Jungkat

Mitsubishi Xpander 2025: Facelift Kedua Yang Cukup Serius (YouTube Video)

  • 03/07/2025

Saya jadi teringat pada saat saya pertama kali beli Expander tahun 2017, Expander di-engineer secara serius oleh Mitsubishi bahkan 8 tahun sejak kemunculan pertamanya. [Musik] Bantingannya halus, kemudian handling-nya juga tetap bagus dan stabil. Kabinnya juga lega. Menyetirnya pun fun. 2017, Mitsubishi Xpander pertama kali muncul di dunia. 2025 masih ada mobil ini bahkan melakukan facelift lagi. Total sudah dua kali facelift yang dilakukan oleh mobil ini. Pertanyaannya, apakah mobil ini masih menggoda? Apakah mobil ini masih memiliki taji yang akan menggoda calon konsumen untuk membeli mobil ini? Jadi di video kali ini sudah hadir dua tipe teratas Xpander terbaru dan kami akan sampaikan detailnya ke Anda dan juga akan membawa mobil ini ke jalan untuk me-emind lagi bagaimana rasanya dan apakah masih relevan untuk melawan rival-rivalnya yang mungkin saja sudah lebih modern. Inilah tes lengkap dari Mitsubishi New Expander. Jadi, ada tiga varian trim dari Expander terbaru ini. Ada GLS, ada Ultimate yang paling tinggi, dan di tengah-tengahnya ada exit. Tapi exit-nya berbeda. Beberapa saat yang lalu kami pernah membuat video mengenai Mitsubishi Xpander Exited yang mana itu pilihan yang lebih menarik bagi Anda yang tidak ingin banyak kelengkapan, tidak ingin selengkap ultimate tapi lebih ke arah fungsional tapi tetap ee lebih mewah dibandingkan versi standar. Dan ternyata peminat video itu banyak sekali artinya banyak sekali yang suka dengan varian Exit. Nah, exit di facelift terakhir dari Expander ini naik kelas menjadi exit Tourer. Exit Tourer ini adalah exit yang fiturnya sudah makin mendekati ke ultimate, tapi harganya masih renyah, tidak sampai Rp300 juta. Rp297,9 juta untuk yang varian transmisi CVT. Sedangkan untuk yang manualnya kira-kira Rp9 juta lebih murah. Nah, untuk yang ultimate ini tetap dihadirkan sebagai flagship-nya dari Expander dan harganya adalah Rp337,8 juta untuk yang transmisi CVT. Sedangkan untuk yang varian manualnya sekitar Rp15 juta lebih murah. Sekarang kita akan lihat satu persatu. Kita akan lihat dulu varian barunya yaitu Exit Tour. Harus diakui walaupun usianya sudah 8 tahun, Expander ini masih ganteng. Dari pertama kali keluar mobil ini sudah menarik perhatian bentuknya. Dan dengan facelift yang pertama, hadirlah lampu model T-ship seperti ini yang langsung mengubah karakter tampilan depannya menjadi semakin modern. Nah, setelah facelift kedua ini, grillnya pun sekarang diganti dengan model yang berbeda. Sekali lagi, desain adalah masalah selera, tapi yang jelas ini memberikan perbedaan antara yang sudah facelift kedua dan yang sebelum facelift atau baru facelift pertama. bentuk dynamic shield-nya tetap dipertahankan dan dari depan mobil ini wow tetap layak dijual sebagai ee mobil baru gitu. Desainnya masih yang paling keren di kelasnya. Kemudian selain grill, perubahan berikutnya adalah veleg yang sekarang menggunakan motif dual tone. Nah, dual tone ini akan menambah nuansa lebih mahal di penampilan luarnya. Jadi untuk yang exit tourer sekarang sudah dual tone. Sedangkan yang GLS varian di bawahnya itu masih single tone. Tapi velegnya juga berubah tampilan. Nah, kalau kita lihat lebih dekat lagi, bagian inilah yang membuat karakter XAnder itu menjadi tetap yang terganteng di tahun ini. Kita lihat eh Aero Blade Skirt-nya. Ini model baru dengan warna yang tidak dicat. Jadi, ini warna yang hitam dove benar-benar gagah. Serta yang menambah gagah lagi adalah lampunya ini hitam dalamnya. Black LED light frame-nya. Dan frame-nya ini juga dengan frame extension berwarna hitam sehingga mobil ini bukan hanya modern tapi juga gagah. Walaupun sebenarnya ada varian yang lebih gagah lagi yaitu Xander Cross, tapi di Expandernya saja sudah cukup garang tampangnya. Bagian belakangnya lampu tetap sama. Ini diambil dari facelift yang pertama tapi perbedaan adalah di bumper belakang bagian bawah ini dengan desain juga yang agresif. Satu kritik ini udah keren, ada Xander, ada Mitsubishi, ada Exit tapi tournya ini cuman stiker gitu ya. Jadi ada kesan kayak ee merendahkan ongkos produksi gitu ya. Padahal kalau misalnya is tournya juga dengan emblem seperti ini cuman mungkin lebih kecil mungkin terlihat lebih proper lah. Tapi secara keseluruhan dari depan samping belakang mobil ini masih enggak kalah dengan rival-rivalnya dalam hal penampilan. Bahkan mungkin kami pikir ini masih salah satu yang terbaik tampilannya. Untuk mesin seluruh varian expander terbaru ini masih sama mesinnya 4 silinder 1500 cc injection yang menghasilkan tenaga 105 PS dan torsi 141 Nm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke dua roda depan lewat dua pilihan transmisi, manual 5 speed atau otomatis CVT. Nah, yang menariknya kalau di varian Ultimate, varian CVT itu sekitar Rp15 juta lebih mahal dibandingkan yang manual. Tapi di Exit ini, Exit Tourer, varian otomatisnya hanya berbeda sekitar Rp9 juta. Jadi, bagi Anda yang memang gemar nyetir otomatis ini tidak terlalu berbeda harganya dibandingkan yang manual. Untuk interior, Expander Exit Tourer ini kualitasnya meningkat dibandingkan Exit sebelumnya. Kita lihat dulu dari warnanya sekarang hitam. Jadi tidak mudah terlihat kotor, kemudian juga lebih simpel tapi sebenarnya memiliki fitur-fitur yang lebih berkualitas. Ini ada LCD 4,2 inci mid-nya di antara dua buah dial ini juga informasinya sangat mudah terbaca dan banyak informasi yang ditampilkan di mid itu. Terus kemudian head unit sekarang menjadi 8 inci dengan semua konektivitas terkini yang dibutuhkan. Kemudian jok ini fabrik tapi dengan bahan yang menurut Mitsubishi lebih berkualitas dan lebih durable dibandingkan sebelumnya. Kemudian setirnya sekarang bentuknya keren, gagah, trepoke. Dan menurut Mitsubishi pemilihan setir Trpoke ini berdasarkan hasil survei di mana sebagian besar konsumen di Asia Tenggara lebih menyukai bentuk setir seperti ini karena enak untuk dilihat dan juga enak untuk digenggam. Posisi mengemudi tetap sama dan itu bukan berita buruk karena Expander itu bisa teil dan teleskopik serta posisi duduknya memang sudah sangat ergonomis untuk ukuran low MPV. Lainnya enggak banyak berubah, tetap kabin yang menyenangkan dengan dial-dial AC yang e besar. Memang AC-nya belum climate control apalagi dual zone, tapi ini pengoperasiannya sangat sangat mudah. Kemudian sekarang di varian exit Tourer hadir juga rear view kamera sehingga Anda bisa lebih aman ketika Anda parkir. Serta kalau sebelumnya di exit itu kita masih memakai kunci biasa anak kunci dan eh men-starter seperti biasa. Ha sekarang sudah dengan keyless smart key. Jadi tinggal dikantongnya aja dan sudah ada start stop button. Jadi semakin mirip dan semakin dekat dengan varian ultimate. Sekarang kita ke belakang. Karena tidak ada perubahan body, makanya duduk tengah dan duduk belakang space-nya tetap sama. Dan sekali lagi bukan berita buruk karena ini posisi mengudi saya. Saya tingginya 177 cm dan masih lega. Kakinya kursi ini juga bisa di maju mundurkan. Bahkan posisi paling maju juga belum mentok. Kalau misalnya Anda ada orang di belakang, cukup majukan sedikit seperti ini. Dan di belakang juga sudah cukup untuk orang dewasa. AC ini ada empat buah ventilasi untuk AC double blower-nya sehingga sampai belakang itu akan sangat eh memadai pendinginan ruangannya. Nah, yang baru di Exit Tourer ini adalah headr. Nah, ini jadi ada headr untuk di kursi tengah. Jadi kalau misalnya Anda bawa tiga orang penumpang di tengah, yang tengah ini akan memiliki unsur keselamatan yang lebih baik. Sayangnya tidak ada USB slot di belakang. Aduh, sayang sekali. Padahal USB slot itu ee fitur yang tidak seberapa harganya tapi akan sangat-sangat berguna. Bahkan jangan hanya satu, mestinya dua. Sedangkan di depan untuk exit tourer ini juga hanya ada 12 volt dan 1 USB C slot. Semestinya Mitsubishi bisa menambahkan USB slot lebih banyak ya. Walaupun sekarang teknologi powerbank sudah murah dan banyak yang besar, tapi ee akan lebih menyenangkan kalau di mobil itu ada banyak slot USB. Nah, itu dia ubahan di bagian eksterior dan interior dari Mitsubishi Xpander Exit Tourer yang menggantikan varian Exit. Yang jelas mobil ini naik kelas tapi masih bisa harganya dijaga di bawah Rp300 juta. Sekarang kita akan lihat ubahan yang dilakukan pada flagship Expander, yaitu Expander Ultimate. Ini dia varian tertingginya Expander Ultimate. Saya jadi teringat pada saat saya pertama kali beli Expander tahun 2017. Ketika itu baru launching, bahkan sebelum launching saya udah SPK dapat pengiriman pertama dan waktu itu varian yang saya pilih adalah yang ultimate. Dan saya puas sekali dengan mobil tersebut tapi saya jadi berpikir exit Tourer yang tadi sudah saya ee terangkan detailnya itu sebenarnya speknya jadi lebih tinggi dibandingkan Ultimate pada saat pertama kali keluar di 2017. Tapi sekarang itu menjadi varian exit Tourer. Sedangkan varian ultimate-nya lebih lengkap lagi fiturnya dan jauh meningkat dibandingkan pertama kali keluar sebagai ultimate di tahun 2017. Oke, pertama kita lihat dari bagian depannya. Ini bahasa desainnya sama ultimate dan exit tour dynamic shield kemudian dengan grill model baru. Lampunya juga LED T-shape dan sudah menggunakan eh DRL LED serta lampu se-nya ada di atas. Tapi yang berbeda karena ini adalah varian ultimate artinya harus terlihat lebih mewah untuk orang-orang yang menginginkan yang terbaik. Ketika beli Expander maunya yang terbaik makanya harus dilakukan sejumlah ubahan. Nah, yang pertama adalah satin chrome yang ada di atas grillnya ini. Jadi, satin chrome ini menambah kesan lebih modern dan lebih mahal. Kemudian ada cat yang disematkan di bagian bumper bagian bawah ini. Aero blade skirt-nya. Kalau di Exit Tourer itu semuanya dove. Tapi kalau di ultimate ini di atasnya diberi cat. Serta ini grillnya juga sudah dicat dengan warna hitam metalic. Kalau grillnya itu setara dengan yang exit tourer. Kemudian fog lamp-nya. Kalau di exit Tourer itu masih menggunakan lampu halogen. Eh, kalau di Ultimate ini sudah menggunakan LED bahkan untuk fog lamp-nya. Jadi ukurannya lebih kecil, nyalanya lebih terang, dan warna nyalanya itu putih. Jadi keren sekali pada saat menyala. Dari bagian samping sebenarnya relatif sama dengan varian Exit Tourer. Velegnya juga e 2 ton dan modelnya baru untuk facelift kedua ini. Bannya ukurannya juga sama 2055 R17. Kemudian di bagian belakang juga sama ada bumper belakang bagian bawah yang baru. Tapi bedanya kalau di Exit Tourer dibiarkan hitam dove. Untuk di ultimate ini bagian atasnya dicat abu-abu tua. Sedangkan untuk bagasi dari Mitsubishi Xpander Ultimate maupun Exit Tourer ini tidak ada perubahan dari sebelumnya dan keduanya memiliki ruang yang cukup luas untuk barang-barang Anda. Nah, di belakang tentu saja kalau masalah kelegaan sama seperti Tourer. Kemudian bahan joknya juga sama, sekarang ditingkatkan kualitasnya menjadi high grade dan headr di bagian tengah ini juga sama seperti exit tourer ditambahkan setelah facelift ini. Dan sama seperti exit tourer juga, ini bisa diubah menjadi armr ketika tidak ada penumpang tengah. Tapi ketika ada penumpang tengah dengan adanya headr ini penumpang tengah akan lebih nyaman dan lebih aman. Kemudian untuk airbag varian Ultimate ini juga memiliki en buah airbag dan ada satu lagi kalau sebelumnya saya komplain mengenai tidak ada USB slot di varian exit tour di bagian belakangnya yang ini ada lengkap pula ada USB AC. Nah, mestinya itu hadir di semua varian tapi it's ok lah. Minimal di Ultimate ini ada untuk USB slotnya baik A maupun C. Bagian depannya ini banyak berbeda dengan varian Exit Tourer ya. Selisih harganya sekitar Rp40 juta dan Anda bisa melihat selisih itu akan worth it ketika Anda melihat bagian dalamnya. Yang pertama AC-nya bukan lagi model tuas putar, tapi sudah menggunakan tampilan digital dan tuasnya seperti ini. Kemudian mobil ini instrumennya bukan lagi menggunakan dua buah jarum untuk takometer dan speedometer. Bahkan tidak ada jarum sama sekali karena full LCD layarnya 8 inci benar-benar full dari kiri sampai kanan itu semuanya digital tidak ada analog lagi sama sekali dan ini informasinya jadi semakin banyak yang bisa ditampilkan serta readability-nya atau keterbacaannya itu juga sangat mudah. Ini membuat tampilan mobil ini jadi langsung sekian tahun ke depan gitu. Jadi seperti ee lebih futuristis dibandingkan yang Exit Tourer. Kemudian head unitnya kalau di Exit Turer itu 8 inci, di sini 10 inci dan bukan hanya ukuran yang lebih besar tapi juga fiturnya lebih lengkap. Oke, konektivitas sama ada Apple CarPlay, Android Auto, bahkan ada weblink di sini, tapi juga ada fitur baru yaitu ada pitch-nya, ada roll-nya, ada altimeter untuk mengukur ketinggian, kemudian ada kompas sehingga membuat mobil ini terasa lebih siap untuk berpetualang, lebih siap untuk adventure, lebih bagus ini tampilan ee head unitnya. Masih ada lagi rem tangan sekarang sudah tidak lagi menggunakan otot, tapi menggunakan masih sih, masih menggunakan otot, tapi otot jari aja karena dia sudah rem parkir elektrik dengan fitur auto hold. Setirnya sama baru three spoke, tapi untuk varian ultimate ini sudah dilengkapi dengan cruise control. Dan pada saat kita bermanuver, kalau di Exit Tourer itu hanya ada kamera parkir ke belakang, di Ultimate ini sudah ada kamera 360. Jadi bisa melihat ke sekeliling mobil membuat manuver parkir menjadi lebih aman dan lebih mudah. USB slot ada dua bukan hanya satu. Di Exit Tourer kan satu. Kalau di ultimate ini ada A dan ada C juga. Jadi total ada empat. Di belakang ada A dan C, di depan ada A dan C. Masih juga ada soket 12 volt. Dan masih ada juga wireless charger. Jadi enggak usah takut kehabisan baterai eh gadget Anda di mobil ini. Posisi duduk sama seperti exit tourer, sama-sama ergonomis, sama-sama bisa diatur tilt dan teleskopik. Bangku juga bisa diatur tinggi rendahnya. Nah, tapi ada satu ubahan lagi yang tidak terlihat. Expander sekarang menggunakan teknologi yang diambil dari Expander Cross. Yang ini sebenarnya juga diambil dari Lancer Evolution. Karena seperti kita tahu sedikit reminding, mobil ini menggunakan sistem suspensi terutama di bagian belakang itu yang diambil teknologinya dari Mitsubishi Lancer Evolution. Nah, sekarang ada fitur active YO control AYC yang tadinya hanya ada di Tenser Evolution, kemudian Epander pertama kali yang dapat itu Expander Cross, tapi sekarang juga masuk ke Expander Ultimate. Nah, Active VI control ini akan membuat pengendaraan itu semakin mantap, semakin nyaman, dan yang jelas manuver itu akan semakin presisi sehingga menambah unsur keselamatan di jalan raya. Nah, sekarang kita langsung jalan untuk mengenang lagi rasa berkendara Expander dan tentunya saya mau coba juga active yow controlnya di mobil ini. Let's go. Udah lama ya saya gak nyetir Expander. Kebetulan Xander saya juga udah dijual dan pertama kali nyetir ini langsung teringat lagi memori di tahun 2017 ketika saya pertama kali ngetes Mitsubishi Xpander. Saat itu Xander benar-benar mengalahkan jauh semua rivalnya dalam hal kualitas berkendara. Bantingannya halus, Kabinnya juga lega. Menyetirnya pun fun untuk ukuran MPV. Terasa sekali eh teknologi suspensi dari Mitsubishi Lancer Evolution itu membuat mobil ini menjadi MPV yang pengendaliannya terbaik di kelasnya sekaligus juga kenyamanannya. Nah, sekarang 8 tahun kemudian mobil ini masih terasa sama dalam hal yang positif. Bantingannya halus untuk ukuran MPV. Kemudian pengendaliannya tetap bagus. Bahkan mestinya di pengendalian yang lebih ekstrem dia akan lebih bagus karena ada active YO control. Tapi itu nanti akan kita coba. Nah, tapi memang kalau untuk sekarang dia tidak lagi seperti kelas di atasnya karena rival-rivalnya yang baru bermunculan dengan peningkatan di kualitas berkendara juga. Tapi saya bisa bilang Expander masih belum kalah. Bahkan masih ada rival-rivalnya yang lebih baru dari Xpander. Tidak seenak ini mobilnya. ini tuh masih sangat dewasa semuanya. Bantingan suspensinya dia juga hening, posisi nyetirnya enak, pengendaliannya itu stabil tapi ya dia memang jadi up to date atau jadi ya terasa seperti low MPV yang proper. Tidak lagi seperti kelas di atasnya, tapi seperti low MPV modern. itu membuktikan betapa pada saat Mitsubishi merancang mobil ini 8 tahun lalu, bahkan 8 tahun lalu itu mlaunching ya, merancangnya sudah lebih lama lagi. Ini future proof sampai tahun 2025 masih relevan rasa berkendaranya. Sedangkan Xander sendiri tidak terlalu terusik dengan produk Cina di harga serupa ya, karena dia masih menggunakan mesin internal combustion engine. Tidak semua orang cocok menggunakan mobil listrik. Apalagi kalau misalnya mobilnya pengin dipakai juga untuk ke luar kota. Mobil listrik bagaimanapun masih ada range yang ketika range-nya habis dibawa ke luar kota, kita mengisi dayanya itu lama. Tapi kalau ini tidak. ini cocok masih cocok untuk orang yang memang punya mobil yang dipakai di dalam kota dan juga dipakai untuk keluar kota. Makanya sebenarnya pertumbuhan pesaing di kelas ini tuh belum terlalu banyak dan itu membuat Expander masih sangat relevan rasa berkendaranya dalam hal konsumsi bahan bakar. Mobil ini juga masih sama karena ya mesinnya sama, transmisinya sama, bobotnya juga enggak beda jauh dan itu juga lagi-lagi masih relevan dengan kondisi sekarang di route dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/h, mobil ini bisa mencatat 12,3 km/l. Irit sekali. Bahkan untuk ukuran 2025 itu juga masih irit untuk sebuah MPV. Kemudian untuk di route tol dengan kecepatan konsisten di 90 km/h, bahkan mobil ini mendekati 20 km/l. 19,8 km/l. Tapi memang ada rasa yang berbeda. Ada sejumlah hal yang membuat mobil ini harus diubah supaya tetap relevan. yang saya rasakan adalah entertainment system-nya much better, jauh lebih bagus dibandingkan Expander yang pertama di tahun 2017. Bahkan dibandingkan yang sebelum facelift juga ini lebih besar entertainment systemnya. Dan seperti saya bilang tadi, ada sejumlah eh alat ukur seperti inklinometer, ada altimeter, ada kompas. Dan untuk yang tipe ultimate ini terutama rasa canggih dan rasa modern itu ada di instrumennya yang full digital. Jadi walaupun rasa berkendaranya sama, tapi feel dan mata kita itu mendapatkan hal yang baru dan serasa kita memang mengendarai sebuah mobil yang modern. Nah, ini kita lewat jalan-jalan cornblock nih. Aduh. Bantingannya emang enak, tapi ketika kita belokan tentu saja ada limbung karena ini adalah sebuah MPV. Tapi limbungnya itu tidak terlalu banyak dan terprediksi sekali pengendalian mobilnya. Nah, ini ketika kita ekstrem active yow control-nya itu bekerja dan menjaga mobil itu tetap pada jalurnya. Jadi active control itu kerjanya adalah dia mengoperasikan rem secara individual untuk membuat arah mobil itu tetap sesuai kemauan pengemudi. Nah, ini Anda bisa lihat di instrumennya itu langsung kelihatan ketika active yow control-nya itu bekerja langsung kelihatan gitu sampai berapa ee besar dia bekerja tuh kelihatan. ini bikin pengendalian baik di kecepatan rendah maupun di kecepatan tinggi sangat mantap. Bahkan active yow control seperti ini, teknologi seperti ini rasanya ya satu-satunya di kelasnya. Nah, tapi memang ada satu yang tidak berubah dan rasanya udah gemes gitu pengin ngerubah itu adalah tenaga mesinnya. Tenaga mesinnya tetap sama di 105 PS, torsinya 141 Nm dan ya memang itu bukan bukan tenaga yang impresif bahkan untuk kelas eh low MPV ya rata-rata lah average tenaga segitu tuh. Dulu waktu pertama kali nyoba itu kami sudah tes juga akselerasinya itu kalau enggak salah di 12 atau 13 detik. Tapi sekarang biar datanya kekinian, kita akan coba lagi. Dan waktu itu alat ukurnya juga belum berbasis GPS, masih berbasis GeForce ya kalau enggak salah. Sekarang kita akan tes lagi berapa 0 sampai 100 km/hnya. Oke, kita matikan AC. Kita masuk ke sport mode, traction control semua kita matikan. Iya, di atas 50 mulai terasa kuat tenaganya. Iya, sama seperti sebelumnya di 12 detikan kami mendapatkan hasil 12,64 detik. Nah, ini pada saat kita pakai sport mode, RPM tuh benar-benar dijaga tinggi ya. Jadi lebih enak ketika kita mau mengemudi agak agresif atau dipakai buat ditanjakan. Walaupun memang sayangnya tidak ada pedle shift atau mode perpindahan secara manual di transmisinya. Sekarang saya mau pindah ke tipe exit Tourer. Sekarang saya sudah berada di exit Tourer dan eh satu perbedaan yang cukup nyata adalah mobil ini tidak memakai active yow control, tapi mobil ini tetap aja pakai suspensi sistemnya yang diambil langsung dari Mitsubishi Lancer Evolution. Jadi kalau masih dia masih tajam. Cuman bedanya kalau misalnya kita pakai active y control itu ada sedikit overstir itu pada saat eh kita menikung ekstrem itu dihilangkan di tipe ultimate. Sedangkan di exit turar ketika kita manuvernya itu ekstrem ada sedikit kecenderungan belakangnya itu mau ngebuang. Ya wajar karena ini MPV yang buntutnya panjang. Tapi sebenarnya dengan kita membelok satu arah ya, bukan bolak-balik membelok satu arah tapi belakangnya itu mau mau seperti agak overseer gitu, itu sebenarnya ciri khas karakter pengendalian yang bagus gitu karena dia jadi lebih tajam beloknya. Tapi memang begitu diultimate gejala itu dihilangkan. Belok depannya tetap tajam, tapi belakangnya itu dijaga supaya tidak slip. Jadi kerasa perbedaannya yang pakai active control atau tidak, terutama di saat pengendaraan ekstrem. Tapi kalau misalnya kita berkendara itu normal ya sebenarnya enggak terlalu terasa bedanya di jalan. kita memang akan sangat terbantu dengan active control ketika kita bermanuver ekstrem. Ketika kita normal gini ya active vi control juga tidak akan bekerja dan rasa pengendaraan mobil ini, bantingannya, keheningannya sama persis. Anda tetap menikmati esensi sebuah expander yang terkenal akan kenyamanannya dan kehalusannya di sini. Oke, mungkin mata Anda tidak dimanjakan sehebat Anda dimanjakan di versi Ultimate karena ini instrumennya dia masih pakai dial analog. Walaupun ada tampilan digitalnya di tengah, tapi sebagian besar masih analog. Kemudian entertainment system head unit itu juga bukan 10 inci tapi 8 inci. Jadi lebih kecil. serta AC juga tidak ada display digitalnya. Dia hanya tombol-tombol seperti ini. Tapi enggak semua orang memang butuh dimanjakan matanya. Apalagi dengan exit tour ini, Anda menghemat hingga Rp40 juta. Yang Rp40 juta mungkin bisa Anda belanjakan untuk hal lainnya gitu. Tapi Anda mendapatkan mobil di bawah Rp300 juta yang esensi berkendaranya sama, ukuran bannya juga sama. Oke, mungkin ada mungkin ada perbedaan karakter ban atau mungkin gripnya ya, karena versi Exit Tourer ini bannya beda dengan yang ee lebih mahal tapi mungkin enggak terlalu jauh. Konsumsi bahan bakar dan akselerasi sudah pasti sama karena ya semua sisi teknisnya sama. Di sini tidak ada cruise control, tapi lagi-lagi enggak semua orang juga butuh cruise control. Apalagi memang cruise control yang ada di tipe Ultimate itu masih cruise control biasa, belum adaptif cruise control karena fitur eh Diamond Sense ya dari Mitsubishi itu memang belum masuk sampai ke Expander. Enggak banyak MPV yang dia cukup lega untuk ditumpangi penumpang praktis seperti ini, tapi juga menyenangkan dikendarai. Nah, Xander ini salah satunya. Baik jarak dekat maupun jarak jauh. Expander itu selalu menyenangkan untuk dikendarai. DNA sportnya Mitsubishi itu masih masih ada rasanya lah di sini, terutama di sektor pengendalian dan keasyikan berkendara. Jadi, Exit Tourer ini memang untuk Anda yang ingin merasakan esensi dan kenikmatan sebuah expander tanpa ingin mengeluarkan uang terlalu banyak untuk fitur-fitur yang mungkin Anda tidak perlu. Istilahnya kalau dari dalam itu tutup mata Anda, enggak akan Anda bisa bedain Exit Tourer dan ultimate. Tapi baru begitu ketika Anda membuka mata, oh iya baru ada bedanya. Dua-duanya worth it ya harganya menurut kami di 300 kecil untuk ultimate dan 200 besar untuk exit tourer. Dan yang terpenting adalah walaupun memang ada fitur-fitur yang bertambah, teknologi yang bertambah, namun yang membuat Expander itu tetap relevan dengan persaingan di 2025 atau 2026 adalah karena memang basic mobil ini basic mobilnya yaitu rasa berkendaranya, bantingannya, suspensinya itu memang terlalu advance di zamannya pada saat dia muncul. Sehingga ketika masih dijual sekarang hanya berbekalkan facelift masih sangat relevan, masih sangat layak untuk Anda pertimbangkan ketika Anda membeli sebuah low MV. Mitsubishi. Bahkan 8 tahun sejak kemunculan pertamanya masih memiliki taji, masih memiliki sejumlah keunggulan yang mungkin belum bisa dikalahkan oleh para rivalnya. Tapi overall ini masih mobil yang impresif, masih mobil yang sangat relevan dengan saat ini. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Otriver jika Anda belum. Main-main ke website kami di ww.odriver.com serta download aplikasi kami Otriver di Google Play Store. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube