Mitsubishi DESTINATOR 2025 : Mirip banget konsepnya, tapi ini sudah bisa dibeli (YouTube Video)
Mau naik kelas dari Xpander Cross tapi kejauhan ke Pajero Sport? Ini aja. Ini adalah Mitsubishi Destinator, sebuah medium SUV terbaru dari Mitsubishi. Penasaran detailnya? Cek terus video ini. Sekarang kita bahas soal desainnya dahulu. Tapi sebelum desainnya, kita lihat dulu dimensinya atau segede apa nih mobil. Mobil ini panjangnya 4,68 m. Jadi kalau kalian lihat dia enggak sepanjang rival-nya, tapi dia jauh lebih panjang dibandingin Expander Cross atau Expander. Dan balik lagi ya, di segmen seperti ini dia tidak punya rival sejati. Tidak ada SUV di Indonesia yang panjangnya 4,68 atau di bawah 4,7 m. Rata-rata 4,7 m ke atas. Jadi dengan dimensi seperti ini harusnya dia masih enak dipakai di jalanan Indonesia. Oke, sekarang kita ngomong soal desainnya. desainnya punya karakteristik khas-kas Mitsubishi kekinian ya, kayak si Xforce, kayak si Xpander, kayak si Pajero Sport. Dia sudah datang dengan dynamic shield terbaru. Ini yang paling update. Dan gua demennya adalah aksen-aksen garis-garis vertikalnya ini bikin dia kelihatan macho banget. Tambahannya lagi kalau kalian lihat detail ya, demen yang detail-detail ini nih, transparent grill-nya ini dia jadi kayak ada lapisan transparan di bagian atasnya. Di dalam sininya kayak ada tekstur yang bikin dia kayak ada 3D effect-nya gitu loh. Jadi ini bukan sembarangan grill doang gitu kan ibaratnya. Tapi di bawah di atas sininya transparan. Di bawah sini dia ada bilah-bilah vertikal. Di tengah-tengahnya sini semacam kayak apa ya? Bidang untuk adaptive cruise control-nya. Yes. Dia udah lengkap Diamond Sense-nya alias paket ADAS-nya si Mitsubishi sudah dilengkapi di si Distin Eater ini. Di bawahnya lagi dia ada kayak aksen-aksen apa ya? abu-abu tapi bukan abu-abu yang ROM gimana ya. Dia bikin kayak matte fog lamp dan kelihatan banget overhang depannya itu tinggi banget. Sekarang kita ngomongin soal lampunya. Memang lampunya punya karakter yang mirip dengan si Mitsubishi XFce. Dia bentuknya T shape gitu, tapi dia punya detail-detail yang cakep sih kalau menurut gua. Dia punya pendaraan LED yang soft ya. Di sininya tuh positioning lamp atau LED DRL-nya juga ditaruh di sini. Dan di sini ada guratan-guratan gitu yang bikin dia kayak ada aksen-aksen yang bikin sporty lah, futuristik dan sporty juga. Overall desain lampunya juga dia jadi satu sama desain front fasiaanya. Sebelum kita masuk ke profil sampingnya, kita ngomongin dulu kaki-kakinya. Si Destinator ini dilengkapi dengan kaki-kaki yang cukup mumpuni buat ikhlasnya. Peleknya udah 18 inci dual ton. Bannya 2255 profilnya. Desainnya ya punya karakter khas Mitsubishi sih dengan alat blokybloky gini tapi futuristik. Kalau kalian enggak demen yang dual tone, ada juga varian yang pakai single tone hitem. Yang pribadi gua malah lebih beli, Ben. Kita lihat desainnya, ya. Desain dari samping nih. Tuh, seperti ini. Memang dia kelihatan besar, dia kelihatan tinggi. Ditambah lagi dia kelihatan ngolong atau ngatung banget. Karena ground clearance-nya sendiri salah satu yang terbaik di kelasnya. Dia punya ground clearance 244 mm alias 24,4 cm. Ampun deh, itu bisa ngolongin macam-macam gitu kan. Asal jangan ngelibas trotoar aja. Tambahan lagi