Mitsubishi DESTINATOR Indonesia 2025 (YouTube Video)
Ya, ini Mitsubishi Destinator ya. E kemarin udah kita bahas, karena kita pengin bahas lagi. Kita nyetir, kita rasain mobil kayak gimana. Udah, udah, udah, udah, udah. Lu males-malesan mulu. Udah diawasin sama Dewan. >> Dewan aja kerjanya bener kok. Enggak tidur-tiduran di meja. >> Oh, gajinya tinggi ya. >> Iya, makanya. Udah ikatin gua. Iya, karena di sini gua bawa Mitsubishi Destinator harian. Gimana impresinya, gimana rasa berkendaranya, dan apa aja kelebihan serta kekurangannya? Kita bahas di video ini, yuk. Your eyes, they be showing so don't keep me waiting. [Musik] So don't keep me waiting you know it can be real nice grow. But in the meantime, let's get it get it going. We don't need no one say so. I'll take it to mars. It's worth it in the stars. I'm do it. Keep you warm next to me. >> Oke, pertama-tama gua pengen mention dulu kalau kita udah bahas si Mitsubishi Destinator ini sama Bang Audi di video sebelumnya nih. Kalian nonton dulu karena kita di situ bahas segala fitur di eksterior, interior, desain sampai ke perbedaan tiap variannya. Jadi di situ udah kita bahas habis. Sekarang di sini kita fokus ke gimana sih kalau destinator itu dipakai untuk harian plus minusnya apa? Dan sekarang gua pengin bahas soal posisi berkendaranya yang comending banget. Kenapa? Karena tinggi gua cuma 164 cm dan posisi mengemudinya ini bagian kursi yang pengaturan udah elektrik itu udah diposisikan ke yang paling rendah. Tapi tetap bonetnya kelihatan. Padahal bonetnya enggak panjang-panjang banget. Dan sisi depan kiri kanan spion sampai ke spion tengahnya kita bisa ngelihat dengan sangat jelas. Jadi visibilitas untuk bermanuver di dalam kotanya si destinator ini bagus banget. Nah ngomongin soal manuverabilitas di dalam kota tentunya enggak lepas dari feel setirnya. Dan yang gua rasakan di Mitsubishi Destinator ini feedback dari setir itu enak banget ngikutin kecepatan mobilnya. Jadi kalau misalkan di kecepatan rendah, kecepatan dalam kota ya, di bawah 50 km/h atau di bawah 60 km/h, setirnya terasa ringan bahkan cocok banget untuk dikendarai wanita sekalipun. Sementara ketika di kecepatan tinggi dia enggak serta-merta langsung ngeberatin, tiba-tiba langsung wuh tiba-tiba berat gitu ya. Enggak. Tapi secara progresif dia ngeberatin feedback setirnya sehingga kita bisa merasakan keakuratan roda dan setirnya. membuat pengendalian mobilnya ini bisa kita lakukan secara akurat. Tuh, belok-belok agresif bisa kita lakukan e ya dengan roda yang terarah. Bisa kita rasakan arah mobilnya ke mana pun setirnya bisa mengakomodir ketika Mitsubishi Destinator ini berada di kecepatan tinggi, kita belokin ya misalkan 80 km/h di tol ya, terus kita mau entah itu pindah jalur atau naik ke jalur baru ya itu bisa dilakukan dengan sangat stabil di Mitsubishi Destinator ini. Tapi memang karakter tersebut berhubungan dengan bantingannya. Dan gimana soal bantingannya? Sekarang kita masuk ke area pik yang langsung uh. Jadi kita langsung ngelewatin jalan yang agak ngerata ya. Karena kalian tahu pik itu penuh dengan jalanan berbata nih. Batako tuh ya. Uh. Memang suspensinya cenderung keras dia. Bukan ke arah yang lembut jadi medium ke keras. Tapi ini untuk mengakomodir badan dari si Mitsubishi Destinator ini yang bongsor panjangnya 4,6 m dan beratnya bobotnya itu kalau tidak salah sekitar 1495 kg ya, kurang dari 1,5 ton koreksi jika salah dan memang rasa kerasnya