Jungkat

MITSUBISHI OUTLANDER PHEV | Kenapa Gak Masuk Indonesia? (YouTube Video)

  • 11/11/2025

Outlander cuma 600 jutaan. Iya, ini cuman terjadi di Jepang. Outlander kenapa ternyata Outlander yang ini itu tidak masuk ke Indonesia? Karena kalau masuk Indonesia harganya bisa dua kali lipatnya. Iya. Aller Pf yang di Jepang ini harganya cuma 600 jutaan dan banyak benefit-benefitnya lah ya. Kayak misalnya PEF itu kan bisa dicas gitu ya, kita dalam kota enggak usah pakai bensinnya, udah gitu ada V2L-nya. Cuma memang di antara mobil ini dan mobil Cina memang ini teknologinya masih kalah. Cuman yang namanya Mitsubishi enak mobilnya. Mamang pernah coba yang namanya Outlander yang sebelumnya, generasi sebelumnya dan sekarang itu harganya jatuh banget. Tapi itu mobilnya enak sebetulnya dan mobil itu kencang. Iya. Dan yang paling menarik sebetulnya bukan itu aja karena dia mesinnya itu ternyata di dunia banyak. Ada tiga jenis. Ada Outlander PF yang seperti ini pakai 4B12 dia pakai allw wheel drive gitu ya dan dikombine dengan hybrid-hibridnya. Dan yang paling menarik sebetulnya adalah dia ada juga versi yang pakai mesin 4B40 alias mesinnya Destinator ya. Itu keren banget. Kalau misalnya ada mobil ini pakai mesin destinator itu keren [tertawa] tenaganya gitu ya. Kalau yang Outlander PF gitu sebetulnya enggak gede-gede amat. 160-an horsep juga. Terus pakai tors-torsinya cuman 230-an ada di situ tulisannya gitu ya. Ya enggak gede-gede amat cuman sebetulnya tuh mobilnya kencang gitu dan gesit. Mamang senangnya Outlander itu yang sebelumnya gesit. Yang ini mama enggak tahu, belum pernah coba gitu ya. Bentuk depannya memang enggak begitu berbeda kalau di secara singkat. Cuman ada perbedaan. Kalau yang ini yang baru, yang generasi keempat, dia udah bulat-bulat seperti ini gitu. Kalau yang sebelumnya itu ada ada runcing-runcing kalau udah bulat-bulat cuman ya dia pakai aura-aura yang sama gitu. Pelegnya keren. Pfai bridstone 25545 ring 20. Motif velegnya model 2 ton seperti ini. Ada tulisannya plugin EV. Panjangnya juga memang suka. Ini mobilnya enggak terlalu panjang-panjang amat. Dia panjangnya hanya 4,7 m dengan webbase 2,7 m. Ya, untuk dalam kota masih gesit-gesit aja. Dan senangnya dengan panjang seperti ini gitu ya, dia masih seven seater sama seperti generasi sebelumnya. Itu dia. Makanya ini destinator saudara abangnya yang lebih gede lah badannya. Nah, nih ada krom-kroman gitu ya. Kalau outer tuh ada kemewah-mewahannya gitu. Terus body-bodinya tuh seperti kayak yang keker bulat gitu. Asik belakangnya. Nah, ini belakangnya tuh berbeda dengan yang sebelumnya. Lebih clean, lebih modern. Cuman yang ini tuh kalau yang sebelumnya tuh kakak pipih gitu ya. Kalau ini tuh lebih ditarik ke atas dilebarin dikit gitu kelihatannya kelihatannya desainnya seperti itu. Ada topi belakang tback lamp antena hi wiper di fogger udah lengkap sensor-sensor belakang udah LED semua tuh ya LED enggak ada yang pakai bal. Kita lihat bagasinya. Ah kan nih gini nih belakangnya Outlander Pf. Mana bukanya? Nah, enggak tahu kan? Apa? Apa yang nomor dua aja harusnya. Ih, bener. Ih, tuh kan gitu aja. Nih, ada bagasi lagi kalau misalnya baris ketiganya itu dimunculin. Cuman memang baris ketiga ini kayak semacam bonus ya sini ya. Enggak seperti destinator yang dibuat benar-benar untuk penumpang ya. Ini agak-agak sempit nih kelihatan. Lihat sini tuh. Mama enggak mau masuk ah. Tuh lihat sempit banget kalau ini. Enggak curang headnya dong. Hmmnya ini gimana sih? Naikin. Nah. Nah, kayak apa ya? Kayak naikin talenan. Buat setrika itu. Buat setrika naikin talenan tuh lucu banget. [tertawa] Turunin lagi ya. Bonus ini. Terus dua. Oh, enggak. Jangan kasih tahu. Tiga. Ini bisa jadi apa coba? Benar. Ini bisa jadi ini piknik-piknikan gitu ke belakang ngadapnya. Pasti ada tombol lagi. Eh, enggak bisa nih modenya. Apalagi nih? Empat. Eh, enggak bisa dah. Terus eh. Enggak bisa. Empat. Empat. Kasih tahu enggak ya? Empat. [tertawa] Kasih tahu. Ayolah. Nomor tiga sama nomor empat ditarik barengan. Nomor sama nomor at tarik barengan. Oh, iya gitu ceritanya. Ah, gimana sih reviewer? Masa enggak tahu? Baca pokoknya [tertawa] ya. Masukin aja. Terus mamang udah dapat gizi-gisinya karena sound systemnya by Yamaha ya ya. Nah, di sini senang ya kalau yang mobil gitu ya, ada V2 L-nya nih. Ada colokan tuh. Colakannya colakan rumah ini tuh bisa digituin doang ya. Tahu enggak ini nih. Tuh kita butuh space untuk bagasi lebih luas. Tinggal tarik aja nih tuasnya jadi flat sampai ke row kedua. Keren banget. Enggak kayak Toyota ya. Ini tuh hening. Kita coba lihat biar enak aja lihatnya gitu. Sepertinya sama. Terus ini gimana caranya itu? Coba eh videografer cobain naik C. Nah, dah. Oke, kita masuk ya. Ini ya kursi-kursinya tuh kulit kulitnya tuh kulit yang bagus walaupun artisan ya maksudnya sintetik gitu. Cuman ini bagus pemilihannya. Terus ada pori-porinya, ada grunjul-grunjulnya. Di trim pintunya juga empuk-mempuk semua. Ada sound system by Yamaha ditulis semua dari Twitter sampai speakernya. Terus juga ada privacy-nya. Eh, tuh jadi lengkap. Jadi kebayang enggak sih kalau pakai mesin Destinator harganya pasti terjangkau? Oh, duduknya enak. Mamang tahu sih kalau Outlander di belakang duduknya enak. Nih kita tutup ya. Hah, lima jari. Headro juga oke. Kaki bisa. Ah, enggak enggak begitu bisa masuk nih ke dalam nih. Tuh, cuman di sini tuh duduknya agak dingklik dikit. Joknya tuh empuk, tapi enggak empuk-empuk amat gitu yang agak-agak kaku ngeblesek tapi et udah berhenti gitu. Tipis busanya cuman empuk. Hah, ada amres. Jadi sandaran yang untuk row eh yang di tengah itu bisa dijadiin amres tu ya. Ada cup holdernya juga. Terus di atas ini ada lampu-lampuan tuh. Sini enggak ada enggak ada AC-acan. Enggak ada sunroof-nya sama sekali. Kalah sama destinator ya? Iye enggak ada ini. Tapi ngapain kalau di Jakarta enggak perlu nih? Di bawah juga sediain heater seat-nya juga ada temperatur untuk di blower belakang. Berarti ini adalah triple blower. Saku-saku untuk handphone. Sebelah sini ada casan USBC 2. Lihat bawahnya lagi apa nih? Ada ada colokan listrik lagi rumahan. Duduknya udah enak sih posisinya udah enak cuman kurang begitu luas ini. Padahal ya di belakang harusnya ada. Wajar ini karena panjangnya hanya 4,7 man. Kita lihat ke depan. He di mana-mana. Pf. Dia bangga banget ya karena memang si Outlander ini merupakan salah satu prinintisnya Pv atau plugin hybrid. Oke, setirnya seperti ini nih. Coba kita dekatin kulit-kulitan. Sebelah sini adalah untuk adas-adasnya. Sebelah sini adalah untuk entertainment. Nih si speedometernya kayak gini aja nih. Simpel kayak cuman EV-nya 10 KW. Terus juga ada baterainya, posisinya, terus bensin. Nah, ini kalau misalnya kita pakai mode EV itu bisa berjalan sejauh menurut di wiki itu 80-an km. Cuman kalau di Jepang sendiri itu sampai 102 km tuh ya ngetesnya kalau di Jepang. Di Jepang. Terus juga dia punya head unit yang lebar cuman agak pipih gitu. Ini model-modelnya seperti si Destinator juga itu ya. Ada misi-bisi connect dan segala macam. Ada navigasinya embed gitu juga ada radionya, ada ee status-statusnya, terus juga setting-settingan. Ini berbahasa kanji. Semua memang tidak mengerti, Guys. Ada GPS gitu ya. Terus juga ini pasti udah Android Auto, Apple CarPlay lah. Kalau Indonesia sih begitu nih. Ini masih ada sangkut pautnya dengan mid yang ada di Speedo nih ya. Masih ada tombol-tombolan. Mamang suka sekali karena ada tombol volume yang masih fisik seperti ini. Di Jepang nih. Terus ya yang namanya Outlander dulu yang tanpa embel-embel Yamaha pun audionya tuh enak banget yang Outlander sebelumnya padahal dia enggak pakai Yamaha gitu, enggak ada. Apalagi sekarang dipakaiin Yamaha. Tombol power start shop ada di sebelah sini dan di sini ada tulisan-tulisan gimana caranya mengoperasikan Bluetooth, playback adventure dan segala macam tuh ada semua tuh sampai dijelasin ya. Di sini adalah AC yang dual zone, USBC, ada dua buah, ada HD, HDMI ya. Pasti kenapa di Jepang tuh ada HDMI ya? Nih ada power socket 12 volt juga. Transmisinya mirip-mirip juga dengan seperti Outlander sebelumnya nih. Ada P RND, B gitu. Sini please do not touch. Touch aja nih di sini nih. Touch maksudnya ini, Guys. Aduh, gimana sih? Nah, ini adalah mode-mode drive train dan mode si drive mode-nya udah lengkap dan dia penggeraknya tuh all wheel drive gitu. Nah, sebetulnya tenaga yang tadi tuh enggak begitu gede gitu ya. Mamang bilang kan cuma 160-an horsepower, e 230-an newm. Cuman sebetulnya dia terbagi lagi menjadi di dua roda itu bisa dipisah-pisah gitu. Bisa dilihat di situ nanti speknya. Jadi ada yang di depannya tuh ada yang 160 belakangnya 100 horsepow. Jadi pembagiannya nanti terserah si Outlandernya. Dari tadi Mamang nyeritain si teknologinya, sekarang Mamang ceritain tentang dashboard. Dasbardnya empuk-empuk semua tuh. Empuk-empuk semua sampai ke pintu-pintu juga empuk-empuk. Joknya juga empuk. Terus pengaturannya juga elektrik. Tuh. Tuh atas depannya doang head adjuster. Terus sama si kursi hamil sendiri ada lumbar supportnya. Dah di belah sini ada tempat nyimpan lagi tuh. Weh di sini juga ada USB sih. Tuh satu biji di dalam. Dah di atas tuh ada lampunya juga. F mirror. Dan di sini ada lampu-lampu yang sangat terang nih, LED semua. Warnanya itu enggak putih tapi amber. Jadi enak dilihatnya warm gitu. Di belakang itu ada spion belakang, ada kamera belakang juga. Kalau kamera mundur juga pasti ada di sini kepisah jadinya. Ada dual ini untuk membuka bagasi belakang, nyalain listriknya, buka tangki bensin segala macam. Nih, ini lock ini kalau misalnya lagi dicharge ini di-lock lock jadi enggak bisa kebuka. Kita lihat depannya ya si pengisiannya di sebelah mana. Jadi kalau pengen ngisi listriknya itu ada di sebelah sini ini lebih gede. Terus kalau pengen ngisi bensinnya itu di sebelah sini dan ngisinya tuh enggak bisa kenceng-kenceng. Kalau P Outlander itu cuman pakai AC doang yang sekitar 7.000 1000 watt atau 7 kWh gitu yang masuk dan itu pun berlangsungnya 5 jam. Jadi gimana? Senang enggak sama Outlander PF? Kalau Mamang sih dengan desain seperti ini mamang suka karena berbeda sendiri.

Lihat di YouTube