detail-detailnya juga dikasih lagi di sini dia kasih detail yang sama atau aksen-aksen yang sama dengan kayak abu-abu matte gitu dari depannya. Kamera 360-nya kalian bisa lihat di sebelah sini juga ada sedikit pemanis lah ya chrome-nya di sini. Dan uniknya lagi, uniknya lagi Mitsubishi berusaha keras membuat mobil ini kesannya punya floating roof. Karena pilar A yang biasanya dikasih warna body color atau sewarna body kali ini dihitemin semua sama dia. Jadi kesannya atap putih atas dan bagian bawahnya ini kayak kepisah dipisahkan oleh bidang hitam di tengah-tengahnya. Keren sih. Oh ya tambahan lagi sebelum pindah ke belakang fitmentnya Mitsubishi itu pas ya. Jadi kombinasi antara 18 inci peleg dengan ban 225 ini bikin dia punya fitmen yang pas banget. Enggak celong, kagak ngatung, pas aja. Tahu kan yang ngatung siapa? Kita pindah ke belakang. Yuk, pindah ke bagian belakangnya. Kita lihat lampunya dulu. Lampunya punya karakteristik yang sama dengan bagian depannya. Ts shape-nya juga. Detail-detailnya juga sama. Konsisten ya Mitsubishi kalau bikin apa-apa kayak gini tuh konsisten desainnya. Dan kalau ngelihat dari bidang bagian belakangnya ini kelihatan mobil ini memang standnya tinggi gitu kan. Naik ke atas dia ada aksen aksen pemanis. Lampu rem belakangnya di sini bikin kayak spoiler. Tulisan Destinator gede. Dan gua demenn tulisan Destinatornya ini enggak chrome. Dia bikin map juga kayak warna ini gitu loh. Itu jadi bikin beda aja. Di sini juga ada tulisan ultimate ya. Enggak tahu notata trim-nya bakalan seperti ini atau tidaknya. Di bawah sini masih ada lampu ya. Terus di sini kayak unik ya, ini kayak apa ya namanya ya? Kayak buat food rest-nya buat buat naik ya, buat injek. Tapi sebenarnya bukan. Ini cuman aksen doang bikin dia kelihatan lebih SUV banget. Ini jangan diinjak tolong pecah. Entar bagian bawahnya kalian lihat lagi dia juga lumayan clean karena knalpot diumpetin di bagian bawah sini. Oh ya, tambahan dikit karena ini mobil ground clearance-nya tinggi banget, otomatis ban sereapnya enggak taruh di dalam, tapi taruhnya di bagian bawah. Jadi mirip mobil leather frame. Padahal ini mobil monocok full. Oke, sekarang kita lihat bagasinya. Loh, loh loh loh loh. Kok pakai otot? Bagasinya enggak power back door. Tapi enggak usah khawatir, untuk varian yang ini memang enggak dapat power back door. Tapi ada varian lain yang kalau kalian pengin lebih komplit yang punya power back door juga. Nanti kita lihat varian itu. Oke, sekarang kita bahas sedikit soal bagasinya. Oke, ini bagasinya si Mitsubsi Destinator. Jadi, ini masih bisa diatur lagi ya. Kalau kalian mau naruh barang-barang lebih banyak juga atau mau duduk ya, tujuh orang juga masih bisa kalian atur. Dan ini bisa dilipat rata tuh. Jadi memberikan akses atau memberikan kapasitas bagasi yang jauh lebih besar. Tambahannya lagi masih ada juga di sini ruang-ruang untuk naruh beberapa peralatan lah ya, segitiga pengaman segala macam. Di sini juga masih ada kayak ruang di kanan kirinya dan di sini juga ada dongkraknya ditaruh di dindingnya. Cukup enggak buat aktivitas kalian sehari-hari? Oke, kita tutup. Itu kira-kira desain eksteriornya si Destinator. Nah, desainnya mengingatkan kalian sama apa? Benar. Mengingatkan kalian sama DST. Konsepnya Mitsubishi