itu sedikit mengurangi rasa kenyamanan tapi kerasnya bukan sampai taraf yang gelatak glutuk mentok rasanya karena travel dari suspensi si Mitsubishi Destinator ini jarak mainnya lumayan jauh tidak terasa sama sekali. gejala mentok. Tapi karena rebound-nya cepat ya, terasa kompresi di bagian shocknya itu lumayan padat sehingga membuat bantingan suspensinya memang terkesan keras dan kasar. Tapi lagi-lagi untuk mengakomodir bodinya yang besar dari si destinator dan ini membuat ketika berkendara ya kencang kita ngghajar lubang itu jadi enak, nyaman-nyaman aja. Jadi terasa kalau mobilnya capable untuk menghajar jalanan yang tidak rata. Jadi soal bantingannya, Mitsubishi Destinator ini kalau diposisikan memang tidak seempuk Xander Cross, namun tidak sekeras X Force, jadi berada di tengah-tengahnya. Mungkin lagi-lagi untuk mengakomodir kenyamanan seven seaternya. Nah, sekarang kita omongin soal tenaganya. Jadi mesin 4B40 dari Eclipse Cross yang di tuning memiliki teknologi direct injection turbo juga mengeluarkan tenaga sebesar 163 PS atau 160 horsepow dengan torsi sampai 250 Nm setara dengan mesin 2.500 naturally aspirated. Tapi biarpun dia memakai mesin dari Eclipse Cross, mesin 4B40 yang dipasang ke destinator ini dituning ulang sehingga menghasilkan tenaga di putaran bawah yang lebih berisi. Jadi di putaran 2500 RPM turbonya bakal mengisi tenaga hingga torsi puncak. Kita coba nih ya dari RPM 1500. Oh huh. Turbonya langsung berasa ngisi putaran atasnya. Jadi tenaga selalu tersedia dari putaran bawah sampai ke putaran atas. Enak banget. Bahkan gua berani bilang tenaganya lebih ngisi, lebih ada dibandingkan dengan saudaranya si Xforce. Tapi kalau kalian mau tolak ukur yang lebih eksak, mari kita tes 0 ke 100 km/h-nya. Nah, itu dia hasil 0 sampai 100 km/h dari Mitsubishi Destinator. Kita pakai dua bensin yang berbeda ya, Ron 92 sama Rond 95. Karena RON 95 itu direkomendasiin oleh Mitsubishi-nya sendiri untuk mesin turbonya. Dan kita dapat hasil yang berbeda juga di round 92 kita dapat 9,1 detik. Sementara kalau yang di round 95 lebih kencang dapat 8,8 detik. Jadi tetap ya dia lebih kencang dibandingkan dengan mobil hybrid seven seater rival-nya. Dan kita berlanjut bahas soal transmisinya. Tenaganya memang gede 160 horsepow torsi 250 Nm. Tapi gimana antaran tenaganya ke roda depan lewat transmisi CVT-nya? Oke, memang masih CVT. Kekurangannya pasti ada lag-nya sedikit. Ketika kita bejek tuh baru dia kick in. Namun ini masih lebih responsif dibandingkan dengan transmisinya XForce. Jadi dengan bodinya yang lebih bongsor, kalian bakal merasa kalau Mitsubishi Desinator ini sudah memiliki rasio yang pas antara keluaran tenaga mesin dengan responsifnya dari transmisi CVT. Udah oke nih arahnya udah bagus nih si Mitsubishi Destinator. Oke, jadi tenaganya si Destinator udah kencang, transmisinya udah oke. Gimana soal pengeremannya? Dan yang gua rasakan setelah sehari-hari pakai destinator ini, pengeremannya enak banget. Di pedal remnya kita pencet empuk dan jarak mainnya bisa kita takar dengan baik sehingga melakukan pengereman dengan halus. Nih ya. Kita pelan-pelan tuh bisa dan kita lakukan pengereman secara agresif tuh bisa juga. Jadi benar-benar enak banget feel pengeremannya bisa kita rasakan secara natural. Oke, soal impresi berkendara sudah kita rasakan secara sehari dan gua di sini pengen bahas soal fitur-fitur dari Mitsubishi Destinator ini yang kalau diperhatiin memang sudah memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. misalkan dari AC yang udah dual zone, terus entertainment system yang sudah didukung Android atau juga Apple CarPlay. Dan kalau misalkan kalian memilih opsi ultimate premium, kalian bisa dapat speaker dynamic audio dari Yamaha 8 titik yang suaranya dah ajib, akustiknya bagus, clarity-nya bagus dan semoga kerja sama ini dipertahankan ya. Mungkin sampai ke Expander generasi kedua bisa dapat pilihan Yamaha boleh tuh Mitsubishi. Dan di varian ultimate kita juga bisa mendapatkan pilihan panoramic sunroof yang membuat kabin interior dari Mitsubishi Desinator ini semakin lega. Terlebih untuk mendukung kenyamanan keluarga. Di baris keduanya udah ada table tray, colokan type C sudah tersedia. Jadi udah genzet banget nih mobil ya. Udah enggak cuma colokan USB type E doang ye. Jadi soal perintilan-printilan fitur sudah mengakomodir kebutuhan keluarga Indonesia. Oh, i ya enggak lupa untuk pengaturan AC-nya dia di belakang memang masih ada baris keduanya, tapi itu hanya mengatur speed fannya aja, kecepatan anginnya aja tidak bisa mengatur suhu. Makanya gua bilang di awal cuma dual zone bukan triple zone. Tapi nih ya kalau bahas soal fitur sebenarnya kalau kalian perhatiin ada beberapa fitur yang sebenarnya bahkan dimiliki di mobil-mobil dengan harga yang di bawah destinator seperti seat belt head adjuster itu enggak ada sama sekali di destinator. Lalu wireless charging enggak ada juga di destinator. Dan tidak adanya filter udara nano i yang hadir sebelumnya ada di XForce. Namun kalau misalkan ya kita pikir-pikir lagi memang fitur-fitur tersebut tidak terlalu fundamental. Karena kalau kita pikir-pikir lagi balik lagi fitur tersebut memang kalau misalkan kita punya ya bagus, oke, nice to have. Tapi kalau enggak punya pun ya udah tidak mengganggu rasa berkendara dan rasa mobilitas kita tiap harinya. Seberapa sering sih orang-orang yang pakai fitur-fitur tersebut gitu kan. Mungkin kalau kalian sering atau kalian enggak pakai gitu bisa komentar di bagian bawah. Jadi ngomongin fitur enggak lengkap-lengkap yang dikurangin justru yang memang tidak fundamental dan itu mungkin membuat harga dari destinator ini cukup bersaing. Lalu kita bahas soal kekurangannya lagi di bagian Adas. Oke, emang udah dilengkapi dengan Adas Diamond Sense khas Mitsubishi yang sudah hadir duluan di XForce. Tapi coba kita lihat. Oke, adaptive cruise control udah ada. Auto headlight udah ada, auto wiper udah ada, lalu blind spot monitoring juga udah ada, rear cross traffic alert juga udah ada. Tapi yang tidak hadir adalah land keeping assist atau land centering assist atau fitur yang persis seperti itu. Karena jujur kalau misalkan tidak adanya fitur tersebut, kita enggak bisa bilang kalau adasnya lengkap. Oke, emang adaptif cruise control halus, tapi andaikan ada land keeping assist-nya bakal membuat rasa dari Mitsubishi Destinator ini semakin mewah, semakin elegan. Lagi-lagi memang jarang dipakai sama orang Indonesia, tapi ingat destinator peruntukannya untuk keluarga yang bakal dipakai jarak jauh pastinya. Ini kalau misalkan ngelewatin Tras Jawa oke loh, nyalain line centering assist atau land keepeping assist pakai adaptif control kita bisa berkendara dengan tenang. Itu sih kekurangannya. Tolong mungkin diupgrade selanjutnya ya atau update selanjutnya di Mitsubish Destinator atau Diam Sense lah yang update selanjutnya tolong ditaruh land centering assist atau land keeping assist. Oke, sebelum kita sampai kepada kesimpulan di sini ada satu poin yang belum gua highlight yaitu kekedapan kabinnya. Tadi udah kita coba ngelewatin tol, ngelewatin jalanan yang enggak rata, ngelewatin jalanan beton. Ternyata dari mulai suara angin bahkan ke suara bannya itu teredam dengan sangat baik di Mitsubishi Destinator ini. Jadi tetap mempertahankan kenyamanan maksimal dari nama sebuah Mitsubishi pun ini terbantu dengan ban bawaannya yang sudah memakai Bridgestone. Jadi udah oke banget nih peredamannya. Oke, ngomongin soal akselerasi juga karena di Mitsubishi Destinator ini ada drive mode dan drive mode-nya masing-masing itu mengatur keluaran tenaganya juga. Enggak cuma keluaran tenaganya, tapi dari mulai traction control, active control, sampai transmisinya pun bisa diatur di bagian drive mode-nya. Memang enggak satu persatu, tapi drive mode-nya ini memiliki banyak skenario. Pertama ada skenario normal, lalu yang kedua ada skenario wet atau basa ya. Ketiga ada skenario gravel, lalu selanjutnya tarmak dan juga mat. Tapi yang paling sering kita pakai buat harian paling antara normal atau wet. Kalau misalkan Tarmak boleh kalian coba agar mendapatkan rasa berkendara yang lebih fun to drive. Kalau gravel mungkin bisa kalian coba ketika kalian melewati jalanan kerikil yang sedikit-sedikit agak rusak. Sementara kalau mat ini mungkin kalian pakai kalau medannya udah mulai light offroad atau medium offroad. Oh iya nyaris lupa. Ada fitur yang paling membantu di Mitsubishi Destinator ini yaitu kamera 360 yang bisa kita akses secara cepat lewat setir bagian kanan. Jadi ditinggal tombol sekali kita bisa aktifin bahkan di atas kecepatan 30 km/h. Bisa kita lihat blind spot di kiri dan kanan. Jadi kalau misalkan kalian bermanuver di jalanan yang kecil kebantu banget sama fitur ini. Apalagi dengan dimensi Mitsubishi Dessinator yang besar. Dan setelah kita bawa ratusan kilomnya didapatkan hasil konsumsi bahan bakar untuk penggunaan dalam kota itu seboros-borosnya 10 km/l. Sementara rute kombinasi dapat 12 km/l. Dan untuk rute tol ya highway luar kota bisa dapat sampai 18 km/l. Gila enggak tuh? Hebat juga ya ternyata destinator. Lumayan irit untuk sebuah mesin turbo. >> Jadi itu dia impresi kita mengendarai Mitsubishi Destinator secara harian. Dan balik lagi memang tidak ada produk yang sempurna. Jadi produsen enggak bisa bilang kalau wah kita setelah meluncurkan mobil yang sempurna. Enggak bisa begitu. Karena balik lagi ke kebutuhan konsumen masing-masing. Kalian butuh desain SUV yang tangguh tapi masih nyaman buat bawa tujuh penumpang. Memiliki fitur yang cukup untuk harian dan tentunya memiliki tenaga yang powerful. Kalian bisa pilih Mitsubishi Destinator ini. Tapi kalau kalian mencari kenyamanan yang lebih, keiritan yang lebih, dan juga fitur ADAS yang lebih lengkap, ada pilihan yang lain memang. Tapi dengan harga Rp495 juta on the road, Mitsubishi Destinator ini tentu banyak banget dilirik sama keluarga Indonesia. So, pilihan balik lagi ke kalian. Pilih yang bermesin 1,5 turbo, Mitsubishi Desinator atau yang bermesin hybrid untuk keluarga kalian dan untuk mengakomodir tujuh penumpang. Oke, gua Bag Satrio. Jika kalian suka dengan konten ini, klik like, subscribe, dan tekan loncengnya untuk mengetahui video seru selanjutnya dari Autonet Max. Dadah. We gna think you'll be your stupid me never be alone again. Never we got nothing to lose. You be st with me. Never be alone.
