuk project di Auto Driver. Oke. Halo semua, aku Keiko. Sekarang aku lagi magang di Auto Driver sebagai tim sosial medianya. Untuk jobd-nya aku ambil footage dan eh edit-edit video. Halo, aku Agat dulunya magang. Sekarang jadi marketing Auto Driver. Bantu-bantu Mbak Ime. Hai semua, nama aku Audri. Eh, saat ini aku magang di tim sosial media juga dan jobd aku juga ngedit dan take footage. Footage juga kurang lebih kayak Kiko. Halo. Halo. Halo. Eh, lu ngapain? Kenalan juga dong. Orang udah banyak yang kenal sama lu. Ngapain lu perkenalkan diri lagi? Dia reviewer ya. Minta udah ya udah deh. Enggak apa-apa deh. Enggak apa-apa. Oke. Saya Ahmad Beyondi biasa dipanggil Bonte. Saya di sini sebagai editor yang memastikan website dan digital juga berjalan dengan lancar. Yes. Jadi, Bonte ini adalah penanggung jawab untuk website. Jadi, semua tulisan itu lewat dia. Semua diedit semua sama dia. Dia koordinatornya untuk website driver dan juga reviewer di ee pengetesan mobil. Luis, lu juga sekalian. Berarti lu juga ya perkenalan. I i. Oke, halo semuanya. Nama saya Muhammad Aziz. Eh, saya visual implementator di Moto Doririver. Job saya adalah eh syuting sebagai videografer. Setelah e syuting kita harus ngedit juga, tapi sesekali eh jadi reviewer juga buat pengetesan mobil di Auto Driver. Nah, sekarang Mas Fitra I. Oke, saya Fitra Eri. Saya pemimpin redaksi dari Doririver. Tinggi saya 1 cm lebih tinggi daripada Agata. Jadi masih yang paling tinggi di mobil ini. E jobD saya me ngatur semua hal yang ada di auto driver dari mulai bisnisnya, operasionalnya, memastikan tim yang di belakang ini ee bisa bekerja dengan nyaman dan baik dan bertanggung jawab atas semua eh hal yang ada di Auto Driver ya. Jadi karena Anda udah kenal kami semua kan, jadi kalau misalnya ketemu di jalan, say juga boleh. Boleh banget. Wah macet puncak deh kita kena. Ada auto hold kan? Ada. Ada auto hold dan ini dia ada auto start stop engine juga. Jadi dia bisa kayak ini apa? Ee lumayan menghemat bahan bakarlah. Nah, kayak sekarang masih mati. Lagi mati kita lepas. Ah, dia nyala lagi. Ya sudahlah kita nikmati sampai taman Safari. Sudah beli wortel dan pisang tiketnya ya. Dipergelangkan di pergelangan tangan ya. Setelah satu bil putihnya jangan sampai hilang buat pintu keluar ya. Tiket yang sudah berikana panda, wahana permainan. Pertunjukan. Makasih. Aduh, enggak kenyang-kenyang kamu ya, Mas. Bentar, bentar, Mas. Bentar, Mas. Bentar, Mas. Yuk. sekarang kita sudah sampai di Taman Safari. hari walaupun sudah 35 tahun umurnya selalu excited datang ke sini. Satuannya itu e sangat menarik untuk dilihat, atraksinya juga improve terus. Dan sekarang ini anak-anak Auto Driver lagi mau melihat atraksi-atraksi menarik di Taman Safari. Dan kita lanjutkan review-nya. Sekarang kita bicara harga. harganya mengejutkan mobil ini karena dengan speknya semua menyangka pada saat mobil ini belum diunching harganya akan di atas Rp500 juta. Tapi tidak, ternyata mobil ini starting dimulai dari Rp385 juta sampai ke tipe yang paling mahalnya Rp495 juta. Nah, yang kami coba ini adalah tipe yang terlaris. Dia bukan yang termewah, tapi yangis karena seluruh varian mempunyai spek teknis yang sama. Mesin 1500 cc turbo yang kencang dan irit. Kemudian mode berkendara yang lengkap termasuk mode Tarmak untuk kita berkendara agresif di jalan. Nah, tipe ini adalah tipe ultimate. Di atasnya ada ultimate with premium option, bedanya Rp30 juta. Yang ini harganya Rp465 juta. Bedanya apa saja? Hanya tiga item. Yang pertama adalah audio sistem yang premium. Yang kedua adalah jok elektrik di depan dan ada electric tailgate di belakang. Sudah itu saja bedanya. Bedanya Rp30 juta. Makanya varian ini yang dianggap paling memberikan value for money. Nah, tapi artinya dari Rp300 jutaan sampai tertingginya tidak sampai Rp500 juta itu sangat mengejutkan. Bahkan ini dekat sekali harganya dengan Mitsubishi XForce yang notabnya itu adalah kelas di bawahnya. Makanya mobil ini laku keras di GIAS 2025. Dan setelah kami pakai beratus-ratus kilometer sendiri termasuk bertujuh tadi, mobil ini memang memberikan performa dan ketangguhan yang kuat di segala medan dan di segala kondisi. Tapi seperti tadi saya bilang, kita sekarang akan bahas beberapa hal yang kurang kami suka dan beberapa hal yang kami suka. Nah, sekarang kita akan bicara hal-hal yang kurang kami suka terlebih dahulu ya. Yang pertama ada di sini. Yang pertama adalah posisi duduknya. Memang ergonomis, tapi buat orang yang posturnya di atas 170 cm ini terasa agak tinggi dan dia tidak bisa direndahkan lagi. Padahal sebenarnya masih banyak space di bawah. Andaikan bisa lebih rendah lagi posisi duduknya, itu akan ee membuat posisi duduk yang sangat ergonomis untuk beragam postur tinggi badan. Kemudian hal selanjutnya adalah setirnya ini agak ke kiri sedikit, tidak persis di tengah ini. Ee beberapa mobil emang ada yang seperti itu ya. Kami tidak mengerti alasannya kenapa. Tapi ini kalau kita duduk lurus, kita tarik, kita luruskan setir dan kita tarik garis ke bawah di tengah setir, dia jatuhnya tidak di tengah bangku persis. Dia agak bergeser mungkin 2 sampai 3 cm ke kiri. Enggak terlalu kelihatan. Tapi sekali Anda tahu, Anda enggak bisa enggak notice gitu loh. Oh iya ya, agak kiri dikit ya. Oh iya ya, agak ke kiri sedikit ya gitu ya. E tapi ini hal kecil enggak terlalu signifikan. Kemudian hal berikutnya yang eh tidak begitu kami suka dari mobil ini adalah dia memiliki sistem auto start stop, tapi dia bukan eh sistem mild hybrid. Jadi proses mematikan mesin dan men-starternya lagi itu agak sedikit bergetar. Padahal sebenarnya auto start stop itu kan untuk membuat konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Tapi karena agak bergetar itu, jadi kadang-kadang e kami lebih prefer untuk mematikan auto start tersebut. Untungnya bisa dimatikan. Dan satu lagi, mobil ini tenaganya besar, kemudian ee pengendaliannya sangat baik. Jadi kalau lewat jalan yang berliku-liku seperti tadi itu asik sekali untuk dikendarai. Sayangnya belum dilengkapi dengan mode manual atau pedle shift. Padahal kalau ada pedle shift atau ada minimal ada mode manual di tuas itu pasti akan jauh lebih mengasyikkan lagi. Ya mungkin enggak untuk semua orang ya, tapi untuk pengemudi antusias pasti akan lebih senang kalau misalnya disediakan option bisa dipindahkan secara manual. Nah, sekarang kita akan masuk ke hal-hal yang kami suka. Yang pertama adalah mobil ini tidak ikut-ikutan tren memasukkan semua tombol ke layar yang memang kabin jadi terlihat lebih simpel, lebih futuristis, tapi lumayan merepotkan. Nah, Destinator ini masih menggunakan tombol-tombol fisik dan yang kami suka tombol-tombol fisiknya itu besar-besar. Jadi, sangat mudah untuk mengoperasikannya. Bahkan kalaupun Anda pakai sarung tangan karena sesuatu hal gitu ya, Anda tetap bisa mengoperasikan semua tombol dengan mudah. Kemudian hal berikutnya ini juga yang dibawa dari ee XForce ad-nya dia itu adalah banyaknya gages di head unit. Hampir semua parameter mobil itu bisa kita lihat di head unit. Ada modenya, ada mode adventurous, ada mode reliable. Anda bisa mulai dari melihat kemiringan mobil, kemudian Anda bisa melihat ee ketinggian mobil, bus turbo, dan itu ada yang model aviation. Jadi seperti di pesawat bahkan sampai debit bensin di injektor itu juga ada di situ. Nah, ee itu memang hanya data yang ditampilkan ya. Tapi tampilannya itu membuat mobil ini seolah-olah memang siap buat beradventure. Bagi Anda yang suka aviasi, Anda akan senang berkendara dengan mobil ini dengan menampilkan banyak parameter mobil itu di head unitnya. Jadi, seolah-olah seperti kokpit pesawat ini. Benar-benar gages-nya next level. Enggak ada mobil lain yang menampilkan gages sebanyak dan sedetail Destinator ini. Kemudian hal berikutnya yang kami suka adalah Sunfiser. Mobil ini itu lebar sekali. Jadi, kalau Anda berpetualang ke arah barat pada saat sunset gitu kan, makin matahari makin lama makin rendah, itu bisa Anda tutupi dengan enak. oleh e Sunfisernya. Kalau Sunfiser yang mobil normal itu biasanya di derajat tertentu tidak bisa lagi menahan matahari, tapi kalau ini bisa sampai ke bawah. Jadi ee sangat enak untuk berkendara baik pada saat matahari terbit atau sampai matahari terbenam. Kemudian hal berikutnya, mobil ini dilengkapi dengan sistem ADAS yang ee lumayan lengkap. Makanya di ee lengkapi juga dengan around view monitor selain sembilan fungsi ADAS lainnya. Nah, ketika kita memencet tombol kamera di setir, maka kamera dari sistem ADAS itu akan menyala dan itu seperti cheat mode. Kita bisa melihat masing-masing ban di layar head unit. Jadi kalau kita mau lewat suatu tempat yang mungkin sempit atau kita takut nabrak batu, nabrak trotoar, kita tinggal pencet satu tombol itu dan kita bisa melihat roda itu ke mana secara mudah. Itu saya bilang cheat mode kalau lagi offroad. Dan satu lagi, last but not least, mobil ini dilengkapi AC bukan hanya untuk mendinginkan, tapi juga untuk memanaskan. Jadi ada heaternya ini mobil yang bisa mengeluarkan udara hangat. Jadi cocok sekali kalau misalnya Anda mau bawa ke daerah yang dingin. Bicara dingin ini dingin sekali di sini di Taman Safari karena agak mendung dan ini kan memang tinggi dia berapa nih? 1250 m di atas permukaan laut. Tapi memang di alam terbuka seperti ini, mobil ini tuh seakan berada di habitatnya. bentuknya gagah keren. SUV tadi juga saya belum bilang velegnya 18 inci dual tone yang memang seperti diciptakan untuk kita bertualang ke segala medan. Walaupun mobil ini belum all wheel drive, tapi mobil ini sangat capable untuk ke bermacam-macam jenis jalan. Bahkan di mode berkendaranya itu juga lengkap ya, dari mulai eh normal, kemudian Tarmak, dia ada active YO Control. Dan dari hasil tes kami, mobil ini memang menunjukkan performa yang luar biasa. Angka 0100-nya ee mengagumkan. Tadi Anda sudah saya sampaikan. Kemudian konsumsi bahan bakarnya juga tergolong baik untuk ukuran performanya. Pengendaliannya baik, bantingannya nyaman, dan dipakai tujuh orang sekalipun mobil ini masih terasa effortless. Kemudian mobil ini memiliki en buah airbag. Jadi ini semangatnya adalah keselamatan itu untuk semua. Oh ya. Dan ada satu lagi, ini mobil juga memiliki fitur Mitsubishi Connect. Jadi, ada aplikasi yang bisa Anda download di HP Anda dan bisa terkoneksi dengan mobilnya dan bisa melakukan beberapa fungsi. Yang pertama ada fungsi security. Jadi dia bisa memberikan notifikasi jika dicurigai terjadi pencurian di dalam mobil atau ketika alarm mobil itu berbunyi. Kemudian juga ada fitur safety-nya. Jadi dia Anda bisa melakukan panggilan SOS serta ada notifikasi kecelakaan. Jika mobil itu kecelakaan, maka akan ternotifikasi serta ada fitur convenience-nya juga di mana Anda bisa menggunakan handphone Anda dari jarak jauh untuk menyalakan AC, mengunci pintu, menyalakan lampu, menyalakan klakson, melihat ee kondisi kendaraan atau mencari lokasi kendaraan kalau Anda lupa. Luar biasa Mitsubishi. Akhirnya di tahun ini Mitsubishi berhasil mengeluarkan mobil yang proper dari segi desain, kemudian dari segi akomodasi juga proper, tujuh penumpang dengan ruang yang cukup lega, bentuk yang menarik, mesin yang bertenaga namun tetap hemat dan semua itu dengan harga yang masih reasonable. Enggak heran kalau mobil ini sangat laris pada saat Gaikindo Indonesia International Auto Show 202 lalu. Dengan segala kelebihan dan kelemahannya, rasanya ini adalah salah satu produk terbaik Mitsubishi yang pernah dikeluarkan di Indonesia. Jadi, jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Auto Driver jika Anda belum. Main-main ke website kami di www.odriver.com autodriver.com serta download aplikasi kami Auto Driver di Google Play Store. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube