MITSUBISHI LANCER SL 1982 | Sudah Mulai Jarang Terlihat di Jalanan (YouTube Video)
[Musik] Mitsubishi itu biasanya identik dengan performa atau kecepatan dan Mitsubishi merupakan pabrikan asal Jepang yang biasanya dapat gelar juara banyak di event Motors Sport. Salah satu Mitsubishi yang favorit baik di dunia walaupun Indonesia tentu saja Lancer, Mitsubishi Lancer dan sejak kemunculan generasi pertamanya langsung jadi jagoan di medan rally dan generasi keduanya pun juga meramaikan event rally. Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah segmen Motomobi Retro. Melalui segmen ini kami akan mengulas mobil-mobil keren yang pernah ngetop di masa lalu dan masih mengundang banyak perhatian di masa kini. Mengawali era 1980-an, Mitsubishi Lancer generasi kedua mulai dipasarkan di Indonesia. Hadir hanya dengan satu varian saja, yaitu 1400 SL. Mobil ini langsung menjadi rival terdekat dari Toyota Corolla DX. Keduanya memang bersaing di segmen mobil sedan empat pintu berukuran sedang. Bodinya dengan garis-garis keras membuat Mitsubishi SL ini mudah untuk didandanin. Tapi ada juga yang mempertahankan kondisi originalnya. Untuk lebih jelas lagi review ini dilanjutkan oleh Pamandidot. Oke, ini video Motomobil retro yang pertama kali pas di kantor baru Motomobi. Udah lama banget enggak bikin video Motomobi. Ternyata yang udah lama ditunggu kita pengin banget ngebahas mau Lancer SL. Mitsubishi Lancer SL yang sempat ngetop tahun-an sampai sekarang juga masih diburu banyak menggemarnya. Yes. Kita akhirnya kedatangan satu mobil ini punya teman saya ternyata dia punya. Dia enggak pernah bilang ternyata ini mobilnya cakep banget. Ini mobil unitnya tahun 1982. Jadi, Mitsubisi Lancer SL itu di Indonesia pertama kali dijual tahun '81. 1981 sampai 1984 sebelum akhirnya diteruskan oleh Mitsubish Lancer Viore yang penggerak depan. Jadi secara resmi ini adalah Mitsubishi Lancer pertama yang dijual oleh PT Kramayuda 3 Berlian Motors di Indonesia. Jadi, Mitsubishi Laner yang generasi pertama itu tidak resmi masuk Indonesia. Jadi, ada beberapa tapi itu mungkin build up atau dipakai untuk kebutuhan rally. Kalau yang dijual resmi adalah ini. Ini tipe bodinya adalah A172. Kalau A174 itu yang versi mesinnya lebih besar. Secara segmentasi dia ketemu langsung dengan rival terdekatnya adalah Toyota Corolla DX. Itu juga di tahun yang sama di era yang sama. Itu dua-duanya memang rival banget. Dulu sempat ngetop dipakai oleh banyak orang untuk sedan kelas menengah. Jadi kalau yang suka Toyota pasti belinya Toyota Coral DX. yang senang Mitsubishi belinya Mitsubishi Lancer SL. Secara dimensi mirip-mirip, mesin juga CC-nya juga mirip-mirip. Kalau Col DX itu 1300, Lenser XL 1400. Hanya saja keunikan dari fisik misubisi Lancer XL tuh banyak banget garis tegasnya. Kemudian bentuknya depan dan belakang itu juga mirip-mirip. Kalau dari samping itu bagian depannya sudut-sudutnya mirip, belakangnya juga. Lampu depan sama lampu belakang aja juga mirip. Itu juga unik. Jadi untuk menandai bahwa Lancer SL itu kondisinya bagus, bodinya itu jadi mudah. Semuanya banyak garis tegas dari depan, samping, atas, belakang. Itu syarat banget sudut tegas, garis tegas. Jadi kalau misalnya mobil udah enggak bagus, banyak dempulnya, enak aja bentuknya mobilnya. Oke, dari depan dari pertama kali keluar dipasarkan di Indonesia tahun '81 sampai 4 itu enggak banyak perbedaan tapi detail-detail pasti ada. Misalnya se depan. Jadi tahun '8182 itu se-nya ada jendolan. Kalau yang 83 84 itu dia flat aja. Grill juga grillnya kalau yang 81 82 garisnya tipis-tipis. Kemudian 83 mulai agak tebal. Ada fog lamp-nya. Bahkan yang 83 option. Saya gak tahu itu option apa asli, tapi itu banyak banget 83 yang pakai lampu fog lamp atau driving lamp itu 84 terakhir-terakhir grillnya mirip banget sama yang ini, tapi garisnya lebih tebal. Terkait spion. Sering banget ngelihat Lancer SL itu enggak pakai spion. Ternyata waktu masih baru kalau ngelihat iklannya aja itu mobilnya enggak pakai spion. Cuma ada option mau pakai spion tanduk atau mau beli sendiri spion di pintu. Tapi kalau yang memang senang upgrade mobil biasanya beli spion murah kami punyanya Lancer yang RS gini tapi yang trimnya GSR atau EX. Jadi ada di sini spionnya. Jadi spionnya kayak bendera gitu tapi paling benar ini sih spion yang tanduk ini. Dan warnanya harus abu-abu yang asli bukan hitam bukan sewarna body warnanya abu-abu ya. Ini velegnya pakai Advance Rally. Jadi memang Advance Rally jual di saat itu ya tahun '0-an di toko tuh ada toko veleg ada. Cuman ini kayaknya identik banget dengan Mitsubishi karena Mitsubishi Lancer 2000 EX Turbo rally-nya pakai veleg ini Advance rally. Yokohama Advan Rally tapi emang bodinya sama desain velegnya klop banget sih. Sinkron. Jadi emang keren pas itu semuanya. Offsetnya juga pas. atau mungkin memang diciptakan untuk bersama mobil ini ya. Lancer XL ini juga punya lis body yang aksennya seperti menyatu dengan bumper depan belakang. Jadi ada keliling gitu. Untuk T 8182 lis teng set tengahnya ini lis body keliling ini. Ini warnanya silver atau agak-agak chrom. Mestinya chrome ya. Kalau zaman dulu mesti mengkilat ya. Tapi karena umurnya jadi silver. Kalau yang 8384 garisnya ini yang sini keliling warnanya merah. Tetap ada sun Lan di sini. Garis tegas, pinggulnya semua ini ada aksen chrome juga. Bingkai talang air, channel handle pintu. Itu aksen chrome. Kita ke belakang. Oke, bagian belakangnya serupa nama bagian depannya. Desainnya ya secara desain wise ya. E sudut kemiringan, bentuk lampu depan belakang juga bentuknya mirip. Bentuk se ini juga mirip. Kayaknya desainnya dulu tuh kok kayaknya gampang banget sih. Cuma garis sana, garis situ. Ini kayak di mirror gitu. Padahal ya desainernya mungkin punya visi lain. Desainernya Lancer generasi 2 ini itu malah orang Itali loh. Namanya Aldo Sesano. Dia kerja di Caroeria Visore. Jadi keren banget pada saat itu Mitsubishi minta tolong sebuah perusahaan karoseri atau desain untuk merancang garis body si Mitsubishi Lancer generasi kedua. Untuk yang tahun '8182 ini ada aksen garis nih di lampunya. Baik lampu bagian merahnya sama se-nya. Ini ada garis garis halus banget. Ada di dalam gitu kesannya. Ada di dalam mikanya. Memang betul itu 8182 83 84 ini garis jadi tegas malah kayak got gitu. Nih legok masuk ke dalam gitu. Jadi ee apa ya? Enggak halus gini nih. Kerasa di pakai tangan tuh konturnya kerasa banget garisnya. Itu buat yang tahun '834. Lazimnya tidak pakai garnish. Ini garnishnya punya yang versi JDM, versi luar. Ini MTI tulisannya 1800 GSR. Biasanya punya yang GSR. Spoiler belakangnya juga punya GSR. Ini bukan fiber, bukan plastik, bukan plat. Ini asli karet. Darttailnya karet asli nih. Ini langka banget ini. Ini langka. Dan ownernya Lancer SL ini itu ngikutin gaya-gaya yang Eropa. Jadi ini memang aslinya lampu mundur. Jadi enggak di enggak di lampu utamanya ya, enggak di lampu belakang yang utamanya. Lampu mundurnya emang kanan kiri. Tapi kalau yang versi Eropa, yang kanan itu fog lamp. Yang kiri baru lampu mundur. Ini gayanya gaya-gaya kayak di Inggris gitu ya. Nasaran nih pengin lihat bagasinya manual dari dalam belum ada tuasnya jadi pakai kunci. Wah. Oh, seingat saya ini ada covernya nih. Cover bagasinya. Warnanya abu-abu tapi mungkin udah rusak ya atau hilang jadi ya udah enggak ada nih. Nah, ini yang unik juga dari Missbish Laner generasi kedua. Ban sereapnya itu ditaruhnya malah berdiri. Agak ngabisin tempat sih. Mesinya di bawah ya, tapi mungkin di bawah kaki bensin kali ya. Jadi enggak mau ditaruh bawah. Jadi ban serpek diberdiriin gini. Tricky juga sih. Ni ada satu hal. Waktu itu saya pernah dikasih tahu sama seorang teman lah, senior. Dia jago mobil juga. Dot kalau mau ngelihat Lancer SL bagasinya masih utuh, belum pernah diacak-acak itu lihat ada tiga coakan asli dari pabrik nih. Ini ini kayak dicok gitu nih. Kalau itu masih ada berarti belum pernah dias atau enggak pernah di kena tabrakan dari belakang. Kalau tabrakan di belakang kan berarti ditarik-tarik lagi bodinya dan itu pasti berubah deformasi. Nah, itu masih ada berarti nih masih asli belum diacak-acak. Lantainya juga masih utuh nih. Keren. Ngerasain jadi penumpang belakang. Sejujurnya terakhir saya duduk belakang di sebuah Lancer SL itu mungkin tahun 9, 90, 91 antara itu. Saya masih kecil soalnya bukan masih kecil sih, masih muda. Dulu orang tua saya punya unitnya tahun '82 juga warna putih. Mungkin kalau Anda pemiliknya sekarang, pokoknya platnya B1822 WL. Ini atmosfernya mengingatkan saya dulu duduk belakang sini. Dulu sih kayaknya luas-luas aja. Tapi ini oke kok ya. Cuman ya enggak ada map pocket. Sederhana banget interiornya. Kaca engkol. J ini benar-benar ingat banget memang dua bahan gini nih interiornya. Jadi yang ini kayak vinil-vinil gitu bagian kanan kirinya. Yang bagian tengahnya insertnya ini kain fabrik kayak duri ikan gitu. Enggak ada seat belt belakang, enggak ada headr belakang. Simpel banget. Dulu desainnya emang lebih menentingin fungsional sih daripada gaya-gaya. Tapi oke sih buat sekarang tubuh saya sebesar ini masih oke. Enggak kesempitan naruh-naruh barang sini ada. Kalau yang versi JDM itu ada seat belt belakang. Kemudian ada juga yang ada gundukannya. Kalau trim yang di atasnya SL mungkin yang GL atau yang GT atau GSR atau EX ini joknya belakangnya ada kayak gundukan ya enggak flat gini aja. Tapi Indonesia ya seperti ini. Cuma satu model aja. Indonesia Lancer generasi 2 tripnya SL aja. Oke sekarang nyobain duduk di depan. Ah setirnya kok setirnya terasa besar sekali ya? Oh iya enggak power steering soalnya aslinya. Tapi ini kayaknya udah power steering. Somehow saya lebih suka duduk di sini daripada di Corolla DX. sebenarnya. Dan ada satu fitur yang di Corolla DX gak ada, tapi Lancer XL ada. Tilt steering tuh bisa naik turun. Ya, ini interiornya simpel banget, semua serba kotak seperti eksteriornya. Kotak kotak rata ini juga konsol tengah juga. Nah, ini biasanya Lancer SL itu bagian sininya udah mulai botak-botak. Ini udah mulai nih, mungkin karena sering kejemur. Dan yang bagian sini nih, ini hancur biasanya kalau kejemur brol hancur nih. Karena titik-titik aslinya nih speaker. Tapi ini alhamdulillah masih utuh ini. Enggak ada yang pecah-pecah juga ya. Jadi kalau yang Lancer SL Indonesia yang tahun '81 interiornya warnanya abu-abu. Semenjak 82 sampai terakhir '84 interiornya warnanya coklat. Ada beberapa perbedaan. Kecil-kecil sih tiap hampir tiap tahun kayaknya 81 masih ada yang 4 speed. Ini udah 5 speed. Start 82 sampai 84 itu udah 5 speed. 1 2 3 4 5. Kalau yang awal-awal masih 4 speed. Terus 81 82 jamnya analog ada di sampingnya speedometer 83 84. Jamnya di sini jamnya digital. Kalau yang tahun tua karena jamnya masih analog ini apa? Ini buat nyimpan barang. Simpan koin bisa nih. Setir juga beda. 81 82 setirnya kayak gini. Palang dua ke bawah gini 84 eh sori 83 84 setirnya palang 4 gitu. Lebih keren sih. Dah ini ada fitur ventilasi udara termasuk AC yang keren menurut saya. Ini blower. Ini setelan buat ee sirkulasi udara sama yang buat ketutup. Ini ada pengaturan arah udaranya mau ke mana. Yang muka aja. Ini yang ke bawah juga. Ini yang bawah aja. Ini yang ke atas ini tuh. Ini komplit banget loh untuk eranya. Dia komplit. Ini buat ngatur temperatur ya suhu. Tapi ada satu hal lagi yang unik. Ini juga tidak hanya di Lancer, di gal sigma juga ada. Ini misalnya ini kita mau bagian depan tubuh kita sama bagian bawah kaki. Tapi yang spirnya enggak mau nih. Enggak mau kena yang udara ke kaki atau AC ke kaki itu tinggal sini ditutup nih. Nanti nih ada shagal dipilih aja nih ada control sendiri ada tuas sendiri. Ruang penyimpanannya banyak banget. Ini tadi yang kecil laci kan tuh bisa nyimpan-nyimpan ini. Tuh bisa naruh apa lagi nih? Kecil-kecil sini nih. Mungkin karcis parkir kali kalau sekarang ya. Nih ada under dashboard tray. Kalau yang versi JDM yang build up mungkin saya belum pernah lihat sih. Kalau dilihat di brosurnya zaman dulu ada. Ini di underat tuh ada juga buat nyimpan-nyimpan sendal atau sepatu itu ada. Dan ada juga yang versi konsol tengahnya tinggi. Jadi kayak ada arm resnya. Nah, itu bisa nyimpan barang juga di sini. Tapi kalau yang versi Indonesia ini tempat tempatnya taruhnya sini aja. Ini koin ini buat naruh yang kecil-kecil. Jadi konsolnya tuh lurus gitu aja. Oke, buat nyimpan barang kanan kiri di pintu ada ada map pocket. Udah itu aja sih. Interior simpel aja. Duduknya juga oke sih. Maju mundur depan belakang sama recline. Udah enggak ada lembar support enggak ada. Sederhana aja. Ada satu hal yang saya enggak terima banget di mobil ini dari dulu, dari zaman saya kecil, yaitu lampu kabin. Mobilnya udah serba kotak, serba garis lurus. Kok ya bisa-bisanya lampu kabinnya bunder. Kita lihat mesinnya. Nah, ini dia jantung mekanisnya Mitsubishi Lancer SL. Tipe mesinnya itu 4G3. unik sekali karena sebenarnya tidak ada Mitsubishi Lancer generasi 2 yang mesinnya ini. Ini hanya di Indonesia aja 4G33. Kenapa alasannya? Kayaknya nih, ini masih dugaan saya. Mesin ini serupa dengan mesin yang dipakai oleh Mitsubishi L300 bensin. L300 bensin mesinnya adalah 4G 32. Bedanya cuma CC to L300 1600. Lancer SL yang ini versi Indonesia 1400. Jadi kalau mengacu ke spesifikasi Lancer generasi kedua itu pilihan mesinnya banyak banget. Ada 1200, 1400, 1600, 1800 dan 2.000. Tapi yang Indonesia spesial banget ini 4G33 1400. Kalau yang di Jepang, Mitsubishi Lancer generasi 2 yang mesinnya 1400 itu mesinnya 4G1. 1400 juga cuma beda. Kalau yang versi Jepang tuh 1410. CC-nya ini 1440. Bedanya dikit tapi emang beda mesin. Nah, aslinya memang mesin 4G33 tidak pernah ada di Mitsubishi Lancer di manapun selain Indonesia. Teknologinya cukup canggih saat itu dibanding Corolla DX. CC-nya lebih besar 100 cc. Kalau dia udah pakai timing belt. Kalau si Toyota masih rantai keteng. Ini sudah SHC. Sedangkan kalau yang Toyota mesin K masih OHV. Itu satu step di atas. Aslinya mesinnya karbur pakai karburator single. Tapi owner mobil ini udah ganti pakai punya ini kayaknya Honda CRX ya pakai kehin. Jadi double karburatornya. Buat ningkatin performa okelah yang penting tetap karburator jadi enggak ganggu macam-macam. pengapian standar cuma ganti kabel busnya pakai blue fire, coilnya pakai MSD. Sudah dipasang power steering untuk kepraktisan mengemudi zaman sekarang. Jadi setirnya enggak berat lagi. Karena banyak banget Lancer SL yang sudah berumur setirnya kayak ada speleng. Wajar karena dia steering box itu setirnya sepeleng suka belanja-belanja kayak naik CJ itu enggak enak banget. Jadi kalau lagi tol kencang mobil kok setirnya gini-gini. Nah, itu karena steering boxnya atau steering house-nya udah enggak bagus. Memang waktu baru enak, tapi udah berumur repot deh. Udah, mendingan pakai steering box yang modern terus power steering udah oke. Nah, ini ragu mungkin Anda lebih paham ini aslinya koplingnya itu masih pakai kabel apa memang udah asli hidrolik gini ya? Saya lupa. Mungkin Anda bisa kasih komen. Kita waktunya coba jalan. Yeay, akhirnya nyobain PCBC Lancer SL. Setelah puluhan tahun enggak nyetir mobil ini. Duduk belakang sih udah lama banget, tapi kalau nyetir ya 20 tahun kali ya. Oke, jadi rasa berkendarannya beda banget emang sih sama Corolla DX ya. Tapi dia masih kaku dibandingkan sama da Suarman itu juga sekelas juga sih. Tapi bedanya kalau Duar Charman mesinnya 1600. Jadi resel tuh ada di tengah-tengah Corolla DX dan Datsu Charman LD. Rasa berkendaranya ya oke much better dari Coral DX tapi ya masih ada keras sedikit tapi ketolong sama joknya empuk, setirnya ringan meskipun ini udah power steering tapi rasanya kalau enggak power steering kayaknya ringan juga karena steir house performance-nya. Oke. Kemudian di tol juga rileks gigi lima. Oke. Karena Kor LX tidak ada. Yang gigi 5 yang di pasar K Indonesia tuh cuma 4 speed. Kalau yang versi luar ada ya 5 speed. Tapi kalau L SL standarnya udah 5 speed. Jadi di cruising di jalan tol ini saya RPM 2000 speed-nya 68 70 rileks. Jadi kalau simulasi kira-kira kalau RPM 3000 gigi 5 di tol speed-nya mungkin ya 8590 lah. Enaklah di tol. Oke, lebih pusingnya lebih santai. Tapi namanya mobil tahun '0-an suara dari sekitar ya masuk nih. Mungkin karet-karet pintu udah mulai berusia. Jadi udara udara dan suara dari luar yang masuk. Apalagi nih mobil ini ganti karburator doble open filter lagi. Jadi ya pas kita ngegas tuh suara udara masuknya kedengaran banget. Surprisingly masih masuk akal di tahun 2025 nyetir Lancer SL itu masih oke. Di saat sudah banyak mobil modern, EV enggak ada suaranya, nyetir Lancer XL menyenangkan banget. Torsinya oke loh. Jadi mesin 4G33 itu tenaganya sekitar 80 sekian lah. 80-an lah ya. 80-an HP. Ini torsinya juga 100 di atas 110 lah. 11 ya newm. Jadi enaklah gigi 3 4 shifting tuh enak. Gigi lima buat nurin RPM ini yang diinjak lagi udah enggak terlalu terasa. Tapi gigi 34 tuh enak banget. Kecepatan 80 rpm-nya enggak nyampai 2.500. Oke loh. Dan visibilitasnya semua kelihatan menyenangkan sekali karena pilar A-nya masih kecil ngelihat sekeliling enak semua. Ini emang nikmat mobil zaman dulu ya. Sisibilitas terjamin ya. Kaki-kakinya ya agak kaku-kaku dikit. Kalau pakai shock breaker yang mantap ya, Bill Stain gitu ya. Mungkin lebih enak lagi. Ini mungkin masih standar mungkin ya. atau udah ganti saya enggak tahu belum ngecek juga belum nanya juga sama yang punya ini kaki-kakinya masih standar atau udah modifan tapi mantap sih mungkin ketolong juga rasa mantapnya dari bannya yang cukup tebal ya bannya kan agak gendut gitu ng-edonat tuh enak mungkin kalau saya enggak sendiri rameai gitu ya berdua bertiga mungkin lebih enak lagi rasa berkendaranya tapi sure food saya enggak megang setir oke enggak ke mana-mana enggak keluarin-keluar berarti steing house-nya masih oke Di Indonesia tidak hanya SL aja yang terlihat di jalanan Indonesia ya. Lar generasi kedua ada yang GSR. Jadi Pak Pemret Motomobi News itu dulu zaman dulu dia ikut rally pakai Lancer 1800 GSR ikut rally dia. Terus Om Acit orang tuanya pakai Lancer XL juga. Orang tua saya juga sempat pakai Lancer XL. Orang tuanya eki videografer. pakai Lancer XL juga. Orang tuanya Om Fox juga pakai Lancer XL. Jadi kayaknya banyak banget orang zaman dulu pakai lancer XL. Sama aja kayak orang pakai Toyota Corolla DX zaman dulu ya. Banyak itu orang tidak disangka bahwa trueya Motomobi itu juga zaman dulunya orang tuanya pada pakai Lancer SR juga. Oke, jadi koin di Indonesia GSR ada beberapa EX turbo. Saya pernah lihat sekali putih warnanya tapi enggak dipakai rally tuh speknya udah siap rally ya tapi enggak dipakai rally yang GSR ada beberapa ada satu kenalan saya juga yang pakai GSR cakep penasaran saya juga pengin lihat sih warnanya kalau enggak salah putih juga tapi rata-rata emang lancer generasi kedua tuh warnanya dulu ya waktu dijual tuh banyak yang putih, biru, coklat. Iya, kayak gitu. Abu-abu ada, orange ada juga. Jarang sih di pemilihan warna lumayan. Oke, jadi gimana prospeknya Lancer SL di tahun 2025 ini? Ya, kalau Anda menemukan kondisi yang masih kayak gini, masih proper, dipelihara oke juga. Under deal masih ada apalagi urusan engine-nya juga serupa dengan mesin Mitsubishi L300 bensin. Jadi kayaknya under deal enggak ada masalah deh. Cuman memang lagi-lagi tipikal mobil tahun '0-an, mobil Jepang tahun-an satu pasti rontan keropos. Jadi kalau bodinya udah capek keroposan mending tinggalin atau kalau emang Anda berani untuk ng-restore bodinya monggo silakan. Kedua, usahakan printilan fisiknya baik interior maupun eksterior itu komplit. Itu aja dulu. Kalau mekanikal enggak ada masalah kayaknya sih. Ada semua. Terus, nah ini juga tricky juga nih. Kalau Anda ingin dandanin silanser SL ini pakai barang-barang period korek susah loh. Di luar juga susah. Di Jepangnya kayaknya udah jarang banget. Paling dekat paling Filipina atau Thailand. Indonesia susah banget kayak spoiler belakang, spion tanduk, veleg advance rally atau gimana itu udah susah loh. Jadi kalau misalnya Anda bisa dapetin satu persatu barang-barangnya, menemukan mobil yang tepat, lengkapin kemudian rawat dengan baik. Harganya Lancer SL tuh kita lihat di marketplace atau di pasaran gitunya kondisi yang bahan banget yang belasan juta atau Rp juta itu ada yang orisinil banget ya. Pasti udah ratusan juta. Pasti di atas R juta malah ya. Yang tengah-tengah itu kayak gini ya mungkin ya pasti di atas 40 lah. Mungkin Rp juta, Rp0 juta, Rp0 juta mungkin oke. Tapi ya daripada Anda ngebangun mendingan beli yang udah oke, udah jadi, bagus gitu ya. Enggak perlu yang orisinal banget low kilometer itu malah sayang. Enggak dipakai malah sayang. Mending yang terawat dengan bayi kondisinya masih bayi masih normal semua. Oke, yang ini kata ownernya sih ya. Kalau ada yang nawar harganya bagus dijual. Anda minat kontak aja DM kami nanti kita sampin ke ownernya. Perjalanan bisnis otomotif Mitsubishi di Indonesia kurang lengkap tanpa dibantu oleh penjualan Lancer SL. Setidaknya kehadiran mobil ini memberikan pilihan untuk konsumen yang menjadi sasaran empuk Toyota dan Honda. Tidak semua orang suka dengan penampilan eksterior Mitsubishi Lancer SL karena kalau dilihat dari samping bagian depan dan belakangnya seperti sama saja. Jadi maju atau mundur itu seperti sama. Heran. Saat ini menemukan Mitsubishi Lancer SL yang masih kondisi prima sangat sulit. Banyak yang bodinya sudah babak belur atau interiornya banyak kekurangan. Ditambah lagi ketersediaan komponen eksterior pun semakin langka. Tapi kalau urusan mesin tidak perlu khawatir karena bisa tukar pakai dengan Mitsubishi L300 bensin. Unit yang hadir di markas kami ini tergolong masih sangat oke. Apabila Anda ingin memilikinya, haha tunggu apaagi? Semua ini adalah opini pribadi saya dan paman-paman itu. Kami tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motom Mobi, Mobi, dan Mes Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda, dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton. We