yang ditampilkan beberapa saat yang lalu. Tapi spionnya spion beneran. Jadi mobil ini sama sepertiya Mitsubishi Mitsubish lainnya Dato sebelumnya konsep dan aktualnya 99% mirip. Kita lihat interiornya yuk. Sekarang kita di dalam interiornya si Mitsubishi Destinator. Gimana impresi awalnya? Empresi awalnya kalau gua langsung ngelihat ini upet. Jadi memang masih ada beberapa desain dari XForce ya yang dibawa ke dalam si Dinator ini. Tapi Mitsubishi mencoba meng-upgrade elemennya. Contoh di sini sekarang dia soft touch, dikasih bahan kayak kulit biarpun atasnya sini masih plastik. Di sini masih dikasih bahan kayak piano black. Head unit dan instrumen clusternya juga masih mirip. Desain tengahnya juga sebenarnya masih mirip. Ininya juga setirnya juga masih mirip dengan si XFce. Tapi balik lagi beberapa touch point ya yang kita sentuh langsung, yang kita bersentuhan langsung dengan tangan itu mereka bikin soft touch. bagian depan sini, bagian sini, bagian sini sampai sininya itu semuanya empuk dipegang. Jadi kesan premiumnya masih dapat. Oke, kita bahas beberapa peritilan-peritilan desainnya. Contoh di bagian atas ini dia ada tombol yang kelihatan banget premiumnya. Gua demen banget. Tombol di sininya ttilnya bagus ya. Ini untuk buka shade-nya si panoramicnya sendiri. Di sini buat lampu tombolnya tuh kayak premium banget gitu dipegangnya enak banget. Di sini juga ada indikator seat belt ya, sampai baris ketiga dong. Indikator seat belt-nya kelihatan di sini. Di sini dayn day night e automat apa? Autochromatic electrochromatic mirror ya. Electrochromatic mirror di sebelah sini di bisa kalian on offin. Tentu saja diamond sense-nya juga kalian bisa lihat ada di bagian sini. Kamera yang mengatur adasnya sendiri. Untuk versi yang tinggi ini, ini ada tombol SOS yang enggak boleh dipencet. Kalau kata tadi orang-orang yang Mitsubishi-nya. Jadi dia namanya car connected service atau Mitsubishi Connect. Dia punya fature mengkonekkan antara mobil ini dengan handphone. Jadi kalian bisa tahu notifikasi mobilnya, posisi terakhirnya, dan kalau ada apa-apa amit-amit ya kalian bisa pencet tombol ini untuk mendapatkan bantuan. Sedikit ke tombol-tombol bagian setirnya sendiri, pengaturannya sudah auto ya untuk wipernya. Pengaturan lampunya juga sudah auto. Di sini tombol-tombol setirnya sebenarnya masih sama dengan si XFce. Dia sudah ada adaptive cruise control, tombol-tombol pengaturannya di sini juga. Buat musik, buat volume, buat ngatur si mid-nya segala macam bisa dikontrol dari sini. Pindah ke bagian sininya, tombol AC-nya masih manual. Gua demen banget. Manual dalam artian masih ada tombol enggak ditaruh di layar semua kayak mobil-mobil Tiongkok zaman sekarang. Enak ngoperasiinnya. Kalian bisa ngatur di sini on off-nya dan kalian bisa atur juga dual zone-nya. Kanan atau kiri bisa punya setup AC atau setup suhu yang berbeda. Lanjut ke bagian bawah sini masih ada 12 volt. Ada USB A1, USB C 1. Bagus. Karena banyaknya ngasih USBC semua bingung kita. Ada juga yang ngasihnya USBA semua bingung juga kita. Pindah ke bagian sini. Tombol start stop engine, drive mode-nya sendiri. Tuas transmisi, PRNDL-nya. auto hold, parking brake, dan cup holder. Untuk penyimpanan enggak usah khawatir kalau SUV Jepang ya. Si Destinator ini dilengkapi dengan banyak banget tempat penyimpanan. Di sini bisa naruh, wah banyak nih, bisa naruh cup botol tiga biji ya, cup holder, penyimpanan lagi, glove box yang gede biarpun agak berantakan yang sebelah sininya. Di sini juga masih ada wis masih ada laci lagi 2 kg. Di sini juga masih ada penyimpanan lagi. Jadi kalian yang demen naruh-naruh barang pasti ngerasa di rumah di Destinator ini. Untuk kursi, korsinya juga dia sudah full leather, full kulit. Uniknya lagi adalah ada keunikan nih. Kalau kalian lihat pattern-nya ya, polanya itu bentuknya heksagonal kayak grill di depannya. Jadi nuansa depannya itu, nuansa eksteriornya itu masih dibawa di desain interiornya. Tambahannya lagi joknya Mitsubishi ya, korsinya itu empuk busanya. Jadi begitu didudukin langsung bes enak. Sekarang kita bahas soal si instrumen clusternya sama si head unitnya. Instrumen clusternya 8 inci, head unitnya 12,3 inci. Ada apa aja? Yuk, kita bahas instrumen clusternya. Ukurannya 8 inci ya. Kalian bisa dapetin beberapa namanya informasi seperti ini. Ini average fuel-nya seperti apa. Bisa kalian rubah-rubah di sini. Tuh bantuan e drive, skor echonya di sini. Jaraknya, tripnya tuh kalian bisa lihat juga di sini dan control rodanya atau traction control-nya seperti apa. Arah ya kalau kalian adventure sedikit arahnya bisa kelihatan. E audio kalau kalian bisa mainin. Warning kalau kalian bisa lihat juga. Dan di sini ada beberapa tombol setting yang bisa kalian atur dan tipe tampilannya bisa kalian atur clean seperti ini atau mau dirubah jadi RPM-nya kayak begini jauh lebih sporty jadinya. Kalian suka mana tampilan yang tadi apa tampilan yang ini? Oke, sekarang kita bahas head unit tengahnya 12,3 inci. Kalau dinyalain dia langsung ituan Mitsubishi Motor dan a new down. Anjay, kayak menyambut pagi gitu kan. Di sini langsung kita klik agree langsung tampilannya terlihat putaran steeringnya. Yes, dia sudah dilengkapi sama-nya. Traction control-nya seperti apa. Terus ini bisa dipilih-pilih ya. Tuh kalau mobilnya rada-rada adventurous kalian bisa lihat lokasinya di mana, tilt angle-nya gimana, direction-nya di mana. Tadi reliable-nya buat itunya, responsifeness-nya bisa kelihatan boost-nya, eh G-nya, fuel economy-nya, dan ada driving skornya. driving score-nya seperti apa bisa kelihatan. Nah, kalau kalian pencet ke sini dia akan masuk ke menunya. Menunya masih seperti mirip sebenarnya mirip seperti adiknya yang cuman 5 seater itu si XForce tuh ya. Di sini kalian bisa ganti-ganti tambahan lagi feature-featur-nya juga lengkap. Kalian bisa sambungin ini dengan Android Auto, Apple CarPlay atau weblink juga. Pilih audio source phone, multimeternya kalian bisa atur di sini. Balik lagi wallpaper player tadi ambient lighting. Nah, dia punya ambient lighting bukan RGB lagi tapi 64 warna. Tuh kalian bisa pilih tuh warnanya mau kayak gimana tuh. Dan ini bisa kalian setting juga di driving ya, di welcome-nya mau kayak gimana di pinggiran sampai segininya. Di door opening-nya juga bisa kalian pilih. Jadi bisa kalian customize sampai ke incoming call. Kalau ada telepon masuk gitu kan, kalian bisa pilih warna apa. Gila, niat banget sih ini. Benar-benar niat banget bisa direset juga segala macamnya. Oke, lihat menu lagi tambahan di ambient lighting. Kita lihat di sunroof. Nah, karena head unit yang 12,3 inci ini terintegrasi dengan keseluruhan sistem mobil, dia bisa mengatur bukaan si sunroof dan shade panoramicnya. Jadi sebenarnya positifnya adalah dia jadi rapi, enggak butuh tombol juga. Tapi di negatif point-nya adalah ganti head unit harus yang kompatibel nih. Kalau kagak agak keribet. Tapi tenang aja nanti ada satu varian yang bisa kalian ganti head unitnya dengan gampang. A kita lihat. Oke, back. Lanjut lagi. Kita geser ke setting-nya sendiri. USB photo clock vehicle information seperti apa nih? Ya, bisa kalian lihat masing-masing di sini tuh sampai altitude loh. Gil. Balik lagi. Back lagi. Wallpaper player. Oh, kamera. Oh, vehicle setting dulu deh, ya. Vehicle setting. Keyilless operation-nya, power door-nya, wipernya masih bisa kalian atur. Terus kamera 360-nya kenapa enggak bisa? Kenapa enggak bisa? Apakah harus nyala? Karena ini enggak nyala. Tapi kalian bisa ngatur kameranya dari sini karena kayaknya harus nyala. Atau gua harus pencet satu tombol lagi biar nyala semua. Nah, baru bisa. Benar. Jadi ternyata dia harus dalam posisi standby baru bisa kelihatan. Kameranya 360. Kalian bisa pilih beberapa point of view. Mai dari atas, dari depannya doang tuh dari depan banget, dari pojok kiri atau off. Oke. Dan uniknya lagi juga kalian bisa lihat AC-nya nanti settingannya seperti apa di sini. Contoh kita nyalain ya. Iseng ya. on. Tuh, langsung bisa kelihatan di sini tuh ini setting-nya. Jadi, jadi bisa kalian kontrol dari manual tapi tampilannya bisa kelihatan dari head unit dan ini juga dua dual zone tuh kalau kalian bisa ngatur temperatur antara kiri dan kanan suhu antara kiri dan kanan itu bisa berbeda. Iya. Lucunya ini cuma display tok lucunya. Jadi kalian enggak bisa ngat enggak lakukan pengaturan apapun dari sini. Pengaturan tetap manual ini cuman display to. Oke, balik lagi ke menunya. Oke, AC drive mode. Nah, ini yang agak unik. Memang kita kali ini enggak dapat kesempatan untuk nyoba mobil ini. Kalau sampai dapat kesempatan, gua mau coba adalah sori. Harus dari sini ya. Beh, gravel ada tarmcm mod. Anjrit. Ini bukan sports car tapi surprisingly dia punya tarm mat sorry dia punya tarmac mode. Lucunya gini loh. Normal ya normal lah ya. Pemakaian normal wet itu dia kalau lagi basah dia akan mengatur traction control-nya segala macam. Throttle responnya juga mungkin agak dimainkan biar enggak terlalu licin. Gravel juga dia akan mengatur traction control dan pengaturannya biar optimal di jalanan yang agak close. Tarmak ini gua dengar-dengarnya gua baca-bacanya gitu kan dia mengatur optimal secara optimal respon throttle boostnya. Jadi mobil akan memberikan akselerasi yang maksimal. Mal mahal mal. Gua penasaran banget dengan tarxacaknya. Soalnya si Destinator ini dilengkapi dengan mesin 1,5 turbo yang wow banget powernya dan torsinya. Harusnya asik banget buat dikendarai. Tambahannya lagi di sini juga ada Call Mitsubishi Assistance atau SOS-nya dan ada maintenance. Jadi kalian bisa lihat kapan harus ganti engine oil filter dan bannya. Oke, kita bahas baris keduanya si Mitsubishi Destinator. Tapi sebelum gua bahas detailnya, kita lihat mobil ini punya ground clearance 24 mm alias tinggi ngatung. Apakah lantainya sama tingginya kayak rival-nya dari si Toyota? Kita lihat gua dari luar masuk. Bibirnya ya, lipnya memang agak tinggi jadi kalian harus agak ngelengkah. Tapi begitu kalian injek, surprisingly lantainya tidak setinggi bibirnya. Nah, jadi kalau kalian lihat di sini nanti kameramen kasih highlight ya. Lanya ini jauh lebih rendah mungkin sekitar 45 cm dari si bibirnya. Jadi kalian ngelengkedik, habis itu kalian dudukin, injak lantainya dan kalian duduk. Surprisingly, surprisingly ergonominya menurut gua, buat gua tinggi 174 ini spot on. Kenapa? Karena gua bisa duduk dengan nyaman, korsinya empuk. Gua tutup dulu ya bentar ya. Di sini supporting ke bagian betis dan paha nih ya. dekat ke arah sini itu dia penuh. Jadi ini untuk perjalanan jalan jauh, perjalanan jauh ya, jarak jauh ya, ini akan nyaman banget. Jadi bukan posisi duduknya ngatung atau selonjoran melenyeh begitu loh, enggak. Cuman ini posisi duduk yang ideal banget. Kalian masih bisa mainin kaki sedikit ke depan karena foot well-nya di sini ya untuk naruh kakinya di sini juga dia lega bahkan bisa sampai jauh banget tuh. Jadi untuk dapatin posisi duduk ideal di sini pas banget. tambahannya lagi korsinya masih bisa kalian majuin mundur nih. Bahkan ya ini posisi gua nyetir tadi. Bahkan dengan gua majuin gini nih masih sisa sekitar 34 centan. Oke. Kalau dimundurin banget, wah ini sih lega banget. Benar-benar lega banget. E menurut Mitsubishi kalau dibandingkan dengan Let's say adiknya ya, si Xander Cross atau Xpander ini sedikit lebih lega sekitar 4 centtian ya, kurang lebih lebar. dibandingin si adiknya. Jadi emang kerasa banget. Kalian bisa dapetin posisi duduk yang enak, korsinya juga empuk. Dan biarpun dia bukan captain seat, dia masih punya karakter ala-ala lah. Jadi masih bisa kalian dapetin gini kalau kalian mau gaya-gaya bos gitu lah. Duduknya masih enak. Kita lanjut ke feature-nya. Korsinya sendiri bisa recline, bisa tegak gini sampai agak rebah begini. Ini semuanya juga masih bisa diatur tuh. Jadi baik lagi untuk dapatin posisi duduk yang ideal di sini gampang sekali. Kalau gua lebih prefer begini dan ngomongin feature ini banyak fature yang unik-unik lucu. Ini mirip kayak si XForce ya. Kalian bisa naruh handphone di sini dan dia sudah dilengkapi dengan yey dia udah ada meja dong. Mejanya keker ya katanya bisa mungkin 1 2 kilo kali ya di sini bisa buat naruh laptop. Di sini juga masih ada kayak semacam buat naruh cup holdernya di sini. Ngelipatnya gampang tinggal gini doang. Masih ada pocket lagi di sini. tengah blower dan USB-nya sama kayak bagian depannya. Kudos buat Mitsubishi dia ngasih USB A, USBC 1. Lu enggak usah berebutan. Enak banget. Tambahan lagi tadi seperti gua bilang AMRES kalian bisa lipat juga. Masih ada cup holder lagi dua biji di sini. Dan centernya ini, tengahnya ini juga masih dilengkapi dengan adjustable head rest. Jadi masih bisa dinaikin turunin tuh. buat tiga orang enggak nyeksa buat jalan jauh. Kita lihat baris ketiganya. Pelipatan kursinya seperti apa. Wes tip and tumble. Jadi akses ke dalamnya jauh lebih mudah. Oke, gua masuk. Saya lipat lagi dikit. Tak tarik. Jadi ini posisi tadi duduk ya gua samain. Dan ini bisa diline lagi sampai mentok. Kalau diri kalian sampai mentok sih gua sih kesiksa jujur aja ya. Tapi ini masih bisa dimajuin loh. Ini benar-benar mundur paling mentok, recline paling mentok. Posisi gua di sini kaki gua mentok 174 tingginya. Tapi kalau kalian arrange dikit ya ke depan ya. Oh, ini tiba-tiba jadi ya. Gua bisa lumayan gitu loh. Di sini tambahannya lagi ini agak lebar. Bukan agak lagi lebar banget. Jadi duduk dengan posisi yang nyaman di bagian di baris ketiga ini fine-fine aja sih buat jalan jauh biarpun memang masih agak ngedingklik ya. Cuman lebarnya ini loh yang gua demen banget. Tambahannya lagi si ini korsinya belakang ini juga masih bisa di-decline dua step ya. Dua step masih bisa dicline. Jadi bisa agak tegak banget atau bisa agak kerebah seperti ini. Kalau kalian butuh ngecas juga di sini juga sama seperti baris pertama maupun baris keduanya sudah dilengkapi dengan dua USB port USBA. USBC. Jadi total ada 6 USB port di mobil ini. Keren. Keren banget. Sedikit tambahan light room gua kalau tadi gua majuin dikit dengan ini posisi paling paling recline ya. Masih sisa sedikit banget dengan poster gua 174. Headro gua juga paling sisa-an lah ya kurang lebih dengan sebelah sini. Cuman kalau buat anak-anak ya yang tingginya enggak nyampai 170 atau 170-an kecil di sini sih nyaman banget. Karena baik lagi. Seperti gua bilang, selain leg room-nya masih oke, leganya atau lebarnya ini wow banget. Ini kayaknya bisa tiga orang kali ya. Kalau segede kameraman yang agak gak mungil ini kayaknya bisa di sini. Van, Van, sini Van coba. Van tadi kesenggol kameranya ya. Tuh. Iya. Kalau kalau segede el ya ini bisa tiga orang tuh kan. Iya kan? Jadi ini bukan seven seater lagi ya jadinya. Jadi bisa jadi eight seater. Sudah sudah balik ngambil gambar. Semua feature yang gua omongin masih kurang. Kantungan kuncinya nih. Nah. Oh, ini adalah varian yang punya fature tambahan. Salah satu fiture tambahannya adalah power back door dengan contactless opening. Selain power back door dengan contactless opening, dia juga punya satu feature tambahan lagi. Sori, dia punya dua feature tambahan lagi di dalam interiornya. Nah, salah satunya adalah ini korsi elektrik untuk sisi pengemudi lengkap dengan naik turun dan tilt-nya juga ya di kayt-nya juga jadi bisa dapatin posisi duduk yang lebih ideal banget gama reinnya juga. Plus buat kalian pencinta audio yang udah terkenal banget waktu di zamannya XForce adalah audio Yamaha buatan Yamaha. Jadi kalau di versi yang biasa itu en speaker, di versi ini dia dilengkapi dengan 8 speaker dengan suara yang ajib. Untuk list diamond sense-nya si Destinator ini juga udah lengkap ya. Dia udah pakai adaptive cruise control, forward collision mitigation system, blind spot warning, rear cross traffic alert, automatic high beam dan lead car departure warning. Auto headlamp, Rensor, multiound view monitor atau 360 kamera juga udah ada sebagai standar. Nah, tadinya kita pindah ke ruangan yang berbeda ini buat ngelihat engine-nya, tapi ternyata yang buat dinyalain ini dia variannya berbeda. Ini varian yang lebih terjangkau. Tampilannya malah gua lebih demen pribadi karena dia kelihatan lebih SUV. Perbedaan ada di pelegnya sama-sama 18 inci, tapi dia pakai peleg yang blackout dihitemin semua. Enggak banyak aksen-aksen ya, enggak ada roof rail juga. Tapi detail-detail lainnya masih mirip dengan si versi yang lebih tingginya. Di interior juga ada sedikit perbedaan karena sekarang dia pakai kursi yang sudah material fabrik bukan leader. Tambah head unitnya juga jadi lebih kecil. Jadi head unitnya enggak terintegrated kayak versi yang lebih tingginya. Bagusnya adalah kalian bisa ganti head unitnya lebih gampang. Kita lihat bagian engine-nya. Oke, kita buka. Uh, tuh ya. Berat-berat keker-keker. Mesinnya 1500 cc turbo. Kodenya 4B40. Yes, ini adalah mesin yang sama dipakai di Eclipse Cross. Masih ingat enggak Eclipse Cross 4B40 ini? Tapi yang dipakai sama si Destinator ini adalah versi kedua atau varian keduanya atau generasi keduanya. Powernya mencapai 163 PS. Torsinya yang badak 250 Nm di RPM 2000 saja. Gila enak banget. Bakalan dipadukan dengan transmisi CVT dengan beberapa driving mode. Otomatis gua pengen banget nyobain ya karena kali ini kita enggak ada sesi test drive. Nanti kita akan nyobain rasanya jambakannya seperti apa kalau di dalam mode Tarmak. Karena dalam mode Tarmak dia akan mengoptimalisasi semua performanya untuk mendapatkan performa yang paling baik. Karena rasa penasaran kita enggak boleh bawa keluar nih mobil karena masih rahasia. Kita gas-gas aja di dalam workshop. Suara mesinnya sih lumayan shter ya. maksudnya kedengaran. Tapi kekedapan kabin nanti kita harus buktikan lebih lanjut karena di presentasinya Mitsubishi berkata bahwa kekedapan kabinnya ini lebih dioptimalkan lagi. Kita harus coba di luar untuk tahu aktualnya seperti apa. Untuk varian yang lebih terjangkau ini layarnya juga beda, enggak 12,3 inci. Tapi lucunya dia masih punya interface yang mirip ya. Jadi dia ada shortcut-shortcut di kanan kirinya juga. Pengaturannya juga bisa bisa kalian atur dari sini. Tapi memang dia tidak ada pengaturan untuk ambient lighting maupun panoramik. Karena di versi yang terjangkau ini enggak ada ambient lighting dan enggak ada panoramic. Otomatis di sininya juga enggak ada, tapi masih tetap bisa kalian lihat AC-nya dari sini. Unik ya, biarpun ngaturnya tetap dari sini. Sekarang kita sampai pada kesimpulannya si Mitsubishi Destinator. Kesimpulannya, Mitsubishi mencoba memposisikan si Destinator ini sebagai premium family SUV. Enggak salah sih, karena dia punya desain yang atraktif. Gua pribadi lebih demen desain ini daripada desainnya si XForce. dia tampil lebih SUV banget. Selain itu, feature-feature yang ditawarkan juga lumayan komplit. Feature ADAS-nya atau diamond sense-nya juga dia komplit banget. Fiture-fature kenyamanannya, head unitnya, cruise control adaptifnya, power back door, kursi kulitnya dan segala macamnya juga bejaban banget buat kelasnya. Jadi boleh dong sebenarnya kalau gua bilang si Mitsubishi Destinator ini sebagai Baby Pajero Sport. Biarpun dia bukan leather frame, dia pantas buat orang-orang yang belum punya cukup budget untuk naik ke Pajero Sport dari Expander, dia ditaruh di tengah-tengahnya. Oh ya, jangan lupa Mitsubishu juga katanya akan melakukan road show untuk memperkenalkan desinator di kota-kota besar di Indonesia. Dan mobil ini bisa kalian lihat langsung nanti di GIAs 2025. Kayaknya bakalan satu boot isinya di sini semua. Gimana menurut kalian? Oke, thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, comment, subscribe, dan tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Autonet. Audi Sign off. Thank you sudah nonton. Bye bye.
